Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENUGASAN

STATISTIKA INDUSTRI II
MODUL T-TEST

Nama : Elisa Melati Nur Apriana Kelompok : A-13


NIM : 15522133 Kelas : A
Nama : Febidhea Ayu Muflihah Tgl. Praktikum : 17 Oktober 2016
NIM : 15522171 Hari Praktikum : Senin
Asisten : DM-60 Dikumpulkan tgl : 24 Oktober 2016
Kriteria Penilaian Yogyakarta, 24 Oktober 2016
Format : Asisten
Isi :
Analisa :
TOTAL : (Feny Yuliana)

LABORATORIUM SIOP
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2016
MODUL I
UJI HIPOTESIS T-TEST

1.1 Tujuan Praktikum


1. Mahasiswa mampu memahami Uji Hipotesis T-Test
2. Mahasiswa mampu memahami Estimasi / Pendugaan T-Test
3. Mampu menyelesaikan persoalan Uji Hipotesis dan Estimasi/Pendugaan T-Test
dengan software SPSS

3.1 Tugas Praktikum


1. Membuat dan mencari dari sumber terpercaya untuk sejumlah data yang akan diolah
kemudian tampilkan dalam bentuk tabel data historis dengan jumlah data minimal
sejumlah 30 data.
2. Melakukan perhitungan manual nilai Estimasi/Pendugaan selang interval
kepercayaan.
3. Melakukan perhitungan Uji Hipotesis Sample T-Test (One Sample T-Test, Paired
Sample T-Test, Independent Sample T-Test) dari sejumlah yang telah didapat dengan
menggunakan software SPSS dan perhitungan manual.
4. Melakukan perbandingan antara perhitungan manual dan hasil software SPSS yang
didapatkan
5. Melakukan bahasan dari hasil sejumlah hasil olahan yang didapat hingga tentukan
kesimpulan keputusan yang didapat.

3.2 Latar Belakang


Dalam mata kuliah statistika 2 terdapat materi uji hipotesis pendugaan, jenis uji
hipotesis pendugaan itu sendiri ada 3 yaitu One Sample T-Test, Paired Sample T-Test
dan Independent Sample T-Test. Di Universitas Islam Indonesia mata kuliah statistika
industri 2 ada dua sesi yaitu sesi materi dan sesi praktikum. Di dalam sesi materi
mahasiswa diajarkan bagaimana cara menghitung pendugaan dan cara menguji
hipotesis secara manual menggunakan rumus. Sedangkan di sesi praktikum mahasiswa
diajarkan menghitung pendugaan dan menguji hipotesis menggunakan software yang
disebut dengan SPSS. Oleh karena itu kami melakukan penelitian untuk
membandingkan hasil perhitungan pendugaan interval secara manual dan dengan
menggunakan software.
Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa teknik industri angkatan 2015,
tetapi hanya diambil 30 orang sebagai sampel. Dalam penelitian ini kami menggunakan
3 jenis pengujian. Pertama One Sample T-Test yang merupakan teknik analisis untuk
membandingkan satu sampel dengan perlakuan yang sama. Kedua Paired Sample T-
Test yang merupakan teknik analisis untuk membandingkan satu sampel dengan
perlakuan yang berbeda. Dan yang ketiga adalah Independent Sample T-Test yang
merupakan teknik analisis untuk membandingkan du sampel dengan perlakuan yang
sama.
Dari 3 jenis uji hipotesis tersebut kami bandingkan satu per satu hasil perhitungan
antara manual dan menggunakan software. Tujuan dari penelitian ini adalah agar
mahasiswa mampu mengimplementasikan materi ini dalam kehidupan nyata dan agar
mahasiswa mengetahui cara perhitungan pendugaan dan cara uji hipotesis baik secara
manual maupun menggunakan software.

3.3 Pengolahan Data

3.3.1 Deskripsi Kasus


Berikut merupakan deskripsi kasus dari masing-masing uji hipotesis
dalam penelitian ini :
1. One Sample T-Test
Untuk One Sample T-Test, kami meneliti apakah rata-rata jumlah kata
yang dibaca dalam 3 menit tanpa menggunakan Treatment mahasiswa
teknik industri angkatan 2015 adalah 516 kata. Dari 215 mahasiswa kami
mengambil 30 mahasiswa sebagai sampel terdiri dari 15 laki-laki dan 15
perempuan. Namun jenis kelamin disini hanya sebagai simbol tidak
melambangkan apapun. Disini menggunakan signifikansi sebesar 95%.

2. Paired Sample T-Test


Untuk Paired Sample T-Test, kami meneliti apakah terdapat perbedaan
jumlah kata yang dibaca dalam 3 menit tanpa Treatment dan menggunakan
treatment. Dari 215 mahasiswa kami mengambil 30 mahasiswa sebagai
sampel terdiri dari 15 laki-laki dan 15 perempuan. Namun jenis kelamin
disini hanya sebagai simbol tidak melambangkan apapun. Disini
menggunakan signifikansi sebesar 95%.

3. Independent Sample T-Test


Untuk Independent Sample T-Test, kami meneliti apakah terdapat
perbedaan jumlah kata yang dibaca dalam 3 menit menggunakan
Treatment. Dari 215 mahasiswa kami mengambil 30 mahasiswa sebagai
sampel terdiri dari 15 laki-laki dan 15 perempuan. Jenis kelamin disini
digunakan sebagai simbol. Disini menggunakan signifikansi sebesar 95%.

Teknik membaca yang kami gunakan dalam pemberian treatment adalah


membaca cepat dengan metode skimming. Skimming adalah membaca dengan
cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu bacaan (Farida Rahim,
2005). Membaca metode ini dibutuhkan untuk mengetahui sudut pandang
penulis tentang sesuatu, menemukan pola organisasi paragraf, dan menemukan
gagasan umum dengan cepat (Mikulecky & Jeffries dalam Farida Rahim, 2005).
Teknik membaca cepat ini perlu diuji dengan tujuan memudahkan seseorang
dalam mengetahui seberapa tingkat membaca cepat dari suatu sampel yang
nantinya akan berpengaruh pada pemilihan mengikuti suatu lomba yang
membutuhkan metode membaca cepat dan bisa mengefektifitas waktu untuk
memahami suatu bacaan.

3.3.2 Tabel Data Historis


1. One Sample T-Test
Tabel 1 Data One Sample T-Test

Jumlah Kata Tanpa


No Nama Responden
Treatment
1 Puput 487
2 Ari 433
3 Aci 522
4 Garin 474
5 Jeni 563
6 Furi 590
Jumlah Kata Tanpa
No Nama Responden
Treatment
7 Indah 508
8 Rutri 524
9 Intania 503
10 Ria 582
11 Dian 528
12 Kiki 419
13 Nada 576
14 Inggrid 547
15 Silvia 489
16 Vicki 473
17 Pandji 481
18 Zulfi 453
19 Fadhil 464
20 Ibnu 486
21 Reza 523
22 Helmi 561
23 Imamul 542
24 Reno 583
25 Tegar 535
26 Anandik 571
27 Ahmad 488
28 Iqbal 493
29 Adit 551
30 Banu 539

2. Paired Sample T-Test


Tabel 2 Data Paired Sample T-Test

Jumlah Kata
Jumlah Kata
No Nama Responden dengan Diberi
Tanpa Treatment
Treatment
1 Puput 487 629
2 Ari 433 634
3 Aci 522 698
4 Garin 474 644
5 Jeni 563 723
6 Furi 590 765
7 Indah 508 734
8 Rutri 524 781
9 Intania 503 719
10 Ria 582 793
11 Dian 528 722
12 Kiki 419 655
13 Nada 576 779
14 Inggrid 547 742
15 Silvia 489 685
16 Vicki 473 691
17 Pandji 481 693
18 Zulfi 453 663
19 Fadhil 464 672
20 Ibnu 486 681
21 Reza 523 749
22 Helmi 561 761
23 Imamul 542 739
24 Reno 583 758
25 Tegar 535 741
26 Anandik 571 767
27 Ahmad 488 690
28 Iqbal 493 702
29 Adit 551 769
Jumlah Kata
Jumlah Kata
No Nama Responden dengan Diberi
Tanpa Treatment
Treatment
30 Banu 539 751

3. Independent Sampel T-Test


Tabel 3 Data Independent Sample T-Test

Jumlah Kata Jumlah Kata


Nama Diberi Nama Diberi
No No
Responden Treatment Responden Treatment
(Kelompok A) (Kelompok B)
1 Puput 629 16 Vicki 691
2 Ari 634 17 Pandji 693
3 Aci 698 18 Zulfi 663
4 Garin 644 19 Fadhil 672
5 Jeni 723 20 Ibnu 681
6 Furi 765 21 Reza 749
7 Indah 734 22 Helmi 761
8 Rutri 781 23 Imamul 739
9 Intania 719 24 Reno 758
10 Ria 793 25 Tegar 741
11 Dian 722 26 Anandik 767
12 Kiki 655 27 Ahmad 690
13 Nada 779 28 Iqbal 702
14 Inggrid 742 29 Adit 769
15 Silvia 685 30 Banu 751

3.3.3 Nilai Estimasi/Pendugaan Selang Interval Kepercayaan


1. Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan One Sample T-Test
𝑆𝑥 𝑆𝑥
𝑥̅ − (𝑡𝛼⁄ )( ) ≤ 𝜇𝑥 ≤ 𝑥̅ + (𝑡𝛼⁄ )( )
2𝑦𝑥
√𝑛 2𝑦𝑥 √𝑛
45,881 45,881
516,267 − (2,045) ( ) ≤ 𝜇𝑥 ≤ 516,267 + (2,045) ( )
5,477 5,477
516,267 − 17,131 ≤ 𝜇𝑥 ≤ 516,267 + 17,131
499,136 ≤ 𝜇𝑥 ≤ 533,398

2. Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan Paired Sample T-Test


𝑆𝐷 𝑆𝐷
𝑑̅ − 𝑡𝛼⁄ ≤ 𝜇𝐷 ≤ 𝑑̅ + 𝑡𝛼⁄
√𝑛2𝑦 √𝑛 2𝑦

22,942 22,942
−201,4 − (2,045) ( ) ≤ 𝜇𝐷 ≤ −201,4 + (2,045) ( )
√30 √30
−201,4 − 8,566 ≤ 𝜇𝐷 ≤ −201,4 + 8,566
−209,966 ≤ 𝜇𝐷 ≤ −192,834

3. Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan Independent Sample T-


Test

𝑆𝑥 2 𝑆𝑦 2 𝑆𝑥 2 𝑆𝑦 2
(𝑥̅ − 𝑦̅) − 𝑡𝛼⁄ 𝑦 √ + (𝑥̅
≤ 𝜇𝑥 − 𝜇𝑦 ≤ − 𝑦̅) + 𝑡 ⁄ 𝑦
𝛼 √ +
2 15 15 2 𝑛𝑥 𝑛𝑦

3000,695 1439,886 3000,695 1439,886


(713,533 − 721,8) − 2,045√ + ≤ 𝜇𝑥 − 𝜇𝑦 ≤ (713,533 − 721,8) + 2,045√ +
15 15 15 15

(−8,267) − 2,045√296,039 ≤ 𝜇𝑥 − 𝜇𝑦 ≤ (−8,267) + 2,045√296,039


(−8,267) − 35,186 ≤ 𝜇𝑥 − 𝜇𝑦 ≤ (−8,267) + 35,186
−43,453 ≤ 𝜇𝑥 − 𝜇𝑦 ≤ 26,919

3.3.4 Nilai Ho dan Ha, Tingkat Probabilitas Kesalahan (p), dan Kriteria Pengujian
1. One Sample T-Test
Ho = rata-rata jumlah kata yang dibaca responden tanpa treatment yaitu =
630 kata.
Ha = rata-rata jumlah kata yang dibaca responden tanpa treatment yaitu ≠
630 kata.
Tingkat probabilitas kesalahan (p) = 0,05 dan signifikansi 95%, maka
kriteria pengujian jika signifikansi < 0,05 berarti Ho ditolak dan jika
signifikansi > 0,05 berarti Ho diterima.

2. Paired Sample T-Test


Ho= Tidak ada perbedaan rata-rata jumlah kata yang dibaca tanpa
treatment dan menggunakan treatment.
Ha= Ada perbedaan rata-rata jumlah kata yang dibaca tanpa treatment dan
menggunakan treatment.
Tingkat probabilitas kesalahan (p) = 0,05 dan signifikansi 95%, maka
kriteria pengujian jika signifikansi < 0,05 berarti Ho ditolak dan jika
signifikansi > 0,05 berarti Ho diterima.

3. Independent Sampel T-Test


Ho = Tidak terdapat perbedaan rata-rata jumlah kata yang dibaca tanpa
treatment antara mahasiswa dan mahasiswi.
Ha = Terdapat perbedaan rata-rata jumlah kata yang dibaca tanpa
treatment antara mahasiswa dan mahasiswi.
Tingkat probabilitas kesalahan (p) = 0,05 dan dengan signifikansi 95%,
maka kriteria pengujian jika signifikansi < 0,05 berarti Ho ditolak dan jika
signifikansi > 0,05 berarti Ho diterima.

3.3.5 Cara Kerja Perhitungan Manual


1. One Sample T-Test

 Uji Hipotesis
Ho : µ = 630 = Tidak terdapat perbedaan asumsi peneliti terhadap
jumlah kata yang dibaca (tanpa treatment) mahasiswa dalam waktu 3
menit yaitu sebesar 630.
Ha : µ ≠ 630 = Terdapat perbedaan asumsi peneliti terhadap jumlah
kata yang dibaca (tanpa treatment) mahasiswa dalam waktu 3 menit
yaitu sebesar 630.
 Harga Statistik Penguji
(𝑥̅ − 𝜇)
thitung = 𝑆
√𝑁

(516,267− 630)
= 45,881
√30

−113,733
= 45,881
5,477

= −13,577

 Tingkat Signifikansi α
t-tabel = t(α/2 ; n-1)
= t(0,05/2 ; 30-1)
= t(0,025 ; 29)
= 2,045

Daerah Penolakan
Daerah Penolakan

-13,577 -2,045 2,045

 Keputusan
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa thitumg
berada di daerah penolakan maka hipotesis (HO) ditolak. Dengan
demikian, terdapat perbedaan asumsi antara peneliti terhadap rata-rata
jumlah kata yang dibaca (tanpa treatment) mahasiswa yaitu asumsi
peneliti sebesesar 630 sangat jauh dengan uji hipotesis yang dilakukan
yaitu sebesar 516,267.

2. Paired Sample T-Test


 Uji Hipotesis
Ho : µ1 = µ2 atau µ1 - µ2 = D = 0 = Tidak terdapat perbedaan jumlah
kata yang dibaca mahasiswa dalam waktu 3 menit antara dibaca tanpa
treatment dan dibaca menggunakan treatment.
Ho : µ1 < µ2 atau µ1 - µ2 = D < 0 = Terdapat perbedaan jumlah kata
yang dibaca mahasiswa dalam waktu 3 menit, yaitu dibaca tanpa
treatment lebih rendah daripada dibaca menggunakan treatment.

 Harga Statistik Penguji


𝑑̅
thitung = 𝑆𝑑
√𝑁

−201,4
= 22,942
√30

−201,4
= 22,942
5,477

−201,4
=
4,189
= −48,078

 Tingkat Signifikansi α
t-tabel = t(α/2 ; n-1)
= t(0,05/2 ; 30-1)
= t(0,025 ; 29)
= 2,045

Daerah Penolakan
Daerah Penolakan

-48,078 -2,045 2,045

 Keputusan
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa thitumg
berada di daerah penolakan maka hipotesis (HO) ditolak. Dengan
demikian, terdapat perbedaan jumlah kata yang dibaca mahasiswa
dalam waktu 3 menit tanpa treatment dan menggunakan treatment.
3. Independent Sampel T-Test
 Uji Hipotesis
Ho : µ1 = µ2 atau µ1 - µ2 = 0 =Tidak terdapat perbedaan jumlah kata yang dibaca
mahasiswa dalam waktu 3 menit antara mahasiswa putri dan mahasiswa putra.
Ho : µ1 > µ2 atau µ1 - µ2 > 0 =Terdapat perbedaan jumlah kata yang dibaca
(menggunakan treatment) mahasiswa dalam waktu 3 menit, yaitu mahasiswa putri
lebih tinggi dibandingkan mahasiswa putri.

 Harga Statistik Penguji


(𝑥̅ 1 −𝑥̅ 2 )−(𝜇1 −𝜇2 )
thitung = 𝑆 2 𝑆 2
√ 1 + 2
𝑛1 𝑛2

(713,533−721,8)−0
=
3000,695 1439,886
√ + 15
15

−8,267
=
√200,046+95,992
−8,267
=
17,206
= −0,4805

 Tingkat Signifikansi α
t-tabel = t(α/2 ; n-1)
= t(0,05/2 ; 30-1)
= t(0,025 ; 29)
= 2,045

Daerah Penolakan
Daerah Penolakan

-2,045 -0,4805 2,045

 Keputusan
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa thitumg
berada di daerah penerimaan maka hipotesis (HO) diterima. Dengan
demikian, tidak terdapat perbedaan jumlah kata yang dibaca dalam
waktu 3 menit tanpa treatment antara mahasiswa dan mahasiswi.
3.3.6 Cara Kerja Perhitungan SPSS
1. One Sample T-Test
Untuk melakukan uji one sample t-test, langkah awal yang harus dilakukan
adalah dengan melakukan uji normalitas. Berikut adalah langkah-langkah
uji normalitas yaitu:
1) Buka program SPSS lalu klik pada kolom bagian bawah Variabel
View. Tuliskan “Jumlah_Kata” pada kolom Name untuk melakukan uji
normalitas.

Gambar 1 Tampilan Variabel View


2) Klik Data View pada kolom bagian bawa lalu masukkan data yang akan
di uji.

Gambar 2 Tampilan input data yang akan diuji


3) Untuk memulai uji normalitas, klik menu Analyze kemudian pilih
Descriptive Statistics lalu pilih Explore

Gambar 3 Tampilan Menu Analyze


4) Pindahkan “Jumlah_Kata” ke dalam kolom Dependent List. Kemudian
klik Plots.

Gambar 4 Kota Dialog Explore


5) Akan muncul kotak dialog Explore Plots. Checklist Normality plots
with test dan Unchecklist Steam-and-leaf lalu pilih Continue dan klik
OK.

Gambar 5 Kotak Dialog Explore Plots


6) Hasil analisis akan muncul pada layar monitor.

Gambar 6 Hasil Uji Normalitas


Setelah mendapatkan hasil uji normalitas, langkah selanjutnya yaitu
pengujian OneSample T-Test. Langkah-langkah pengujiannya adalah
sebagai berikut:

1) Klik menu Analyze → Compare Means → One Sample T-Test.

Gambar 7 Tampilan Menu Analyze


2) Pindahkan “Jumlah_Kata” ke dalam kolom Test Variable(s). Kemudian
Isikan Test Value sebesar 630 kata.

Gambar 8 Tampilan Kotak Dialog One-Sample T-Test


3) Klik Options dan akan muncul kotak dialog Options. Pastikan
Confidence Interval Percentage sebesar 95%. Kemudian klik Continue
dan OK.

Gambar 9 Kotak Dialog One-Sample T-Test : Options


4) Hasil Uji One Sample T-Test akan muncul pada layar.

Gambar 10 Hasil Uji One Sample T-Test

2. Paired Sample T-Test


Untuk melakukan uji Paired Sample T-Test, langkah awal yang harus
dilakukan adalah dengan melakukan uji normalitas. Berikut adalah langkah-
langkah uji normalitas yaitu:
1) Buka program SPSS lalu klik pada kolom bagian bawah Variabel
View. Tuliskan “Jumlah_Kata_Sebelum_Treatment” dan
“Jumlah_Kata_Sesudah_Treatment” pada kolom Name untuk
melakukan uji normalitas.

Gambar 11 Tampilan Variabel View


2) Klik Data View pada kolom bagian bawah, lalu masukkan data yang
akan diuji.

Gambar 12 Tampilan Input Data yang Akan Diuji


3) Klik menu Analyze kemudian pilih Descriptive Statistics lalu pilih
menu Explore.

Gambar 13 Tampilan Menu Analyze


4) Kemudian pindahkan “Jumlah_Kata_Sebelum_Treatment” dan
“Jumlah_Kata_Sesudah_Treatment” ke kolom Dependent List.

Gambar 14 Tampilan Kotak Dialog Explore


5) Setelah itu klik Plots, maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut.
Kemudian Checklist Normality Plots with Test dan Unchecklist Stem-
and-Leaf. Klik Continue lalu OK.

Gambar 15 Kotak Dialog Explore Plots


6) Hasil Uji Normalitas akan muncul pada layar.

Gambar 16 Tampilan Hasil Uji Normalitas


Setelah mendapatkan hasil uji normalitas, langkah selanjutnya yaitu
pengujian PairedSample T-Test. Langkah-langkah pengujiannya adalah
sebagai berikut:
1) Klik menu Analyze kemudian klik Compare Means, lalu pilih Paired
Sample T-Test.

Gambar 17 Tampilan Menu Analyze


2) Pindahkan “Jumlah_Kata_Sebelum_Treatment” dan
“Jumlah_Kata_Sesudah_Treatment” ke dalam kolom Paired Variables.

Gambar 18 Kotak Dialog Paired-Sample T-Test


3) Klik pilihan Options lalu akan muncul kotak dialog seperti berikut.
Kemudian klik Continue lalu OK.

Gambar 19 Kotak Dialog Paired Sample T-Test : Options


4) Hasil Uji Paired Sample T-Test akan muncul pada layar.

Gambar 20 Tampilan Hasil Uji Paired Sample T-Test

3. Independent Sampel T-Test


Untuk melakukan uji Independent Sample T-Test, langkah awal yang harus
dilakukan adalah dengan melakukan uji normalitas apakah data tersebut
berdistribusi normal atau tidak. Dan harus dilakkukan uji homogenitas
apakah data tersebut seragam atau tidak. Langkah-langkah untuk
melakukan uji normaalitas sebagai berikut:

1) Buka program SPSS lalu klik Variable View pada kolom dibawah.
Kemudian tuliskan “Jumlah_Kata” dan “Kelompok” pada kolom
Name. Pada kolom Measure pilih Scale untuk “Jumlah_Kata” dan pilih
Nominal untuk “Kelompok”.

Gambar 21 Tampilan Variable View


2) Klik Values pada “Kelompok” dan tuliskan 1 pada Value untuk
“Kelompok A” pada Label, Kemudian klik Add. Tuliskan 2 untuk
“Kelompok B” pada Label kemudian klik Add. Lalu klik OK.

Gambar 22 Tampilan Kotak Dialog Value Labels


3) Klik Data View pada kolom dibawah, lalu masukkan data yang akan di
uji.

Gambar 23 Tampilan Input Data yang Akan Diuji


4) Klik Analyze lalu pilih Descriptive Statistics kemudian klik Explore.

Gambar 24 Tampilan Menu Analyze


5) Pindahkan “Jumlah_Kata” ke dalam kolom Dependent List dan
“Kelompok” pada Factor List.

Gambar 25 Kotak Dialog Explore


6) Klik Options lalu Checklist Normality Plot with Test, dan Unchecklist
Stem-and-leaf, serta pilih Untransformed. Setelaah itu klik Continue
dan OK.

Gambar 26 Kotak Dialog Explore: Plots


7) Hasil Uji Normalitas dan Uji Homogenitas akan muncul pada layar

Gambar 27 Tampilan Hasil Uji Normalitas dan Uji Homogenitas

Setelah mendapatkan hasil uji normalitas dan homogenitas, maka dapat


dilakukan uji Independent sample t-test. Langkah-langkah untuk
melakukan uji Independent sample t-test adalah sebagai berikut:

1) Klik Analyze lalu pilih Compare Means dan klik Independent Sample t-
Test

Gambar 28 Tampilan Menu Analyze


2) Pindahkan “Jumlah_Kata” ke dalam kolom Test Variable(s) dan
“Kelompok” ke dalam kolom Grouping Variable.

Gambar 29 Kotak Dialog Independent-Sample T-Test


3) Klik Define Groups, lali pada Group 1 isikan angka 1 dan pada Group
2 isikan angka 2 lalu klik Continue.

Gambar 30 Kotak Dialog Define Groups


4) Klik Options lalu akan muncul kotak dialog seperti berikut. Kemudian
klik Continue dan OK.

Gambar 31 Kotak Dialog Independent-Sample T-Test: Options


5) Hasil Uji Independent Sample T-Test akan muncul pada layar.

Gambar 32 Tampilan Hasil Uji Independent Sample T-Test

3.3.7 Hasil Output SPSS


1. One Sample T-Test
Untuk pengujian sampel menggunakan uji One Sample T-test, perlu
dilakukan uji normalitas terhadap data historis yang telah ada. Hasil dari uji
normalitas tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4 Hasil Uji Normalitas pada One Sampel T-Test

Descriptives

Statistic Std. Error

Jumlah_Kata Mean 516,2667 8,37675

95% Confidence Interval for Lower Bound 499,1343


Mean Upper Bound 533,3990

5% Trimmed Mean 517,4444

Median 522,5000

Variance 2105,099

Std. Deviation 45,88136

Minimum 419,00

Maximum 590,00

Range 171,00

Interquartile Range 68,75

Skewness -,209 ,427

Kurtosis -,713 ,833


Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Jumlah_Kata ,094 30 ,200* ,971 30 ,573


*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Setelah mendapatkan hasil bahwa data tersebut berdistribusi normal, uji
selanjutnya dapat dilakukan yaitu uji One Sample t-test yang menghasilkan
output sebagai berikut:

Tabel 5 Hasil Uji One Sample T-Test

One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Jumlah_Kata 30 516,2667 45,88136 8,37675


One-Sample Test

Test Value = 630

95% Confidence Interval of the


Difference

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper


Jumlah_Kata -13,577 29 ,000 -113,73333 -130,8657 -96,6010

2. Paired Sample T-Test


Untuk pengujian sampel menggunakan uji One Sample T-test, perlu
dilakukan uji normalitas terhadap data historis yang telah ada. Hasil dari uji
normalitas tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 6 Hasil Uji Normalitas pada Paired Sample T-Test

Descriptives

Statistic Std. Error

Jumlah_Kata_Sebelum_Tre Mean 516,2667 8,37675


atment 95% Confidence Interval for Lower Bound 499,1343
Mean Upper Bound 533,3990
5% Trimmed Mean 517,4444

Median 522,5000

Variance 2105,099

Std. Deviation 45,88136

Minimum 419,00

Maximum 590,00

Range 171,00
Interquartile Range 68,75

Skewness -,209 ,427


Kurtosis -,713 ,833
Jumlah_Kata_Sesudah_Tre Mean 717,6667 8,48804
atment 95% Confidence Interval for Lower Bound 700,3067
Mean Upper Bound 735,0266

5% Trimmed Mean 718,5370

Median 722,5000

Variance 2161,402

Std. Deviation 46,49088

Minimum 629,00

Maximum 793,00

Range 164,00

Interquartile Range 74,75

Skewness -,297 ,427

Kurtosis -,947 ,833

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Jumlah_Kata_Sebelum_Tre
,094 30 ,200* ,971 30 ,573
atment
Jumlah_Kata_Sesudah_Tre
,110 30 ,200* ,960 30 ,304
atment

*. This is a lower bound of the true significance.


a. Lilliefors Significance Correction
Setelah didapatkan hasil uji normalitas yang menunjukkan bahwa data
tersebut berdistribusi normal, maka dapat dilakukan uji selanjutnyayaitu uji
Paired Sample T-test yang menghasilkan output sebagai berikut:
Tabel 7 Hasil Uji Paired Sample T-Test

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Jumlah_Kata_Sebelum_Tre
516,2667 30 45,88136 8,37675
atment

Jumlah_Kata_Sesudah_Tre
717,6667 30 46,49088 8,48804
atment

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.
Pair 1 Jumlah_Kata_Sebelum_Tre
atment &
30 ,877 ,000
Jumlah_Kata_Sesudah_Tre
atment

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence Interval

Std. Std. Error of the Difference Sig. (2-


Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

Pair 1 Jumlah_Kata_Sebelum_
Treatment -
-201,40000 22,94161 4,18854 -209,96654 -192,83346 -48,084 29 ,000
Jumlah_Kata_Sesudah_
Treatment

3. Independent Sampel T-Test


Untuk dapat melakukan uji Independent Sample T-test, langkah pertama
yang harus dilakukan adalah dengan melakukan uji normalitas dan
homogenitas. Berikut adalah hasil dari uji normalitas dan uji homogenitas :

Tabel 8 Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas pada Independent Sample T-test

Descriptives

Kelompok Statistic Std. Error

Jumlah_Kata Kelompok A Mean 713,5333 14,14377


95% Confidence Interval for Lower Bound 683,1980
Mean Upper Bound 743,8687

5% Trimmed Mean 713,8148

Median 722,0000

Variance 3000,695

Std. Deviation 54,77860

Minimum 629,00

Maximum 793,00

Range 164,00

Interquartile Range 110,00

Skewness -,206 ,580

Kurtosis -1,161 1,121

Kelompok B Mean 721,8000 9,79757


95% Confidence Interval for Lower Bound 700,7863
Mean Upper Bound 742,8137

5% Trimmed Mean 722,4444

Median 739,0000

Variance 1439,886

Std. Deviation 37,94583

Minimum 663,00

Maximum 769,00

Range 106,00

Interquartile Range 68,00

Skewness -,189 ,580

Kurtosis -1,736 1,121

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Kelompok Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Jumlah_Kata Kelompok A ,140 15 ,200* ,937 15 ,351

Kelompok B ,208 15 ,080 ,884 15 ,054

*. This is a lower bound of the true significance.


a. Lilliefors Significance Correction

Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Jumlah_Kata Based on Mean 1,533 1 28 ,226

Based on Median ,928 1 28 ,344

Based on Median and with


,928 1 25,495 ,344
adjusted df

Based on trimmed mean 1,515 1 28 ,229

Setelah diketahui bahwa data yang di uji berdistribusi normal dan


homogeny (seragam), dapat dilakukan uji Independent Sample T-test yang
hasil outputnya ditampilkan sebagai berikut:
Tabel 9 Hasil Uji Independent Sample T-Test

Group Statistics

Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Jumlah_Kata Kelompok A 15 713,5333 54,77860 14,14377

Kelompok B 15 721,8000 37,94583 9,79757

Independent Samples Test


Levene's
Test for
Equality of
Variances t-test for Equality of Means

95% Confidence

Sig. Interval of the

(2- Mean Std. Error Difference

F Sig. t Df tailed) Difference Difference Lower Upper

Jumlah_ Equal variances


1,533 ,226 -,480 28 ,635 -8,26667 17,20578 -43,51110 26,97777
Kata assumed

Equal variances
-,480 24,921 ,635 -8,26667 17,20578 -43,70831 27,17498
not assumed

3.3.8 Analisis Output SPSS


Untuk perhitungan One Sample t-Test secara manual batas rata-rata atas
sebesar 533,397 dan batas rata-rata bawah sebesar 499,137 sedangkan
perhitungan dengan SPSS diperoleh batas rata-rata atas sebesar -96,6010 dan
batas rata-rata bawah sebesar -130,8657. Hasil perhitungan thitung manual dan
menggunakan SPSS sama yaitu sebesar -13,577. Untuk perhitungan manual
dengan thitung sebesar -13,577 dan ttabel adalah -2,045 dan 2,045 maka berarti
thitung berada di daerah penolakan sehingga HO ditolak. Untuk perhitungan
menggunakan SPSS hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 itu artinya Sig. (2-tailed) <
maka HO ditolak. Jadi perbandingan antara perhitungan One Sample t-Test
manual dan dengan SPSS hanya berbeda pada batas rata-rata atas dan batas
rata-rata bawah, dan terlihat bahwa perbandingannya sangat jauh.
Untuk perhitungan Paired Sample T-Test secara manual dan dengan
menggunakan SPSS hasil batas rata-rata atas dan bawah sama yaitu batas rata-
rata atas sebesar -192,834 dan batas rata-rata bawah sebesar -209,966. Hasil
perhitungan thitung manual sebesar -48,078 sedangkan menggunakan SPSS
sebesar -48,084 terlihat bahwa selisih dari keduanya tidak terlalu jauh hanya
berbeda pada angka di belakang komanya saja. Untuk perhitungan manual
dengan thitung sebesar -48,078 dan ttabel adalah -2,045 dan 2,045 maka berarti
thitung berada di daerah penolakan sehingga HO ditolak. Untuk perhitungan
menggunakan SPSS hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 itu artinya Sig. (2-tailed) <
maka HO ditolak. Jadi perbandingan antara perhitungan Paired Sample T-Test
manual dan dengan SPSS hanya berbeda pada thitung nya saja, itupun hanya
berbeda pada angka di belakang komanya saja .
Untuk perhitungan Independent Sample T-Test secara manual batas rata-
rata atas sebesar 26,919 dan batas rata-rata bawah sebesar -43,453 sedangkan
perhitungan dengan SPSS diperoleh batas rata-rata atas sebesar 26,97777 dan
batas rata-rata bawah sebesar -43,51110. Hasil perhitungan thitung manual dan
menggunakan SPSS sama yaitu sebesar -0,48. Untuk perhitungan manual
dengan thitung sebesar -0,48 dan ttabel adalah -2,045 dan 2,045 maka berarti thitung
berada di daerah penerimaan sehingga HO diterima. Untuk perhitungan
menggunakan SPSS hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,635 itu artinya Sig. (2-tailed)
> maka HO diterima. Jadi perbandingan antara perhitungan Independent Sample
T-Test manual dan dengan SPSS hanya berbeda pada batas rata-rata atas dan
batas rata-rata bawah, itupun hanya berbeda pada angka di belakang komanya
saja.

3.3.9 Kesimpulan
1. One Sample T-Test
 Perhitungan Manual
Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan sebesar 499,136 ≤
𝜇𝑥 ≤ 533,398
Thitung sebesar -13,577 dan ttabel adalah -2,045 dan 2,045 itu artinya thitung
berada di daerah penolakan maka hipotesis (HO) ditolak
 Perhitungan dengan SPSS
Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan sebesar −130,8657 ≤
𝜇𝑥 ≤ −96,6010
Thitung sebesar -13,577
Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 itu artinya Sig. (2-tailed) < maka hipotesis \
(HO) ditolak
2. Paired Sample T-Test
 Perhitungan Manual
Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan sebesar −209,966 ≤
𝜇𝐷 ≤ −192,834
Thitung sebesar -48,078 dan ttabel adalah -2,045 dan 2,045 itu artinya thitung
berada di daerah penolakan maka hipotesis (HO) ditolak
 Perhitungan dengan SPSS
Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan sebesar −209,966 ≤
𝜇𝑥 ≤ −192,834
Thitung sebesar -48,084 dan
Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 itu artinya Sig. (2-tailed) < maka hipotesis \
(HO) ditolak
3. Independent Sample T-Test
 Perhitungan Manual
Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan sebesar −43,453 ≤
𝜇𝑥 − 𝜇𝑦 ≤ 26,919
Thitung sebesar -0,48 dan ttabel adalah -2,045 dan 2,045 itu artinya thitung
berada di daerah penerimaan maka hipotesis (HO) diterima
 Perhitungan dengan SPSS
Estimasi/pendugaan selang interval kepercayaan sebesar −43,51110 ≤
𝜇𝑥 ≤ 26,97777
Thitung sebesar -0,48
Sig. (2-tailed) sebesar 0,635 itu artinya Sig. (2-tailed) > maka hipotesis \
(HO) diterima
DAFTAR PUSTAKA

Modul 1 T-Test. 2016. Laboraturium SIOP Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Long, Indra. 2014. Tugas Uji T-Test. https://id.scribd.com/doc/148566346/Tugas-Uji-T-


Test. Diakses pada 19 Oktober 2016 jam 19.24 WIB.

Widhiarso, Wahyu. 2014. Membaca hasil Analisis T-Tes pada SPSS.


http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/membaca_t-tes.pdf. Diakses pada 19
Oktober 2016 jam 19.57 WIB.
Lampiran:

1. Tabel Pengamatan One Sample T-Test


2. Tabel Pengamatan Paired Sample T-Test
3. Tabel Pengamatan Independent Sample T-Test