Anda di halaman 1dari 9

PENGEMBANGAN (PENERAPAN) MODUL MANAJEMEN SAMPAH

UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF


MAHASISWA S1 BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGARUH MODUL MANAJEMEN SAMPAH TERHADAP


KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA S1 BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGARUH MODUL BERBASIS ENVIROPRENEUR DAN MODEL


PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KESADARAN
LINGKUNGAN DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN

PROPOSAL THESIS
disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Seminar Usulan Thesis yang
dibimbing oleh Dr. Dwi Listyorini, M. Si, D.Sc

OLEH
EKA IMBIA AGUS DIARTIKA
NIM 180341863054
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FEBRUARI 2019
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Permasalahan lingkungan semakin bertambah karena aktivitas
manusia (Taneja & Gupta, 2015; Karatas, 2016; Anand, 2013; Vlek & Steg,
2007; Bierbaum & Cowie, 2018; Al Khidir & Zailani, 2009; Alibeli & White,
2011; Marfai, 2013). Permasalahan tersebut antara lain permasalahan penduduk
(Hamzah, 2013; Siswono, 2015), efek rumah kaca, deforestasi hutan (Khalil, dkk.,
2011), perubahan iklim (Portney, 2000; Cochrane, 2007), dan sampah (Khalil,
dkk., 2011; Erdogan & Baris, 2007; Ullah, 2014). Berbagai permasalahan tersebut
apabila dibiarkan akan mengancam kehidupan (Huesemann, 2001; McCarthy,
dkk., 2001).
Salah satu permasalahan krusial yang tengah dihadapi Indonesia saat
ini ialah sampah (Putra & Yuriandala, 2010; Suhariyanto, 2016; Nugraha dkk.,
2007; Primadi, 2015; Ningsih, 2015). Sampah merupakan sesuatu yang dibuang
dari kegiatan manusia maupun secara alami (Chandra, 2007; Mulia, 2005;
Triwibowo & Pusphandani, 2015; Slamet, 2013; Adnani, 2011). Jumlah sampah
meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, perkembangan
industri, urbanisasi, dan modernisasi (Purba dkk., 2017; Soeranto dkk., 2016).
Menurut data dari World Bank Group (2012), perkiraan saat ini menunjukkan
bahwa sekitar 85.000 ton sampah dihasilkan setiap hari di Indonesia, dengan
perkiraan kenaikan hingga 150.000 ton dihasilkan per hari pada tahun 2025, suatu
kenaikan sebesar 76% hanya dalam kurun waktu 10 tahun (opini, tidak bisa
dipakai).
Menurut Purwaningrum (2016), komposisi sampah yang dihasilkan dari
aktivitas manusia adalah sampah organik sebanyak 60-70% dan sisanya adalah
sampah anorganik 30-40% (dimana, kapan). Secara umum, sampah dibedakan
menjadi organik dan anorganik. Menurut Kesra (2018) sampah anorganik terdiri
dari 14% plastik, 9% berupa kertas, 4,3% bahan metal, dan 12,7% berbagai
macam bentuknya mulai dari kaca, kayu, dan bahan lainnya.
Produksi sampah yang tinggi apabila tidak disertai dengan
penanggulangan yang baik akan menimbulkan polusi air, tanah dan udara
serta gangguan kesehatan, dan sosial ekonomi (Purba dkk., 2017) (dibalik ke
atas untuk masalah lingkungan). Peningkatan jumlah sampah akan semakin
menambah permasalahan ketika masyarakat berperilaku buruk dengan membuang
sampah sembarangan (dibalik ke atas: masalah lingkungan) (Soeranto dkk., 2016;
Purwendro, 2006; Ningsih, 2015).Menanggapi hal ini, maka permasalahan
sampah perlu ditangani (Mondol, dkk., 2013; Tambe, dkk., 2016; Bello, dkk.,
2016; Halkos & Petrou, 2016; Adewole & Taiwo, 2009; Joshi & Ahmed; 2016;
Singh, dkk., 2014; Mahajan & Vakharia, 2016; Bashir, dkk., 2018; Kafando, dkk.,
2013; Madaleno, 2018).
Penanganan permasalahan sampahselama ini telah dilakukan dengan
memberikan fasilitas, seperti inovasi tempat sampah dan teknologi pengolahan
sampah (Roy, 2013; Cleary, 2009; Adewole & Taiwo, 2009; Sharholy, dkk.,
2005), namun hal yang paling penting ialah upaya penyadaran yang akan
membentuk pemahaman dan sikap (Notoadmojo, 2003; Suliha, 2002; Agusyanto,
2007).Upaya penyadaran bisa dilakukan melalui pendidikan (Erhabor & Don,
2016; Paille, dkk., 2014). Pendidikan yang bagaimana, tidak usah
menggunakan UU. Yang bisa menyadarkan itu. Rujukan 10. Pendidikan (di
antara model pendidikan itu ada yg menciptakan generasi kreatif, yg spt apa,
bisa ngapain, caranya bgmn (outbond,)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan Nasional bertujuan
untuk membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa, berbudi pekerti
luhur, dan cerdas. Salah satu indikator kecerdasan seseorang dapat dilihat dari
kemampuan berpikir kreatif(McGregor, 2007; Suharsono, 2001; Tang, 2009).
Tidak perlu: Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan
menyelesaikan permasalaha nyang melibatkan pemikiran tingkat tinggi (HOTS)
(Runisah, dkk., 2016; Tang, 2009; Kirton, 2003). Kemampuan berpikir kreatif
sangat penting untuk menyiapkan peserta didik (generasi) pada abad 21 yang
berkualifikasi dan dapat berkompetisi secara global (Zubaidah, dkk., 2017: cari
rujukan lebih dulu).Mengingat pentingnya kemampuan berpikir kreatif, maka
kemampuan ini dikembangkan pada kurikulum di Indonesia. Namun, kemampuan
berpikir kreatif peserta didik di Indonesia masih sangat rendah. Menurut
penelitian oleh Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS)
pada tahun 2007 dan 2011, rata-rata tingkat berpikir kreatif mendapatkan rangking
38 dari 42 negara. Hal yang menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir
kreatif peserta didik ialah proses pembelajaran yang biasanya lebih menekankan
pada materi, bukan pada kemampuan berpikir (Runisah, dkk., 2016, cari rujukan
yang banyak).
Hal ini didukung dengan data berdasarkan kuisioner yang telah
diberikankepada 30 mahasiswa Jurusan Biologi mengenai permasalahan dan
harapan pada pembelajaran matakuliah Dasar Ilmu Lingkungan. Hasil studi
pendahuluan bagaimana, dihimpun, dianalisis, dihimpun. Responden menyatakan
bahwa pembelajaran masih bersifat monoton, mahasiswa tidak dilibatkan secara
aktif, pemahaman kurang mendalam, serta tidak adanya kegiatan pengamatan
langsung di lapangan. Responden berharap adanya modul pembelajaran yang
dapat digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran bisa lebih
baik. Dari sekian responden memilih modul, sebagian yang lain memilih apa.
Menimbang permasalahan yang telah dipaparkan di atas, peneliti tertarik
untuk mengembangkan modul yang mengakomodasi kemampuan berpikir kreatif.
Kenapa modul, bukan yang lain. +/-. Berpikir kreatif untuk mengolah sampah.
Modul ini didukung dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat sehingga
mampu membuat peserta didik belajar dengan efektif, yaitu dengan model
Creative Problem Solving (CPS) (Swetyani dkk, 2014; Karen, 2004; Vidal, 2006;
Kirton, 2003). Pengembangan modul untuk masalah sampah terbukti dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kreatif (Swetyani dkk, 2014; Ikashaum, 2016;
Suryani, 2013; Christiyoda, dkk., 2016; Selfia, 2017; Sugianto, dkk., 2017).Oleh
karena itu, perlu dikembangkan modul untuk meningkatkan kemampuan berpikir
kreatifmahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang. Pengembangan modul
ini diharapkan dapat menjadikan mahasiswa lebih aktif, memiliki pemahaman
yang holistik, dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Modul
yang dikembangkan adalah pada materi manajemen sampah, mengingat
permasalahan tersebut sangat penting untuk diatasi (Mondol, dkk., 2013; Tambe,
dkk., 2016; Bello, dkk., 2016; Halkos & Petrou, 2016; Adewole & Taiwo, 2009;
Joshi & Ahmed; 2016; Singh, dkk., 2014; Mahajan & Vakharia, 2016; Bashir,
dkk., 2018; Kafando, dkk., 2013; Madaleno, 2018).
DAFTAR RUJUKAN

Adewole & Taiwo, A. 2009. Waste management towards sustainable development


in Nigeria: A case study of Lagos state. International NGO Journal, 4 (4):
173-179.
Adnani, H. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
Agusyanto, R. 2007. Jaringan Sosial dalam Organisasi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Al Khidir, T. & Zailani, S. 2009. Going Green in Supply Chain Towards
Environmental Sustainability. Global Journal of Environmental Research, 3
(3): 246-251.
Alibeli, M. A. & White, N. R. 2011. The Structure of Environmental Concern.
International Journal of Business and Social Science, 2 (4): 1 – 8.
Anand, V. 2013. Global Environmental Issues. Open Access Scientific Reports, 2
(2): 1 – 9.
Bashir, M. J. K., Tao, G.H, & Tan, K.W. 2018. Public concerns and behaviors
towards solid waste minimization using composting in Kampar district,
Malaysia. Global NEST Journal, 10 (10): 1 – 8.
Bello, I. A., Ismail, M.N., & Kabbashi, N.A. 2016. Solid Waste Management in
Africa: A Review. International Journal of Waste Resources, 6 (2): 1 – 4.
Bierbaum, R. & Cowie, A. 2018. Integration: to solve complex environmental
problems. Washington DC: Scientific and Technical Advisory Panel to the
Global Environment Facility
Chandra, B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC.
Cleary J. 2009. Life cycle assessments of municipal solid waste management
systems: a comparative analysis of selected peer-reviewed literature.
Environ Int, 35: 1256-1266.
Cochrane, A. 2007. Environmental ethics. The Internet Encyclopedia of
Philosophy. (Online, https://www.iep.utm.edu/envi-eth/, diakses pada 6
Februari 2019).
Erdogan, N. and Baris, E. 2007. Environmental protection programs and
conservation practices of hotels in Ankara, Turkey. Journal of Tourism
Management, 28: 604 – 614.
Erhabor, N.I. & Don, J.U. 2016. Impact of Environmental Education On the
Knowledge and Attitude of Students Towards the Environment. Q4.
International Journal of Environmental & Science Education, 11 (12):
5367-5375.
Halkos, G. & Petrou, K.N. 2016. Efficient waste management practices: A review.
(Online, https://mpra.ub.uni-
muenchen.de/71518/1/MPRA_paper_71518.pdf, diakses pada 6 Februari
2019).
Hamzah, S. 2013. Pendidikan Lingkungan: Sekelumit Wawasan Pengantar.
Bandung: PT. Refika Aditama.
Huesemann, M. H. 2001. Can pollution problems be effectively solved by
environmental science and technology? An analysis of critical limitations.
Journal of Ecological Economics, 37: 271–287.
Joshi, R. & Ahmed, S. 2016. Status and challenges of municipal solid waste
management in India: A review. Cogent Environmental Science, 2: 1139434
Kafando,P., Segda, B.G., Nzihou, J.F., Koulidiati, J. 2013. Environmental Impacts
of Waste Management Deficiencies and Health Issues: A Case Study in the
City of Kaya, Burkina Faso. Journal of Environmental Protection, 4: 1080-
1087.
Karatas, A. 2016. Environmental Impacts of Globalization and a Solution
Proposal. American International Journal of Contemporary Research, 6 (2):
64 – 70.
Khalil, N., Husin, H.N, Mahat, N., & Nasir, N. 2011. Sustainable Environment:
Issues and Solutions from the Perspective of Facility Managers. Procedia
Engineering, 20: 458 – 465.
Madaleno, M. 2018. Environmental Pollution, Waste Generation and Human
Health. Biomed J Sci & Tech Res, 1 – 3.
Mahajan, J. & Vakharia, A. J. 2016. Waste Management: A Reverse Supply Chain
Perspective. The Journal for Decision Makers 41(3): 197–208.
Marfai, M. A. 2013. Pengantar Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal.
Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Mc Carthy, J.J., Canziani, O.F., Leary, N.A., Dokken, D.J., & White, K.S. 2001. A
Report on Working Group II: Intergovernmental Panel on Climate Change.
Summary for Policymakers, IPCC: 1-18.
Mondol, E.F., Hasan, Md. R., Rahman, Md. S., Alam, S., Rahman, Sm. A., &
Sinthia, T.T. 2013. Solid Waste Management Strategy & Improvement of
Existing Scenario Based on Market Waste. Global Journal of Researches in
Engineering Civil And Structural Engineering, 13 (4): 1 – 5.
Mulia, Ricky M. 2005. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ningsih, N.S. 2015. Analisis Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus
Unit Bisnis Pengolahan Sampah Oleh Siswa SMK). Artikel Penelitian.
Pontianak: Universitas Tanjungpura.
Notoadmojo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugraha, W. D., Denok A.S., & Syafrudin. 2007. Studi Potensi Pemanfaatan Nilai
Ekonomi Sampah Anorganik melalui Konsep Daur Ulang dalam Rangka
Optimalisasi Pengelolaan Sampah (Studi Kasus : Kota Magelang). Jurnal
Teknik, 28 (1): 9 – 21.
Paille, P., Chen, Y., & Boiral, O. 2014. The Impact of Human Resource
Management on Environmental Performance: An Employee-Level Study.
Q1. Journal of Business Ethics, 121 (3): 451 – 466.
Portney, P.R. 2000. Environmental Problems and Policy: 2000-2050. The Journal
of Economic Perspectives, 14 (1): 199 – 206.
Primadi, H.B. 2015. Perancangan Galeri Karya Sampah Anorganik di Kota
Malang (Tema: Critical Regionalism). Tugas Akhir. Malang: UIN Malang.
Purba, W.S., Pramudya A.S., Riska A. 2017. Statistik Lingkungan Hidup
Indonesia 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Purwaningrum. 2016. Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di
Lingkungan. Jurnal Teknik Lingkungan, 8 (2), 141-147.
Kesra (2018)
Purwendro, S., Nurhidayat. 2006. Mengolah Sampah untuk Pupuk dan Pestisida
Organik. Jakarta: Penebar Swadaya.
Putra, H. P. & Y. Yuriandala. 2010. Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi
Produk dan Jasa Kreatif. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 2 (1): 21 –
31.
Roy, T.K. 2013. Management of Park Solid Wastes in Khulna City. Proceedings
of the Waste Safe 2013 International Conference on Solid Waste M
management in the Developing Countries 10-12 February 2013, KhuIna,
Bangladesh.
Sharholy, M., Ahmad, K., Mahmood, G., & Trivedi, R. C. 2005. Analysis of
municipal solid waste management systems in Delhi—A review.
Proceedings for the second International Congress of Chemistry and
Environment , 773–777.
Singh, G.K., Gupta, K. Chaudhary, S. 2014. Solid Waste Management: Its
Sources, Collection, Transportation and Recycling. International Journal of
Environmental Science and Development, 5 (4): 347 – 351.
Siswono, E. 2015. Ekologi Sosial. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Slamet, J.S.2013. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Soeranto, D.A., Adjar P., Rina F., Dodi K., M. Natsir., & Nugroho T.U. 2016.
Indonesia Bebas Sampah 2020. Buletin Cipta Karya, 2 (14): 1 – 34.
Suhariyanto. 2016. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2016. Jakarta: Badan
Pusat Statistik
Suliha, U. 2002. Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. Jakarta : EGC.
Tambe, E.B., Ayongwa, G.C., Ngwabie, N.M., & Forbid, G.T. 2016.
Characterisation of Municipal Solid Waste for Planning Sustainable Waste
Management in Kumba Municipality – South Western Cameroon. The Open
Waste Management Journal, 9: 19-27.
Taneja & Gupta. 2015. Environmental Ethics and Education- A Necessity to
Inculcate Environment Oriented Cognizance. International Advanced
Research Journal in Science, Engineering and Technology (IARJSET), 2 (1):
398 – 400.
Triwibowo, C. & Pusphandani, M.E. 2015. Pengantar Dasar Ilmu Kesehatan
Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
Ullah, M. R. 2014. Economic impacts of globalization on urban environment at
Dhaka city in Bangladesh. Journal of Economics and Sustainable
Development, 5(25): 15-29.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Vlek, C. & Steg, L. 2007. Human Behavior and Environmental Sustainability:
Problems, Driving Forces, and Research Topics. Journal of Social Issues, 63
(1): 1 – 19.
World Bank Group. 2012. What a Waste: A Global Review of Solid Waste
Management.
(Online,https://siteresources.worldbank.org/INTURBANDEVELOPMENT/
Resources/336387-1334852610766/What_a_Waste2012_Final.pdf), diakses
pada 12 Desember 2018.