Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

Komite Medik merupakan organisasi non struktural di rumah sakit yang dibentuk
berdasarkan keputusan Direktur dan mempunyai masa kerja 4 tahun. Komite Medik
bertugas untuk membantu Direktur rumah sakit dalam proses kredensial dan
rekredensial staf medik, peningkatan mutu profesi medik dan pembinaan etika dan
disiplin profesi medik. Komite Medik berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab
kepada Direktur. Komite Medik bukan merupakan wadah perwakilan staf medis namun
dipilih oleh Direktur dengan mempertimbangkan sikap profesional, reputasi, dan perilaku
staf yang kompeten. Dalam operasional Komite Medik, Direktur berkewajiban
menetapkan kebijakan dan prosedur serta menyediakan sumber daya yang diperlukan
bagi Komite Medik untuk melaksanakan fungsinya.
BAB II LATAR
BELAKANG

Peningkatan mutu pelayanan adalah suatu bagian yang dapat meningkatkan


daya tarik rumah sakit sebagai tempat memperoleh pelayanan kesehatan. Dengan
bertambahnya rumah sakit di sekitar RSSA maka akan bertambah pesaing dalam
meningkatkan mutu. Untuk mencapai mutu dan keunggulan, rumah sakit membentuk
Komite Medik dengan program kerja yang terarah serta berperan sebagai motor
penggerak pelayanan rumah sakit. Diharapkan kualitas pelayanan kesehatan lebih
bermutu sehingga penggunaan fasilitas rumah sakit dapat meningkat dari waktu ke
waktu. Komite Medik ditetapkan dan bertanggung jawab kepada Direktur rumah sakit.
Komite Medik dibentuk dengan fungsi merumuskan standar profesi atau standar
pelayanan medis, menangani masalah etik medis dan meningkatkan mutu pelayanan
medis di rumah sakit. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan kerja Komite Medik
diperlukan penyusunan program kerja agar pelaksanaan tugas menjadi terarah.
BAB III
TUJUAN

a. Tujuan Umum
Menyelenggarakan tata kelola klinis (clinical governance) yang baik agar mutu
pelayanan medis dan keselamatan pasien lebih terjamin dan terlindungi.

b. Tujuan Khusus
Sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dan perencanaan kerja yang akan
dilakukan dalam periode satu tahun ke depan, adalah sebagai berikut :
1) Sub Komite Kredensial Staf Medik :
Melakukan kredensial bagi seluruh staf medis yang akan melakukan pelayanan
medis di rumah sakit dan re-kredensial bagi staf medis yang telah bekerja di
rumah sakit;
2) Sub Komite Mutu Profesi Medik :
Memelihara dan membina mutu profesi staf medis; dan
3) Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik :
Menjaga disiplin, etika dan perilaku profesi medis.
BAB IV
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Medik memiliki tugas dan wewenang


sebagai berikut :
1. Memberikan kewenangan klinis;
2. Menunjukkan rincian kewenangan klinis;
3. Menolak kewenangan klinis tertentu;
4. Melakukan perubahan/modifikasi rincian kewenangan klinis;
5. Menindaklanjuti audit medik yang telah dilakukan;
6. Melakukan pendampingan (proctoring) bagi staf medik;
7. Memberikan rekomendasi untuk tindakan disiplin; dan
8. Memberikan rekomendasi untuk surat penugasan klinis.

Untuk melaksanakan tugas dan wewenang tersebut diatas, Komite Medik dibagi
menjadi 3 (tiga) Sub Komite yaitu Sub Komite Kredensial Staf Medik, Sub Komite Mutu
Profesi Medik dan Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik. Kegiatan masing-masing
Sub Komite tersebut adalah sebagai berikut :
a. Sub Komite Kredensial Staf Medik
Kegiatan pokok Sub Komite Kredensial Staf Medik adalah melaksanakan proses
kredensial dan rekredensial di rumah sakit.
1) Kredensial calon staf medik baru.
Langkah-langkah kegiatan penerimaan calon staf medik baru adalah sebagai
berikut :
a) Direktur rumah sakit menerima surat lamaran;
b) Wawancara terhadap calon staf medis;
c) Direktur mengirimkan surat permintaan rekomendasi kepada Komite Medik
yang kemudian diteruskan ke SMF sesuai spesialisasi calon staf medis;
d) SMF mengirimkan rekomendasi beserta rincian kewenangan klinis calon staf
medis yang telah disetujui dan ditandatangani mitra bestari (peer group)
kepada Komite Medik;
e) Verifikasi dokumen kelengkapan calon staf medis (ijazah, SIP, STR) ke Dinas
Kesehatan setempat dan ke Konsil Kedokteran Indonesia;
f) Komite Medik mengirimkan surat rekomendasi dan rincian kewenangan klinis
calon staf medis kepada Direktur untuk diproses lebih lanjut.
2) Re-Kredensial staf medik pemohon kewenangan klinis
Rincian kegiatan rekredensial staf medik pemohonan ulang kewenangan klinis
sebagai berikut :
a) Staf medis mengajukan ulang surat permohonan kewenangan klinis paling
lambat 3 (tiga) bulan sebelum surat penugasan klinis habis masa berlakunya;
b) Menanggapi surat permohonan tersebut, Direktur mengirimkan surat
permohonan rekomendasi kepada Komite Medik;
c) Mekanisme dan proses re-kredensial pada dasarnya sama dengan
mekanisme dan proses kredensial;
d) Proses re-kredensial menghasilkan rekomendasi Komite Medik kepada
Direktur sebagai berikut :
• Kewenangan klinis staf medis dilanjutkan;
• Kewenangan klinis staf medis ditambah;
• Kewenangan klinis staf medis dikurangi;
• Kewenangan klinis staf medis dibekukan untuk waktu tertentu;
• Kewenangan klinis staf medis diubah/dimodifikasi; dan/atau
• Kewenangan klinis staf medis diakhiri.
e) Direktur menerbitkan Surat Penugasan Klinis berdasarkan rekomendasi dari
Komite Medik dan Sub Komite Kredensial Staf Medik.

b. Sub Komite Mutu Profesi Medik


Kegiatan pokok Sub Komite Mutu Profesi Medik adalah pemantauan dan
pengendalian mutu profesi medik melalui cara sebagai berikut :
1) Audit medik
Rincian kegiatan pelaksanaan audit medik adalah sebagai berikut :
a) Pemilihan topik yang akan dilakukan audit;
b) Penetapan standar dan kriteria;
c) Penetapan jumlah kasus/sampel yang akan diaudit;
d) Membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan pelayanan;
e) Melakukan analisis kasus yang tidak sesuai standar dan kriteria;
f) Menerapkan perbaikan;
g) Rencana audit berikutnya.
2) Pertemuan Kliniko Patologi / CPC (Clinical Pathology Conference)
Rincian kegiatannya adalah sebagai berikut :
a) Menghadiri CPC dan kasus kematian yang penatalaksanaannya memerlukan
kebijakan di tingkat manajemen rumah sakit;
b) Meminta laporan dari semua kegiatan CPC di masing-masing SMF.
3) Berkoordinasi dengan Komite Patient Safety terkait pembahasan kasus KTD atau
kasus kelalaian lainnya.

c. Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik


Kegiatan pokok Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik adalah melaksanakan
upaya pendisiplinan professional staf medik dan pembinaan professional staf medik
agar pasien memperoleh asuhan medis yang aman dan efektif.
1) Penanganan kasus dugaan pelanggaran etik dan disiplin
Rincian kegiatan penanganan kasus dugaan pelanggaran etika dan disiplin
sebagai berikut :
a) Sub Komite Etika dan Disiplin menerima laporan dugaan pelanggaran etik
dan disiplin profesi medik baik dari perorangan atau non perorangan;
b) Memeriksa dasar dugaan pelanggaran etik dan disiplin profesi medik;
c) Melakukan pemeriksaan yang dilakukan oleh Panel Penegakan Disiplin
Profesi :
• Mencari bukti;
• Staf medis terlapor dapat didampingi oleh personil dari rumah sakit atau
luar rumah sakit;
• Panel Penegakan Disiplin dapat menggunakan keterangan saksi ahli dari
dalam dan luar rumah sakit sesuai kebutuhan;
• Seluruh pemeriksaan yang dilakukan oleh Panel Penegakan Disiplin
dicatat oleh petugas sekretariat Komite Medik, bersifat tertutup dan
pengambilan keputusannya bersifat rahasia.
d) Pengambilan keputusan;
e) Pemberian sanksi penegakan etika dan disiplin
Rekomendasi pemberian sanksi penegakan disiplin profesi pada staf medis
oleh Komite Medik dan Sub Komite Etika dan Disiplin sebagai berikut :
• Peringatan tertulis;
• Limitasi (reduksi) kewenangan klinis (clinical privilege);
• Bekerja dibawah supervisi dalam waktu tertentu oleh staf medis yang
memiliki kewenangan klinis untuk pelayanan medis tersebut;
• Pencabutan kewenangan klinis (clinical previlege) sementara atau
selamanya.
f) Pelaksanaan keputusan
Rekomendasi pemberian sanksi penegakan disiplin profesi oleh Komite
Medik dan Sub Komite Etika dan Disiplin diserahkan kepada Direktur rumah
sakit untuk selanjutnya Direktur rumah sakit yang melakukan eksekusi.
2) Pembinaan etik dan disiplin
Rincian kegiatan pembinaan etik dan disiplin yang dilakukan oleh Komite Medik
melalui Sub Komite Etika dan Disipin Profesi Medik adalah dengan menyusun
materi kegiatan pembinaan etik dan disiplin profesi medik dalam bentuk ceramah,
diskusi, simposium, lokakarya dan sebagainya yang bekerja sama dengan
Bidang Pelayanan Medik, Bidang Pendidikan dan Penelitian dan unit kerja lain
yang terkait.
3) Penyelesaian kasus kewenangan klinis yang saling tumpang tindih
Rincian kegiatan penyelesaian kasus kewenangan klinis yang tumpang tindih
adalah sebagai berikut :
a) Melakukan kajian kompetensi klinis dari masing-masing disiplin profesi medik
b) Komite Medik bersama dengan Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik
mengundang masing-masing kelompok profesi medik untuk berdiskusi dan
membicarakan kewenangan klinis yang saling tumpang tindih;
c) Komite Medik memberikan rekomendasi kepada Direktur rumah sakit
mengenai penyelesaian masalah kewenangan klinis yang tumpang tindih dan
Direktur rumah sakit melakukan eksekusi dengan menyesuaikan kondisi di
rumah sakit.
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
STRATEGI
RINCIAN
NO SASARAN CARA JADWAL
KEGIATAN
MELAKSANAKAN PELAKSANAAN KET
KEGIATAN KEGIATAN

1 Kredensial calon Semua calon a) Direktur rumah Bulan Januari


staf medik baru staf medik sakit menerima s.d bulan
surat lamaran; Desember 2015
b) Wawancara
terhadap calon staf
medik;
c) Direktur
mengirimkan surat
permintaan
rekomendasi
kepada Komite
Medik yang
kemudian
diteruskan ke SMF
sesuai spesialisasi
calon staf medis;
d) SMF mengirimkan
rekomendasi
beserta rincian
kewenangan klinis
calon staf medis
yang telah disetujui
dan ditandatangani
mitra bestari (peer
group) kepada
Komite Medik;
e) Verifikasi dokumen
kelengkapan calon
staf medis (ijazah,
SIP, STR) ke
Dinas Kesehatan
setempat dan ke
Konsil Kedokteran
Indonesia;
f) Komite Medik
mengirimkan surat
rekomendasi dan
rincian
kewenangan klinis
calon staf medis
kepada Direktur
untuk diproses
lebih lanjut.

2 Re-kredensial staf Staf medik a) Staf medis Bulan Januari


medik pemohon mengajukan ulang s.d bulan
ulang surat permohonan Desember 2015
kewenangan kewenangan klinis
klinis kepada Direktur;
b) Direktur
mengirimkan surat
permohonan
rekomendasi
kepada Komite
Medik;
c) Mekanisme dan
proses re-
kredensial pada
dasarnya sama
dengan
mekanisme dan
proses kredensial;
d) Proses re-
kredensial
menghasilkan
rekomendasi
Komite Medik
kepada Direktur
sebagai berikut :
• Kewenangan
klinis
dilanjutkan;
• Kewenangan
klinis ditambah;
• Kewenangan
klinis dikurangi;
• Kewenangan
klinis dibekukan
untuk waktu
tertentu;
• Kewenangan
klinis diubah/
dimodifikasi;
dan/atau
• Kewenangan
klinis diakhiri.
e) Direktur
menerbitkan Surat
Penugasan Klinis
berdasarkan
Budaya Mutu RSSA "KITA PEDULI" 9
rekomendasi dari
Komite Medik dan
Sub Komite
Kredensial Staf
Medik.

3 Audit medik 3x/ tahun a) Pemilihan topik Bulan Januari,


yang akan bulan Mei dan
dilakukan audit; bulan Agustus
2015
b) Penetapan
standar dan
kriteria;
c) Penetapan jumlah
kasus/sampel
yang akan diaudit;
d) Membandingkan
standar/kriteria
dengan
pelaksanaan
pelayanan;
e) Melakukan
analisis kasus
yang tidak sesuai
standar dan
kriteria;
f) Menerapkan
perbaikan;
g) Rencana audit
berikutnya.

4 CPC Sesuai a) Menghadiri CPC Antara bulan


undangan dan kasus Januari s.d
bulan Desember
kematian yang
2015
penatalaksanaan-
nya memerlukan
kebijakan di tingkat
manajemen rumah
sakit;

b) Meminta laporan
dari semua
kegiatan CPC di
masing-masing
SMF.

5 Penanganan KTD Sesuai kasus Berkoordinasi dengan Mulai bulan


dan kasus yang ada Komite Patient Safety Januari s.d
Budaya Mutu RSSA "KITA PEDULI" 10
kelalaian lain terkait pembahasan bulan Desember
kasus KTD atau kasus 2015
kelalaian lainnya

6 Menangani kasus Bila terjadi a) Menerima laporan Antara bulan


dugaan kasus etik dugaan Januari s.d
pelanggaran etik pelanggaran etik; bulan Desember
dan disiplin 2015
b) Memeriksa dasar
dugaan laporan;
c) Melakukan
pemeriksaan;
d) Pengambilan
keputusan;
e) Rekomendasi
tindakan
pendisiplinan;
f) Pelaksanaan
rekomendasi oleh
Direktur.

7 Pembinaan etika 2x/ tahun a) Ceramah; Bulan Januari


dan disiplin dan bulan Juli
b) Diskusi;
2015
c) Simposium;
d) Lokakarya.

8 Menyelesaikan Setiap ada Melakukan kajian Mulai bulan


kasus kasus kompetensi dari Januari s.d
kewenangan klinis masing-masing bulan Desember
yang saling disiplin profesi dan 2015
tumpang tindih menyesuaikan
dengan kondisi di
rumah sakit.
Budaya Mutu RSSA "KITA PEDULI" 11
BAB VI
SASARAN

Sasaran program kerja Komite Medik adalah sebagai berikut :


1) Sub Komite Kredensial Staf Medik
Sasaran program kerja Sub Komite Kredensial Staf Medik adalah :
a) Semua calon staf medik baru;
b) Semua staf medik pemohon ulang kewenangan klinis.
2) Sub Komite Mutu Profesi Medik
Sasaran program kerja Sub Komite Mutu Profesi Medik adalah :
a) Sasaran audit medik adalah :
• Kebijakan pelayanan pasien;
• Panduan pelayanan pasien;
• Prosedur pelayanan pasien (SPO, PPK & Clinical Pathway) ;
• Petugas yang memberikan pelayanan kepada pasien.
b) Sasaran CPC (Clinical Pathology Conference) adalah :
• Kasus-kasus sulit yang memerlukan penanganan inter departemen/lintas
departemen;
• kasus kematian atau kasus langka bersama kelompok staf medis/SMF
terkait.
3) Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik
Sasaran program kerja Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Medik adalah :
a) Semua kasus dugaan pelanggaran etik dan disiplin profesi medik yang terjadi di
rumah sakit;
b) Pembinaan etik dan disiplin kepada semua DPJP dan peserta didik (PPDS dan
Co-Ass) di rumah sakit;
c) Menyelesaikan kasus-kasus kewenangan klinis yang saling tumpang tindih.
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Jadwal pelaksanaan program kerja Komite Medik adalah sebagai berikut :

BULAN
NO KEGIATAN KET
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

Kredensial
1 calon staf
medik baru
Rekredensial
2
staf medik
Audit Medik
3

CPC
4

Penanganan
KTD dan
5 kasus
kelalaian
lainnya
Penanganan
dugaan
6 pelanggaran
etika dan
disiplin
profesi medik
Pembinaan
7 etika dan
disiplin staf
medik
Penyelesaian
kasus
8 kewenangan
klinis yang
tumpang
tindih
Keterangan :
Kegiatan Sub Komite Kredensial Staf Medik
Kegiatan Sub Komite Mutu Profesi Medik
Kegiatan Sub Komite Etika dan Disiplin
Profesi Medik
BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

RINCIAN HASIL
NO SASARAN REALISASI KET
KEGIATAN KEGIATAN

1 Kredensial Setiap calon staf


medik baru

2 Re-kredensial Setiap staf medik


yang telah bekerja

3 Audit medik 2x / tahun

4 CPC Sesuai undangan

5 Penanganan KTD
dan kasus
kelalaian lainnya

6 Penanganan Sesuai kasus


dugaan
pelanggaran etika
& disiplin profesi
medik

7 Pembinaan etika
dan disiplin
profesi medik

8 Penyelesaian
kewenangan
klinis yang saling
tumpang tindih
BAB IX
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

RINCIAN WAKTU HASIL TINDAK


NO REKOMENDASI
KEGIATAN EVALUASI EVALUASI LANJUT

1 Kredensial

2 Re-kredensial

3 Audit medik

4 CPC

5 Kasus etik

6 Sekretariat
Komite Medik