Anda di halaman 1dari 2

NOTULEN

Hari : Kamis
Tanggal : 03 Desember 2
Jam : 10.00 s/d 12.30 WIB
Tempat : Aula
Hadir : 30 orang
Acara : Penyuluhan DBD Kelompok Ibu-Ibu Dasa Wisma.

Jalannya Pertemuan:
1. Pembukaan
Acara penyuluhan dibuka dengan doa bersama dipimpin oleh pembawa acara
2. Sambutan
Sambutan Kepala Dusun ibu Dukuh mengucapkan selamat datang kepada ibu-ibu yang
berkenan dalam acara. Adapun diadakannya penyuluhan kesehatan tentang DBD pada
kesempatan siang hari ini di karenakan sebentar lagi akan memasuki musim penghujan
dimana biasanya kasus-kasus DBD meningkat dan agar ibu-ibu waspada sehingga dapat
terhindar dari penyakit tersesbut.

3. Penyampaian Materi oleh Bpa. Pengertian Demam Berdarah Dengue


Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue dan disebarkan oleh nyamuk yaitu nyamuk Aedes aegypti betina.

b. Penyebab Demam Berdarah Dengue


Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue

c. Gejala
Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan:
1) Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38*C – 40*C).
2) Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual-mual,
muntah, sakit perut, diare, kejang, dan sakit kepala.
3) Pendarahan pada hidung dan gusi.
4) Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat
pecahnya pembuluh darah.

d. Penularan
Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang pada
sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah
lain.

e. Pencegahan Demam Berdarah Dengue


1). Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat
perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain
rumah.PSN dapat dilakukan dengan:
 Menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya
seminggu sekali,.
 Menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum, dan tempat air lain
dengan tujuan agar nyamuk tidak dapat bertelur pada tempat-tempat tersebut.
 Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung setidaknya seminggu
sekali.
 Membersihkan pekarangan dan halaman rumah dari barang-barang bekas terutama
yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk, seperti sampah
kaleng, botol pecah, dan ember plastik.
 Munutup lubang-lubang pada pohon terutama pohon bambu dengan menggunakan
tanah.
 Membersihkan air yang tergenang di atap rumah serta membersihkan salurannya
kembali jika salurannya tersumbat oleh sampah-sampah dari daun.

2). Biologis
Pengendalian secara biologis adalah pengandalian perkambangan nyamuk dan
jentiknya dengan menggunakan hewan atau tumbuhan. seperti memelihara ikan
cupang pada kolam

3). Kimiawi
Pengendalian secara kimiawi merupakan cara pengandalian serta pembasmian nyamuk
serta jentiknya dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Cara pengendalian ini antara
lain dengan:
 Pengasapan/fogging dengan menggunakan malathion dan fenthion.
 Memberikan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air seperti gentong air,
vas bunga, kolam dan lain-lain.

4. Diskusi
Diadakan diskusi/tanya jawab untuk memperjelas materi yang telah disampaikan.
5. Penutup
Acara ditutup pada pukul 12.30 WIB dipimpin oleh pembawa acara

Nutulis