Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL AMPRAHAN ANGGARAN KOMUNITAS

LOKMIN(LOKAL KARYA MINI)

DESA LUENG BATA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) GETSEMPENA


LHOKSUKON TAHUN 2018/2019
I. LATAR BELAKANG

Keadaan masyarakat Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai

melalui pembangunan kesehatan dirumuskan sebagai: “Indonesia Sehat 2025”. Dalam

Indonesia Sehat 2025, lingkungan strategis pembangunan kesehatan yang diharapkan

adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat jasmani, rohani

maupun sosial, yaitu lingkungan yang bebas dari kerawanan sosial budaya dan polusi,

tersedianya air minum dan sarana sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan

pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta

terwujudnya kehidupan masyarakat yang memiliki solidaritas sosial dengan

memelihara nilai-nilai budaya bangsa. (Kementrian Kesehatan RI, 2016).

Dalam Indonesia Sehat 2025 diharapkan masyarakat memiliki kemampuan

menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu dan juga memperoleh jaminan

kesehatan, yaitu masyarakat mendapatkan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan

dasar kesehatannya.Pelayanan kesehatan bermutu yang dimaksud adalah pelayanan

kesehatan termasuk pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat dan bencana,

pelayanan kesehatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat serta diselenggarakan

sesuai dengan standar dan etika profesi.Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan

dan perilaku hidup sehat, serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam

memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, maka akan dapat dicapai derajat

kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Keperawatan komunitas sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan utama

yang ditujukan kepada masyarakat yang dilandasi pengetahuan teoritis guna

menyelesaikan masalah kesehatan dalam memenuhi kebutuhan dasar

komunitas.Keperawatan merupakan salah satu bagian integral dari pelayanan kesehatan

di Indonesia, yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik
sehat maupun sakit dan memiliki kontribusi yang nyata dalam pembangunan kesehatan,

untuk menuju visi Indonesia Sehat 2025.

Keperawatan kesehatan masyarakat merupakan perpaduan antara praktek

keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat.Kegiatan praktek ini dilakukan secara

komprehensif dan tidak terbatas pada kelompok umur atau diagnosa tertentu serta

dilaksanakan secara berkelanjutan. Keperawatan kesehatan masyarakat ditujukan

kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam bentuk pelayanan

keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara menyeluruh.

Pendekatan yang digunakan dalam keperawatan komunitas adalah pendekatan

keluarga binaan (keluarga yang sehat, sakit atau risiko tinggi), dan bekerja sama dengan

kelompok kerja komunitas. Strategi yang digunakan untuk pemecahan masalah adalah

melalui pendidikan kesehatan (promotif dan preventif), penggunaan teknologi tepat

guna, serta memanfaatkan kebijakan pemerintah yang terkait di bidang kesehatan.

Proses keperawatan komunitas dilakukan melalui lima tahap, yaitu : pengkajian, analisa

data, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Dalam rangka memenuhi tugas pelaksanaan praktek keperawatan komunitas yang

diadakan selama 2 minggu, diharapkan Mahasiswa Program S1 Keperawatan Sekolah

Tinggi Ilmu Kesehatan GETSEMPENA lhoksukon, dapat mengaplikasikan konsep-

konsep keperawatan komunitas yang diperoleh pada perkuliahan kepada masyarakat.

Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan

komunitas, maka kegiatan diarahkan pada identifikasi masalah kesehatan masyarakat

melalui pengkajian, analisa data, prioritas masalah, perencanaan, implementasi serta

evaluasi keperawatan komunitas bersama masyarakat.

Untuk mendukung tercapainya Visi Indonesia Sehat sebagai lanjutan dari

Indonesia Sehat 2025 maka hal tersebut harus dimulai dari hal terkecil dan dimulai dari
daerah. Salah satu langkah nyata yang telah kami lakukan berdasarkan hasil pendekatan

dengan masyarakat RW 01 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi,

didapat bahwa untuk mendukung hal tersebut, masih banyak yang harus diperbaiki

diantaranya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang menjadi salah satu pencetus

timbulnya penyakit. Kemudian mewujudkan masyarakat yang bersifat proaktif dalam

kegiatan kemasyarakatan dan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, bebas

hambatan serta menjalankan upaya preventif dalam penanggulangan masalah

kesehatan.

Berdasarkan hasil yang telah kami dapatkan di Masyarakat, maka kami

bermaksud untuk mengadakan Lokakarya Mini (LOKMIN) yang bertujuan untuk

membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan yang terjadi di

masyarakat gampong desa lueng bata Kecamatan BAKTYA


II. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Membantu dan memfasilitasi masyarakat Desa lueng bata Kecamatan

BAKTYA dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan.

b. Tujuan Khusus

a. Mengkaji kebutuhan dan masalah keperawatan keluarga, kelompok, dan

masyarakat.

b. Mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan dan keperawatan keluarga,

kelompok, dan masyarakat.

c. Menetapkan perencanakan asuhan keperawatan baik keluarga maupun

komunitas dalam rangka mengembangkan kemampuan keluarga, kelompok,

dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan.

d. Melaksanakan rencana asuhan keperawatan melalui pendekatan

pengorganisasian masyarakat, penggunaan teknologi tepat guna, kerja sama

lintas sektoral dan lintas program, dan pendidikan kesehatan yang

berhubungan dengan kebutuhan atau masalah kesehatan.

e. Mengevaluasi tindakan keperawatan berdasarkan standar dan kriteria yang

telah ditetapkan.

f. Mendokumentasikan dan melaporkan data atau informasi yang akurat

berbagai aktifitas asuhan keperawatan pada keluarga, kelompok, dan

komunitas.
III. JENIS KEGIATAN

Kegiatan yang kami adakan berupa Lokakarya Mini (LOKMIN) untuk membahas

hasil kajian kami di wilayah Desa lueng bata Kecamatan BAKTIYA terkait berbagai

masalah kesehatan masyarakat perilaku hidup besih dan sehat. Kegiatan yang akan

kami laksanakan murni harus diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri, dengan kami

sebagai fasilitator bila terdapat masalah yang memerlukan kerja sama lintas sektoral.

Guna mendukung suksesnya kegiatan yang akan dilakukan, kami akan mengundang

beberapa pihak terkait, diantaranya :

a. Kantor kecamatan Baktiya

b. Puskesmas Baktiya

c. Perangkat Desa Lueng Bata

d. Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama

e. Kader Kesehatan Desa Lueng Bata

f. Perwakilan Masyarakat Desa Lueng Bata

IV. SASARAN

Sasaran Kegiatan Loka karya Mini (LOKMIN) ini adalah warga Desa lueng

bata Kecamatan BAKTYA

V. WAKTU KEGIATAN

Adapun waktu kegiatan Lokakarya Mini (LOKMIN) dilaksanakan pada :

hari/ tanggal : Senin, 29 November 2018

waktu : 20:00…….. s.d selesai

tempat : Meunasah Desa Lueng Bata


VI. SUSUNAN ACARA (Terlampir)

VII. SUSUNAN KEPANITIAAN (Terlampir)

VIII. ANGGARAN BIAYA (Terlampir)

IX. PENUTUP (Terlampir)

Demikian proposal ini kami buat dengan harapan semoga pihak-pihak yang

bersangkutan dapat bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan yang

terjadi di Desa Lueng Bata Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara.


LEMBAR PENGESAHAN

Baktiya, 29 November 2018

Hormat Kami,

Ketua panitia Sekertaris

Al ach arif munandar Julianti

Mengetahui/Menyetujui,

Pembimbing Utama Preseptor Lapangan

Ns.Eridha Putra, S.Kep,M.Kep Ns. Mahruri Putra S.Kep, M.Kep


Lampiran 1

SUSUNAN ACARA

No Waktu Jenis kegiatan Keterangan

1 20.00 – 20.05 Pembukaan Moderator 1

2 20.05 – 20.25 Sambutan : Moderator 1 &

- Kepala Desa Lueng Moderator 2

Bata

- TGK. Imam Desa

Lueng Bata

- Dosen Pembimbing

3 20.25 – 21.00 Penyampaian Hasil Mahasiswa

Pengkajian Situasi di Desa

Lueng Bata

5 21.00 – 21.30 Diskusi Hasil (POA) Warga desa lueng bata

6 21.30 s.d selesai Kesimpulan dan Evaluasi Notulen

7 22.00 – 22.10 Do’a

8 22.10 s.d selesai Penutup Moderator 1


Lampiran 2

Susunan Kepanitiaan

Penanggung Jawab : Al ach arif munandar

Ketua Pelaksana : Al ach arif munandar

Sekretaris : Julianti

Bendahara : Sri mega ika

Sie. Acara : Al ach arif munandar

Sri mega ika

Julianti

Sie. Pelaksana : Syukri irwanda

Mustafa kamal

Hendri

Sie. Konsumsi : T.riyadh multazam

Miranda karmila

Agus maulana
Lampiran 3

Rencana Anggaran Biaya