Anda di halaman 1dari 30

BAB V

TUGAS KHUSUS

Setelah melaksanakan kerja praktek di PTPN 7 PG Bunga Mayang,


penulis mengambil judul tugas khusus yaitu Evaluasi Pengaruh Tekanan Uap
Bekas terhadap Proses Penguapan pada Evaporator dengan Sistem Quadruple
Effect. Perhitungan pada tugas khusus ini menggunakan data pengamatan
langsung pada tanggal 13 – 15 Agustus 2018.

5.1. Data Pengamatan


Data berdasarkanl aporan period ke- IV 15 Hari (1 Agustus – 15 Agustus 2018)

Gambar 5.1 Blok Diagram Pengamatan Proses pada Quadruple Effect


Evaporator

Sumber : Hasil Pengolahan dan Perhitungan Data Pengamatan


Tabel 5.1 Data Pengamatan Langsung Pada Tanggal 13 – 15 Agustus 2018
Vacuum BrikNk Flow Brix Brix Tebu
Ube
Tanggal Jam A B A B Nm Nm NK Tergiling
(kg/cm2)
(cmHg) (cmHg) (%) (%) (ton/jam) (%) (%) (ton/hari)
13/8/2018 17:00 0.7 58.5 60 58 61 306.2 14 59.5 5247,31
17:10 0.75 58 59.5 53 58 290.4 14 55.5
17:20 0.7 58.5 59.5 52 58 310.7 14 55
17:30 0.7 59 59.5 51 58 329.7 14 54.5
17:40 0.65 59.5 61 52 63 327.7 14 57.5
17:50 0.7 59.5 61 53 64 328.1 14 58.5
18:00 0.75 60 60.5 55 61 329.2 14 58
14/8/2018 15:00 0.8 59.5 60 62 63 320 13 62.5 6897,09
15:10 0.75 56.5 60 51 59 347 13 55
15:20 0.8 56 61 62 59 307.7 13 60.5
15:30 0.75 60 61 66 61 305.4 13 63.5
15:40 0.8 60 62 64 63 332 13 63.5
15:50 0.8 60 61.5 65 61 331.2 13 63
16:00 0.75 58 61 64 60 330.8 13 62
15/8/2018 13:50 0.7 56 60 60 59 314.7 12 59.5 6063,69
14:00 0.7 56 60 58 58 315.3 12 58
14:10 0.75 56 60 58 57 316.3 12 57.5
14:20 0.8 56 61 58 61 289.8 12 59.5
14:30 0.75 56 61.5 61 63 297.4 12 62
14:40 0.75 56 61 63 60 332.8 12 61.5
14:50 0.75 56 61 64 60.5 330.6 12 62.25
15:00 0.75 55.5 61 63 62 331.5 12 62.5
15:10 0.75 55.5 61 62 63 331.7 12 62.5
15:20 0.8 55.5 61 60.5 64 328.5 12 62.25
15:30 0.8 55.5 61 61 64.5 332.1 12 62.75
15:40 0.9 55.5 61 63 64 333.9 12 63.5
15:50 0.9 56 60.5 66 65 330.5 12 65.5

Mengetahui,
AsistenPengolahan

Pardimin, S.T.P.
No. Pek 2058120109
vacuum brikNk Flow brix brix
Ube TebuTergiling
Tanggal Jam A B A B Nm Nm NK
kg/cm2 (ton/hari
(cmHg) (cmHg) (%) (%) (ton/jam) (%) (%)
15/8/2018 16:00 0.85 57.5 60 60.5 62 332.6 13 61.25 6063,69
16:10 0.75 55.5 60.5 63 59 325 13 61
16:20 0.7 55.5 61 63 62 309.2 13 62.5
16:30 0.75 55.5 61 64 60.5 304.2 13 62.25
16:40 0.7 55.5 61 62 59.5 311.1 13 60.75
16:50 0.7 55.5 61 62 59 312.5 13 60.5
17:00 0.7 55.5 60.5 65 57 309.4 13 61
17:10 0.8 55.5 60 58 57 311.6 13 57.5

Sumber : Data Pengamatan secara langsung di PG PTPN 7 Bunga Mayang

` Mengetahui,
AsistenPengolahan

Pardimin, S.T.P.
No. Pek 2058120109
5.2. Neraca Massa `Evaporator
Berikut ini merupakan tabel rekapitulasi hasil perhitungan neraca massa
dan neraca energi pada tanggal 15 Agustus 2018 pada Quadruple Effect
Evaporator di PG PTPN 7 Bunga mayang.

Tabel 5.2. Neraca Massa Badan penguapan 1


Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 114081
Nira Encer 331540
Uap Nira 1 62172,7711
Nira Kental 230350,4699
Kondensat 114081
Bleeding 39016,7590
Jumlah 445621 445621
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

Tabel 5.3 Neraca Massa Badan Penguapan 2


Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 101189,5301
Nira Encer 230350,4699
Uap Nira 1 51781,13065
Nira Kental 168177,6988
Kondensat 101189,5301
Bleeding 10391,64045
Jumlah 331540 331540
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)
Tabel 5.4 Neraca Massa Badan Penguapan 3
Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 51781,13065
Nira Encer 168177,6988
Uap Nira 1 51781,13065
Nira
Kental 116396,5681
Kondensat 51781,13065
Jumlah 219958,8294 219958,8294
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

Tabel 5.5 Necara Massa Badan Penguapan 4


Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 51781,1307
Nira Encer 116396,5681
Uap Nira 1 51781,13065
Nira
64615,43747
Kental
Kondensat 51781,13065
Jumlah 168177,6988 168177,6988
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)
5.3. Neraca Energi Evaporator

Gambar 5.4 Flowchart Neraca Energi pada Quadruple Effect Evaporator

Tabel 5.6 Neraca Energi Badan Penguapan 1


Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 73568204,2615
Q2 35870121,5576
Q3 39925140,4506
Q4 22402849,2232
Q5 13335191,3538
Q6 25055173,7851
Q7 8719971,0064
Jumlah 109438325,8191 109438325,8191
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

Tabel 5.7 Neraca Energi Badan Penguapan 2


Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 39925140,4506
Q2 22402849,2232
Q3 33062026,5513
Q4 14260398,9583
Q5 6845906,5064
Q6 6635017,1971
Q7 1524640,4607
Jumlah 62327989,6738 62327989,6738

(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

Tabel 5.6 Neraca Energi Badan Penguapan 3

Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 33062026,5513
Q2 14260398,9583
Q3 32858289,0559
Q4 8179780,9699
Q5 5226741,7175
Q6 1057613,7663
Jumlah 47322425,5097 47322425,5097

(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)


Tabel 5.7 Neraca Energi Badan Penguapan 4
Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 32858289,0559
Q2 8179780,9699
Q3 32461058,4929
Q4 2694832,5070
Q5 4717397,9790
Q6 1164781,0470
Jumlah 41038070,0259 41038070,0259
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

5.4. Evaluasi Sistem Kinerja


Kinerja pada evaporator dapat dilihat dari efisiensi termalnya, dimana
efisiensi itu sendiri merupakan perbandingan jumlah panas yang termanfaatkan
berupa panas dari uap nira (Q3) dan panas bleeding (Q6) dengan jumlah panas
input yaitu panas steam (Q1) dan panas nira encer (Q2).
Berikut ini merupakan tabel rekapitulasi hasil perhitungan efisiensi termal
pada tanggal 15 Agustus 2018 pada pukul 15:00 – 17:00 pada Quudruple Effect
Evaporator di PG PTPN7 Bunga Mayang

Tabel 5.8 Efisiensi Badan Penguapan


Hari Tekanan UBE (kg/cm2) Efisiensi (%)
06-Agust-18 0,8214 67,5579
07-Agust-18 0,7071 64,086
08-Agust-18 0,7429 66,3411
09-Agust-18 0,7786 66,7573
10-Agust-18 0,7286 65,6299
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

Nilai efisiensi termal pada Quadruple Effect Evaporator didapatkan


dengan menghitung besarnya kebutuhan panas yang diperlukan untuk
menguapkan kandungan air dalam nira (Q3 dan Q6) dibandingkan dengan panas
yang disuplai pada evaporator (Q1 dan Q2). Berdasarkan dari hasil perhitungan
Efisiensi termal Quadruple Effect Evaporator pada tabel 5.8 dapat dianalisa
bahwa semakin tinggi tekanan uap bekas (UBE) maka semakin tinggi efisiensi
pada evaporator, hal ini dikarenakan dengan kenaikkan tekanan UBE maka panas
input dari steam (panas sensibel + panas laten) akan semakin besar, sehingga air
yang teruapkan akan semakin banyak dan mengakibatkan nira yang dihasilkan
menjadi lebih kental.

Gambar 5.5. Grafik Quadruple Effect Evaporator

Pengaruh Uap Bekas terhadap Efisiensi


0.84 68
Tekanan Uap Bekas (kg/cm2)

0.82
0.8 67
0.78 66
0.76 Efisiensi (%)
0.74 65
0.72 Tekanan UBE
0.7 64 (kg/cm2)
0.68 63 Efisiensi (%)
0.66
0.64 62

Hari

(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)

Efisiensi tertinggi pada Quadruple Effect Evaporator terjadi saat pukul


16:00 WIB yaitu sebesar 65,3515 % dengan tekanan UBE sebesar 0,8214 kg/cm2,
sedangkan efisiensi terendah terjadi saat pukul 17:00 WIB yaitu sebesar 64,2351
% dengan tekanan UBE sebesar 0,7286 kg/cm2.
Selain dipengaruhi oleh tekanan UBE, rendahnya efisiensi pada
Quadruple Effect Evaporator juga dipengaruhi oleh terak yang terdapat pada
dinding bagian dalam pipa calandria. terak tersebut akan menghambat
perpindahan panas pada pipa calandria, semakin tebal terak maka semakin
terhambat perpindahan panas pada dinding calandria.

BAB VI
PENUTUP

PTPN 7 (Persero) Pabrik Gula Bunga Mayang merupakan salah satu dari
27 Perusahaan Persero PT Perkebunan Nusantara yang mengusahakan komoditi
tebu dan Pabrik Gula. Pabrik ini berlokasi di desa Negara Tulang Bawang
Kecamatan Bunga mayang, Lampung Utara.
Produk yang dihasilkan di PTPN 7 (Persero) Pabrik Gula Bunga Mayang
adalah Gula Kristal Putih (GKP) dengan bahan bakunya adalah tebu (Saccharum
officinarum). Tebu yang akan diproses menjadi gula harus melalui beberapa
tahapan proses dimana antara proses satu dan lainnya saling berkaitan dan
berurutan. Proses tersebut adalah penimbangan, penggilingan, pemurnian,
penguapan, pemasakan (kristalisasi), putartan, dan penyelesaian. Sistem
pemasaranproduk gula adalah dibawa ke Badan Usaha Logistik (BULOG) daerah
untuk selanjutnya dipasarkan atau dijual guna memenuhi kebutuhan gula di
Lampung dan sekitarnya.
Unit pendukung proses atau utilitas dari PTPN 7 (Persero) Pabrik Gula
Bunga Mayang terdiri dari pembangkit listrik, penyediaan air (Water Treatment
Plant), boiler, dan instrument (unit pengontrolan).
Pembangunan perkebunan tebu dan pabrik gula secara otomatis akan
menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Untuk meminimalkan dampak
negatif yang dapat menurunkan kualitas lingkungan, maka perlu adanya upaya –
upaya pengelolahan lingkungan.
Data berdasarkan pengamatan lansung selama (tanggal 15 Agustus 2018)
6063,69 𝑡𝑜𝑛 /ℎ𝑎𝑟𝑖
1. Kapasitas giling = = 252,6538 ton/jam
24 𝑗𝑎𝑚/ℎ𝑎𝑟𝑖

= 252890 kg/jam
2. NiraEncer = 331,54 ton/jam
3. BrikNiraEncer = 12,14 %
4. BrikNiraKental = 62,59 %
5. Suhu inlet Niramentah PP 1 = 600C
Suhu outlet Niramentah PP 1 = 78,23810C
Suhu inlet Niramentah PP 2 = 75 0C
Suhu outlet Niramentah PP 2 = 107,61900C
Suhu inlet Niramentah PP diffuser = 30 0C
Suhu outlet Niramentah PP diffuser = 80 0C
6. Tekanan Ube = 0,8214 kg/cm2gauge
=1,8214 kg/cm2 abs
7. Temperatur Ube = 116,6923 0C (Interpolasi steam tabel 41.1 A, hal
1050, Hugot)
8. Vacuum BP 4 = 55,86 cmHg
= (76 – 55,7857) cmHg abs
1,0332 𝑘𝑔/𝑐𝑚2
= 20,14cmHg abs| |
76 𝑐𝑚𝐻𝑔 𝑎𝑏𝑠

= 0,2738 kg/cm2 abs


9. Pressure Drop = (1,8214 – 0,2738) kg/cm2 abs
= 1,5476 kg/cm2 abs

LangkahPerhitungan
1. Distribusi Tekanan tiap Badan Penguapan
Koefisien distribusi tekanan tiap badan penguapan diambil dari tabel
32.23 hal 579, Hugot. Untuk Quadrupple yakni 11/40 + 10,3/40 +
9,7/40 + 9/40

BP 1 = 1,8214 kg/cm2 abs – (11/40 x 1,5476 kg/cm2 abs)


= 1,3958 kg/cm2 abs
BP 2 = 1,3958 kg/cm2 abs – (10,3/40 x 1,5476 kg/cm2 abs)
= 0,9973 kg/cm2 abs
BP 3 = 0,9973 kg/cm2 abs – (9,7/40 x 1,5476 kg/cm2 abs)
= 0,6620 kg/cm2
BP 4 = 0,6620 kg/cm2 abs – (9/40 x 1,5476 kg/cm2 abs)
= 0,2738 kg/cm2
2. Distribusi Temperatur tiap Badan Penguapan
Distribusi Temperatur tiap BP diperoleh dari hasil interpolasi pada
Tabel 41.1A hal 1034, Hugot berdasarkan tekanan tiap Badan
Penguapan.

BP 1
T (C) P (kg/cm² abs) r (kkal/kg)
108 1,3654 533,6
109 1,4125 533
108,6456 1,3958 533,2126

BP 2
T (C) P (kg/cm² abs) r (kkal/kg)
99 0,9969 539,5
100 1,0332 538,9
99,0111 0,9973 539,4934

BP 3
T (C) P (kg/cm² abs) r (kkal/kg)
86 0,6129 547,6
87 0,6372 547
88,6724 0,6220 545,6966

BP 4
T (C) P (kg/cm² abs) r (kkal/kg)
66 0,2666 559,7
67 0,2787 559,1
66,5949 0,2738 559,3431
3. Kebutuhan Bleeding I (UapNira 1)
Juice Heater (JH) PP2
Cp = 1 – (0,006 x Brix)
= 1 – (0,006 x 12,14)
= 0,9272

Kebutuhan UNI I (Bleeding) :


= m Nira mentah x Cp x ∆T/r1
= 331540 kg/jam x 0,9272kkal/kg 0C x (107,619 -75) 0C / 526,8660
kkcal/kg
= 18804,46 kg/jam = 18,8045 ton/jam

Vacuum Pan
Kebutuhan uap bagi Vacuum Pan sebesar 2/3 dari uap nira yakni
sebesar 120 kg/ton tebu (Hal 589, Hugot)

Kebutuhan UNI I / Bleeding :


= 2/3 x (120 kg/ton x 6063,69 ton/hari)
ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑡𝑜𝑛
= 485095,2kg/hari | 24 𝑗𝑎𝑚| |1000 𝑘𝑔|

= 20,2123ton/jam
Total UNI I / Bleeding = (18,8046 + 20,2123) ton/jam
= 39016,8ton/jam
= 39016,8 kg/jam

4. Kebutuhan Bleeding II / UNI II


Juice Heater (PP) I
Cp = 1 – (0,006 x Brix)
= 1 – (0,006 x 12,14)
= 0,9272
Kebutuhan UNI 2/ Bleeding :
= m Nira mentah x Cp x ∆T/r2
= 331540 kg/jam x 0,9272kkal/kg 0C x (78,2381 -60) 0C / 539,4933
kkcal/kg
= 10391,6405 kg/jam
= 10,3916 ton/jam

5. Total air yang diuapkan


𝑏𝑟𝑖𝑥 𝑛𝑖𝑟𝑎 𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟
W = G x (1 − )
𝑏𝑟𝑖𝑥 𝑛𝑖𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑛𝑡𝑎𝑙
12,14
=331,540 ton/jam x(1 − )
62,29

= 266,9246 ton/jam
6. Air yang di uap kan tiap badan penguapan
x = Bleeding / Uap nira I ke PP 2 dan Vacuum Pan
= 39,0168 ton/jam
y = Bleeding / UapNira 2 ke PP 1
= 10,3916 ton/jam
z = UNI 3 = UNI 4

Maka :
BP 1 =x + y + z
BP 2 = y + z
BP 3 = z
BP 4 = z
W =x + 2y + 4z

266,9246 ton/jam =[39,0168+(2x10,3916)+ 4z] ton/jam


z = 51,7811ton/jam
Sehingga air yang di uapkan tiap badan penguapan adalah :
BP 1 = (x + y +z) = 39,0168 + 10,3916 + 51,7811 =101,1895ton/jam
BP 2 = (y + z) = 10,3916 + 51,7811 = 62,1728 ton/jam
BP 3 = z =51,7811 ton/jam
BP 4 = z = 51,7811ton/jam
Total = 266,924ton/jam

7. Nira keluar tiap badan penguapan


BP 1 = (331,540– 101,1895) ton /jam = 230,3505 ton/jam
BP 2 = (230,3505 – 62,1728) ton/jam =168,1777 ton/jam
BP 3 = (168,1777 – 51,7811) ton/jam = 116,3966 ton/jam
BP 4 = (116,3966 – 51,7811) ton/jam = 64,6154ton/jam

8. % brix Nira keluar dari tiap badan penguapan


Ton brix NE Inlet BP = % brix NE x berat NE/100
12,14 𝑥 331,540 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚
=
100
= 40,2490 ton/jam
Ton brix NE inlet BP
% brix Nira encer inlet BP = x 100
nira keluar dari tiap BP
40,2490
% brix Nira keluar BP 1 = x 100 = 17,4729%
230,3505
brix rata – rata BP 1 = (12,14 + 17,4729)/2
= 14,8065 %
40,2490
% brix Nira keluar BP 2 = x 100 = 23,9324 %
168,1777
brix rata – rata BP 2 = (17,4729 + 23,9324)/2
= 20,7027 %
40,2490
% bixNira keluar BP 3 = x 100 = 34,5792 %
116,3966
brix rata – rata BP 3 = (23,9324 + 34,5792)/2
= 29,2558 %
40,2490
% brix Nira keluar BP 4 = x 100 = 62,29 %
64,6154
brix rata – rata BP 4 = (34,5792 + 62,29)/2
= 48,4346%

9. Kenaikan titik Didih brix


e = 2B/(100 – B) ...(pers 32,4 hal 497,Hugot)
Keterangan :
e = elevasi temperatur (0C)
B = Brix larutan (rata – rata)

e1 = KTD brix BP 1 = (2 x14,8065) / (100 -14,8065)


= 0,34760C
e2 = KTD brix BP 2 = (2 x 20,7027) / (100 – 20,7027)
= 0,5222 0C
e3 = KTD brix BP 3 = (2 x29,2558) / (100 –29,2558)
= 0,82710C
e4 = KTD brix BP 4 = (2 x48,4346) / (100 – 48,4346)
= 1,87860C

10. Kenaikkan titik didih hidrostatis


BP 1
Tekanan = 1,3958kg/cm2 abs
Temperatur = 108,64560C
Brix rata – rata BP 1 = 14,8065 %
Menurut Hugot hal 201, jika level hidrostatis nira didalam
evaporator sebesar 1/3 dari tinggi tube/ kalandria maka tekanan
hidrostatis rata – rata setiap evaporator adalah 1/3 : 2 = 1/6
Tinggi tube BP 1 = 2500 mm = 250 cm
H = 1/6 x 250 cm = 41,67 cm

Interpolasi data dari Tabel 32.3, hal 500, Hugot diperoleh :

T (0C)
H (cm)
Brix 110 108,6456 100
10 0,8 1,1
40 20 0,9 0,8822 1,1
14,80646058 0,8481 1,1
0,9178
T (0C)
H (cm)
Brix 110 108,6456 100
10 1 1,4
1,0957
50 20 1,1 1,4
14,80646058 1,0481 1,4

BP 2
Tekanan = 0,9973kg/cm2 abs
Temperatur = 99,01110C
Brix rata – rata BP 2 = 20,7027 %
Tinggi tube BP 2 = 2500 mm = 250 cm
H = 1/6 x 250 cm = 41,67 cm
Interpolasi data dariTabel 32.3, hal 516, Hugot diperoleh :

T
H (cm)
Brix 100 99,0111 90
20 1,1 1,6
1,1558
40 30 1,2 1,6
20,7027 1,1070 1,6
1,2059
T
H (cm)
Brix 100 99,0111 90
20 1,4 1,9
50 30 1,5 1,4565 2
20,70266 1,4070 1,9070

BP 3
Tekanan = 0,6220kg/cm2 abs
Temperatur = 88,6724 0C
Brix rata – rata BP 3 = 29,2558 %
Tinggi tube BP 3 = 2000 mm = 200 cm
H = 1/6 x 200 cm = 33,33 cm

Interpolasi data dariTabel 32.3, hal 516, Hugot diperoleh :

T
H (cm)
Brix 90 88,6724 80
20 1,2 1,6
1,2654
30 30 1,2 1,7
29,2558 1,2 1,69256
1,4032
T
H (cm)
Brix 90 88,6724 80
20 1,6 2,1
1,6787
40 30 1,6 2,2
29,2558 1,6 2,19256
BP 4
Tekanan = 0,2738kg/cm2 abs
Temperatur = 66,59490C
Brix rata – rata BP 3 = 48,4346 %
Tinggi tube BP 3 = 2000 mm = 200 cm
H = 1/6 x 200 cm = 33,33 cm

Interpolasi data dari Tabel 32.3, hal 516, Hugot diperoleh :


T
H (cm)
Brix 70 66,5949 60
40 2,5 3,5
2,9536
30 50 2,6 3,7
48,4346 2,5843 3,6687
3,250856
T
H (cm)
Brix 70 66,5949 60
40 3,2 4,6
3,8454
40 50 3,4 4,8
48,4345802 3,3687 4,7687

11. Kenaikan Titik Didih Total (KTD total) Badan Penguapan


KTD total = KTD Brix + KTD Hidrostatis
KTD total BP 1 = 0,3476 0C + 0,9178 0C = 1,2654 0C
KTD total BP 2 = 0,5222 0C + 1,2059 0C = 1,7280 0C
KTD total BP 3 = 0,8271 0C + 1,4032 0C = 2,2302 0C
KTD total BP 4 = 1,8786 0C + 3,2509 0C = 5,1254 0C

12. Titik didih Nira Tiap Badan Penguapan (BP)


Titik didih Nirra Tiap BP = Temperatur BP + KTD Total BP
Temperatur didih nira BP 1 = (108,6456 + 1,2654) 0C
= 109,9110 0C
Temperatur didih nira BP 2 = (99,0111 + 1,7280) 0C
= 100,7391 0C
Temperatur didih nira BP 3 = (88,6724 + 2,2302) 0C
= 90,9026 0C
Temperatur didih nira BP 4 = (66,5949 + 5,1294) 0C
= 71,7243 0C

13. Perhitungan panas jenis tiapbadanpenguapan


C0 = 1 – (0,006 x 12,14) = 0,9272kkal/kg
C1 = 1 – (0,006 x 17,4729) = 0,8952 kkal/kg
C2 = 1 – (0,006 x 23,9324) = 0,8564 kkal/kg
C3 = 1 – (0,006 x 34,5792) = 0,7925kkal/kg
C4 = 1 – (0,006 x 62,29) = 0,6263kkal/kg

A. Neraca Massa

Neraca Massa BP 1

Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 114081
Nira Encer 331540
Uap Nira 1 62172,7711
Nira
Kental 230350,4699
Kondensat 114081
Bleeding 39016,75904
Jumlah 445621 445621

Neraca Massa BP 2

Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 101189,5301
Nira Encer 230350,4699
Uap Nira 1 51781,13065
Nira
Kental 168177,6988
Kondensat 101189,5301
Bleeding 10391,64045
Jumlah 331540 331540

Neraca Massa BP 3

Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 51781,13065
Nira Encer 168177,6988
Uap Nira 1 51781,13065
Nira
Kental 116396,5681
Kondensat 51781,13065
Jumlah 219958,8294 219958,8294
Neraca Massa BP 4

Input Output
Komponen
(kg/jam) (kg/jam)
Uap Bekas 51781,13065
Nira Encer 116396,5681
Uap Nira 1 51781,13065
Nira
64615,43747
Kental
Kondensat 51781,13065
Jumlah 168177,6988 168177,6988

B. Neraca Energi
Persamaan yang digunakan :
Energi Masuk :
1. Uap =mxλ
2. Nira Encer =mxcxt
Energi Keluar :
3. Uap Nira =mxλ
4. Nira Kental =mxcxt
5. Kondensat =mxq
6. Bleeding =mxλ

Badan Penguapan 1
Energi masuk :
Q1 =mxλ
= 114081 kg/jam x 644,8769 kkal/kg
= 73568204,2615 kkal/jam

Q2 =mxcxt
= 331540 kg/jam x 0,9272 kkal/kg 0C x 116,6923 0C
= 35870121,5576 kkal/jam
Energi keluar :
Q3 =mxλ
= 62172,7711 kg/jam x 642,1644 kkal/kg
= 39925140,4506 kkal/jam

Q4 =mxcxt
= 230350,4699 kg/jam x 0,8952 kkal/kg 0C x 108,64560C
= 22402849,2232 kkal/jam

Q5 =mxq
= 114081 kg/jam x 116,8923 kkal/kg
= 13335191,3538 kkal/jam

Q6 =mxλ
= 39016,7590 kg/jam x 642,1644 kkal/kg
= 25055173,7851 kkal/jam

Q7 (loss) = (Q1 +Q2) – (Q3+Q4+Q5+Q6)


= 8719971,0064 kkal/jam

Neraca Energi
Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 73568204,2615
Q2 35870121,5576
Q3 39925140,4506
Q4 22402849,2232
Q5 13335191,3538
Q6 25055173,7851
Q7 8719971,0064
Jumlah 109438325,8191 109438325,8191
Q3 +Q6
Effisiensi = x 100%
Q1 +Q2
64980314,2
= x 100%
109438326

= 59,3762

Badan Penguapan 2
Energi masuk :
Q1 =mxλ
= 62172,7711 kg/jam x 642,1644 kkal/kg
= 39925140,45 kkal/jam

Q2 =mxcxt
= 230350,4699 kg/jam x 0,8952 kkal/kg 0C x 108,6456 0C
= 22402849,22 kkal/jam

Energi keluar :
Q3 =mxλ
= 51781,13065 kg/jam x 638,4956477 kkal/kg
= 33062026,55 kkal/jam

Q4 =mxcxt
= 168177,6988 kg/jam x 0,8564 kkal/kg 0C x 99,0111 0C
= 14260398,96 kkal/jam

Q5 =mxq
=51781,13065 kg/jam x 100,9391 kkal/kg
= 5226741,7175 kkal/jam

Q6 (loss) = (Q1 +Q2) – (Q3+Q4+Q5)


= 1057613,7663 kkal/jam
Neraca Energi
Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 33062026,5513
Q2 14260398,9583
Q3 32858289,0559
Q4 8179780,9699
Q5 5226741,7175
Q6 1057613,7663
Jumlah 47322425,5097 47322425,5097

Q3 +Q6
Effisiensi = x 100%
Q1 +Q2
39697043,7
= x 100%
62327989,7
= 63,6906

Badan Penguapan 3
Energi masuk :
Q1 =mxλ
= 51781,1306 kg/jam x 638,4956 kkal/kg
= 33062026,5513 kkal/jam

Q2 =mxcxt
= 168177,6988 kg/jam x 0,8564 kkal/kg 0C x 99,0112 0C
= 14260398,9583 kkal/jam

Energi keluar :
Q3 =mxλ
= 51781,13065 kg/jam x 634,5611 kkal/kg
= 32858289,0559 kkal/jam

Q4 =mxcxt
= 116396,5681 kg/jam x 0,7925 kkal/kg 0C x 88,6724 0C
= 8179780,9699 kkal/jam

Q5 =mxq
= 51781,1307 kg/jam x 110,1110 kkal/kg
= 6845906,51 kkal/jam

Q6 =mxλ

= 10391,6404 kg/jam x 638,4957 kkal/kg


= 6635017,1971 kkal/jam

Q7 (loss) = (Q1 +Q2) – (Q3+Q4+Q5+Q6)


= 1524640,4607 kkal/jam

Neraca Energi
Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 39925140,4506
Q2 22402849,2232
Q3 33062026,5513
Q4 14260398,9583
Q5 6845906,5064
Q6 6635017,1971
Q7 1524640,4607
Jumlah 62327989,6738 62327989,6738

Q3
Effisiensi = x 100%
Q1 +Q2
32858289,1
= x 100%
47322425,5
= 69,4349
Badan Penguapan 4
Energi masuk :
Q1 =mxλ
= 51781,1306 kg/jam x 634,5611 kkal/kg
= 32858289,0559 kkal/jam

Q2 =mxcxt
= 116396,5681 kg/jam x 0,7925 kkal/kg 0C x 88,6724 0C
= 8179780,9699 kkal/jam

Energi keluar :
Q3 =mxλ
= 51781,13065 kg/jam x 626,8897 kkal/kg
= 32461058,4929 kkal/jam

Q4 =mxcxt
= 64615,43747 kg/jam x 0,6263 kkal/kg 0C x 66,5949 0C
= 2694832,5070 kkal/jam

Q5 =mxq
= 51781,1307 kg/jam x 91,1026 kkal/kg
= 4717397,9790 kkal/jam

Q6 (loss) = (Q1 +Q2) – (Q3+Q4+Q5+Q6)


= 1164781,0470 kkal/jam
Neraca Energi
Input Output
Komponen
(kkal/kg) (kkal/kg)
Q1 32858289,0559
Q2 8179780,9699
Q3 32461058,4929
Q4 2694832,5070
Q5 4717397,9790
Q6 1164781,0470
Jumlah 41038070,0259 41038070,0259

Q3
Effisiensi = x 100%
Q1 +Q2
32461058,5
= x 100%
41038070
= 79,0999

Q Termanfaatkan total
Effisiensi keseluruhan = x 100 %
Q Input Total
= 65,3515

Evaluasi sistem kinerja


Berikut ini merupakan tabel rekapitulasi hasil perhitungan efisiensi termal pada
tanggal 15 Agustus 2018 pada jam 15:00 – 17:00 pada Quudruple Efffect di PG
PTPN7 Bunga Mayang

Tabel 5.8 Efisiensi Badan Penguapan


Efisiensi
Evaporator
17:00 15:00 16:00
BP 1 76,5720 77,2929 79,8469
BP2 86,8394 86,7950 86,5702
BP 3 86,9599 86,9147 86,7201
BP 4 86,1739 86,1445 85,6665
(Sumber : Hasil Pengolahan dan Perthitungan Data Pengamatan)
Badan Penguapan 1
0.84 81
0.82 80
Tekanan UBE (kg/cm2)

0.8 79

Effisiensi (%)
0.78
78
0.76 Tekanan UBE
77
0.74 Efisiensi
0.72 76

0.7 75
0.68 74
17:00 15:00 16:00

Waktu (jam)

Badan Penguapan 2
0.84 86.9
0.82 86.85
Tekanan UBE (kg/cm2)

86.8
0.8
86.75
Efisiensi (%)

0.78 86.7
0.76 86.65 Tekanan UBE
0.74 86.6 Efisiensi
86.55
0.72
86.5
0.7 86.45
0.68 86.4
17:00 15:00 16:00
Waktu (jam)
Badan Penguapan 3
0.84 87
0.82 86.95
Tekanan UBE (kg/cm2) 0.8 86.9
0.78 86.85

Efisiensi (%)
Tekanan UBE
0.76 86.8
Efisiensi
0.74 86.75
0.72 86.7
0.7 86.65
0.68 86.6
17:00 15:00 16:00
Waktu (jam)

Badan Penguapan 4
0.84 86.3
86.2
Tekanan UBE (kg/cm2)

0.82
0.8 86.1
Efisiensi (%)
86
0.78
85.9 Tekanan UBE
0.76
85.8 Efisiensi
0.74
85.7
0.72 85.6
0.7 85.5
0.68 85.4
17:00 15:00 16:00
Waktu (jam)