Anda di halaman 1dari 4

11/23/2007

Terminology for alteration


assemblages (Heald et al. 1987)
Terminologi Karakteristi Sinonim Catatan
k alterasi
Silicic Dominasi silika Silisifikasi Ametis atau kalsedon

Petrology of Alteration Minerals Potassium (k)- Dominasi feldspar Adularia


biasa pada vein
Umumnya adularia
feldspar sebagai vein

Potassium (k) – K-feldspar, mika Serisitik, potasik, Dikontrol oleh


feldspar-serisitik putih + pirit K-silikat struktur; tersebar
disekitar vein

Serisitik Mika putih; illit+ Phyllic kuarsa


kuarsa+pirit; serisit, ilitik
mixed-layer
didominasi illit

Serisitik-argilik Mika putih; kaolin- Argilik;


smektit group intermediate
argilik, serisitik,
@ Rosana, MF 2007 @ MFR 2007 phillic 2
Handout - 12

Terminologi Karakteristik Sinonim Catatan


alterasi
Argilik Kaolin dan group Intermediate Ametis atau kalsedon
smektit argilik biasa pada vein
(montmorilonit) Epithermal –
Ephithermal –
Advanced argillik Kaolin, sulfat, Argilik, alunit, Intrusion- Low
High
alunit, zunyit kuarsa + alunit related Sulphidation –
sulphidation
Chloritic Bisa terdapat kloritik Vein mineral atau Geothermal
sendiri atau selvage; jarang
bersama hematit,
hematit berupa diseminasi
kuarsa, pirit dan pada batuan dinding Volcanogenic
Sediment –
sulfida Mesothermal massive
hosted
Propylitic Dikarakteristik Kuarsa-klorit-pirit Typical alterasi sulphide
oleh klorit, albit, regional
epidot, karbonat +
pirit, Fe-oksida,
serisit Sediment –
Potassium K-silikat Alterasi regional hosted massive
Metasomatism sulphide
@ MFR 2007 3 @ MFR 2007 4

Type of Alteration based on Mineral Assemblages


(Corbett dan Leach, 1993). Type of Alteration based on Mineral Assemblages
(Corbett dan Leach, 1993).
Mineral
Tipe
Penciri
Mineral Aksesori Keterangan Mineral
Tipe Mineral Aksesori Keterangan
Penciri
Temperatur 100°C hingga
Albit, kuarsa,
250°C; salinitas beragam;
Klorit, epidot, kalsit, pirit, ilit atau Temperatur 230°C hingga
Propilitik pH mendekati netral;
dan karbonat. lempung, dan
daerah dengan Kuarsa, 400°C; salinitas beragam;
oksida besi.
permeabilitas rendah. Anhidrit, pirit, dan
Filik serisit, dan pH asam hingga netral;
Smektit, kalsit.
Temperatur 200200°C
C hingga pirit.
p zona p permeabel p pada
montmorilonit, Pirit, klorit, kalsit, batas urat.
Argilik 300°C; salinitas rendah; pH
ilit-smektit, dan kuarsa.
asam hingga netral.
dan kaolinit.
Advanced Klorit, epidot, Temperatur > 300°C;
Kaolinit, Kalsedon, Biotit dan
argillic Temperatur < 180°C; pH Potasik pirit, dan ilit- salinitas tinggi; dekat
alunit, dan kristobalit, kuarsa, kuarsa.
(temperatur asam. serisit. dengan batuan intrusi.
kalsedon. dan pirit.
rendah)
Advanced Garnet,
Pirofilit, Kuarsa, turmalin, Temperatur 300°C hingga
argillic Temperatur 250°C hingga piroksen,
diasfor, dan enargit, dan Wolastonit, klorit, 700°C; salinitas tinggi;
(temperatur 350°C; pH asam. Skarn amfibol,
tinggi)
andalusit. luzonit. dan biotit. umum pada batuan
epidot, dan
samping karbonat.
magnetit.
@ MFR 2007 5 @ MFR 2007 6

@MFR 2007 1
11/23/2007

Stabil pada pH < 2


Kelompok Silika Kelompok Illite
Asosiasi dengan sedikit fasa titanium-iron (rutile)
Kelompok Alunite Kelompok Kaolinite

Kelompok Klorit Pada kondisi sangat asam, opal, kristobalite dan tridimit akan
Steam Heated Alunite terdapat
p p pada lingkungan
g g dengan
g T < 100Ԩ
Kelompok Ca-Silicate
Kuarsa, silikat mineral pada T tinggi
Supergene Alunite
Kelompok Karbonate
Pada pH tinggi, silika amorf terbentuk pada T < 100Ԩ atau
Magmatical Alunite mencapai 200Ԩ pada lingkungan pembekuan yang cepat
Kelompok Sulfat
Magmatic and / breccia
alunite Kelompok Feldspar Kalsedon pada T 100-200Ԩ

@ MFR 2007 7 @ MFR 2007 8

Pada pH > 2 dan kisaran T yang besar, terbentuk bersama terbentuk pada lingkungan oksidasi,
dengan mineral silika
dimana larutan asam sulfida berasal dari
gas H2S yang dihasilkan oleh pendidihan
Pada T > 350 ~ 400Ԩ akan berasosiasi dengan andalusit sistim hidrotermal pada kedalaman
• Æ ukuran sangat halus dengan bentuk
Berdasarkan oksigen dan sulfur isotop, lingkungan pembentukan
mineral alunit dapat dibedakan menjadi 4 (Rye, 1992): uap panas kristal pseudo-cubic
(steam-heated); supergen; magmatik; magmatik vein/breccia
• Æ terbentuk pada kedalaman 1-1.5 km,
dimana asam sulfida berkurang dengan
Kondisi ini akan berpengaruh pada bentuk kristal, setting
geologinya dan paragenesa mineral menurunnya sistim hidrotermal
@ MFR 2007 9 @ MFR 2007 10

berasal dari larutan magma, dan mempunyai bentuk


terbentuk karena adanya kristal yang sempurna, umumnya berukuran kasar
larutan H2S dari hasil berbentuk tabular atau lath-like kristal; umumnya
mengisi rekahan, semen pada breksi
pelapukan dari endapan sulfida
if
masif. • Æ terbentuk pada T >>,
dan/atau andalusit
>> tumbuh bersama muskovit

• Æ bisa berupa kristal yang iregular menutupi kuarsa


• Æ kritalinitasnya jelek, sangat atau mineral lain dengan membentuk tekstur
poikilitik, atau dalam bentuk euhedral pseudo-
halus dengan bentuk pseudo- rhombic kristal
acircular
@ MFR 2007 11 @ MFR 2007 12

@MFR 2007 2
11/23/2007

Berasal dari larutan dengan pH ~ 4, dan terdapat bersama dengan alunit


group mineral pada pH 4~3
terdapat pada vein dan breccia. Halloysite hasil dari pelapukan supergen atau pada kondisi T <<<

• Æ terbentuk langsung dari larutan Kaolinite terbentuk pada kedalaman yang rendah dan T <150~250Ԩ

hidrotermal yang kaya akan volatil Pyrophyllite pada T <200~250Ԩ


yang berasal dari larutan yang 
Dickite terbentuk pada kondisi diantara dua jenis diatas
mengkristal
• Æ berbentuk prisma yang radial Diaspore kadang terdapat bersama dengan alunit atau fasa group 
kaolinit, umumnya pada zona intensitas silisifikasi tinggi

@ MFR 2007 13 @ MFR 2007 14

Terbentuk pada pH 5~6

Assosiasi dengan kelompok kaolin pada pH 4~5, Pada kondisi mendekati pH netral, 
tergantung pada T & salinitas fluida klorit akan dominan, dan akan bersama
Smectite : T <100~150
<100 150 Ԩ,
Ԩ Illite smectite T
Illite-smectite g kelompok
dengan p illite p
pada p 5
pH 5~6
100~200Ԩ , illite T 200~250Ԩ, Muscovite T > 250Ԩ

Serisit adalah muskovit yang berukuran halus dan Pada T rendah, berupa interlayer 
bisa mengandung sedikit illite chlorite‐smectite, dan akan berubah
Kandungan smectite pada interlayer smectite-illite menjadi klorit bila T bertambah
akan berkurang dengan turunnya T, sebaliknya
dengan illite akan bertambah dengan naiknya T
@ MFR 2007 15 @ MFR 2007 16

Terbentuk pada pH alkalin Karbonat terbentuk pada pH & T dengan kisaran lebar, biasa


berasosiasi dengan kaolin, illite, klorite, dan fasa calc‐silicate
Zeolit‐klorit‐karbonat terbentuk pada kondisi dingin
Fe‐Mn karbonat (siderit‐rodokrosit) biasa bersama dengan
Hidrous zeolit (natrolit, chabazit, mesolit, mordenit, stilbit, heulandite)  kaolin, dan illite
terbentuk pada T <150~200Ԩ, laumontit (150~200Ԩ), wairakit (200~300Ԩ), 
prehnite dan pumpellyite (250~300Ԩ)
Epidot dan aktinolit (secondary amphibol) terbentuk pada T tinggi, kristal jelek Fe Mn Mg Ca karbonat (rodokrosit, ankerite, kutnahorit, 
Fe‐Mn‐Mg‐Ca karbonat (rodokrosit  ankerite  kutnahorit  
(180~220Ԩ), kristal bagus (>220~250Ԩ) dolomit) terdapat bersama ilitik dan klorit

Secondary amphibol stabil pada sistim hidrotermal aktif (>280~300Ԩ)


Mg‐Ca karbonat (dolomit‐kalsit) bersama klorit‐kalk silikat.
Biotit (>300~325Ԩ) pada sistim hidrotermal aktif
Mobilitas Fe, Mn dan Mg pada zonasi diatas akan berkurang
Klinopiroksen (>300Ԩ), Garnet (>325~350Ԩ) dengan meningkatnya pH
@ MFR 2007 17 @ MFR 2007 18

@MFR 2007 3
11/23/2007

Terbentuk pada variasi T & pH


Biasa berasosiasi dengan fasa klorit dan kalk silikat
Alunit pd pH (<3~4)
Feldspar sekunder stabil pada pH mendekati
netral~alkalin
Anhydrit pH>> dan T > 100~150Ԩ

Adularia terbentuk sebagai spesis dari sekunder


feldspar pada temperatur rendah Gypsum terbentuk pada kondisi temperatur rendah

Jarosit selain sebagai produk pelapukan dari mineral sulfida, juga


Ortoklas terbentuk pada T>> lingkungan porfiri bisa terbentuk pada lingkungan yang asam pada kedalam dangkal

@ MFR 2007 19 @ MFR 2007 20

Potassic Propylitic Phyllic (serisitic) Intermediate argillic


• T : >320Ԩ, pH netral,  • T : >250Ԩ, pH netral,  • T : >220Ԩ, pH netral,  • T : <300Ԩ, pH netral, 
K+/H+ tinggi Ca+/H+ tinggi K+/H+ tinggi Ca+/H+ tinggi
• Secondary k‐feldspar 
Secondary k feldspar  • Albit, klorit, epidot
Albit  klorit  epidot • Serisit, kuarsa, pirit,  • montmorilonit, 
dan biotit, kuarsa,  group, karbonat, 
magnetit, hematit,  kuarsa, serisit, pirit, Fe 
illite, topaz, zunyite,  kaolinit, kuarsa, mix‐
anhydrit, siderit, sulfida & Ti oxides, aktinolit,  k‐feldspar, sulphides layer mineral 
(khususnya pirit,  zeolit, monmorilonit lempung, illite, K‐
kalkopirit,molybdenit),  feldspar, secondary 
klorit, epidot biotit

@ MFR 2007 21 @ MFR 2007 22

Alunitic Advanced argillic

• T : <180Ԩ, pH acid,  • T : >350Ԩ (andalusit), 


• alunit, kuarsa, diaspore,  >250Ԩ (pyrophyllite), 
p
amorphous silica,  , <180Ԩ (kaolinit), pH acid, 
kaolinit, pirit, jarosit,  • Kuarsa, diaspore, 
zunyit, hematit amorphous silica, serisit, 
illite, pirit, sulphides, 
hematit, jarosit, alunit, Ti 
oxides, tourmalin, topaz, 
zunyit, amophous clay, 
korundum
Wallrock Alteration
@ MFR 2007 23 @ MFR 2007 24

@MFR 2007 4