Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN TUGAS AKHIR

PENANGANAN PENUMPANG WHEELCHAIR TRANSIT

DARI PESAWAT SAMPAI KE BOARDING GATE

DISUSUN OLEH :

IDA BAGUS KADE MAHA DWIPA PUTRA KEMENUH

NIM:18.05.01.143

FIUMICINO CLASS

KAMPUS PENERBANGAN BALI BATC

AIRPORT HANDLING MANAGEMENT BATCH-XXXVII

DENPASAR

2018
LAPORAN TUGAS AKHIR

PENANGANAN PENUMPANG WHEELCHAIR TRANSIT

DARI PESAWAT SAMPAI KE BOARDING GATE

Diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan dari Kampus Penerbangan Bali BATC

DISUSUN OLEH :

IDA BAGUS KADE MAHA DWIPA PUTRA KEMENUH

NIM:18.05.01.143

FIUMICINO CLASS

KAMPUS PENERBANGAN BALI BATC

AIRPORT HANDLING MANAGEMENT BATCH-XXXVII

DENPASAR

2018

1
PERSETUJUAN TUGAS AKHIR

JUDUL : PENANGANAN PENUMPANG WHEELCHAIR

TRANSIT DARI PESAWAT SAMPAI KE

BOARDING GATE

NAMA : IDA BAGUS KADE MAHA DWIPA PUTRA

KEMENUH

NIM : 18.05.01.143

KELAS : FIUMICINO

PROGRAM STUDI : AIRPORT HANDLING MANAGEMENT

PEMBIMBING

( DIAN PRAMITA SUGIARTI,S.S.,M.Hum )

2
PENGESAHAN TUGAS AKHIR

Tugas Akhir ini Telah diuji dan disetujui

Pada Sidang Tugas Akhir Program Airport Handling Management

Kampus Penerbangan Bali BATC

Dan dinyatakan :

LULUS

Denpasar, 02 Maret 2019

Mengetahui dan menyetujui,

PENGUJI I PENGUJI II

( I WAYAN KERTA, SE ) ( I GEDE SUBIANTARA, SE )

Direktur

Kampus Penerbangan

Bali BATC

( Eka Darmi Pratiwi, S.S. )

3
MOTTO

 “ Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah cacat, dan agama tanpa


ilmu pengetahuan adalah buta” ALBERT EINSTEIN

 “ Saya percaya proses yang menentukan keberhasilan, bukan tinggi


atau rendahnya nilai akhir” D-A-F

4
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunianya
sehingga dapat menyusun Tugas Akhir ini dengan sebaik-baiknya yang berjudul
“PENANGANAN PENUMPANG WHEELCHAIR TRANSIT DARI PESAWAT
SAMPAI KE BOARDING GATE”, Laporan Tugas Akhir ini disusun untuk
memenuhi syarat dalam menyelesaikan program Airport Handling Management
pada Kampus Penerbangan Bali BATC.

Laporan ini berisi tentang hal – hal yang berhubungan dengan


penerbangan serta penanganan penumpang yang berkebutuhan khusus seperti
“Penumpang Lansia”. Dalam penyusunan melibatkan banyak pihak dari luar
maupun dalam kampus. Oleh sebab itu saya sangat berterima kasih kepada :

1. Ibu Eka Darmi Pratiwi.S.S. selaku Direktur kampus penerbangan


BATC Bali yang memberi kesempatan dan fasilitasi selama mengikuti
perkuliahan, serta selaku penanggung jawab terhadap pelaksanaan
training.
2. Dian Pramita Sugiarti,SS.,M.Hum sebagai dosen pembimbing yang
memberikan bimbingan serta nasehat serta masukan dalam
penyusunan dan penyelesaian Tugas Akhir ini.
3. Dosen atau Staff BATC yang telah membimbing mulai dari awal
perkuliahan sampai penulis selesai dalam menyelesaikan Laporan
Tugas Akhir ini.
4. Staff Transit/Transfer Internasional yang telah memberikan arahan dan
bimbingan selama training di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Cengkareng, Jakarta.
5. Orang tua saya Ida Bagus Kade Putra Wirawan, Ang Yek Sien,S.Pd,
AUD. Ida Bagus Putu Gita & Ida Ayu Mas yang telah memberikan
moral maupun material mulai dari awal perkuliahan sampai saat ini
yang telah menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.
6. Saudara dan Teman-teman yang selalu memberikan dukungan selama
saya mengikuti pembelajaran maupun selama on the job training di
Cengkareng, Jakarta.

5
Meski laporan ini telah dibuat dengan maksimal, tetapi masih saja
memiliki kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Dengan demikian
sangat diharapkan untuk kritik, dan saran agar nantinya bisa menjadi lebih
baik lagi.

Penulis

Ida Bagus Kade Maha Dwipa Putra Kemenuh

Nim : 18.05.01.143

6
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN....................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii
KATA MOTTO............................................................................................... iv
KATA PENGANTAR...................................................................................... v
DAFTAR ISI.................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 3
1.3 Tujuan............................................................................................. 3
1.3.1 Tujuan umum......................................................................... 3
1.3.2 Tujuan Khusus....................................................................... 4
1.4 Manfaat Penulisan........................................................................... 4
1.4.1 Manfaat Umum...................................................................... 4
1.4.1 Manfaat Khusus..................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Gapura Angkasa.................................................................. 5
2.2 Visi dan Misi PT. Gapura Angkasa.................................................. 8
2.3 Tugas Dan Tanggug Jawab.............................................................. 8
2.3.1 Station Representative Manager............................................. 8
2.3.2 Staff Fungsional...................................................................... 8
2.4 Bidang Usaha dan Fasilitas............................................................... 9
2.4.1 Bidang Usaha PT. Gapura Angkasa........................................ 9
2.5 Fasilitas Perusahaan PT. Gapura Angkasa......................................... 10
2.5.1 Fasilitas Terminal..................................................................... 10
2.5.2 Fasilitas Kantor......................................................................... 10
2.5.3 Fasilitas Lapangan.................................................................... 11
2.6 Struktur Organisasi............................................................................ 13
2.7 Pengertian Wheelchair Transit............................................................ 16

7
2.8 Penanganan Penumpang Wheelchair Transit...................................... 16
2.9 Permasalahan dan Penanganan..............................................................17
2.9.1 Permasalahan.............................................................................. 17
2.9.2 Penanganan................................................................................ 17
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................... 18
3.2 Saran ................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 20
LAMPIRAN.................................................................................................... 21

8
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Transportasi diartikan sebagai kegiatan memindahkan atau mengangkut


muatan (manusia dan barang) dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu tempat
asal ke tempat tujuan, dari suatu origin ke destination atau disebut Origin –
Destination Travel atau disingkat dengan O-D travel. Dalam masyarakat primitif,
penduduk mencari kayu di hutan dan membawanya ke rumah dengan berjalan
kaki menjunjung di atas kepala atau menggunakan pikulan. Kegiatan tersebut
merupakan kegiatan transportasi yang sangat sederhana. Cara sederhana lain di
sungai atau di perairan dilakukan dengan menggunakan rakit, sampan dan perahu
layar. (Adisasmita, 2012 : 1)
Perkembangan kemajuan transportasi lebih maju lagi setelah diketemukan
“roda”. Dengan diketemukan roda itu merupakan revolusi transportasi tahap awal
mendorong digunakannya gerobak yang ditarik binatang (sapi atau kuda) melalui
jalan desa, telah diciptakan sepeda tanpa ban, yang kemudian menggunakan ban,
setelah diketemukan “ban” yang berisi hawa/udara sehingga kendaraan yang
menggunakan ban dapat berjalan dengan lebih lancar dengan kecepatan yang
lebih tinggi. Hal ini diperkuat dengan Revolusi Industri yang terjadi pada akhir
abad ke-18 dan permulaan abad ke-19, dimana diketemukan mesin uap. Mesin
uap merupakan tenaga penggerak untuk menjalankan kendaraan mobil (sedan dan
truk), kapal laut, kereta api, dan kapal terbang (R. Adisasmita, 2007).
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta atau Soekarno Hatta International
Airport (SHIA) merupakan bandara terbesar dan utama Indonesia. Secara
Administratif bandara ini terletak di kota Tangerang, Banten. Bandara ini
sebenarnya hanya berjarak sekitar 20 kilometer mil) barat dari ibukota, DKI
jakarta.
Bandara Soekarno-Hatta pertama kali beroperasi pada 1985, mengganti fungsi
dari Bandara lama di Kemayoran, Jakarta Pusat yang kini sudah tidak difungsikan
dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, di Jakarta Timur.
Sejak saat itu, Bandara Kemayoran dialihfungsikan menjadi area publik.
Sedangkan, Bandara Halim Perdanakusuma masih dioperasikan untuk melayani

Kampus Penerbangan Bali BATC 1


penerbangan khusus (charter), penerbanagan VVIP, penerbangan haji, dan
penerbangan militer. Sejak Januari 2014 lalu, Bandara Halim Perdanakusuma
kembali difungsikan untuk tujuan penerbangan domestik komersial membantu
Bandara Soekarno-Hatta.
Pada tahun 1991, Bandara Soekarno Hatta membuka terminal 2, kemudian
Terminal 3 menyusul dibangun pada tahun 2009. Perkembangan dunia
penerbangan komersial di Indonesia sangatlah pesat, terbukti dengan jumlah
penumpang di SHIA yang mencapai 43,7 juta penumpang pada tahun 2010,
melampaui kapasitas ke-3 terminal di SHIA yang hanaya mampu menampung 38
juta penumpang. Kemudian, pada 2012, Bandara Soekarno-Hatta menjadi 1 dari 9
bandara tersibuk di dunia dengan total penumpang 57,8 juta, 12,1% lebih besar
dibandingkan pada tahun 2011. Puncak terbarunya adalah pada Mei 2014, SHIA
menampung jumlah penumpang sebanyak 62,1 juta penumpang yang
menjadikannya sebagai Bandara tersibuk di belahan bumi selatan. Walaupun
menampung penumpang yang melebihi kapasitas, namun pada tahun 2012
Bandara Soekarno-hatta telah dinyatakan beroperasi dengan aman oleh Airport
Council Internasional (ACI).
Bandara Soekarno-hatta memiliki fasilitas diantaranya fasilitas perawatan
pesawat, dengan didukung oleh GMF AeroAsia (Garuda Maintenance Facility)
yang berada pada lahan seluas 480.000 meter persegi, terdiri dari struktur built-up,
yang termasuk tiga hangar, gudang suku cadang, bengkel, utilitas bangunan, gerai
kimia, sel uji mesin, dan kantor manajemen. GMF AeroAsia memiliki apron yang
mampu menampung hingga 50 pesawat, taxiway, sebuah teluk run-up dan area
pengolahan limbah yang berdiri di lahan seluas 1,15 hektar.
Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta memiliki fasilitas pelengkap seperti
Lapangan golf, Hotel Bandara, Lounge, Shopping area, reading corner, Free Wifi,
Area khusus merokok.
Bandara Soekarno-hatta menyediakan beberapa opsi transportasi antar-jemput
bandara seperti angkutan lokal bandara, bus, dan taksi. Bandara Internasional
Soekarno-Hatta telah menyediakan bus gratis untuk antar-jemput penumpang
yang menghubungkan ke semua terminal di Bandara Soekarno-hatta. Sedangkan
kereta api antar-terminal sudah mulai dibangun pada 2013 lalu dan rencananya
akan mulai dioperasikan pada tahun 2015 ini.

Kampus Penerbangan Bali BATC 2


(http://bandarasoekarnohatta.com/bandara-soekarno-hatta-cengkareng , diakses
tanggal 5 Desember 2018)
Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta juga menyediakan fasilitas
wheelchair bagi penumpang yang berkebutuhan khusus guna memperlancar
perjalanan penumpang tersebut. Bagi penumpang berkebutuhan khusus yang
transit di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta akan memesan (request)
wheelchair melalui sistem untuk memperudah perjalanan penumpang yang
berkebutuhan khusus tersebut. Dengan melihat banyaknya permintaan wheelchair
bagi penumpang berkebutuhan khusus maka menarik untuk ditulis dalam tugas
akhir yang berjudul. “Penanganan penumpang wheelchair transit dari pesawat
sampai ke boarding gate”.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka pokok permasalahan dalam


tugas akhir ini adalah :
a. Bagaimanakah penanganan penumpang wheelchair transit dari pesawat
sampai ke boarding gate ?

1.3 TUJUAN

1.3.1 Tujuan Umum :


a. Sebagai pertanggung jawaban siswa kepada sekolah dan tempat
On The Job Training
b. Sebagai pertanggung jawaban siswa atas syarat kelulusan program
Airport Handling Management di BATC
c. Siswa dapat mempelajari, memahami, memantapkan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah diperolehnya dari
Kampus dan dapat menerapkannya langsung di lapangan kerja.
d. Siswa dapat menerapkan pembekalan teori dalam kegiatan
langsung di lapangan
e. Untuk melatih kemampuan siswa dalam menulis laporan secara
alamiah

1.3.2 Tujuan Khusus :

Kampus Penerbangan Bali BATC 3


a. Untuk mengetahui bagaimana penanganan penumpang wheelchair transit
dari pesawat sampai ke boarding gate.

1.4 MANFAAT PENULISAN :

1.4.1 Manfaat Umum :

a. Tugas ini dapat di jadikan bahan acuan untuk mengetahui tentang kategori

wheelchair. Proses penanganan penumpang wheelchair transit dari


pesawat sampai ke boarding gate, masalah dan cara penanganan
penumpang wheelchair transit dari pesawat sampai ke boarding gate di
transfer desk terminal 3 bandara soekarno-hatta cengkareng, jakarta.

b. Tugas ini dapat dijadikan suatu bahan untuk penambahan materi bagi
yang
akan menulis atau mempelajari tentang kategori wheelchair, proses
penanganan penupang wheelchair transit dari pesawat sampai ke boarding
gate, masalah dan cara penanganan penumpang wheelchair transit dari
pesawat sampai ke boarding gate di transfer desk terminal 3 bandara
soekarno-hatta cengkareng, jakarta.

1.4.2 Manfaat Khusus :


a. Sebagai latihan dalam menyajikan tugas akhir serta menambah wawasan
mengenai kategori wheelchair, proses penanganan penupang wheelchair
transit dari pesawat sampai ke boarding gate, masalah dan cara
penanganan penumpang wheelchair transit dari pesawat sampai ke
boarding gate di transfer desk terminal 3 bandara soekarno-hatta
cengkareng, jakarta.

BAB II
PEMBAHASAN

Kampus Penerbangan Bali BATC 4


2.1 SEJARAH GAPURA ANGKASA Airport Services (GROUND
HANDLING)

PT Gapura Angkasa adalah salah satu perusahaan Ground Handling hasil


patungan anatara tiga perusahaan BUMN, yaitu PT. Garuda Indonesia, PT.
Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura II, yang 100% sahamnya dimiliki oleh
pemerintah hanya statusnya bukan BUMN. Pada awalnya PT. Garuda Indonesia
selaku airlines melaksanakan kegiatan Ground Handling untuk keperluan
perusahaan sendiri, mengingat kebutuhan akan pelayanan yang profesional dan
tuntutan hasil kerja yang optimal dengan tanpa mengabaikan unsur keselamatan
(safety), kehandalan (reliability), ketepatan waktu (punctuality) dan kepuasan
pelanggan (costumer satisfaction), maka PT Garuda Indonesia
mempertimbangkan untuk menyerahkan kegiatan pelaksanaan Ground
Handling untuk semua pesawat yang dimilikinya dan bisa berkonsentrasi pada
operasional pesawat saja. Dari sinilah asal mula dibentuknya PT. GAPURA
ANGKASA.

PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II (sebagai pemegang otoritas di
hampir seluruh bandara di Indonesia). Pada tanggal 26 Januari 1998 dan
bersamaan dengan ulang tahun ke-49 PT Garuda Indonesia maka komisaris dari
ketiga perusahaan negara tersebut memutuskan untuk mendirikan PT. Gapura
Angkasa sebagai perusahaan pelayanan darat yang melayani penerbangan
domestik dan internasional di pelabuhan udara. PT. Gapura Angkasa terus
menerus belajar dari pengalaman dan menjaga kualitas pelayanan kepada
pelanggan. Tanggung jawab dan kewajiban PT. Gapura Angkasa untuk menjadi
pelengkap dan untuk bekerja sama dalam melayani operasional penerbangan di
Indonesia dan untuk memberikan kecakapan dan ketepatan pelayanan yang hanya
dapat diraih dengan mengembangkan sistem manajemen, peralatan yang layak
dipakai dan memiliki motivasi tinggi merupakan kunci dari perjalanan
perusahaan.

Pada mulanya PT. Garuda Indonesia melaksanakan kegiatan secara


keseluruhan mulai dari tiket, pelayanan penumpang, pelayanan pesawat serta
penanganan kargo. Namun setelah dirasakan perlu adanya profesionalisme dalam

Kampus Penerbangan Bali BATC 5


pelayanan Ground Handling maka PT. Angkasa Pura I dan II memutuskan
mendirikan perusahaan baru. Dengan menempatkan beberapa tim kerja dari PT.
Garuda Indonesia untuk berkarir di PT. Gapura Angkasa ini merupakan salah satu
cara untuk menjaga kepercayaan publik bahwa PT. Gapura Angkasa dipegang
oleh tim yang profesional dibidangnya.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No: SR-


04/MK/016/1998 dan akte pendirian nomor 32 tanggal 26 Januari 1998, bukti
bahwa kerja sama antara PT. Garuda Indonesia dengan PT. Angkasa Pura I dan II
melahirkan perusahaan baru yakni PT. Gapura Angkasa. Pendirian PT. Gapura
Angkasa ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kuat hingga tercapainya
kinerja perusahaan yang sehat, profesionalisme yang pada akhirnya mampu
mengembangkan misi perusahaan untuk menjadi perusahaan Ground
Handlingyang terbaik di Asia.

PT. Gapura Angkasa mulai dikenal di dunia internasional melalui pertemuan


IATA(International Air Transport Association) di Kuala Lumpur bulan april 1998
dan PT. Gapura Angkasa mulai dikenal dunia (khususnya bagi International
Airlines dan perusahaan Ground Handling). Ground Handling International
Magazine vol.3 issue may 1 june 1998 (hal.2) yang dipublikasikan oleh Ground
Handling International Publication & Exhibition of The Stable (UK). Iklan
tersebut mengukuhkan keanggotaan PT. Gapura Angkasa dalam IATA.

Dengan berdirinya PT. Gapura Angkasa, PT. Garuda Indonesia langsung


menyerahkan pelayanan Ground Handling kepada pihak PT. Gapura Angkasa.
Setelah beberapa bulan beroperasi, PT. Gapura Angkasa mendapat tawaran untuk
menjadi rekan kerja airlinesyang lain, yaitu : Silk Air dan Royal
Brunei menambah daftar klien PT. Gapura Angkasa cabang Balikpapan
dan Bouraq dilayani oleh PT. Gapura Angkasa cabang Manado, dan bulan
Agustus 1998 Trans Nusantara (penerbangan kargo) menandatangani kerjasama
dengan PT. Gapura Angkasa untuk penerbangan cabang : Jakarta, Surabaya,
Denpasar, Banjarmasin, Ambon, dan Jayapura. Setelah Silk Air, Royal Brunei,
Bouraq, dan Trans Nusantara, giliran Qantas Airways menandatangani kerjasama
dengan PT. Gapura Angkasa.

Kampus Penerbangan Bali BATC 6


Sampai saat ini PT. Gapura Angkasa telah mempunyai 51 klien yaitu Air
China, Aeroflot Russian Airlines, Aviastar, China Airlines, China Southern
Airlines, Continental Airlines, Air Asia, Japan Airlines, Air North, Korean Air,
Airfast Indonesia, Airfrance KLM, Asialink Cargo Airlines, Malaysian Airlines,
Batavia Air, Cardigair, Pacific Royale, Cathay Pacific, Qantas, Royal Brunei,
Silk Air, Thai Airways, Lion Air, Vietnam Airlines, Wings Air, Citilink, Expressair,
Firefly, Air New Zealand, Hainan Airlines, Kalstar Aviation, Hongkong Airlines,
Skywest, Nordwind Airlines, MAI, Garuda Indonesia, Nusantara, Qatar Airways,
RPX One Stop Logistics, Shanghai Airlines, Shenzhen Airlines, Sky Aviation,
Sichuan Airlines Co. Ltd., Sriwijaya Air, Transmile, Travira Air, Tri-M.G. Airlines,
Jetstar, Eastindo.com, dan Chartered, VVIP, Military Flights. Khusus untuk PT.
Gapura Angkasa cabang Denpasar di tahun 2013 ini memiliki 15 klien baik
airlines internasional ataupun domestik, yaitu : Garuda Indonesia, Malaysia
Airlines, Thai Airways, China Airlines, Korean Air, Air France KLM, Qatar
Airways, Hong Kong Airlines, Skywest Airlines, Cathay Pacific, Nord Wind,
Jetstar, Batavia Air, Air New Zealand, dan Citilink.

Sebagai perusahaan yang berdiri sendiri yang diakui oleh pemerintah


Indonesia dan IATA, PT. Gapura Angkasa bertujuan untuk menjaga industri pasar
dalam negeri yang tidak menunjukkan keadaan yang berat sebelah dalam
peralatan dan kerahasiaan yang tinggi untuk semua pelanggan dan menjamin
mereka untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik dengan harga yang sesuai.
(http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://kadekagusparsuta.blogspot.com/2013/07/gambaran-umum-
perusahaan-pt-gapura.html, diakses tanggal 6 Desember 2018).

2.2 VISI DAN MISI PT. GAPURA ANGKASA

Kampus Penerbangan Bali BATC 7


Visi

Menjadi penyedia jasa ground handling dan jasa terkait lainnya di bandar
udara dengan kualitas layanan kelas dunia (To Provide World-Class
Airport Services).

Misi

Sebagai perusahaan penyedia jasa ground handling dan jasa terkait


lainnya di bandar udara, guna berkontribusi positif dalam integrasi bisnis
jasa penerbangan nasional. (http://www.gapura.id/wp-
content/uploads/2016/03/ANNUAL-REPORT-2015.pdf , diakses tanggal 6
Desember 2018).

2.3 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Adapun tugas dari Station Representative Manager dan Staff Fungsional


adalah sebagai berikut :

2.3.1 Station Representative Manager

Station Representative Manager adalah seseorang yang dipercaya


untuk menjadi pemimpin dan penanggungjawab bagi stasiun/cabang dari
PT. Gapura Angkasa. Tugasnya disini adalah menggerakkan dan
mengontrol para bawahannya untuk menjalankan perusahaan tersebut.

2.3.2 Staff Fungsional

Staff Fungsional disini berfungsi untuk membantu Station


Representative Manager untuk menjalankan perusahaan. Seperti, membuat
laporan keuangan, penyimpanan berbagai dokumen perusahaan, pembuatan
jadwal absensi bulanan, dan sebagainya.

2.4 BIDANG USAHA DAN FASILITAS

2.4.1 Bidang Usaha PT. Gapura Angkasa

Kampus Penerbangan Bali BATC 8


Bidang usaha utama PT. Gapura Angkasa adalah Ground
Handling, sebagai pelaksana dan pendukung kegiatan penerbangan di
kawasan bandara.Sesuai dengan standar pelayanan Ground Handling yang
dikeluarkan oleh IATA (PT. Gapura Angkasa telah menjadi anggota IATA
dalam pertemuan di Kuala Lumpur pada bulan April 1998). Gapura
menangani kegiatan Ground Handling baik untuk perusahaan penerbangan
domestik maupun perusahaan internasional.
Bisnis yang dijalankan oleh PT. Gapura Angkasa terbagi dalam 8 section,
meliputi :

Section 1 : Representation, Administration, and Supervision

Section 2 : Passenger Services

Section 3 : Ramp Services

Section 4 : Load Control Communications and Flight Operation

Section 5 : Cargo and Mail Services

Section 6 : Support Services

Section 7 : Security

Section 8 : Aircraft Maintenance

(http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://kadekagusparsuta.blogspot.com/2013/07/gambaran-
umum-perusahaan-pt-gapura.html , diakses tanggal 6 Desember 2018)

2.5 FASILITAS PERUSAHAAN PT. GAPURA ANGKASA

PT. Gapura Angkasa sebagai suatu perusahaan yang bergerak dalam


bidang Ground Handling, menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang

Kampus Penerbangan Bali BATC 9


menunjang segala kegiatan baik di terminal, di kantor, maupun di lapangan
guna mencapai profesionalitas yang diharapkan. Adapun fasilitas yang
disediakan, antara lain :

2.5.1 Fasilitas Terminal

Segala fasilitas yang mendukung kelancaran kerja di terminal antara


lain:

 Check-in counter adalah suatu tempat di area terminal bagi


penumpang untuk melakukan formalitasnya sebelum
berangkat.

 Komputer digunakan untuk melaksanakan kegiatan check-


in.

 Mesin photocopy yang digunakan untuk memperbanyak


data untuk administrasi atau keperluan lainnya.
(http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://kadekagusparsuta.blogspot.com/2013/07/gam
baran-umum-perusahaan-pt-gapura.html , diakses tanggal 6
Desember 2018).

2.5.2 Fasilitas Kantor

Segala bentuk fasilitas yang menunjang kelancaran kegiatan di kantor,


yaitu antara lain:

 Komputer yang dipergunakan untuk pembuatan dokumen-dokumen


yang diperlukan dan laporan pengiriman telex serta kegiatan
operasional lainnya.
 Telephone, facsimile, dan telex yang dipergunakan sebagai alat
komunikasi secara lisan maupun tertulis, baik antara bagian maupun
departemen, dan staf di lingkungan airport maupun antar instansi
yang terkait dalam perusahaan.

Kampus Penerbangan Bali BATC 10


 Handly talky (HT) yaitu alat komunikasi jarak dekat yang
dipergunakan oleh staf area di bandara dalam penanganan
kedatangan maupun keberangkatan pesawat dan penumpang.
 Mesin photocopy yaitu alat yang dipergunakan untuk memperbanyak
dokumen-dokumen yang diperlukan dan laporan-laporan penting
yang dipergunakan oleh perusahaan.
(http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://kadekagusparsuta.blogspot.com/2013/07/gambaran-
umum-perusahaan-pt-gapura.html , diakses tanggal 6 Desember
2018).

2.5.3 Fasilitas lapangan

Fasilitas penunjang segala bentuk kegiatan di lapangan yaitu antara


lain:

 High Lift Loader (HLL) yaitu alat yang dipergunakan pada wide
body aircraft untuk menaikkan dan menurunkan pallet dan container.
 Baggage Conveyor Belt Loader (BCBL) yaitu alat yang
dipergunakan pada narrow body aircraft untuk menaikkan serta
menerunkan bagasi, cargo, mail.
 Baggage Towing Tractor yaitu mobil yang dipergunakan untuk
menaikkan container, dollies, pallet, dan baggage cart (gerobak).
 Pax Step Car yaitu mobil yang pada bagian atasnya memuat tangga
sebagai tempat naik dan turunnya penumpang dari dan ke dalam
cabin pesawat. Alat ini digunakan untuk pesawat yang mendapat
tempat parkir yang tidak dilengkapi dengan Aviobridge.
 Push Back Car yaitu mobil yang mempunyai kekuatan untuk
mendorong pesawat dari tempat parkir pesawat (apron) ke taxi way.
 Towing Bar yaitu alat penghubung push back car dengan pesawat
pada saat mendorong dari tempat parkir pesawat (apron) ke taxi way.
 Container yaitu tempat bagasi berbentuk kotak yang di dalamnya
ditempatkan bagasi, cargo, dan benda-benda pos.
 Pallet yaitu tempat barang-barang cargo yang berbentuk segi empat
panjang seperti lempengan logam.

Kampus Penerbangan Bali BATC 11


 Baggage Car yaitu mobil yang digunakan untuk mengangkut bagasi
penumpang dari pesawat ke baggage claim area dan make up ke
pesawat.
 Baggage Cart yaitu alat yang menampung bagasi, cargo, dan benda-
benda pos.
 Lavatory Truck yaitu mobil yang digunakan untuk membersihkan
atau menyedot lavatory ke pesawat.
 Water Service Truck yaitu mobil yang digunakan untuk menyediakan
dan membawa air bersih ke pesawat.
 Bus dan VIP coach yaitu kendaraan yang digunakan untuk
mengangkut penumpang dari pesawat menuju terminal kedatangan
dan dari terminal keberangkatan menuju ke pesawat.
 Handly Talky (HT) yaitu alat komunikasi jarak dekat yang
dipergunakan oleh staf area di bandara di dalam penanganan
kedatangan maupun keberangkatan pesawat dan penumpang.
 Mobil yaitu kendaraan yang digunakan untuk mengangkut petugas
ramp handling, loading master, dan porter dari bagian operasi ke
tempat parkir pesawat.
 Ground Power Unit (GPU) yaitu alat yang digunakan untuk
membantu electrical pesawat pada saat berada di apron dalam
menyediakan tenaga listrik untuk menghidupkan AC.
 AC Car yaitu alat yang digunakan untuk menambahkan gas Freon
pada AC pesawat.
 Ground Turbine Compressor (GTC) yaitu alat yang digunakan untuk
membantu starting engine bila terjadi kerusakan pada saat starting
engine pesawat.
(http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://kadekagusparsuta.blogspot.com/2013/07/gambaran-
umum-perusahaan-pt-gapura.html , diakses tanggal 6 Desember
2018).

Kampus Penerbangan Bali BATC 12


2.6 STRUKTUR ORGANISASI

Di dalam perusahaan terdapat beberapa unit kerja yang masing- masing


mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda, sehingga dibentuklah
sebuah struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan hal yang sangat
penting dalam suatu perusahaan, karena dengan mempelajari struktur
organisasi, maka dapat diperoleh gambaran mengenai bagian-bagian yang
ada di dalam perusahaan tersebut, beserta tugas, wewenang, dan tanggung
jawab s e r t a koordinasi antar bagian-bagian yang bersangkutan.

Berikut ini adalah struktur organisasi perusahaan PT. GAPURA ANGKASA


CENGKARENG :

Kampus Penerbangan Bali BATC 13


Ref : SKEP / DZ / 5011 / V / 2015
Date of Issue : December 13th , 2016

G EN ER AL M AN AG ER G M
M r. P a d a n g B a s k o ro
H p . 0 8 1 6 -1 1 1 4 -7 8 7
P h /F a x : 5 5 0 6 6 8 1 /5 5 0 1 6 3 8
p a d a n g . b a s k o r o @ g a p u r a . id
M Q

DEPT.
S A F E T Y , S E C U R IT Y &
Q U A L IT Y C O N T R O L

M r . B u d i M u ly o n o
H p . 0 8 1 1 -8 4 3 7 -7 3 9
P h /F a x : 5 5 0 7 0 9 3 /5 5 0 7 0 9 3
b u d i. m u ly o n o @ g a p u r a . id

S E C T IO N
S A F E T Y & S E C U R IT Y
S E N IO R M A N A G E R M E S E N IO R M A N A G E R M O
G S E S E R V IC E S O P E R A T IO N S E R V IC E S M r . F e r r is F ir d a u s
H p . 0 8 1 2 -8 4 7 3 -7 8 7 8
M r . R iy a n t a M r . R a c h m u ly a d i
P h /F a x : 5 5 0 7 0 9 3 /5 5 0 7 0 9 3
H p . 0 8 1 1 -8 4 3 7 -7 3 8 H p . 0 8 1 1 -8 4 3 7 -7 3 2
f e r r is .f ir d a u s @ g a p u r a . id
P h /F a x : 5 5 9 0 4 6 2 /5 5 9 0 4 6 1 P h /F a x : 5 5 0 4 9 8 8 /5 5 0 1 6 3 8

Kampus Penerbangan Bali BATC


r iy a n ta @ g a p u r a .id r a c h m u ly a d i@ g a p u r a . id H O T L IN E : 0 8 1 2 -1 1 2 -0 0 0 6

M E -P M E -M M I M K M O -E M O -O M O -N M O -A M C M B
S E C T IO N
DEPT. DEPT. D E P T . G E N E R A L A F F A IR & DEPT. D E P T . L A N D S ID E D E P T . L A N D S ID E D E P T . L A N D S ID E DEPT. D EPT. D EPT. Q U A L IT Y C O N T R O L
G S E O P E R A T IO N S G S E M A IN T E N A N C E A D M IN IS T R A T IO N F IN A N C E P R E F L IG H T G A S E R V IC E S P O S T F L IG H T G A S E R V IC E S M P A / N O N -G A S E R V IC E S A IR S ID E S E R V IC E S L C C S E R V IC E S A N C IL L A R Y B U S IN E S S
M s . E n d a h R a h m a w a ti
M r . D o d d y A d h ity a M r . E k o R iy a n t o M r. B a g u s P a rta M r . Z u lfik a r M r . Y a t in M r . C h e n d r a Y u l iz a A . S . M r . I K e tu t S id a r ta M r . D a d d y S e t ia d i M r . B u d i A r if ia n t o M r . A g a th a T r id a r y a n ti H p . 0 8 1 2 -8 2 3 -8 3 2 5
H p . 0 8 1 8 -0 8 7 8 -6 7 1 4 H p . 0 8 1 1 -9 5 9 8 -9 1 5 H p . 0 8 1 2 -3 9 7 9 -2 8 7 H p . 0 8 5 3 -4 4 5 3 -4 7 7 2 H p . 0 8 1 1 -8 4 3 -7 7 3 3 H p . 0 8 1 1 -8 0 5 -3 2 6 0 H p . 0 8 1 1 -8 4 3 7 -7 3 6 H p . 0 8 1 1 -8 4 3 7 -7 3 7 H p . 0 8 1 1 -8 0 3 -1 4 6 6 H p . 0 8 11 -8 4 3 7 -7 3 0 P h /F a x : 5 5 0 6 6 5 5 /5 5 9 0 4 6 5
P h /F a x : 5 5 9 0 6 3 7 /5 5 0 6 4 4 9 P h /F a x : 5 5 9 0 4 6 1 /5 5 9 0 4 6 1 P h : 2 9 0 3 8 4 4 5 /2 9 0 3 8 4 4 6 E x t. 3 1 P h : 2 9 0 3 8 4 4 5 /2 9 0 3 8 4 4 6 E x t. 2 3 P h /F a x : 5 5 0 1 6 6 0 /5 5 0 1 5 8 7 P h /F a x : 5 5 0 1 6 6 0 /5 5 0 1 5 8 7 P h /F a x : 5 5 0 6 7 9 4 /5 5 0 0 8 8 9 P h /F a x : 5 5 9 0 6 3 6 /5 5 0 6 4 4 9 P h /F a x : 5 5 9 0 6 5 4 /5 5 9 0 6 5 4 P h /F a x : 5 5 0 7 1 9 7 5 /5 5 0 7 1 9 7 5 e n d a h . r a h m a w a t i@ g a p u r a . id
d o d d y . a d h it y a @ g a p u r a .id e k o . r iy a n to @ g a p u r a . id b a g u s . p a r ta @ g a p u r a . id z u l f ik a r @ g a p u r a . i d y a t in @ g a p u r a . id c h e n d r a . y u liz a @ g a p u r a .id k e t u t. s id a r t a @ g a p u r a . id d a d i.s e t ia d y @ g a p u r a . id b u d i. a r if ia n t o @ g a p u r a .id a g a t h a . t r id a r y a n t i@ g a p u r a .id

D UTY M ANAG ER S E C T IO N S E C T IO N S E C T IO N D U TY M AN AG ER DU TY M AN AG ER DU TY M ANAG ER D UTY M AN AG ER


H E A V Y & L IN E M A IN T E N A N C E HU M AN RESO U RC ES T R E A S U R Y & B U D G E T IN G F L IG H T O P E R A T IO N S
M r. U n tu n g Im a m S a rto n o M r . J a ja t M u k lis M r. D e d y B a m b a n g S .
H p . 0 8 1 2 -1 8 9 9 -5 8 8 0 M s . E rn i E ra w a ti M s . T r i a n t i K a ld e r a H p . 0 8 5 8 -1 3 1 0 -0 09 8 H p . 0 8 1 3 -8 4 2 3 -1 0 6 3 M r . J e ff E v e r ly S a lm o n
M r . S u jim in
u n t u n g . s a r to n o @ g a p u r a .id H p . 0 8 1 1 -1 8 7 -7 1 2 H p . 0 8 1 2 -9 2 4 9 -8 4 5 ja j a t . m u k l i s @ g a p u r a . i d d e d y .b a m b a n g @ g a p u r a . id M r . S a m u e l W ic a k s o n o H p . 0 8 1 2 -8 0 3 -7 8 6 5
H p . 0 8 1 2 -8 2 7 8 -0 0 3 3
P h : 2 9 0 3 8 4 4 5 /2 9 0 3 8 4 4 6 E x t. 1 2 P h : 2 9 0 3 8 4 4 5 /2 9 0 3 8 4 4 6 E x t. 2 4 H p . 0 8 5 7 -8 0 8 0 -3 4 0 3 J e ff . e v e r ly @ g a p u r a . id
s u jim in @ g a p u r a . id
M r . S u g ir i e r n i. e r a w a t i@ g a p u r a .id t r ia n t i. k a ld e r a @ g a p u r a . id M r. N a n d i S u h e n d i M r. T o m o s M e n a ra S . s a m u e l.w ic a k s o n o @ g a p u r a .id
H p . 0 8 2 2 -2 5 8 4 -9 3 3 5 H p . 0 8 1 1 -9 5 5 -2 5 7 H p . 0 8 2 1 -2 4 4 7 -3 5 1 8 M r . F a r h a n S a id
H p . 0 8 2 1 -2 0 0 6 -4 0 0 4

14
s u g ir i@ g a p u r a . id n a n d i. s u h e n d i @ g a p u r a . i d t o m o s . s ir e g a r @ g a p u r a . id M r. A d e C h a n d ra
H p . 0 8 1 2 -1 2 7 3 -3 3 7 2 f a r h a n . s a id @ g a p u r a .id
M r . M u h a r R ie g a n S E C T IO N S E C T IO N S E C T IO N M r. A s e p R u s e n o M r . R ic h a r d J o h a n A d e . c h a n d r a @ g a p u r a .id
H p .0 8 1 2 -9 9 5 -1 0 3 7 M A IN T E N A N C E S U P P O R T G E N E R A L & O F F IC E A C C O U N T IN G H p . 0 8 1 3 -1 9 6 1 -5 60 7 H p . 0 8 1 2 -9 0 9 -1 0 7 4
m u h a r . r ie g a n @ g a p u r a .id F A C IL IT IE S a s e p . r u s e n o @ g a p u r a . id r ic h a r d . d jo h a n @ g a p u r a . id
M s . R e n i H e r la z a H O T L IN E : 0 8 1 2 -1 2 4 -4 8 8 0
M r . H a r is I r a w a n M r . D a r u d in M r . I k o L u d iu s
H p . 0 8 1 2 -8 4 3 0 -6 0 6 0 M r . M o h a m m a d F a is a l P h /F a x : 5 5 9 0 6 8 3
H p .0 8 7 8 -7 5 4 2 -5 4 6 7 H p . 0 8 1 2 -9 3 1 4 -7 5 0 9 H p . 0 8 1 2 -9 0 0 -1 2 0 7 H O T L IN E : 0 8 1 2 -1 1 4 4 -8 8 0
P h : 2 9 0 3 8 4 4 5 /2 9 0 3 8 4 4 6 E x t. 2 0 H p . 0 8 1 5 -1 8 6 -0 1 8 6
h a r is .ir a w a n @ g a p u r a .id d a r u d in @ g a p u r a .id P h : 2 9 0 3 8 4 4 5 /2 9 0 3 8 4 4 6 E x t. 1 5 P h /F a x : 5 5 0 1 5 8 7
r e n i.h e r la z a @ g a p u r a . id m o h a m m a d . fa is a l@ g a p u r a . id
lu d iu s . i k o @ g a p u r a . i d DU TY M ANAG ER
H O T L IN E : 0 8 1 1 -1 9 9 - 7 4 6 3 R A M P S E R V IC E S
H O T L IN E : 0 8 1 1 1 -0 8 6 -7 8 4
P h /F a x : 5 5 0 6 6 1 8 /5 5 0 6 4 4 9 P h /F a x : 5 5 0 1 5 8 7 M r . P u ji S e tio n o
H p . 0 8 8 1 -1 1 0 -7 0 1 3
p u ji. s e t io n o @ g a p u r a .id

M r. I N y o m a n Y o n ta s a
H p . 0 8 1 2 -1 0 0 9 -3 6 1 0
n y o m a n .y o n ta s a @ g a p u ra .id
Organizational Structure
M r . Z u k la n
H p . 0 8 1 2 -8 2 2 0 -1 9 9 7 PT. GAPURA ANGKASA
z u k la n @ g a p u r a .id

M r . I c h w a n S e t ia w a n
Branch Office Soekarno – Hatta Int’l Airport
H p . 0 8 1 2 -1 0 8 6 -2 3 1 7
ic h w a n . s e t i a w a n @ g a p u r a . i d

H O T L IN E : 0 8 1 1 -8 0 5 -3 2 6 1
P h /F a x : 5 5 9 0 6 8 3

Dikeluarkan oleh CGKGP-MQ


Padang Baskoro
General Manager
a. General Manager
General Manager merupakan jabatan yang tertinggi dalam struktur
organisasi PT. Gapura Angkasa dan memiliki tugas untuk
mengkoordinasikan seluruh unit yang ada serta melakukan pengawasan
pengendalian dan mengevaluasi pelaksanaannya dan menyelenggarakan
pembinaan terhadap seluruh unit kerja yang ada di cabang.
b. Operation Manager
Tugas Operation Manager yaitu mengkoordinasikan, mengawasi,
mengendalikan, serta melaksanakan kegiatan pelayanan darat (Ground
Handling) yang meliputi kegiatan terminal seperti pelayanan penumpang
dan bagasi, kegiatan apron, ramp handling, pelayanan pesawat serta flight
operation.
c. Assistant Manager Terminal
Tugas Assistant Manager Terminal yaitu melakukan pengaturan
dan pelaksanaan pengawasan dan menjamin kelancaran pelayanan
penumpang dan bagasi, menyelenggarakan pembinaan terhadap seluruh
staff di lingkungan unit kerja pelayanan penumpang dan bagasi.
d. Assistant Manager Apron
Tugas Assistant Manager Apron yaitu melakukan koordinasi dan
kerjasama dengan unit yang terkait lainnya demi kelancaran pelaksanaan
Ground Handling serta melaksanakan kebijakan umum dan kebijakan
teknis cabang yang berkaitan dengan pelayanan pesawat udara, pelayanan
ramp, pengaturan serta pengoperasian peralatan.
e. Supervisor
Salah satu tugas Supervisor yaitu mengatur kelompok kerja pada
group yang dipegangnya.
f. Assistant Supervisor
Tugas Assistant Supervisor yaitu membantu supervisor dalam
menjalankan tugas serta mengatur bawahannya agar bekerja sesuai dengan
tugas dan tanggung jawabnya.
g. Staff
Tugas Staff yaitu menjalankan perintah dari supervisor atau PIC.

2.7 PENGERTIAN WHEELCHAIR TRANSIT

Kampus Penerbangan Bali BATC 15


Pengertian Wheelchair Transit WCHR ( wheel chair ) adalah penumpang
yang memerlukan bantuan kursi roda yang karena kondisi kesehatannya atau
keadaan fisiknya memerlukan kursi roda untuk menuju ke pesawat atau
sebaliknya. Petugas Transfer Desk menukar boarding pass penumpang yang
transit dengan boarding pass yang baru dan memastikan gate yang akan
digunakan guna penerbangan selanjutnya. (Ahmad, K. 2009).

Pada Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta di bagian


Transit/Transfer Desk memiliki 5 WCHC (Wheelchair Carry) dan 19 WCHR
(Wheelchair Ramp). Sehingga total keseluruhan kursi roda yang dimiliki pada
bagian Transfer Desk Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta berjumlah 24
kursi roda.

2.8 PENANGANAN PENUMPANG WHEELCHAIR TRANSIT

DARI PESAWAT SAMPAI KE BOARDING GATE

Istilah penanganan penumpang wheelchair transit dari pesawat


sampai ke boarding gate ialah penumpang yang membutuhkan kursi roda
yang karena kondisi kesehatan atau keadaan fisiknya sedang tidak baik
sehingga membutuhkan bantuan kursi roda. Selanjutnya petugas transfer
desk mengantarkan penumpang berkebutuhan khusus tersebut ke area help
desk dengan melapor ke petugas help desk bahwa ada penumpang yang
berkebutuhan khusus hendak melanjutkan penerbangan selanjutnya dengan
meminta surat wheelchair kepada petugas help desk lalu mengisi formulir
wheelchair. Apabila penumpang tersebut memiliki riwayat pasca operasi
maka penumpang tersebut harus dibawa ke polhed terlebih dahulu untuk
memeriksa keadaan penumpang, setelah itu petugas help desk akan
memberikan medif 1 dan medif 2 dimana penumpang dikenakan biaya
tambahan. Setelah penumpang memiliki medif 1, medif 2, dan surat laik
terbang maka petugas transfer desk dapat mengantarkan penumpang ke
boarding gate.

Kampus Penerbangan Bali BATC 16


2.9 PEMASALAHAN DAN PENANGANAN

2.9.1 Permasalahan :

Permasalahan yang pernah saya hadapi adalah dimana dalam


menangani penumpang berkebutuhan khusus di Transit Desk Bandara
Soekarno Hatta Internasional, ada penumpang yang dalam kondisi tidak
enak badan. Dimana dalam melakukan perjalanan menggunakan
pesawat udara harus dalam kondisi sehat. Sedangkan penumpang yang
saya hadapi sedang dalam kondisi tidak sehat.

2.9.2 Penanganan :

Saya sebagai petugas wheelchair akan menjemput penumpang 10


menit sebelum pesawat landing setelah itu saya akan menunggu
penumpang yang berkebutuhan khusus keluar dari pesawat karena
penumpang berkebutuhan khusus keluar paling akhir dari penumpang
lainnya.

Dalam masalah yang saya hadapi penumpang tersebut merasa tidak


enak badan atau terlihat pucat maka saya akan segera mengantarkan
penumpang tersebut ke post kesehatan untuk diperiksa, jika dokter
mengizinkan penumpang tersebut untuk melanjutkan penerbangan maka
dokter akan memberikan surat laik terbang pada penumpang tersebut
untuk melengkapi data yang akan di serahkan ke purser, setelah itu saya
akan mengantarkan penumpang tersebut menuju help desk untuk di take
over dan melanjutkan ke penerbangan selanjutnya.

Kampus Penerbangan Bali BATC 17


BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Istilah penanganan penumpang wheelchair transit dari pesawat sampai


ke boarding gate ialah penumpang yang membutuhkan kursi roda yang karena
kondisi kesehatan atau keadaan fisiknya sedang tidak baik sehingga
membutuhkan bantuan kursi roda. Selanjutnya petugas transfer desk
mengantarkan penumpang berkebutuhan khusus tersebut ke area help desk
dengan melapor ke petugas help desk bahwa ada penumpang yang
berkebutuhan khusus hendak melanjutkan penerbangan selanjutnya dengan
meminta surat wheelchair kepada petugas help desk lalu mengisi formulir
wheelchair. Kemudian petugas transfer desk mengantarkan penumpang
berkebutuhan khusus tersebut ke area boarding gate. Melihat banyaknya
permintaan (request) wheelchair bagi penumpang yang berkebutuhan khusus
di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, sehingga terjadi penanganan
penumpang berkebutuhan khusus oleh transfer desk untuk memudahkan
proses perjalanan penumpang untuk penerbangan selanjutnya.

3.2 SARAN

Saran yang bisa saya sampaikan adalah sebagai berikut :

1. Sumber daya manusia yang ada perlu diberikan training khusus yang
berhubungan dengan pekerjaan secara rutin untuk memaksimalkan kinerja
para staff atau sumber daya manusia oleh perusahaan sebelum
dilaksanakannya On The Job Training.

2. Perusahaan agar dapat mempertahankan kedisiplinan kerja karyawan.

Kampus Penerbangan Bali BATC 18


3. Perusahaan agar dapat memperhatikan dan memelihara fasilitas untuk
penumpang.

4. Perusahaan juga sebaiknya menambah kapasitas kursi roda dikarenakan


semakin banyaknya permintaan penumpang serta meningkatkan kualitas
pelayanan bagi penumpang.

Kampus Penerbangan Bali BATC 19


DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Sakti Adji. 2012. Penerbangan dan Bandar Udara. Yogyakarta :


Graha Ilmu.

Ahmad, K. 2009. Prosedur Penanganan Penumpang Dengan Perhatian Khusus


(Special Passenger) di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tugas Akhir.
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

Majid, Suharto Abdul. 2009. Ground Handling : Manajemen Pelayanan Darat


Perusahaan Penerbangan. Penerbit : Raja Grafindo Persada.

Gapura Angkasa, PT. 1991. Passenger Handling. Jakarta.

Gapura Angkasa, PT. 1998. Ground Handling Operation, Divisi Pelayanan


Penumpang dan Bagasi. Jakarta.

DAFTAR INTERNET

(http://bandarasoekarnohatta.com/bandara-soekarno-hatta-cengkareng , diakses
tanggal 5 Desember 2018)
(http://rendrawilly.blogspot.com/2016/11/terminal-3-ultimate-bandara-
soekarno.html , diakses tanggal 5 Desember 2018)

(http://www.gapura.id/tentang-kami/?lang=id , diakses tanggal 5 Desember 2018)


(http://www.gapura.id/wp-content/uploads/2016/03/ANNUAL-REPORT-2015.pdf
, diakses tanggal 6 Desember 2018)

(http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:http://kadekagusparsuta.blogspot.com/2013/07/gambaran-umum-
perusahaan-pt-gapura.html , diakses tanggal 6 Desember 2018

Kampus Penerbangan Bali BATC 20


(file:///C:/Users/asus/Downloads/22-123-1-PB%20(4).pdf , diakses tanggal 6
Desember 2018

LAMPIRAN

Gambar 1. Sistem Permintaan Kursi Roda (Wheelcair) di dalam Pesawat


(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 21


Gambar 2. Sistem Jam Kedatangan Pesawat & Posisi Pesawat
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 22


Gambar 3. Wheelchair (Kursi Roda)
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 23


Gambar 4. Mengetuk Pintu Pesawat
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 24


Gambar 5. Pengambilan Dokumen (Passenger Manifest) di Pesawat
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 25


Gambar 6. Permintaan Kursi Roda (Wheelchair)
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 26


Gambar 7. Boardingpass Transit & Transfer
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 27


Gambar 8. Mengarahkan Penumpang (Passenger)
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 28


Gambar 9. Menangani Penumpang Berkebutuhan Khusus (Passenger Handling)
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 29


Gambar 10. Dokumen (Passenger Manifest) berisi Loadsheet, Manifest, &
General Declaration)
(Dokumentasi Pribadi)

Kampus Penerbangan Bali BATC 30