Anda di halaman 1dari 14

TANTANGAN DAN PELUANG PERILAKU ORGANISASI YANG EFEKTIF

Oleh: H. Syaiful Sagala

Abstrak

Masa depan yang menarik bagi emosi anggota organisasi dapat dipahami dan
diterima jika pemimpin organisasi mampu mengembangkan sumber sumber
power yang dimiliki. Dengan power yang dimiliki pemimpin organisasi
tersebut mampu dan terampil mengungkit dan mengembangkannya untuk
mempengaruhi anggota organisasi secara positif mencapai tujuan dan target
sesuai visi dan misi organisasi. Kemampuan mengelola organisasi
menunjukkan bahwa manajemen perilaku organisasi yang efektif
membutuhkan kemampuan pimpinan organisasi untuk menganalisa suatu
konteks dengan akurat dilihat dari berbagai sudut pandang seperti psikologi,
sosiologi, psikologi sosial, antropologi, ilmu politik dan sebagainya. Kualitas
dan kapabilitas anggota organisasi mempengaruhi kinerja organisasi, inilah
yang menjadi tantangan dan peluang perilaku organisasi, kemudian menjadi
pertimbangan bagi pemimpin organisasi untuk merancang strategi perilaku
yang sesuai dengan karakteristik organisasi dimana pemimpin dan anggota
tersebut menjadi bagian penting dari organisasi.

Kata kunci: perilaku organisasi, perilaku etis, interaksi manusia

PENDAHULUAN Organisasi dapat mempengaruhi


Organisasi menjadi sangat perilaku manusia dan perilaku manusia
menentukan bagi manusia untuk dapat mengubah organisasi dengan
berkarya, menciptakan suatu membentuk suatu kebiasaan yang lama
pengharapan, dan memenuhi kebutuhan kelamaan bisa menjadi suatu budaya.
hidup seseorang yang mendedikasikan Pada dasarnya perilaku organisasi
dirinya pada suatu organisasi. Melalui adalah ilmu yang mempelajari
organisasi seseorang dapat memperoleh determinan perilaku dan interaksi
imbalan baik berupa materi maupun manusia dalam organisasi terkait
non materi atau kepuasan tertentu yang dengan sikap dan perilaku individu,
dapat memenuhi kebutuhan hidupnya perilaku kelompok dan struktur dalam
maupun keluarganya sampai batas organisasi. Perilaku organisasi dapat
tertentu sesuai aturan organisasi. juga dipahami sebagai suatu cara
Organisasi dapat dikondisikan menjadi berpikir untuk memahami persoalan
lingkungan tempat kehidupan manusia persoalan organisasi dan menjelaskan
yang berhubungan pada setiap aspek secara nyata apa yang ditemukan dalam
kehidupan. tingkah laku individu atau kelompok

29
dalam organisasi berikut tindakan perilaku organisasi, tantangan dan
pemecahan yang diperlukan. peluang perilaku organisasi, dan
Perilaku manusia banyak disiplin ilmu pendukung perilaku
menekankan aspek aspek psikologi dari organisasi.
tingkah laku manusia dalam organisasi.
Perilaku manusia dalam organisasi Arti dan Makna Perilaku Organisasi
menjadi perilaku organisasi memberikan
arah dan petunjuk bagi pencapaian tujuan Perilaku menurut Hersey dan
organisasi sesuai visi dan misi organisasi Blanchard (1992:15) pada dasarnya
di mana manusia itu mendedikasikan berorientasi tujuan dimotivasi oleh
dirinya. Misalnya organisasi bisnis, keinginan untuk memperoleh tujuan
organisasi pemerintah, organisasi tertentu. Dorongan yang memotivasi pola
kemasyarakatan, organisasi pendidikan, perilaku individu yang nyata
organisasi sosial dan sejumlah organisasi (kepribadian) dalam kadar tertentu berada
lainnya sesuai ciri dan karakteristik dalam alam bawah sadar dan karenanya
organisasinya. Perilaku organisasi menurut Hersey dan Blanchard tidak
dipengaruhi oleh ciri dan karakter setiap mungkin dikaji dan dievaluasi. Sigmund
organisasi dan akan ditentukan dari Freud percaya bahwa orang orang tidak
perilaku manusia yang ada dalam selamanya menyadari hal hal yang
organisasi. Mengacu pada pemikiran diinginkannya, dan karenanya
tersebut, pada bagian ini akan dikaji kebanyakan perilaku dipengaruhi oleh
mengenai tantangan dan peluang perilaku motif atau kebutuhan bawah sadar, itulah
organisasi yang efektif. sebabnya motivasi bawah sadar menjadi
demikian penting. Perspektif utama dalam
PEMBAHASAN perilaku organisasi terdiri dari manajemen
ilmiah, pendekatan hubungan manusia
Manusia merupakan sumber dan pendekatan kontigensi.
utama bagi setiap organisasi, karena Manajer yang terkemuka menurut
tidak ada organisasi tanpa manusia, Sweeney dan McFarlin (2002) memeliki
karenanya perilaku manusia dalam perangkat keahlian dalam hal (1)
organisasi menjadi perilaku organisasi. menentukan tantangan perilaku; (2)
Para ahli perilaku dan manajemen yakin menentukan sebab sebab perilaku; (3)
bahwa perilaku manusia itu sangat memilih strategi untuk mencapai tujuan
penting untuk menentukan efektivitas perilaku; dan (4) menerapkan dan
setiap organisasi. Manusia dapat menyesuaikan strategi yang dipilih dan
menjadikan organisasi menjadi efektif dibutuhkan. Keempat perangkat keahlian
atau sebaliknya, dan konsep perilaku ini memungkinkan manajer dapat
manusia dalam organisasi akan mengarahkan dan mengelola proses
menghasilkan karya keorganisasian. perilaku organisasi secara efektif.
Oleh karena alasan ini maka kajian ini Meningkatnya kompleksitas dari
akan membahas arti dan makna lingkungan kerja, langkah langkah
30
perubahan demografis, kemajuan ilmu manusia bereaksi, berpikir, dan
pengetahuan dan teknologi yang merasakan dalam keadaan
bergerak dengan cepat menjadi terorganisir.
tantangan perilaku yang paling dinamis 5. Lindsay dan patrick (1996)
dihadapi oleh para manajer dan pimpinan menyatakan bahwa perilaku
organisasi baik bisnis maupun lembaga organisasi adalah studi mengenai
sosial pendidikan. Untuk memahami arti perilaku manusia dalam organisasi
dan makna perilaku organisasi maka perlu yang menggunakan ilmu
mencermati pendapat para ahli mengenai pengetahuan tentang bagaimana
pengertian perilaku orgnisasi berikut: manusia berperilaku dalam
1. Johns (1983:3) menyatakan bahwa organisasi.
perilaku organisasi adalah suatu
istilah yang agak umum yang Berdasarkan pegertian yang
menunjukkan kepada sikap dan dikemukakan para ahli di atas, maka
perilaku individu dan kelompok dapat disimpulkan bahwa perilaku
dalam organisasi, yang berkenaan organisasi merupakan studi yang
dengan studi sistematis tentang berkenaan tentang apa yang dikerjakan
sikap dan perilaku, baik yang oleh manusia dan bagaimana reaksinya
menyangkut pribadi maupun antar- dalam organisasi dan bagaimana
pribadi dalam konteks organisasi. perilaku tersebut mempengaruhi kinerja
2. Robbins (1986) menyatakan bahwa organisasi. Perilaku yang dipelajari
perilaku organisasi adalah suatu berhubungan dengan sikap manusia
bidang studi yang menyelidiki terhadap pekerjaannya, komitmen dan
pengaruh yang ditimbulkan oleh kesetiaan pada organisasi, tugas-tugas
individu, kelompok, dan struktur tertentu, integritas, rekan bekerja,
dalam organisasi terhadap perilaku konflik, kerjasama, produktivitas,
orang-orang yang terlibat di kemangkiran, motivasi, dan lain-lain.
dalamnya yang bertujuan untuk Sedangkan elemen-elemen kunci dalam
menerapkan pengetahuan yang perilaku organisasi adalah manusia,
didapat untuk meningkatkan struktur, teknologi, dan lingkungan
efektivitas organisasi. tempat organisasi beroperasi.
3. Davis & Newstrom (1989) Ketiga elemen selalu berinteraksi
menyatakan bahwa perilaku satu sama lain dipengaruhi dan
organisasi adalah bidang ilmu yang mempengaruhi lingkungan internal dan
mempelajari dan menerapkan eksternalnya. Pemimpin organisasi
pengetahuan tentang bagaimana maupun para manajer dengan
manusia berperilaku atau bertindak di memahami perilaku personelnya dalam
dalam organisasi. organisasi yang dipimpinnya, maka
4. Sweeney dan McFarlin (2002) pemimpin tersebut akan mampu pula
menyatakan perilaku organisasi menyelesaikan berbagai masalah yang
adalah studi tentang bagaimana dihadapi organisasi yang dipimpinnya.
31
Kemampuannya menangani dengan baik berbagai peristiwa yang terjadi dalam
keberagaman latar belakang personelnya, organisasi. Perilaku organisasi penting
yaitu menciptakan lingkungan kerja yang untuk memungkinkan identifikasi dari
dapat merangkul keberagaman. Perilaku eksplanasi atas berbagai peristiwa
organisasi sebagai suatu bidang terapan keperilakuan yang terjadi; dan (3)
dan suatu ilmu, dapat juga diterapkan pengendalian yaitu kontrol atas perilaku
dalam organisasi satuan pendidikan pada yang terjadi dalam organisasi. Dengan
berbagai jenjang dan jenis organisasi adanya pengendalian ini, diharapkan
pendidikan terkait dengan perilaku perilaku individu dalam organisasi dapat
pimpinan, pendidik, supervisor, peserta selalu diarahkan kearah yang positif, yaitu
didik, orang tua peserta didik, stakeholder perilaku yang menunjang pencapaian
dan pihak pihak yang terkait dengan sasaran organisasi secara efektif.
kebijakan pendidikan baik pihak
eksekutif, legislatif maupun organisasi
kemasyarakatan. Tantangan dan Peluang Perilaku
Organisasi
Tujuan Perilaku Organisasi
Organisasi sebagai suatu kelompok
Kompleksitas variasi sosial, dipengaruhi oleh perilaku perilaku, baik
demografis, dan perubahan teknologi yang datangnya dari internal organisasi
membuat pekerjaan mengelola manusia maupun dari eksternal organisasi.
menjadi semakin menantang. Kesuksesan Perilaku yang demikian ini berlaku untuk
penting sekali bagi organisasi dengan organisasi bisnis maupun organisasi
mempertinggi tingkat keuntungan, tetapi pendidikan yang lebih fokus pada
menghargai dan menempatkan manusia kegiatan sosial. Misalnya organisasi
sesuai harkat dan martabatnya dalam satuan pendidikan (sekolah) secara
organisasi juga sangat penting. Ditengah internal perilaku organisasinya
tari menarik kepentingan ini dibutuhkan dipengaruhi oleh interaksi guru dan
kemampuan dan keterampilan pemimpin personel lainnya di sekolah dan juga
dan manajer yang menakjubkan untuk dipengaruhi oleh tuntutan dan harapan
menempatkan kedua kepentingan itu stakeholders pendidikan agar manajemen
menjadi sebuah keberhasilan yang sekolah menggambarkan perilaku yang
mengagumkan bagi organisasi yang mendukung kualitas layanan pendidikan,
dipimpinnya. Berangkat dari pemikiran sehingga memberi kepuasan bagi
tersebut, maka tujuan dilakukannya studi masyarakat. Dewasa ini banyak tantangan
tentang perilaku organisasi adalah (1) dan peluang yang dihadapi oleh para
prediksi, yaitu memberikan kemungkinan manajer maupun pimpinan untuk
kepada para manajer untuk memprediksi menggunakan konsep perilaku organisasi.
atas perilaku-perilaku anggota organisasi Hal ini dikarenakan begitu cepatnya
pada masa yang akan datang; (2) perubahan-perubahan yang terjadi dalam
eksplanasi, yaitu penjelasan terhadap organisasi baik perubahan dari dalam
32
organisasi (internal) maupun dari luar anggota organisasi secara sama menjadi
organisasi (eksternal). Tantangan dan mengenal perbedaan-perbedaan yang
peluang tersebut antara lain: memerlukan respons yang berbeda pula
dengan cara-cara yang bisa
1. Keanekaragaman Tenaga Kerja mempertahankan atau meningkatkan
produktivitas kerja tanpa terkesan
Keanekaragaman banyak ditemui melakukan diskriminasi.
dalam dunia pekerjaan atau tenaga kerja, Pendekatan masalah dan pemecahan
khususnya dilihat dari latar belakang masalah tidak sama untuk masing masing
masing masing tenaga kerja ataupun individu, tentu hal ini dipengaruhi oleh
anggota organisasi. Keanekaragaman potensi dan latar belakang masing masing
tenaga kerja diartikan bahwa organisasi tenaga kerja maupun anggota organisasi.
menjadi lebih heterogen dalam bentuk Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa
jenis kelamin, kesukuan, dan kebangsaan. keanekaragaman tenaga kerja maupun
Keanekaragaman juga menyangkut anggota organisasi jika diolah atau
masalah ketidaknormalan seperti cacat dikelola dengan baik dan dengan prosedur
fisik, homoseksualitas, ketuaan, dan yang benar, dapat meningkatkan
kelebihan berat badan. Di negara negara kreativitas dan inovasi anggota dalam
yang sudah maju seperti Eropa, Amerika organisasi. Kemudian dalam pengambilan
serikat, Jepang dan sejumlah negara keputusan dapat dilakukan dengan
lainnya keragaman sudah demikian memberikan perspektif yang berbeda
berkembang dengan latar belakang tenaga terhadap masalah-masalah yang dihadapi
kerja dari berbagai etnis, ras, umur yang anggota organisasi dan juga masalah
beragam dan keberagaman lainnya. organisasi secara keseluruhan. Namun,
Keberagaman ini merupakan potensi yang apabila keanekaragaman tenaga kerja dan
harus dipelihara dan dikelola dengan baik anggota organisasi tidak dikelola dengan
antara lain dapat dipergunakan untuk baik, akan dapat menyebabkan
pendekatan pada pelanggan. meningkatnya angka pindah kerja bagi
Setiap individu pada dasarnya tenaga kerja potensial, komunikasi yang
memiliki perbedaan karakteristik lebih sulit, dan konflik antar-karyawan.
kepribadian (personality) antara lain
kecerdasan inteligen (inteligent qoutient), 2. Produktivitas dan Kualitas
kecerdasan emosional (emotional
qoutient), sikap (attitude), keterampilan Produktivitas dapat dilihat dari
(skill), kemampuan (ability) dan berbagai sudut pandang, tergantung
sebagainya. Keanekaragaman memiliki tujuan masing masing organisasi
implikasi yang penting dalam praktik misalnya organisasi profit, organisasi
manajemen dalam organisasi. Para publik, organisasi swasta, organisasi
manajer dan pemimpin organisasi perlu pendidikan, organisasi sosial, organisasi
mengubah filosofinya dari keagamaan dan berbagai organisasi
memperlakukan karyawan dan atau lainnya. Berbagai ungkapan menurut
33
Bernandin dan Joice (1993) seperti Untuk melakukan perbaikan
output, kinerja, efesiensi, dan efektivitas produktivitas dan kualitas pada organisasi
sering dihubungkan dengan produktivitas. pendidikan dilakukan program-program
Secara umum produktivitas menunjukkan seperti manajemen kualitas total, rekayasa
rasio output terhadap input yang diukur ulang dan program-program yang
berdasarkan beberapa standar yang telah menuntut keterlibatan seluruh personel
ditetapkan sebelumnya. Mathis dan pendidikan secara luas. Dengan demikian
Jackson (2006:69) menyatakan para pimpinan dan manajer penting untuk
produktivitas (productivity) adalah sebuah memahami bahwa upaya apa saja untuk
ukuran dari kuantitas dan kualitas memperbaiki mutu dan produktivitas
pekerjaan yang diselesaikan, dengan layanan pendidikan. Produktivitas dan
mempertimbangkan biaya dari sumber kualitas para pendidik dan karyawan tidak
daya yang digunakan. Produktivitas juga saja merupakan kekuatan utama dalam
dilihat sebagai perbandingan antara melaksanakan perubahan, melainkan juga
masukan dengan hasil yang menandakan akan semakin aktif berperan serta dalam
nilai tambah seseorang. Produktivitas merencanakan dan melakukan perubahan-
dipengaruhi oleh knowledge, skills, perubahan secara kreatif dan inovatif.
abilities, dan behaviors oleh karena itu
semakin produktif seseorang, maka 3. Kekurangan Tenaga Pendidik
semakin tinggi keunggulan kompetitifnya. Berkualitas
Sedangkan produktivitas
organisasi menggambarkan keunggulan Semakin maraknya berdiri
dan kemampuan daya saing yang mampu Perguruan Tinggi yang mengelola bidang
dicapainya. Tantangan dalam pendidikan dengan tidak memperhatikan
memperbaiki produktivitas organisasi dan secara penuh persyaratan kualitas
kualitas produk dan jasa yang ditawarkan manajemen dan kualitas tenaga pendidik
saat ini banyak dihadapi oleh para pada Perguruan Tinggi tersebut, hal ini
manajer dan pimpinan organisasi. Adapun tentu berkontribusi pada pemenuhan
kualitas menurut Deming (1982) adalah tenaga pendidik yang kurang berkualitas.
sesuai dengan kebutuhan pasar, Dilihat dari ijin berdiri dan akreditasi
Feigenbaum (1986) kualitas adalah Perguruan Tinggi tersebut semuanya telah
kepuasan pelanggan sepenuhnya, Carvin memenuhi persyaratan, tetapi dilihat dari
(1988) kualitas adalah suatu kondisi proses layanan belajarnya cenderung
dinamis yang berhubungan dengan tidak memenuhi syarat, secara aktual
produk, manusia, proses, tugas dan mahasiswa tidak hadir tetapi jika
lingkungan yang memenuhi atau melebihi diperiksa absensi kehadiran tampak
harapan pelanggan atau konsumen. Jadi mahasiswa tersebut hadir sepenuhnya.
kualitas menggambarkan produk yang Setelah sampai waktunya mereka
memberi kepuasan pada pelanggan atau diwisuda menjadi sarjana pendidikan dan
pengguna jasa organisasi. selanjutnya mereka jadi guru atau tenaga
pendidik.
34
Fenomena ini dapat dilihat pendidikan harus memiliki kebijakan
banyaknya guru guru di daerah yang jauh yang progresif tentang sumber daya
dari Perguruan Tinggi tersebut dan tidak manusia (SDM) dan manajemennya juga
pernah tampak secara rutin mengikuti harus memiliki keterampilan dalam aspek
perkuliahan tetapi pada suatu waktu pergi kemanusiaan, agar diperoleh dan
ke kota untuk mengikuti wisuda dan dipertahankan pendidik dan tenaga
pulang membawa ijazah sebagai sarjana kependidikan yang terbaik kualitasnya.
pendidikan. Guru dan tenaga pendidik
sebagai produk dari Perguruan Tinggi 4. Kekurangan Keterampilan
semacam ini tentu jauh dari kualitas dan
berkontribusi pada rendahnya kualitas Keterampilan pendidik dan tenaga
pendidikan pada satuan pendidikan di kependidikan yang diperlukan terutama
mana guru dan tenaga pendidik tersebut terkait dengan keterampilan (1)
bertugas. Keadaan demikian ini juga mempersiapkan perangkat pembelajaran
berkontribusi pada rendahnya kualitas dan pengembangan kurikulum; (2)
pendidikan secara nasional dan rendahnya menggunakan model, strategi dan metode
kualitas daya saing lulusan sekolah pembelajaran sesuai teori belajar untuk
tersebut. membelajarkan peserta didik dilandasi
Disisi lain siswa terbaik pada penguasaan psikologi perkembangan
SMA terbaik pada setiap daerah jarang untuk mengatasi berbagai permasalahan
sekali yang bercita cita menjadi guru atau peserta didik dalam belajar; (3) menyusun
mau memasuki Perguruan Tinggi dan melakukan tes yang standar
keguruan. Mereka lebih memilih mengukur kemampuan hasil belajar
pendidikan non keguruan karena sesuai peserta didik, dan menentukan nilai
dengan cita cita pengembangan diri secara objektif sesuai kapasitas dan
mereka. Kondisi objektif ini potensi peserta didik; dan (4)
menunjukkan bahwa input guru pada berkomunikasi dengan baik, jelas, efektif
umumnya bukan dari kalangan terbaik. dan mudah dipahami (komunikatif) serta
Dalam menghadapi terjadinya berbagai keterampilan lainnya.
kekurangan tenaga pendidik yang Jika pendidik dan tenaga
berkualitas, organisasi pendidikan dan kependidikan tidak menguasai
pemerintah harus memikirkan kembali keterampilan tersebut secara memadai,
kebijakan tentang rekrutmen, pelatihan, maka perilaku dalam organisasi
kompensasi, dan berbagai keuntungan pendidikan tersebut cenderung pada
bagi guru dan tenaga pendidik. Jika kegiatan rutin saja dan tidak ada
nantinya lebih banyak pekerjaan yang kemajuan yang berarti. Pemerintah,
dibebankan kepada guru dan tenaga pemerintah daerah dan organisasi
pendidik yang tidak terlatih, maka pendidikan dihadapkan pada kenyataan
taruhannya kualitas tidak akan diperoleh. bahwa banyak tenaga pendidik dan tenaga
Untuk mengisi tenaga pendidik yang kependidikan yang tidak memiliki
berkualitas, pemerintah dan organisasi keterampilan yang sesuai dengan
35
kebutuhan organisasi. Mereka tidak seni perubahan. Hal yang sama juga
memiliki keterampilan sebagaimana yang terjadi pada organisasi pendidikan. Bila
distandarkan tentu dilatar belakangi organisasi pendidikan tidak melakukan
berbagai faktor seperti rekruitmen langkah-langkah tersebut, mereka akan
pendidik dan tenaga pendidik yang menghadapi kebangkrutan atau ditinggal
kurang selektif, pembinaan dan pelatihan masyarakatnya, karena memilih ketempat
pendidik dan tenaga pendidik yang tidak lain yang lebih inovatif dan mau
terarah pada pemecahan masalah, merespon perubahan. Keberhasilan akan
penghargaan pada pendidik dan tenaga diperoleh oleh perusahaan-perusahaan
pendidik yang berprestasi tidak jelas dan maupun lembaga pendidikan yang
berbagai latar belakang lainnya. mempertahankan fleksibilitas,
Pemerintah dan beberapa organisasi meningkatkan kualitas secara terus-
pendidikan telah melakukan penurunan menerus, dan mengalahkan saingan di
standar keterampilan untuk pekerjaan- pasaran dengan produk dan jasa yang
pekerjaan tertentu (de-skilling jobs), yaitu inovatif secara konstan.
dengan membuat pekerjaan-pekerjaan Para karyawan perusahaan itu
tersebut kurang kompleks dan lebih rutin sendiri atau para pendidik dan tenaga
sifatnya. Misalnya ada sejumlah sekolah kependidikan pada organisasi pendidikan
dalam kegiatan pembelajaran yang itu sendiri bisa menjadi pencetus inovasi
penting ada guru, ada peserta didik dan dan perubahan atau malah menjadi
tidak ada jam mengajar yang kosong, penghalang untuk hal-hal serupa itu.
meskipun keterampilan yang disebut di Dalam hal ini, menstimulasi kreativitas,
atas diperlonggar tuntutannya. Kemudian inovasi dan toleransi para karyawan atau
satuan pendidikan melakukan latihan dan pendidik untuk suatu perubahan menjadi
reedukasi pada pendidik dan tenaga tantangan bagi para manajer maupun
kependidikan yang kurang pemimpin penentu kebijakan pendidikan.
keterampilannya untuk sekedar Bidang perilaku organisasi di sini adalah
penyegaran. Namun mereka ini tidak memberikan berbagai kekayaan ide dan
terampil mengajar, penurunan standar ini teknik untuk membantu merealisasikan
berdampak pada penurunan kualitas tujuan ini dengan menyediakan organisasi
pendidikan dan penurunan kualitas pendidikan yang menghargai kreatifitas,
lulusan, makanya para manajer sekolah inovasi dan merespon berbagai
dituntut untuk lebih bertanggung jawab perubahan, sehingga kualitas yang tinggi
memenuhi pendidik terampil dan tetap terjaga dan terpelihara.
mempertahankan mereka.
6. Kekurangan Perilaku Etis
5. Simulasi Inovasi dan Perubahan
Perilaku etis saat ini banyak di
Sekarang ini perusahaan-perusahaan hadapi oleh karyawan diberbagai
yang ingin sukses harus memelihara dan perusahaan dan pendidik maupun tenaga
meningkatkan inovasi serta menguasai kependidikan diberbagai organisasi
36
pendidikan, situasi dimana dituntut untuk jujur, objektif, adil dan memanusiakan
menetapkan tingkah laku yang benar atau manusia.
yang salah. Karyawan, pendidik, dan
tenaga kependidikan menyaksikan orang Disiplin Ilmu Pendukung Perilaku
disekitarnya ikut serta dalam praktik- Organisasi
praktik tidak etis, misalnya pejabat
terpilih dituduh membesarkan Sebagai ilmu terapan ilmu perilaku
pengeluaran mereka atau menerima suap, organisasi dibentuk berdasarkan
isu memperdagangkan jabatan birokrasi berkontribusi dari sejumlah bidang yang
pada pemerintah daerah, isu berkaitan dengan perilaku. Perilaku
memperdagangkan jabatan kepala sekolah organisasi pada analisis individual atau
di daerah tertentu, eksekutif sukses yang analisis tingkat mikro adalah psikologi.
menggunakan informasi pihak dalam Kemudian yang berontribusi yang terletak
untuk mengambil keuntungan keuangan pada pengertian konsep-konsep makro
pribadi, dan lain-lain. Perilaku, tindakan seperti proses-proses kelompok dan
dan keputusan dalam organisasi tersebut organisasi adalah disiplin ilmu sosiologi,
dilakukan secara tidak etis dan tidak psikologi sosial, antropologi, dan ilmu
memiliki sikap kenegarawanan, rasa politik.
nasionalisme rendah, jiwa kebangsaan
rendah, egois dan mementingkan dirinya 1. Psikologi
sendiri maupun keluarganya.
Dengan demikian pimpinan utama, Psikologi suatu ilmu yang
dan para manajer perlu menciptakan mempelajari perilaku atau kegiatan
suatu iklim yang sehat secara etis dalam individu manusia yang memiliki
menentukan kebijakan, sehingga mereka karakteristik dan keunikan tertentu,
pendidik dan tenaga kependidikan dapat bersifat spesifik dan khas. Para psikolog
melakukan pekerjaannya secara produktif. memfokuskan diri mempelajari dan
Cara yang dipakai pimpinan dan para berupaya memahami perilaku individual.
manajer untuk masalah perilaku etis, Robbins dan Timoty A (2008:14)
antara lain dengan menegakkan perilaku psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
etis pada diri mereka kemudian menulis berusaha mengukur, menjelaskan, dan
dan membagikan kode etik sebagai terkadang merubah perilaku manusia dan
pedoman bagi pendidik, tenaga makhluk lain. Psikologi dalam perilaku
kependidikan, dan karyawan dalam organisasi berkontribusi terutama dalam
melewati dilema etis tersebut, analisis individual atau analisis tingkat
menawarkan seminar, lokakarya, mikro. Individu memiliki satu cirri yang
menyediakan penasehat dalam organisasi esensial yaitu perilaku atau melakukan
pendidikan/perusahaan yang dapat kegiatan. Perilaku atau kegiatan yang
dihubungi untuk membantu menangani dapat diamati maupun yang tersembunyi
isu-isu etis yang mengandung perilaku adalah gejala manifestasi hayati atau
manifestasi hidup individu, yaitu semua
37
cirri cirri yang menyatakan bahwa 2. Sosiologi
individu manusia itu hidup (Sukmadinata,
2003:17). Mereka yang telah memberikan Bila psikolog lebih memperhatikan
kontribusi dan terus menambah pada masalah-masalah individual, para
pengetahuan bidang perilaku organisasi sosiolog mempelajari sistem sosial di
adalah ahli-ahli teori belajar, teori mana individu dapat berperan di
kepribadian, psikologi di bidang dalamnya. Sosiologi mempelajari
konseling, dan yang lebih penting lagi kehidupan manusia dalam berbagai satuan
adalah para psikolog industri dan kelompok kecil seperti dalam satuan
organisasi. keluarga, unit unit pekerjaan, organisasi,
Kajian para psikolog industri atau kelompok profesi, kelompok kelompok
organisasi pada awalnya, ingin mengatasi kemasyarakatan dan lain lain. Soekanto
dalam masalah-masalah kelelahan, (2003:14) menyatakan sosiologi
kebosanan, dan faktor-faktor lain yang merupakan ilmu sosial yang objeknya
relevan dengan kondisi kerja yang bisa masyarakat dan merupakan ilmu
mengganggu efisiensi kerja. Dalam pengetahuan yang berdiri sendiri karena
perkembangannya, kontribusi mereka telah memenuhi segenap unsur unsur ilmu
lebih meluas lagi, yaitu meliputi proses pengetahuan yaitu (1) bersifat empiris
belajar, persepsi, kepribadian, emosi, didasarkan pada observasi terhadap
latihan, efektivitas kepemimpinan, kenyataan dan akal sehat; (2) bersifat
pemenuhan kebutuhan dan motivasi, teoritis, selalu berusaha untuk menyusun
kepuasan kerja, proses-proses abstraksi dari hasil observasi untuk
pengambilan keputusan, penilaian prestasi menjelaskan sebab akibat sehingga
kerja, pengukuran sikap, teknik pemilihan menjadi teori; (3) bersifat kumulatif
karyawan, desain kerja, dan stres di dibentuk atas dasar teori teori yang sudah
tempat kerja. Dalam perspektif psikologi ada dalam arti memperbaiki, memperluas,
salah satu cirri yang esensial dari individu dan memperhalus teori teori yang lama;
ialah bahwa individu itu selalu melakukan dan (4) bersifat non etis bukan
kegiatan atau perilaku, berinteraksi mempersoalkan baik buruknya fakta,
dengan lingkungan manusia maupun tetapi menjelaskan fakta tersebut secara
bukan manusia dalam suatu organisasi. analitis. Masyarakat yang menjadi objek
Khusus dalam organisasi pendidikan ilmu sosial dapat dilihat dari beberapa
aspek psikologi pendidikan berintikan segi seperti ekonomi yang bersangkut
interaksi antara pendidik dengan peserta paut dengan produksi, distribusi dan
didik yang berlangsung dalam situasi penggunaan barang barang, segi politik
pendidikan, tidak saja di sekolah tetapi berhubungan dengan penggunaan
juga di luar sekolah. kekuasaan dalam masyarakat, segi
pendidikan berhubungan dengan proses
pendewasaan peserta didik melalui
pengalaman belajar dan segi lain yang
terkait dengan sosiologi.
38
Dapat ditegaskan bahwa sosiologi dengan orang lain. Robbins dan Judge
mempelajari manusia dalam hubungannya (2008:15) menyatakan psikologi sosial
dengan manusia lain seperti mempelajari memadukan konsep dari psikologi dan
perilaku manusia dalam suatu organisasi. sosiologi, meskipun pada umumnya
Secara khusus, sosiologi telah dianggap sebagai cabang dari psikologi.
memberikan kontribusi yang terbesar Psikologi sosial adalah suatu bidang
untuk perilaku kelompok dalam dalam psikologi, tetapi menggabungkan
organisasi, terutama organisasi-organisasi konsep-konsep dari psikologi dengan
yang formal dan kompleks dalam lingkup sosiologi, yang memfokuskan pada
negara, daerah, perusahaan tertentu baik pengaruh seseorang terhadap yang lain.
yang besar maupun kecil, organisasi Psikologi sosial berfokus pada pengaruh
pendidikan dan lain sebagainya. Beberapa seseorang terhadap individu lainnya
bidang dalam perilaku organisasi yang memberikan kontribusi signifikan dalam
telah menerima masukan dari sosiologi perilaku organisasi. Salah satu yang
adalah dinamika kelompok, desain tim diinvestigasi oleh ahli-ahli psikologi
kerja, budaya organisasi, teori dan sosial dalam perilaku organisasi adalah
struktur organisasi formal, teknologi "perubahan", bagaimana implementasinya
organisasi, birokrasi, komunikasi, dan bagaimana cara mengurangi
kekuasaan, konflik, dan perilaku antar hambatan-hambatan dalam menerima
kelompok. Organisasi yang menerima perubahan tersebut. Perubahan dalam
masukan sosiologi termasuk organisasi organisasi pendidikan sejalan dengan
pendidikan baik pada tatar pemerintah, perkembangan ilmu pengetahuan dan
pemerintah daerah, pengurus yayasan teknologi yang menyebabkan interaksi
pendidikan dan satuan pendidikan. dalam organisasi pendidikan menjadi
demikian dinamis.
3. Psikologi sosial Sumbangan psikologi sosial terutama
dalam pengukuran, pengertian dan
Menurut perspektif psikologi sosial perubahan sikap, pola komunikasi, cara-
perilaku sosial dapat dijelaskan oleh cara untuk memberikan keputusan
faktor faktor seperti kesulitan ekonomi, individual dalam aktivitas kelompok, dan
konflik kelas, benturan antar kelompok proses-proses pengambilan keputusan
etnis, kegagalan panen, kebijakan oleh kelompok. Dalam psikologi sosial
pemerintah, atau perubahan teknologi. perilaku organisasi khusus dalam
Tujuan analisis ini menurut Taylor, organisasi pendidikan memerlukan
Peplau dan Sears (2009:3) adalah untuk kemampuan adaptasi dan
menemukan antara kekuatan kekuatan mengembangkan kreatifitas yang
sosial yang luas dengan pola umum dilandasi kemampuan intelektual seperti
perilaku sosial. Dalam hal ini studi inteligensi, bakat dan kecakapan hasil
mengenai psikologi sosial adalah studi belajar didukung faktor faktor afektif dan
ilmiah mengenai bagaimana orang psikomotor. Interaksi dan perilaku
berpikir, mempengaruhi dan berhubungan manusia dalam organisasi pendidikan
39
dalam perspektif psikologi sosial antara budaya-budaya nasional sangat
mendorong pendidik dan peserta didik berpengaruh pada perilaku orang orang
menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan dalam organisasi pendidikan. Pengelolaan
mengembangkan kemampuan intelektual, perbedaan antar budaya, nilai nilai dan
kecerdasan, bakat dan kecakapan nyata, etika adalah studi dan hasil karya para
sikap, minat, dan motivasi. ahli antropologi yang memberi
sumbangan untuk mengatur strategi yang
4. Antropologi tepat dalam mengelola organisasi
pendidikan.
Antropologi (anthropoly) menurut
Robbins dan Judge (2008:16) adalah studi 5. Ilmu Politik
kemasyarakatan untuk mempelajari
manusia, aktivitas aktivitas mereka dan Para ahli berpandangan bahwa arti
membantu memahami perbedaan dalam dan makna politik belum dapat dipahami
nilai nilai fundamental, sikap dan perilaku secara definitif yang sama, namun
diantara individu dalam organisasi yang menurut Surbakti (1992) ciri ciri politik
berbeda beda. Sukmadinata (2003:16) secara umum antara lain (1) usaha usaha
menyatakan antropologi mempelajari yang ditempuh warga negara untuk
kehidupan manusia dalam kelompok membicarakan dan mewujudkan
kelompok yang lebih besar dan terikat kebaikan; (2) segala hal yang berkaitan
oleh suatu ikatan yang lebih bersifat dengan penyelenggaraan negara dan
permanen, turun temurun seperti pemerintahan; (3) suatu kegiatan yang
kelompok ras, bangsa, suku bangsa, diarahkan untuk mencari dan
kebudayaan dan lain lain. Terkait dengan mempertahankan kekuasaan dalam
organisasi pendidikan, antropologi masyarakat; (4) kegiatan yang berkaitan
merupakan studi tentang masyarakat dengan perumusan dan pelaksanaan
untuk mendalami manusia dan segala kebijakan numum; dan (5) konflik dalam
aktivitasnya dalam pengaruh kultur dan rangka mencari dan mempertahankan
lingkungan dalam aktivitas belajar dan sumber sumber yang dianggap penting.
mengajar pada organisasi satuan Tentu saja pengertian tersebut dapat
pendidikan. dilihat dari berbagai sudut pandang
Seluruh personel dan pengambil tergantung bagaimana dan dari sisi mana
kebijakan salam organisasi pendidikan melihat serta asumsi yang ditegakkan.
penting untuk memahami dan mengerti Jadi, dapat ditegaskan bahwa ilmu
perbedaan-perbedaan yang didasarkan politik mempelajari perilaku individu dan
oleh nilai, sikap, dan perilaku antara kelompok dalam suatu lingkungan politik.
orang-orang dari berbagai latar belakang Politik merupakan segala kegiatan dan
yang berbeda dalam organisasi-organisasi interaksi antar manusia yang berkenaan
yang berbeda pula. Banyak dari dengan proses pembuatan dan
pengertian tentang budaya organisasi, pelaksanaan keputusan politik yang
lingkungan organisasi, dan perbedaan mengikat semua anggota masyarakat pada
40
satu wilayah tertentu. Topik-topiknya dan pengadaan fasilitas sekolah dan
mencakup strukturisasi konflik, alokasi lainnya.
kekuatan/kekuasaan dan bagaimana orang
memanipulasi kekuatan/kekuasaan untuk PENUTUP
kepentingan sendiri. Kita sekarang
menyadari bahwa organisasi dapat Perilaku organisasi adalah bidang
berperan sebagai kesatuan politik. Jika studi yang menyelidiki pengaruh yang
ingin dapat menerangkan secara tepat dan dimiliki individu, kelompok, dan struktur
meramalkan perilaku seseorang dalam terhadap perilaku dalam organisasi.
organisasi, kita memerlukan tinjauan Perilaku organisasi adalah suatu studi
perspektif politik dalam analisis kita. yang memerlukan keahlian khusus
Dalam organisasi pendidikan mempunyai pokok ilmu pengetahuan
perilaku yang dipengaruhi politik menjadi tentang individu, kelompok dan pengaruh
tampak menonjol ketika dikaitkan dengan dari struktur terhadap perilaku untuk
kebijakan pada tatar pemerintah maupun membuat organisasi bekerja secara lebih
pemerintah daerah. Artinya pihak efektif. Penguasaan ilmu pengetahuan dan
eksekutif untuk memperoleh legitimasi teknologi bagi setiap individu dalam
pelaksanaan program pendidikan perlu organisasi menjadi tantangan dan peluang
mendapatkan pengesahan atau perilaku organisasi. Sebagai ilmu terapan,
persetujuan oleh pihak legislatif. Baik perilaku orgaisasi didukung oleh berbagai
eksekutif maupun legislatif dalam disiplin ilmu seperti psikologi, psikologi
menentukan kebijakan harus memenuhi sosial, sosiologi, antropologi dan ilmu
peraturan dan perundangan yang lainnya. Terdapat banyak metode dan
mengatur penyelenggaraan pendidikan. pendekatan yang digunakan para ilmuwan
Kebijakan dan keputusan yang diambil perilaku untuk mendapatkan pengetahuan
oleh eksekutif maupun legislatif akan tentang proses proses interaksi dalam
mempengaruhi perilaku organisasi pada organisasi. Walaupun metode dan
tatar satuan pendidikan. Satuan pendekatan atara satu ilmuwan dengan
pendidikan akan menyusun program dan ilmuwan lainnya berbeda beda, tetapi
kegiatan sangat tergantung pada mereka memiliki ciri ciri umum yang
kebijakan eksekutif dan legislatif membuatnya sebagai bagian dari
khususnya terkait dengan perolehan dan pendekatan ilmiah dalam studi perilaku
penggunaan anggaran, pengangkatan dan organisasi khususnya organisasi
pemberhentian kepala sekolah, perbaikan pendidikan yang dilandasi berbagai
bidang ilmu pengetahuan.

41
KEPUSTAKAAN Taylor, Selley E., Peplau, Letitia Anne
dan Sears, David O (2009).
Bernandin, H. John dan Joice E. A., Psikologi Sosial. Jakarta: Kencana
Russell (1993). Human Resource Prenada Media Group.
Management. New York: McGraw
Hill.

Hersey, Paul dan Blanchard, Hersey


(1992). Managemen of
Organizational Behavior. New
jersey: Prentice Hall.

Ivancevich, John M., Konopaske,


Robert, dan Mattesson, Michael, T
(2005). Perilaku dan Manajemen
Organisasi. Alih Bahasa: Gina
Gania. Jakarta: Erlangga.

Mathis, Robert L., dan John H., Jackson


(2006). Human Resource
Management: Manajemen Sumber
Daya Mamnusia. Alih Bahasa:
Diana anggelica. Jakarta: Salemba
empat.

Soekanto, Soerjono (2003). Sosiologi:


Suatu Pengantar. Jakarta: Raja
Grafindo Persada

Sukmadinata, Nana Saodih (2003).


Landasan Psikologi Proses
Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Surbakti, Ramlan (1992). Memahami


Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia
Widiasarana Indonesia.

Sweeney, Paul D dan McFarlin, Dean B


(2002). Organizational Behavior:
Solution For Management. New
York: McGraw Hill.

42