Anda di halaman 1dari 9

PETUNJUK DAN BUKTI EVOLUSI BERDASARKAN ARTIFISIAL

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Evolusi
Yang dibina oleh Dr. Abdul Gofur, M.Si

Oleh:
Kelompok 4/ Offering G-GHK

Anisya Purnamasari (160342606219)


Sinta Dewi Misbahol Kurnia (160342606214)
Sumardi (160342606238)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
Januari 2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Evolusi mempelajari tentang proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.
Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup menurut teorievolusi terjadi secara berangsur-
angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat (Widodo, 2003). Terjadinya
evolusi ini dapat dibuktikan dengan adanya petunjuk evolusi, baik bukti fosil maupun bukti
artificial. Petunjuk evolusi berdasarkan fosil adalah petunjuk yang mendukung teori evolusi
karena dapat dibandingkan antara fosil terdahulu dengan makhluk hidup sekarang. Namun,
adakalanya petunjuk berdasarkan fosil meragukan karena biasanya tidak utuh dan banyak
terjadi pemalsuan oleh beberapa pihak.
Kemajuan IPTEK mendukung semakin berkembangnya pencarian bukti teori evolusi.
Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu
populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk
hidup. Selain dengan bukti fosil, evolusi dapat dibuktikan dengan adanya petunjuk artificial.
Petunjuk evolusi berdasarkan artifisial merupakan petunjuk hasil buatan manusia, yaitu
petunjuk yang dibuat oleh manusia melalui kerja laboratorium. Hasil dari penelitian berupa
eksperimen ini lebih dapat diterima dan dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Adanya petunjuk artificial ini perlu dikaji lebih lanjut untuk membuktikan kebenaran
teori evolusi. Dengan demikian, penulis menyusun makalah dengan judul,” Petunjuk Evolusi
Berdasarkan Bukti Artificial.”
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan petunjuk evolusi berdasarkan buktiartifisial?
2. Apa sajakah bukti artificial yang menjadi petunjuk evolusi?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian petunjuk evolusi berdasarkan bukti artifisial
2. Mengetahui bukti artificial yang menjadi petunjuk evolusi
BAB II
BAHASAN
2.1 Petunjuk Evolusi Berdasarkan Bukti Artifisial
Teori evolusi mempelajari tentang proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup.
Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup menurut teori evolusi terjadi secara berangsur-
angsur menuju ke arah yang sesuai dengan masa dan tempat (Widodo, 2003). Petunjuk
evolusi berdasarkan fosil adalah petunjuk yang mendukung teori evolusi karena dapat
dibandingkan antara fosil terdahulu dengan makhluk hidup sekarang. Namun ada kalanya
petunjuk berdasarkan fosil meragukan karena biasanya tidak utuh dan banyak terjadi
pemalsuan oleh beberapa pihak.
Kemajuan IPTEK mendukung semakin berkembangnya pencarian bukti evolusi. Salah
satunya adalah melalui pembuktian artificial. Petunjuk evolusi berdasarkan artifisial
merupakan petunjuk hasil buatan manusia, yaitu petunjuk yang dibuat oleh manusia melalui
kerja laboratorium. Di laboratorium, peneliti dapat mengkondisikan lingkungan dan
mengontrol banyak variabel. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui bagaimana semua
organisme dapat berbeda satu sama lain. Hasil dari penelitian berupa eksperimen ini lebih
dapat diterima dan dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2.2 Bukti Artificial yang Menjadi Petunjuk Evolusi
Beberapa pembuktian teori evolusi melalui bukti artificial antara lain dengan:
2.2.1 Anatomi perbandingan
Anatomi perbandingan adalah ilmu yang mempelajari mengenai persamaan dan
perbedaan anatomi dari makhluk hidup. Ilmu ini berkaitan erat dengan biologi evolusi dan
filogeni (ilmu evolusi pada spesies). Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa
alat fungsional pada berbagai binatang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Homologi
Petunjuk tentang adanya evolusi dapat dipelajari dari studi tentang struktur organ
berbagai makhluk hidup yang memiliki kesamaan. Misalnya anggota tubuh yang dimiliki
oleh vertebrata. Semua anggota gerak vertebrata berupa sepasang tangan, kaki, sayap.
Anggota gerak tersebut memiliki jari, adanya tulang radius, dan ulna, dll. Anggota gerak
tersebut dimiliki oleh semua kelompok vertebrata. Kesamaan anggota gerak tidak hanya
meliputi tulang, tetapi juga otot, saraf, persendian dan pembuluh darah. Semua kesamaan
menunjukkan bahwa organ tersebut berasal dari struktur yang sama dan biasanya kita kenal
dengan istilah homolog (Widodo, 2003).
Gambar 1 Struktur Homolog
Sumber: Maranti (2013)
b) Analogi
Anggota gerak depan cicak dan kadal untuk berjalan, sayap burung dan sayap kelelawar
untuk terbang, keseluruhan anggota gerak tersebut homolog dengan kaki depan kuda atau
tangan manusia. Berbeda hal nya dengan sayap serangga atau kaki udang. Struktur sayap
burung dan sayap kelelawar berbeda dengan sayap serangga maupun kupu-kupu, meskipun
fungsinya sama. Hal ini disebabkan karena asal-usul organ tersebut tidak sama. Kesamaan
fungsi namun berbeda asalnya disebut analog (Widodo, dkk. 2003).

Gambar 2 Struktur Analogi


Sumber: Anonim (2012)
2.2.2 Organ yang mengalami rudimentasi
Rudimentasi organ merupakan petujuk adanya evolusi. Organ yang berguna pada suatu
makhluk hidup, pada makhluk hidup lain kurang berfungsi. Contoh tulang ekor pada manusia
kurang berfungsi, namun pada kelompok mamalia lain sangat berkembang dan berfungsi
sebagai ekor (Widodo, dkk. 2003). Organ yang mengalami rudimentasi juga disebut dengan
organ vestigial. Kata vestigial merujuk pada bagian anatomi hewan yang memiliki fungsi
minimal ataupun sama sekali tidak berfungsi. Struktur yang tidak berfungsi ini merupakan
sisa organ tubuh leluhur yang pernah berfungsi. Misalnya pada ikan paus memiliki tulang
vestigial yang tampak seperti sisa tulang kaki leluhur paus yang berjalan di daratan. Manusia
juga memiliki struktur vestigial, contohnya tulang ekor, rambut badan (termasuk pulacutis
anserina) (Anonim, 2012).
2.2.3 Embriologi perbandingan
Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari
zygot menjadi blastula lalu gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk
bermacam alat tubuh. Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan
ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi. Contoh
adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai
dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi,
selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.
Contoh informasi dari perbandingan pertumbuhan adalah adanya celah insang pada
embrio vertebrata. Celah insang pada ikan dewasa akan tumbuh menjadi insang, sedangkan
pada reptilian, aves dan mamalia dewasa tidak tumbuh menjadi insang, kecuali pada beberapa
amfibia, kesamaan juga diperlihatkan pada perkembangan embrio vertebrata. Ditunjukkan
bahwa hampir semua embrio mempunyai struktur dasar yang sama. Hal ini dapat diterangkan
dengan homologi.
Meskipun semua vertebrata memiliki banyak ciri perkembangan embrio yang sama, tidak
benar bahwa mamalia awalnya mengalami tahapan perkembangan ikan, kemudian tahapan
amphibian dan seterusnya. Ontogeni dapat memberikan petunjuk untuk filogeni, tetapi
penting untuk diingat bahwa semua tahapan perkembangan itu bisa berubah sepanjang proses
rentetan proses evolusi yang panjang.

Gambar 3 Embriolgi Perbandingan Berbagai Jenis Hewan


Sumber: Anonim (2015)
2.2.4 Perbandingan fisiologi
Perbandingan fisiologi membandingkan perbandingan kemiripan dalam hal faal berbagai
makhluk hidup mulai dari mikroorganisme sampai manusia. Kesamaan faal atau proses
fisiologis contohnya adalah proses respirasi semua organisme yang membutuhkan oksigen.
Selain itu, pembentukan ATP dan kegunaannya dalam proses metabolisme relatif sama pada
semua organisme. Adanya kesamaan faal atau proses fisiologis organisme menunjukan
kekerabatan antar organisme.
2.2.5 Petunjuk secara biokimia
Hubungan evolusi diantara spesies dicerminkan dalam DNA dan proteinnya. Dua spesies
memiliki gen dan protein dengan urutan monomer yang sangat bersesuaian, urutan itu pasti
disalin dari nenek moyang yang sama. Organisme yang secara taksonomi berbeda jauh,
seperti manusia dan bakteri memiliki beberapa protein yang sama, misalnya sitokrom c, suatu
protein yang terlibat dalam respirasi seluler pada semua spesies aerob. Mutasi telah
menggantikan asam amino di beberapa tempat pada protein tersebut selama perjalanan
panjang evolusi, tetapi molekul sitokrom c pada semua spesies sangat mirip dalam struktur
dan fungsi. Tidak jauh berbeda, perbandingan jumlah asam amino yang berbeda dalam
hemoglobin pada beberapa vertebrata memperkuat bukti paleontologi dan anatomi
perbandingan mengenai hubungan evolusioner diantara spesies tersebut.
Suatu kode genetik yang sama merupakan bukti yang tak terbantahkan mengenai fakta
bahwa semua kehidupan saling berhubungan. Dengan demikian jelas, bahasa kode genetik
telah diturunkan melalui semua cabang pohon kehidupan sejak permulaan munculnya kode
genetik tersebut pada bentuk kehidupan yang lebih awal. Dengan demikian, biologi
molekuler telah menambahkan babak terbaru pada bukti bahwa evolusi adalah dasar kesatuan
dan keanekaragaman kehidupan.

Kekerabatan antara berbagai jenis makhluk hidup dapat diuji secara biokimia.
Salah satu percobaan biokimia yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat
kekerabatan berbagai organisme adalah uji presipitin oleh Natael. Dasar percobaan ini adalah
adanya presipitin atau endapan pada suatu reaksi antigen-antibodi. Banyak sedikitnya
endapan yang terbentuk dapat digunakan untuk menentukan jauh dekatnya
kekerabatan antara suatu organisme yang satu dengan organisme yang lainnya.
Percobaan tersebut adalah sebagai berikut : kelinci disuntik dengan serum manusia berulang
kali. Selang beberapa waktu kemudian, serum kelinci diambil dan dianalisis.
Ternyata telah mengandung zat anti ini terbentuk karena adanya antigen yang
masuk, yaitu serum darah manusia. Serum kelinci yang telah mengandung zat anti
disuntikkan ke dalam berbagai jenis makhluk hidup, berturut-turut manusia, gorila, orang
hutan, babon, kucing, anjing, banteng, dan lain-lain. Selang beberapa waktu, darah manusia
dan hewan-hewan yang disuntik dengan serum kelinci dianalisis ternyata mengandung
presipitin yang berbeda-beda kadarnya.

Banyaknya endapan ditentukan oleh jauh dekatnya kerabat antara kelinci


dengan makhluk- makhluk tersebut. Makin jauh kekerabatannya makin banyak
presipitinnya. Lihat Tabel 2.1

2.2.6 Petunjuk melalui artificial selection


Manusia telah memodifikasi spesies selama bergenerasi dengan cara memilih, dan
melakukan breeding antar individu yang memiliki sifat (trait) yang diharapkan. Proses ini
disebut artificial selection. Sebagai akibatnya, tumbuhan dan hewan yang telah di-breeding
seringkali tidak menyerupai hewan/tumbuhan moyangnya. Salah satu contoh artificial
selection adalah domestikasi (Campbell, 2009).
Domestikasi adalah pembudidayaan hewan atau tumbuhan liar sehingga bermanfaat
sesuai dengan keinginan manusia. Domestikasi terkadang dapat menghasilkan variasi baru
atau spesies yang berbeda dengan induknya. Variasi yang terbentuk dari proses domestikasi
menunjukan bahwa suatu organisme dapat berevolusi.
Mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan
bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi.
Contohnya penyilangan burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang
di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda. Contoh lainnya
adalah menyilangkan tanaman dengan variasi pada berbagai bagian tubuhnya, misalnya
tumbuhan wild mustard dapat menghasilkan tanaman yang memiliki ciri khusus yang sangat
berbeda dengan tanaman aslinya (wild mustard) (Campbell, 2003).

Gambar 4 Artificial Selection Pada Tanaman Wild Mustard


Sumber: Kartika (2012)

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1. Petunjuk evolusi berdasarkan artifisial merupakan petunjuk hasil buatan manusia,
yaitu petunjuk yang dibuat oleh manusia melalui kerja laboratorium.
2. Pembuktian teori evolusi melalui bukti artificial antara lain dengan anatomi
perbandingan, organ yang mengalami rudimentasi, embriologi perbandingan,
perbandingan fisiologi, petunjuk secara biokimia, dan petunjuk melalui artificial
selection.
3.2 Saran
Dengan semakin berkembangnya IPTEK, maka upaya untuk mencari pembuktian evolusi
dapat semakin berkembang sehingga perlu adanya tinjauan kembali tentang studi untuk
mengungkap petunjuk adanya evolusi melalui bukti artifisial sehingga pembaca yang ingin
mengkaji tentang topic ini dapat menambahkan informasi baru untuk mencapai kelengkapan
informasi.

Daftar Rujukan
Anonim. 2012. Petunjuk Adanya Evolusi. (Online),
(http://pustakamateri.web.id/petunjuk-adanya-evolusi-biologi), diakses 30 Januari
2019.
Anonim. 2015. Bukti-Bukti Evolusi. (Online),
(https://www.edubio.info/2015/02/bukti-bukti-teori-evolusi.html), diakses 30 Januari
2019.
Campbell, Neil A, et all. 2009. Biologi. Jakarta: Erlangga
Kartika, S. 2012. Petunjuk Evolusi Berdasarkan Bukti Artificial. (Online),
(https://dokumen.tips/documents/makalah-evolusi-artificial.html), diakses 30 Januari
2019.
Maranti, E. 2013. Struktur Homolog. (Online),
(http://notes.elisyamaranti.com/2013/02/perbandingan-anatomi.html), diakses 30
Januari 2019.
Widodo. 2003. Evolusi. Malang : Universitas Negeri Malang