Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PROJEK

“Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan


Kewarganegaraan Di Kelas III SD Santo Antonius V Medan”

(Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan )

Disusun oleh:

1. Intan N Butarbutar
2. Jenni Oktaviani Pardosi
3. Lestar Br. Sinulingga
4. Mega Selvia Hutabarat
5. Pepriando Sitanggang

Kelas : E1 Reguler

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa Atas segala limpahan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah Projek ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam
memahami pembelajaran PKN.
Harapan kami, semoga makalah mini riset ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan, karena
pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu, kami harapkan kepada para
pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Medan, November 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………….


DAFTAR ISI …………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………
1.1 Latar Belakang Masalah …………………………………………………………..
1.2 Tujuan dan manfaat ....................................................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA ………………………………………………………….
2.1 Landasan Teori …………………………………………………………………….
2.2 Uraian Permasalahan ……………………………………………………………….
2.3 Subjek Penelitian …………………………………………………………………
2.4 Assesment Data ……………………………………………………………………
BAB III METODOLOGI PENELITIAN……………………………………………..
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ………………………………………………
4.1 Analisa pembahasan ……………………………………………………………….
4.2 Kekuatan Penelitian ………………………………………………………………..
BAB V PENUTUP ……………………………………………………………………...
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………..
5.2 Saran ………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………….

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Tantangan peningkatan mutu dalam berbagai aspek kehidupan merupakan halyang
tidak dapat ditawar lagi di era globalisasi dewasa ini. Oleh karena itu pengetahuan, pikiran
yang bertuju pada obyek dan seluruh potensi sumber daya yangdimiliki merupakan prasyarat
mutlak bagi setiap warga Negara Indonesia dalam persaingan di kancah global. Dalam rangka
pembangunan manusia Indonesiaseutuhya seperti dalam isi pembukaan UUD 1945,
pembangunan pendidikanmerupakan sarana dalam wahana penting dalam menentukan
pembinaan dan pembentukan sumber daya manusia (SDM).

Dalam bidang pendidikan harusmendapatkan perhatian, penanganan, dan prioritas


yang utama, baik oleh masyarakat, pemerintah, maupun pengelola penelitian, yaitu dengan
meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah baik di jenjang sekolah dasar maupun
menengah. Salah satumeningkatkan kualitas pendidikan di sekolah adalah dengan
meningkatkan kualitastenaga pendidik melalui: pelatihan, seminar, penataran guru, sertifikat
guru, penyedian dana penelitian, pengadaan sarana dan prasarana.

Pendidikan nasional di Indonesia pada dasarnya bertujuan membangun


danmengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang
memilikikemampuan, keterampilan, dan kreativitas yang optimal. Untuk
mewujudkan pencapaian tujuan pendidikan tersebut, pemerintah menerapkan standar
pendidikannasional yang tercantum dalam kurikulum. Sejauh ini, pemerintah telah
berusahauntuk meningkatkan standar pendidikan tersebut dengan menyempurnakan
kurikulum pendidikan, dari kurikulum berbasis kopetensi(KBK), menjadi Kurikulum
TingkatSatuan Pendidikan (KTSP). Standar kopetensi sebagai salah satu standar
pendidikanyang ditetapkan KTSP ternyata belum mampu dicapai secara optimal.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak seluruh kopetensi dasar yang


diterapkan dalamkurikulum satuan sekolah mampu dicapai secara tuntas oleh siswa.
Ketidaktuntasan pencapaian kopetensi dasar ini salah satunya terjadi pada mata pelajaran
PKn. Hal initercermin dari rendahnya pemahaman konsep dan aktivitas di dalam kelas
selanjutnya berujung pada rendahnya hasil belajar siswa.

Kegiatan belajar mengajar KTSP dirancang dengan mengikuti prinsip-prinsipkhas


yang edukatif, yaitu kegiatan yang berfokus pada aktivitas siswa dalammembangun makna
atau pemahaman pembelajaran harus berdasarkan pada hakekatorang yang belajar, hakikat
orang yang mengajar,dan hakikat belajar itu sendiri, serta bukan semata-mata berorientasi
pada hasil belajar berupa hafalan.

Pembelajaran padahakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan


lingkungannya,sehingga terjadi perubahan prilaku kearah yang baik, maka salah satu

3
tujuan pembelajaran yaitu agar siswa dapat menggunakan kongsep-kongsep yang ada
dalam pembelajaran PKn dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sihari-hari.

Tinggi rendahnya mutu pendidikan tidak hanya dilihat dari nilai siswa tetapi
jugamelalui proses pembelajaran untuk mendapatkan nilai tersebut, meliputi (1) situasiatau
kondisi pembelajaran, (2) bahan ajar, (3) strategi pembelajaran dan (4) hasil pembeljaran.
Keempat komponen tersebut, salah satu yang mempengruhi mut.

Senduperdana (2007) menyatakan bahwa terdapat empat komponen utama


dalam pembelajaran pendidikan adalah strategi pendidikan, karena yang ditekankan
dalam pembelajaran yaitu proses pengalaman belajar kemudian mentransformasi pengalaman
tersebut menjadi pengalaman yang luas . Penggunaan media gambar dalam pembelajaran
PKn merupakan wadah dalam penjelasan konsep-konsep materi pelajaran PKn.

Selaras dengan tujuan pemanfaatan media gambar yakni untuk menyederhanakan


kompleksitas materi, maka pembelajaran PKn dengan mediagambar akan membantu siswa
dalam memahami materi pelajaran. Mengacu padakelebihan media gambar maka dapat
dimungkinkan pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran PKn akan meningkatkan
pemahaman terhadap siswa. Media gambar bukan hanya menjadikan siswa tertarik akan
materi pelajaran yang dijelaskan guru, namun media gambar menjadi media pembelajaran
yang mampu mengatasi perbedaan pemahaman antar pribadi siswa dan menyederhanakan
kompleksitasmateri.

Materi dalam pembelajaran PKn yang komplek tersebut akantersederhanakan. Hal


tersebut akan menjadikan materi yang terdapat dalam pembelajaran PKn akan dimengerti,
lebih mudah dipahami dan setiap siswa akanmemiliki konsep yang sama terhadap suatu
materi yang diajarkan.Selebihnya penggunaan media gambar menjadikan proses
pembelajaran lebih bermakna sejalandengan pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan
menyenangkan.

Tingkat keefektifan pembelajaran disekolah salah satunya ditentukan dan dipengaruhi


olehkemampuan guru menerapkan dan mengelola proses pembelajaran. Guru harus mampu
menyajikan apa yang diajarkan secara nyata agar mudah dipahami olehsiswanya. Dengan
tingkat perkembangan usia siswa yang selalu bertambah dantumbuh berkembang maka
dibutuhkan media pembelajaran yang tepat.

1.2 Tujuan dan manfaat


Sesuai dengan permasalahan dan fokus studi, peneliti merumuskan tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pelajaran PKN dengan
menggunakan Media Gambar pada siswa kelas III SD Santo Antonius V Medan.

4
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Menurut Sudjana (200:12) tentang bagaimana siswa belajar melalui
gambar gambar adalah sebagai berikut :a) Ilustrasi gambar merupakan perangkat pengajaran
yang dapat menarik minat belajar siswa secara efektif. b) Ilustrasi gambar merupakan
perangkat tingkat abstrak yang dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu,
melalui penafsiran kata- kata.c) Ilustrasi gambar membantu para siswa membaca buku
pelajaran terutama dalammenafsirkan dan mengingat-ingat isi materi teks yang
menyertainya.d) Dalam booklet, pada umumnya anak-anak lebih menyukai setengah atau
satuhalaman penuh bergambar, disertai beberapa petunjuk yang jelas. e) Ilustrasi gambar
isinya harus dikaitkan dengan kehidupan nyata, agar minat parasiswa menjadi efektif.f)
Ilustrasi gambar isinya hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan
dengan gerakan mata pengamat, dan bagian-bagian yang paling penting dari ilustrasi itu
harus dipusatkan dibagian sebelah kiri atas media gambar.

Menurut Dra. Harti Kartini, M. Pd metode dan evaluasi Pendidikan Kewarganegaraan


(PKn).Pengintegrasian tersebut Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
(PKn),guru harus memiliki kemampuan kepribadian, profesional dan sosial, yakni
memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang diharapkan mampu
mengintegrasikan secara utuh hubungan antara tujuan pendidikan sesuai dengan tingkat
perkembangan psikologi serta keberhasilan belajar dan sosial siswa.

Dalam pengajaran guru membutuhkan media yang tepat guna mempermudahsiswa


untuk memahami materi-materi yang ada dalam tiap mata pelajaran tersebut.Untuk itu media
gambar merupakan salah satu media pembelajaran yang dapatmembantu kesulitan dan
permasalahan pada mata pelajaran PKn ini. Maka fenomena diataslah yang menjadi dasar
penulisan makalah yang berjudul ”Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Pada Mata PKn. Dengandemikian media gambar merupakan salah
satu teknik media pembelajaran yangefektif karena mengkombinasikan fakta dan gagasan
secara jelas, kuat dan terpadu melalui pengungkapan kata-kata dan gambar.

2.2 Uraian Permasalahan


Di SD Santo Antonius V Medan khususnya pada kelas III umumnya pembelajaran
PKN kurang disukai siswa, sehingga kelihatan siswa tidak bersemangat dalam belajar.

5
Berdasarkan identifikasi yang direnungkan oleh penulis, masalah-masalah yang dirasakan
dalam pembelajaran PKN tersebut adalah: (1) pembelajaran yang terlalu abstrak; (2)
kurangnya siswa memiliki buku pelajaran dan kurang menariknya pembelajaran; (3)
kurangnya siswa mengulang-ulang pelajaran di rumah; (4) metode pembelajaran yang hanya
mengandalkan ceramah saja: dan (5) kurangnya penggunaan media belajar sehingga
pembelajaran kurang menarik bagi siswa.

2.3 Subjek Penelitian


Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Santo Antonius V Medan berjumlah 20 orang.

2.4 Assesment Data

Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan


berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya
mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk
penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-
gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu
besar. Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung
kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti
berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis.

6
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) berdasarkan model spiral
yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto. Dalam penelitian tindakan kelas peneliti
sebagai subjek dan siswa sebagai objek yang diteliti. Observasi merupakan salah satu teknik
evaluasi nontes yang biasa dilakukan kapan saja. Obsevasi adalah teknik atau cara untuk
mengamati suatu keadaan atau suatu kegiatan (penilaian proses/penialaian autentik).
Data kuantitatif diperoleh dengan cara menghitung nilai siswa secara keseluruhan dan
merekap nilai tes. Kemudian menghitung rata-rata nilai yang diperoleh.Data kualitatif
diperoleh dari mendeskripsikan dan mengelompokkan data yang diperoleh dari pengamatan
dan wawancara.
Tempat dan Waktu Kegiatan
Tempat : SD Antonius V
Waktu : Senin, 5 November 2018
Kelas, Materi
Kelas : Kelas III Sekolah Dasar
Materi : Sumpah Pemuda

Peran Media dalam Pembelajaran


Dengan adanya media pembelajaran maka tradisi lisan dan tulisan dalam proses pembelajaran
dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran. Dengan tersedianya media
pembelajaran, guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan berbagai macam
metode pengajaran dan menciptakan iklim emosional yang sehat diantara peserta didik.
Bahkan media pembelajaran ini dapat membantu guru membawa dunia luar ke dalam kelas..

Media dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran baik secara klasikal maupun
individual. Dalam pembelajaran klasikal, media menjadi bagian integral dari proses
pembelajaran itu sendiri. Melalui penggunaan media, siswa dapat terlibat langsung dengan
materi yang sedang dipelajari. Misalnya, penggunaan media realia atau benda nyata akan
memberikan pengalaman belajar (learning experiences) yang sesungguhnya kepada siswa.
Siswa dapat menyentuh dan mengobservasi benda tersebut dan memperoleh informasi yang
diperlukan.

7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa pembahasan


Penggunaan media gambar dalam pembelajaran PKN merupakan wadah dalam
penjelasan konsep-konsep materi pelajaran PKN. Selaras dengan tujuan pemanfaatan media
gambar yakni untuk menyederhanakan kompleksitas materi, maka pembelajaran PKN dengan
media gambar akan membantusiswa dalam memahami materi pelajaran. Mengacu pada
kelebihan media gambar maka dapat dimungkinkan pemanfaatan media gambar dalam
pembelajaran PKN akan meningkatkan pemahaman terhadap siswa.

Media gambar bukan hanya menjadikan siswa tertarik akan materi pelajaran yang
dijelaskan guru, namun media gambar menjadi media pembelajaran yang mampu mengatasi
perbedaan pemahaman antar pribadi siswa dan menyederhanakan kompleksitas materi.
Materi dalam pembelajaran PKN yang komplek tersebut akan tersederhanakan. Hal tersebut
akan menjadikan materi yang terdapat dalam pembelajaran PKN akan dimengerti, lebih
mudahdipahami dan setiap siswa akan memiliki konsep yang sama terhadap suatu materiyang
diajarkan.

Penerapan model media gambar dalam pembelajaran PKN untuk meningkatkan


motifasi belajar, aktivitas dan hasil belajar siswa. Dapat memudahkan pemahaman terhadap
materi, dan mudah untuk di ingat. Keefektifan media gambar dalam pembelajaran ini
pengajaran sebagai upayaterencana dalam membina pengetahuan sikap dan keterampilan para
siswa melalui interaksi siswa dengan lingkungan belajar yang diatur guru pada hakikatnya
mempelajari lambang-lambang verbal dan visual, agar diperoleh makna yangterkandung
didalamnya. Lambang-lambang tersebut dicerna, disimak oleh para siswa sebagai penerima
pesan yang disampaikan guru.

4.2 Kekuatan Penelitian


Kekuatan pada penelitian ini terlihat pada tingkatnya antusias siswa dalam pembelajaran
PKN setelah menggunakan media gambar. Siswa lebih bersemangat, lebih aktif dan mudah
memahami materi. Guru pun terbantu dengan adanya media ini sehingga mudah menjelaskan
materi.

8
Alat dan Bahan
Bahan:
 Steroform
 Guting
 Kertas origami
 Penggaris
 Lem
 Gambar media sumpah
pemuda

Cara Membuat
1. Sediakan semua alat dan bahan.
2. Potonglah gambar sumpah
pemuda dan tempelkan ke
Steroform.
3. Setelah itu tuliskan keterangan
disetiap gambar
4. Berikan hiasan pada streoform
agar lebih menarik.

Cara Menggunakan
Cara menggunakan Media gambar
ini pada materi Sumpah Pemuda
yaitu dengan menunjukan gambar
ini pada saat proses pembelajaran
Kewarganegaraan sedang
berlangsung. Dengan tujuan agar
peserta didik lebih mudah
memahami materi pelajaran,
karena sudah didukung dengan
adanya benda konkret.

9
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dengan menggunakan media gambar ini anak lebih bersemanagat dalam mengikuti
pembelajaran PKN. Selain itu siswa lebih aktif dan mudah memahami materi yang di
sampaikan oleg guru. Media gambar ini sangat membantu anak didik. Guru lebih mudah
dalam menyampaikan, pengetahuan lebih mudah diperoleh siswa, dan hasil belajar
meningkat.

5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang perlu disampaikan adalah:
1. Kepala guru SD agar mengguanakan media gambar sebagai alternatif meningkatan
hasil belajar siswa di SD Santo Antonius V Medan.
2. Pihak peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian penerapan media gambar
pada materi dalam mata pelajaran PKn.

2
DAFTAR PUSTAKA

Alfrida (2013). Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Media
Gambar. Sarjana pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan.

LAMPIRAN

3
4
5

Anda mungkin juga menyukai