Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Clavus adalah istilah kedokteran, di masyarakat awam biasanya disebut

mata ikan. Clavus adalah kelainan pada kaki berupa kulit yang menebal, tidak

merata , tampak seperti kerucut terbalik dengan alasnya ada pada permukaan kulit.

Kalau dipegang akan terasa keras, namun kalu dibawa berjalan akan terasa nyeri.

Bentuk clavus itu sendiri biasanya bulat dan berwarna putih persisi seperti clavus

beneran. Ada juga yang berpendapat clavus merupakan pertumbuhan semacam

“kapalan” dimana hanya terlokasi hanya pada satu sisi dan menimbulkan rasa

sakit tertekan yaitu pertumbuhan sel-sel tanduk yang tidak normal. 1,2

Biasanya ditelapak kaki dan pertumbuhannya yang pesat menekan sel-sel

sekitarnya termasuk jaringan dibawahnya ataupun sel-sel syaraf.

Penyakit seperti ini tidak bisa dibiarkan, disamping mengganggu aktivitas kita,

juga akan terus membesar dan melebar. Sehingga menjadi benjolan semacam

tumor, bahayakan lambung secara langsung. 1

Berbagai profesi akrab dengan clavus misalnya pemain gitar di jari-jari

yang menekan senar pada keher (neck) gitar, sepatu pada jari kaki, penjahit pada

jari telunjul, dsb. Lokasi akan menentukan apakah ia akan basah atau kering. Ia

akan kering bila terjadi di permukaan kulit dan basah bila terjadi disela jari. Bila

terjadi demikian jangan menutup clavus dengan kapas karena tidak menyerap air.

Clavus biasa berubah menjadi borok terinfeksi. 1,2

2
1.2. Batasan Masalah

Pembatasan pada Bed Site Teaching ini akan dibatasa pada definisi,

epidemiologi, etiologi, patogenesis, gambaran klinis, diagnosis, tatalaksana, dan

prognosis clavus.

1.3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan Bed Site Teaching ini yaitu untuk mengetahui defisini,

epidemiologi, etiologi, patogenesis, gambaran klinis, diagnosis, tatalaksana, dan

prognosis clavus.

1.4. Metode Penulisan

Metode yang dipakai pada penulisan Bed Site Teaching ini adalah tinjauan

kepustakaan yang merujuk dari beberapa literatur.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi

Klavus adalah penebalan kulit berbatas tajam yang timbul pada tonjolan

tulang, sering pada tangan dan kaki, disertai rasa nyeri. Kata klavus memiliki

banyak sinonim dan istilah vernakular tak terhitung banyaknya,, istilah-istilah ini

menggambarkan kegiatan terkait yang telah mendorong pembentukan klavus.3

Sinonim untuk klavus termasuk belulang, klavus , katimumul, heloma,

atau lesi hiperkeratosis. Klavus terbagi dua jenis, yaitu keras (yaitu, durum

heloma) atau lunak (yaitu, heloma molle), dan akan terasa seperti kalus, atau lesi

hiperkeratotik difus.4

2.2. Etiologi

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan penyebab timbulnya clavus.

Pendapat pertama yaitu clavus timbul disebabkan oleh Human papilloma virus

(HPV) yang kemudian masuk diantara kulit dan daging kemudian merusak

jaringan bawah kulit, sehingga makin lama, makin mengeras, dan membesar.

Pendapat kedua adalah Clavus disebabkan oleh gesekan atau tekanan dalam waktu

yang lama, sehingga terjadi penebalan kulit. Penyebab terjadinya penebalan dari

kulit ini adalah tekanan dan gesekan terus-menerus pada bagian kaki yang

terkena. Misalnya, karena pemakaian sepatu yang terlalu sempit atau lama. Oleh

karena tekanan terbesar pada telapak kaki, maka biasanya clavus timbul pada

telapak kaki.5

1
Istilah-istilah lain penamaan klavus dimaksudkan untuk Etiologi Spesifik

atau Lokasi, dapat dilihat pada tabel dibawah ini6,7:

Tabel 1. Istilah Penamaan Klavus Berdasarkan Etiologi dan Lokasi Spesifik


Istilah Vernacular Lokasi Asosiasi

Jeweler's callus, Ibu jari Perubahan pada jari, termasuk

cherry pitter's kalus yang berhubungan dengan

thumb, cameo penggunaan alat perhiasan

engraver's corn berulang yang juga dapat terlihat

dengan pemakaian alat cherry-

pitting

Weight lifter's Kalus diatas sendi Disebabkan oleh gesekan pada

callus palmar angkat-beban (Sering terjadi pada

metacarpophalangeal atlet)

Prayer callus Kalus pada dahi Disebabkan saat bersujud dengan

telapak tangan di dahi

Cigarette lighter’s Hiperkeratosis pada Disebabkan oleh gerakan korek

thumb bagian radial ibu jari api berlebihan pada perokok

Knuckle pads Hiperkeratosis pada Disebabkan oleh latihan meninju

buku jari

Russell sign Kalus pada punggung Disebabkan oleh gesekan pada

telapak tangan di sendi bulimia nervosa dengan

metacarpophalangeal merangsang muntah sendiri

dan interphalangeal

Screwdriver Pada permukaan Timbul pada lokasi yang sering

2
operator's klavus telapak tangan kontak dengan gagang obeng

Spine bumps Hiperkeratosis pada Disebabkan oleh menari dengan

kolumna spinalis gerakan memutar ke punggung

belakang

Hairdresser's hand Jari pertama pada Pembentukan kalus pada lokasi

tangan dominan gesekan oleh gunting di jari

pertama tangan dominan

Sucking calluses Bibir, tangan, atau Pembentukan kalus pada lokasi

kaki bayi baru lahir area suction pada bibir, tangan

atau kaki bayi baru lahir

Vamp disease3 Kaki Pembentukan klavus karena

pemakaian sepatu hak tinggi yang

terlalu sempit

2.3. Epidemiologi

Di Amerika Serikat, klavus adalah gangguan yang sering terjadi karena

frekuensi penggunaan alas kaki oklusi dan partisipasi dalam kegiatan berulang,

seperti berlari. Tipe kaki dan wilayah sangat rentan terhadap terjadinya penebalan

kulit tanpa memandang jenis kelamin, ras dan umur.4

Luas penebalan kulit dapat mengakibatkan rasa nyeri yang kronis,

khususnya di kaki depan, dalam situasi tertentu, pembentukan ulkus dapat terjadi.

Klavus mungkin merupakan tanda neuropati akibat diabetes atau neuroborreliosis,

atau karena cacat dari rheumatoid arthritis. Dalam kasus neuropati, sebuah klavus

dapat menyembunyikan atau menunjukkan ulserasi neurovasculature abnormal

3
kaki. Dalam kasus rheumatoid arthritis, klavus dapat meningkatkan rasa sakit

sendi yang cacat.4,7

Klavus lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria karena

penggunaan alas kaki oklusi dan buruk. Siapapun dapat memiliki klavus, tapi

kebanyakan individu memperoleh faktor risiko untuk pembentukan klavus setelah

pubertas karena timbulnya menggunakan alas kaki trauma, cedera gerakan

berulang, dan kelainan bentuk kaki progresif.4,7

2.4. Patofisiologi

Klavus merupakan akibat dari gerakan secara mekanik atau gaya gesek pada

kulit yang berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Pada teorinya

dijelaskan bahwa gaya tersebut mengakibatkan terjadinya hiperkeratinisasi yang

menyebabkan terjadinya penebalan stratum corneum, walaupun mekanisme

bagaimana hal tersebut dapat terjadi masih belum diketahui secara pasti. Jika gaya

berlebihan tersebut mengenai area kaki yang luas (lebih dari 1cm2), maka akan

terbentuk kalus. Sedangkan klavus akan terbentuk bila suatu gaya atau tekanan

yang sama dan konstan mengenai suatu lokasi tertentu, sehingga lamella pada

stratum corneum akan membentuk inti sentral yang keras yang dinamakan radix

atau nucleus.8

Pada klavus terdapat sumbatan parakeratotik yang tebal pada depresi

permukaan epidermis dengan bentuk cup-shape, biasanya diikuti dengan

hilangnya lapisan sel granular. Pembentukan klavus dipengaruhi oleh bentuk

tangan dan kaki. Secara khusus, tonjolan tulang dari sendi metakarpofalangealis

dan metatarsophalangeal sering menimbulkan gesekan kulit diatasnya, yang

4
mengakibatkan terjadinya pembentukan klavus. Gesekan terhadap alas kaki juga

cenderung menyebabkan hiperkeratosis. 4,8

Terdapat 2 jenis klavus; klavus keras yang timbul pada bagian dorsum ibu

jari dan akan berkurang dengan adaya maserasi dari keringat. Pada klavus keras,

permukaan terlihat mengkilap dan licin, dan saat lapisan paling atas dikelupas,

pada inti akan tampak bagian yang paling tebal dari lesi tersebut. Inti inilah yang

menyebabkan rasa tebal/baal atau nyeri yang menusuk/terasa tajam karena

menekan saraf sensorik yang ada disekitarnya. Klavus timbul pada lokasi yang

terkena gesekan atau tekanan, dan bila faktor penyebab tersebut dihilangkan,

klavus dapat hilang secara spontan. Biasanya tonjolan tulang atau eksostosis

ditemukan pada dasar klavus keras atau lunak yang terjadi dalam durasi lama.

Eksostosis ini harus diangkat agar penyembuhan dapat terjadi. Klavus lunak pada

sela jari biasanya timbul pada sela jari ke-4. Eksostosis seringnya ditemukan pada

sendi metatarsal-phalang yang menyebabkan tekanan pada ibu jari. Klavus ini

lunak, lembek dan maserasi sehingga tampak berwarna putih. 4,7

2.5. Manifestasi Klinis

Klavus memiliki gejala nyeri yang sering dideskripsikan seperti rasa

terbakar khususnya pada area yang dimana sepatu dipakai atau yang menahan

beban. Rasa tidak nyaman ini diperkirakan disebabkan oleh robekan mikro pada

pada penebalan atau kulit yang tidak fleksibel.7,8

Klavus (clavi atau helomata) secara jelas akan tampak papul keratotik dan

plak yang timbul pada area yang menahan gerakan mekanik berlebih atau gerakan

gesek. Klinis, semua varian lesi klavus terlihat seperti kulit hiperkeratosis atau

5
tebal; maserasi dan infeksi jamur atau bakteri sekunder adalah fitur umum dalam

Molle heloma dan diabetes. Helomas plantar cenderung memiliki plug keratin

pusat, yang bila dikupas, tampak dengan jelas, inti sentral. Lokasi yang paling

umum untuk formasi klavus adalah kaki, khususnya aspek dorsolateral dari kaki

kelima untuk durum heloma, di web interdigital keempat kaki untuk Molle

heloma, dan di bawah kepala metatarsal untuk kapalan. 7,8

Lesi akan timbul pada pada lokasi pijakan yang sudah diketahui,

berhubungan dengan deformitas struktural dan kelainan biomekanik. Lekukan

pada bagian bawah jari kaki menyebabkan adanya tonjolan ke arah proksimal

dan/atau sendi interphalangeal distal. Sehingga keratosis dalam hal ini dapat

terbentuk baik di bagian dorsal dari sendi tersebut, disela jari kaki, pada bagian

ujung distal jari kaki atau pada aspek lateral dari jari kaki kelima dan/atau kuku

jari kaki (klavus lateral kuku jari kaki, juga disebut durlacher's corn). Klavus sela

jari akan lebih keras jika berbatasan dengan sendi-sendi interphalangeal atau

lunak jika timbul pada sela jari keempat bagian dalam. Klavus yang akhirnya

menjadi lunak disebabkan oleh keringat yang terperangkap yang akan

mengakibatkan terjadinya maserasi pada jaringan keratotik. 4,7,8

2.6. Diagnosis

Dari anamnesis pasien dapat mengeluhkan nyeri atau rasa kebas pada lesi.

Pemeriksaan pasien harus mencakup penilaian jenis alas kaki dipakai, kegiatan

yang dilakukan, kiprah, dan terapi rumah saat ini atau terapi yang ditentukan

sebelumnya.7

6
(a) (b)

Gambar 1. (a) Klavus dibawah metatarsal ketiga, tampak radix atau inti

sentral berwarna putih. Radix tersebut harus dikelupas untuk kenyamanan. (b)

klavus lunak (heloma molle) terdapat pada sela jari keempat bagian dalam.

(Sumber : Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine)

Lesi harus teraba dan dikupas untuk mencari pembuluh darah yang

mendasari (titik-titik hitam atau tepat pendarahan), yang terlihat di kutil, dan

untuk mencari ulcerations mendasari, seperti yang terlihat dalam ulcerations

neurovaskular (terutama pada pasien dengan diabetes).7

Pengelupasan dari kalus atau klavus, sebagai lawan kutil plantar, harus

mengungkapkan Dermatoglyphics normal. Kalus umumnya lebih menyakitkan

dengan tekanan langsung, sedangkan kutil yang lebih menyakitkan dengan

tekanan lateral. Studi Pedobarographic adalah tekanan penilaian yang dapat

7
digunakan untuk mendeteksi distribusi tekanan kaki berubah. MRI mungkin

menggambarkan masalah kaki diabetik lebih jelas.7

Klavus pada plantar harus dibedakan dari kutil plantar dan pada sebagian

besar kasus hal ini hanya dapat dilakukan dengan mengelupaskan permukaan

keratin sampai papil memanjang pada dermal kutil tersebut dan pembuluh darah

yang khas atau inti bertanduk pada klavus dapat dilihat dengan jelas. Sebagai

tambahan porokeratosis plantaris discreta merupakan lesi yang berbatas tajam,

berbentuk kerucut dengan lesi elastis yang timbul dibawah puncak metatarsal.

Kadang dapat juga timbul lesi yang multipel. Klavus ini predominan pada wanita

3 : 1, terasa nyeri dan sering tertukar dengan kutil plantar atau klavus. Keratosis

punctata pada lipatan dapat dilihat pada lipatan jari kaki dimana hal ini dapat

disalahartikan sebagai klavus. Biopsi dari lesi mengungkapkan hiperkeratosis dan,

kadang-kadang, deposisi musin. 7,8

2.7. Diagnosis Banding

Klavus di kaki akan sulit dibedakan dengan kutil akibat virus, khusunya jika

pada lesi memiliki zona reaktif hiperkeratosis di sekitarnya. Klavus akan lebih

nyeri saat ditekan secara vertikal pada permukaan kulit, sedangkan kutil akan

lebih nyeri saat ditekan secara lateral antara jati telunjuk dan ibu jari. Pada kutil

akibat virus, saat dikelupas akan tampak tanda lapisam abnormal berbatas tegas.

Klavus harus dapat dibedakan dengan kalus. Kalus merupakan hyperkeratosis

akibat gaya gesek atau tekanan pada area yang luas sedangkan klavus terjadi pada

area yang sempit atau terlokalisir. Pada klavus memiliki gambaran yang khas

yaitu adanya inti sentral dan rasa nyeri.3

8
2.8. Histopatologis

Berbeda dengan keratosis oleh sebab non-mekanik, pada klavus

memperlihatkan perubahan pada lapisan epidermis, dermis dan adiposa. Pada

klavus akan tampak sumbatan parakeratotic di stratum corneum, dengan tekanan

stratum granulosum yang hilang dan atropi pada stratum malpighii. Pada dermis

akan tampak fibrosis yang signifikan, duktus ekrin dan pembuluh darah yang

berdilatasi, nervus hipertrofi dan jaringan luka menggantikan lemak subkutan.

Mengingat klavus adalah hanya diakibatkan oleh gesekan atau tekanan,

tidak ada perubahan atau kelainan pada aspek hematologi, kimia, serologi atau

immunohistokimia yang berhubungan.7

2.9. Tatalaksana

Tujuan penatalaksanaan:3

1. Mengatasi gejala simtomatik

2. Mencari sumber stress mekanik yang abnormal

3. Menyembuhkan penyebab

4. Mempertimbangkan tindakan bedah bila upaya penatalaksanaan

tersebut tidak berhasil

Secara singkat, penatalaksanaan pada klavus dibagi menjadi 2, yaitu

penatalaksanaan non-bedah dan penatalaksanaan bedah. Penatalaksanaan non-

bedah meliputi mengganti alas kaki, penggunaan bantalan alas kaki dan injeksi

artificial filler seperti silikon, sedangkan penatalaksanaan bedah berupa

pengelupasan klavus dan bedah koreksi jika terdapat deformitas kaki.3,4

9
Untuk mengatasi gejala simtomatik yang disebabkan oleh klavus, dapat

dilakukan mengelupasan lapisan secara hari-hati dan rutin. Pengelupasan rutin

membantu mengurangi tekanan yang disebabkan oleh klavus tersebut. Prosedur

ini sebaiknya dilakukan dengan menggunakan scalpel dan terapi lanjutan dengan

alat penggosok. Untuk klavus lunak, penggunaan pemisah jari kaki (lakan, busa

atau silikon) yang akan mempercepat kesembuhan. Asam salisilat (10-20%)

sebagai agen keratolitik dapat membantu, tetapi perawatan dibutuhkan untuk

menghindari terjadi iritasi. 3,4,8

Mengurangi tekanan atau gesekan dengan sepatu atau alas kaki yang tepat

menjadi sangat penting. Alas kaki yang baik yaitu alas kaki yang lembut, hak

sepatu yang tidak terlalu tinggi (kurang dari 4 cm) dan ujung alas kaki berbentuk

bulat untuk memberi ruang ibu jari kaki. Penggunaan bantalan alas kaki (insole)

juga dapat membantu untuk meratakan tekanan pada telapak kaki. Walau

bagaimanapun langkah ini sendiri saja tidak akan dapat menyembuhkan lesi. 3,4,8

Terkadang terapi konvensional dapat tidak efektif dan gagal. Kita juga dapat

melakukan tindakan bedah koreksi pada deformitas jari kaki dan reseksi condile

yang menonjol yang dapat menyebabkan terbentuknya klavus lunak. Tindakan

bedah terhadap kelainan tulang lain harus dilakukan dengan mencermati hasil

radiologi dan pedobarografi oleh ahli bedah ortopedi yang lebih ahli pada bidang

tersebut. Tetapi hasil dari tindakan bedah ini dapat lebih baik tetapi tidak menutup

kemungkinan hasilnya bisa mengecewakan. 3,4,8

10
2.10. Prognosis

Jika klavus tidak ditangani, pasien akan merasakan perasaan nyeri dan juga

pada subheloma bursitis akan menyebabkan permukaan ruptur. Oleh karena

beberapa klavus berdekatan dengan sendi dan tulang, dapat terjadi artritis septik

dan/atau osteomyelitis. Gaya mekanik yang menyebabkan klavus dapat juga

menyebabkan ruptur pleksus pembuluh darah subkutan, yang akan mengakibatkan

pendarahan ke dalam jaringan keratotik. Pada pasien dengan keadaan umum yang

baik, hal tersebut sangat jarang ditemukan. Tetapi pada kasus lain (contohnya

pada pasien diabetes dan pasien dengan penyakit jaringan ikat), pasien ini rentan

terkena ulkus kulit yang dalam atau dapat terjadi vaskulitis.7

11
BAB II

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. MA

Umur/ tanggal lahir : 21 tahun/ 6 September 1997

Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Mahasiswi

Tgl Pemeriksaan : 19 Februari 2019

Alamat : Jln. Filano Blok EE7 Kampung Baru

Status Perkawinan : Belum menikah

Negeri Asal : Indonesia

Agama : Islam

Suku : Minang

ANAMNESIS

Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin

RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 19 Februari 2019 dengan :

Keluhan utama

Kutil yang terasa nyeri dan bertambah banyak pada telapak kaki kanan sejak 2

bulan yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang:

 Awalnya muncul satu buah kutil di telapak kaki kanan kurang lebih 4 bulan

yang lalu, kemudian kutil bertambah menjadi dua buah. Sejak kurang lebih 2

bulan yang lalu, muncul kutil baru di pangkal ibu jari kaki kiri.

 Kutil awalnya kecil dan tidak nyeri, namun kemudian bertambah besar dan

1
terasa nyeri.

 Riwayat mencongkel-congkel kutil ada.

 Pasien mengatakan sering memakai sepatu sempit.

 Riwayat kutil ditempat lain tidak ada.

 Riwayat muncul kutil sebelumnya tidak ada.

 Pasien mengeluhkan bengkak pada sisi kuku jempol kaki kiri sejak 1 tahun

yang lalu. Awalnya bengkak dirasakan setelah pasien menggunting kuku. Pus

tidak ada. Nyeri hilang timbul, disertai kemerahan.

Riwayat Pengobatan

Pasien pernah menggunakan obat salap sebelumnya, pasien tidak tahu nama obat

yang digunakan.

Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien tidak pernah menderita menderita penyakit seperti ini sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga/ Riwayat Atopi/ Alergi :

• Tidak ada anggota keluarga yang menderita kutil seperti pasien

• Riwayat bersin-bersin pagi hari tidak ada

• Riwayat alergi makanan tidak ada

• Riwayat alergi obat tidak ada

• Riwayat asma tidak ada

• Riwayat eksim tidak ada

• Riwayat mata merah dan terasa gatal tidak ada

• Riwayat alergi serbuk bunga tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

a. Status Generalis

2
Keadaan umum : tidak tampak sakit

Kesadaran : komposmentis kooperatif

TD : 120/80 mmHg

Suhu : 36,5oc

Frekuensi Nafas : 18 x/menit

Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera Ikterik -/-

Hidung : Tidak ada kelainan

KGB : Tidak ada pembesaran KGB

Kelainan rambut : Tidak ditemukan kelainan

Kelainan kuku : Tidakditemukankelainan

Pemeriksaan Thorak : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan Abdomen : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan Ekstremitas : Tidak ada kelainan

b. Status Dermatologikus

1. Lokasi : Telapak kaki kanan

Distribusi : Terlokalisir

Bentuk : Bulat

Susunan : Anular

Batas : Tegas

Ukuran : 0,6 x 0,6 cm

Efloresensi : Tumor kekuningan dengan permukaan hiperkeratotik

dengan bagian yang cekung dan makula hitam di tengahnya.

2. Lokasi : Telapak kaki kiri

Distribusi : Terlokalisir, diskret

3
Bentuk : Bulat

Susunan : Anular

Batas : Tidak tegas

Ukuran : Lentikular

Efloresensi : Plak kekuningan dengan bagian yang cekung dan makula

hitam di tengahnya.

3. Lokasi : Ujung kuku jempol kaki kiri

Distribusi : Terlokalisir

Bentuk : Tidak khas

Susunan : Linier

Batas : Tidak tegas

Ukuran : Lentikular

Efloresensi : Udem dengan krusta coklat di pinggirnya, pus tidak ada.

4
RESUME

Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan

Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 19 Februari 2019 dengan

keluhan kutil yang terasa nyeri dan bertambah banyak pada telapak kaki kanan

sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya kutil berjumlah 1 buah pada kaki kiri sejak 4

bulan yang lalu, kemudian muncul 1 kutil lagi di kaki kiri. Lalu muncul kutil di

kaki kanan sejak 2 bulan yang lalu. Kutil terasanya nyeri. Pasien mengatakan

bahwa sebelumnya sering memakai sepatu yang sempit. Terdapat pula bengkak

pada ujung kuku jari jempol kiri yang dirasakan pasien sejak menggunting kukus

sejak 1 tahun yang lalu, yang dirasakan nyeri hilang timbul. Status

Dermatologikus didapatkan lokasi telapak kaki kanan, distribusi terlokalisir,

bentuk bulat, susunan anular, batas tegas, ukuran 0,6 x 0,6 cm, efloresensi Tumor

kekuningan dengan permukaan hiperkeratotik dengan bagian yang cekung dan

5
makula hitam di tengahnya. Pada telapak kaki kiri, distribusi terlokalisir, diskret,

bentuk bulat, susunan anular, batas tidak tegas, ukuran lentikular, efloresensi

plak kekuningan dengan bagian yang cekung dan makula hitam di tengahnya.

Pada ujung kuku jempol kaki kiri, distribusi terlokalisir, bentuk tidak khas,

susunan linier, batas tidak tegas,ukuran lentikular, efloresensi udem dengan

krusta coklat di pinggirnya, pus tidak ada.

DIAGNOSIS KERJA

Clavus pedis bilateral + Paronikia

DIAGNOSIS BANDING

Kalus

PEMERIKSAAN PENUNJANG

- Pemeriksaan rutin

Tidak ada pemeriksaan rutin yang diperlukan

- Pemeriksaan anjuran

Pemeriksaan histopatologis

DIAGNOSIS

Clavus pedis bilateral + paronikia

TATALAKSANA

Umum

- Gunakan alas kaki yang lunak untuk mengurangi gesekan dan tekanan

- Tidak menggunakan sepatu yang terlalu sempit

- Rajin membersihkan daerah yang terdapat clavus.

- Jaga kaki agar tetap kering

6
Khusus

- Bedah elektrokauter

- Bedah insisi dengan scalpel

PROGNOSIS

Quo ad vitam : bonam

Quo ad sanam : dubia ad bonam

Quo ad functionam : bonam

Quo ad kosmetikum : bonam

7
BAB III

DISKUSI

Seorang perempuan berusia 21 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan

Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 19 Februari 2019 dengan

keluhan kutil yang terasa nyeri dan bertambah banyak pada telapak kaki kanan

sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya kutil berjumlah 1 buah pada kaki kiri sejak 4

bulan yang lalu, kemudian muncul 1 kutil lagi di kaki kiri. Lalu muncul kutil di

kaki kanan sejak 2 bulan yang lalu. Kutil terasanya nyeri. Pasien mengatakan

bahwa sebelumnya sering memakai sepatu yang sempit. Status Dermatologikus

didapatkan lokasi telapak kaki kanan, distribusi terlokalisir, bentuk bulat, susunan

anular, batas tegas, ukuran 0,6 x 0,6 cm, efloresensi Tumor kekuningan dengan

permukaan hiperkeratotik dengan bagian yang cekung dan makula hitam di

tengahnya. Pada telapak kaki kiri, distribusi terlokalisir, diskret, bentuk bulat,

susunan anular, batas tidak tegas, ukuran lentikular, efloresensi plak kekuningan

dengan bagian yang cekung dan makula hitam di tengahnya.

Pasien di diagnosis clavus berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik

Klavus adalah penebalan kulit berbatas tajam yang timbul pada tonjolan tulang,

sering pada tangan dan kaki, disertai rasa nyeri. Penyebabnya adalah gaya gesek

atau tekanan berlebihan yang menyebabkan terjadinya hiperkeratosis, manifestasi

klinis dan perubahan histologis. Penebalan luas kulit dalam klavus bisa

menyebabkan nyeri yang kronis, khususnya di kaki depan, dalam situasi tertentu.

Terdapat pula bengkak pada ujung kuku jari jempol kiri yang dirasakan

pasien sejak menggunting kuku sejak 1 tahun yang lalu yang dirasakan nyeri

1
hilang timbul. Efloresensi distribusi terlokalisir, bentuk tidak khas, susunan linier,

batas tidak tegas,ukuran lentikular, efloresensi udem dengan krusta coklat di

pinggirnya, pus tidak ada.

Kuku merupakan salah satu dermal appendages yang mengandung lapisan

tanduk yang terdapat pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, gunanya selain

membantu jari-jari untuk memegang juga digunakan sebagai cermin kecantikan.

Lempeng kuku terbentuk dari sel-sel keratin yang mempunyai dua sisi, satu sisi

berhubungan dengan udara luar dan sisi lainnya tidak.

Paronikia biasanya bersifat akut, tetapi kasus kronis bisa terjadi. Pada

paronikia akut, bakteri (biasanya S. aureus) masuk melalui robekan pada kulit

diakibatkan dari bintil kuku, trauma pada lapisan kuku, hilangnya kutikula, atau

iritasi kronis. Pada paronikia kronik pasien melaporkan gejala berlangsung 6

minggu atau lebih. Peradangan, nyeri, dan bengkak dapat terjadi secara episodik,

seringkali setelah terkena air atau lingkungan yang lembab.

Pasien ditatalaksana dengan diberikan terapi umum dan khusus. Terapi

umum pada pasien berupa edukasi mengenai informasi penyakit, pengobatan, dan

pentingnya menjaga higiene personal. Selain itu edukasi pasien untuk

menggunakan alas kaki yang lunak untuk mengurangi gesekan dan tekanan, tidak

menggunakan sepatu yang terlalu sempit dan rajin membersihkan daerah yang

terdapat clavus. Untuk lesi pada jempol kiri pasien, sebaiknya pasien menjaga

agar kaki tetap kering. Untuk paronikia yang juga dikeluhkan pasien, dapat

dilakukan bedah minor dengan teknik bedah yang paling umum digunakan untuk

mengobati paronychia kronis disebut marsupialization eponychial.

2
Terapi khusus yaitu dengan terapi elektrokauter dengan anestesi lokal untuk

menghilangkan klavus tersebut.

3
DAFTAR PUSTAKA

1. Handoko RP. 2011. Penyakit Virus. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi
Keenam. Jakarta : Badan Penerbit FKUI.
2. Shenefelt P D. 2011. Non Genital Warts. Available from: URL:
http:// emedicine.Medscape.com/ article/1133317-overview#a0101.

3. Kennedy CTC, Burd DAR. Mechanical and Thermal Injury. In: Burns T,

Breathnach SM, Cox N, Griffiths CE, eds. Rook's Textbook of Dermatology.

7th ed. London, England: Blackwell Science; 2004:22.

4. Singh D, Bentley G, Trevino SG. Callosities, corns, and calluses. BMJ. Jun 1

1996;312(7043):1403-6.

5. Rata IG. Tumor Kulit. In: Djuanda A, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Edisi Keenam. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2010

6. Gibbs RC. "Vamp disease". J Dermatol Surg Oncol. Feb 1979;5(2):92-3

7. DeLauro TM, DeLauro NM. Corns and Calluses. In: Wolff K, Goldsmith LA,

Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, eds. Fitzpatrick's Dermatology

in General Medicine. 7th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2008:97.

8. James William D, Berger Timothy G, Elston Dirk M. . In: Andrews’ Disease

of The Skin Clinical Dermatology 10th ed. Elsevier Inc; 2000: 41-42