Anda di halaman 1dari 28

PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA

KELAS XI
KD 3.11 HIDROLISIS GARAM

Oleh

Nama Peserta : Syamsinar


Nomor Peserta : 17060218710024
NUPTK : 0533760662300123

SMA NEGERI 1 BLANGPEGAYON


KABUPATEN GAYO LUES
PROVINSI ACEH
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 1 BLANGPEGAYON


Mata pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/ 2
Materi Pokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial : Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta
didik.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural padabidang kajianyang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektifdan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAM


3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam
larutan garam dan menghubungkanpH- basa berbagai larutan garam
nya
IPK pengetahuan IPK Keterampilan
3.11.1 Menjelaskan Pengertian Hidrolisis
KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAM
3.11.2 Mendeskrifsikan Hidrolisis Garam dari 4.11.1 Merancang dan melakukan percobaan
Asam lemah dan Basa Kuat untuk memprediksi pH larutan garam
3.11.3 Mendeskrifsikan Hidrolisis Garam dari dengan menggunakan kertas
Asam Kuat dan Basa Lemah lakmus/indikator universal/pH meter dan
3.11.4 Mendeskrifsikan Hidrolisis Garam dari melaporkan hasilnya.
Asam Lemah dan Basa Lemah 4.11.2 Menuliskan reaksi kesetimbangan ion
3.11.5 Menjelaskan Reaksi pelarutan garam dalam larutan garam
3.11.6 Menjelaskan Garam yang bersifat netral 4.11.3 Menentukan pH larutan garam
3.11.7 Menjelaskan Garam yang bersifat asam
3.11.8 Menjelaskan Garam yang bersifat basa

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali informasi dari berbagai
sumber belajar, penyelidikan sederhana tentang sifat asam basa berbagai larutan garam dan
mengolah informasi, diharapkan peserta didik terlibat aktif selama proses belajar mengajar
berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggung
jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta
dapat menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menghubungkan pH-nya

D. Materi Pembelajaran
Hidrolisis Garam
FAKTA
 Adanya garam-garam yang bersifat asam-basa dan netral
1. Adanya garam-garam yang bersifat asam. Contohnya NH4Cl,
AlBr3,
2. Adanya garam-garam yang bersifat basa. Contohnya K3PO4,
CH3COONa
3. Adanya garam-garam yang bersifat netral. Contohnya NaCl,
BaSO4,

KONSEP
 Hidrolisis garam adalah perisriwa penguraian air oleh ion-ion garam
 Garam yang dapat mengalami hidrolisis adalah garam yang berasal dari asam kuat-
basa lemah, asam lemah-basa kuat dan asam lemah –basa lemah
 Garam dari asam kuat-basa lemah dan asam lemah basa kuat mengalami hidrolisi
sebagian sementara garam dari asam lemah basa lemah mengalami hidrolisi total
 Contoh reaksi hidrolisi garam CH3COONa
CH3COOH + H2O CH3COOH + OH-
PRINSIP
1. Pengertian hidrolisis garam
Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Hidrolisis
adalah reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air. Garam adalah
senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai
elektrolit, garam akan terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion. Kation
yang dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki oleh
garam adalah anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah yang nantinya
akan menentukan sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.
Reaksi hidrolisis merupakan reaksi—–kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari
garam itu mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan. Tetapan
kesetimbangan dan reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan dinyatakan dengan
lambang Kh.

1. Garam dari asam kuat dan basa kuat

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga
larutannya bersifat netral (pH = 7 ).

2. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu
hidrolisis anion.

atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Ka = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam
3. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis
sebagian karena salah satu komponen garam (kation basa lemah) mengalami hidrolisis
menghasilkan ion H+ maka pH < 7 sehingga larutan garam bersifat asam.
Rumus:

Atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Kb = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

4. Garam dari asam lemah dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis total.
Karena kedua komponen garam (anion asam lemah dan kation basa lemah) terhidrolisis
menghasilkan ion H+ dan ion OH– sehingga harga pH larutan ini tergantung harga Ka dan
Kb.
Rumus:

Berdasarkan rumus di atas maka harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah
dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan, tetapi
tergantung pada harga Ka dan Kb dari asam dan basa pembentuknya.
􀁸 Jika Ka = Kb maka larutan akan bersifat netral (pH = 7)
􀁸 Jika Ka > Kb maka larutan akan bersifat asam (pH < 7)
􀁸 Jika Ka <Kb maka larutan akan bersifat basa (pH > 7)

2. Jenis garam
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak akan bereaksi
dengan air karena ion-ion yang dilepaskan akan segera terionisasi kembali secara sempurna.
Contoh: NaCl,
Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl– menurut reaksi berikut:
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl– (aq)
Pelarutan garam ini sama sekali tidak akan mengubah jumlah [H +] dan [OH–] dalam air,
sehingga larutannya bersifat netral (pH=7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air.

b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah


Garam jenis ini jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa
lemah. Kation tersebut akan bereaksi dengan air dan mengasilkan ion H+.
Contoh:
NH4Cl (aq)  NH4+ (aq) + Cl– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Adanya ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan konsentrasi
ion H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH –, sehingga larutan akan bersifat
asam (pH < 7). Dengan demikian, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat asam.

c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat jika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air inilah
menghasilkan ion OH–.
Contoh:
CH3COONa (aq)  CH3COO– (aq) + Na+ (aq)

Ion CH3COO– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:


CH3COO– (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH– (aq)
Adanya ion OH- mengakibatkan konsentrasi ion OH- lebih banyak daripada ion H+ sehingga
larutan bersifat basa (pH > 7). Jadi, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat basa.

d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah jika dilarutkan ke dalam air akan
terionisasi, dan kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air.
Contoh: NH4CN
NH4CN (aq)  NH4+ (aq) + CN– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Ion CN– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
CN– (aq) + H2O (l) ↔ HCN (aq) + OH– (aq)
Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H + dan ion OH-, maka sifat
larutannya ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi tersebut. Hidrolisis
pada garam ini disebut dengan hidrolisi total karena kedua ion garam mengalami reaksi
hidrolisis. Sifat larutan ditentukan oleh harga Ka dan Kb. Jika Ka > Kb, maka larutan bersifat
asam, jika Ka < Kb, maka larutan bersifat basa.

PROSEDUR

Percobaan Hidrolisis Garam

Tujuan : Untuk mengetahui sifat larutan garam yang terhidrolisis

Alat dan Bahan : -Lempeng tetes -Larutan NaCH3COO 1 M


-Pipet tetes -Larutan NH4Cl 1 M
-Kertas Lakmus Merah dan Biru -Larutan NA2CO3 1 M
-Larutan KCl 1 M -Larutan Al2(SO4)3 1 M

Cara Kerja :

-Siapkan masing-masing larutan


-Setiap larutan diteteskan dalam lempeng tetes sekitar 10 tetes
-Periksa larutan dengan mencelupkan kertas saring merah dan biru
-Amati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus

Hasil Pengamatan
Larutan Perubahan warna Sifat
Lakmus merah Lakmus biru
KCl
NaCH3COO

NH4Cl

Na2CO3

Pertanyaan :
1. Garam manakah yang mengalami hidrolisis sebagian dan garam yang tidak terhidrolisis ?
2. Tuliskan reaksi garam yang mengalami hidrolisis !

Jawab :

1. 2-4 terhidrolisis sebagian, 1 tidak terhidrolisis


2. -NaCH3COO > Na+ + CH3COO- > CH3COO + H2O > CH3COOH + OH-
-NH4Cl > NH4+ + Cl- > NH4+ + H2O > NH4OH + H+
-Na2CO3 > NA+ + CO32- > CO32- +H2O > H2CO3 + OH
-Al2(SO4)3 > Al3+ + SO42- > Al3+ +H2O > Al(OH)3 + H

Kesimpulan :
Larutan yang bersifat asam saja atau basa saja berarti larutan tersebut terhidrolisis sebagian,
sedangkan larutan netral tidak terhidrolisis.

E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : saintifik
Metode : eksperimen, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan
Model : Discovery learning

F. Media Pembelajaran
Media/Alat : Papan Tulis/White Board, gelas kimia.
Video pembelajaran

Bahan : Kertas indikator universal, lakmus biru, garam dapur (NaCl), NH4CL,KI,CuSO4
CH3COONa, Pb(NO3)2.

G. SumberBelajar
1. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, Tahun 2013.
2. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, A.Haris Watoni, Yrama Widya, Tahun 2016
3. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
4. http://tug4sk1m14.blogspot.com/2012/03/percobaan-hidrolisis-garam.html
5. https://www.google.com/search?
q=gambar+percobaan+hidrolisis+garam&safe=strict&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=yzW
xfMDwEk-p9M%253A%252CNhbRTpUFjOn_t

H. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15
Guru : menit
Orientasi
 Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses
pembelajaran dengan cara berdoa, melakukan absensi, mengontrol kelengkapan
pembelajaran dan mengatur posisi tempat duduk peserta didik agar rapi
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan memperlihatkan
garam dapur, obat maag, soda kue dan menanyakan apakah garam tersebut bersifat
asam, basa atau netral.
 Guru menyampaikan manfaat mempelajari hidrolisis garam

Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu : garam
yang bersift asam,basa dan netral
 Mengingatkan peserta didik dengan materi pembelajaran sebelumnya tentang
pengertian asam, basa, dan garam.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan
􀁸 Masih ingatkah kalian, garam yang bersift asam,basa dan netral
􀁸 Apakah yang kalian ketahui tentang garam
Motivasi
 Mengantarkan peserta didik ke dalam suatu permasalahan dan tugas terkait materi
yang akan dipelajari dengan memberikan pertanyaan.
 Memotivasi peserta didik bahwa materi ini akan dapat membantu peserta didik
untuk menjelaskan sifat-sifat garam dalam berbagai produk yang mengandung
garam dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian Acuan
 Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu setelah mengikuti pembelajaran ini,
peserta didik diharapkan dapat menjelaskan pengertian hidrolisis garam,
membuktikan sifat garam, menganalisis jenis garam dan menuliskan persamaan
reaksi hidrolisis garam.
 Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu jenis-jnis garam yang
mengalami hidrolisis dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yaitu
melakukan percobaan, diskusi, tanya-jawab, presentasi, postest dan penugasan.
Membentuk kelompok menjadi 4−5 orang (heterogen
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Int 105


Menit
Sintak
Model KegiatanPembelajaran
Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
Stimulation
(stimullasi/
pemberian
rangsangan)

 Masing-masing kelompok diberikan larutan garam yang akan


ditentukan sifatnya melalui percobaan.
 Peserta didik mendengarkan penjelasan pelajaran secara garis besar
 Setiap kelompok dibagikan LKPD tentang cara menentukan sifat
larutan garam
 Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang eksperimen
yang akan dilakukan dan cara pengisian LKPD
(PPK: rasa ingin tahu)
Mengamati
a. Siswa diberi arahan tentang konsep/permasalahan seputar materi
hidrolisis, meliputi jenis-jenis garam, sifat-sifat larutan garam,
dan memberikan satu contoh peristiwa hidrolisis, contoh :
pemutih.
b. Siswa dibantu oleh guru mendefinisikan dan mengorganisasikan
masalah yang berhubungan dengan penerapan materi hidrolisis
dalam kehidupan sehari-hari dan proses yang terjadi dalam
penerapan hidrolisis, tugas, dan jadwal pengamatan tentang
materi hidrolisis.
c. Siswa dibantu oleh guru mengumpulkan informasi yang sesuai,
melakukan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan
pemecahan masalah, mengumpulkan data, menyusun hipotesis
dan melakukan pemecahan masalah.
1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
d. Siswa diarahkan oleh guru berdiskusi dengan teman lainnya
terhadap hasil pengamatan yang dilakukan.
e. Siswa membaca buku tentang materi hidrolisis, jenis-jenis
hidrolisis dan sifat-sifat hidrolisis garam.

Problem a. Mengajukan pertanyaan yang akan merangsang siswa untuk


statemen dapat mendefinisikanmasalahmenggunakankalimatnyasendiri.
(pertanyaan/ Permasalahandinyatakandengan parameter yang jelas.
identifikasi b. Siswa melakukan Tanya jawab sehubungan dengan masalah dari
masalah)
demonstrasi dan hasil kajian yang telah diamati, agar dapat
membahas tugas yang ada di dalam LKPD

Data Pesertadidik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab


collection pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
(pengumpulan Menggunakan alat dan bahan (ekxperiment),
data) a. Melakukan percobaan sifat larutan garam yang terhidrolisis
b. Peserta didik secara berkelompok menganalisis data hasil
percobaan dan membaca buku untuk menjawab pertanyaan
yang tersedia dalam LKPD. (Mengidentifikasi, membuat
informasi dan membuat keterkaitan)
c. Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD
(mengkomunikasi)
d. Peserta didik mengolah informasi yang sudah dikumpulkan
dan guru memantau jalannya diskusi dan membimbing
peserta didik dalam menyelesaikan LKPD nya. Critical
Thinking, HOTS, dan literasi (identifikasi informasi,
konfirmasi dan merevisi)
e. Masing-masing kelompok menuliskan hasil kerja
kelompoknya pada kertas karton yang telah disediakan guru

Aktivitas
a. mencatat data hasil percobaan sifat larutan garam yang
terhidrolisis
b. menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat
dipahami dari kegiata nmengmati dan membaca yang akan
diajukan kepada guru

Membaca sumber lain selain buku teks,


mencari dan membaca materi hidrolisi garam dari berba gai
referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan
pemahaman tentang materi yang sedangdipelajari
Wawancara/tanyajawabdengannarasumber
Mengajukan pertanyaan yang tekah disusun dalam daftar
pertanyaan kepada guru
Mendiskusikan
Peserta adidik dan guru -sama membahas contoh dalam buku
1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
paket mengenai membedakan sifat larutan garam yang
terhidrolisis
Mengumpulkaninformasi
Mencatat semua informasi yang telah diperoleh pada buku
catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
Mempresentasikanulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan sifat larutan garam yang terhidrolisis
Saling tukar informasi tentang
membedakan sifat larutan garam yang terhidrolisis oleh peserta
didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi
kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang
terdapat pada buku pegangan pesertadidik atau pada lembar
kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan
sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjanghayat.

Data
processing
(pengolahan  Peserta didik secara berkelompok menganalisis data hasil
Data) percobaan dan membaca buku untuk menjawab pertanyaan yang
tersedia dalam LKPD. (Mengidentifikasi, membuat informasi dan
membuat keterkaitan)
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD
(mengkomunikasi)
 Peserta didik mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dan
guru memantau jalannya diskusi dan membimbing peserta didik
dalam menyelesaikan LKPD nya. Critical Thinking, HOTS, dan
literasi (identifikasi informasi, konfirmasi dan merevisi)

 Masing-masing kelompok menuliskan hasil kerja kelompoknya


pada kertas karton yang telah disediakan guru
Berdiskusi tentang data :membedakan sifat larutan garam yang
terhidrolisis yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam kegiatan
sebelumnya.
Mengolah informasiang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya maupun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung
1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu
dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.

Verification  Peserta didik yang dipanggil nomornya oleh guru pada masing-
(pembuktian) masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
 Anggota kelompok lain memperhatikan hasil pemaparan kelompok
yang mempresentasikan hasil kerjanya dan membandingkan dengan
hasil kerja kelompoknya.
 Anggota kelompok lain yang nomornya dipanggil oleh guru diminta
untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap hasil
pemaparan kelompok.
 Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan kelompok) dalam
kelas saat berdiskusi, merancang/melakukan penyelidikan sederhana
maupun presentasi berlangsung

Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan


(menarik  Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil pengembangan materi
kesimpulan)
dari kelompok untuk menjadi kesimpulan utuh (secara demokratis).
 Peserta didik mendapat tambahan informasi dari guru sebagai
penguatan atas kesimpulannya.

CATATAN :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam
menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecintaan
kepada sesama manusia, bersahaja, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh
menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, tanah air, dan
bangsa Indonesia, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat
bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.
(Karakter Kepramukaan, Kebangsaan, dan Kewirausahaan)

Kegiatan Penutup 15
Peserta didik : menit
 Mendapat bimbingan dari guru untuk menyimpulkan tentang penentuan jenis garam
yang mengalami hidrolisis.
 Melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan dari guru berkaitan dengan
penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis.
 Diberi tugas kelompok untuk membuat laporan percobaan penentuan jenis garam
yang mengalami hidrolisis.
 Mendengarkan penjelasan dari guru tentang rencana pembelajaran selanjutnya:
menghitung pH larutan garam.
1. Pertemuan Ke-1 ( 3 x 45 menit ) Waktu

Guru :

 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama


yang baik
 Menjelaskan tentang rencana pembelajaran selanjutnya: kelarutan dan hasil kali
kelarutan

I. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : TesTertulis, penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik, Portofolio
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau
tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis
kembali.
5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan
sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n (ketuntasan)  n  n (maksimum) diberikan materi masih dalam
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siswa yang mencapai nilai n  n(maksimum ) diberikan materi melebihi cakupan KD
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
LAMPIRAN-LAMPIRAN

URAIAN MATERI

HIDROLISIS GARAM
1. Pengertian hidrolisis garam
Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Hidrolisis
adalah reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air. Garam adalah
senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai
elektrolit, garam akan terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion. Kation yang
dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki oleh garam adalah
anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah yang nantinya akan menentukan
sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.

2. Jenis garam
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak akan bereaksi
dengan air karena ion-ion yang dilepaskan akan segera terionisasi kembali secara sempurna.
Contoh: NaCl,
Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl– menurut reaksi berikut:
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl– (aq)
Pelarutan garam ini sama sekali tidak akan mengubah jumlah [H +] dan [OH–] dalam air, sehingga
larutannya bersifat netral (pH=7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa garam yang berasal
dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air.

b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah


Garam jenis ini jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah.
Kation tersebut akan bereaksi dengan air dan mengasilkan ion H+.
Contoh:
NH4Cl (aq)  NH4+ (aq) + Cl– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Adanya ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan konsentrasi ion
H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH –, sehingga larutan akan bersifat asam
(pH < 7). Dengan demikian, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami
hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat asam.

c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan
anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air inilah menghasilkan ion
OH–.
Contoh:
CH3COONa (aq)  CH3COO– (aq) + Na+ (aq)

Ion CH3COO– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:


CH3COO– (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH– (aq)
Adanya ion OH- mengakibatkan konsentrasi ion OH- lebih banyak daripada ion H+ sehingga
larutan bersifat basa (pH > 7). Jadi, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami
hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat basa.

d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah jika dilarutkan ke dalam air akan terionisasi,
dan kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air.
Contoh: NH4CN
NH4CN (aq)  NH4+ (aq) + CN– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Ion CN– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
CN– (aq) + H2O (l) ↔ HCN (aq) + OH– (aq)
Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H+ dan ion OH-, maka sifat larutannya
ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi tersebut. Hidrolisis pada garam ini
disebut dengan hidrolisi total karena kedua ion garam mengalami reaksi hidrolisis. Sifat larutan
ditentukan oleh harga Ka dan Kb. Jika Ka > Kb, maka larutan bersifat asam, jika Ka < Kb, maka
larutan bersifat basa.
3.Tetapan Hidrolisis ( Kh)

Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari garam itu
mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan. Tetapan kesetimbangan dan reaksi
hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan dinyatakan dengan lambang Kh.

3. Garam dari asam kuat dan basa kuat

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga
larutannya bersifat netral (pH = 7 ).

4. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu
hidrolisis anion.

atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Ka = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

3. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis sebagian
karena salah satu komponen garam (kation basa lemah) mengalami hidrolisis menghasilkan
ion H+ maka pH < 7 sehingga larutan garam bersifat asam.
Rumus:
Atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Kb = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

4. Garam dari asam lemah dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis total.
Karena kedua komponen garam (anion asam lemah dan kation basa lemah) terhidrolisis
menghasilkan ion H+ dan ion OH– sehingga harga pH larutan ini tergantung harga Ka dan Kb.
Rumus:

Berdasarkan rumus di atas maka harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan
basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan, tetapi tergantung
pada harga Ka dan Kb dari asam dan basa pembentuknya.
􀁸 Jika Ka = Kb maka larutan akan bersifat netral (pH = 7)
􀁸 Jika Ka > Kb maka larutan akan bersifat asam (pH < 7)
􀁸 Jika Ka <Kb maka larutan akan bersifat basa (pH > 7)
Penilaian

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP (JURNAL)

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : X1 / Semester 2
Mata Pelajaran : Kimia

N KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK


WAKTU NAMA
O PERILAKU SIKAP NEG LANJUT

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
INSTRUMEN PENUGASAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Mata Pelajaran : Kimia

Kelas : XI

Kompetensi dasar : 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan
garam.

Materi : Hidrolisis Garam

Buatlah tugas dalam bentuk laporan kelompok yang memuat


tentang:

Tugas: 1. Judul dan tanggal percobaan


2. Tinjauan pustaka
3. Alat dan bahan percobaan
4. Prosedur kerja percobaan
5. Hasil pengamatan
a. Sebelum percobaan
b. Sesudah percobaan
6. Pembahasan
7. Kesimpulan
8. Daftar pustaka
Rubrik Penilaian

Nama peserta didik/kelompok : …………………………………………………


Kelas : ………………………………………………….
Tanggal Pengumpulan : .............................................................................

No Kategori Skor Alasan


1. 1. Apakah tugas dikerjakan lengkap dan
sesuai dengan tanggal pengumpulan
yang telah disepakati?
2. 3. Apakah terdapat daftar pustaka
sumber infomasi dalam penyelesaian
tugas yang dikerjakan?
3. Apakah terdapat gambar / tabel dibuat
yang menarik sesuai dengan konsep?
4. Apakah bahasa yang digunakan untuk
menginterpretasikan
5. Apakah laporan yang dikerjakan
sesuai dengan konsep yang telah
dipelajari?
6. Apakah dibuat kesimpulan?
Jumlah

Kriteria:
5 = sangatbaik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangatkurang

INSTRUMEN TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XI
Kompetensi dasar : 3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan
menghubungkan pH-nya
4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam.
Materi : Hidrolisis Garam

Soal:

1. Tentukan asam dan basa pembentuk dari garam


berikut:
a. Na3PO4
b. MgCl2

2. Tuliskan reaksi hidrolisis larutan garam berikut:


a. CuSO4
b. CH3COONa

3. Suatu larutan garam dapat bersifat asam, basa, atau netral. Jelaskan dengan reaksi yang
menunjukkan sifat larutan garam berikut, apakah bersifat asam, basa, atau netral
a. Pb(NO3)2
b. (NH4)2CO3
c. KCN
d. MgSO4
Pedoman pensekoran :

Alternatif Penyelesaian skor


1. a. Na3PO4 berasal dari basa kuat NaOH 1
dan asam lemah H3PO4 1
b. MgCl2 berasal dari basa kuat Mg(OH)2 dan asam kuat HCl

2. a. Reaksi hidrolisis larutan garam CuSO4


CuSO4 (aq) Cu2+ (aq) + SO42- (aq) 2
Cu (aq) + H2O (l) ↔ Cu(OH)2 (aq) + H+ (aq)
2+

b. Reaksi hidrolisis garam CH3COONa


CH3COONa (aq) CH3COO- (aq) + Na+ (aq)
CH3COO (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH- (aq)
-

3. a. Pb(NO3)2 (aq) Pb2+ (aq) + NO3- (aq)

Pb2+ (aq) + H2O (l) ↔ Pb(OH)2 (aq) + H+ (aq)


2
Larutan garam ini bersifat asam karena adanya ion H+ yang dihasilkan dari
reaksi mengakibatkan konsentrasi ion H+ bertambah sehingga larutan bersifat
asam

b. (NH4)2CO3 (aq) NH4+ (aq) + CO32- (aq)

NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)


2
CO32- (aq) + H2O (l) ↔ H2CO3 (aq) + OH- (aq)
Karena dari kedua reaksi diatas masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion
OH-, maka sifat larutan garam ditentukan oleh nilai Ka dan Kb

c. KCN (aq) K+ (aq) + CN- (aq)


CN- (aq) + H2O (l) ↔ HCN (aq) + OH- (aq)
2
Larutan garam ini bersifat basa karena adanya ion OH- yang dihasilkan dari
reaksi mengakibatkan konsentrasi ion OH- bertambah sehingga larutan bersifat
basa

d.MgSO4 (aq) Mg2+ (aq) + SO42- (aq)

Ion Mg2+ dan ion SO42- di dalam larutan tidak mengalami reaksi dengan air, jika 2
dianggap bereaksi dengan air, maka ion Mg2+ akan menghasilkan Mg(OH)2 yang
akan segera terionisasi menjadi ion Mg2+. Demikian pula jika ion SO42- dianggap
bereaksi dengan air maka ion SO42- akan menghasilkan H2SO4 yang akan segera
terionisasi menjadi ion SO42-. Oleh karena itu, konsentrasi ion H+ dan OH- tidak
terganggu sehingga larutan garam ini bersifat netral

Total skor 14

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : XI / Semester II
Mata Pelajaran : Kimia

Kelengkapan Penulisan Kemampuan


No Nama Siswa Total Nilai
Materi Materi Presentasi
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor Akhir

9
10

11

12

PEDOMAN PENSKORAN:

SKOR
NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI
MAKS
 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan
Daftar Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi 4
 Menuliskan rumusan masalah
 Dilengkapi gambar / hal yang menarik
1 Kelengkapan Materi
yang sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
2 Penulisan Materi  Materi dibuat dalam bentuk laporan
 Tulisan terbaca dengan jelas
 Isi materi ringkas dan berbobot 4
 Bahasa yang digunakan sesuai dengan
materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Percaya diri, antusias dan bahasa yang
lugas
 Seluruh anggota berperan serta aktif 4
 Dapat mengemukanan ide dan

3 Kemampuan presentasi berargumentasi dengan baik


 Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

SKOR MAKSIMAL 12

Rubrik Penilaian Percobaan

Nama peserta didik/kelompok : …………………………………………………


Kelas : ………………………………………………….
Tanggal Percobaan : ………………………………………………….

ASPEK SKOR
NO KRITERIA YANG DINILAI
MAKS

 Tidak membuat rancangan percobaan (skor 1)


 Membuat rancangan percobaan, tetapi salah (skor 2)
 Membuat rancangan percobaan tetapi masih belum
1. Rancangan Percobaan 4
tepat (skor 3)
 Membuat rancangan percobaan dengan baik dan benar
sesuai dengan tujuan percobaan (skor 4)
Kelengkapan alat dan  Tidak membawa alat dan bahan (skor 1)
2  Alat dan bahan yang dibawa kurang lengkap (skor 2) 3
bahan  Alat dan bahan yang dibawa lengkap (skor 3)
 Mengambil zat dan bahan tidak rapi dan tidak sesuai
kebutuhan (skor 1)
Penggunaan zat dan  Mengambil zat dan bahan kurang rapi tapi sesuai 3
3
bahan kebutuhan (skor 2)
 Mengambil zat dan bahan dengan rapi dan sesuai
kebutuhan (skor 3)
 Tidak fokus dan pasif (skor 1)
 Kurang memfokuskan perhatian pada praktikum dan
Pengamatan selama
4 pasif (skor 2) 3
praktikum  Memfokuskan perhatian pada praktikum dan aktif (skor
3)
 Kesimpulan sesuai dengan tujuan, singkat, dan logis
(skor 5).
 Kesimpulan sesuai dengan tujuan, singkat, namun

Menyimpulkan hasil terdapat penjelasan yang tidak logis (skor 4).


5  Kesimpulan sesuai dengan tujuan, singkat, dan logis 5
percobaan
(skor 3).
 Terdapat kesimpulan yang tidak sesuai dengan tujuan
dan terlalu panjang (skor 2).
 Kesimpulan tidak sesuai dengan tujuan (skor 1).
SKOR MAKSIMAL 18