Anda di halaman 1dari 10

AKUNTANSI HOTEL

PERTEMUAN KE 3
RUANG LINGKUP AKUNTANSI PERHOTELAN DAN PENERAPAN
AKUNTANSI PADA PERHOTELAN

Oleh:
Kelompok 3
1. Ni Made Cintya Devi Ari Adi 1607531002/02
2. Ida Ayu Nyoman Utari Gandawati 1607531033/11
3. Ni Wayan Desi Antari 1607531036/12
4. Ni Wayan Nataliantari 1607531037/13
5. Devia Galuh Palupi 1607531039/14

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2019
1. Definisi dan Peran Akuntansi
Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi akuntansi. Pengertian
akuntansi sendiri juga terus berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman dan
kemajuan teknologi, khususnya kemajuan teknologi dibidang teknologi komputer
dan telekomunikasi. Pertama kali definisi akuntansi diajukan oleh Accounting
Terminologi Bulletin No.1(1965) yang mendefinisikan akuntansi adalah seni
pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat
keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan
menginterpretasikan hasil proses tersebut. Karena semakin luas fungsi dan
berkembangnya praktik akuntansi, definisi tersebut dirasa kurang memadai.
Dari hal tersebut maka terdapat beberapa perubahan definisi akuntansi, yang
menyatakan bahwa akuntansi tidak semata-mata dipandang sebagai proses dan
alat tetapi merupakan seperangkat pengetahuan tentang bagaimana menghasilkan
informasi keuangan untuk keperluan pengendalian perusahaan dan
pertanggungjawaban. Kemudian diperluas kembali yang menyatakan bahwa
akuntansi menghasilkan informasi tidak hanya untuk kepentingan pengendalian
dan pertanggungjawaban tetapi lebih luas lagi yaitu menghasilkan informasi untuk
mempengaruhi para pelaku ekonomi dalam perekonomian suatu Negara. Peran
akuntansi sendiri pada hotel ditunjukkan pada jenjang antara kos yang
berhubungan dengan layanan, dimana memerlukan keakuratan dan keandalan
dalam pencatatannya sebab operasional dalam usaha hotel yang cukup kompleks.

2. Siklus Akuntansi pada Usaha Perhotelan


Persamaan akuntansi : Aktiva = Hutang + modal
Gambar 2.1. Siklus Kegiatan Perusahaan (Business Cycle)

1
Penjelasan :
1) Salah satu asumsi dasar yang mendasari struktur dalam akuntansi keuangan
adalah asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption) artinya setiap
bada usaha yang didirikan harus terpisah kepemilikannya dari hak pribadi dan
kepemilikan badan usaha.
2) Seorang pemodal atau investor akan mendirikan hotel maka dia akan
menginvestasikan (unag tunai) ke hotel yang akan didirikannya.
3) Manajemen hotel memanfaatkan uang tunai (kas) untuk membeli tanah dan
membangun gedung sesuai dengan keinginan pemilik modal.
4) Setelah proses pembangunan hotel selesai maka kamar-kamar siap dipasarkan
ke pelanggan.
5) Hotel adalah perusahaan jasa yang aktivitas utamanya menyewakan kamar
dan memberi pelayanan makanana dan minuman.
6) Kamar-kamar hotel yang telah diisi perlengkapannya maka kamar-kamar
tersebut dihuni oleh tamu hotel.
7) Hasil penjulana kamar-kamar tersebut akan mengkasilkan uang tunai jika
system penjulaannya adalah tunai.

Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan


pencatatan transaksi dan berakhir dengan post-closing tial balance.
Gambar 2.2. Siklus Akuntansi

2
Proses akuntansi bisa dilaukan secara manual maupun menggunakan aplikasi
computer. Ada beberapa transaksi penting dalam operasi hotel, yaitu:
1) Penjualan produk dan jasa. Agar efisien dan mempermudah pekerjaan bagian
akuntansi maka transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat dalam
buku khusus penjualan.
2) Penerimaan kas dan peneluaran kas (cash disbursement). Penjualan tunai dan
pengeluaran kas dicatat dalam buku khusus yang disebut dengan buku kas
dan buku bank. Setelah diakhir periode dibuatkan jurnal khusus penerimaan
dan pengeluaran kas.
3) Pembelian produk dan jasa secara kredit. Untuk efisien dan mempermudah
pekerjaanakuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa secara kredit
dicatat dalam buku khusus pembelian.
4) Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka baian
personalia membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai dengan
departemen dimana karyawan tersebut bekerja. Setelah itu baru dibuat jurnal
alokasi sesuai dengan departemennya.

Dasar akuntansi untuk usaha hotel menggunakan double-entry bookkeeping,


dimana setiap entry data minimal akan mempengaruhi dua akun yang berbedaatau
berlawanan sehingga nilai atau hasil dua sisi yang berlawan akan sama. Adapun
dokumen-dokumen umum yang digunakan adalah jurnal entry, general ledger,
trial balance, financial statement.

3. Kerangka Konseptual Akuntansi


Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem
koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling
berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan
penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan laporan
keuangan. Perkembangan Kerangka Kerja Konseptual FASB (Financial
Accounting Standard Board) telah menerbitkan enam statement of financial
accounting concept yang berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis,
yaitu:

3
1) SFAC No. 1 “Objective of Financial Reporting by business Enterprises”,
yang menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.
2) SFAC No. 2 “Qualitative Caracteristics of Accounting Information”, yang
menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat.
3) SFAC No. 3 “Element of Financial Statement of Business Enterprises”, yang
memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan
seperti aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban.
4) SFAC No. 5 “Recognition and Measurement in Financial Statement of
Business Enterprises”, yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran
fundamental serta pedoman tentang informasi.
5) SFAC No. 6 “Element of Financial Statement”, yang menggantikan SFAC
No. 3 dan memperluas SFAC No. 3 dengan memasukkan organisasi-
organisasi nirlaba.
6) SFAC No. 7 “Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting
Measurement”, yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas
masa depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present value) sebagai dasar
pengukuran
7) SFAC No.8 “Conceptual Framework for Financial Reporting. Chapter 1. The
Objective of General Purpose Financial Reporting and Chapter 3,
Qualitative Characteristics of Useful Financial information.
Gambar 3.1. Ilustrasi Kerangka Konseptual Laporan Keuangan

4
4. Perbedaan Sistem dan Prosedur Akuntansi
Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan yaitu: pendekatan prosedur dan
pendekatan komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan dari
prosedur – prosedur yang dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk mencapai
tujuan–tujuan tertentu.Cecil Gillespie (1971) menyatakan bahwa sistem akuntansi
terdiri dari:
1) Subsitem akuntansi utama, terdiri dari; kode rekening, buku besar dan buku
pembantu. jurnal, dan bukti transaksi.
2) Subsistem penjualan dan penerimaan uang, terdiri dari; order penjualan,
perintah pengiriman dan pembuatan faktur, distribusi penjualan, piutang dan
penerimaan uang dan pengawasan kredit.
3) Subsistem pembelian dan pengeluaran uang, terdiri dari; order pembelian dan
laporan penerimaan barang, distribusi pembelian dan biaya, hutang, prosedur
pengeluaran uang.
4) Subsistem pencatatan waktu dan penggajian, terdiri dari; personalia,
pencatatan personalia dan waktu, penggajian, distribusi gaji dan upah.
5) Subsistem produksi dan biaya produksi, terdiri dari; order produksi,
pengawasan persediaan, akuntansi biaya.

Sedangkan dari pendekatan komponen, sistem adalah kumpulan dari


komponen-komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang
didefinisikan dari pendekatan komponen misalnya adalah sistem computer yang
terdiri dari kumpulan dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software).
Prosedur adalah urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang
dalam satu bagian/departemen atau lebih untuk menangani transaksi secara
seragam dari transaksi yang sama dan terjadi berulang-ulang.
Tujuan utama dari sistem khususnya sistem informasi adalah untuk
menghasilkan informasi. Informasi harus didukung oleh tiga pilar, yaitu:
1) Tepat kepada orangnya (relevance)
2) Tepat waktu (timeliness)

5
3) Tepat nilainya atau akurat (accurate)

Tugas dari sistem informasi adalah melakukan siklus pengolahan data atau
disebut juga siklus informasi. Ada enam buah komponen sistem informasi yaitu:
1) Komponen input, input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah
oleh sistem informasi.
2) Komponen model, model–model yang digunakan dalam sistem informasi
dapat berupa model logika dan model matematika.
3) Komponen output, output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan
data yang ada di data base dan diproses menggunakan model tertentu.
4) Komponen data base, adalah kumpulan dari data base yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras
computer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
5) Komponen teknologi, tanpa adanya teknologi maka sistem informasi tidak
akan dapat menghasilkan informasi yang tepat waktu.
6) Komponen kontrol, komponen control diperlukan untuk menjamin bahwa
informasi yang dihasilkan dari sistem informasi adalah informasi yang akurat.

5. Struktur Pengendalian Intern (SPI) di Perhotelan


Dalam arti sempit pengendalian intern (Internal control) adalah pengecekan
penjumlahan, baik mendatar (cross footing) maupun menurun (footing). Dalam
arti luas pengendalian intern meliputi struktur organisasi, cara beserta alat yang
digunakan dalam perusahaan dengan tujuan: (1) menjaga keamanan harta
perusahaan, (2) memeriksan ketelitian dan kebenaran data akuntansi, (3)
meningkatkan efisiensi didalam operasi, dan (4) membantu agar dipatuhinya
kebijakan perusahaan.
Secara garis besar pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi:
1) Pengendalian Akuntansi (accounting control) biasa disebut preventive control
untuk mencegah ketidakefisienan. Terdiri dari struktur organisasi dan
prosedur yang berkaitan dengan pengamanan aktiva. Biasanya mencakup
prosedur pengesahan atau pesetujuan dan pemisahan tugas pihak pencatat dan
penyimpan aktiva.

6
2) Pengendalian Administratif (adminstrative control) biasa disebut feedback
control untuk memperoleh informasi mengenai hasil operasi. Terdiri dari
struktur organisasi dan semua metode dan prosedur berkaitan dengan efisiensi
dan dipatuhinyaperaturan dalam perusahaan. Biasanya mencakup analisis
statistik, program pelatihan karyawan, dan kontrol kualitas pelayanan, dll.

Terdapat beberapa elemen yang merupakan ciri pokok dari sistem


pengendalian intern yang baik, yaitu:
1) Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional
dengan tepat dan tegas.
2) Adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik untuk
melakukan pengawasan akuntansi.
3) Adanya praktik yang sehat didalam menjalankan tugas dan fungsi.
4) Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan tanggung
jawabnya.
5) Adanya pengecekan independen.

Struktur pengendalian intern menurut COSO (Committee of Sponsoring


Organizations of the Treadway) yaitu proses yang dipengaruhi dewan komisaris,
manajemen dan pegawai. Dimana struktur tersebut terdiri dari lima komponen
yakni:
1) Lingkungan pengendalian (control environment).
2) Penilaian resiko (risk ussessement).
3) Aktivitas pengendalian (control activities).
4) Informasi dan komunikasi (information and communication),
5) Pemantauan (monitoring)

Model pengendalian intern menurut The Canadian Institute of Chartered


Accountants Criteria of Control Committee (CoCo) memfokuskan diri pada empat
pertanyaan utama yakni:
1) Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?
2) Apakah perusahaan mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?

7
3) Apakah perusahaan mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang
tepat?
4) Apakah perusahaan melakukan monitoring, pembelajaran dan mengadaptasi?

CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan


tersebut yakni:
1) Purpose, seperti tujuan, risiko yang signifikan, kebijakan dan rencana.
2) Commitment, yaitu nilai etika,wewenang tanggung jawab, dan kepercayaan
3) Capability, mencangkup pengetahuan pegawai, komunikasi, dan informasi.
4) Monitoring & Learning, berupa evaluasi dan prosedur tindaklanjut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun sistem pengendalian intern


yang baik:
1) Dilihat sebagai rangkaian aktivitas secara berkesinambungan
2) Manfaat lebih besar dari pada biaya
3) Flexibel pada semua lini dari manajemen puncak sampai pegawai
4) Memperhatikan budaya

6. Struktur Organisasi di Departemen Akuntansi


Departemen akuntansi di dalam hotel biasnya terdiri dari beberapa bagian
yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, misalnya bagian kredit dengan
account receivable, cost control dengan perchasing dan lain sebagainya.
Gambar 6.1. Struktur Organisasi Departemen Akuntansi

8
DAFTAR PUSTAKA

Widanaputra ,A.A G.P dkk.2009.Akuntansi Perhotelan (Pendekatan Sistem


Informasi Berbasis USALI). Pekalongan: NEM.