Anda di halaman 1dari 10

SOAL DAN JAWABAN BAB I AUDIT INTERNAL KELAS CF

1. Apa yang dimaksud dengan audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit laporan
keuangan?
Audit manajemen dirancang untuk menemukan penyebab dan kelemahan- kelemahan yang terjadi
pada pengolahan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang ditimbulkan oleh kelemahan
tersebut dan menentukan tindakan perbaikan yang berkaitan dengan kelemahan tersebut agar dicapai
perbaikan pengelolaan dimasa yang akan datang.
Beberapa perbedaan pokok antara pemeriksaan operasional dan pemeriksaan keuangan diikhtisarkan
sebagai berikut :
Karakteristik Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan Manajemen
1. Tujuan Menyatakan pendapat atas Menilai dan memperbaiki
kondisi keuangan dan metode dan kinerja
kepengurusan (stewardship) manajemen
2. Ruang Catatan keuangan organisasi Fungsi usaha atau subunit
Lingkup secara keseluruhan yang saling berhubungan
3. Keperluan Secara hukum disyaratkan Opsional
(untuk perusahaan go
public)
4. Frekuensi Reguler paling sedikit Ad hoc
setahun sekali
5. Orientasi Retrospektif Berorientasi ke masa depan
Waktu
6. Metode Penekanan pada Penekanan pada
keterampilan akuntansi keterampilan interdisiplin
7. Realisasi Aktual Potensial
8. Persyaratan Secara normal laporan Laporan yang komprehensif
Pelaporan bentuk pendek untuk termasuk tujuan ruang
menyertai laporan keuangan lingkup, pendekatan, temuan
dan rekomendasi
9. Penerima Pemegang saham eksternal, Manajemen intern
pemerintah, publik.

2. Apa yang mendorong dilakukannya audit manajemen?


Salah satu faktor yang mendorong dilakukannya audit manajemen adalah penurunankinerja perusahaan yang
tercermin dari penurunan pencapaian laba perusahaan,tingginya keluhan pelanggan, perputaran karyawan
yang tinggi, dan sebagainya.Penurunan kinerja perusahaan merupakan indikasi bahwa pengelolaan
perusahaanmasih perlu diperbaiki. Untuk memperbaiki kelemahan atau kekurangan tersebutmaka perlu
diadakan audit manajemen.

3. Apa tujuan dari audit manajemen, dan sebutkan perbedaan audit manajemen dan audit keuangan
Tujuan:
1. Penilaian terhadap pengendalian: mengetahui pengendalian internal perusahaan sudah sesuai dengan
yang seharusnya atau belum
2. Penilaian atas pelaksanaan: mengetahui apakah aktivitas perusahaan sudah berjalan dengan efektif dan
efisien
3. Memberikan bantuan terhadap manajemen: membantu manajemen untuk mengetahui kekurangan
manajemen periode saat ini dan nantinya akan diperbaiki di periode berikutnya
Perbedaan:
1. Informasi yang diberikan oleh audit manajemen berguna untuk pihak internal perusahaan, sedangkan
audit keuangan berguna juga untuk eksternal seperti investor, kreditor dan lain-lain
2. Audit manajemen lebih luas ruang lingkupnya, karena dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif,
sedangkan audit keuangan biasanya hanya bersifat kuantitatif karena bentuknya finansial
3. Audit manajemen dapat dilakukan oleh audit internal atau eksternal, sedangkan audit keuangan harus
dari pihak audit eksternal karena agar bersifat tidak bias
4. Audit manajemen menemukan sebuah kekurangan dalam pengendalian internal perusahaan dan akan
memberikan beberapa masukan untuk memperbaikinya, sedangkan audit keuangan hanya memeriksa
saja

4. Siapa saja pihak yang berkepentingan terhadap audit, fungsi apa saja yang timbul dari hubungan
pihak-pihak tersebut?
Terdapat tiga pihak yang terlibat dalam audit, yaitu :
1. Pihak pertama : auditor.
2. Pihak kedua : entitas yang diaudit (auditee), biasanya diwakili oleh manajemen dan karyawan
perusahaan tersebut.
3. Pihak ketiga : entitas yang memerlukan pertanggungjawaban dari entitas yang diaudit, biasanya
diwakili oleh dewan komisaris (pemegang saham).
Hubungan antara ketiga pihak ini memunculkan tiga fungsi penting, yaitu :
1. Fungsi audit : hubungan antara auditor dan auditee,
2. Fungsi pertanggungjawaban : hubungan antara auditee dan pihak eksternal (pemegang saham,
pemerintah, kreditur),
3. Fungsi pengesahan : hubungan antara auditor dan pihak eksternal (pemegang saham, pemerintah,
kreditur).

5. Siapa sebaiknya yang melaksanakan audit manajemen? Sebut dan berikan alasannya.
Audit manajemen dilakukan dalam rangka untuk menemukan berbagai kekurangan/kelemahan pengelolaan
perusahaan (melalui pengelolaan berbagai program/aktivitas) yang dilakukan manajemen, sehingga dapat
ditentukan langkah-langkah perbaikan terhadap kekurangan tersebut. Oleh karena itu, audit manajemen
sebaiknya dilaksanakan oleh Auditor Internal (staf auditor yang dimiliki oleh perusahaan) karena
pemanfaatan tenaga auditor dari dalam perusahaan diharapkan bisa mempersingkat waktu audit
karena auditor telah memiliki pemahaman yang memadai terhadap sistem pengendalian manajemen
perusahaan dan di samping itu, hubungan personal antara auditor dengan bagian/pihak yang di audit
juga telah terjalin dengan baik, auditor tidak memerlukan pendekatan yang khusus dalam
melaksanakan audit.

6. Sebutkan dan jelaskan elemen dari sasaran audit!


Ada 3 (tiga) elemen pokok dalam sasaran audit:
1. Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman,norma) bagi setiap individu/kelompok di dalam perusahaan dalam
melakukan aktivitasnya.
2. Penyebab
Penyebab merupakan tindakan yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di dalam perusahaan. Penyebab
dapat bersifat positif, program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi,
atau sebaliknya bersifat negative, program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang
lebih rendah dari standar yang telah ditetapkan.
3. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan criteria yang berhubungan dengan penyebab
tersebut. Akibat negatif menunjukkan program/aktivitas berjalan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah
dari kriteria yang ditetapkan. Sedangkan akibat positif menunjukkan bahwa program/aktivitas telah
terslenggara secara baik dengan tingkat pencapaian yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.
7. Sebagai seorang auditor, apakah anda menerima permintaan audit manjemen terhadap suatu
perusahaan jika anda tahu bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki kriteria yang terdokumentasi?
Tidak menerimanya, karena apabila dalam melakukan audit pada perusahaan tertentu tetapi tidak ada kriteria
terdokumentasi hendaknya sudah menolak dari awal. Karena dalam ISO Standar mewajibkan anda
memelihara prosedur terdokumentasi yang menjelaskan metode untuk melakukan proses audit internal. Ini
bukan rekomendasi tapi keharusan. Prosedur terdokumentasi harus menentukan
• Siapa yang harus melakukan audit – yang bertanggung jawab untuk menjalankan proses audit internal.
• Apa unit organisasi berada di bawah lingkup – departemen proses tertentu kegiatan situs fungsi dll
• Menggambarkan proses itu sendiri – yang bertemu dengan siapa dan di mana dan apa yang harus
semua orang membawa dengan mereka.
• Pengawasan setelah rencana audit internal jangan merasa senang kita akan masuk ke rincian segera .
Dimana bukti audit didokumentasikan.
• Hal ini dimungkinkan untuk ditambahkan sebagai lampiran rencana audit dan semua jenis bentuk dan
dokumentasi berkenaan dengan proses.
8. Sebutkan dan Jelaskan pendekatan apa saja yang digunakan dalam audit manajemen?
Saat melaksanakan audit keuangan maupun audit manajemen pertama-tama adalah mengenal informasi umum
yang penting dari perusahaan yang diperiksa. Pendekatan manajemen audit :
a. Bertitik tolak dari fungsi-fungsi bisnis seperti produksi, pemasaran, sumber daya manusia, keuangan,
akintansi dan lain-lain
b. Bertitik tolak dari fungsi manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian/pengawas
c. Bertitik tolak dari sumber daya yaitu manajemen, mesin, material, manusia, dan lain-lain.

9. Apa yang dimaksud dengan ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas?


Jawaban :
• Ekonomisasi (kehematan)
Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang dikelola. Artinya, jika
perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan digunakan dalam operasi dengan pengorbanan yang
paling kecil, ini berarti perusahaan telah mampu memperoleh sumber daya tersebut dengan cara yang
ekonomis.
• Efisiensi (daya guna)
Efisiensi merupakan bagaimana perusahaan melakukan operasi, sehingga tercapai optimalisasi penggunaan
sumber daya yang dimiliki. Efisiensi berhubungan dengan metode kerja (operasi), yang merupakan ukuran
proses yang menghubunkan antara input dan output dalam operasional perusahaan.
• Efektivitas (hasil guna)
Efektivitas merupakan tingkat keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya, apakah pelaksanaan
suatu program/ aktivitas telah mencapai tujuannya. Efektivitas merupakan ukuran dari output.

10. Jelaskan bagaimana perusahaan mencapai ekonomisasi, efisiensi, dan efektifitas dalam operasinya.
Ekonomisasi tercapai apabila perusahaan mampu menghasilnya profit yang paling maksimal dengan cost
(biaya) yang paling minimal. Efisiensi tercapai apabila dalam menghasiljan profit dilakukan dengan cara yang
paling optimal sehingga sumber daya yang dimiiliki dapat digunakan secara maksimal. Efektifitas tercapai
apabila perusahaan mampu mencapai tujuan yang sudah direncanakannya. Dengan kata lain, ekonomisasi,
efisiensi, dan efektifitas merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam operasional suatu
perusahaan. Perusahaan haruslah mencari input (sumber daya) dengan cara yang ekonomis, mengolah dengan
cara yang efisien, dan akhirnya mencapai efektifitas perusahaan.

11. Bagaimana audit manajemen dapat membantu perusahaan meningkatkan ekonomisasi, efisiensi,
dan efectivitas pencapaian tujuannya ?
Audit manajemen merupakan evaluasi sistematis, independen (tidak memihak) dan berorientasi ke masa depan
atas berbagai kegiatan atau operasi suatu organisasi untuk membantu manajemen dalam: (1) meningkatkan
efektivitas pencapaian tujuan, program, aktivitas yang telah ditetapkan, dan (2) meningkatkan ekonomisasi
dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya oleh entitas ekonomi dalam lingkungan organisasi. Dengan
demikian audit manajemen penekanannya pada pencapaian: efficiency-doing things right. pencapaian,
effectiveness - doing the right things", dan pencapaian economy - doing things cheap yang lebih besar bagi
suatu badan usaha atau organisasi.”
12. Sebut dan jelaskan prinsip prinsip dasar dalam pemeriksaan manajemen!
1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk di perbaiki.
Sesuai dengan tujuan audit manajemen, yaitu menciptakan perbaikan terhadap program/aktivitas
perusahaan, maka audit dititikberatkan pada berbagai hal yang masih memerlukan perbaikan untuk
mencapai kondisi optimal dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki perusahaan
2. Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
Penilaian yang akurat membutuhkan audit yang saksama, baik terhadapkinerjamanajemen maupun
berbagai program atau metode operasi yang telah dilaksanakan.
3. Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat positif.
Di samping menyajikan temuan-temuan yang merupakan kelemahan dalam pengelolaanperusahaan,
auditor juga harus menyajikan temuan-temuan positif yang biasanya berupakeberhasilan yang dicapai
manajemen dalam mengelola berbagai program/aktivitas dalamoperasinya.
4. Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi.
Auditor harus dapat mengidentifikasi dan menemukan individu-individu yangbertanggung jawab
terhadap berbagai kelemahan yang terjadi pada perusahaan.
5. Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
Walaupun auditor tidak memiliki wewenang dalam memberikan sanksi atau tindakanterhadap petugas
yang bertanggung jawab dengan kelemahan yang terjadi, tetapiberdasarkan hasil audit yang dilakukan,
auditor dapat memberikan berbagai pertimbangandalam menentukan sanksi yang akan diberikan oleh
pihak yang lebih tinggi dari pihakyang bersangkutan.
6. Pelanggaran hukum.Dalam proses audit, tidak tertutup kemungkinana auditor menemukan
berbagaipelanggaran terhadap hokum yang berlaku.
7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.
8. Jika terdapat indikasi terjadinya kecurangan (fraude) pada objek audit, auditor harus memberikan
perhatian khusus dan melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap haltersebut sehingga kecurangan
tersebut tidak terjadi

13. Apa fungsi kriteria audit bagi auditor, jika perusahaan yang diperiksa tidak memiliki kriteria yang
terdokumentasi apakah auditor tetap melanjutkan auditnya?
Fungsi kriteria audit bagi auditor adalah sebagai dasar komunikasi, alat untuk mengaitkan tujuan dengan
program audit, dasar dalam pengumpulan data dan dasar penetapan temuan serta menambah struktur dan
bentuk observasi audit. Jika perusahaan yang diperiksa tidak memiliki kriteria yang terdokumentasi maka
auditor dapat tetap melanjutkan auditnya dengan menawarkan terlebih dahulu kepada manajemen untuk
bersam-sama merumuskan kriteria yang dapat digunakan sebagai pedoman berkativitas oleh semua komponen
di dalam perusahaan dan juga sebagai dasar melakukan evaluasi oleh auditor.

14. Sebut dan Jelaskan apa saja ruang lingkup dari audit manajemen!
Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang lingkup ini dapat berupa
seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencangkup bagian tertentu dari program / aktifitas yang dilakukan,
diantaranya :
A. Audit pemasaran
Bertujuan untuk menilai bagaimana setiap program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai
tujuannya melalui pengelolaan sumber daya yang ekonomis dan efisien. Ruang lingkup audit pemasaran
meliputi lingkungan pemasaran, strategi pemasaran, organisasi pemasaran, produktivitas pemasaran, dan
fungsi pemasaran.
B. Audit produksi dan operasi
Bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan perusahaan dalam nerapkan berbagai aturan dan
kebijakan yang telah ditetapkan dalam operasi perusahaan serta menilai ekonomisasi dan efisiensi
pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi
perencanaan produksi, pengendalian kualitas (quality control), produktivitas dan efisiensi, metode dan
standar kerja, pemeliharaan peralatan, organisasi manajemen produksi dan operasi, dan plant & layout.
C. Audit sumber daya manusia
Bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM perusahaan tersebut telah terpenuhi dengan cara yang
hemat, efisien dan efektif. Ruang lingkup ini mencakup perencanaan tenaga kerja, penerimaan karyawan,
seleksi, orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, penilaian kerja, pengembangan karier,
system imbalan dan kompensasi, perlindungan karyawan, hubungan karyawan, dan pemutusan hubungan
kerja.
D. Audit sistem informasi
Bertujuan untuk menilai keandalan system informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan
berbagai informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Ruang lingkup audit ini meliputi
dukungan satuan pengolah dara, perencanaan pengolahan data, organisasi pengolahan data, dan
pengendalian pengolahan data.
E. Audit sistem kepastian kualitas
Bertujuan untuk menilai apakah sistem kepastian kualitas yang diterapkan perusahaan telah mampu
memandu proses operasi perusahaan untuk dapat mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan.
F. Audit lingkungan
Bertujuan untuk menilai sejauh mana tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Tujuan audit pada
fungsi ini mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan internal (keselamatan dan kesehatan kerja) dan
lingkungan eksternal (pencemaran limbah).
G. Audit perpajakan
Bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban perpajakannya dengan efektif dan
efisien, sehingga perusahaan dapat meminimalkan kewajiban perpajakan tanpa melanggar aturan dan
ketentuan perpajakan yang berlaku.

15. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam audit manajemen!


Langkah-langkah audit meliputi lima tahap, yaitu:
1. Audit pendahuluan
2. Review terhadap pengendalian manajemen
3. Audit lanjutan
4. Pelaporan
5. Tindak lanjut

Audit Pendahuluan
Audit pendahuluan dilakukan dalam rangka mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini lebih ditekankan
pada usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang objek audit. Beberapa hal penting yang harus
diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan audit ini, antara lain:
1. Pemahaman auditor terhadap objek audit
Objek audit meliputi keseluruhan perusahaan dan/atau kegiatan yang dikelola oleh perusahaan tersebut dalam
rangka mencapai tujuannya.
2. Penentuan tujuan audit
Tujuan audit harus mengacu pada alasan mengapa audit harus dilakukan pada objek audit dan didasarkan pada
penugasan audit.
3. Penentuan ruang lingkup dan tujuan audit
Ruang lingkup audit menunjukkan luas(area) dari tujuan audit. Penentuan ruang lingkup audit harus mengacu
pada tujuan audit yang telah ditetapkan.
4. Review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek audit
Review (penelaahan) ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang peraturan-peraturan yang
berhubungan dengan objek audit baik bersifat umum maupun yang berhubungan khusus dengan berbagai
program/aktivitas yang diselenggarakan pada objek audit. Dengan penelaahan ini auditor dapat memahami
batas-batas wewenang objek audit dan berbagai program yang dilaksanakan dalam mencapai tujuannya.
5. Pengembangan kriteria awal dalam audit
Kriteria adalah norma atau standar yang merupakan pedoman bagi setiap individu maupun kelompok dalam
melakukan aktivitasnya di dalam perusahaan.
6. Kesimpulan Hasil Audit Pendahuluan
Dari hasil audit pendahuluan, auditor harus membuat kesimpulan atas hasil audit pendahuluan yang telah
dilakukan. Kesimpulan ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam
tahapan audit selanjutnya
Audit Lanjutan
Audit ini bertujuan untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung tujuan audit yang sesungguhnya,
yang telah ditetapkan berdasarkan hasil review dan pengujian pengendalian manajemen. Pada tahap ini auditor
harus mampu mengungkap lebih lanjut dan menganalisis semua informasi yang berkaitan dengan tujuan audit,
sehingga akhirnya dapat disusun suatu kesimpulan audit dan dibuat rekomendasi yang dapat diterima oleh
objek audit. Langkah-langkah audit pada tahap ini meliputi:
1. Mengumpulkan tambahan informasi latar belakang objek audit yang diperlukan.
2. Memperoleh bukti-bukti yang relevan, material, dan kompeten.
3. Membuat ringkasan atas bukti yang telah diperoleh dan mengelompokkannya ke dalam kelompok
kriteria, penyebab, dan akibat.
4. Menyusun kesimpulan atas dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dan mengidentifikasi bahwa
akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian antara kondisi dan kriteria cukup penting dan material.

Pelaporan
Bagian akhir dari proses audit manajemen adalah pelaporan hasil audit. Ada dua cara penyajian laporan audit
manajemen, yaitu :
1. Cara penyajian yang mengikuti arus informasi yang diperoleh selama tahapan-tahapan audit.

2. Cara penyajian yang mengikuti arus informasi yang menitikberatkan penyajian kepada kepentingan para
pengguna laporan hasil audit ini.
Laporan memuat kesimpulan audit tentang elemen-elemen atas tujuan audit dan rekomendasi yang diberikan
untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang terjadi serta rencana tindak lanjut dalam mengaplikasikan
rekomendasi tersebut.

Tindak Lanjut
Implementasi tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan auditor merupakan bentuk komitmen manajemen
dalam meningkatkan proses dan kinerja perusahaan atas beberapa kelemahan/kekurangan yang masih terjadi.
Auditor tidak memiliki kewenangan memaksa dan menuntut manajemen untuk melaksanakan tindak lanjut
sesuai dengan rekomendasi yang diberikan, tetapi lebih menempatkan diri sebagai supervisor atas rencana,
pelaksanaan, dan pengendalian tindak lanjut yang dilakukan.

16. Karyawan sebagai objek untuk dicurigai adalah sikap reflek manusia untuk selalu waspada, apalagi
sebagai auditor. Kecurigaan yang terus menerus juga akan membuat auditor mencari bukti-bukti relevan dan
signifikan untuk mendukung dugaannya.

Dalam hal kerja sama kedua belah pihak boleh saja, dalam artian kerja sama ini diharapkan dapat menjadikan
masing2 pihak menjadi kawan atau rekan yang berfungsi sebagai katalisator atau konsultan yang memberikan
kontribusi berupa saran-saran yang dapat mewujudkan tujuan perusahaan

Karena ketika sikap audit pada masa sekarang memakai paradigma lama yakni sikap yang terkesan
“mengawasi” dan tidak solutif, maka akan timbul ketidaknyamanan dan ketidakluwesan karyawan dalam
melakukan tugasnya
Sikap auditor juga perlu ditekankan tentang sikap independen dan jujur dalam bekerja.

17. Sebut dan jelaskan elemen dari sasaran pemeriksaan dan bagaimana auditor menggunakan sasaran
pemeriksaan tersebut dalam membuat kesimpulan audit dan rekomendasi!
Ada tiga elemen pokok dalam sasaran audit, yaitu:
a. Kriteria
Kriteria merupakan standar yang ada dalam tiap perusahaan atau yang lebih dikenal dengan istilah
SOP (standard operating procedure)
b. Penyebab
Penyebab merupakan aktualisasi yang dilakukan oleh karyawan. Penyebab ini bisa tergolong menjadi
positif dan negatif. Positif dalam arti program/ kebijakan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,
sedangkan negatif adalah program/ kebijakan tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
c. Akibat
Akibat adalah gap antara kriteria dan penyebab. Akibat ini juga ada yang positif dan ada yang negatif.
Kalau akibat positif berarti hasilnya optimal, sedangkan kalo akibat yang negatif berarti program tidak
terselenggara secara baik dan tingkat pencapaian lebih rendah dari seharusnya.

Bagaimana auditor menggunakan tiga elemen di atas untuk membuat kesimpulan dan rekomendasi?
Berikut penjelasannya, jadi pada saat pertama kali auditor melakukan audit, auditor akan melihat
standar yang ada, dan membandingkan dengan aktualisasi yang terjadi dari interpretasi karyawan,
kemudian gap yang terjadi antara standar dan pengimplementasian akan menimbulkan akibat
keuangan maupun non-keuangan. Atas dasar itulah, auditor akan memberikan kesimpulan terhadap
kegiatan audit dan memberikan rekomendasi untuk memberi nilai tambah pada pihak auditee, dimana
rekomendasi ini tidak bersifat wajib.

18. Apa tujuan dari audit pendahuluan?


Tujuan dari audit pendahuluan adalah mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini lebih ditekankan pada
usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang objek audit. Dalam menentukan tujuan audit,
auditor harus mengacu pada objek audit dan didasarkan pada penugasan audit

19. Informasi apa saja yang didapatkan auditor dalam audit pendahuluan dan apa isi kesimpulan dari
hasil audit pendahuluan?
Informasi apa saja yang didapatkan auditor :
1. Auditor harus mendapatkan informasi tentang sumber daya (kapasitas aktivitas dan metode operasi
yang dimiliki objek audit dalam melaksanakan berbagai kegiatan.
2. Auditor harus mendapatkan informasi tentang aktivitas yang memerlukan perbaikan untuk
menentukan tujuan audit
3. Informasi mengenai ruang lingkup dan sasaran audit
4. Informasi mengenai peraturan-peraturan yang berhubungan dengan objek audit, baik
b e r s i f a t u m u m m a u p u n ya n g b e r h u b u n ga n k h u s u s d e n g a n p r o g r a m / a k t i v i t a s
ya n g diselenggarakan pada objek audit
5. Informasi mengenai kriteria awal yang bisa digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan audit

Isi kesimpulan dari hasil audit pendahuluan :


1. Daftar bidang/kegiatan yang mengandung kelemahan, yang akan dijadikan tujuan audit pada tahap
audit selanjutnya
2. Alasan mengapa bidang/kegiatan tersebut memerlukan audit lanjutan
3. Temuan-temuan sementara yang diperoleh bekaiatan dengan bidang/kegiatan termasukdaftar
bidang atau kegitan yang masih mengandung kelemahan, berdasarkan kriteria yang telah di
tetapkan
4. Rekomendasi sementara yang diajukan untuk memperbaiki kelemahan kelemahan yang ada
5. Tindakan-tindakan perbaikan yang sudah dilakukan objek audit berdasarkan rekomendasi
sementara yang diberikan auditor sebelumnya
6. Bukti-bukti yang perlu diperoleh pada audit selanjutnya berkaitan dengan tujuan auditsementara
yang telah ditetapka

20. Apa yang dirumuskan auditor setelah melakukan audit pendahuluan ?


Jawab :
Setelah melakukan audit pendahuluan, auditor harus membuat kesimpulan yang menjadi
dasar dalam menentukan langkah-langkah audit yang akan diambil dalam tahapan audit
selanjutnya, yaitu review terhadap pengenddalian manajemen. Auditor juga seharusnya sudah
menetapkan tujuan audit walaupun masih bersifat sementara (tentative audit objective)

21. Apa tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen?
Tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen adalah untuk menilai efektivitas
pengendalian manajemen dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor
dapat lebih memahami pengendalian yang berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih mudah dapat
diketahui potensi-potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang dilakukan
Jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat pada audit pendahuluan, hasil pengujian
pengendalian manajemen ini dapat mendukung tujuan audit sementara tersebut menjadi tujuan audit
sesungguhnya, atau mungkin ada beberapa tujuan audit sementara yang gugur, karena tidak cukup (sulit
memperoleh) bukti-bukti yang mendukung tujuan audit tersebut.

22. Apa kesimpulan dari review dan pengujian pengendalian?


Kesimpulan hasil review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen memberikan gambaran kepada
auditor tentang hal-hal berikut:
1. Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu operasional yang berlangsung
pada perusahaan tersebut dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan
penilaian terhadap aktivitas yang dilaksanakan.
2. Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit sementara (tentative
audit objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya (definitive audit objective), sehingga dapat
dipergunakan sebagai tujuan audit selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan
tujuan audit sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
3. Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan Program kerja audit lanjutan
untuk mengetahui:
a. Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan pekerjaan audit internal
perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat diandalkan, dan tepat waktu.
b. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan.

23.Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen


1. Sistem pengendalian manajemen diharuskan untuk selaras dengan strategi dan tujuan organisasi.
2. Sistem kontrol manajemen harus dibuat dengan sesuai struktur organisasi dan bertanggung jawah
dalam pengambilan keputusan manajer individual.
3. Sistem pengendalian manajemen harus efektif yang memotivasi seorang manajer dan karyawan untuk
berusaha ke arah pencapaian tujuan organisasi dengan cara berbagai penghargaan berhubungan dengan
pencapaian tujuan tersebut.

24.Informasi apa yang diperoleh auditor dari hasil review dan pengujian pengendalian manajemen
auditee?
Jawab:
1. Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu operasional yang berlangsung
pada perusahaan tersebut dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan
penilaian terhadap aktivitas yang dilaksanakan.
2. Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit sementara (tentative audit
objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya (definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan
sebagai tujuan audit selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan tujuan audit
sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
3.Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan program kerja audit lanjutaan
guna mengetahui:
a.Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan pekerjaan audit internal
perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat diandalkan, dan tepat waktu.
b.Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan.

25. Apa manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian pengendalian manajemen
auditee ?
Manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian pengendalian manajemen dapat
memberikan gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut;
1. Keandalan system pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu operasional yang berlangsung
pada perusahaan tersebut dan kemampuannya dalam memenuhikebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan
penilaian terhadap aktivitas yangdilaksanakan.
2.Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan auditsementara (tentative audit
objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya(definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan
sebagai tujuan auditselanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan tujuan
auditsementara ini tidak perlu dilanjutkan.
3.Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan programkerja udit guna
mengetahui :
A. Apakah ruang lingkungan kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas danpekerjaan audit internal
perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi,dapat diandalkan, dan tepat waktu.
B. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan.

26. Sebut dan jelaskan langkah-langkah dalam audit lanjutan!


1. Mengumpulkan tambahan informasi latar belakang objek audit yang diperlukan;
Langkah ini menekankan pada usaha untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dalam
menganalisa aktivitas yang diaudit sebagai dasar pembuatan kesimpulan audit. Data yang
dibutuhkan pada tahap ini juga mungkin diperoleh dari luar perusahaan yang memiliki
relevansi dengan kegiatan yang sedang diaudit.
2. Memperoleh bukti-bukti yang relevan, material, dan kompeten.
Dari sudut pandang auditor, bukti adalah fakta dan informasi yang dapat digunakan sebagai
dasar pembuatan kesimpulan audit. Bukti harus mempunyai hubungan dengan kriteria
audit,objektif, relevan, dan bermakna (material). Dalam proses audit, auditor harus dapat menganalisis
dan menentukan fakta dan informasi yang relevan, andal, dan berkaitan dengan tujuan audit.
3. Membuat ringkasan atas bukti yang telah diperoleh dan mengelompokkannya ke dalam kelompok,
kriteria, penyebab, dan akibat. Bukti-bukti yang telah diperoleh dalam audit kemudian diringkas dan
dikelompokkan Sesuai dengan elemen sasaran audit yang meliputi: kriteria, penyebab, dan akibat.
Bukti-bukti yang masuk dalam kelompok kriteria adalah keseluruhan temuan audit yang berkaitan
dengan norma/ standar yang ditetapkan perusahaan (dirumuskan bersama dengan auditor) yang
menjadi dasar bagi setiap komponen dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
4. Menyusun kesimpulan atas dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dan mengidentifikasi
bahwa akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian antara kondisi dan kriteria cukup penting dan
material. Kesimpulan ini merupakan pemantapan temuan hasil audit. Pengembangan temuan
merupakan pengumpulan dan sintesis informasi khusus yang bersangkutan dengan program/aktivitas
yang diaudit, dievaluasi, dan yang dianalisis karena diperkirakan akan menjadi perhatian dan
berguna bagi pengguna laporan.

27. Temuan audit harus memiliki 3 kategori yaitu :


 Memiliki bukti yang memadai
Ciri pertama adalah temuan audit seharusnya didukung oleh bukti yang cukup agar auditee dan para
pembaca temuan audit menjadi yakin tentang kebenaran isi temuan audit. Semua unsure (kondisi,
criteria, dan sebab-akibat) harys didukung oleh bukti yang cukup. Pengembangan temuan audit dengan
dukungan bukti yang kuat akan mempermudah penyusunan laporan sekaligus mempermudah
penyiapan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan auditee.
 harus penting
Cirri kedua adalah temuan audit harus penting (Material). Penting dan tidaknya seuatu temuan
diindikasikan apabila pengguna laporan keuangan mengambil tindakan atau kebijakan berdasarkan
informasi yang ada dalam laporan temuan tersebut. Auditor Judgment, yang merupakan pertimbangan
professional auditor, juga merupakan factor dominan dalam menetapkan tingkat materialitas atau
tingkat pentingnya suatu permasalahan.
 mengandung unsur temuan (kondisi, cerita dan sebab akibat)
Ciri ketiga adalah temuan audit harus menguraikan secara jelas kondisi, kriteria dan sebab akibat,
dalam melaksanakan audit kinerja yang paling dikenal dan selalu dicantumkan diingatan auditor
adalah kondisi, kriteria, dan sebab akibat. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kesulitan
dalam pembuatan laporan audit yang cepat dan mudah dipahami sering kali berkaitan dengan
pengembangan dan pengorganisasian atribut tersebut dalam laporan. Seringkali sulit membedakan
secara jelas penyebab yang paling dominan terhadap suatu kondisi mengingat demikian banyak
variable penyebab
28. Informasi apa yang diperoleh auditor dari audit lanjutan yang dilaksanakan?
Jawaban : Informasi khusus yang berhubungan dengan program / aktivitas yang diaudit, dievaluasi dan yang
dianalisis, penyimpangan yang terjadi di dalamnya, penyebab terjadinya penyimpangan, dan akibat yang
ditimbulkan dari penyimpangan tersebut.

29. Apa tujuan penyusunan laporan audit dalam audit manajemen


Laporan audit memiliki tiga fungsi bagi klien atau manajemen, yaitu mengkomunikasikan, menjelaskan, dan
mempengaruhi.
Laporan audit memiliki tiga tujuan utama. Jika auditor tidak dapat mencapai tujuan ini, laporan mereka hanya
akan membuang-buang waktusaja. Di dalam laporannya, auditor hendaknya berusaha untuk :
1. Menginformasikan, yaitu menceritakan hal-hal yang mereka temui.
2. Mempengaruhi, yaitu meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi dari temuan audit.
3. Memberikan hasil, yaitu mengerakkan menajemen kearah perubahan dan perbaikan

30. fungsi auditor memberikan rekomendasi adalah merupakan suatu tindakan dan kesempatan bagi internal
auditor untuk menarik perhatian manajemen dan membuka mata manajemen mengenai manfaat dari Internal
Audit Department (IAD), apa saja yang sudah dan dapat dikerjakan IAD, hal penting apa saja yang terjadi di
perusahaan dan memerlukan perhatian dan tindakan perbaikan dari manajemen.