Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 03

Mohammad Ilham Daradjat-1606904964

1. Pada pembuatan pipa ERW, mengapa digunakan arus frekwensi tinggi serta
jelaskan peranan frekwensi tersebut terhadap sambungan di pipa tersebut.
=
Pipa ERW dibuat dengan menggunakan gulungan baja. Gulungan baja ini dilas
pada kedua sisinya membentuk sebuah pipa dengan metode pengelasan ERW
(Electric Resistance Welding). Berikut diagram alir proses pipa ERW.

Gambar. Proses pembuatan pipa ERW


Gulungan baja dilepas hingga menjadi lembaran, kemudian lembaran diarahkan
dengan roller untuk membentuk lekukan pipa. Sebelum kedua lekukan menyatu,
elektroda tembaga yang telah dialiri arus ditempelkan pada kedua ujung pipa
sehingga menghasilkan aliran pada kulit pipa. Aliran ini menghasilkan panas yang
terkonsentrasi pada bagian kulit, dikarenakan arus yang cukup besar akan mengalir
secara singkat pada jarak terdekat (bagian kulit sambungan). Kedua ujung
kemudian disambung dengan tekanan hingga menyatu.

2. Jelaskan keuntungan dan keterbatasan High Frequency Welding.


=
Keuntungan
 Hasil lasan memiliki daerah Heat Affected Zone (HAZ) yang sempit akibat
panas yang dihasilkan terlokalisasi pada satu titik.
 Meminimalisir oksidasi, dikarenakan logam cair lasan yang dihasilkan
tertutup.
 Kecepatan las tinggi akibat penggunaan frekuensi yang tinggi sehingga
lebih cepat dan hemat energi.
Kerugian
 Frequency arus yang tinggi berbahaya bagi welder karena memiliki potensi
tersetrum yang tinggi.
 Penggunaan listrik yang tinggi hanya akan ekonomis bila volume produk
besar agar energi lebih efisien.

3. Jelaskan prinsip kerja projection welding, beserta keunggulan dan


keterbatasannya.
=

Projection welding menggunakan prinsip electrical resistance welding dengan


menggunakan modifikasi proyeksi nugget. Proyeksi ini berguna menfokuskan
energi pada titik proyeksi sehingga panas terlokalisasi. Panas terlokalisasi akan
menyebabkan lasan terbentuk pada titik yang telah ditentukan.
Keuntungan
 Hasil lasan tepat pada titik yang presisi dikarenakan proyeksi titik las.
 Pengelasan lebih efektif dan cepat karena panas terlokalisasi dengan baik
Kerugian
 Hasil lasan tidak kedap akibat lasan yang hanya terdapat pada titik proyeksi,
sehingga tidak dapat digunakan pada produk yang menyimpan fluida.
 Dibutuhkan preparasi pembentukan proyeksi sebelum lasan dikerjakan

4. Jelaskan persyaratan kualitas hasil las dengan spot welding, jelaskan hal tersebut
dengan menganalisa ukuran nugget lasan-nya dan hasil uji tarik gesernya.
=
 Ukuran nugget
Hasil lasan Spot welding harus memiliki ukuran nugget yang optimal.
Ukuran nugget dihasilkan dengan luas kontak permukaan logam dan
elektroda. Ukuran diameter dari nugget sebagai syarat kualitas hasil las spot
welding adalah 6-10 mm.
 Uji Tarik Geser
Hasil sambungan dilakukan uji tarik pada ujung kedua plat yang akan
menghasilkan gaya geser pada sambungan. Sambungan spot welding yang
baik harus memiliki kekuatan yang baik sehingga kegagalan akan terjadi
pada plat induk bukan pada sambungan.
 Uji kupas (peel of test)
Uji kupas berguna mengetahui kekuatan maksimum lasan. Uji dilakukan
dengan menarik kedua ujung lasan pada arah yang berbeda sehingga
tegangan terkonsentrasi pada nugget.
5. Bila saudara di tugaskan untuk menyambung dengan metoda spot welding terhadap
dua belah pelat dengan tahanan listrik yang sama namun memiliki ketebalan yang
berbeda dimana t 1 = 2 x t2. Buatlah skematis disain posisi elektroda yang akan
dipakai terhadap sampungan kedua pelat tersebut.
=
Skematis posisi elektroda yang akan dipakai terhadap sambungan kedua plat :

Misal:
t = 5(s) x 1/2
D1 = 4 mm D2 = 2 mm
D1 = 5(4) x 1/2 = 10 mm
D2 = 5(2) x 1/2 = 7.07 mm

6. Jelaskan weldability baja lapis seng (galvanil) bila dilas dengan spot resistant
welding process.
=
Seng pada baja lapis akan meningkatkan konsumsi arus pada pengelasan. Seng akan
meleleh terlebih dahulu sebelum baja dikarenakan titik lebur seng yang jauh lebih
rendah. Seng cair akan menaikan tahanan pada lapisan, sebelum baja meleleh,
mengakibatkan konsumsi arus harus dinaikan untuk dapat melelehkan baja.
Sehingga, kemampu lasan baja lapis seng (galvanil) akan lebih rendah dibanding
baja biasa.

7. Jelaskan prinsip kerja las resistansi listrik. Jelaskan tahapan kerja dari las titik (spot
welding). Serta jelaskan mengapa pelelehan terjadi pada bagian tengah kedua pelat
yang disambung.
=
Las resistansi dilakukan dengan cara memberikan tekanan dan arus melalui
elektroda yang memiliki kontak dengan logam-logam yang akan dilas. Elektroda
yang digunakan pada las resistansi listrik ini berbahan tembaga karena
konduktivitas termal dan listriknya yang tinggi, memiliki ketahan deformasi yang
baik, dan tidak mudah terkontaminasi benda kerja.
Logam yang akan Elektroda dialiri arus Bagian permukaan
disambung dijepit listrik yang cukup besar antara kedua logam
dengan sepasang pada waktu yang relatif akan meleleh dan
elektroda yang singkat dan kemudian kemudian ditekan
umumbya terbuat dari arus listrik mengalir ke dengan elektroda agar
tembaga logam yang dijepit logam menyatu

Resistansi pada las ERW memiliki empat tipe, resistasi elektroda, batas elektroda-
logam induk, logam induk, dan batas antar logam induk. Lelehan akan terbentuk
pada tengah logam dikarenakan lelehan akan terbentuk pada nilai resistansi
tertinggi. Nilai resistansi tertinggi di miliki oleh batas antara kedua logam induk
yang disambung.

8. Jelaskan pengaruh arus, waktu dan tekanan terhadap hasil las resistansi listrik
=

Gambar. Diagram arus, tekanan dan waktu pada pegelasan resistansi listrik.
Arus, tekanan dan waktu pengelasan adalah variable penting dalam proses las
resistan. Ketiga variable ini akan berpengaruh pada kekuatan hasil las yang
dihasilkan. Pada diagram diatas menggambarkan alur proses pada las resistansi
listrik.

Gambar. Diagram pengaruh arus dan waktu pengelasan pada kekuatan geser
lasan.
Arus yang digunakan pada pengelasan akan berbanding lurus pada kekuatan hasil
lasan. Hingga pada titik optimum arus, dimana arus yang dipakai telah mencukupi
untuk melelehkan logam dengan sempurna, kekuatan lasan akan menurun.
Kekuatan lasan ini menurun akibat panas berlebih yang dihasilkan yang malah akan
memperlemah titik las.
Waktu pengelasan berpengaruh terhadap kekuatan las sesuai pada diagram. Waktu
pengelasan harus optimum dimana kontak dengan arus telah menimbulkan
sambungan yang sempurna. Waktu pengelasan yang terlalu cepat akan
menyebabkan sambungan yang buruk. Waktu kontak yang berlebih akan
meningkatkan panas yang akan melemahkan kekuatan lasan.

9. Jelaskan Prinsip Kerja Spot Welding berikut skematis gambar serta berikan
penjelasan Masukan Panas (heat input) yang dibutuhkan untuk menyambung
material dengan spot welding.
=
Spot welding menggunakan prinsip ERW dimana penyambungan dihasilkan dari
panas tahanan benda kerja. Spot welding menggunakan elektroda berbentuk nugget
yang akan dialiri listrik dan ditekan pada permukaan benda kerja. Panas dihasilkan
akibat tahanan dan tekanan pada titik elektroda.
Proses penyambungan Kedua logam ditekan Arus dialirkan dari
dua logam dengan dengan kedua elektroda menuju
panas yang berasal dari elektroda, seperti pada logam sehingga terjadi
resistansi logam gambar, yang biasanya resistansi yang sangat
tersebut pada satu titik. terbuat dari tembaga. tinggi

Pada daerah pertemuan


Kedua logam diberi elektroda dengan logam
Resistansi tersebut
tekanan agar dapat diberikan air agar
menimbulkan panas.
menyatu. daerah tersebut tidak
ikut meleleh

Pelelehan terjadi pada bagian tengah kedua plat yang disambung disebabkan
karena pada pengelasan spot welding diharapkan resistansi listrik terbesar pada
permukaan antar material (r3) sedangkan tahanan listrik antara material yang akan
dilas dengan elektroda harus sekecil mungkin (r 1 dan r5) sehingga panas yang
dihasilkan melelehkan bagian tengah pada plat yang disambung
Ket. Gambar :

r2 dan r4 = tahanan listrik material yang dilas

r1 dan r5= tahanan listrik pada permukaan kontak antara elektroda dengan benda kerja

r3 = tahanan listrik permukaan antar material

10. Jelaskan perbedaan antara Flash welding dan Upset Welding melalui gambar
skematisnya.
=

Perbedaan antara flash welding dan upset welding terletak pada tekanan dan arus
yang diberikan
Pada butt welding dua logam yang akan disambungkan didekatkan dalam
tekanaan kemudian arus diberikan sehingga terjadi pemanasan yang cukup pada
area kontak untuk terjadinya penempelan pada kedua logam tersebut. Butt welding
merupakan proses pengelasan satu tahap.
Sedangkan pada flash welding terdapat dua tahap. Tahap pertama adalah
terjadinya flashing. Arus yang diberikan ke logam menghasilkan flashing diantara
dua ujung logam. Flashing mengakibatkan logam berada dalam daerah plastis.
Setelah itu tahap kedua adalah terjadinya pemberian tekanan sehingga ujung logam
saling menempel. Pada flash welding permukaan ujung logam tidak perlu terlalu
halus.

11. Jelaskan dengan gambar skematis siklus kerja dari Seam Welding.
=

 Benda kerja yang akan dilas diletakan menempel satu sama lain.
 Benda kerja diletakan diantara elektroda berbentuk rol (split
electrode rollers) di kedua sisinya.
 Elektroda dialiri listrik hinga menghasilkan panas akibat resistasi
pada benda kerja, sambil elektroda berbutar dan bergerak.
 Akan terjadi penyambungan pada daerah nugget dengan jarak
nugget yang dapat diatur sesuai kontrol elektroda.

12. Jelaskan keuntungan dan keterbatasan dari proses pengelasan resistansi welding.
=
Keuntungan
 Kecepatan pengelasan tinggi, karena panas yang dihasilkan dari tahanan
dapat dikontrol melalui arus.
 HAZ sempit dikarenakan proses yang melibatkan panas yang terlokalisasi.
 Tidak akan terjadi spatter dan tidak menggunakan material penyambung
tambahan.
Keterbatasan
 Kesalahan pengelasan sulit diperbaiki dikarenakan letak sambungan yang
tertutup.
 Kekuatan sambungan dan ketahanan fatik sambungan lebih rendah
 Peralatan lebih mahal dibanding las busur.
13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Percussion Welding dan gambarkan
skematisnya dan beri contoh aplikasinya
=

Arc-percussion
welding Setelah inisiasi
Busur ini akan
menggunakan busur, salah satu
mengionisasi
tegangan tinggi bahan ditekan
udara dan
untuk terhadap yang lain
membuat
memberikan dengan segara dan
atmosfer barrier
busur listrik antara kedua material
disuatu daerah
dua material yang sudah
permukaan.
akan tersambung.
disambungkan.

Percussion welding adalah metode pengelasan atau penyambungan logam yang


sama atau berbeda dengan menggunakan busur listrik (arc). Metode ini lebih cepat
daripada jenis metode las resistansi yang lain, ada yang mencapai 16ms.
Contoh aplikasi metode ini adalah pembuatan sel baterai individu yang memerlukan
penggabungan tembaga atau aluminium foil untuk bahan berbeda yang digunakan
untuk elektroda di lapisan luar sel.
14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Mash Seam Welding dan gambarkan
skematisnya serta beri contoh aplikasinya.
=
Mash Seam Welding adalah variasi dari Resistance Seam Welding di mana
dilakukan penggabungan 2 lembaran yang bertumpuk dengan jarak hanya sekitar
1,5 kali dari ketebalan lembar tersebut (t). Bagian depan roda pengelasan lebih lebar
dari lebar kontak proses dan selama pengelasan material dihancurkan hingga
ketebalan akhir biasanya mencapai 1.4t. Ketika peristiwa pelelehan terjadi, tepi
sendi membentuk ikatan fasa yang kuat untuk menghilangkan efek munculnya celah
dari pengelasan tersebut.
Mash Welding biasanya digunakan pada produksi wadah makanan atau
minuman yang mempunyai persyaratan-persyaratan khusus untuk kebersihan dan
kehigenisannya. Arus yang digunakan untuk pengelasan adalah secara terus-
menerus dan frekuensi yang digunakan lebih tinggi untuk pengelasan pada bahan
yang lebih tipis. Pengelasan dapat dilakukan dengan kecepatan lebih dari 70 m /
menit ketika proses ini diterapkan untuk plat timah ukuran 0.2mm.
Mash Seam Welding merupakan gabungan dari proses welding kovensional
resistance seam welding dan projection welding. Alat yang dipakai pun hampir
sama dengan yang dipakai oleh proses welding kovensional resistance seam
welding yaitu large resistance welding frame, dan rotating wheel type electrode
untuk menghasilkan arus.
Aplikasi yang menggunakan pengelasan jenis ini biasanya banyak dilakukan
pada bidang transportasi, agrikultural, sektor produksi makanan, peralatan
gardening dan machine protection.

15. Untuk material logam Tembaga, Aluminium dan Baja, urutkan mana yang material
yang memiliki weldability yang baik dengan menggunakan pengelasan las titik
(spot welding).
=

Material Tahanan
Tembaga 1,68 x10-8
Aluminum 2,65x10-8
Baja ±4,60 x10-7
Kemampulasan dengan menggunakan spot welding metode electric resistance
welding (ERW) sangat dipengaruhi oleh nilai tahanan listrik dari material

Q = R / (Tm x Kt) x 100

Tembaga

Q = R / (1.358 x 385) x 100 = 1,92 x 10-


4
W

Aluminium

Q = R / (933 x 190) x 100 = 5,64 x 10-


4
W

Baja

Q = R / (1.773 x 52) x 100 = 1,08 x 10-


4
W

Semakin tinggi nilai resistansi maka semakin banyak panas yang dihasilkan
oleh material ketika dialiri listrik. Oleh karena itu, kemampu lasan ketiga meterial
tersebut dari yang terbaik berturut-turut adalah:
Baja,
Aluminum, kemudian
Tembaga