Anda di halaman 1dari 3

KHUTBATUL ’ARSY (PEKAN PERKENALAN)

BABAK II
TENTANG PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Di sampaikan oleh :
Ust. Afrizal Sofyan, S.Pd.I
(Kabag. Pengajaran)

Pesantren modern mendahulukan pendidikan daripada pengajaran. Arah dan tujuan pendidikan
di pesantren Modern, ialah :

1. Kemasyarakatan
2. Hidup sederhana
3. Tidak berpartai
4. Tujuan pokoknya ”IBADAH THALABUL ’ILMI” bukan menjadi pegawai.

1. KEMASYARAKATAN
Segala tindakan dan pelajaran, bahkan segala gerak gerik yang ada diPesantren Modern ini,
semuanya akan ditemui dalam perjuangan hidup atau dalam masyarakat. Tegasnya tidak terlalu
mementingkan atau mengingat apa yang harus dipelajari di perguruan tinggi kelak, tetapi selalu
mengingat apa yang akan di temui dalam masyarakat kelak. Dengan pengharapan, apabila kita (anak
didik kita) nanti masuk ke dalam masyarakat tidak akan terlalu canggung untuk menjadi guru pada
sekolah dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah, Tsanawiyah, baik mengajar dalam mata
pelajaran agama atau pelajaran umum. Tidak pula canggung untuk menjadi pengurus organisasi,
muballigh, imam, pegawai dan lain-lain.
Jadi harus kita hidupkan dan semangat jiwa KEWIRASWASTAAN .Hanya saja, setelah kita
tamat, dan ternyata masih kuat, semangat masih ada, orang tua masih sanggup, persiapan otak masih
segar dan belum terpengaruhi ”ingin lekas tua ”, dapat juga mencoba masuk perguruan tinggi didalam
maupun diluar negeri, dan banyak pula yang telah mencapai kesarjanaannya, atau menyelesaikan
studinya. Tetapi sekali lagi harus diingat, kita adalah untuk masyarakat, jangan sampai seakan-akan
menjauhi masyarakat. Masyarakat menanti kedatangan kita, mengharap pimpinan kita, dan akhirnya
masyarakat pula yang akan menilai sampai dimana nilai pribadi kita dan amalan kita.

2. HIDUP SEDERHANA
Mengingat beberapa faktor pendidikan jasmani dan rohani, maka penting sekali kita semua ini
dibiasakan/dididik hidup sederhana, makan, tidur, pakaian, hiburan, semuanya harus dapat kita
laksanakandengan sederhana, yang tidak mengganggu kesehatan jasmani dan rohani kita. Sederhana
tidak berarti miskin, dan tidak berarti mendidik atau mengajarkan miskin bahkan sebaliknya.
Sederhana adalah pokok keberuntungan, ia dapat memudahkan penghidupan yang jujur serta
bersih. Sebaliknya hidup mewah yang tidak mengenal batas, mudah terpengaruh ajakan setan yang
mengajak kearah kesesatan sehingga lupa akan rasa syukur. Itulah sebabnya maka kita semua di
pesantren ini hidup sederhana, sehingga ongkos dapat semurah-murahnya. Biasakanlah hidup
sederhana, niscaya kita akan hidup bahagia, dan dapat menghadapi masa depan dengan kepala tegak,
tidak ada rasa cemas atau takut. Diantara kesederhanaan itu ialah :
a. Makanannya
Dagingnya tidak boleh terlalu banyak. Pemuda-pemuda yang berada didaerah panas, makan
daging banyak,tidur banyak di kasur yang hangat pula... akan terbakar, tidak tenang, terlalu
panas... mudah menimbulkan tekanan darah tinggi.Walhasil tidak baik bagi kesehatan jasmani
dan rohani.
b. Pakaiannya
Pakaiannya harus sederhana; biar pakaian yang lama (usang), asal bersih, janganlah memakai
pakaian yang model-model (aneh-aneh), kotak-kotak, lurik-lurik, warna-warni yang tidak
pantas sebagai seorang pelajar. Insya Allah disini hanya akan ditertawakan orang. Pakaian Cow
Boy dan Napoleon sudah masuk museum tanda ketinggalan zaman. Kita tak mau kembali
kezaman jahiliyah, tapi pemuda sekarangharus melihat kedepan dengan penuh pengharapan
serta berperasaan dan tahu kesopanan.

c. Rambutnya
Rambutnya tidak usah terlalu panjang, apalagi gondrong, paling lama 1 bulan sudah harus
dipotong kembali, asal ujungrambut jangan sampai menyentuh daun telinga, apalagi kerah baju,
itu berarti minta dipotong.

3. TIDAK BERPARTAI
Pelajaran dan pendidikan diPesantren Modern sama sekalitidak ada hubungan dan sangkut
pautnya dengansesuatu partai atau golongan, Pengasuh dan Direktur tidak berpartai. Hal ini senantiasa
tetap berjalan, mengikuti semboyan Pesantren Modern dalam mendidik, supaya para siswa
BERFIKIRAN BEBAS, perekat ummat, diatas dan untuk semua golongan.

4. TUJUAN KE PESANTREN IALAH :THALABUl ILMI BUKAN UNTUK MENJADI


PEGAWAI
Disamping itu, Pesantren Modern bukan mendidik supaya pemudanya menjadi pegawai, tetapi
menganjurkan supaya giat dalam talabu-l-’ilmi dengan suci, ibadah memenuhi perintah agama.Tentang
nanti dapat menjadi pegawai atau tidak, tingkat berapa, sama sekali tidak menjadi dasar fikiran atau
perhitungan. Bahkan diharap agar para pelajar nanti dapat menjadi orang yang dapat memimpin sesuatu
usaha atau organisasi, atau dapat memimpin teman-temannya yang menghajatkan pimpinan, serta
boleh jugamenjadi orang yang mempunyai pegawai dengan mental Pesantrennya yang kuat
(WIRASWASTA).

KE OEMAR DIYAN APA YANG KAMU CARI......?


Perlu di perhatikan oleh setiap pelajar, bahkan tiap-tiap santri, sewaktu-waktu harus bertanya
kepada diri sendiri : Datang kesini mencari apa ? dan untuk apa ? Apakah datang kesini untuk
mencari enaknya saja ? Apakah hanya untuk mencari teman ? Ataukah hanya untuk mencari kelas ?
nama?
Kalau datang kesini hanya akan mencari teman, cari keramaian, disini bukan tempatnya.
Dipasar dan bioskop teman lebih banyak dan lebih ramai. Kalau datang kesini cari kelas, disini juga
tidak kena. Karena kalau kita berada dikota, masuk ke sekolah swasta, akan mudah dan bebas memilih
kelas dengan semaunya.
Jadi datang kesini cari apa ?
Kalau santri menjawab : saya datang kesini, semata-mata untuk mencari ilmu dan pendidikan”,
inilah jawaban yang tepat. Makan tidak enak, tidur tidak enak, tidak menjadi soal. Kamu datang kesini
bukan untuk mencari kelas, tetapi mencari ilmu. Bukankah yang diwajibkan Nabi kepada kita adalah
TALABU-L-’ILMI dan bukan TALABU-L-’FASLI.
Maka dari itu, perlu diperhatikan agar jangan salah alamat atau salah wesel, agar tidak menyesal
kemudian. Masih selalu harus diingat pertanyaan :”APA YANG DICARI?, kadang-kadang pernah
terjadi :
 Hanya terpesona sesuatu yang bukan tujuan... lupa... lari..., pindah...
 Hanya kalah bermain olahraga, kecewa... tidak kerasan.
 Hanya kalah pengaruh dengan kawan dalam kepandaian...
 Hanya dapat tepuk tangan diluar pesantren dalam berpidato... mabuk, lupa.... pulang. Tergesa-
gesa menjadi tua.
 Hanya karena dipuja-puja temannya.... lupa tujuan...
 Hanya terjebak bujukan kawan/ setan... lari, pindah....
 Hanya kebetulan kawan akrab ada yang pulang.... ikut-ikutan pulang juga. Katanya.... setia
kawan.
 Hanya ketika pulang sementara dalam liburan...... terpesona sesuatu, atau terpengaruh...
akhirnya lupa tujuan.... patah belajarnya.

Ini semua harus selalu diingat, agar kita tau apa yang kita cari sebenarnya ?
Berjalan sampai ke batas....
Berlayar sampai ke pulau....

1. Sistem Pendidikan
Pesantren ini merupakan salah satu pesantren terpadu di Nanggroe Aceh Darussalam yang
orientasi pendidikannya keterpaduan antara kurikulum Departemen Agama dan kurikulum pesantren.
Dengan demikian para santri dapat mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) Madrasah Tsanawiyah pada
tahun ketiga dan Ujian Akhir Nasional (UAN) Madrasah Aliyah pada tahun keenam.
Seluruh santri wajib tinggal dalam kampus dengan mematuhi seluruh disiplin dan aturan yang
telah ditetapkan oleh pesantren.
Disamping pendidikan kurikuler, juga diterapkan pendidikan extrakurikuler (non-formal)
seperti latihan pidato tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia), pelatihan wira usaha, kursus bahasa
Arab dan Inggris, seni kaligrafi Al-Qur’an, seni baca Al-Qur’an dan tahfiz Al-Qur’an, morning
conversation, keterampilan tangan, beladiri, pramuka, drum band, teater, kursus computer dan lain-lain.
Program ini diarahkan agar santri dapat belajar hidup mandiri secara maksimal. Adapun bahasa
pengantar dalam beraktivitas sehari-hari dengan menggunakan bahasa internasional, yaitu Arab dan
Inggris, kedua bahasa ini merupakan bahasa resmi pesantren.