Anda di halaman 1dari 18

1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA N 1 Lahusa


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semestr : XI / Genap
Tahun Pelajaran : 2018 / 2019
MateriPokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 8 Jam pelajaran x 45 Menit

A. Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran
tidak langsung (indirect teaching ) pada pembelajaran kompetensi pengetahuan dan
kompetensi keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan dan budaya sekolah dengan
memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
KI 3 :Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Indikator

Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Keterampilan


Pengetahuan
3.11.Menganalisis 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa
kesetimbangan ion berbagai larutan garam.
dalam larutan garam dan
menghubungkan pH-nya
IPK Pengetahuan IPK Keterampilan
2

Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Keterampilan


Pengetahuan
3.11.1 Mengidentifikasi jenis 4.11.1 Merancang dan melakukan percobaan sifat asam
larutan garam basa berbagai larutan garam dan melaporkan
3.11.2 Membedakan jenis garam hasilnya.
yang terhidrolisis dalam 4.11.2 Melakukan percobaan tentang sifat asam – basa
air. berbagai larutan garam
3.11.3 Menuliskan reaksi
hidrolisis suatu larutan
garam.
3.11.4 Menganalisis
kesetimbangan ion dalam
larutan garam.
3.11.5 Menjelaskan sifat garam
berdasarkan kekuatannya
yang terhidrolisis dalam
air.
3.11.6 Menghitung pH larutan
garam yang terhidrolisis
dalam air.

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggali informasi dari


berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana tentang sifat asam – basa berbagai
larutan garam dan mengolah informasi, diharapkan siswa terlibat aktif selama
proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam
melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik serta dapat menganalisis
kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menghubungkan pHnya.

D. MateriPembelajaran
Hidrolisis Larutan Garam
FAKTA
 Adanya garam-garam yang bersifat asam contohnya Suplemen rambut
 Adanya garam-garam yang bersifat basa contohnya Soda Kue (NaHCO3), Obat
Maag ( Mg(CO3)2
 Adanya garam-garam yang bersifat netral contohnya garam dapur ( NaCl)

KONSEP
 Hidrolisis garam adalah peristiwa penguraian air oleh ion-ion garam.
 Garam yang dapat mengalami hidrolisis adalah garam yang berasal dari asam
kuat-basa lemah, asam lemah-basa kuat, dan asam lemah-basa lemah.
 Garam dari asam kuat-basa lemah dan asam lemah-basa kuat mengalami
hidrolisis sebagian sementara garam dari asam lemah-basa lemah mengalami
hidrolisis total
 Contoh reaksi hidrolisis garam CH3COONa
CH3COO- + H2O ⇌ CH3COOH + OH-
3

PRINSIP
1. Pengertian hidrolisis garam
Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti
penguraian. Hidrolisis adalah reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-
ion garam dengan air. Garam adalah senyawa elektrolit yang dihasilkan dari
reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai elektrolit, garam akan
terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion. Kation yang
dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki
oleh garam adalah anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah
yang nantinya akan menentukan sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.
Reaksi hidrolisis merupakan reaksi—–kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian
kecil dari garam itu mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH
larutan.
2. Jenis garam
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak
akan bereaksi dengan air karena ion-ion yang dilepaskan akan segera terionisasi
kembali secara sempurna. Contoh: NaCl,
Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl– menurut
reaksi berikut:
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl– (aq)
Pelarutan garam ini sama sekali tidak akan mengubah jumlah [H+] dan [OH–]
dalam air, sehingga larutannya bersifat netral (pH=7). Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak
mengalami hidrolisis dalam air.

b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah


Garam jenis ini jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal
dari basa lemah. Kation tersebut akan bereaksi dengan air dan mengasilkan ion
H+.
Contoh:
NH4Cl (aq)  NH4+ (aq) + Cl– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:
NH4+ (aq) + H2O (l) ⇌ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Adanya ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan
konsentrasi ion H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH–,
sehingga larutan akan bersifat asam (pH < 7). Dengan demikian, garam yang
berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di
dalam air dan larutannya bersifat asam.

c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat jika dilarutkan dalam air
akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi
dengan air inilah menghasilkan ion OH–.
Contoh:
CH3COONa (aq)  CH3COO– (aq) + Na+ (aq)
Ion CH3COO– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:
CH3COO– (aq) + H2O (l) ⇌ CH3COOH (aq) + OH– (aq)
4

Adanya ion OH- mengakibatkan konsentrasi ion OH- lebih banyak daripada ion
H+ sehingga larutan bersifat basa (pH > 7). Jadi, garam yang berasal dari asam
kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan
larutannya bersifat basa.
d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah jika dilarutkan ke dalam air
akan terionisasi, dan kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air.
Contoh: NH4CN
NH4CN (aq)  NH4+ (aq) + CN– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
NH4+ (aq) + H2O (l) ⇌ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Ion CN– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
CN– (aq) + H2O (l) ⇌ HCN (aq) + OH– (aq)
Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H+ dan ion OH-, maka
sifat larutannya ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi
tersebut. Hidrolisis pada garam ini disebut dengan hidrolisi total karena kedua
ion garam mengalami reaksi hidrolisis. Sifat larutan ditentukan oleh harga Ka
dan Kb. Jika Ka > Kb, maka larutan bersifat asam, jika Ka < Kb, maka larutan
bersifat basa.

Tetapan kesetimbangan dan reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan


dinyatakan dengan lambang Kh.
1. Garam dari asam kuat dan basa kuat
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami
hidrolisis, sehingga larutannya bersifat netral (pH = 7 ).
2. Garam dari basa kuat dan asam lemah
Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis
parsial, yaitu hidrolisis anion.

atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Ka = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam
3. Garam dari asam kuat dan basa lemah
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami
hidrolisis sebagian karena salah satu komponen garam (kation basa lemah)
mengalami hidrolisis menghasilkan ion H+ maka pH < 7 sehingga larutan
garam bersifat asam.
5

Rumus:

Atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Kb = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam
4. Garam dari asam lemah dan basa lemah
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air mengalami
hidrolisis total. Karena kedua komponen garam (anion asam lemah dan
kation basa lemah) terhidrolisis menghasilkan ion H+ dan ion OH– sehingga
harga pH larutan ini tergantung harga Ka dan Kb.
Rumus:

Berdasarkan rumus di atas maka harga pH larutan garam yang berasal dari
asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam
dalam larutan, tetapi tergantung pada harga Ka dan Kb dari asam dan basa
pembentuknya.
􀁸 Jika Ka = Kb maka larutan akan bersifat netral (pH = 7)
􀁸 Jika Ka > Kb maka larutan akan bersifat asam (pH < 7)
􀁸 Jika Ka <Kb maka larutan akan bersifat basa (pH > 7)

PROSEDUR
A. Percobaan
1. Tujuan
Mengidentifikasi sifat (asam/basa atau netral ) beberapa larutan garam.
2. Alat dan bahan
a. Alat
 Sendok
 Gelas kimia / aqua gelas
b. Bahan
 H2O
 Indikator ektra jambu air
 Garam dapur (NaCl)
 Soda Kue (NaHCO3 )
6

 Suplemen rambut
3. Cara kerja
a. Disediakan 3 buah gelas kimia / aqua gelas
b. Pada gelas pertama masukan 1 sendok garam, larutkan dengan
air,tambahkan indikator ektra jambu air secukupnya
c. Pada gelas ke dua masukan soda kue secukupnya, larutkan dengan
air, tambahkan indikator ektra jambu air.
d. Pada gelas ke 3 masukan suplemen rambut secukupnya, tambahkan
air secukupnya dan tambahkan indikator ektra jambu air secukupnya.
e. Amati perubahan warna yang terjadi dan catatlah hasilnya.
4. Pengamatan
Salin dan lengkapilah tabel pengamatan berikut ini sesuai dengan hasil
pengamatan kelompok anda.

Larutan garam Perubahan warna indicator Sifat larutan


ektra jambu air
Garam dapur
(NaCl)
Soda Kue
(NaHCO3 )
Suplemen rambut
5. Pertanyaan
Untuk menjawab pertanyaan berikut ,lakukan diskusi dengan kelompok anda.
a. Tuliskan larutan yang mempunyai sifat di bawah ini!
1. Netral 2. Asam 3.basa
b. Tuliskan rumus basa dan asam pembentuk garam-garam tersebut dan
golongkan berdasarkan asam kuat dan basa kuat

E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : saintifik
Metode : eksperimen, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan
Model : Discovery Learning

F. Media Pembelajaran
Media/Alat : Papan Tulis/White Board, Video pembelajaran, slide
pembelajaran,gelas kimia.
Bahan : Indikator alami ektra jambu air, garam dapur (NaCl), soda kue (
NaHCO3), suplemen rambut
G. SumberBelajar
1. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga,
Tahun 2013.
2. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, A.Haris Watoni, Yrama Widya, Tahun
2016
7

3. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


4. https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Asam-Basa-
dan-Garam-2009/konten3.html
5. https://www.youtube.com/watch?v=HwKjbhPyOfI
6. https://www.youtube.com/watch?v=xktfZmClVTc
7.

H. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
Guru : menit
Orientasi
 Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan cara berdoa, melakukan absensi, mengontrol
kelengkapan pembelajaran dan mengatur posisi tempat duduk peserta didik
agar rapi
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan
memperlihatkan garam dapur, obat maag, soda kue dan menanyakan
apakah garam tersebut bersifat asam, basa atau netral.
 Guru menyampaikan manfaat mempelajari hidrolisis garam

Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan
sebelumnya, yaitu : garam yang bersift asam,basa dan netral
 Mengingatkan peserta didik dengan materi pembelajaran sebelumnya
tentang pengertian asam, basa, dan garam.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang
akan dilakukan
Masih ingatkah kalian, garam yang bersifat asam,basa dan netral
Apakah yang kalian ketahui tentang garam

Motivasi
 Mengantarkan peserta didik ke dalam suatu permasalahan dan tugas terkait
materi yang akan dipelajari dengan memberikan pertanyaan.
 Memotivasi peserta didik bahwa materi ini akan dapat membantu peserta
didik untuk menjelaskan sifat-sifat garam dalam berbagai produk yang
mengandung garam dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian Acuan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu setelah mengikuti pembelajaran
ini, peserta didik diharapkan dapat menjelaskan pengertian hidrolisis
garam, membuktikan sifat garam, menganalisis jenis garam dan
menuliskan persamaan reaksi hidrolisis garam.
 Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu jenis-jnis garam
yang mengalami hidrolisis dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
yaitu melakukan percobaan, diskusi, tanya-jawab, presentasi, postest dan
8

penugasan.
Membentuk kelompok menjadi 4−5 orang (heterogen
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran

Pertemuan kedua
Kegiatan Inti 70
Sintak Menit
Model KegiatanPembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberimotivasi atau rangsangan untuk
(stimullasi/ memusatkan perhatian pada topik sifat larutan garam yang
pemberian terhidrolisis dengancara :
rangsangan)  Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto tentang

“Apa yang kalian pikir


kantentangfoto/gambartersebut?”
 Mengamati
 Rancangan percobaan untuk sifat larutan garam
yang terhidrolisis
 lembarkerja
 pemberian contoh-contoh materi untuk dapat
dikembangkan pesertadidik, dari media interaktif,
dsb
 Masing-masing kelompok diberikan larutan garam yang
akan ditentukan sifatnya melalui percobaan.
 Peserta didik mendengarkan penjelasan pelajaran secara
garis besar
 Setiap kelompok dibagikan LKPD tentang cara
9

menentukan sifat larutan garam


 Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang
eksperimen yang akan dilakukan dan cara pengisian LKPD
(PPK: rasa ingin tahu) .

Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk


statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang
(pertanyaan/ berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab
identifikasi melalui kegiatan belajar, contohnya :
masalah)
 Siswa melakukan Tanya jawab sehubungan dengan
masalah dari demonstrasi dan hasil kajian yang telah
diamati, agar dapat membahas tugas yang ada di dalam
LKPD

Data Pesertadidik mengumpulkan informasi yang relevan untuk


collection menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui
(pengumpulan kegiatan:
data)  Melakukan percobaan sifat larutan garam yang
terhidrolisis
 Peserta didik secara berkelompok menganalisis data
hasil percobaan dan membaca buku untuk menjawab
pertanyaan yang tersedia dalam LKPD.
(Mengidentifikasi, membuat informasi dan membuat
keterkaitan)
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD
(mengkomunikasi)
 Peserta didik mengolah informasi yang sudah
dikumpulkan dan guru memantau jalannya diskusi
dan membimbing peserta didik dalam menyelesaikan
LKPD nya. Critical Thinking, HOTS, dan literasi
(identifikasi informasi, konfirmasi dan merevisi)
 Masing-masing kelompok menuliskan hasil kerja
kelompoknya pada kertas karton yang telah disediakan
guru

 Aktivitas
 mencatat data hasil percobaan sifat larutan garam yang
terhidrolisis
 menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum
dapat dipahami dari kegiata nmengmati dan membaca
yang akan diajukan kepada guru

 Membaca sumber lain selain buku teks,


mencari dan membaca materi hidrolisi garam dari
berba gai referensi dari berbagai sumber guna
menambah pengetahuan dan pemahaman tentang
10

materi yang sedangdipelajari


 Wawancara/tanyajawabdengannarasumber
Mengajukan pertanyaan yang tekah disusun dalam
daftar pertanyaan kepada guru
 Mendiskusikan
Peserta adidik dan guru -sama membahas contoh
dalam buku paket mengenai membedakan sifat larutan
garam yang terhidrolisis
 Mengumpulkaninformasi
Mencatat semua informasi yang telah diperoleh pada
buku catatan dengan tulisan yang rapi dan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
 Mempresentasikanulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan sifat larutan garam yang
terhidrolisis
 Saling tukar informasi tentang
membedakan sifat larutan garam yang terhidrolisis
oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga
diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat
dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian,
dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat
pada buku pegangan pesertadidik atau pada lembar
kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar
sepanjanghayat.
Data
processing
(pengolahan  Peserta didik secara berkelompok menganalisis data
Data) hasil percobaan dan membaca buku untuk menjawab
pertanyaan yang tersedia dalam LKPD.
(Mengidentifikasi, membuat informasi dan membuat
keterkaitan)
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD
(mengkomunikasi)
 Peserta didik mengolah informasi yang sudah
dikumpulkan dan guru memantau jalannya diskusi
dan membimbing peserta didik dalam menyelesaikan
LKPD nya. Critical Thinking, HOTS, dan literasi
(identifikasi informasi, konfirmasi dan merevisi)
 Masing-masing kelompok menuliskan hasil kerja
kelompoknya pada kertas karton yang telah disediakan
guru
11

 Berdiskusi tentang data :membedakan sifat larutan garam


yang terhidrolisis yang sudah dikumpulkan / terangkum
dalam kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasiang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya maupun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan
informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.

Verification  Peserta didik yang dipanggil nomornya oleh guru pada


(pembuktian) masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
kerja kelompoknya.
 Anggota kelompok lain memperhatikan hasil
pemaparan kelompok yang mempresentasikan hasil
kerjanya dan membandingkan dengan hasil kerja
kelompoknya.
 Anggota kelompok lain yang nomornya dipanggil oleh
guru diminta untuk memberikan tanggapan dan
pertanyaan terhadap hasil pemaparan kelompok.
 Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan
kelompok) dalam kelas saat berdiskusi,
merancang/melakukan penyelidikan sederhana
maupun presentasi berlangsung
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik  Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil
kesimpulan) pengembangan materi dari kelompok untuk menjadi
kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Peserta didik mendapat tambahan informasi dari guru
sebagai penguatan atas kesimpulannya.

CATATAN :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
kecintaan kepada sesama manusia, bersahaja, disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu,
peduli lingkungan, tanah air, dan bangsa Indonesia, serta kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya
dan orang lain.
(Karakter Kepramukaan, Kebangsaan, dan Kewirausahaan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
 Mendapat bimbingan dari guru untuk menyimpulkan tentang penentuan
jenis garam yang mengalami hidrolisis.
 Melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan dari guru berkaitan
dengan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis.
 Diberi tugas kelompok untuk membuat laporan percobaan penentuan
jenis garam yang mengalami hidrolisis.
 Mendengarkan penjelasan dari guru tentang rencana pembelajaran
12

selanjutnya: menghitung pH larutan garam.

Guru :

 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan


kerjasama yang baik
 Menjelaskan tentang rencana pembelajaran selanjutnya: menghitung pH
larutan

2. Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15
Guru : menit
Orientasi
 Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan cara berdoa, melakukan absensi, mengontrol kelengkapan
pembelajaran dan mengatur posisi tempat duduk peserta didik agar rapi.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu :
asam, basa, dan garam.
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Masih ingatkah kalian, apa yang dimaksud dengan asam dan basa?
Bagaimana teori asam-basa menurut Bronsted Lowry?
Apakah yang kalian ketahui tentang garam?
Topik : Asam dan Basa
Motivasi
 Mengantarkan peserta didik ke dalam suatu permasalahan dan tugas terkait
materi yang akan dipelajari dengan memberikan pertanyaan.
Mengapa pada kolam renang yang bersifat asam, perlu ditambahkan garam
NaHCO3?
 Memotivasi peserta didik bahwa materi ini akan dapat membantu peserta didik
untuk menjelaskan sifat-sifat garam dalam berbagai produk yang mengandung
garam dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberian Acuan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu setelah mengikuti pembelajaran ini,
peserta didik diharapkan dapat menjelaskan pengertian hidrolisis garam, jenis –
jenis garam dan menentukan pH larutan garam
 Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu pengertian hidrolisis
garam, jenis-jenis garam yang mengalami hidrolisis dan menentukan pH
larutan garam
 dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yaitu diskusi, tanya-jawab,
presentasi, postest dan penugasan.
 Membentuk kelompok menjadi 4−5 orang (heterogen).
13

Kegiatan Inti 150


Sintak menit
Model KegiatanPembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk
(stimullasi/ memusatkan perhatian pada Pengertian hidrolisis garam,jenis –
pemberian jenis garam dan penentuan pH larutan garam dengan cara :
rangsangan) Melihat (tanpa atau dengan alat)
 Menayangkan gambar/foto tentang beberapa zat asam,basa
dan garam .
 Peserta didik mengamati slide presentasi tentang Hidrolisis
Garam

“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar tersebut?”

Mengamati
 Pemberian contoh-contoh materi untuk dapat dikembangkan
peserta didik, dari media interaktif, dsb
 Membagikan Lembar Kerja Peserta Didik.

Membaca
(dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung)
Materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari
internet/materi yang berhubungan dengan Hidrolisis Garam

Mendengar
Pemberian materi oleh guru.

Menyimak,
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai : Hidrolisis garam untuk
melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk


statemen mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan
(pertanyaan/ dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui
identifikasi kegiatan belajar, contohnya :
masalah)  Mengajukan pertanyaan tentang : Yang manakah dari
14

gambar di atas yang bersifat asam, basa dan garam? yang


tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan factual sampai kepertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa
ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas
dan belajar sepanjang hayat. Misalnya : Mengapa larutan
garam dari asam kuat – basa kuat bersifat netral?

Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk


collection menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui
(pengumpulan kegiatan:
data)  Memperagakan
Menuliskan reaksi hidrolisis garam dari asam kuat – basa
lemah.
 Mengamati obyek/kejadian,
 mengamati reaksi hidrolisis garam
 mengamati dengan seksama materi yang yang sedang
dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi
yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya
 Membaca sumber lain selain buku teks,
mencari dan membaca materi Hidrolisis Garam
berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah
pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang sedang
dipelajari.
 Aktivitas
 Menjelaskan reaksi hidrolisis garam dan mengelompokan
larutan garam ke dalam larutan yang bersifat asam,basa
dan netral,serta perhitungan pH larutan garam.
 menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat
dipahami dari kegiatan mengamati dan membaca yang
akan diajukan kepada guru
 Wawancara/tanyajawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan yang telah disusun dalam daftar
pertanyaan kepada guru
 Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas
contoh dalam buku paket mengenai reaksi hidrolisis garam
dan perhitungan pH larutan garam
 Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi yang telah diperoleh pada buku
catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar
 Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan reaksi hidrolisis garam dan perhitungan
pH larutan garam dengan memperesentasikan kembali.
15

 Saling tukar informasi tentang : reaksi hidrolisis garam


dan perhitungan pH larutan garam dengan ditanggapi aktif
oleh pesertadidik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh
sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai
bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan
cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang
hayat.

Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data


processing hasil pengamatan dengan cara :
(pengolahan  Berdiskusi tentang data : reaksi hidrolisis garam dan
Data) perhitungan pH larutan garam yang sudah dikumpulkan /
terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi
yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-
pertanyaan pada lembar kerja.
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai reaksi
hidrolisis garam dan perhitungan pH larutan garam
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan
(pembuktian) memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau
teori pada buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda
sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras,
kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan :sifat
larutan garam,dan pH larutan garam antara lain tentang
:
 Jika larutan garam yang terbentuk dari asam kuat –
basa lemah maka garamnya bersifat asam
 Jika larutan garam yang terbentuk dari asam lemah –
basa kuat maka garamnya bersifat basa
 Jika larutan garam yang terbentuk dari asam lemah –
basa lemah maka sifat larutan ditentukan oleh harga
Ka dan Kb. Jika Ka > Kb, maka larutan bersifat asam,
jika Ka < Kb, maka larutan bersifat basa.
 Jika larutan garam yang terbentuk dari asam kuat–
basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air, maka
16

garamnya bersifat netral


 Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan
oleh peserta didik.

Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan


(menarik  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan
kesimpulan) berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media
lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
tentang sifat dan reaksi hidrolisis larutan garam dan
menghitung pH larutan garam.
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik
lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkantentang point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang sifat dan
reaksi hidrolisis larutan garam dan menghitung pH larutan
garam.
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru
melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang telah
disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan
siswa terhadap materi pelajaran.

CATATAN :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
kecintaan kepada sesama manusia, bersahaja, disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu,
peduli lingkungan, tanah air, dan bangsa Indonesia, serta kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya
dan orang lain.
(Karakter Kepramukaan, Kebangsaan, dan Kewirausahaan)

Kegiatan Penutup 15
Peserta didik : menit
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
17

 Mengagendakan pekerjaan rumah.


 Mengagendakan projek yang harus mempelajarai pada pertemuan
berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik
yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi
nomor urut peringkat, untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik

I. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : TesTertulis, penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik, Portofolio

2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir)


No Waktu Nama Kejadia/ Butir POS/NEG Tindak
Perilaku Sikap Lanjut
1.
2.
3.
4.

4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya
belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching
(klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes
remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam
bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.

5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n( ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan
materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan
- Siswa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
18

Medan, 13 Maret 2019


Mengetahui
Kepala SMAN 1 Lahusa Guru Mata Pelajaran

HUWUNI BAENE, S.Pd TITI DEWI JAYATI TELAUMBANUA,S.Pd


NIP. 196804082000121002 NIP. 198604202009041002