Anda di halaman 1dari 133

Implemented by:

Implementasi Teaching Factory SMK 6 Bandung


Tahun 2017

Hand Out
TEACHING FACTORY

Workshop Teaching factory

2017

0
Implemented by:

Disusun oleh:
Tim Workshop Teaching factory2017

1
Implemented by:

LEMBAR PENGESAHAN

Hand out ini disusun untuk:


Workshop Teaching factory
Tahun 2017

.............................., ............................, 2017

Penyusun1 Penyusun 2

........................................... ............................................

Ketua Tim

.....................................................

2
Implemented by:

DAFTAR ISI

Hal - hal umum

 Personal logbook
 Overview desain workshop

Modul 1 : Pengantar konsep Teaching factory

 Pengantar
 Empat komponen utama teaching factory
 Matriks parameter Teaching factory
 Poin penting dalam implementasi Teaching factory

Modul 2 : Penentuan Produk

 Pengantar
 Analisis kebutuhan internal
 Matriks produk Teaching factory
 Penghitungan biaya
 Prosedur penentuan produk

Modul 3 : Sistem Pembelajaran Blok

 Pengantar
 Penyusunan sistem jadwal blok

Modul 4 : Job Sheet/Lembar kerja

 Pengantar
 4 elemen penyusunan job sheet
 Level pada job sheet
 Prosedur penyusunan job sheet
 Sistem penilaian
 Prinsip penilaian/evaluasi job sheet

Lampiran

3
Implemented by:

PERSONAL LOGBOOK

Nama:

________________________________________

4
Implemented by:

DATA PERSONAL

Peserta

No Nama Institusi

*mohon maaf bila terdapat kesalahan penulisan nama

TEAM SMK N ...................................

No Nama Jabatan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

5
Implemented by:

OVERVIEW DESAIN WORKSHOP

A. Struktur

Pembukaan - Benchmarking

Pre - assessment

Komponen 1 Komponen 2
Komponen 3
Aspek teori Aspek praktek dengan
Pertukaran budaya
project work

Post- assessment, evaluasi dan refleksi

Workshop penutup

B. Alur kerja

Aktivitas
•Pre- assestment pembelajaran •Evaluasi diri
•Harapan peserta •Evaluasi rekan
•Penjelasan Tugas kerja/kelompok
•Pengetahuan teori dan
kerja
teknik •Input akhir/final
•Penentuan kualitas •Refleksi
•Pembelajaran
hasil kerja
berdasarkan
pengalaman dengan
orentiasi tindakan
•Input
Perencanaan Evaluasi dan
persiapan refleksi

C. Pengaturan waktu

Jam Pengaturan Sesi

08.00 - 10.00 Sesi pertama


10.00 - 10.15 Istirahat
10.15 - 12.00 Sesi kedua
12.00 - 13.00 Makan siang
13.00 - 15.00 Sesi ketiga
15.00 - 15.15 Istirahat
15.15 - 17.00 Sesi ke empat

6
Implemented by:

MATERI PEMBELAJARAN

Topik :Teaching factory


Penyelenggara workshop :...........................................................................................

No Materi Durasi

Pengantar konsep teaching factory, empat elemen utama, parameter matriks


1 8 jam
teaching factorydan penilaian institusi

2 Penentuan produk 8 jam

3 Sistem pembelajaran blok 12 jam

4 Job sheet 12 jam

TOTAL 40jam

............................, ........................... 2017

Ketua Tim

________________________

7
Implemented by:

BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN HAND OUT

A. Deskripsi
Hand out Teaching factory (TeFa) ini terdiri dari empat modul yang disusun secara
berurutan yaitu Pengenalan Konsep Pembelajaran Teaching factory, Penentuan Produk,
Sistem Pembelajaran Block, dan Lembar Kerja/job sheetyang akan digunakan selama
pelaksanaan workshop yang dilaksanakan di tahun 2017. Selama workshop, peserta juga
akan diperlengkapi dengan tugas kerja individu/berpasangan berdasarkan situasi riil
institusi asal peserta untuk mengembangkan penyusnan dokumen embrio pembangunan
Tefa bagi institusi mereka.
Hand out ini disusun dengan struktur khusus untuk membantu peserta dalam
memperoleh gambaran utuh yang lebih jelas tentang konsep Teaching factory. Hand out
ini juga diperlengkapi dengan serangkaian tugas kerja, kriteria kualitas hasil kerja/defined
quality criteria yang ditetapkan, lembar evaluasi, ringkasan teori dan lembar refleksi yang
disediakan dan disusun secara sistematis berdasarkan topik yang dibahas sementara
panduan praktis lain yang dibutuhkan akan diberikan selama sesi praktek/pada saat
mengerjakan tugas kerja.
Setelah menyelesaikan pelatihan ini, diharapkan peserta akan memiliki pemahaman
yang mendalam serta meningkatkan keterampilan mereka/kemampuan untuk
menerapkan konsep pembelajaran Teaching factorydalam lembaga mereka berdasarkan
dokumen embrio yang dihasilkan selama workshopseperti yang telah diuraikan secara
rinci dalam tujuan pembelajaran yang dirumuskan di bawah ini.
.
B. Tujuan pembelajaran
Setelah menyelesaikan semua modul dan rangkaian Tugas kerjayang disediakan selama
workshop peserta diharapkan mampu untuk:
1. Modul 1: Pengantar konsep Teaching factory
a. Memahami konsep dasar teaching factory
b. Memahami empat elemen utama teaching factory
c. Melakukan penilaian institusi dengan menggunakan matriks 7 parameter dan 7x7
parameter
d. Memahami critical point pelaksnaaan Teaching factory

2. Modul 2: Penentuan produk


a. Memahami konsep dasar dan definisi umum produk dalam Teaching factory
b. Menganalisa kebutuhan kebutuhan produk internal untuk nstitusi/ sekolah
8
Implemented by:

c. Menghitung kebutuhan produk internal


d. Bagaimana mengisi dan menggunakan matriks produk
e. Menganalisa dan menentukan kebutuhan produk yang dibutuhkan untuk proses
pembelajaran
f. Menganalisa kebutuhan waktu untuk memproduksi produk
g. Memprediksikan sumber daya yang dibutuhan untuk memproduksi produk
h. Membuat job sheet untuk prosuk yang ditentukan

3. Module 3: Block Learning System


a. Memahami konsep dasar Sistem Penjadwalan Blok
b. Memahami manfaat dari penerapan sistem Penjadwalan Block
c. Memahami elemen penting dalam mengembangkan penjadwalan sistem blok
d. Menganalisis alokasi waktu pembelajaran yang efektif (kalender pendidikan)
e. Menganalisis siswa pengelompokan strategi dalam sesi latihan
f. Menganalisis sumber daya yang berkaitan dengan peralatan yang dibutuhkan,
guru dan pencapaian hasil belajar
g. Mengembangkan sistem penjadwalan blok (rotasi)

4. Module 4: Job Sheet


a. Memahami konsep dasar dari lembar kerja
b. Merumuskan tujuan belajar dari lembar kerja
c. Mengembangkan lembar kerja berdasarkan urutan kompetensi mengakibatkan
pada produk
d. Memahami sistem penilaian yang diterapkan
e. Mengembangkan instrumen sistem penilaian
f. Mengembangkan bentuk scoring/rubric

C. Petunjuk
1. Baca petujuk cara menggunakan handout ini secara menyeluruh sebelum anda
mulai sesi belajar untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang konsep yang
ada.
2. Instruksi atau langkah-langkah yang perlu dilakukan peserta workshop:
a. Baca setiap petunjuk kegiatan belajar untuk setiap bagian dari materi dan tujuan
pembelajaran belajar dengan hati-hati dan teliti.
b. Baca dan pahami tugas kerja individu anda yang telah disiapkan oleh instruktur.

9
Implemented by:

c. Diskusikan kriteria kualitas yang ditetapkan dengan instruktur anda sebelum


anda mulai menjalankan tugas kerja individu anda.
d. Analisis langkah-langkah kerja atau prosedur yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan.
e. Baca dan pahami ringkasan teoritis dalam kasus anda yang memerlukan
referensi untuk meningkatkan pengetahuan anda.
f. Bertanyalah kepada instruktur anda untuk bila anda menemukan pertanyaan
atau hal-hal yang kurang jelas

Pada saat anda selesai mengerjakan tugas:


a. Lihat kembali defined quality criteria dan lakukan perbaikan jika dibutuhkan.
b. Lakukan proses evaluasi, ikuti petunjuk instruktur anda.
c. Buatlah catatan pada lembar catatanuntuk hal-hal yang anda rasa perlu/penting.

3. Fungsi instruktur:
a. Menyediakan dan menentukan tugas kerja yang cocok untuk masing-masing
peserta workshop berdasarkan kompetensi individual masing-masing peserta
(lihat hasil analisis pre-assessment).
b. Bersama-sama dengan peserta; mengkompilasi kriteria kualitas kinerja yang
perlu ditetapkan untuk produk yang akan dihasilkan.
c. Memberikan penjelasan yang diperlukan untuk peserta dalam hal yang berkaitan
dengan Tugas kerja.
d. Memberikan bimbingan, informasi dan masukan yang dibutuhkan selama
pengerjaan Tugas kerja.
e. Bersama-sama dengan peserta melakukan proses evaluasi untuk semua proses
belajar termasuk antara lain: tahap persiapan, bekerja, produk/ kualitas kinerja.
f. Menciptakan suasana belajar mandiri selama workshop berlangsung

10
Implemented by:

CATATAN HARIAN

Rabu,8 Maret 2017

Kamis,9 Maret 2017

Jumat,10 Maret 2017

Sabtu,11 Maret 2017

Minggu,12 Maret 2017

Senin,13 Maret 2017

Selasa,14 Maret 2017

Rabu, 15 Maret 2017

11
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 1 Tugas 1:
Tanggal: Pre- assesstment

Alokasi waktu: 5 menit Nilai:

No Pertanyaan 1 2 3 4 Catatan
Bagaimana anda menilai pemahaman anda tentang hal-hal berikut:
Konsep pembelajaran teaching
1
factory

4 komponen utama
2
penerapanteaching factory

7 level penerapan teaching factory


3
bagi institusi

Alat ukur yang digunakan dalam


4 menentukan level implementasi
teaching factory bagi institusi

Matriks 7 x 7 parameter teaching


5
factory
Hal-hal penting dalam penentuan
produk yang akan digunakan dalam
implementasi konsep
6
pembelajaranteaching
factorydisekolah kejuruan/ lembaga
pelatihan

Analisis matrik produk blok yang


berhubungan dengan konsep
7
pembelajaran teaching factoryuntuk
sekolah kejuruan/ lembaga pelatihan

Penyusunan jadwal blok yang


berhubungan dengan konsep
8
pembelajaran teaching factoryuntuk
sekolah kejuruan/ lembaga pelatihan

Sistematikapengembangan lesson
plan/rencana pembelajaran dan job
9 sheetuntuk sekolah kejuruan/ institusi
pelatihan yang menerapkan konsep
pembelajaran teaching factory

Penyusunan form evaluasi job sheet/


10 rubric penilaian dalam konsep
pembelajaran teaching factory

12
Implemented by:

Lembar kerja2 Defined quality criteria / Lembar evaluasi Pre-assesstment

Topik: Pre-assestment

Jawaban anda akan dianalisa dan dinilai berdasarkan tingkat pemahaman dan/atau
ketrampilan yang anda berikan dalam kolom skoring pada lembar pre-assestment diatas.
Analisa nilai:

Nilai akhir Analisa

10 ≤ Tidak mengerti konsep TeFa, perlu pemahaman lebih dalam tentang konsep TeFa

Memiliki pemahaman dasar tentang TeFa, tidak memiliki cukup pengalaman dalam
11 - 20
implementasi
Pemahaman tentang TeFa sudah cukup baik, namun tidak memiliki pemahaman
21 – 30 sama sekali tentang pelaksanaannya, perlu pemahaman lebih untuk
mengembangkan embryo document TeFa
Pemahaman tentang konsep TeFa sangat baik, siap untuk mengembangkan embryo
31 – 40
document TeFa

Evaluasi instruktur:

....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................

13
Implemented by:

MODUL1
PENGANTAR KONSEP TEACHING FACTORY

14
Implemented by:

DAFTAR ISI

Page
Sampul 15
Daftar isi 16

I Aktivitas pembelajaran
A Lembar kerja 1: Tugas kerja 1: Lembar observasi “School Tour”.............................. 17
B Lembar kerja 2: Defined quality criteria tugas kerja 1 ........................................... 19
C Lembar kerja 3: Tugas kerja 2: Penilaian institusi.................................................. 20
D Lembar kerja 4: Defined quality criteria tugas kerja 2 ......................................... 43
E Lembar kerja 5: Tugas kerja 3: Matriks parameter teaching factory 7 X 7......... 44
F Lembar kerja 6: Defined quality criteria tugas kerja 3 ........................................ 46
G Lembar kerja 7: Lembar evaluasi ....................................................................... 47

II Ringkasan materi: Pengantar konsep pembelajaran teaching factory


A Pengantar ........................................................................................................... 48
B Empat komponen utama konsep pembelajaran teaching factory............................. 51
C Matriks parameter Teaching factory....................................................................... 59
D Critical point implementasi konsep pembelajaran teaching factory......................... 64

III Pencapaiantarget pembelajaran..................................................................................... 66

IV Referensi ........................................................................................................................ 67

15
Implemented by:

I
KEGIATAN PEMBELAJARAN

Nama:
Tugas kerja 1:
Lembar kerja 1:
Lembar observasi “school tour”
Tanggal:
Alokasi waktu: 2 Jam

1. Baca lembar observasi dibawah dengan teliti, dapatkan informasi sebanyak mungkin
pada saat melakukan school tourkemudian tuliskan hasil pengamatanmu untuk topik-
topik berikut:

No Topik Hasil Pengamatan

1 Lay out bengkel terkait  ........................................................................................................


dengan:
 ........................................................................................................
d. Penataan
 ........................................................................................................
e. Jumlah dan
 ........................................................................................................
komposisi mesin
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

2 Penjadwalan dengan
 ........................................................................................................
system block terkait
dengan pelaksanaan  ........................................................................................................
di lapangan
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

3 Pengelompokan siswa  ........................................................................................................


terkait dengan
 ........................................................................................................
pelaksaannya di
lapangan  ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

4 Management alat  ........................................................................................................


terkait dengan:
 ........................................................................................................
a. Penerapan system
koin  ........................................................................................................
b. Penerapan system
 ........................................................................................................
kompensasi
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

16
Implemented by:

No Topik Hasil Pengamatan

5 Job sheet terkait  ........................................................................................................


dengan pelaksanaan
 ........................................................................................................
eksekusi di lapangan
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

6 Produk terkait dengan:  ........................................................................................................


a. kualitas hasil akhir
 ........................................................................................................
b. Project work
c. Job order  ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

7 Hasil pengamatan lain  ........................................................................................................


hasil observasi anda
 ........................................................................................................
sendiri
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................
 ........................................................................................................

2. Catat dan tambahkan hasil pengamatan rekan anda yang belum masuk dalam daftar
anda, lalu bandingkan hasil pengamatan anda selama observasi dengan pelaksanaan
pembelajaran yang dilaksanakan di institusi anda. Apa keuntungan yang bisa anda
amati melalui penerapan konsep pembelajaran Teaching factory?

...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................

17
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 2: Defined quality criteria tugas kerja 1:

Tanggal:
Alokasi waktu: Observasi school tour

1. Hasil pengamatan anda akan di periksa dan didiskusikan bersama.


2. Performa anda akan dinilai berdasarkan pemahaman dan kemampuan anda dalam:
a. Mengidentifikasi keuntungan dalam mengimplementasikan konsep teaching factory
b. Mengidentifikasi elemen utama dalam mengimplementasikan konsep pembelajaran
teaching factory.
c. Mengidentifikasi elemen utama yang harus diperhatikan oleh sekolah
kejuruan/institusi pelatihan sebelum mengimplementasikan konsep pembelajaran
teaching factory.

Analisa score:

Nilai akhir Analisa

1-3 Kurang memahami implementasi riil konsep pembelajaran teaching factory


4-5 Memiliki pemahaman dasar tentang teaching factory
Memiliki pemahaman yang sangat baik tentang konsep pembelajaran teaching
6-7
factory

18
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 2:
Lembar kerja 3:
7x7 Teaching factory Matrix
Tanggal:
Alokasi waktu: 1.5 jam

Baca instruksi yang diberikan kemudian isilah form evaluasi yang disediakan dibawah ini!
1. Isilah form parameter 7 dibawah ini berdasarkan pada kondisi riil institusi anda.

Institution Akademi Teknologi Industri Makassar (ATIM) Nama Konsultan : Tri Hannanto Saputra
Alamat : Jl. Sunu No. 220 Makassar 90222, Sulawesi Selatan
Tanggal Evaluasi :
Nama Pimpinan Lembaga :

Instrumen Evaluasi Pengelolaan "Teaching Industry"


Daftar isi:

1. MANAJEMEN 4. Marketing-Promosi
1.1 Administrasi Keuangan 4.1 Marketing & Promotion Plan
1.2 Struktur Organisasi + Jobdes 4.2 Media komunikasi untuk Teaching Industry
1.3 S O P Kinerja dan Alur kerja 4.3 Brosur/leaflet/sarana lain (website, CD, dll.)
1.4 Leadership 4.4 Jangkauan pasar
1.5 Dampak TI terhadap institusi 4.5 Penanggung jawab
1.6 Lingkungan 5. Produk-Jasa
2. Bengkel-Lab 5.1 Produk untuk kebutuhan Internal
2.1 Peralatan 5.2 Keberterimaan pasar
2.2 Tata kelola penggunaan alat 5.3 Delivery
2.3 Ruang 5.4 Quality
2.4 Manajemen Maintenance, Repair & Kalibrasi (MRC) 5.5 Quality Control
2.5 Bengkel Layout 6. SDM
3. Pola Pembelajaran-Training 6.1 Kompetensi TI
3.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan LKS (Job 6.2 Jumlah dan kesesuaian SDM untuk menjalankan TI
3.2 Bahan Praktik 6.3 Motivasi
3.3 Basis Praktik 6.4 Inovasi (benefit untuk "user")
3.4 Pelaksanaan Diklat 6.5 Team work
3.5 Kewirausahaan 7. Hubungan Industri
3.6 Kegiatan pengajar/ instruktur 7.1 Bentuk kerja sama
3.7 Berbasis corporate culture 7.2 Project work
7.3 Transfer teknologi

19
Implemented by:

1. Manajemen teaching factory (Tefa)

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti
Pencatatan transaksi (4-5) Ada pencatatan transaksi sesuai
dalam pengelolaan TI prosedur akuntansi yang standar
Administrasi Keuangan TI

menggunakan prosedur (pencatatan transaksi harian sampai


akuntansi standar dengan laporan keuangan)

1.1 Pencatatan transaksi (2-3) Pencatatan transaksi keuangan hanya


tidak sesuai prosedur menggunakan kas berjalan.
standar akuntansi
Tidak ada pencatatan (0-1) Transaksi keuangan tidak tercatat /
transaksi keuangan terdokumentasi dengan baik
Struktur organisasi TI (4-5) Organigram dengan SK Kepala Sekolah
Struktur Organisasi + Jobdes

sudah formal (melalui SK telah memenuhi unsur TI (penanggung


Kepala Sekolah) sesuai jawab utama, marketing, hubungan
standar industri (QC, dengan industri, dst.). Organisasi
Logistic, Marketing) berjalan efektif.
1.2 disertai dengan Jobdes.
Struktur organisasi TI (2-3) Organigram masih berupa draft namun
masih informal sudah dijalankan secara pragmatis.

Belum ada struktur (0-1) Pelaksana TI bekerja tanpa struktur


organisasi TI organisasi yang jelas
Unit/sub unit kegiatan (4-5) S O P setiap unit/ sub unit kegiatan TI
S O P Kinerja dan

bekerja sesuai dengan sudah tersusun dan sudah


Alur kerja

SOP yang jelas, SOP telah dilaksanakan dengan konsisten. Alur


1.3 disahkan oleh Pimpinan, proses (flow chart), mis. Order masuk
diumumkan dan ditempel sampai billing jelas siapa yang
di tempat yang strategis. menangani dan bertanggung jawab.

20
Implemented by:

Unit/sub unit kegaiatan TI (2-3) Sudah ada konsep SOP tapi belum
bekerja belum dilaksanakan dengan konsisten. Atau
sepenuhnya mengacu sudah ada pelaksanaannya tapi belum
SOP dibakukan sebagai SOP.
Unit/sub unit kegiatan TI (0-1) Belum ada sistem kerja yang
bekerja tanpa SOP dibakukan, pelaksana TI bekerja
mengalir apa adanya.

Mind-set dan (4-5) Pimpinan Sekolah dan Penganggung


pemahaman Pimpinan Jawab TI telah memahami memahami
tentang TI telah dengan benar konsep pengembangan
terintegrasi dalam TVET TI. Kebijakan TI juga tercermin dalam
policy dokumen sekolah, mis. Sasaran mutu,
program induk sekolah dsb.)
Leadership

Masih dibutuhkan (2-3) Pimpinan dan Manajemen masih


1.4 pemahaman tentang TI, memiliki persepsi konsep TI yang
komitmen belum sangat bervariasi. Disini masih
menyeluruh diperlukan pemahaman yang sama
tentang konsep TI.
Belum mengenal TI / (0-1) TI hanya diartikan sebagai kegiatan
pemahaman yang keliru / unit produksi untuk menghasilkan
tidak ada komitmen tambahan pemasukan bagi institusi
pendidikan vokasi

Kegiatan TI berdampak (4-5) Sarpras lengkap dan standar,


Dampak TI terhadap institusi

positif terhadap peningkatan kualitas proses diklat,


kelengkapan sarana dan seluruh PTK menikmati peningkatan
prasarana maupun pendapatan / kesejahteraan dan
dampak terhadap suasana kerja nyaman
1.5 kenyamanan dan
kesejahteraan
Sarana dan prasarana (2-3) Sarpras lengkap dan stantar,
semakin lengkap dan peningkatan kualitas proses diklat
berdampak langsung ke
proses edukasi / training

21
Implemented by:

Tidak ada dampak yang (0-1) Keberadaan TI tidak menimbulkan


dirasakan, baik dalam hal dampak apapun terhadap institusi
prasarana, sarana
maupun kenyamanan dan
kesejahteraan
Dukungan kuat Internal (4-5) Stakeholders memberikan dukungan
penuh untuk kelancaran implementasi
TI, dapat dibuktikan dengan adanya
komitmen dari seluruh personil di
Lingkungan

lingkungan sekolah (termsuk yang


1.6 tidak terlibat langsung dengan TI)

Dukungan eksternal (2-3) Masih ada kendala dalam


implementasi, seperti kebijakan dari
dinas atau dukungan dari industri.

Dukungan belum ada (0-1) Tidak ada kerjasama dengan industri


1. Manajemen 0

22
Implemented by:

2. Laboratorium bengkel

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti
Jumlah dan jenis (4-5) Peralatan yang diperlukan baik
peralatan memadai, untuk kompetensi maupun TI
tersedia alat bantu proporsional dengan jumlah
lengkap dan standar. siswa/rombel. Alat bantu proses
Setiap siswa yang ada sangat lengkap baik
mendapat jumlah dan jenisnya. Standarisasi
kesempatan yang selalu dilakukan sehingga
cukup untuk peralatan selalu siap pakai.
mencapai kompetensi
yang dipersyaratkan.
Jumlah dan jenis (2-3) Peralatan yang diperlukan baik
Peralatan

peralatan memadai, untuk kompetensi maupun TI


2.1 alat bantu proporsional dengan jumlah
tidak/kurang lengkap, siswa/rombel. Alat bantu proses
dan beberapa tidak hanya minimal baik jumlah
standar. maupun jenisnya. Standarisasi alat
termasuk kalibrasi (jika diperlukan)
kurang diperhatikan sehingga ada
beberapa alat yang tidak siap
pakai.
Jumlah dan jenis (0-1) jumlah dan jenis peralatan kurang
peralatan kurang memadai, peralatan tidak standar,
memadai, tidak alat bantu proses tidak lengkap.
lengkap dan tidak
standar
SOP Pemakaian dan (4-5) Tata kelola pemakaian dan
penggunaan
Tata kelola

Peminjaman, peminjaman alat dikelola dengan


alat

2.2 invetarisasi dijalankan SOP yang jelas. Inventarisasi


secara konsisten peralatan dilaksanakan dengan
konsisten.

23
Implemented by:

SOP Pemakaian dan (2-3) SOP Pemakaina dan peminjaman


Peminjaman maupun alat ada tapi belum konsisten
invetarisasi tidak dijalankan. Masih terjadi
jelas/ belum ada kehilangan peralatan / alat bantu /
tools
SOP Pemakaian dan (0-1) SOP pemakaina dan peminjaman
Peminjaman, alat tidak jelas, alat banyak yang
invetarisasi dijalankan hilang.
secara konsisten
luas memadai, layout (4-5) Luas ruang memadai (cukup
baik dan rapi, alat-alat longgar), ruang workshop tertata
rusak tidak menjadi rapi dan bersih, memperhatikan
beban ruang (dihapus faktor keselamatan dan alur kerja,
dari inventaris) tersedia area kerja, alat maupun
material yang memadai, sinar dan
sirkulasi udara baik
luas kurang memadai, (2-3) Ruang sempit , tidak sebanding
Ruang

2.3 layout baik dan rapi. dengan jumlah alat yang ada,
Alat yang rusak berat ruang workshop tertata rapi dan
masih belum dihapus bersih, sinar dan sirkulasi udara
bukukan. kurang baik
Kondisi ruang tidak (0-1) Ruang workshop tidak tertata,
terpelihara dan tidak tidak memperhatikan faktor
ada penataan keselamatan kerja, kotor, arena
peralatan kerja tidak diperhatikan, sinar dan
sirkulasi udara tidak baik
Terencana dan (4-5) Ada rekam jejak Manajemen MRC
Maintenance, Repair
& Kalibrasi (MRC)

dijalankan dengan yang dijalankan dengan baik,


Manajemen

baik sehingga fasilitas Penanggungjawab jelas?, Fasilitas


2.4 selalu siap pakai dan dalam keadaan bersih, standar,
sesuai dengan standar dan siap pakai. Ada kartu
presisi maintenance di mesin, ada data
histori MRC.

24
Implemented by:

Terencana dan belum (2-3) Manajemen MRC sudah ada tapi


dijalankan belum dijalankan dengan
sepenuhnya sehingga konsisten sehingga masih dijumpai
kesiapan fasilitas fasilitas yang rusak/tidak standar
kurang / tidak presisi dan tidak terurus/ tidak presisi

Tidak terencana dan (0-1) Fasilitas peralatan banyak yang


tidak dijalankan dibiarkan rusak dan tidakada
tidakan apapun dari pengelola.

Bengkel layout sesuai (4-5) Penataan (layout) bengkel sesuai


dengan standard yang dengan fungsinya dan diatur
diterapkan industri, dengan rapi sesuai dengan
dilengkapi dengan kompetensinya dengan
tanda dan petunjuk memperhatikan aspek keamanan,
yang lengkap (nama & kenyamanan dan kesehatan (K3).
nomor mesin, tanda
area kerja/ jalan dsb.)

Bengkel layout belum (2-3) Ada penataan (layout) bengkel


mengikuti tetapi kurang memenuhi standar
Bengkel Layout

sepenuhnya standar baik terhadap fungsi, aspek K3,


2.5 yang diterapkan maupun prosedur pengoperasian
industri ( tool man / peralatan praktiknya.
labelling / area kerja /
pejalan / dsb.)
Bengkel layout tidak (0-1) Bengkel dalam kondisi berantakan.
disesuaikan dengan Peralatan tidak tertata dengan
standard yang baik dan tidak memenuhi aspek
diterapkan industri. K3.
Penandaan dan
petunjuk (nama &
nomor mesin, tanda
area kerja/ jalan dsb.)
tidak ada.
2. Bengkel-Lab 0
25
Implemented by:

3. Desain pelatihan/ pembelajaran

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti

materi praktik dirancang (4-5) Materi praktik diambil dari produk atau
berdasarkan produk/jasa bagian produk dan untuk tujuan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan LKS (Job Sheet)

dan dirinci ke dalam SK/KD. pencapaian SK/KD tuntutan kurikulum


"Rancangan Teaching (melalui sinkronisasi kurikulum), hasil
Industry (TI)". praktik merupakan produk yang layak
jual / sesuai tuntutan pelanggan.

materi praktik dirancang (2-3) Model digunakan untuk praktik dan


hanya sebagai sebuah untuk tujuan pencapaian kompetensi
"model" tuntutan kurikulum. Model hanya
3.1 "Rancangan Production untuk keperluan internal dan masih
Based Education and belum mempunyai nilai jual.
Training (PBET)".

materi praktik dirancang (0-1) Materi praktik dirancang berdasarkan


berdasarkan urutan SK/KD urutan SK/KD dalam kurikulum, dan
sesuai kurikulum. sebatas hanya untuk pencapaian
"Rancangan Competence- kompetensi. Hasilnya tidak digunakan
Based Training (CBT)". sebagai produk/bagian dari produk.

Bahan praktik merupakan (4-5) Bahan praktik menggunakan bahan


Bahan Praktik

bagian dari bahan baku baku proses produksi untuk tujuan


3.2 proses produksi. menghasilkan produk (produk jadi atau
setengah jadi) sesuai permintaan
konsumen.

26
Implemented by:

Bahan praktik merupakan (2-3) Bahan praktik menggunakan suatu


bagian dari pembuatan produk "model", namun produk yang
"model" yang dibutuhkan. dapat digunakan untuk kebutuhan
internal sekolah.

Bahan praktik merupakan (0-1) Hasil praktik hanya sekedar untuk


bagian dari cost / hasil pencapaian kompetensi saja, tanpa
praktik tidak bermanfaat. mempertimbangkan kegunaannya.

Proses produksi/jasa (4-5) Hasil praktik siswa merupakan


eksternal (Hasil praktik produk/jasa (produk jadi atau setengah
mampu dijual ke pasar) jadi) yang siap jual

Laboratory produksi/jasa (2-3) Hasil praktik siswa merupakan


internal (Hasil praktik produk/jasa yang hanya digunakan
Basis Praktik

masih sebagai suatu untuk kebutuhan internal sekolah


3.3 "model", dan belum
"diakui" oleh pasar)

Laboratory untuk (0-1) Praktik hanya bertujuan menguasai


pencapaian SK/KD (hasil tuntutan kompetensi. Hasil praktik
praktek sebagai "rest tidak digunakan.
pieces").

Menyatu dengan proses (4-5) Aktivitas pembelajaran praktik


Pelaksanaan

produksi/jasa di TI merupakan unit kerja / sub con dari TI


Diklat

3.4 (integrated process


planning, Quality Control)

27
Implemented by:

Proses produksi/jasa (2-3) Aktivitas produksi/jasa di TI masih


terpisah dengan proses secara parsial (berorientasi produksi)
diklat. dan belum diintegrasikan untuk
pembelajaran praktik siswa.

Murni pencapaian SK/KD (0-1) Aktivitas pembelajaran praktik


secara parsial mengerjakan benda-benda per
kompetensi dan tidak terkait sama
sekali dengan proses produksi di TI

Aplikasi riel berwirausaha (4-5) Siswa melakukan setiap tahapan TI dari


perencanaan produksi - proses
produksi - penanganan produk -
pemasaran produk. Siswa akan
dilibatkan dengan aspek target
delivery, cost, quality dan efisiensi
yang terkait dengan customer
expectation dan satisfaction.
Kewirausahaan

3.5 Aplikasi berwirausaha (2-3) Siswa mengalami pembelajaran


simulatif dan hanya kewirausahaan secara simulatif yang
mengerjakan pekerjaan TI terintegrasi dengan aktivitas TI sebatas
sesuai tuntutan kompetensi pada proses produksi dan tanpa
vokasi berinteraksi langsung dengan
pelanggan.

Pembelajaran (0-1) Siswa mengalami pembelajaran teori


kewirausahaan tidak terkait kewirusahaan di kelas tanpa
dengan kegiatan TI mengimplementasikan di kegiatan TI

28
Implemented by:

tupoksi plus menyelesaikan (4-5) Selain melaksanakan tugas-tugas


"job order" industri dan sebagai guru, juga melaksanakan
berlaku "standar industri" pekerjaan produksi/jasa dari pelanggan
yang tidak bisa terselesaikan oleh siswa
Kegiatan pengajar/ instruktur

akibat keterbatasan waktu (masih


terikat jadwal pendidikan)

3.6 tupoksi plus inovasi (2-3) Selain melaksanakan tugas-tugas


produk/jasa untuk materi sebagai guru, juga melakukan inovasi
praktik berguna untuk produk/jasa untuk pengembangan
kebutuhan sekolah. bahan ajar yang lebih bermanfaat.

hanya melaksanakan sesuai (0-1) hanya murni melaksanakan tugas-


tupoksi pengajar. tugas sebagai guru.

praktik dikemas dengan (4-5) Siswa melaksanakan praktik dalam


pendidikan karakter/etos suasana sebagaimana etos kerja yang
kerja industri. dituntut oleh industri.
Berbasis corporate culture

praktik dikemas dengan (2-3) Siswa melaksanakan praktik dalam


pendidikan karakter secara suasana pendidikan yang kental, dan
3.7 normatif. masih banyak toleransi.

Praktik hanya untuk (0-1) Pembelajaran praktik hanya


pencapaian kompetensi memperhatikan ketercapaian
vokasi (keterampilan). kompetensi vokasi (hard skill) tanpa
mempertimbangkan pendidikan
karakter/etos kerja (soft skill).

3. Pola Pembelajaran - Training 0

29
Implemented by:

4. Marketing/ promosi TeFa

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti

Memiliki Marketing & (4-5) Keberadaan Marketing & Promotion


Promotion plan yang plan dan implementasinya, didukung
diimplementasikan, dengan oleh ketersediaan dana yang
Marketing & Promotion Plan TI

target dan segmentasi market memadai.


yang jelas

4.1 Marketing & Promotion plan (2-3) Marketing & Promotion plan sudah
sudah ada tapi implementasinya ada, namun tidak didukung dana yang
masih sporadis (mis. Tidak ada cukup, sehingga implementasinya
dana) masih terkendala.

Tidak Memiliki Marketing & (0-1) Kegiatan promosi & marketing yang
Promotion plan tidak terarah.

Pemanfaatan pemasaran sudah (4-5) Media komunikasi yang dipakai telah


ideal, dimana permintaan dari optimal menjangkau pasar.
Media komunikasi untuk

dunia industri atas kerjasama Kemampuan TI dari institusi TVET


Teaching Industry

dengan institusi TVET dalam telah dikenal baik oleh industri,


4.2 pengembangan TI sudah mampu sehingga tawaran produk/jasa berupa
memenuhi kebutuhan praktik "job oder" tidak mampu lagi dikelola
siswa dan telah mencapai oleh sumber daya dari TVET institusi.
kapasitas dari kemampuan
institusi TVET.

30
Implemented by:

Masih diperlukan pemasaran (2-3) Sudah ada job order dari industri, tapi
yang lebih profesional untuk belum mencukupi potensi / kapasitas
memperkenalkan kemampuan dari institusi TVET. Kerjasama dengan
institusi TVET dalam industri dalam bidang TI masih sangat
pelaksanaan TI. dibutuhkan.

Dunia industri hanya mengenal (0-1) Belum ada job order yang konkrit dari
institusi TVET hanya sebagai dunia industri. Kerjasama masih
institusi untuk pencetak sumber sebatas MoU, prakerin atau
daya manusia (SDM). kerjasama lainnya dalam konteks
masih formal.

memiliki dan dimanfaatkan (4-5) Penggunaan brosur/leaflet/sarana


Brosur/leaflet/sarana lain (website, CD, dll.)

secara optimal lain sudah optimal. Terlihat dari hasil


di (4.2) yang sudah berhasil (angka
maksimal sudah tercapai).

memiliki tetapi belum optimal (2-3) Penggunaan brosur/leaflet/sarana


4.3 (brosur/leaflet/showroom, dsb.) lain tidak optimal dan tidak ada upaya
untuk mempromosikan, walaupun
seharusnya masih dibutuhkan (lihat
4.2).

Belum ada atau belum (0-1) Materi informasi sangat terbatas,


informatif baru sebatas informasi dasar

Internasional (4-5) Sudah ada job order dari industri


Jangkauan pasar

berskala internasional
4.4
Nasional (2-3) Job order masih terbatas industri di
pasar dalam negeri

31
Implemented by:

Lokal (0-1) Job order masih sebatas industri lokal

ada penggungjawab resmi (ada (4-5) Diterbitkan SK, terjalin relasi dengan
SK), job desc jelas dan industri, ada omzet penjualan/order
dilaksanakan yang masuk
Penanggung jawab TI

ada penggungjawab resmi (ada (2-3) Diterbitkan SK , Job desc tidak jelas,
4.5 SK), job desc tidak jelas marketing hanya asal jalan dan
kurang optimal.

belum ada penanggungjawab (0-1) Tidak ada penganggung jawab


resmi dan atau hanya ditunjuk marketing untuk TI
secara lisan

4. Marketing Promosi 0

32
Implemented by:

5. Produk/jasa

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti

kebutuhan internal, (4-5) Produk hasil praktik terstandar,


insidental maupun baik produk setengah jadi
Produk untuk kebutuhan Internal

kontinyu dan kualitas maupun produk jadi, kualitas


baik/standar sesuai dan delivery time sesuai.

kebutuhan internal (2-3) Produk hasil praktik belum


5.1 bersifat insidental, kualitas terstandar tetapi masih layak
belum standar pakai/jual. Kandungan
kompetensi dalam proses
produksi sesuai kompetensi
siswa.

tidak ada (0-1) hasil praktik tidak bermanfaat.

marketable, nilai tawar (4-5) Produk/jasa dapat berkompetisi


tinggi di pasar baik dalam sisi harga,
kualitas, delivery dan penilaian
pasar. Omzet penjualan
meningkat, harga tawar
Keberterimaan pasar

produk/jasa mampu
berkompetisi dengan produk dari
5.2
industri/masyarakat.

marketable, nilai tawar (2-3) Produk/jasa dapat diterima


rendah pasar, namun belum mampu
menampilkan keunggulan yang
dapat memberikan nilai tambah
dari produk/jasa tersebut.

33
Implemented by:

tidak marketable (0-1) Produk/jasa mahal, kualitas


rendah, nilai tawar rendah

delivery time ketat (4-5) Delivery time selalu tepat


permintaan customer, customer
complain relatif rendah sampai
nol.
Delivery

5.3 ada delivery time tetapi (2-3) Produksi/jasa sering terlambat


longgar memenuhi pesanan pelanggan,
dan masih banyak complain.

tidak ada batas (0-1) delivery time tidak


dipersyaratkan

memenuhi keberterimaan (4-5) Jumlah order yang masuk


pasar mendekati kapasitas produksi,
harga produk setingkat dengan
produk yang sama dari
industri/masyarakat atau
Quality

5.4 "diterima".

Kurang standar dan masih (2-3) produk kurang terstandar, harga


dapat digunakan lebih murah dari biaya produksi.

ditentukan oleh standar (0-1) Tidak bermanfaat dan tidak laku


kompetensi jual.

Hasil produk/jasa diterima (4-5) reject <= 5%


Control
Quality

5.5
pasar

34
Implemented by:

Hasil produk/jasa belum (2-3) reject > 5%


konsisten dalam hal
kualitas

Hasil produk/jasa belum (0-1) banyak reject


sesuai dengan standar
toleransi pasar

5. Produk - Jasa 0

35
Implemented by:

6. SDM implementasi TeFa

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti

memiliki pengalaman produksi/jasa (4-5) Pernah magang dan pernah bekerja


dari industri dan kemampuan pada lini produksi di industri. Ada
didaktik dalam TI produk yang sudah dikerjakan di
institusi pendidikan vokasi.
Kemampuan memecah atau merinci
suatu produk/jasa menjadi elemen
Kompetensi TI

kompetensi pembelajaran praktik


6.1
memiliki pengalaman produksi/jasa (2-3) Pernah magang produksi atau bekerja
dari industri di industri milik sendiri. Terdapat
produk hasil kerjanya, baik untuk
melayani kebutuhan internal atau
customer yang terbatas.

hanya memiliki pengalaman (0-1) Tidak pernah terlibat aktivitas


memberikan pelatihan produksi/jasa, hanya praktik pendidikan

Jumlah SDM yang mampu (4-5) Jabatan-jabatan dalam struktur


Jumlah dan kesesuaian SDM

melaksanakan TI sudah cukup, organisasi pengelolaan TI sudah


untuk menjalankan TI

distribusi pekerjaan dan ditempatkan orang-orang yang sesuai


kewenangan sudah berjalan (the right man on the right place)
6.2
dengan lancar dan sesuai dengan Seperti mis.: TI-Manajer, Marketing,
SOP. Keuangan, Kurikulum dsb., disesuaikan
dengan kondisi TI di masing-masing
institusi.

36
Implemented by:

Jumlah SDM yang mampu (2-3) Sebagian besar jabatan dalam struktur
melaksanakan cukup namun organisasi diisi oleh orang yang kurang
distribusi pekerjaan dan tepat. Kegiatan TI dijalankan oleh
kewenangan tidak berjalan dengan beberapa personal yang tugas dan
lancar wewenangnya masih belum sesuai

Jumlah SDM yang mampu (0-1) Tidak ada yang diberikan tugas dan
melaksanakan masih sedikit, wewenang khusus untuk
distribusi pekerjaan dan pengembangan TI
kewenangan tidak berjalan dengan
lancar.

Motivasi untuk menjalankan TI (4-5) Kegiatan TI berlangsung relatif lancar.


sudah sesuai dengan ekspektasi Kendala (dana, waktu, resources dll.)
yang muncul dapat diatasi dengan baik.

Kegiatan TI masih terkendala (2-3) Kegiatan TI masih terkendala, masalah-


karena motivasi yang masih belum masalah yang muncul ditanggapi apatis
Motivasi

6.3 cukup karena motivasi yang masih belum


cukup

Motivasi untuk menjalankan TI (0-1) Kegiatan TI seperti mati suri karena


sangat kecil, sehingga TI masih berbagai hal dijadikan alasan sebagai
sebatas wacana masalah (lebih banyak mencari masalah
dari pada solusi).

Kemampuan berinovasi (4-5) Masalah yang timbul dalam


Inovasi (benefit
untuk "user")

diimplementasikan dan implementasi TI mampu diatasi dengan


6.4 diintegrasikan dalam kegiatan TI. baik. Produk/jasa mampu
dikembangkan sesuai dengan
ekspektasi pasar.

37
Implemented by:

Telah terdapat inovasi inovasi yang (2-3) Tantangan dan permasalahan yang
ditemukan untuk meningkatkan terjadi mampu diatasi dengan inovasi-
kegiatan TI seperti misalnya Inovasi inovasi kecil dan berdampak terhadap
ide produk/jasa, menciptakan alat kemajuan TI walaupun masih terbatas.
sendiri karena dibutuhkan, dst.

Inovasi belum ada atau masih (0-1) Inovasi masih sebatas "Inovasi bentuk"
sebatas "Inovasi bentuk" namun namun belum mengarah kepada
belum mengarah kepada "kegunaan (user's benefit)" suatu
"kegunaan" suatu produk/jasa. produk/jasa. Terjadi banyak masalah
dari peralatan, keuangan, personal
dsb., dan masih menunggu solusi dari
pihak lain.

Team work saling mendukung (4-5) Team work sangat bagus dan mereka
bekerja saling membantu dan
menguatkan sehingga pekerjaan
berlangsung dengan efektif dan efisien.
Team work

Team work belum optimal (2-3) Team work bagus tetapi masih belum
6.5
optimal mendukung kemajuan
penerapan TI.

Team work masih lemah (0-1) Team work masih banyak hambatan,
bahkan mereka lebih banyak bekerja
secara individual.

6. SDM Pengelola TI 0

38
Implemented by:

7. Hubungan dengan industry

No. Aspek Penilaian Skor Angka Indikator Penilaian Pengaudit Hasil Verifikasi Bukti

produksi/jasa atau job order (4-5) Ada kegiatan produksi/jasa yang


sesuai kebutuhan berhubungan langsung dengan kuota
pelaksanaan TI job order secara berkelanjutan dari
industri dan dapat dijadikan materi
praktik untuk pemenuhan
kompetensi.
Bentuk kerja sama

Kerjasama dalam (2-3) Kegiatan produksi/jasa untuk


7.1
produksi/jasa masih sangat memenuhi job order dari industri
terbatas dan belum dapat masih sangat terbatas (on-off) dan
sepenuhnya memenuhi belum bisa memenuhi kegiatan
pelaksanaan TI praktik yang dituntut untuk
pemenuhan kompetensi.

sebatas pelaksanaan (0-1) Hanya mengirimkan siswa prakerin


prakerin/ MoU/ rekrutmen atau mensuplai lulusan ke industri.

berbasis permasalahan / (4-5) Produk/jasa dihasilkan merupakan


inovasi industri solusi dari masalah, manfaat dan
pertimbangan secara ekonomis
(observasi, design, produksi)
Project work

7.2
dalam bentuk tugas akhir (2-3) Tugas akhir siswa dengan jurusan dan
sekolah produk yang dibuat ditentukan oleh
pengajar.

tidak ada (0-1) tidak ada program project work

39
Implemented by:

Adanya transfer teknologi (4-5) Ada kerjasama nyata antar industri


konkrit dari industri ke dan institusi seperti: order dari
institusi yang berdampak industri (barang/jasa) disertai dengan
positif bagi perkembangan tenaga ahli dari industri untuk
teknologi/ jasa di institusi. pelatihan, dst. Kerjasama yang ideal
adalah kerjasama yang
Transfer teknologi

menguntungkan untuk semua pihak


(siswa, institusi, industri).
7.3
Kerjasama pembelajaran (2-3) Kerjasama masih "on-off", dan belum
masih berupa MoU, masih tersistem sehingga hubungan
sporadis belum tersistem kerjasama sangat tergantung pribadi
kedua belah pihak.

Belum ada bentuk tranfer (0-1) Belum ada kerja sama dengan industri
teknologi dari industri atau pernah ada tapi hanya 1-2 kali
saja.

7. Hubungan Industri 0

40
Implemented by:

REKAPITULASI ASSESSMENT PARAMETER


ASPEK SKOR FOR IMPLEMENTATION OF TEACHING INDUSTRY
1. MANAJEMEN TI 0
2. BENGKEL-LAB 0
3. POLA PEMBELAJARAN - TRAINING 0
4. MARKETING - PROMOSI TI 0
5. PRODUK - JASA 0
6. SDM Pengelola TI 0
7. HUBUNGAN INDUSTRI 0 1. MANAJEMEN TI
100
Rata-rata 0.00 90
80
70
7. HUBUNGAN INDUSTRI 2. BENGKEL-LAB
Nama institusi: 60
Nama 50
40
Program/Jurusan/Kompetensi: 30
Jurusan 20
10
0

6. SDM Pengelola TI 3. POLA PEMBELAJARAN - TRAINING

5. PRODUK - JASA 4. MARKETING - PROMOSI TI

41
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 4: Defined quality criteria tugas kerja 2

Tanggal:
Alokasi waktu:

Hasil akhir anda akan dinilai dengan kriteria sebagai berikut:


1. Pemahaman dan kemampuan anda dalam menganalisa dan menentukan skor dalam
form matriks 7 parameter Teaching factory.
2. Pemahaman dan kemampuan anda dalam menemukan bukti untuk form matriks
teaching factory 7 parameter.
3. Kemampuan dalam mengelaborasikan hasil dari spider graph.

Analisa skor:
2 = Sangat Tidak Paham
3 = Tidak Paham
4 = Paham
5 = Sangat Paham

Pencapaian
No Ketrampilan/ Pengetahuan yang diharapkan
1 2 3 4
1 Semua parameter di 7 parameter terisi
2 Semua coloum bukti dalam 7 parameter terisi
3 Kemampuan untuk mengelaborasikan spider graph

42
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 5 7 x 7 parameter

Score:
Alokasi waktu: 1.5 Jam

1. Bacalah perintah dibawah ini dengan hati-hati!


b. Temukan file excel sheet untuk parameter 7 x 7 di CD
c. Isikan di excel sheet parameter 7 x 7 parameters yang telah disediakan
berdasarkan pada hasil yang anda peroleh di form 7 parameter. (lihat pertanyaan
no 1 Lembar kerja 4)
d. Tentukan level institusi anda berdasarkan hasil yang diperoleh.

2. Kembangkan sebuah analisis dengan skala prioritas untuk parameter yang anda rasa
perlu untuk ditingkatkan!
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

43
Implemented by:

3. Berdasarkan pada skala prioritas yang sudah anda susun, buatlah sebuah desain rencana tindak lanjut sederhana dengan menggunakan
form dibawah ini!
Informasi umum

Institusi: __________________________________________________
Level teaching factory: __________________________________________________
Tahun: __________________________________________________
Prioritas Bulan
parameter Tindakan peningkatan yang detail/ proposal
No Jan Feb Mar May Jun Jul Aug Sept Oct Nov Dec PIC
yang akan program yang direncanakan
ditingkatkan

44
Implemented by:

Lembar kerja 6 Defined Quality Criteria Tugas kerja 3

Topic: Teaching factory 7 parameter & 7 X 7 Parameter matrix

Hasil akhir penilaian anda akan didasarkan pada kriteria berikut:


1. Pemahaman dan kemampuan anda dalam mengisi form matriks 7 parameter teaching
factory.
4. Pemahaman dan kemampuan anda dalam mengisi form matriks 7 x 7 parameter
teaching factory excel sheet.
5. Kemampuan anda dalam menganalisa tiYour ability to analyze the action needed to
idakan yang diperlukan untuk meningkatkan level institusi anda sesuai dengan kriteria
matriks.
6. Kemampuan anda dalam menyiapkan renca tindak lanjut sesuai dengan hasil yang ada
dalam hasil analisis skala prioritas parameter dengan menggunakan form yang telah
disediakan.

Tabel penilaian:

Pencapaian
No Pengetahuan yang diharapkan Total
1 2 3 4
1 All parameters in 7 parameters are filled in
2 Institution level is defined
3 Ability to identify the parameter needed to be improved
4 Ability to design a follow up action plan refers to the problems
analysis result on point no. 3

Hasil akhir:
4< = Sangat kurang
5-8 = Tingkat pemahaman baik
9 - 12 = Tingkat pemahaman sangat baik
13 -16 = Excellent

45
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 7: Lembar evaluasi

Topik: Pengantar konsep pembelajaranTeaching factory

Evaluasi diri:
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................

Evaluasi instruktur:
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................
 ......................................................................................................................................

46
Implemented by:

III

PENGANTAR KONSEP TEACHING FACTORY

A. Pendahuluan
Teaching factory adalah sebuah konsep pembelajaran berbasis industry (product/
saja). Dimana kegiatan pembelajaan di sekolah harus mencerminkan kegiatan
prosuksi yang ada di industry. Melalui yang mengamanatkan keselarasan ant
synergy sekolah dengan industry untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai
dengan kebutuhan pasar. ara kegiatan edukasi dengan kegiatan produksi.
Keselarasan tersebut diwujudkan melalui sinergitas jadwal pembelajaran dengan
jadwal produksi, RPP dan Silabus (Job Sheet), serta adanya produk internal /
produk eksternal yang berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Teaching factory diharapkan sekolah dapat
mendapatkan manfaat seperti yang telah dirumuskan dalam tujuan implementasi
Teaching factory yaitu:
1. Tujuan utama; memfasilitasi peserta didik dalam mencapai kompetensi sesuai
dengan standardindustry dan
2. Tujuan sekunder;tercapainya efisiensi biaya dalam penyelenggaaan pendidikan.
Teaching factory dapat dilaksanakan secara bertahap dimana masing-masing
tahapan (level) disusun berdasarkan tahapan fokus pembelajaran. Tahapan (level)
implementasi dibagi menjadi 7 (tujuh) level implementasi (Gambar 1.). dengan
tujuan:
1. Menjaga tingkat motivasi institusi yang ingin mengimplementasikan konsep
Teaching factorykarena institusi itu sendiri yang akan menetapkan target
capaian level yang hendak dicapai dalam satu periode tertentu disesuaikan
dengan kemampuan institusi pada periode tertentu tersebut.
2. Implementasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan
institusi dan lebih terarahkarena insitusi dapat menyusun rencana kerja sesuai
dengan target level yang akan dicapai pada satu periode tertentu.
3. Penyusunan rencana kerja menjadi lebih efektif dan efisien karena langsung
menyasar pada parameter-parameter pendukung yang dibutuhkan untuk
mencapai target level yang disepakati.

47
Implemented by:

Inkubator
Bisnis / Produk
Massal

Project work -
Innovation

Project Work
- Problem
Solving

Job Order

Hasil untuk
Kebutuhan
Internal

Job Sheet untuk


Challenge /
mencapai
Development
kompetensi

Jadwal Blok Inovasi Inovasi

Kreatifitas Kreatifitas Kreatifitas

Effisien Effisien Effisien Effisien

Kualitas Kualitas Kualitas Kualitas Kualitas

Formalitas Formalitas Formalitas Formalitas Formalitas Formalitas

Level 1 dan Level 4 Level 5 Level 6 Level 7


Level 3
2 (Efficiency (Creativity (Innovation (Development
(Quality Level)
(Pra TEFA) Level) Level) Level) Level)

Gambar 1.
Level Implementasi ‘Teaching factory’

Pada gambar di atas ditampilkan 7 (tujuh) tahapan (level) Implementasi Teaching


Factory. Penjelasan masing-masing tahapan (level) selengkapnya ditampilkan
pada tabel di bawah ini.
Tabel 1.
Level Implementasi ‘Teaching factory’

Tahapan
Indikator
Implementasi
Fase 1 & 2 1) RPP &Job Sheet dirancang berdasarkan urutan SK/KD sesuai
Level Pra TEFA
kurikulum.
2) Pelaksanaan praktek hanya fokus pada pencapaian SK/KD secara
parsial sehingga hasil praktek sebagai rest piece atau belum dapat

48
Implemented by:

Tahapan
Indikator
Implementasi
digunakan.
3) Kegiatan pengajar / instruktor hanya melaksanakan tugas sesuai
tupoksi pengajar.
Fase 3 1) Fokus pembelajaran pada pencapaian sense of quality.
Quality
2) Mind-set dan pemahaman Pimpinan tentang Implementasi Teaching
factory telah terintegrasi dalam TVET policy (Sasaran Mutu, Rencana
Program Sekolah / Rencana Induk Pengembangan).
3) Jumlah dan jenis peralatan memadai, alat bantu tidak / kurang
lengkap, dan beberapa belum standar.
4) RPP &Job Sheet dirancang dengan tujuan pencapaian kompetensi
tuntutan kurikulum.
5) Hasil praktek dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal.
6) Peserta didik melaksanakan praktek dalam suasana etos kerja yang
dituntut oleh industri.
7) Sistem jadwal belajar kontinyu (misal: Jadwal Blok) sudah mulai
diperkenalkan.
Fase 4 1) Fokus pembelajaran pada pencapaian sense of efficiency.
Efficiency
2) RPP &Job Sheet dirancang berdasarkan job order dan dirinci ke dalam
SK/KD.
3) Kegiatan pengajar / instruktor berdasarkan tupoksi plus
menyelesaikan job order industri dan berlaku "standar industri".
4) Hasil praktik dapat dijual ke pasar. Produk belum standar namun
dapat digunakan.
5) Jumlah dan jenis peralatan memadai, tersedia alat bantu lengkap dan
standar. Setiap peserta didik mendapat kesempatan yang cukup untuk
mencapai kompetensi yang dipersyaratkan.
6) Team work sangat bagus dan mereka bekerja saling membantu dan
menguatkan sehingga pekerjaan berlangsung dengan efektif dan
efisien.
7) Sistem jadwal belajar kontinyu (misal: Jadwal Blok) sudah
dilaksanakan secara kontinyu.
8) Efisiensi biaya pendidikan mulai tampak. Bahan praktik merupakan
bagian dari bahan baku proses produksi.
Fase 5 1) Fokus pembelajaran pada pencapaian sense of creativity.
Creativity 2) Proses pembelajaran mengarahkan peserta didik untuk mengenal
seluruh proses kegiatan produksi barang / jasa dari tahap
perencanaan (desain, merencanakan proses, perhitungan biaya),
tahap produksi, dan presentasi hasil.

49
Implemented by:

Tahapan
Indikator
Implementasi
3) Job Sheet dirancang berdasarkan project work (Tugas Akhir peserta
didik). Tugas Akhir berupa Produk Barang / Jasa yang sudah ada di
pasaran. Peserta didik hanya menambahkan modifikasi.
4) Kegiatan MRC (Maintenance, Repairing & Callibrating) dilaksanakan
secara terencana dan dijalankan dengan baik sehingga fasilitas selalu
siap pakai dan sesuai dengan standar presisi.
5) Sistem PPIC mulai dibutuhkan / diterapkan secara konsisten.
6) Efisiensi biaya pendidikan kontinyu.
Fase 6 – 1) Fokus pembelajaran pada pencapaian sense of innovation.

Innovation 2) Job Sheet dirancang berdasarkan project work (Tugas Akhir peserta
didik). Tugas Akhir berupa Produk Barang / Jasa yang dibutuhkan oleh
industri atau masyarakat pengguna lainnya.
3) Peserta didik mempraktekkan kewirausahaan secara riil.
Implementasinya melalui pelibatan peserta didik dalam aspek target
delivery, cost, quality dan efisiensi yang terkait dengan customer
expectation dan satisfaction.
4) Delivery time selalu tepat sesuai dengan permintaan konsumen.
Komplain dari konsumen relatif rendah.
5) Kualitas hasil Produk Barang / Jasa konsisten (reject ≤ 5%).
6) Institusi telah memiliki Statistical Process Control.
7) Self Finance (modal untuk pengembangan) mulai tercapai karena ada
kegiatan produksi / jasa berkelanjutan dari industri dan dapat dijadikan
materi praktik untuk pemenuhan kompetensi.
Fase 7 – 1) Kemampuan berinovasi diimplementasikan dan diintegrasikan dalam
Development kegiatan pembelajaran. Masalah yang timbul dalam implementasi
Konsep Teaching factory mampu diatasi dengan baik. Produk Barang /
Jasa mampu dikembangkan sesuai dengan ekspektasi pasar.
2) Adanya transfer teknologi konkrit dari industri ke institusi yang
berdampak positif bagi perkembangan teknologi / jasa di institusi.
3) Institusi telah memiliki Strategic Planning (lengkap).
4) Self Finance (modal untuk pengembangan) kontinyu.

4. Empat Komponen Utama Teaching factory


Sebagai sebuah model pembelajaran, Teaching factory membutuhkan komponen-
komponen dalam pelaksanaannya. Komponen-komponen tersebut terdiri dari
komponen utama dan komponen pendukung.
1. Komponen utamaterdiri dari 4 (empat) komponen yaitu Rencana Pembelajaran,
Jadwal Belajar, Produk Barang/Jasa, dan kultur Teaching factory.
50
Implemented by:

2. Komponen pendukung terdiri dari pemahaman konsep Teaching factorydan


Manajemen, Hubungan Eksternal, Peraturan Pemerintah serta Dukungan
Industri.
Masing-masing komponen tersebut pada implementasinya memiliki fungsi masing-
masing yang jika dianalogikan sebagai sebuah rumah akan tampak seperti gambar
di bawah ini.

PERATURAN DUKUNGAN
PEMERINTAH INDUSTRI
DUDI
HUBUNGAN EKSTERNAL

RENC JA
PR KU
ANA D
OD LT
PEM W
UK UR
BELA AL
/JA TE
JARA BE
SA FA
N LAJ
AR
PEMAHAMAN TEACHING FACTORY & MANAJEMEN

Gambar 2.
Komponen Utama Implementasi ‘Teaching factory' (‘Rumah TeFa’)

Dari gambar diatas dapat diuraikan bahwa:


1. Fondasi, Pemahaman ‘Teaching factory’ & Manajemen, merupakan
komponen pendukung pertama. Seperti layaknya fungsi pondasi pada sebuah
rumah, maka fungsi kedua komponen pada bagian pondasi juga sama, yaitu
sebagai dasar pengimplementasian Konsep Teaching factory.
2. Empat Pilar; Rencana Pembelajaran, Jadwal Belajar, Produk Barang /
Jasa, Kultur Teaching factorymerupakan 4 (empat) komponen yang
berfungsi sebagai penyangga (soko guru) Implementasi Teaching factory.
2.1 Pilar pertama: rencana pembelajaran
Rencana pembelajaran merupakan komponen penting pada implementasi
Konsep Teaching factorykarena pada konteks pelaksanaan konsep
Teaching factoryberhubungan dengan pemanfaatan bahan ajar menjadi
sesuatu yang bernilai guna untuk memfasilitasi peserta didik mencapai
tingkat kompetensi tertentu dan membantu kegiatan pembelajaran dan
pelatihan lebih efektif dengan memperhatikan aspek-aspek seperti:
51
Implemented by:

1. Memenuhi kurikulum wajib dari pemerintah sekaligus;


2. Menambah kompetensi peserta didik sesuai dengan yang dibutuhkan
industri, dan;
3. Ada sinkronisasi dan integrasi dengan Produk Barang / Jasa atau
produksi.
Aspek-aspek lain yang juga harus diperhatikan pada penyusunan
Rencana Pembelajaran Teaching factory adalah (lihat Gambar 3.):
1. Kegiatan Pembelajaran, ditentukan berapa jam efektif dengan cara
menganalisa Kompetensi Dasar yang hendak dicapai dengan Jadwal
Belajar yang ditetapkan.
2. Job sheet,berisi gambar urutan materi untuk mengantarkan
pencapaian kompetensi peserta didik dengan hasil akhir berupa
produk barang / jasa. Gambar urutan materi dimulai dari tahapan yang
sederhana sampai dengan tahapan peserta didik dinyatakan
kompeten. Untuk menjamin bahwa peserta didik kompeten, Job Sheet
dengan tuntutan kualifikasi dengan kualitas tertinggi harus dikerjakan
lebih dari satu kali.
3. Bahan/alat, pengadaan dan/atau ketersediaan Bahan / Alat yang
digunakan merujuk pada Produk Barang / Jasa yang memiliki manfaat.
4. Penilaian, dengan sub-aspek:
a. Obyektif/ukuran/kriteria, kriteria penilaian harus bersifat obyektif
dan disampaikan kepada peserta didik.
b. Fungsi, dilakukan tidak hanya penilaian hasil dan/atau ukuran
tetapi juga berdasarkan pada fungsi.
c. Faktor kecepatan, adanya penghargaan berupa penambahan nilai
jika mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari estimasi
waktu yang diberikan dan pengurangan nilai jika menyelesaikan
pekerjaan lebih lambat dari waktu yang ditetapkan.
Sebagai salah satu komponen dalam rencana pembelajaran maka
kompetensi yang akan dicapai dalam setiap Job Sheet/lembar harus
diidentifikasikan dengan jelas supaya target luaran pembelajaran dari
sebuah materi dapat tercapai.

52
Implemented by:

Jam efektif untuk


Kegiatan pembelajaran
pembelajaran

RENCANA PEMBELAJARAN
Strategi atau urutan Job
Sheet (Basic "Advance)
Job Sheet
untuk mencapai
"KOMPETENSI

Hasil akhir adalah sebuah


Bahan / Alat produk / jasa yang memiliki
"value"

Obyektif / Ukuran / Kriteria

Penilaian Fungsi

Faktor kecepatan

Gambar 3.
Aspek Penyusunan Rencana Pembelajaran

2.2 Pilar Kedua: jadwal belajar


Tujuan utama dari penyusunan jadwal belajar (penjadwalan kegiatan
belajar mengajar) adalah agar kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
dapat bisa berlangsung secara efisien dan fokus pada optimalisasi
sumber daya (peserta didik, sarana prasarana, dll). Pertimbangan ini
harus menjadi dasar pemikiran ketika sebuah institusi pendidikan akan
menyusun Jadwal Belajar. Dalam konsep Teaching factoryjadwal belajar
berfungsi sebagai:
1. Penghubung yang mengintegrasikan sisi edukasi dengan sisi produksi;
2. Penyelaras budaya kedisiplinan khas industry pengguna tamatan;
3. Pendukung keberlanjutan untuk mencapai kompetensi dan
penyelesaian produk barang/jasa.
Pada kegiatan pembelajaran, khususnya kegiatan belajar praktek
penguasaan kompetensi dan pengalaman pengajar/instruktur sangat
diperlukan. Pengalaman pengajar/instruktur di sini bukan hanya merujuk
pada pengalaman dikdatik metodik melainkan juga pada pengalaman riil di
industri, baik itu magang maupun pengalaman bekerja di industri (pernah
terlibat dalam kegiatan produksi) karena pengalaman tersebut akan
sangat berpengaruh pada mindset pengajar/instruktur pada saat
mengawal pelaksanan proses pembelajaran. Melalui pengalaman tersebut

53
Implemented by:

diharapkan pengajar/instruktur mampu membawa suasana belajar praktek


di kelas mendekati realita yang ada di industri. Terkait dengan
penyusunan jadwal belajar, pengalaman pengajar/ instruktur di industry
akan sangat dibutuhkan khususnya pada saat penyusunan jadwal belajar
praktikum.
Disamping pengalaman pengajar/instruktur, ketersediaan fasilitas
adalah factor penting lain dalam penyusunan jadwal Belajar. Yang
dimaksud ketersediaan fasilitas di sini adalah tersedianya peralatan yang
siap digunakan dengan jumlah yangmemenuhi rasio jumlah peserta didik.
Terkait dengan masalah kesiapan alat atau prasarana yang digunakan
selama pelaksanaan pembelajaran maka kegiatan MRC (Maintenance,
Repairing & Calibrating) harus mendapatkan perhatian. Sedangkan untuk
mengetahui kesesuian rasio jumlah alat dengan jumlah peserta didik dapat
dilakukan dengan menganalisa jumlah jam setiap mata pelajaran di
kurikulum dan silabus.

2.3 Pilar Ketiga: produk barang/jasa


Selain rencana pembelajaran, komponen lain yang memiliki peranan
penting dalam pelaksanaan konsep Teaching factoryadalah Produk
Barang/Jasa. Komponen ini menjadi penting karena produk barang/jasa
merupakan sarana pengantar bagi peserta didik untuk mencapai
kompetensi tertentu. Aspek yang harus diperhatikan dalam menentukan
apakah suatu produk barang/ jasa dapat digunakan sebagai sarana
pengantar bagi peserta didik untuk mencapai suatu kompetensi tertentu
adalah:
1. Produk barang/jasa harus menghantarkan sebanyak mungkin
kompetensi peserta didik;
2. Produk barang/jasa harus berkualitas dan bernilai jual (secara
eksternal sesuai kebutuhan pasar/industri) atau memiliki nilai
kegunaan bagi internal;
3. Produk barang/jasa tersebut dibutuhkan secara berkelanjutan.

Setelah produk barang/jasa dipilih dengan menggunakan instrument


Bussiness Model Canvas (BMC), maka langkah selanjutnya yang perlu
dilakukan adalah menganalisa kesesuaian produk barang/Jasa tersebut
dengan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik sesuai dengan

54
Implemented by:

tingkatannya. Pada tahap ini aspek yang perlu diperhatikan adalah seperti
tampak pada Gambar 10.

Kompetensi yang bisa

PRODUK / JASA
dihantarkan

Lama penyelesaian (bisa


dalam proses KBM atau
tidak)

Butuh Modal besar atau


tidak

Nilai (manfaat tinggi atau


tidak

Gambar 4. Aspek Pendukung Penyusunan ‘Product Matrix’

2.4 Pilar keempat: kultur Teaching factory


Kultur Teaching factory adalah komponen/ pilar terakhir yang dibutuhkan
sebagai pendukung keberhasilan dari 3 (tiga) komponen utama
sebelumnya. Kultur harus diberlakukan bagi seluruh warga institusi
pendidikan, termasuk kepada peserta didik. Penegakan Kultur secara
konsisten secara langsung akan berpengaruh pada pembentukan kualitas
soft skill tamatan.Dalam konteks Implementasi Teaching
factorypencapaian komponen Kultur ini dinilai melalui 3 (tiga) aspek yaitu:

1. Kedisiplinanyang dijabarkan menjadi nilai-nilai dengan standar


sebagai berikut:
a. Kehadiranyang diatur dengan:
 Kesepakatan tentang jam kerja dan kehadiran pendidik dan
tenaga kependidikan serta peserta didik.
 Pencatatan dan monitoring kehadiran pendidik dan tenaga
kependidikan serta peserta didik.
 Adanya kompensasi atas ketidakhadiran pendidik dan tenaga
kependidikan serta peserta didik.

55
Implemented by:

b. Keteraturan yang diwujudkan dengan aplikasi penataan serta


perawatan mesin dan alat produksi / pembelajaran, yang
diindikasikan dengan:
 Mesin, alat, dan ruangan digolongkan dan ditempatkan sesuai
dengan satuan blok pengajaran.
 Adanya Standar Operasional Prosedur untuk penyimpanan
dan peminjaman alat dan pheriperal mesin.
 Adanya jadwal MRC yang dilaksanakan secara konsisten dan
terdokumentasi.
c. Kebersihandiciptakan dengan Budaya Cleaning yang diterapkan
baik oleh peserta didik maupun pendidik. Budaya tersebut
dinyatakan dengan adanya :
 Jadwal Cleaning dan Pembagian tugas Cleaning setiap hari.
 Tempat khusus pembuangan sisa hasil kerja.
 Tidak ada sisa hasil kerja di area kerja

2. Transparansi dan Kejujuranyang diwujudkan dalam aspek-aspek:


a. Penilaian yang Transparan yang diwujudkan dengan:
 Kriteria dan Skala Penilaian yang jelas dan obyektif.
 Peserta didik mengetahui dan memahami kriteria dan skala
penilaian.
b. Transparansi dalam pengelolaan diwujudkan melalui
penyusunan laporan aktifitas dan keuangan secara rutin dan
terkoordinasi.
c. Komitmen akan Kejujuran yang diwujudkan dengan keteladanan
dan kompensasi bagi segala tindakan ketidakjujuran.

Implementasi ketiga aspek Kultur Teaching factorymembutuhkan aspek


keempat, yaitu Konsistensiyangpanduan pencapaiannya diwujudkan
melalui:
1. Buku Panduan Akademik yang setidak-tidaknya menyebutkan
standar dan peraturan terkait belajar-mengajar, produksi, kedisiplinan,
transparansi & kejujuran.
2. Struktur organisasi yang dilengkapi dengandeskripsi pekerjaan,
tugas dan wewenang, baik struktur organisasi sekolah maupun Tim
Implementasi Teaching factory.

56
Implemented by:

3. Standard Operating Procedure (SOP)implementasi kegiatan


belajar mengajar, kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan
dan kegiatan yang berkaitan dengan rutinitas harian.

Illustrasi 1
Elemen model pembelajaran Teaching Factory

3. STRUKTUR ATAP, hubungan eksternal,merupakan komponen pendukung


kedua. Komponen ini menggambarkan bahwa aspek pendukung konsep
Teaching factorydiimplementasikan secara komprehensif dan berfungsi
sebagai “jembatan penyangga” antara pihak internal lembaga dengan pihak
eksternal.
4. ATAP, Peraturan Pemerintah & Dukungan Industri,merupakan komponen
pendukung ketiga yang berfungsi sebagai “payung” bagi seluruh kegiatan
Implementasi Konsep Teaching factory.

57
Implemented by:

5. Matriks Parameter Teaching factory


Untuk memantau Implementasi Teaching factorydibutuhkan alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengkontrol proses, mengevaluasi kemajuan implementasi,
mengidentifikasi masalah yang muncul serta merumuskan pemecahan masalah
secara kontinyu yaitu:
1. 7 Paramater
Alat ukur ini melakukan penilaian terhadap Implementasi Teaching factory pada
masing-masing institusi dampingan dengan 7 (tujuh) parameter dimana masing-
masing parameter mengandung beberapa sub-parameter. Parameter dan Sub-
parameter yang diukur meliputi Manajemen, Bengkel / Lab, Pola Pembelajaran /
Training, Marketing / Promosi, Produk Barang / Jasa, SDM, dan Hubungan
Industri.
Tabel 2.
Bobot nilai per parameter alat ukur 7 Parameter

No. Parameter Bobot


1 Manajemen 17%
2 Bengkel/Lab 14%
3 Pola Pembelajaran / Training 19%
4 Marketing/Promosi 14%
5 Produk Barang / Jasa 14%
6 SDM 14%
7 Hubungan Industri 8%

1.1 Parameter Manajemen


Parameter Manajemen sebagai parameter pertama memiliki 6 (enam) Sub-
Parameter, yaitu:
1.1.1 Adminitrasi keuangan (transparansi)
1.1.2 Struktur organisasi dan job description
1.1.3 SOP Kinerja dan Alur Kerja
1.1.4 Leadership (pemahaman konsep oleh pimpinan)
1.1.5 Dampak Teaching factorypada institusi
1.1.6 Lingkungan

1.2 Parameter Bengkel-Lab


Fokus parameter ini adalah kesesuain peralatan baik dari sisi jumlah,
teknologi maupun kesiapan peralatan. Sub-parameter pada parameter ini
terdiri dari:
2.1.1 Peralatan (jumlah dan jenis)

58
Implemented by:

2.1.2 Tata kelola penggunaan alat


2.1.3 Ruang
2.1.4 Manajemen Maintenance, Repairing & Calibrating (MRC)
2.1.5 Bengkel Layout

1.3 Parameter Pola Pembelajaran – Training


Parameter ini menilai bagaimana proses pembelajaran berlangsung.
Termasuk di dalamnya adalah tentang kesesuaian antara Job Sheet dengan
pencapaian kompetensi dan juga Produk Barang / Jasa yang dihasilkan.
Sub-parameter pada parameter ini adalah:
1.3.1 RPP & Silabus (Job Sheet)
1.3.2 Bahan Praktik
1.3.3 Basis Praktek
1.3.4 Pelaksanaan Diklat
1.3.5 Kewirausahaan
1.3.6 Kegiatan Pengajar / Instruktor
1.3.7 Berbasis Corporate Culture

1.4 Parameter Marketing dan Promosi


Parameter ini menilai bagaiman institusi pendidikan melakukan kegiatan
promosi, mempekenalkan institusi kepada stakeholder. Sub-parameter pada
Parameter ini adalah:
1.4.1 Marketing &Promotion Plan
1.4.2 Media Komunikasi
1.4.3 Brosur / leaflet / sarana lain (website, CD, dll.)
1.4.4 Jangkauan Pasar
1.4.5 Penanggung jawab Implementasi Teaching factory

1.5 Parameter Produk/Jasa


Parameter ini menilai semua hal berhubungan dengan produk. Sub-
parameter pada Parameter ini adalah:
1.5.1 Produk untuk kebutuhan internal
1.5.2 Keberterimaan pasar
1.5.3 Delivery
1.5.4 Quality
1.5.5 Quality Control

59
Implemented by:

1.6 Parameter SDM


Parameter ini menilai kesesuaian jumlah dan kompetensi SDM serta
motivaisi SDM. Sub-parameter pada parameter ini adalah:
1.6.1 Kompetensi SDM
1.6.2 Jumlah dan kesesuaian SDM
1.6.3 Motivasi
1.6.4 Inovasi (benefit untuk user)
1.6.5 Team work

1.7 Parameter Hubungan Industri


Parameter ini merupakan salah satu parameter penting bagi institusi
pendidikan kejuruan. Pada bagian ini dilihat apakah hubungan tersebut
merupakan hubungan dua arah atau hanya hubungan satu arah saja. Sub-
parameter pada Parameter ini terdiri dari:
1.7.1 Bentuk kerjasama
1.7.2 Project work
1.7.3 Transfer teknologi
Setelah seluruh sub-parameter diisi dengan score sesuai dengan kondisi institusi
saat dilaksanakan penilaian, kemudian hasil penilaian diprofilkan dalam Web
Chart dan dihitung skor rata-ratanya untuk membantu mengenal kondisi
implementasinya

Program Keahlian Teknik Permesinan


REKAPITULASI
Parameter Score
1. Tefa General Management 60.0
2. Workshop and Laboratory 64.0
3. Training and Learning Plan 54.3
4. Marketing and Promotion 48.0
5. Product/Service Management 60.0
6. Human Resources Mgmt. 60.0
7. Connectivity to Industry 53.3

Average 57.1

School Name:
SMK Percontohan

Program/Jurusan/Kompetensi:
TEKNIK PEMESINAN

2. 7 x 7 parameter Teaching factory Matrix


7X7 Teaching factoryMatrix adalah matriks yang digunakan untuk
menggambarkan 7 levelimplementasiTeaching factory dalam kaitannya dengan

60
Implemented by:

alat ukur 7 parameter ditambah dengan parameter tambahan lain dan parameter
finansial. Setiap Level meminjam level dari 7 levelTeaching factory akan memiliki
parameter prasyarat. Sebuah institusi yang dievaluasi dianggap memasuki level
tertentu bila prasyarat tersebut terpenuhi yang terdiri dari:
2.1 Parameter Utama memiliki bobot yang paling besar, disusul Parameter
Tambahan (1 dan 2) lalu Parameter Finansial. Parameter Utama dan
Parameter Tambahan 1 diadopsi dari Instrumen Evaluasi Teaching factory 7
Parameter, sedang parameter yang lain ditambahkan oleh Tim Perumus
berdasarkan wawancara dengan beberapa Konsultan.

2.2 Parameter Tambahan 2 dijelaskan sebagai berikut:


2.2.1 Sistem Blokterdapat penjadwalan dengan sistem blok untuk
menjamin intertwined antara edukasi dan produksi.
2.2.2 PPIC Mandiriterdapat bagian mandiri untuk menangani Production
Planning and Inventory Control. Hal ini untuk menjamin
diselesaikannya produk yang berbagai rupa dalam kualitas,
kuantitas, dan waktu yang tepat.
2.2.3 Statistical Process Controldiperlukan untuk memonitor proses
produksi yang sudah menjadi produksi massal.
2.2.4 Strategic Planningdibutuhkan untuk menentukan investasi karena
pada tahap tersebut investasi sudah dilakukan dengan mode
peramalan tren teknologi.

2.3 Parameter Finansial terdiri dari:


2.3.1 Cost Saving;nominal dari hasil praktik peserta didik ekuivalen
dengan nominal pembelian bahan praktek (Tahap I)). Kemudian pada
Tahap II diasumsikan bahwa nominal hasil praktek peserta didik
ekuivalen dengan nominal pembelian bahan praktek dan biaya
tenaga kerja langsung.
2.3.2 Self Finance;nominal dari hasil praktik peserta didik ekuivalen
dengan nominal pembelian bahan praktek, biaya tenaga kerja
langsung, serta biaya energi, air, dan bahan tambah lain (Tahap I).
Kemudian pada Tahap II dapat diasumsikan nominal hasil praktek
peserta didik ekuivalen dengan nominal pembelian bahan praktek,
biaya tenaga kerja langsung, biaya energi, air, dan bahan tambah

61
Implemented by:

lain, biaya perawatan dan penggantian alat / mesin, biaya SDM tidak
langsung, promosi, serta administrasi produksi.
Di bawah ini ditampilkan contoh hasil evaluasi menggunakan alat ukur 7 X 7
Teaching factory Matrix:

6. Tahapan elemen teaching factory / Pengembangan pilar utama


Proses penyusunan draft lemen/ pilar utama teaching factory adalah produk,jadwal, dan
job sheet yang membutuhkan urutan yang sesuai dimana produk dan jadwal harus
disusun terlebih dahulu dan baru kemudian diikuti dengan penyusunan job sheet secara
bertahap. Urutan proses ini harus dipatuhi karena karakteristik utama teaching
factoryadalah hasil akhir dari job sheet harus berupa produk yang menguntungkan.
Urutan dari persiapan elemen elemen tersebut bisa divisualisasikan sebagai berikut:

62
Implemented by:

Catatan:
1. Produk harus ditetukan melalui analisa produk
2. Penjadwalan sistem blok disusun
3. Setelah produk dan jadwal blok tersusun, buat job sheet nya
4. Ketiga komponen ini disebut sebagai dokumen instrumen pembejalaran danharus
ditentukan

D. Critical Point/hal penting yang perlu diperhatikan dalam Implementasi Teaching


Factory

Dalam pelaksanaan Teaching factoryada beberapa critical point yang peru diperhatikan,
yaitu :

1. Komitmen, Pelaksaana Teaching factory memerlukan komitmen yang kuat dan


menyeluruh. Hal ini diperlukan karena implementasi Teaching factory tidak hanya pada
salah satu mata pelajaran saja tetap merupakan sistem pembelajaran dan pengelolan
sekolah yang harus diterapkan secara menyeluruh. Seluruh komponen institusi harus
mendukung terhadapa pelaksanaan Teaching factory.
2. Leadership, memengang peranan yag sangat penting dalam pelaksanaan Teaching
factory. Bukan hanya Top Management, tetapi juga kepimpinan dari kepala program
study, bagian kurikulum untuk bisa mengatur pelaksanaan proses pembelajaran.
3. Transparansi, bukan hanya dibidang keuangan tetapi juga penilaian terhadap siswa.
Transparai dibidang keuangan diperlukan karena dampak secara tidak langsung dari
implemetais Teaching factory yaitu adanya effisiensi biaya pendidikan. Transpatrai yang
lain yaitu transparasi dalam pemberian nilai kepada siswa

63
Implemented by:

4. Motivasi pengajar, guru merupakan komponen yang sangat penentuan. Koordinasi


antara guru normative adaptive (teori) dengan guru produktifi (praktik) harus imbang.
Dalam penjadwalan blok, semua guru memiliki beban kerja yang sama.

64
Implemented by:

III
CAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN

Target pembelajaran yang dapat dicapai dalam pembahasan modul 1 adalah sebagai
berikut:
1. ............................................................................................................................................

2. ...........................................................................................................................................

3. ...........................................................................................................................................

4. ...........................................................................................................................................

5. ...........................................................................................................................................

65
Implemented by:

IV
REFERENSI

 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Techno park di SMK, Team of
Indonesian DTVE, SMK Mikael dan GIZ, 200 pages, 2016.

66
Implemented by:

MODUL2
PENENTUAN PRODUK

68
Implemented by:

DAFTAR ISI

Hal.
Inside cover 68
Daftar isi 69

I Aktivitas pembelajaran
A Lembar kerja 1: Lembar kerja 1 (Definisi produk)................................................ 70
B Lembar kerja 2: Defined Quality Criteria Lembar kerja 1 .................................... 71
C Lembar kerja 3: Lembar kerja 2 (Analisa kebutuhan internal) ............................. 72
D Lembar kerja 4: Defined Quality Criteria Lembar kerja 2..................................... 73
E Lembar kerja 5: Lembar kerja 3 (Matrik produk) ................................................ 74
F Lembar kerja 6: Defined Quality Criteria Lembar kerja 3 ................................... 76
G Lembar kerja 7: Lembar kerja 4 (Membuat prosedur penentuan produk)........... 77
H Lembar kerja 8: Defined Quality Criteria Lembar kerja k 4 ................................ 78
I Lembar kerja 9: Lembar evaluasi ........................................................................ 79

II Ringkasan materi: Penentuan produk


A Pengantar ............................................................................................................ 80
B Analisa kebutuhan internal .................................................................................. 81
C Matriks produk teaching factory........................................................................... 82
D Penghitungan biaya ............................................................................................. 84
E Prosedur penentuan produk ................................................................................ 85

III Pencapaian target pembelajaran .................................................................................. 86

IV Referensi ..................................................................................................................... 87

69
Implemented by:

I
AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Nama:
Tugas kerja 1:
Lembar kerja 1 :
Definisi Produk
Tanggal:
Alokasi waktu: 1.5 Jam

1. Apa yang anda pahami tentang “produk” secara umum?

2. Apa fungsi produk dalam pelaksanaan konsep pembelajaran Teaching factory?

70
Implemented by:

Lembar Nama:
Defined Quality Criteria
kerja 2:

Topic: Definisi Produk Tanggal:

Performa anda akan dinilai berdasarkan ketentuan berikut:


1. Pemahaman dan kemampuan anda dalam memberikan definisi secara umum
2. Pemahaman dan kemampuan anda dalam menjelaskan fungsi Produk dalam
pelaksanaan konsep pembelajaran Teaching factory
3. Kriteria scoring range nilai 1-4 :
Soal no. 1
Nilai Indikator penilaian
1 Definisi produk yang diberikan salah/ tidak menjawab
2 Definisi yang diberikan mendekati benar namun kurang sempurna
3 Definisi yang diberikan benar, dapat menjelaskan klasifikasi produk
4 Definisi yang diberikan benar dan bisa memberikan klasifikasi maupun jenis
produk

Soal no. 2
Nilai Indikator penilaian
1 Penjelasan fungsi produk yang diberikan salah/ tidak menjawab
2 Penjelasan fungsi yang diberikan mendekati benar namun kurang sempurna
3 Penjelasan fungsi yang diberikan benar, namun tidak memberikan
penjelasan tambahan pendukung lain
4 Penjelasan fungsi yang diberikan benar serta bisa memberikan penjelasan
tambahan pendukung lain

Nilai akhir
Pencapaian Total
No Topik
Max Actual Max Actual

1 Definisi produk secara umum


2 Fungsi produk dalam teaching factory

71
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 2:
Lembar kerja 3:
Menyusun analisis kebutuhan internal institusi
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 jam

a. Buatlah analisis kebutuhan internal anda dengan menggunakan FORM 1 yang sudah
ada di hand out anda
b. Isilah FORM 1 dengan informasi yang akan anda gunakan untuk menyusun analisa
kebutuhan internal sesuai dengan petujuk dibawah dibawah ini:

Description Remarks
a. Nama Barang/Jasa Di isi jenis barang, jasa pekerjaan yang dibutuhkan oleh institusi
b. Jumlah Di isi jumlah produk yang diperlukan
c. Kontinyuitas apakah kebutuhan ini diperlukan setiap tahun/bulan/minggu atau hanya
pembelian satu kali.
d. Harga Beli Perkiraan harga yang didapatkan
e. Kualitas Definisi kualitas yang diharapkan
f. Detail Penjelasan detail produk (ukuran, bentuk, bahan, deskripsi pekerjaan)
dll
g. Linieritas : Kesesuaian secara umum antara produk dengan bidang yang ada di
institusi

KEBUTUHAN SEKOLAH/JURUSAN/PROGRAM STUDY


F.Prod.01

Bagian/Program Studi/Paket Keahlian :………………………….…………………………..

Nama
Barang/ Jumlah Kontinyuitas Harga beli Kualitas Detail Lineritas**
Jasa

Didata Oleh :
Lembar ini setelah di isi mohon untuk
dikembalikan ke Kaprodi Tanggal :
** Diisi oleh Kaprodi :
Paraf

72
Implemented by:

Nama:
Defined quality criteria tugas kerja 2:
Lembar kerja 4:
compile a demand analysis from initial institution
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 Jam

Pengisian form dilakukan sesuai dengan penjelasan.


 Nama Barang/Jasa : terisi
 Jumlah : terisi
 Kontinyuitas : terisi
 Harga Beli : terisi
 Detail : terisi
 Linieritas : terisi

Kriteria penilaian
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Kolom Nama Barang/jasa bisa diisi lebih dari 10
2. Kolom Jumlah terisi
3. Kolom Kontinyuitas terisi
4. Kolom Harga beli terisi
5. Kolom Detail terisi
6. Linieritas terisi minmal separo dari kolom barang/jasa
Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Barang/Jasa
2 Jumlah
3 Kontiyunitas
4 Harga Beli
5 Detail
6 Linearitas

73
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 3:
Lembar kerja 5:
appropriate product for learning process determination
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 Jam

1. Ambil formulir dari Hand out anda


2. Dengan menggunaka formulir priduk nomer 2 ( matrim Produk) buatlah Matrik Proudk
untuk menentukan apakah produk yang ada terdapat muatan-mutan kompetensi yang
ditetapkan.

Hasil Praktik (Produk)


No Mata Pelajaran Kompetensi Dasar
…… …… …… …… …… …… ……
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Grade

Subjek…..

Subjek……

Jumlah Kompetensi Linier


2 Estimasi Lama Proses/Pengerjaan
3 Harga Beli (data dari Form 1)
4 Harga/Biaya Pokok
5 Nilai Effieiensi (Harga beli-
Harga/Biaya Pokok)
6 Kebutuhan modal/investasi
7 Keputusan (ya/tidak)
Analisa ini dibuat oleh Guru Mata pelajaran Disahkan
Dibuat Oleh
dan di sahkan oleh Ketua Program Studi Oleh
Tangal Tangal
Paraf Paraf

Petunjuk pengisian form:

1. Kolom Mata Pelajaran diisi dengan daftar semua mata pelajaran dikelompokkan
berdasarkan kelas.
2. Kolom Kompetensi Dasar diisi dengan kompetensi dasar setiap mata pelajaran.
3. Kolom Hasil Praktik (Produk) diisi Nama Produk lalu diberi tanda centang untuk
kesesuaiannya dengan kompetensi dasar.
4. Kolom Jumlah Kompetensi Linier diisi dengan jumlah setara produk yang linier dengan
setiap kompetensi dasar.

74
Implemented by:

5. Baris Estimasi Lama Proses/Pengerjaan diisi dengan estimasi lama pengerjaan


produk
6. Baris Harga /biaya Pokok Produksi (Rupiah) diisi dengan perkiraan harga pokok
produksi per unit produk.
7. Baris Kebutuhan Modal/Investasi diisi dengan daftar kebutuhan tambahan alat dan
mesin
8. Baris Keputusan diisi keputusan apakah produk tersebut akan digunakan sebagai job
sheet atau tidk

75
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 6: Defined quality criteria tugas kerja 2

Tanggal:
Alokasi waktu: 3 jam

Performa anda dalam pembahasan toppik menyusun analisis kebutuhan internal akan dinilai
berdasarkan kriteria berikut:
1. Bisa mengindetifikasi muatan kompetensi dasar yang ada didalam produk
2. Bisa menghitung atau memperkirakan lama proses pengerjaan
3. Bisa menghitung biaya pokok pengerjaan.
4. Bisa memprediksi kebutuhan investasi

Kriteria penilaian
Nilai maksimal akan tercapai jika:
1. Baris analis linieritas terisi
2. Baris jumlah kompetensi yang sesuai teridi
3. Baris estimasi proses pengerjaan terisi, lengkap dengan perhitungan atau perkiraan
4. Kolom harga pokok terisi, lengkap dengan perhitungan
5. Kolom nilai effeisinei terisi

Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Analisa Linieritas kompetensi


2 Jumlah Kompetensi yang linier
3 Estimasi Lama Proses
4 Harga/Biaya Pokok

76
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 4:
Lembar kerja 7:
Prosedur Penentuan Produk
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 Jam

1. Buatlah prosedur penentuan produk sesuai dengan stuktur organisasi yang ada
diinstitusi anda!
2. Beri penjelasan wewenang dan tanggungjawab masing-masing personal

77
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 8: Defined quality criteria tugas kerja 2

Tanggal:
Alokasi waktu: 1 jam

Performa anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Bisa menyusun prosedur penentuan produk
2. Bisa menyusun wewenang dna tanggungjawab masing-masing personal

Kriteria penilaian
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Prosedur tersusun mulai dari proses awal sampai dengan penentuan
2. Tugas dan wewenang terdefinis secara jelas

Analisa skor:

Pencapaian Total
N
Tema/Hal
o Actual
Max Actual Max
1 Penyusunan prosedur
2 Penyusunan tanggungjawab dan wewenang

78
Implemented by:

Nama:
Lembar evaluasi Module 2:
Lembar kerja 9:
Penentuan produk
Tanggal:
Alokasi waktu: 30 menit

Evaluasi diri

Evaluasi instruktur

79
Implemented by:

II

PENENTUAN PRODUK

A. Pendahuluan
Produk didefinisikan oleh Kotler dan Amstrong (1996:274) sebagai segala sesuatu yang
ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Banyak klasifikasi suatu produk yang
dikemukakan ahli, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler (2002,p.451),
dimana produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama,
yaitu :
a. Barang; merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau
disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
b. Jasa; merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual
(dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel
dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak
kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan
kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan
suatu produk fisik.
2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods); yaitu barang berwujud yang
biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan
kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu
tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.
b. Barang tahan lama (durable goods) merupakan barang berwujud yang biasanya
bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk
pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci,
pakaian dan lain-lain.
3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk
apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
a. Barang konsumsi (consumer’s goods) adalah suatu produk yang langsung dapat
dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat
dari produk tersebut.

80
Implemented by:

b. Barang industri (industrial’s goods) merupakan suatu jenis produk yang masih
memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu.
Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.
Dalam pembelajaran yang menerapkan konsep Teaching factory, produkdidefinisikan
sebagai barang dan jasa/layananyang difungsikan sebagai media untuk mengantarkan
pencapaian suatu kompetensi tertentu dan merupakan bagian dalam proses
pembelajaran.Penentuan barang/ jasa yang akan dipakai sebagai produk dalam
pembelajaran yang menerapkan konsep teaching factory dilakukan dengan beberapa
pertimbangan diantaranya dengan mempertimbangkan kebutuhan internal sekolah dan
peluang produksi eksternal. Namun dalam modul ini hanya akan dibahas lebih dalam
mengenai bagaimana menentukan produk untuk intenal sekolah.

B. Analisis Kebutuhan Internal


Proses seleski produk untuk internal sekolah seperti terdapat dalam gambar dibawah ini

Seleksi Produk untuk Kebutuhan Internal

Langkah 1 Langkah 2
Analisis Kebutuhan
Internal Keputusan akan Kualitas

Gambar 1.
Proses Seleksi Produk untuk Kebutuhan Internal

Adapun penjelasan dari gambar diatas adalah sebagai berikut:


1. Langkah 1 (analisa kebutuhan internal ):
a. Membuat daftar semua jenis kebutuhan belajar mengajar maupun kebutuhan.
Pendataan kebutuhan melibatkan Waka Sarpras, Ketua Paket keahlian/Kepala
program studi, Guru, dibawah tanggung jawab Koordinator Teaching factory dan
atau Waka Sarpras
b. Pengelompokan daftar kebutuhan yang sudah ada.
c. Menghitung kebutuhan rata-rata yang dibutuhkan oleh sekolah, baik dari sisi
jumlah maupun dari sisi harga.
d. Membuat perkiraan kebutuhan yang ada dalam jangka waktu tertentu
2. Langkah 2 (Kualitas Produk)
a. Buat gambaran umum secara produk (spesifikasi ukuran, bentuk, atau narasi
atau proses kerja)
b. Buat standarkualitas yang diharapkan dari produk yang ada.

81
Implemented by:

c. Buat estimasi lama pengerjaan produk.

KEBUTUHAN SEKOLAH/JURUSAN/PROGRAM STUDY


F.Prod.01

Bagian/Program Studi/Paket Keahlian :………………………….…………………………..

Nama Jumlah Kontinyuitas Harga Kualitas Detail Lineritas**


Barang/Jasa beli

Lembar ini setelah di isi mohon untuk Didata Oleh :


dikembalikan ke Kaprodi Tanggal :
** Diisi oleh Kaprodi Paraf :

Form 1.
Analisa kebutuhan internal

C. Matrik Produk teaching factory


Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menganalisa kesesuaian Produk
tersebut dengan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik sesuai dengan
tingkatannya. Pada tahap ini aspek yang perlu diperhatikan adalah seperti tampak
pada dibawah ini :
Produk Teaching Factory

Kompetensi yang
bisa diantarkan

Lama Proses

Keberlangsungan

Kebutuhan Modal

Gambar 2.
Aspek pendukung penyusunan “Product Matrix”

82
Implemented by:

1. Kompetensi yang bisa diantarkan


Analisa pertama yang harus dilakukan yaitu analisa kompetensi dasar yang bisa
diantarkan oleh produk. Analisa ini bisa dilakukan oleh guru atau kepala program
study. Produk yang baik adalah produk yang mampu mengantarkan sebanyak
mungkin kompetensi dasar.
2. Lama Proses
Proses pengerjaan produk harus diperkirakan dari awal, termasuk juga
kompleksitas pengerjaan produk tersebut. Produk tersebut apakah juga
memperlukan proses-proses tambahan diluar kegiatan praktik. Produk yang baik
untuk pembelajaran Teaching factory yaitu produk yang lama pengerjaannya bisa
sesuai dengan jadwal yang ada dan bisa terselesaikan dalam materi
pembelajaran semaksimal mungkin.
3. Keberlangsungan
Produk yang baik yaitu produk yang terus menerus dibutuhkan. Dalam melakukan
analisa pemilihan produk, hal tersebut sebaiknya juga dipertimbangkan, supaya
memudahkan dalam design produk dan kurikulum. Sekolah akan menghasilkan
produk yang sama dalam kurun waktu tertentu dan bisa dikembangkan terus
menerus.
4. Kebutuhan Modal/Investasi
Dalam membuat produk dipastikan akan dibutuhkan modal atau biaya. Biaya atau
modal sebaiknya seefisien mungkin, diusahakan tidak ada investasi baru yang
cukup besar. Harga produk minimal bisa menutup biaya bahan baku, hal ini
dikarenakan fungsi utama dari produk adalah untuk media pembelajaran. Akan
tetapi hal ini harus selalu di evaluasi sehingga effsiensi biaya bisa ditingkatkan
dan mampu untuk menutup biaya yang lainnya.
Untuk memudahkan melakukan analisa kesesuain produk dan kompetensi, maka
digunakan tabel Matrik Produk Teaching factory seperti dibawah ini :

83
Implemented by:

N Mata Hasil Praktik (Produk)


Kompetensi Dasar
o Pelajaran …… …… …… …… …… …… ……
1 Grade

Subjek

Subjek

Jumlah Kompetensi Linier


2 Estimasi Lama
Proses/Pengerjaan
3 Harga Beli (data dari Form 1)
4 Harga Pokok /Biaya
5 Nilai Effieiensi (Harga beli-
Harga/Biaya Pokok)
6 Kebutuhan modal/investasi
sedikit
7 Keputusan (ya/tidak)
Disahkan
Analisa ini dibuat oleh Guru Mata Dibuat Oleh
Oleh
pelajaran dan di sahkan oleh Ketua Tangal Tangal
Program Studi
Paraf Paraf

Catatan:
1. Kesesuain Kompetensi, hal utama yang harus diperhatikan kompetensi dasar
apa saja yang bisa diantarkan oleh produk. Analisa ini dilakukan bersama
dengan Kaprodi/Ketua Paket Keahlian dan Pendidik (guru praktik). Produk
yang dipilih yaitu produk yang mampu mengantarkan banyak kompetensi.
Kesusesuain ini adalah prioritas utama dalam menentukan produk.
2. Analisa waktu, untuk melakukan analisa waktu, detail produk harus
ditentukan, spesifikasi harus jelas dan urutan proses juga harus sudah ada.
Dalam menentukan analisa waktu, jam efektif pembelajaran juga sudah
ditentukan. Jam efektif ini adalah jam per mata pelajaran dalam satu tahun.

D. Perhitungan biaya
Biaya pokok produk yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan untu menghasilkan produk,
meliputi biaya material, biaya langsung (Listrik, mesin, orang) , biaya tidak
langsung.Secara sederhana untuk menentukan harga pokok produk yaitu :

(Lama Pengerjaan x Biaya Alat perjam) + Biaya Bahan Baku

84
Implemented by:

Biaya alat perjam terdiri dari :


1) Biaya Langsung
a. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Operator)
b. Biaya Energi Langsung
c. Biaya Sewa Alat atau Set Up Khusus
2) Biaya Tidak Langsung
a. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
b. Biaya Energi Tidak Langsung, Air, dan Bahan Tambah
c. Biaya Perawatan
d. Biaya Sewa Ruangan
b. Alokasi Beban Depresiasi dan Resiko Mesin dan Alat

E. Prosedur Penentuan Produk

Waka Sarpras dan atau Koord Tefa --> Membuat form


kebutuhan

Waka Kurikulum, Kaprodi --> Mengisi Formulir kebutuhan

Diserahkan ke Waka Sarpras dan atau Koord Tefa

Didata dan dioleh oleh Waka Sarpras dan Koordinator


TEFA

Data produk diserahkan kepada Kaprodi untuk dibuat


"Matrik Produk" --> Penentuan produk mana yang akan
dibuat --> data produk ditetapkan oleh Kepala Sekolah

85
Implemented by:

III
PENCAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN

Target pembelajaran yang dapat dicapai dalam pembahasan topic penentuan produk adalah
sebagai berikut

1. ............................................................................................................................................

2. ...........................................................................................................................................

3. ...........................................................................................................................................

4. ..........................................................................................................................................

86
Implemented by:

IV
REFERENSI

 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Techno park di SMK, Team of
Indonesian DTVE, SMK Mikael dan GIZ, 200 pages, 2016

87
Implemented by:

MODUL3
SISTEM PEMBELAJARAN BLOK

88
Implemented by:

DAFTAR ISI

Hal.

Inside Cover 88
Daftar isi 89

I Aktivitas pembelajaran
A Lembar kerja 1: Lembar kerja 1 (Analisis kurikulum dan menentukan strategy 90
pembelajaran..............................................................................
B Lembar kerja 2: Defined Quality Criteria Lembar kerja 1 .................................... 91
C Lembar kerja 3: Lembar kerja 2 (Analisis kurikulum analysis) ............................. 92
D Lembar kerja 4: Defined Quality Criteria Lembar kerja 2 .................................. 93
E Lembar kerja 5: Lembar kerja 3 (Implementasi pengelomppokan kurikulum dan 94
siswa)
F Lembar kerja 6: Defined Quality Criteria Lembar kerja 3 ................................. 95
G Lembar kerja 7: Lembar kerja 4 (membuat jadwal blok untuk kelas teori dan 96
praktek; menyusun analisis kebutuhan sumber daya)............
H Lembar kerja 8: Defined Quality Criteria Lembar kerja 4 .................................... 97
I Lembar kerja 9 : Lembar evaluasi ....................................................................... 98

II Ringkasan materi: Sistem Pembelajaran Blok


A Pengantar system jadwal blok............................................................................. 99
B Tahapan menyusun jadwal blok........................................................................... 99

III Pencapaian target pembelajaran................................................................................... 105

IV Referensi .................................................................................................................... 106

89
Implemented by:

I
AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Nama:
Tugas kerja 1:
Lembar kerja 1 :
Menyusun rencana minggu pembelajaran efektif
Tanggal:
Alokasi waktu: 1 Jam

1. Perhatikan kolom dibawah ini dengan baik dan buatlah perencanaan kegiatan selama
satu tahun kemudian:
a. Tentukan hari pelaksanaan ujian semester
b. Tentukan hari libur dan hari/minggu efektif untuk pembelajaran.

Grade/Class Weeks
1 2 3 4 5 6 7 8 …
Grade ...../
Class ....
Grade
..../Class ....

Grade/Class Weeks
1 2 3 4 5 6 7 8 …
Grade ...../
Class ....
Grade
..../Class ....

Grade/Class Weeks
1 2 3 4 5 6 7 8 …
Grade ...../
Class ....
Grade
..../Class ....

Grade/Class Weeks
1 2 3 4 5 6 7 8 …
Grade ...../
Class ....
Grade
..../Class ....

90
Implemented by:

Lembar kerja 2: Defined Quality Criteria Nama:

Topic: Membuat rencana minggu pembelajaran efektif Tanggal:

Performa anda akan dinilai berdasarkan kemampuan anda dalam mengidentifikasi:


1. Kegiatan selama satu tahun terencana
2. Jumlah minggu efektif selama satu tahun bisa ditetapkan

Kriteria penilaian
Akan mendapatkan nila maksimal (4), jika semua kegiatan selama satu tahun terencana

Penilaian:
Pencapaian Total
No Deskripsi
Max Actual Max Actual

1 Rencana kegiatan selama satu tahun terindentifikasi


2 Jumlah minggu efektif selama satu tahun dapat
ditentukan

91
Implemented by:

Tugas kerja 2: Nama:


Lembar kerja 3: Analisa Kurikulum dan menentukan strategi
pembalajaran
Tanggal:
Alokasi waktu: 1 jam

1. Menganalisa sturktur kurikulum

STRUKTUR KURIKULUM

Subject Jam Subject Jam

Lecture Practice

Total Total

c. Membuat rencana strategi implementasi jadwal praktik dan teori


Weeks
Grade/Class
1 2 3 4 5 6 7 8 …
Grade ..../
Class ....
Grade ..../
Class ....

92
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja4: Defined quality criteria tugas kerja 2

Tanggal:
Alokasi waktu:

Performa anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


 Analisa kurikulum dilakukan, sehingga perbandingan jam teori dan praktik bisa
ditentukan
 Pembuatan strategi pembelajaran blok praktik dan blok teori selama satu tahun

Kriteria penilaian:
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Analisa jam struktur dibuat
2. Strategi pembelajaran blok tersusun

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Analisa jam struktur kurikulum


2 Pembuatan strategi pembelajarn
Analisa skor:

93
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 4:
Lembar kerja5:
Implementasi pengelompokan kurikulum dan siswa
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 Jam

1. Berdasarkan strategi atau pola pembelajaran yang ditetapkan, buatlah struktur


kurikulum implementasinya menggunakan form dibawah ini :

STRUKTUR KURIKULUM IMPLEMENTASI


Group 1 (A) Group 2 (B) -
Code Jam Implementation Jam Implementation
(Theory) Practice

Total

2. Buatlah pengelompokkan siswa didasarkan pada kurikulum implementasi


Jumlah siswa dalam
Group 2 (B) –Practice Jam Implementation
1 group

94
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja6: Defined quality criteria tugas kerja 4

Tanggal:
Alokasi waktu:

Performa anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Bisa menentuka kurikulum implementasi
2. Bisa menentukan jumlah siswa dalam group

Kriteria penilaian:
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Kurikulum implementasi dapat ditentukan
2. Jumlah siswa dapat ditentukan

Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Pembuatan kurikulum implementasi


2 Penentuan group siswa

95
Implemented by:

Tugas kerja 5: Nama:


Lembar kerja 7: Membuat jadwal blok praktik, teori dan analisa
kebutuahan sumber daya
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 Jam

1. Membuat jadwal blok teori berdasarakn struktur implementasi

Jam ke Senin Selasa Rabu Kamis Jumat


1
2
3
4
Break
5
6
7

2. Membuat jadwal blok praktik berdasarakn struktur implementasi dan rencana strategi
implementasi..
Semester 1
Semester
Weeks
Student
1 3 5 7 11 13 15 …..
Group/weeks

3. Membuat analisa kebutuhan sarana


No Resource/Facility Amount Sisa atau kurang

96
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 8: Defined quality criteria tugas kerja 5

Tanggal:
Alokasi waktu:

Performa anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Jadwal teori tersusun dengan jumlah
2. Jadwal praktik tersusun
3. Data sumberdaya bisa terisi

Kriteria penilaian
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Jadwal teori tersusun dengan jumlah jam sesuai dengan stuktur implementasi
2. Jadwal praktik tersusun dan total jam praktik setiap mata pelajaran bisa dihitung
3. Data sumberdaya bisa terisi

Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Jadwal Teori
2 Jadwal Praktik
3 Data kebutuhan sumberdaya

97
Implemented by:

Nama:
Lembar evaluasi modul 2:
Lembar kerja 9:
Penentuan produk
Tanggal:
Alokasi waktu: 30 menit

Evaluasi diri

Evaluasi instruktur

98
Implemented by:

III

PEMBUATAN JADWAL BLOK

A. Pengantar
Jadwal dalam konteks Teaching factory adalah pengaturan kegiatan belajar mengajar.
Dalam pendidikan menengah kejuruan yang akan menerapkan metode pembelajaran
Teaching factory, bentuk penjadwalannya berbeda dengan jadwal belajar yang ada pada
sekolah umum. Dalam Teaching factory digunakan bentuk penjadwalan yang disebut
block schedule atau sistem penjadwalan blok.
Jadwal blok dimaknai sebagai upaya untuk fokus pada optimalisasi sumber daya
(kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta anggaran) agar menjadi
lebih efisien, yang diatur melalui sistem rotasi dalam penyelenggaraan kegiatan teori dan
praktik. Utamanya dalam hal penggunaan peralatan praktik dan dalam proses
pembelajaran yang berlangsung secara terus menerus.
“Jadwal blok yang terus menerus” (continuous) tersebut merupakan salah satu
elemen utama dari metode pembelajaran Teaching factory. Melalui pengaturan jadwal
blok maka kegiatan teori dan praktik dilaksanakan dalam waktu yang cukup untuk
memenuhi ketuntasan kompetensi, contohnya: 1 – 2 minggu praktik dan 1 minggu teori
(disesuaikan dengan program keahlian). Sedangkan “terus-menerus” berarti adanya
penjadwalan di mana kegiatan praktik dilakukan secara kontinyu, sehingga peserta didik
mendapatkan manfaat yang maksimal, dengan demikian diharapkan peserta didik
menjadi kompeten (memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diharapkan).
Fasilitas praktik yang dimaksud adalah laboratorium sesuai dengan paket keahlian
masing-masing, seperti: bengkel, labolatorium, studio, dapur, kebun, kolam, ruang
simulasi, dll.

B. Penyusunan Jadwal Blok


Penyusunanjadwal blok harus dapat mengantarkan pencapaian corporate culture
sebagai salah satu tujuan dalam metode pembelajaran Teaching factory, diantaranya:
kejujuran, percaya diri, disiplin, tanggung jawab, toleransi, kerjasama, dll. Komponen
yang tercakup dalam jadwal blok terdiri dari:
a. Waktu pembelajaran, berkaitan dengan fokus kedalaman belajar;
b. Mata pelajaran, yaitu materi yang dipelajari peserta didik dalam kurun waktu tertentu;
c. Perputaran / rotasi belajar, yaitu pengaturan waktu belajar peserta didik secara
bergantian (berkelompok, bergulir, beberapa kegiatan);
d. Sarana dan prasarana, berkaitan dengan optimalisasi dan utilitas;

99
Implemented by:

e. Pendampingan, dilakukan oleh pendidik terutama dalam penyelesaian / penuntasan


hasil produk.

Rotasi

Pendampingan Durasi

Sarana dan
Pembelajaran
Prasarana

Gambar 1.
Komponen Jadwal Blok

Disamping itu penyusunan jadwal blok perlu mempertimbangkan beberapa aspek,


antara lain:
1. Analisis waktu efektif, dengan memperhatikan kalender pendidikan dan struktur
kurikulum yang ditetapkan setiap tahun oleh pemerintah. Analisis ini dilakukan
dengan menghitung jumlah minggu pembelajaran efektif dalam kurun satu tahun
pelajaran untuk keseluruhan tingkatan kelas (kelas X, kelas XI, dan kelas XII)
dengan mempertimbangkan agenda kegiatan sekolah;
2. Jumlah mata pelajaran dan distribusi beban jam pelajaran. Beban belajar merupakan
keseluruhan kegiatan yang harus diikuti oleh peserta didik dalam satu minggu, satu
semester, dan satu tahun pembelajaran. Dalam jadwal blok, pendistribusian beban
jam pelajaran juga ditentukan untuk setiap tingkatan kelas, yang meliputi beban
belajar setiap mata pelajaran. Beban belajar juga dihitung dalam dua bagian, beban
teori kelas dan beban praktik. Dengan perhitungan yang disusun dalam analisis
waktu efektif, maka dalam satu tahun ajaran diperoleh beban belajar mengacu pada
perbandingan kelompok mata pelajaran pada struktur kurikulum yang ditetapkan
pemerintah;
3. Analisis kebutuhan sarana dan prasarana, untuk jenis, jumlah serta optimalisasi
penggunaan sarana dan prasarana. Setiap Paket Keahlian harus memetakan jenis
dan jumlah sarana dan prasarana baku yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran
teaching factoryini.
4. Kebutuhan biaya. Alokasi biaya yang diperhitungkan untuk pelaksanaan
pembelajaran.

Contoh langkah penyusunan jadwal blok


100
Implemented by:

Berikut adalah Contoh langkah penyusunan jadwal Blok untuk Kelas 1 Jurusan
Mechanical, dengan jumlah kelas 2, jumlah siswa setiap kelas 18
1. Langkah 1
Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu melakukan analisa sederhana
Struktur kurikulum dengan membandingkan jumlah jam antara teori (lecture)
dengan Praktik.

STRUKTUR KURIKULUM IMPLEMENTASI


Group 1 (A) Jam Subject Group 2 (B)
Myanmar 1 Fiiting and Bench Work 9
English 2 Lathe Work 9
Mathematics 2
Physics 3
Chmestry 3
Theory and Pratice
4
engeneering Drawing
Theory Fiting and
1
Bench Work
Theory Lathe Work 1
Total 17 18

2. Langkah 2 merencanakan kegiatan dalam satu tahun


Berdasarkan kurikulum diatas maka strategi yang akan dilakukan yaitu
mengelompokan ke dalam dua group. Maka struktur akan terlihat sebagai
berikut:

STRUKTUR KURIKULUM
Subject Jam Subject Jam
Teori Praktek
1 Myanmar 1 6 Engeneering Drawing 3
2 English 2 7 Fiiting and Bench Work 9
3 Mathematics 2 8 Lathe Work 9
4 Physics 3
5 Chmestry 3
6 Theory engeneering Drawing 1
Maka 7 Theory Fiting and Bench Work 1
perenc 8 Theory Lathe Work 1

Jumlah 14 Jumlah 21
101
Implemented by:

anaan dalam satu tahun menjadi seperti dibawah ini

Semester First Semester


Putaran
1 2 4 5 6 7 8 9
ke -
Minggu
1 2 3 4 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 EXAM
ke -
1 A B A B A B A B A B A B A B A B
1
2 B A B A B A B A B A B A B A B A

3. Langkah ke 3 penyusunan jam pembelajaran struktur kurikulum


implementasi
Yang dimaksud jam pembelajaran stuktur implementasi yaitu, jumlah jam belajar
yang akan digunakan sebagai acuan untuk pembuatan jadwal. Dalam konteks
ini, dikarenakan dalam 2 minggu siswa akan dikelompokkan belajar A selama
satu minggu dan B satu minggu, maka jumlah jam pelajaran harus dikalikan 2.

STRUKTUR KURIKULUM IMPLEMNATASI

Group 1 (A)- Realisasi Group 2 (B) - Realisasi


Code Jam Jam
Theory (dikalikan 2) Practice (dikalikan2)
Fiiting and
Myanmar M-101 1 2 9 18
Bench Work
English E-101 2 4 Lathe Work 9 18
Mathematics Ma-101 2 4
Physics Ph-101 3 6
Chmestry Ch-101 3 6
Theory and
Pratice
AT-101 4 8
engeneering
Drawing
Theory
MT-
Fiting and 1 2
101
Bench Work
Theory MT-
1 2
Lathe Work 102
Total 17 34 18 36

4. Langkah ke 4 Penentuan kelompok atau section per mata pelajaran


praktik
Dasar dari penentuan kelompok yaitu, lama waktu yang diperlukan untuk
mengajarkan sampai dengan siswa kompeten dan jumlah fasilitas.

102
Implemented by:

No. Subject Jam


1 Fiiting and Bench Work 9
2 Lathe Work 9

Total jam 18

Number of student 18

Pembagian kelompok akna sebagai berikut dengan menggunakan pendekatan


ℎ𝑜𝑢𝑟𝑠
hitungan 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑜𝑢𝑟𝑠
𝑥 𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑠𝑡𝑢𝑑𝑒𝑛

Number of
No. Subject Jam
students
1 Fiiting and Bench Work 9 9
2 Lathe Work 9 9

Jumlah fasilitas yang dibutuhkan (asumsi hanya 1 shift) :


1. Benck work with vice an tool : 9 unit
2. Lathe Machine : 9 unit
Untuk Jadwal teori akan seperti berikut ini:

Jam ke Senin Selasa Rabu Kamis Jumat


1 M-101 E-101 AT-101 AT-101 MT-101
2 M-101 E-101 AT-101 AT-101 MT-101
3 E-101 Ma-101 AT-101 AT-101 Ma-101
4 E-101 Ma-101 AT-101 AT-101 Ma-101
Break
5 Ph-101 Ch-101 Ph-101 Ch-101 MT-102
6 Ph-101 Ch-101 Ph-101 Ch-101 MT-102
7 Ph-101 Ch-101 Ph-101 Ch-101

Sedangan jadwal praktik akan menjadi seperti berikut


J
Semester
a Semester 1

Siswa
d /Minggu 1 3 5 7 11 13 15 17
Ke
w
1-9 MT-101 MT-101 MT-102 MT-102 MT-101 MT-101 MT-102 MT-102
a
l10-18 MT-102 MT-102 MT-101 MT-101 MT-102 MT-102 MT-101 MT-101

Keterangan:
MT-101 : Fitting and Bench work pratice
MT-102 : Lathe work pratice

103
Implemented by:

Dari jadwal tersebut maka :


1. Pada minggu satu dan tiga siswa nomer 1 s/d 9 praktik MT-101 dan siswa
nomer 10 s/d 18 praktik MT-102.
2. Pada minggu lima dan tujuh praktik maka dibuat pergantian dimana siswa
nomer 1 s/d 9 praktik MT-102 dan siswa nomer 10 s/d 18 Praktik MT-101,
demikian sampai dengan satu semester.

104
Implemented by:

III
PENCAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN

Target pembelajaran yang dicapai dalam module ini adalah:


1. ..................................................................................................................................

2. ..................................................................................................................................

3. ..................................................................................................................................

4. ..................................................................................................................................

5. ..................................................................................................................................

105
Implemented by:

IV
REFERENSI

 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Techno park di SMK, team of
Indonesian DTVE, SMK Mikael dan GIZ , 200 pages, 2016
.

106
Implemented by:

MODUL4
JOB SHEET

107
Implemented by:

Daftar Isi

Hal.
Inside Cover 107
Daftar isi 108

I Aktivitas pembelajaran
A Lembar kerja 1: Lembar kerja 1 (Mapping alokasi waktu ) ............................... 109
B Lembar kerja 2: Defined Quality Criteria Lembar kerja 1 .................................. 110
C Lembar kerja 3: Lembar kerja 2 (Menyusun indicator capaian kompetensi) ....... 111
D Lembar kerja 4: Defined Quality Criteria Lembar kerja 2 ................................. 112
E Lembar kerja 5: Lembar kerja 3 (Menyusun job sheet dan rencana proses kerja) 113
F Lembar kerja 6: Defined Quality Criteria Lembar kerja 3 ................................. 114
G Lembar kerja 7: Lembar kerja 4 (Mengembangkan kriteria penilaian dan form 115
penilaian) ....................................................................................
H Lembar kerja 8: Defined Quality Criteria Lembar kerja 4 .................................... 116
I Lembar kerja 9 : Lembar evaluasi......................................................................... 117

II Ringkasan materi: Job sheet


A Pengantar .......................................................................................................... 118
B Empat elemen penyusunan job sheet ............................................................... 118
C Tingkatan job sheet ........................................................................................... 119
D Prosedur penyusunan job sheet......................................................................... 122
E Sistem penilaian.................................................................................................. 122
F Prinsip penilaian jobsheet................................................................................... 122

III Pencapaian target pemebelajaran ............................................................................... 131

IV Referensi...... ................................................................................................................ 132

108
Implemented by:

I
AKTIVITAS PEMBELAJARAN

Nama:
Tugas kerja 1:
Lembar kerja 1 :
Pemetaan alokasi waktu
Tanggal:
Alokasi waktu: 1 Jam

1. Gunakan form Jobseet 1.


2. Dari Jadwal yang sudah ditentukan, buatlah pemetaan alokasi waktu kegiatan
pembelajaran

Pemetaan Alokasi Jam Kegiatan Pembelajaran


Mata pelajaran :
Kelas :
Tahun akademik :
Alokasi jam praktik : jam
Semester gasal : Jam
Waktu
No Kegiatan Keterangan
(JP@60menit)
1 jam
2 jam
3 jam
4 jam
5 jam
Jumlah jam
Semester gasal :…… Jam
1 jam
2 jam
3 jam
4 jam
5 jam
Jumlah Jam

109
Implemented by:

Lembar kerja 2: Defined quality criteria Nama:

Topic: Pemetaan alokasi waktu Tanggal:

Kualitas jawaban anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Bisa membuat perencanan alokasi waktu

Kriteria penilain
Akan mendapatkan nila maksimal (4), jika :
1. Alokasi waktu terisi dnegan lengkap mulai dari perkiraan persiapan, alokasi pengerjaan
jobhseet dan alokasi pengayaan

Penilaian:
Pencapaian Total
No Tema
Max Actual Max Actual

1 Pemetaan Alokasi Waktu

110
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 2:
Lembar kerja 3:
Menyusun indikator pencapaian kompetensi
Tanggal:
Alokasi waktu: 1 Jam

a. Gunakan Form Job sheet 2


b. Buatlah urutan job sheet sesuai dnegan Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator
Pencapaian kompetensi bisa dilihat dari Standart Kompetenisi Kerja Nasional atau bisa
ditentukan oleh guru yang bersangkutan (jika SKKN belum ada).
Indikator Pencapaian Kompetensi
Mata pelajaran :
Kelas :
Tahun akademik :
Job sheet
Indikator Pencapaian Kompetensi Job 1 Job 2 Job 3 Job 4 Job ...

Klasifikasi Jobsheet
Produk
(Alokasi) / Estimasi Waktu

Total . .......... jam

111
Implemented by:

Nama:
Defined quality criteria tugas kerja 2:
Lembar kerja 4:
Menyusun indikator pencapaian kompetensi
Tanggal:
Alokasi waktu: 1 Jam

Kualitas jawaban anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Form terisi dengan benar

Kriteria penilaian
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Indikator pencapaian kompetensi terisi dengan benar, bisa sesuai standarat pencapain
kompetensi yang ditetapkan
2. Alokai waktu sesuai dengan perencanaan form nomor 1
3. Produk sesuai dengan produk yang ditetapkan di Form Matrik Produk

Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Penyusunan Indikator Pencapaian


Kompetensi
2 Pengelompokan klasifikasi job sheet
3 Keseusuain estimasi waktu
4 Produk yang dihasilkan

112
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 3:
Lembar kerja 5:
Membuat job sheet dan rencana proses kerja
Tanggal:
Alokasi waktu: 3 Jam

Berdasarkan Indikator Pencapaian Kompetensi, buatlah job sheet yang terdiri dari :
1. Gambar kerja/Alur kerja
Untuk membuatan gambar kerja atau alur kerja silakan menggunakan formulir yang
ditetapkan di institusi masing-masing. Gambar kerja atau alur kerja harus jelas, jika
memungkinkan gambar tersebut mengacu pada salah satu standarta insternasional.

2. Rencana proses pengerjaan


Untuk pembuatan lembar persipan kerja gunakan formulir yang ditetapkan oleh institusi
masing-masing. Urutan proses harus jelas dan terperinci sehinggai siswa bisa mengikuti
secara bertahap.

113
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 6: Defined quality criteria tugas kerja 3

Tanggal:
Alokasi waktu:

Performa anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Bisa membuat gambar/aluir kerja
2. Bisa membuat rencana proses pengerjaan untuk job sheet yang telah dibuat

Kriteria penilaian
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Minimal 1 buah ganbar job sheet terselesaikan
2. Rencana proses pengerjaan untuk

Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Analisa Linieritas kompetensi


2 Jumlah Kompetensi yang linier
3 Estimasi Lama Proses
4 Harga/Biaya Pokok

114
Implemented by:

Nama:
Tugas kerja 4:
Lembar kerja 7:
Membuat kriteria penilaian dan formulir penilaian
Tanggal:
Alokasi waktu: 2 Jam

1. Buatlah kriteria penilaian untuk job sheet dengan aspek-aspek dalam penyusunan
kriteria penilaian yaitu :
a. Nilai Obyektif yaitu nilai yang bisa diukur dengan suatu alat ukur.
b. NIlai Subyektif yaitu nilai tampilan/kehalusan
c. Ketetapan besaran pengurangan nilai karena waktu pengerjaan melebihi dari
estmasi waktu yang ada.
2. Buatlah Form penilaian dengan kriteria :
a. Bobot Nilai Obyektif Lebih banyak dibandingkan dengan nilai Subyektif (70:30)
b. Dalam penilaian obyektif, bagian yang paling menentukan/yang paling lama
dikerjakan/yang paling sulit/ yang merupakan indikator utama diberikan bobot yang
lebih tinggi
c. Pengurangan nilai perlu ditetapkan jika waktu pengerjaan melebihi estimasi waktu
yang ditetapkan.

115
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja 8: Defined quality criteria tugas kerja 4

Tanggal:
Alokasi waktu:

Performa anda akan dinilai berdasarkan kriteria berikut:


1. Bisa membuat kriteria penilaian obyektif
2. Bisa mmebuat kriteria penilaian subyektif
3. Bisa membuat ketetapan pengurangan point
4. Bisa membuat form penilaian

Kriteria penilaian
Nilai Maksimal akan tercapai jika :
1. Kriteria penilaian obyektif sesuai dengan yang dipersyaratkan
2. Kriteria penilaian subyektif sesuai dengan yang dipersyratkan
3. Kriteria pengurangan point ditetapkan
4. Formulir penilaian menunjukan bobot sesuai dengan tingkat kesulitan atau lama
proses.

Analisa skor:

Pencapaian Total
No Tema/Hal
Max Actual Max Actual

1 Kriteria penilaian obyektif


2 Kriteria penilaian subyektif

3 Kristeria penguran nilai


4 Form Penilaian

116
Implemented by:

Nama:
Lembar evaluasi Module 2 :
Lembar kerja 9:
Lesson plan and job sheet
Tanggal:
Alokasi waktu: 30 minutes

Evaluasi diri

Evaluasi instruktur

117
Implemented by:

III
PENYUSUNAN JOBSHEET
A. Pengertian Jobsheet
Jobsheet dalam skema metode pembelajaran teaching factory disusun terkait erat
dengan RPP, dengan mengacu pada Jadwal blok yang telah selesai dibuat.Secara
umum, jobsheet adalah tahapan kegiatan yang membantu peserta didik dalam
melaksanakan unjuk kerja. Dalam konteks teaching factory, jobsheet berisi gambar atau
urutan materi untuk mengantarkan pencapaian kompetensi peserta didik dengan hasil
akhir berupa produk barang/jasa. Urutan materi dimulai dari tahapan yang sederhana
sampai dengan tahapan peserta didik dinyatakan kompeten. Untuk menjamin bahwa
peserta didik kompeten, maka jobsheet mempunyai tuntutan kualifikasi bahwa untuk
mencapai kualitas tertinggi harus dilakukan berulangkali.
Jobsheet dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja
yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dengan
standar kualitas.

B. Empat unsur dalam penyusunan Jobsheet


Empat unsur dalam penusunan Job sheet

SDM

Biaya Job
Sarana
sheet

Prasarana

Penyusunan JOBSHEET perlu mempertimbangkan empat unsur,yaitu:

1. Sumber Daya Manusia (SDM), dalam penyusunan JOBSHEET dibutuhkan Guru


yang memiliki kompetensi relevan di bidangnya, dan program pembelajaran yang
diterapkan. Institusi mampu untuk menghasilkan tamatan yang kompeten dan
unggul sesuai dengan standar industri atau memiliki daya saing di industri.
2. Sarana, pengaturan penggunaan alat dalam JOBSHEET bertujuan untuk
mencukupkan kebutuhan peserta didik dengan seluruh kompetensi yang
disyaratkan, termasuk dengan penerapan sistem rotasi atau shift. JOBSHEET

118
Implemented by:

memudahkan pendidik atau instruktur dalam menyesuaikan ketersediaan alat


dengan kebutuhan kompetensi yang diajarkan. Contohnya, pada Paket Keahlian
Teknik Pemesinan, melalui pengaturan alat secara detail dalam JOBSHEET,
pendidik atau instruktur mampu memetakan rasio alat dengan peserta didik,
kapasitas alat di tempat praktik, dan kualitas alat termasuk gambaran akan
perawatan mesin secara rutin (maintenance, repair, calibration). 2.3
3. Prasarana, JOBSHEET perlu mencakup tempat praktik karena hal ini berkaitan
dengan jumlah alat yang dimiliki atau dibutuhkan. Gedung atau layout perlu
disertakan dalam JOBSHEET karena berkaitan dengan penataan peralatan atau
mesin yang berdampak pada:
a. Efisiensi area/gedung;
b. Proses produksi (arus/sirkulasi);
c. Posisi kerja operator (kompetensi peserta didik);
d. Maintenance, Repair and Calibrasion (MRC) peralatan;
e. Keselamatan kerja (alas, letak, arah, sinar, udara pada tata letak peralatan);
f. Estetika (keteraturan dan kebersihan);
g. Loading (pasang dan bongkar peralatan); dan
h. Keamanan.
4. Biaya, melalui jobsheet yang dimuat dalam JOBSHEET mencakup beberapa
tingkatan pembelajaran yang disesuaikan dengan konsep Teaching factory, maka
dalam tingkatan level jobsheet tertentu memerlukan biaya untuk mendukung
pelaksanaan proses pembelajaran.

C. Level Jobsheet
Kedalaman belajar pada metode pembelajaran teaching factory diklasifikasikan menjadi
3 tingkatan jobsheet, terdiri dari:

• Fokus pengetahuan teknis dasar


Level Basik
• Fokus perencanaan kerja
Kompetensi
•Fokus pada kompetensi dasar (sesuai tuntutan standar)

•Fokus pada aplikasi kompetensi, penekanan pada efisiensi,


Level Aplied untuk pemenuhan kebutuhan internal
Kompetensi (Job
•Fokus aplikasi kompetensi, penekanan pada kreatifitas untuk
order) pemenuhan permintaan eksternal

• Fokus aplikasi kompetensi, penekanan pada inovasi


Level : Project
work (inovation) • Fokus aplikasi kompetensi, penekanan pada pengembangan
daya saing

119
Implemented by:

Uraian dari ketiga level jobsheet tersebut adalah sebagai berikut:

1. Level : Basik Kompetensi , Level ini bertujuan untuk membekali dan memperkuat
pemahaman peserta didik mengenai suatu program kompetensi sebelum peserta
didik melakukan praktik, menyusun perencanaan kerja sesuai dengan standart
operasional yang ditetapkan, serta memiliki kompetensi yang ditargetkan.Fokus
pada pengetahuan teknis dasar. Beberapa indicator jobsheet level basic yaitu :
a. Seluruh metode pembelajaran mencakup pengetahuan dan keterampilan dasar
dari suatu kompetensi;
b. Pengetahuan dan keterampilan dasar, diantaranya: mencakup pengenalan pada
alat, pengetahuan dan keterampilan dasar untuk pengerjaan material,
pengukuran dan pengecekan, perhitungan-perhitungan, modifikasi, keterampilan
dasar tata cara penggunaan dan perawatan peralatan, pengetahuan dan
keterampilan membuat produk dan metode tertentu, dsb.;
c. Peserta didik mampu menerapkan pemahaman dan keterampilan dasar yang
diperolehnya
d. Peserta didik mampu menyusun perencanaan kerja untuk membuat produk
dengan langkah-langkah yang tepat.
e. Pada level ini peserta didik telah mampu menerapkan pemahaman dan
keterampilannya dalam menghasilkan produk melalui praktik;
f. Level ini mensyaratkan sense of quality, yakni pengerjaan yang dilakukan oleh
peserta didik berdasarkan pada standar objektif atau standar kualitas yang telah
ditentukan dalam kompetensi. Sistem penilaian yang dilakukan berdasarkan
pada standar yang baku (sesuai dengan tingkat presisi yang ditentukan);
g. Hasil produk pada level ini belum sepenuhnya bernilai ekonomi
namunmenitikberatkan pada standar kompetensi yang telah ditetapkan atau
murni untuk tujuan pendidikan. Tindak lanjut pada produk yang dihasilkan dapat
untuk memenuhi kebutuhan internal.

2. Level : Aplikasi Kompetensi atau Job, level ini bertujuan untuk membekali dan
memperkuat kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan kompetensi dengan
penekanan pada efisiensi dalam rangka pemenuhan kebutuhan internal.Fokus pada
aplikasi kompetensi dengan penekanan pada efisiensi diwujudkan dalam:
a. Kegiatan praktik pada level ini tidak hanya berbasis pada sense of quality tetapi
juga berbasis pada sense of efficiency dan sense of creativity. Peserta didik
melakukan kegiatan praktik dengan mempertimbangkan budaya kerja di

120
Implemented by:

perusahaan atau industri, yakni dengan mempertimbangkan aspek efisiensi


dalam setiap prosesnya;
b. Produk yang dihasilkan bukan hanya “baik” tetapi juga harus “benar” dan rapi
secara aspek dasar kompetensi, serta bernilai ekonomi atau memiliki daya jual;
c. Karena praktik yang dilakukan berbasis produksi, maka level ini setara dengan
struktur prosedur PBET.
d. Hasil atau kegiatan praktik siswa merupakan order dari pihak ekstrenal atau
bukan hanya kebutuhan internal sekolah.

3. Level Project Work


Fokus pada mengaplikasikan kompetensi dengan penekanan pada kreatifitas.
Indikator job sheet pada level ini yaitu :
a. Metode pembelajaran pada level ini tidak hanya mencakup sense of quality dan
senseofefficiency, tetapi juga mencakup sense of creativity;
b. Proses pembelajaran diarahkan agar peserta didik mengenal seluruh proses
kegiatan produksi barang/jasa dari tahap perencanaan (desain,
merencanakan proses, perhitungan biaya), tahap produksi, dan presentasi
hasil;
c. Karena mempertimbangkan perilaku industri, maka peserta didik dituntut untuk
mempunyai kemampuan kerja sama yang baik dalam sebuah kelompok;
d. Joob Sheet dirancang berdasarkan project work (Tugas Akhir peserta didik).
Tugas Akhir berupa Produk Barang / Jasa yang sudah ada di pasaran.
Peserta didik hanya menambahkan modifikasi.
e. Sebagai salah satu bentuk inovasi dalam proses pembelajaran, maka jobsheet
pada level ini diubah dari fungsi akademis menjadi fungsi yang lebih produktif.
f. Job Sheet dirancang berdasarkan project work (Tugas Akhir peserta didik).
Tugas Akhir berupa Produk Barang / Jasa yang dibutuhkan oleh industri atau
masyarakat pengguna lainnya.
g. Peserta didik mempraktekkan kewirausahaan secara riil. Implementasinya
melalui pelibatan peserta didik dalam aspek target delivery, cost, quality dan
efisiensi yang terkait dengan customer expectation dan satisfaction.
h. Self Finance (modal untuk pengembangan) mulai tercapai karena ada
kegiatan produksi / jasa berkelanjutan dari industri dan dapat dijadikan materi
praktik untuk pemenuhan kompetensi.

121
Implemented by:

D. Tahapan Penyusunan Jobsheet


Dalam menyusun job sheet diperlukan tahapan-tahapan untuk memudahkan sistematika
dan alur pengerjaan. Tahapan penyusunan jobsheet adalah sebagai berikut:
1. Pendidik menentukan produk yang akan dihasilkan dari proses pembelajaran,
produk tersebut harus linier dan dapat mengantarkan kompetensi;
2. Pendidik mengidentifikasi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) mengacu pada
Kompetensi Dasar yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut. Dalam
penentuan indikator, guru harus menentukan idnikator-indikator utama dari
pencapaian kompetensi.
3. Pendidik menyusun urutan materi sesuai indikator pencapaian kompetensi dengan
kriteria:
4. Jumlah jobsheet ditentukan berdasarkan kedalaman materi kompetensi yang
diajarkan. Urutan-urutan jobsheet disusun sedemikian rupa mulai dari job sheet
sederhana sampai dnegan jobsheet tertinggi atau tersulit yang merupakan indikator
utama siswa tersebut menguasai kompetensi yang diajarkan.;
5. Alokasi waktu penyelesaian jobsheet mengacu pada jadwal blok.

E. Sistem Penilaian
Penilaian merupakan hal yang sangat penting dalam proses pendidikan. Dengan
penilaian ini, kompetenisi siswa bisa diindetifikasi. Penentuan siswa kompeten atau tidak
ditentukan dari hasil penilaian yang ada. Penilaian selain mencerminkan kompetensi
siswa, juga harus mencerminkan bahwa produk yang dikerjakan sudaha selesai. Apabila
siswa tersebut dinyatakan kompeten, maka produk yang dihasilkan juga harus sesuai
dengan standart yang telah ditetapkan. Aspek penilaian pada jobsheet harus
mengandung tiga unsur, yaitu:
a. Aspek kualitas, yaitu penilaian secara teknis, cara pengerjaan dan hasilnya;
b. Aspek fungsi, yaitu pembobotan penilaian yang mengacu pada fungsi
c. Waktu pengerjaan, yaitu berkaitan dengan lama waktu pengerjaan suatu produk.
Tujuan dari penggunaan sistem penilaian adalah untuk mengukur kompetensi peserta
didik, yang meliputi proses dan hasil belajar.Penilaian dilakukan setelah peserta didik
menyelesaikan seluruh proses dalam jobsheet.

Prinsip-prinsip penilaian jobshet


Prinsip penilaian dalam konteks teaching factory terdiri dari:

122
Implemented by:

a. Indicator penilaianditentukan diawal dan dinformasikan kepeserta didik.


Selanjutnya indikator-indikator penilaian ini dituangkan kedalam rubrik penilaian yang
akan digunakan sebagai acuan oleh guru dan siswa untuk menilai benda kerja hasil
praktik siswa
b. Prosedur penilaian standarpembobotan nilai berdasarkan fungsi/tingkat
kesulitan/lama proses). Penenutuan pembobotan ini dibuat oleh guru matapelajaran
dengan tujuan bahwa nilai yang akan didapatkan oleh siswa merupakan cerminan
dari tingkat kompetensi ybs.
c. Obyektif
d. Transparanpenilaian dilakukan secara terbuka, sehingga peserta didik dapat
mengetahui hasil unjuk kerjanya, dan harus divalidasi baik oleh guru maupun siswa

123
Implemented by:

Apendix: Contoh rubric penilaian, job sheet dan form penilaian

1. Indikator/Rubrik Penilaian :

a) Toleransi ukuran meliputi :

Toleransi Nilai Keterangan


Jika penyimpangan ukuran masih dalam batas toleransi
10
yang ditentukan.

Umum Jika penyimpangan ukuran lebih besar dari batas toleransi tetapi
4
kurang dari atau sama dengan 2 × toleransi yang ditentukan.
Jika penyimpangan ukuran melebihi dari 2 × batas toleransi yang
1
ditentukan.
Jika penyimpangan ukuran masih dalam batas toleransi yang
10
ditentukan.
Khusus
Jika penyimpangan ukuran melebihi batas toleransi yang
1
ditentukan.
Jika penyimpangan ukuran masih dalam batas toleransiyang
10
ISO ditentukan.
0 Jika penyimpangan ukuran melebihi batas toleransi yangditentukan.

b) Toleransi kesikuan

Toleransi kesikuan digunakan untuk pengukuran sudut 90°.


Toleransi Nilai Keterangan
Jika penyimpangan kesikuan masih dalam batas toleransi
10
yang ditentukan.

Jika penyimpangan kesikuan lebih besar dari batas toleransi tetapi


Kesikuan 4
kurang dari atau sama dengan 2 × toleransi yang ditentukan.

Jika penyimapangan kesikuan melebihi dari 2 × batas


1
toleransi yang ditentukan.

c) Toleransi kesejajaran

Toleransi kesejajaran digunakan untuk mengukur paralelitas dua bidang.


Toleransi Nilai Keterangan
Jika penyimpangan kesejajaran masih dalam batas toleransi yang
10
ditentukan.

Jika penyimpangan kesejajaran lebih besar dari batas toleransi


Kesejajaran 4 tetapi kurang dari atau sama dengan 2 × toleransi yang
ditentukan.

Jika penyimapangan kesejajaran melebihi dari 2 × batas toleransi


1
yang ditentukan.

124
Implemented by:

d) Toleransi kehalusan

Toleransi Nilai Keterangan


Jika kehalusan setiap bidang benda kerja sesuai tuntutan
10
kehalusan yang diberikan.

Jika kehalusan setiap bidang benda kerja lebih kasar satu tingkat
Kehalusan 5
dari tuntutan kehalusan yang diberikan.

Jika kehalusan Setiap bidang benda kerja lebih kasar dua tingkat
1
atau lebih dari tuntutan kehalusan yang diberikan.

e) Toleransi tampilan/pandangan

Toleransi Nilai Keterangan


Jika tampilan benda kerja tidak terdapat cacat, chip, dan juga
10
permukaan benda kerja rata (tidak bertingkat dalam satu bidang).
Jika tampilan benda kerja terdapat salah satu dari kebersihan chip
Tampilan 5 yang masih tajam, cacat, dan juga permukaan benda kerja tidak
rata.
Jika tampilan benda kerja terdapat lebih dari satu dari kebersihan
1 chip yang masih tajam, cacat, dan juga permukaan benda kerja
tidak rata.

f) Reduction point
Penilaian hasil unjuk kerja/praktik terdapat reduction point, yang fungsinya untuk
mengurangi nilai maupun menambah nilai dari benda hasil unjuk kerja. Berikut ini
adalah rumusan dalam perhitungan reduction point :

Reduction point/pengurangan nilai karena kelebihan waktu proses


1. Untuk Kompetensi
a. Setiap kelebihan waktu 30% dari estimasi yang diberikan maka nilai
berkurang 1 poin.
b. Jika ada sisa waktu maka sisa waktu proses bisa menjadi nilai tambah
apabila nilai total minimal 6,95.

g) Persiapan kerja sesuai prosedur merupakan prasyarat sebelum mengerjakan produk.

h) Penilaian Proses (sikap kerja)

Pengurangan nilai dikelompokkan berdasarkan 6 aspek (tabel leveling sikap) :


1. Spiritual
2. Kejujuran
3. Kedisiplinan
4. Tanggung Jawab
5. Toleransi dan Kerjasama
125
Implemented by:

6. Sopan Santun
7. Percaya diri
 Nilai sikap tidak bisa menambah nilai keterampilan.
 Nilai sikap bisa mengurangi nilai keterampilan.

Tabel Leveling Sikap


Standar penanganan
Aspek Bentuk ketidaksesuaian Poin (semua
terdokumentasi)
Tindakan Penanganan
1. Sikap Spiritual
a. Menghargai - Menggangu teman saat berdoa 2 dinasihati
dan - Sikap doa tidak baik 2 dinasihati
menghayati
ajaran - Tidak berdoa dengan baik 2 dinasihati
agama - Tidak menjaga lingkungan hidup 2 dinasihati

2. Kejujuran
a. Kejujuran - Menukar benda kerja dengan milik 15 diberi sanksi : Surat
orang lain Pernyataan, komp -
10jam.

- Menyembunyikan benda kerja yang 10 kompensasi -10jam.


rusak
- Tidak melaporkan kerusakan alat yang 5 kompensasi -5jam.
digunakan
- Memakai buku pegangan atau job 5 kompensasi -5jam.
sheet orang lain.
- Memberikan keterangan palsu : 5 diberi sanksi : Surat
informasi lisan, tertulis. Pernyataan.
3. Kedisiplinan
a. Mematuhi - Tidak menggunakan alat pelindung diri 5 Dinasihati
prosedur (APD) dengan benar pada saat
keselamata mengoperasikan mesin.
n kerja : - Tidak menggunakan pakaian praktik 2 langsung ganti pakaian,
yang ditetapkan kompensasi jam
- Melakukan tindakan / perbuatan yang 5 dinasihati
mencelakakan orang lain.
- Melakukan tindakan / perbuatan yang 2 Dinasihati
membahayakan orang lain.
- Rambut panjang, Kuku panjang 2 dipotong langsung,
kompensasi
b. Melakukan - Tidak melakukan pemeriksaan dan 2 dinasihati
perawatan, pelumasan sebelum dan sesudah
pelumasan menggunakan mesin.
sebelum dan - Cleaning mesin, peralatan dan area 2 dinasihati
sesudah kerja dalam keadaan kotor.
menggu- - Melakukan kecerobohan dalam : 2 dinasihati
nakan pemakaian pelumas dan perawatan
mesin. mesin
c. Menggu- - Merubah putaran mesin pada saat 10 kompensasi -10jam.
nakan alat mesin masih berputar
sesuai - Ketidaksesuaian penempatan dan 5 kompensasi -5jam.
dengan pengaturan tuas (rpm, main spindle,
126
Implemented by:

Tabel Leveling Sikap

Standar penanganan
Aspek Bentuk ketidaksesuaian Poin (semua
terdokumentasi)
Tindakan Penanganan
standard feeding dan ulir)
fungsinya
- Pemakaian dan pemilihan putaran 3 kompensasi -5jam.
mesin yang tidak sesuai.
- Meninggalkan mesin saat spindle 5 kompensasi -5jam.
mesin masih berputar.
- Tidak melepas/mencabut kunci chuck 5 kompensasi -5 jam.
dan kunci drawbar.
- Memukul handle (tanggem, pengunci) 2 dinasihati
dengan bantuan alat saat
mengencangkan.
- Mengambil benda kerja dengan rahang 5 dinasihati
caliper.
- Tidak menutup katup tabung gas 2 dinasihati
setelah proses pengelasan berakhir.

- Melakukan kecerobohan dalam 3 dinasihati


mengoperasikan mesin.
- Melakukan kecerobohan dalam 3 dinasihati
penggunaan alat bantu dan alat ukur.
- Melakukan ketidaksesuaian dalam 3 dinasihati
penggunaan peralatan mesin dan
asesoris.
- Tidak mematikan saklar utama mesin 2 dinasihati
atau meninggalkan mesin dalam
kondisi hidup / “ON”.
- Meletakkan peralatan dan benda kerja 2 Kompensasi -2jam
tidak pada tempatnya.
- Menjatuhkan benda kerja 2 dinasihati
d. Kehadiran - Meninggalkan bengkel tanpa ijin 5 Kompensasi 2×
Instruktur (pembulatan jam) yang
ditinggalkan
a.Toleransi - Memaksakan pendapat atau keyakinan 2 dinasihati
diri kepada orang lain.
- Tdk menghormati pendapat org lain. 2 dinasihati
b. Kerja sama - Tidak mau kerjasama dengan orang 2 dinasihati
lain dalam kelompok.
- Membuat tidak kondusif kerja 3 dinasihati
kelompok atau mengganggu
kelompok lain.
- Tidak bisa menjaga hubungan baik 2 dinasihati
dengan teman dan Guru
6. Sopan Santun
a. Sopan - Berbicara kotor dengan, sesama 3 dinasihati
Santun siswa, instruktur, guru dan saff

- Berkomunikasi tidak menggunakan 1 dinasihati


bahasa pengantar yang baik.
- Membuat gaduh 2 dinasihati

127
Implemented by:

Tabel Leveling Sikap

Standar penanganan
Aspek Bentuk ketidaksesuaian Poin (semua
terdokumentasi)
Tindakan Penanganan
7. Percaya Diri

a. Semangat - Kurang memiliki daya juang dan 2 dinasihati


kerja semangat kerja (minta pindah mesin
tanpa alasan logis).
- Tidur saat praktik 2 dinasihati
- Ngobrol, bercanda saat proses di 2 dinasihati
mesin atau di saat praktik simulasi
- Tidak serius pada saat praktik 2 dinasihati
b. Kemandirian - Mempunyai ketergantungan terhadap 2 dinasihati
orang lain.

128
Implemented by:

CONTOH : Jobsheet aplikasi dasar


1. Soal Praktik :

129
Implemented by:

2. Format Penilaian Praktek :

F.7051P.KP 8
4/20/15
Lembar Penilaian Pelatihan
SMK Katolik St. Mikael Surakarta

Nama : Kelas/no. : XI /

4.5
Pelajaran : Job sheet 2 Kompetensi Milling Kelas XI Tanggal : Perkiraan
:
hrs
Mulai : Selesai : Istirahat: Dipakai
:
Indikator Dimensi yang diminta Dimensi aktual Skor Detail Skor

Lubang  8-H7

Panjang
54 ± 0.1 134 ± 0.1
& Lebar

Pocket &
12 60 ± 0.1 8 × 45° 8 × 45°
Chamfer

Jarak
8 14 12 8
Lubang

Ukuran
Ø 10 Ø 10 M10 Ø 8.5
Lubang

Presentasi display Nilai rata-rata

Skor tampilan Objektif (70% skor tara-rata)


1 2 3 4 5 6 7
Subyektif (30% view)
8 9 10 11 12 13 14
Total skor

Rata-rata skor tampilan (Na) pengurangan atau penambahan nilai karena waktu

Nilai tampilan (Np) 1. Overtime 90' dikurangi 1 poin

2. Setiap 90' kurang sari waktu yang ditentukan ditambah 1 poin (total skor min. 6,95)
Nilai
(0.7Na + 0.3Np) Nilai akhir

Waktu
Tanggal Mulai Selesai Istirahat Surakarta, ……. / …….. / 20 ….
dipakai
Instructor Mill 2 Siswa

( …………………………… ) ( …………………………… )

130
Implemented by:

II
PENCAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN

The learning targets achieved for Produc Determinationm are as follows:


1. ..................................................................................................................................

2. ..................................................................................................................................

3. ..................................................................................................................................

4. ..................................................................................................................................

131
Implemented by:

IV

REFERENCES

 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Techno park di SMK, Team of
Indonesian DTVE, SMK Mikael dan GIZ, 200 pages, 2016

132
Implemented by:

Nama:
Lembar kerja3: Lembar refleksi

Alokasi waktu: 5 menit Tanggal:

Cek list kualiats pendampingan:


Gunakan checklist ini untuk menilai kualitas pembelajaran anda terutama yang berkaitan
dengan kualitas pendampingan yang diberikan oleh instruktur.Untuk pernyataan yang
tidak/kurang anda setujui, berikan pilihan/petunjuk yang kira-kira perlu di rubah/ditambahkan
pada lembar refleksi ini.

Menjelaskan tujuan pembelajaran


⃝ Saya tahu apa yang akan saya pelajari selama sesi pemebelajaran.
⃝ Tujuan pembelajaran dan tugas kerjacukup jelas bagi saya.
⃝ Instruktur saya menjelaskan dan mendiskusikan tujuan pembelajaran dengan saya.

Mendemonstrasikan dan menjelaskan aktivitas kerja


⃝ Instructur saya melaksanakan pembelajaran/tugas kerjabersama-sama dengan saya.
⃝ Instruktur saya menjelaskan kepada saya dengan jelas mengenai apa yang sebaiknya
saya lakukan
⃝ Instructur saya menjelaskan kepada saya apa yang dia rasa benar pada saat bekerja.
⃝ Saya bsia memahami dengan baik ketika instruktur saya memberi tahu saya tentang
sesuatu pada saat sesi pembelajaran

Pendampingan saat bekerja


⃝ Jikasaya agak lambat saat bekerja, instruktur saya membantu saya.
⃝ Jika sebuah tugas terlalu sulit bagi saya, saya mendapatkan dukungan yang sesuai.
⃝ Saya selalu bisa mendapatkan bantuan dari instruktur jika saya menghadapi masalah.

Memikirkan dan berbagi pengalaman kerja


⃝ Saya sering ebrbagi pengalaman kerja saya kepada instruktur.
⃝ Instruktur saya mendorong saya untuk memikirkan pekerjaan saya.
⃝ Saya bisa berbicra dengan nyaman tentang pekerjaan saya kepada instruktur.

Mediasi pengetahuan tentang pekerjaan


⃝ Diluar dari pelaksanaan kerja yang sebenarnya, instruktur saya tidak menyadari
kehadiran saya.
⃝ Saya belajar banyak hal menarik tentang pekerjaan dari instruktur saya

Umpan balik terhadap kesuksesan melakukan pekerjaan dan pembelajaran


⃝ Instruktur saya memberikan umpan balik untuk meningkatkan pemahaman saya.
⃝ Saya mengetahui kelebihand an kekurangan saya melalui diskusi dengan instruktur.
⃝ Instruktur saya memberi saya petunjuk yang penting bagaimana saya bisa menigkatkan
kemampuan saya.

Aktivitas pembelajaran mandiri


⃝ Saya harus aktif
o Keaktifan dan kehati-hatian sangat penting untuk melakukan aktivitas saya

133

Anda mungkin juga menyukai