Anda di halaman 1dari 2

Biografi R.

A Kartini Biodata, Profil Raden Ajeng Kartini Lengkap Rabu 26 Sep 2012 - In
Biografi Tokoh Biografi R.A Kartini Profil Foto Dan Biodata Lengkap. R.A (Raden Ajeng)
Kartini merupakan sosok wanita pejuang yang pantang menyerah dalam memperjuangkan hak-
hak wanita pribumi agar memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan layaknya laki-
laki pada masa itu, sehingga bisa memiliki pemikiran maju seperti wanita-wanita eropa, karena
di masanya kaum wanita berada pada status sosial yang rendah bahkan beliau sendiri hanya
diperbolehkan sekolah sampai di ELS (Europese Lagere School) saat itu Kartini berusia 12 tahun
dan sudah di pingit sambil menunggu untuk dikawinkan. Menerima kenyataan itu R.A Kartini
merasa sedih, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa dibawah tekanan tradisi yang berlaku saat itu,
sehingga mau tidak mau ia harus tunduk pada aturan keluarga untuk tinggal dirumah. Namun
Kartini dengan tekadnya yang kuat untuk maju tidak pernah surut. Kemudian untuk
menghilangkan rasa sedihnya itu ia mengumpulkan buku-buku bacaan sehingga meski dalam
pingitan dia tetap bisa belajar banyak dari buku-buku atau majalah yang ia kumpulkan. Dari
banyak membaca itulah wawasan Kartini makin berkembang dan menguasai banyak ilmu
pengetahuan sehingga cita-citanya memperjuangkan hak-hak wanita makin terbuka, dan melalui
membaca itu pula R.A Kartini mulai merasa kagum dan tertarik cara berpikir maju yang dimiliki
wanita-wanita eropa kala itu, Hal itu pula yang mendorong keinginannya untuk memajukan
perempuan pribumi semakin kuat, sampai pada akhirnya ia beinisiatif mendirikan taman
pendidikan bagi kaum wanita yang diawali dengan mengumpulkan teman-temannya sendiri
untuk diajarkan baca tulis Foto R.A Kartini R.A KartiniSisilah Keturunan R.A Kartini Raden
Ajeng Kartni merupakan Putri dari keluarga priyayi sekelas Bangsawan Jawa, Lahir pada 21
April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah, ia adalah putri dari bupati Jepara, Raden Mas
Adipati Ario Sosroningrat dan masih ada pertalian nasab dengan Hamengkubuwana VI
Kesultanan Yogyakarta. Kartini anak dari istri pertamanya bernama M.A. Ngasirah putri
pasangan Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono yang dikenal sebagai guru agama di
Telukawur, Jepara. Sebelum menjadi Bupati Ayah Kartini adalah seorang wedana atau pimpinan
wilayah administrasi yang berada dibawah kekeuasaan pemerintahan kabupaten tapi diatas
kecamatan. Jabatan ini berlaku pada masa Hindia Belanda namun setelah Indonesia merdeka
Kewedanan ini sudah tidak berlaku, Kedudukan wedana pada waktu itu tidak berhak dalam
pengambilan keputusan. Untuk menjadi seorang bupati peraturan yang berlaku saat itu bahwa
seorang bupati harus memiliki istri dari keluarga bangsawan, karena itu Ayah kartini memilih
kawin lagi dengan putri bangsawan asli yaitu seorang putri keturunan langsung Raja Madura
bernama Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), sedangkan Ibunda R.A Kartini sendiri bukan dari
golongan bangsawan tinggi, untuk memenuhi persyaratan menjadi bupati kala itu Raden Mas
Adipati Ario Sosroningrat harsus menikahi wanita yang bertalian langsung dengan bangsawan.
Jadi R.A Kartini menurut wikipedia ia merupakan anak dari Ario Sosroningrat tapi bukan dari
istri Utama karena istri utama menurut peraturan waktu itu bagi seorang bupati harus keturunan
bangsawan berarti istri utama Ario Sosroningrat adalah Raden Adjeng Woerjan (Moerjam),
setelah mereka menikah kemudian Ario Sosroningrat diangkat menjadi bupati menggantikan
mertuanya yaitu R.A.A. Tjitrowikromo yang merupakan ayah kandung dari R.A. Woerjan
Biodata R.A Kartni: Nama Lengkap : Raden Ajeng Kartini Tempat/Tgl. Lahir : Jepara 21 April
1879 Ayah : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat Ibu : M.A Ngasirah Suami : K.R.M. Adipati
Ario Singgih Djojo Adhiningrat Anak : Raden Mas Soesalit Wafat : 17 september 1904 R.A
Kartini menikah Pada saat Raden Ajeng Kartini dalam pingitan dan tidak boleh keluar ia
menghabiskan waktunya dengan membaca, sehingga membaca baginya menjadi kegemaran dan
hobi. Dari sanalah ia kemudian berpikir untuk memajukan perempuan Indonesia, bisa baca tulis
dan berpikiran maju dan memiliki ilmu seperti pada umumnya yang dimiliki perempuan-
perempuan eropa saat itu. Untuk mewujudkan impiannya itu kemudian kartini mengumpulkan
teman-teman wanitanya kerabat, tetangga dll, untuk diajarkan baca tulis dan sejak saat itu ia
mulai memiliki aktivitas dan kesibukan sebagai pengajar. Meski demikian Kartini tetap selalu
membaca dan juga menulis untuk menambah wawasan dan pengetahuannya termasuk ia menulis
surat surat kepada Mr.J.H Abendanon, yang berisi permohonan beasiswa untuk belajar di negeri
Belanda. Namun Beasiswa yang diterima Kartini tidak sempat ia manfaatkan karena ia harus
menikahi laki-laki sesuai keinginan orang tuanya tepatnya pada 12 november 1903 (usia 24
tahun) dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat seorang bupati Rembang yang
sebelumnya pernah memiliki 3 istri. Meski sudah menikah Kartini tetap memperoleh kebebasan
dan mendapat dukungan dari suaminya meneruskan cita-citanya memajukan perempuan
indonesia dengan mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor
kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka
Dari pernikahannya itu R.A Karini dikaruniai putra bernama Raden Mas Soesalit yang lahir pada
13 september 1904 dan beberapa hari kemudian tepatnya 17 september 1904 R.A Kartini
meninggal dunia pada usianya yang ke-25 dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu,
Rembang. Untuk mewujudkan kegigihan dari perjuangan yang dilakukan R.A Kartini kemudian
pada tahun 1912 Yayasan Kartini Semarang yang didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang
tokoh Politik Etis (Politik Balas Budi) mendirikan sekolah wanita di Yogyakarta, Malang,
Madiun, Surabaya, Cirebon dan daerah lain di indonesia dan diberi nama 'Sekolah Kartini' Itulah
sekelumit cerita dan Biografi R.A Kartini yang selama ini kita kenal sebagai pejuang hak-hak
kaum perempuan untuk memperoleh hak yang sama di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan,
karena itulah sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi sekaligus pejuang emansipasi
wanita pada masa itu, maka setiap tanggal 21 April sering diperingati 'Hari Kartini' untuk
mengenang perjuangannya. baca sumbernya di : http://www.erabaca.com/2012/03/biografi-ra-
kartini-biodata-profil.html Copyright by erabaca.com