Anda di halaman 1dari 3

APA ITU INJIL?

(Ficthor Soleman Missa)

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah
kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” (Roma 1:16).

Didalam Dunia ini tidak ada pesan yang lebih Penting, dan lebih besar untuk didengar dari
pada apa yang kita sebut sebagai injil. Tetapi terkadang injil terlalu di berikan
penyederhanaan yang berlebihan. Orang-orang berpikir bahwa mereka telah memberitakan
injil kepada anda ketika mereka memberitahu anda, ‘anda dapat memiliki tujuan dalam hidup
anda’, atau ‘anda dapat sukses dengan mendengar pemberitaannya’, atau bahwa anda dapat
memiliki hubungan pribadi dengan Yesus’ atau bahkan ‘anda dapat merubah moral anda’.
“semua hal itu benar, dan semuanya penting, tetapi itu tidak sampai ke inti dari Injil”
Seorang Teolog di Princeton Amerika Serikat abad ke-19 Charles Hodge mengatakan, “Injil itu
sangat sederhana sehingga anak-anak kecil dapat memahaminya, dan itu sangat mendalam
sehingga penelitian oleh para teolog paling bijaksana sekalipun tidak akan pernah
menghabiskan kekayaannya.” Injil benar-benar mendasar bagi semua yang kita percaya
mengenai kehidupan ini dan segala sesuatu yang ada didalamnya, dan itu adalah inti dari
siapa kita sebagai orang Kristen. Namun, banyak orang Kristen yang mengaku berjuang untuk
menjawab pertanyaan sederhana: Apakah Injil itu? Dan juga apa yang bukan Injil?. Jika kita
tidak tahu apa itu Injil, kita adalah orang yang patut dikasihani. Karena, jika kita tidak bisa
menjelaskan Injil, maka kita tidak bisa memberitakan Injil dalam penginjilan sehingga orang
berdosa bisa diselamatkan, dan kita sendiri sebenarnya tidak bisa diselamatkan. Di zaman
kita, ada banyak sekali Injil palsu, baik di dalam maupun di luar gereja. Banyak hal di televisi
Kristen, youtube dan di rak-rak toko buku Kristen telah mengaburkan Injil, sehingga
menjadikannya Injil yang lain, yang sama sekali bukan Injil. Karena Iblis tidak dapat
menghancurkan Injil, seperti yang ditulis JC Ryle, “dia (Iblis) sudah terlalu sering menetralkan
manfaatnya dengan tambahan, pengurangan, atau penggantian.” Sehingga Sangat penting
kita memahami bahwa hanya karena seorang pengkhotbah berbicara tentang Yesus, salib,
dan surga, tidak berarti dia memberitakan Injil. Dan hanya karena ada bangunan gereja di
setiap sudut bukan berarti Injil diberitakan di setiap sudut.
Injil disebut 'kabar baik' dari Bahasa Yunani “ευαγγέλιον” (euangelion) karena membahas
masalah paling serius yang Anda dan saya miliki sebagai manusia, dan ini adalah masalahnya:
Tuhan itu suci dan adil, dan saya tidak. Dan di akhir hidup saya, saya akan berdiri di hadapan
Tuhan yang adil dan suci, dan saya akan diadili. Dan saya akan dihakimi atas dasar kebenaran
saya sendiri - atau kebenaran orang lain. Kabar baik dari Injil adalah bahwa Yesus menjalani
kehidupan dengan kebenaran yang sempurna, kepatuhan yang sempurna kepada Allah,
bukan untuk kesejahteraan diri-Nya sendiri tetapi untuk umat-Nya. Dia telah melakukan
untuk saya apa yang tidak mungkin saya lakukan untuk diri saya sendiri. Tetapi bukan saja Dia
menjalani hidup dengan kepatuhan yang sempurna, Dia menawarkan diriNya sebagai korban
yang sempurna untuk memenuhi tuntutan keadilan dan kebenaran Allah.
Kesalahpahaman besar di zaman kita adalah: bahwa Allah tidak peduli untuk melindungi
integritas-Nya sendiri. Allah dipandang seperti dewa yang plin-plan, yang hanya melambaikan
tongkat pengampunan atas semua orang. Tidak! Agar supaya Tuhan mengampuni Anda
adalah masalah yang sangat mahal. Hal Itu mengorbankan pengorbanan Putra-Nya sendiri.
Begitu berharga pengorbanannya itu sehingga Allah menyatakannya dengan membangkitkan
Dia dari antara orang mati - sehingga Kristus mati untuk kita, Dia dibangkitkan untuk
pembenaran kita. Jadi Injil adalah sesuatu yang objektif. Injil adalah pesan tentang siapa Yesus
dan apa yang Dia lakukan. Dan itu juga memiliki dimensi subjektif. Bagaimana manfaat Yesus
secara subjektif disesuaikan untuk kita? Bagaimana saya mendapatkannya? Alkitab
menjelaskan bahwa kita dibenarkan bukan karena perbuatan kita, bukan karena usaha kita,
bukan karena perbuatan kita, tetapi oleh iman - dan hanya dengan iman itu kita dibenarkan
dan Iman itu sendiri adalah pemberian Allah melalui Pemberitaan Injil.

“Jadi iman timbul dari pendengaran, dan penedaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17)
“Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas
satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia
atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Sebab, jika oleh dosa satu orang,
maut l telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah
menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa
oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu
pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan
kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup . Jadi sama seperti oleh
ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh
ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” (Rom 5:16-19)
“supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-
Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus
Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu : jangan ada orang yang
memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup
di dalamnya.”(Efesus 2:7-10)
Satu-satunya cara Anda dapat menerima manfaat hidup dan mati Kristus adalah dengan
menaruh kepercayaan Anda kepada-Nya — dan hanya kepada-Nya. Dengan anda melakukan
itu, Anda dinyatakan adil oleh Allah, Anda diadopsi ke dalam keluarga-Nya, Anda telah
diampuni dari semua dosa Anda. Ini adalah inti dari Injil.
Pada dasarnya, Injil adalah berita. Itu adalah kabar baik — kabar baik tentang apa yang telah
dicapai oleh Allah Tritunggal dengan murah hati bagi umat-Nya: Bapa mengutus Anak, Yesus
Kristus, penjelmaan Allah, untuk hidup dengan sempurna, memenuhi hukum, dan mati
dengan pengorbanan, menebus dosa-dosa kita, memenuhi tuntutan murka Allah terhadap
kita agar kita tidak menghadapi neraka yang kekal, dan membangkitkan Dia dari kematian
oleh kuasa Roh Kudus dan hal tersebut merupakan suatu kemenanangan dan kemenangan
itu diumumkan melalui injil bahwa Allah menyelamatkan orang berdosa. Dan meskipun
didalam injil ada panggilan Yesus untuk “memikul salibmu dan mengikuti aku,” “bertobat dan
percaya,” “menyangkal dirimu,” dan “menaati perintah-perintahku” semua hal tersebut
adalah perintah yang diperlukan yang secara langsung mengikuti pemberitaan Injil, tetapi hal
itu bukanlah cara kita untuk melakukan apa yang telah dicapai oleh Yesus (Keselamatan). Injil
bukan panggilan untuk bekerja lebih keras untuk mencapai Tuhan atau mendapatkan
kerajaan sorga — Injil adalah pesan utama tentang bagaimana Tuhan bekerja dengan
kerelaanya untuk kebaikan dan keselamatan umat pilihanNya. Injil adalah berita baik, bukan
nasihat yang baik, seperti yang ditulis oleh J. Gresham Machen: “Yang saya butuhkan
pertama-tama bukanlah nasihat, tetapi sebuah Injil, bukan arahan untuk menyelamatkan diri
saya tetapi pengetahuan tentang bagaimana Allah telah menyelamatkan saya. Apakah Anda
punya kabar baik? Itulah pertanyaan yang saya ajukan kepada Anda. (FM)