Anda di halaman 1dari 5

Etika dan sikap profesinalisme sarjana

Setiap profesional perlu memiliki etika profesi dan etos kerja


dalam setiap melaksanakan kegiatan atau pekerjaan. Etos kerja
merupakan keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah
laku nagi seseorang, sekelompok orang, atau sebuah institusi.
Etika, etos kerja, dan sikap professional, merupakan suatu
rangkaian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain dalam
melaksanakan kegiatan di berbagai bidang.

Pengertian etika
Etika adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang
utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Pengertian sikap professionalisme


Attitude adalah kecenderungan individu untuk merespon
dengan cara yang khusus terhadap stimulus yang ada dalam
lingkungan sosial (Gerungan, 2004).
Professionalisme adalah tingkah laku, keahlian, atau kualitas
dan seseorang yang professional (Longman, 1987).

Visi dan misi


Sebagai contoh, visi suatu universitas yaitu: menjadi universitas
unggul dan terkemuka untuk menghasilkan tenaga professional
yang memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat dalam
persaingan global. Visi tersebut dilengkapi butir-butir misi,
yaitu:
1. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat
2. Menerapkan manajemen pendidikan tinggi yang efektif
dan efisien
3. Mengembangkan kompetensi dan
menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan

Budaya kerja
1. Disiplin, jujur, tanggung jawab
2. Kreatif
3. Ramah Lingkungan
4. Sadar nilai lokal

Mengenali potensi diri

Karir dan passion (hasrat)


a. Karir
Karir adalah sepenuhnya mengenai diri sendiri.
Perbedaan karir dan pekerjaan
Karir:
 Bagaimana mengenal keunikan diri dan mengetahui hal-
hal yang amat sangat diminati (your passion),
 Bagaimana menjalankan hidup bermakna (your purpose of
life),
 Bagaimana kita ingin diingat saat tiada nanti (your values),
Pekerjaan:
 Alat/instrument bagi perusahaan untuk mencapai
tujuan organisasi
 Sarana bagi individu untuk memenuhi kebutuhan
hidup dan berkarya
 Jalan untuk berkembang memperoleh pencapaian
pribadi (personal achievement)
b. Passion (hasrat)
Passion adalah segala hal yang kita sukai atau minati
sedemikian rupa sehingga tidak berpikir untuk tidak
melakukannya.
Langkah-langkah mencari passion kita:
1. Miliki keyakinan bahwa keunikan diri adalah
keistimewaan diri.
2. Passion dating dari hati yang tulus, sudah ada dalam
diri kita masing-masing.
3. Perluas wawasan.
4. Jangan nanggung.
1. Tipe kepribadian dalam pergaulan
a. Ekstrovert
b. Introvert
2. Tipe kepribadian dalam penyampaian informasi
a. Jujur
b. Pembohong
3. Tipe kepribadian terhadap pandangan orang lain
a. Bersahabat
b. Bermusuhan
4. Tipe kepribadian terhadap pengambilan keputusan
a. Pengambil resiko
b. Bermain aman
5. Tipe kepribadian terhadap pertanggungjawaban
a. Bertanggung jawab
b. Pengecut
6. Tipe kepribadian terhadap karir
a. Manajer/pemimpin
b. Staff
7. Tipe kepribadian terhadap pandangan masa depan
a. Optimis
b. Pesimis
8. Tipe kepribadian dalam kehidupan pribadi
a. Romantic
b. Prosmikuaitas

Tipe-tipe kecerdasan
1. Kecerdasan spatial (ruang)
Orang yang memiliki kecerdasan ruang lebih dominan, memiliki kemampuan visualisasi
lebih dominan. Contohnya: seniman, perancang.
2. Kecerdasan Linguistic (Bahasa)
Orang dengan kecerdasan Bahasa, kemampuan berbahasanya lebih dominan.
Contohnya: penulis, pengarang.
3. Kecerdasan Logical-Mathematical (Logika Matematik)
Orang dengan kecerdasan logika matematik lebih menyukai belajar melalui logika,
sebab akibat, angka-angka, abstraksi, berpikir kritis. Contohnya: pemrogam computer.
4. Kecerdasan Bodily-Kinesthetic (Jasmani)
Orang dengan kecerdasan jasmani pandai dalam bidang olah tubuh, seperti penari,
olahragawan, pemain teater.
5. Kecerdasan Musical (musik)
Orang dengan kecerdasan music pandai di bidang yang berkaitan dengan suara, irama,
nada, dan hal-hal yang memanfaatkan indera pendengaran, seperti pemusik, penyanyi,
pengarang lagu dan sebagainya.
6. Kecerdasan Interpersonal (Antar Pribadi)
Orang yang pandai bergaul dan berinteraksi dengan orang lain memiliki kecerdasan
interpersonal. Biasanya orang-orang seperti ini lebih cenderung memiliki empati yang
tinggi terhadap orang lain, dan lebih suka bekerja sama dengan orang lain.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal memiliki pemahaman terhadap diri
sendiri yang tinggi, mengenali keunikan diri, dapat memprediksi emosi diri. Contohnya:
Psikolog, ahli filsafat.
8. Kecerdasan Naturalistic
Orang yang memiliki kecerdasan naturalistic memiliki pemahaman tentang lingkungan
yang tinggi. Contohnya: petani, ahli berkebun.

TUJUAN HIDUP DAN MOTIVASI PENCAPAIAN PRESTASI

Tujuan merupakan pedoman dan arah bagi manusia untuk bekerja dan mengisi
kehidupannya..

Manfaat tujuan:
1. Mengetahui tujuan hidup
2. Mempunyai strategi dan program kegiatan untuk mencapai tujuannya
3. Mempunyai tekad kuat untuk mencapai tujuan

Menetapkan tujuan
Menyusun tujuan yang berkualitas perlu SMART. Clements (2006) menguraikan unsur-
unsur tujuan yang berkualitas yaitu:
1. Specific (khusus)
2. Measurable (terukur)
3. Achievable (dapat dicapai)
4. Realistic (realistis)
5. Relevant (relavan)
6. Time Framed (batas waktu)

Langkah mencapai tujuan

1. Merancang tujuan
2. Miliki informasi dan data sebanyak mungkin
3.