Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

BOTANI FARMASI
“SKLEREID”

Disusun oleh :
Nama : Ni wayan sritanjung
Npm : 15160007
Kelas : 6 Farm 1

LABORATORIUM FARMASI
UNIVERSITAS DHARMA ANDALAS
PADANG
2018
SKLEREID

1. TUJUAN PRAKTIKUM

 Untuk mengetahui mikroskopik bagian dari sklereid


 Melihat Macam-Macam bentuk jaringan penunjang/penguat dan jaringan
sekret.
 Untuk mengetahui bagian-bagian dari sklereid dengan menggunakan
mikroskopik dan mengamati bentuk sel nya
 Untuk mengetahui fungsi dari bagian-bagian sklereid

2. TEORI PRAKTIKUM

Setiap alat tubuh tumbuhan tersusun oleh tiga jaringan pokok, yaitu jaringan
epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.Selain itu di beberapa
bagian tumbuhan terdapat jaringan penguat yang berkembang dari sel-sel jaringan
parenkim. Sesuai dengan namanya jaringan penguat berfungsi untuk memperkuat
struktur tumbuhan. aringan lainnya yang terdapat pada tumbuhan adalah jaringan
meristem.
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan.
Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi :
 Kolenkim
tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding
sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak
dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang,
daun, bagian-bagian bunga, buah, dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung
kloroplas yang menyerupai sel-sel parenkim. Sel – sel kolenkim dindingnya terdiri
atas selulosa.

 Sklerenkim
Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami
penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim
tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel
batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel – selnya panjang.
Sklereid berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut berasal dari sel - sel
meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk
jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun.
Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut
sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut.

Jenis-Jenis Sklereid Pada Sklerenkim :


 Brakisklereid
Atau sel batu, yang bentuknya lebih kurang isodiametrik; sklereid semacam itu
biasanya dijumpai dalam floem, korteks, dan kulit batang serta dalam daging buah
pada buah tertentu seperti pir (Pyrus communis) dan Cydonia oblonga.

 Makrosklereid
sklereid bentuk tongkat; sklereid seperti itu serimg kali memebentuk suatu lapisan
kontinyu dal;am testa biji Leguminoseae.

 Osteosklereid
sklereid bentuk kumparan atau tulang, ujungnya membesar, bercuping, dan kadang-
kadang bahkan agar bercabang; sklereid sepeti itu terutama dijumpai daam kulit biji
dan kadang-kadang juga dalam daun dikotiledon tertentu.

 Asterosklereid,
sklereid yang mempunyai percabangan beragan dan sering kali berbentuk bintang,
sklereid seperti itu terutama dijumpai dalam daun.

 Trikosklereid,
Sklereied ini sangat memanjang, agak seperti rambut, dan biasanya berupa sklereid
dengan satu percabangan yang teratur.

Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penyokong yang terdapat pada organ tubuh
tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh
bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga kuat, sel-selnya lebih kaku daripada sel
kolenkim, sel sklerenkim tidak dapat memanjang. Jaringan sklerenkim merupakan jaringan
penguat dengan dinding sekunder yang tebal. Umumnya, jaringan sklerenkim terdiri atas zat
lignin dan tidak mengandung protoplas. Sel-sel sklerenkim hanya dijumpai pada organ
tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan
sklerenkim terdiri atas serat-serat sklerenkim (fiber) dan sel-sel batu (sklereid).
a) Serat-serat sklerenkim
Serat-serat sklerenkim terdapat dalam bentuk untaian atau dalam bentuk lingkaran. Di
dalam berkas pengangkut, serat-serat sklerenkim biasanya merupakan suatu seludang yang
berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem
dan floem. Serat-serat sklerenkim mempunyai ukuran antara 2 mm–25 cm. Beberapa
spesies tumbuhan mempunyai serat-serat sklerenkim yang bernilai ekonomis tinggi,
misalnya serat manila yang digunakan sebagai bahan dasar tali.

b) Sel-sel batu
Sel-sel batu terdapat dalam semua bagian tumbuhan, terutama di dalam kulit kayu,
pembuluh tapis, dalam buah atau dalam biji. Pada tempurung kelapa (Cocos nucifera)
hampir seluruhnya terdiri atas sel-sel batu. Sel-sel batu pada buah dapat memberikan ciri
khas, misalnya tekstur berpasir pada kulit buah dan daging buah pir (Pyres communis) atau
butiran seperti pasir pada daging buah jambu biji (Psidium guajava).

Ciri-ciri jaringan sklerenkim


Ciri-ciri dari jaringan sklerenkim, yaitu :
• Selnya mati
• Dindingnya berlignin (zat kayu) dan mengandung selulosa dinding sel. Sehingga sel-selnya
menjadi kuat dan keras. Penebalan lignin terletak pada dinding sel primer dan sekunder dan
dinding menjadi sangat tebal
• Umumnya terdapat pada batang dan tulang daun
• Jaringan sklerenkim tersusun dari sel-sel dengan dinding yang keras
• Hanya ada sedikit ruang untuk protoplas yang nantinya hilang jika sel dewasa
• Sel-sel yang terdiri dari jaringan sklerenkim mungkin terbagi menjadi 2 tipe : serat (fibre)
atau sklereid
• Serat atau fibre biasanya memanjang dengan dinding berujung meruncing pada penampang
membujur (longitudinal section; L.S.)
• Sedangkan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh
tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid
• Terdapat pada bagian keras buah dan biji. Bagian bergerigi pada buah pir disebabkan oleh
sel-sel batu (stone cell, sklereid).
Struktur dan Fungsi jaringan sklerenkim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan mekanik yang hanya terdapat pada organ
tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan atau organ
tumbuhan yang telah tetap. Sklerenkim berfungsi untuk menghadapi segala tekanan
sehingga dapat melindungi jaringan-jaringan yang lebih lemah, melindungi tubuh tumbuhan
dari kerusakan mekanik, melindungi tumbuhan dari serangan hewan, dan sebagai alat
penyokong dan pelindung tumbuhan. Sklerenkim tidak mengandung protoplas, sehingga
sel-selnya telah mati. Dinding selnya tebal karena berlangsung penebalan sekunder
sebelumnya yang terdiri atas zat lignin. Jaringan sklerenkim dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Serat-Serat Sklerenkim (Fibers)
Serat-serat sklerenkim terdiri atas sel-sel yang berukuran panjang ± 2 mm dan samping yang
ujungnya runcing. Serat-serat sklerenkim merupakan sel-sel yang sudah mati. Dinding
selnya mengalami penebalan dari zat kayu dan mengandung lamela-lamela selulosa
sehingga lumen selnya sempit. Serat ini berbentuk poligon, yaitu segi lima atau segi enam.
Noktah-noktahnya sempit yang berbentuk bagai saluran-saluran sempit miring. Serat-serat
sklerenkim pada tumbuh-tumbuhan terbentuk bersamaan dengan saat-saat terhentinya
pertumbuhan organ-organ pada tumbuhan.

Serat-serat sklerenkim terdapat dalam bentuk untaian yang terpisahpisah atau dalam
bentuk lingkaran di dalam korteks dan floem, dalam kelompok-kelompok yang tersebar
dalam xilem dan floem. Pada Gramineae, serat-serat sklerenkim tersusun dalam suatu sistem
berbentuk lingkaran berlekuk-lekuk yang dihubungkan dengan epidermis. Untuk lebih jelas,
perhatikan Gambar. Ada dua macam jenis serat sklerenkim, yaitu sebagai berikut.
 Serat di Luar Xilem (Ekstraxilari) Serat ekstraxilari ada yang berlignin dan ada pula
yang tidak. Serat ini dapat digunakan untuk membuat tali, karung goni, dan bahan
dasar tekstil untuk pakaian.
 Serat Xilem (Xilari)Jenis serat ini merupakan komponen utama kayu karena
dindingnya mengandung lignin yang menyebabkan dindingnya keras dan kaku.

b) Sel-Sel Batu (Sklereid)


Sklereid terdapat pada bagian tumbuhan, antara lain di dalam korteks, floem, buah,
dan biji. Dinding sklereid tersusun atas selulosa yang mengandung zat lignin yang tebal dan
keras. Pada beberapa tumbuhan, kadangkadang ditemukan pula zat suberin dan kutin. Sel-
selnya mempunyai noktah yang sempit dan celahnya bundar, membentuk saluran yang
disebut saluran noktah. Lumen sel sangat sempit karena adanya penebalan-penebalan
dinding sel. Sklereid mungkin bisa dijumpai dalam bentuk tunggal atau kelompok kecil di
antara sel-sel, misalnya butiran seperti pasir pada daging buah jambu biji atau suatu masa
sinambung seperti pada tempurung kelapa yang keras. Untuk memahami struktur sel-sel
batu ini.

 Letak jaringan sklerenkim


Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding
selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara
xilem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida.
Sklereid juga terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang
keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut berbentuk pita
dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan
pengangkut

1. HASIL PRAKTIKUM

Hasil pengamatan mikroskopik :

silica dan sel gabus stomata anomoaitik tetesan minyak


pada tebu pada bougenville pada stevia
Batok kelapa daun sedum stomata arachis hipogea

Daun diantus umbi dahlia sklereid pada apel

Amilum casava ficus elastica cytolith nyempea

Amilum orizae stomat berbentuk helter amilum solanum (kentang)


2. PEMBAHASAN

Dalam praktikum kali ini yaitu tentang Macam-macam jaringan tumbuhan jaringan
penunjang/penguat. Dalam percobaan ini kita akan mengetahui berbagai macam jaringan
paa tumbuhan khususnya jaringan penguat. Jaringan penguat berfungsi untuk mendukung
kokohnya struktur berbagai bagian Tumbuhan. Jaringan ini merupakan jaringan sederhana,
karena sel-sel penyusunnya hanya terdiri atas satu tipe sel dan merupakan jaringan yang
berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh.

Jaringan penguat memiliki dinding sel yang tebal dan kuat serta sel-selnya yang telah
mengalami spesialisasi. Jaringan penyokong terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan
sklerenkim.

Pada percobaan ini, menggunakan preparat basah atau preparat sementara. Dimana untuk
mengamati sel-sel tersebut tanaman diiris dengan cara melintang dan membujur. Pada saat
melakukan pengirisan secara melintang, daun atau bagian tumbuhan tersebut diiris secara
melintang, setipis mungkin. Sedangkan pada saat melakukan pengirisan secara membujur, bagian
tumbuhan tersebut diiris secara membujur, setipis mungkin. Hal ini dilakukan agar memperoleh
gambaran sel tumbuhan dengan jelas. Preparat yang telah disiapkan tersebut kemudian diletakkan
di atas kaca objek dan ditetesi dengan air. Hal ini dilakukan untuk memperjelas bagian atau elemen
yang terdapat pada jaringan tumbuhan tersebut. Selanjutnya preparat tersebut ditutup dengan
menggunakan kaca penutup. Ini dilakukan agar air yang telah diteteskan pada preparat tersebut
tidak membasahi lensa objektif.

Pada percobaan, yang dilakukan pengamatan adalah pada tumbuhan

Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh bahwa pada sel mati nerium oliander terdapat kristal
ca oksalat berbentuk bintang , sedangkan pada marantus hybridus adalah sel mati yang diperoleh
adalah kristal ca. Oksalat berbentuk pasir , pada bougenville juga diperoleh kristal ca. Oksalat
berbentuk raphid. Lalu pada citrus aurantifolia diperoleh kristal berbentuk prisma.
Pada plastida cabai , diperoleh butiran seperti pasir berbawarna merah, sedangkan pada
antosinin beridi glukoda yang memenuhi sel dan berwana ungu kemerahan, pada eucalipta alba
atau daun seledri dilihat angular kolenkim yang terlihata adalah sel yang mengambang atau
terapung seperti lumut dan ada yang berwarna bening , pada sel hidup digunakan rambut anter
reodiskular yang terlihat sel bergerak gerak karena ini adalah sel hidup. Sedangkan pada kloropas
plemele terlihat pada sel terdapat warna hijau, sedangkan trakhir diamati pada objek lakular
kolenkim juga terlihat sel terapung.

Pada praktikum kali ini, semua praktikan diwajibkan menggambar hasil praktikum yang
diperoleh dan memberi keterangan pada gambar yang di buat. Pengamatan pada sel mati dan sel
hidup pada tumbuhan dilakukan agar praktikan memahami perbedaan antara sel hidup dan sel mati
pada tumbuhan melalui preparat yang sudah disediaka dan diamati pada mikroskop.

3. KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan sebagai
berikut:

 Sel merupakan organisasi terkecil dari materi yang mengandung kehidupan.


 Bentuk sel bermacam-macam, ada yang berbentuk kristal ca. Oksalat seperti pasir,
bintang dan juga raphid dan prisma.
 Pada pengamatan sel kroplas terlihat jelas sel tersebut berwarna hijau sedangkan pada
cabe dan antosianin berwarna merah dan ungu memenuhi sel.
 Pada sel hidup tumbuhan objek yang di amati bergerak gerak.

Saran
Diharapkan bagi praktikan agar mengerjakan praktikum dengan teliti dan menggambar
detail setiap objek dan memahami materi dan juga diharapkan bagi asisten praktikum
dalam menjelaskan jangan terlalu cepat, supaya praktikan bisa betul-betul memahami
materi praktikum dan lancar dalam mengerjakan posttest.
DAFTAR PUSTAKA

Hart. 1972. The Federation of American Scienties for Experiment Biology Journal. Vol. 13, no. 9, p.

1007-24.

Kurniasari, Fita. 2011. Laporan Praktikum Biologi Dasar. Malang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Universitas Brawijaya.

Nelson, DL and Cox, MM. 2004.Molecular and Cellular Biology. 4 ed. New York: W. H. Freeman 1119.

Schultze. 1874. Seminar in Cell Biology. Vol. 6, no. 6, p. 357-365. Jakarta: Erlangga

Anda mungkin juga menyukai