Anda di halaman 1dari 4

2.1.

Pengertian Luting Cements

Istilah “semen” mangandung arti bahwa material digunakan sebagai luting.

Walaupun sering digunakan untuk fungsi lain. Semen dental melekatkan restorasi pada

tempatnya dengan retensi mikromekanikal dan makromekanikal. Beberapa semen dental

adhesif melalui ikatan kimia, tetapi kebanyakan tidak adhesif.

Semen kedokteran gigi dapat berfungsi sebagai:

Luting

Bahan luting merupakan suatu bahan yang kental yang diletakkan diantara struktur gigi dengan protesa untuk
melekatkan keduanya, yang mengeras melalui reaksi kimia. Kata luting mengimplikasikan penggunaan suatu bahan
yang dapat dibentuk untuk menutup ruang atau untuk menyemenkan dua komponen menjadi satu. Sejumlah
perawatan dental mengharuskan perlekatan antara gigi dengan protesa dan alat-alat, dengan bantuan bahan luting.

LUTING – Perekat/ menyemenkan protesa dgn gigi – cukup cair untuk dapat mengalir;
ketebalan film ≤ 25 µm tanpa menjadi retak/rusak.

BASIS – lapisan isolasi untuk melindungi jaringan pulpa dari injuri termal atau kimia – Berupa
medikamen atau semen – ketebalan > 0,75 mm

Basis

Basis merupakan lapisan isolasi, terkadang berupa medikamen, atau semen yang diletakkan pada bagian
dalam preparasi untuk melindungi jaringan pulpa dari injuri thermal atau kimia. Penggunaannya untuk melidungi
pulpa dari injuri termal, galvanic shock, dan iritasi kimia, tergantung dengan jenis restorasi yang digunakan. Bahan
ini harus memiliki kekuatan yang cukup agar dapat menahan tekanan kondensasi selama peletakan bahan restorasi.

Cavity Liner

Merupakan lapisan tipis semen yang digunakan untuk melindungi pulpa.

Cavity Varnish

Digunakan untuk menghalangi masukan iritan dari semen atau bahan restorasi lain, dan untuk mengurangi
penetrasi cairan mulut pada interface restorasi dan gigi ke dalam dentin yang berada dibawahnya. Bahan ini memiliki
ikatan dengan struktur gigi dan tidak boleh digunakan dengan semen adesif yang bertujuan untuk meningkatkan
bond strength ke gigi dan ke restorasi.

CAVITY LINER/LINING – lapisan tipis semen yang digunakan untuk melindungi pulpa –
Lebih tipis dr basis
VARNISH – Lapisan pelindung – menghalangi masukkan iritan dari semen atau bahan restorasi
lain, dan untuk mengurangi penetrasi cairan mulut pada interface restorasi dan gigi ke dalam
dentin yang berada dibawahnya – Tidak berikatan dgn gigi

2.2. Macam-Macam Luting Cements

2.2.1. Glass Ionomer Cement

Glass Ionomer Cement (GIC) atau nama generik dari sekelompok bahan yang

menggunakan bubuk kaca silikat dan larutan asam poliakrilat. Bahan ini mendapatkan

namanya dari formulanya yaitu suatu bubuk kaca dan asam ionomer yang mengandung

gugus karboksil. Semen ini juga disebut sebagai semen polialkenoat (Anusavice, 1996).

Penggunaan GIC telah meluas antara lain sebagai bahan perekat, bahan base,

bahan restoratif untuk restorasi konservatif kelas I dan II, membangun badan inti, dan

sebagai penutup pit dan fisur (Anusavice, 1996).

Ada tiga jenis GIC berdasarkan formulanya dan potensi penggunaannya. Tipe I

untuk bahan perekat, Tipe II untuk bahan restorasi, dan tipe III untuk basis. Juga ada

GIC yang pengerasannya dilakukan oleh sinar. Jenis ini juga disebut sebagai GIC

modifikasi resin sebab melibatkan resin yang dikeraskan sinar dalam formulanya

(Anusavice, 1996).

Karena sifatnya yang melekat secara kimiawi dengan jaringan keras gigi dan

melepaskan fluoride dalam jangka waktu yang cukup lama, penggunaan GIC menjadi

semakin luas. Keuntungan adanya fluor di dalamnya membuat GIC sangat cocok untuk

restorasi pada gigi sulung di anterior terutama untuk bagian proksimal. Akan tetapi tidak

dianjurkan untuk restorasi pada gigi molar sulung (Anusavice, 2009).


GIC pertama kali diperkenalkan sebagai bahan pelapik, dan tidak lama kemudian,

bahan-bahan ini digunakan sebagai luting agent. Selain itu, GIC yang tersedia sebagai

luting agent dirumuskan sebagai bahan GIC tradisional, dan sebagai resin-versi

modifikasi. Formulasi ini banyak digunakan oleh dokter dalam beberapa tahun terakhir,

baik karena sifat fisik, dan karena kemudahan penggunaan dalam hal sifat penanganan

(Berg, 2002).

Komposisi

Powder semen mengandung glass aluminosilikat dan cairan semen mengandung kopolimer polikarboksilat
yang dilarutkan didalam air. Komposisinya terdiri dari SiO2, Al2O3, AlF3, CaF2, NaF, dan AlPO4.
Manipulasi
Powder dan liquid diletakkan diatas paper pad atau glass slab. Powder semen dibagi dalam dua bagian yang
sama. Bagian pertama dicampurkan kedalam liquid dengan spatula dan kemudian ditambahkan satu bagian lagi, dan
diaduk selama 30-60 detik. Semen segera diaplikasikan karena working time setelah pengadukan kira-kira 2 menit.
Glass slab yang dingin memperlambat setting reaksi dan menambah working time.

Sifat-sifat dan Penggunaan

Glass ionomer cement memiliki nilai compressive strength antara 90-220 MPa, tensile strength 4,5 MPa, dan
modulus of elasticity 5,4 Gpa. Glass ionomer semen tidak mengiritasi dan bersifat antikariogenik karena dapat
melepaskan flouride.

Penggunaan semen ionomer kaca telah meluas antara lain sebagai bahan perekat pelapik, bahan restoratif
untuk restorasi konservatif kelas I dan II, membangun badan inti, dan sebagai penutup pit dan fisur.ada 3 jenis semen
ionomer kaca berdasarkan formulanya dan potensi penggunannya, yaitu tipe I untuk bahan perekat, tipe II untuk
bahan restorasi, dan tipe III untuk basis atau pelapik.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anusavice KJ. Phillip’s science of dental materials. Ed.10. Philadelphia: W.B. Saunders

Company; 1996. P.274, 365, 449, 470-2

2. ._____. Glass ionomer. [serial on the internet]. 28 May 2009 [cited 2018 February 27].

Available from : http://shehae.blogspot.com/2009/05/glass-ionomer_28.html

3. Berg JH. Glass ionomer cement. Pediatric Dent 2002 ; 24:430-8.

4. Phillips. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi 10th ed, Jakarta. EGC, 2003: 444-61.

5. Syafiar L, Rusfian, Sumadhi S, Yudhit A, Harahap KI, Adiana ID. Bahan Ajar Ilmu Material

dan Teknologi Kedokteran gigi. 1st ed, Medan. USU Press, 2011: 135-59.