Anda di halaman 1dari 13

Batu Ginjal (Kencing Batu)

Definisi
Apa itu batu ginjal (kencing batu)?

Batu di ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada di air kencing. Prosesnya
disebut nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran sangat
kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi
saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut batu staghorn.

Tanda-tanda & gejala


Apa saja gejala batu ginjal?

Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi adalah sakit luar biasa (urinary colic) yang datang dan
pergi, dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang (flank) ke bagian bawah perut
(abdomen). Gejala batu ginjal umum lainnya termasuk :

 Sakit pinggang, paha, selangkangan, dan kemaluan


 Darah dalam urin
 Mual dan muntah-muntah

Jika kencing batu yang disebabkan oleh batu kristal di ginjal menimbulkan infeksi, Anda harus
segera periksakan ke dokter. Gejala batu ginjal lainnya bisa berupa meriang, demam,
berkeringat, dan buang air kecil yang sering, mendesak, serta terasa sakit.

Masih banyak tanda-tanda atau gejala batu ginjal yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda punya
masalah dengan salah satu gejalanya, harap konsultasi dengan dokter Anda.

Penyebab
Apa penyebab batu ginjal?

Penyebab batu ginjal atau kencing batu bisa terbentuk jika urin atau air kencing yang
mengandung terlalu banyak bahan kimia. Bahan kimia tersebut seperti kalsium, asam urat, sistin,
atau struvite (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium).
Melakukan diet yang sangat tinggi protein dan meminum terlalu sedikit air akan meningkatkan
risiko penyebab batu ginjal muncul. Faktanya, sekitar 85% batu di ginjal penyebab kencing batu
terbuat dari zat kalsium. Batu asam urat terjadi lebih sering jika Anda juga menderita encok.
Batu struvite terbentuk lebih sering di dalam urin yang terinfeksi (batu infeksi).

Obat & Pengobatan


Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada
dokter Anda.

Apa saja pilihan obat batu ginjal?

Pengobatan tergantung kepada beberapa hal, seperti ukuran dan jumlah batu, di mana dmereka
berada, dan apakah ada infeksi atau tidak. Kebanyakan batu keluar dari tubuh dengan sendirinya
tanpa bantuan dokter. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Antibiotik
diberikan jika ada infeksi.

Batu yang tidak keluar sendiri perlu dikeluarkan dengan bantuan ahli urologi. Seorang ahli
urologi adalah dokter yang memiliki spesialisasi di bidang penyakit saluran kemih. Ahli urologi
biasanya menggunakan alat yang panjang dan tipis (ureteroscope) untuk mengeceknya.

Kadang-kadang, dokter juga menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu menjadi
potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikeluarkan. Pengobatan ini disebut extracorporeal
shock wave lithotripsy (ESWL). Tak jarang, diperlukan operasi batu ginjal untuk mengeluarkan
batu-batu ini (percutaneous nephrolithotomy).

Operasi batu ginjal

Jika batu ginjal menghalangi saluran kemih Anda, Anda membutuhkan tindakan seperti operasi
batu ginjal. Jika hanya ditemukan batu-batu kecil pada ginjal, biasanya ini tidak membutuhkan
tindakan operasi batu ginjal.

Kemungkinan Anda butuh obat pereda nyeri untuk meredakan sakit di bagian perut atau ketika
ingin buang air kecil. Jika Anda sering muntah atau tidak minum cukup cairan, Anda mungkin
perlu untuk pergi ke rumah sakit dan mendapatkan cairan melalui jarum di lengan. Kemungkinan
dokter juga akan menyarankan operasi batu ginjal di tahap ini.

Jika Anda memiliki batu di ginjal yang besar atau saluran kemih Anda diblokir, ahli urologi
dapat mengangkat batu atau memecahnya menjadi potongan-potongan kecil dengan perawatan
selain operasi batu ginjal berikut ini:

Ureteroscopy

Urolog akan menggunakan alat panjang, seperti tabung dengan lensa mata, yang disebut
ureteroscope, untuk menemukan krital pada penyakit batu ginjal. Alat ini dimasukkan ke dalam
uretra dan melalui kandung kemih ke ureter.

Setelah batu ditemukan, urologi dapat mengangkat atau dapat memecahnya menjadi potongan-
potongan kecil dengan energi laser.

Nephrolithotomy perkutan

Urolog menggunakan alat untuk melihat kawat-tipis, yang disebut nephroscope, untuk
menemukan dan menghilangkan kristal batu pada penyakit batu ginjal.
Alat ini dimasukkan langsung ke dalam ginjal melalui luka kecil yang dibuat di punggung Anda.
Untuk kasus penyakit batu ginjal yang lebih parah, gelombang kejut juga dapat digunakan untuk
memecah batu menjadi potongan-potongan kecil.

Pencegahan
Mencegah penyakit batu ginjal

1. Minum air yang banyak

2. Batasi makan makanan asin

3. Jaga berat badan tetap ideal

4. Batasi makan asupan hewani dan yang mengandung purin

TEKONOLOGI ESWL

ESWL atau extracorporeal shock wave lithotripsy adalah salah satu prosedur yang
digunakan untuk menangani penyakit batu ginjal. Melalui ESWL, batu ginjal atau
kumpulan senyawa mineral dan garam yang menumpuk di dalam ginjal bisa dibuang
tanpa pembedahan (noninvasif).

ESWL menggunakan alat yang dapat memancarkan gelombang kejut. Gelombang kejut ini
dikonsentrasikan di sekitar ginjal yang berguna untuk menghancurkan batu ginjal menjadi
pecahan-pecahan yang lebih kecil sehingga dapat dikeluarkan bersama urine.
Diabetes Militus

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula
(glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah
akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.
Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang
membahayakan nyawa penderita.

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah
dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di
belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai
kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa
menjadi energi.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari
saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka
telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik.
Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

 Sering merasa haus.


 Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
 Sering merasa sangat lapar.
 Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
 Berkurangnya massa otot.
 Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak
akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
 Lemas.
 Pandangan kabur.
 Luka yang sulit sembuh.
 Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Beberapa gejala juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:

 Mulut kering.
 Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
 Gatal-gatal.
 Disfungsi ereksi atau impotensi.
 Mudah tersinggung.
 Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah
makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
 Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis
nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah
di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang
menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Pengobatan Diabetes

Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah,
sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Pasien diabetes dan
keluarganya dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan
sehari-hari.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel
terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30
menit tiap hari. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas
fisik yang sesuai.

Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-
hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin
untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan
dalam bentuk obat minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta
memberitahu cara menyuntiknya.

Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter dapat merekomendasikan operasi pencangkokan
(transplantasi) pankreas untuk mengganti pankreas yang mengalami kerusakan. Pasien diabetes
tipe 1 yang berhasil menjalani operasi tersebut tidak lagi memerlukan terapi insulin, namun harus
mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.

Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah
metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan produksi glukosa dari hati. Selain itu,
obat diabetes lain yang bekerja dengan cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak
terlalu tinggi setelah pasien makan, juga dapat diberikan.

Pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar
gula darah tidak mengalami kenaikan hingga di atas normal. Selain mengontrol kadar glukosa,
pasien dengan kondisi ini juga akan diaturkan jadwal untuk menjalani tes HbA1C guna
memantau kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir.

Pencegahan Diabetes

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui. Sedangkan, diabetes tipe
2 dan diabetes gestasional dapat dicegah, yaitu dengan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat
dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:

 Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat.


 Menjaga berat badan ideal.
 Rutin berolahraga.
 Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahun.
TEKNOLOGI OneTouch Select Simple

Bagi Anda yang pemula dalam mengukur gula darah, kemungkinan Anda
bingung berapa kadar gula darah seharusnya. Dengan alat ini, Anda dapat lebih mudah
mengetahui tingkat kadar gula darah Anda karena tersedia alarm yang dapat berbunyi jika
gula darah Anda terlalu rendah, tinggi, atau terlalu tinggi.
Alat ini juga sangat pas bagi pemula karena tidak memiliki tombol sama sekali
sehingga penggunaannya sangat sederhana dan mudah. Anda juga tidak perlu khawatir
jika alat ini rusak karena Anda akan mendapatkan garansi seumur hidup dengan
mendaftarkan alat ini melalui website OneTouch.
gagal ginjal

Definisi
Apa itu gagal ginjal kronis?

Gagal ginjal kronis adalah penurunan fungsi ginjal di bawah batas normal. Bila Anda menderita
gagal ginjal kronis, itu artinya ginjal Anda tidak dapat menyaring kotoran, tidak mampu
mengontrol jumlah air dalam tubuh, juga kadar garam dan kalsium dalam darah. Zat-zat sisa
metabolisme yang tidak berguna akan tetap tinggal dan mengendap di dalam tubuh sehingga
lambat laun dapat membahayakan kondisi pasien.

Gagal ginjal kronis biasanya terjadi tiba-tiba dan pertumbuhannya secara bertahap. Penyakit ini
berlangsung lambat dan biasanya tidak muncul hingga pasien menunjukkan gejala parah dan
membahayakan kesehatannya.

Penyebab
Penyakit ginjal kronis terjadi ketika suatu penyakit atau kondisi merusak fungsi ginjal,
menyebabkan ginjal rusak selama beberapa bulan atau tahun. Penyakit dan kondisi yang
menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis meliputi:

 Diabetes tipe 1 atau tipe 2


 Tekanan darah tinggi (hipertensi)
 Glomerulonefritis, peradangan pada ginjal
 Gangguan ginjal polikistik
 Obstruksi saluran kemih berkepanjangan
 Refluks Vesicoureteral, suatu kondisi yang menyebabkan urin kembali ke ginjal Anda.
 Infeksi ginjal berulang, juga disebut pielonefritis
 Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti ibuprofen dan aspirin

Obat & Pengobatan


Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada
dokter Anda.

Untuk mengobati dan menghambat perkembangan penyakit ginjal kronis, pasien perlu menjalani
sejumlah diet, pengobatan, mengontrol olahraga dan aktivitas yang dapat memperparah penyakit
ini, dialisis atau transplantasi ginjal juga dapat dilakukan atas saran dokter. Beberapa pilihan
pengobatan untuk penyakit gagal ginjal kronis adalah:

 Hindari makanan banyak mengandung kalium, fosfor, garam atau protein tinggi.
 Sangat penting untuk menjaga tekanan darah dan memeriksanya secara berkala.
 Dokter akan melakukan transfusi darah apabila pasien mengalami anemia.
 Obat yang bersifat diuretik dapat mencegah terjadinya penumpukan cairan dalam tubuh.
 Hentikan penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat memicu kerusakan pada ginjal.
 Menjalani pengobatan untuk hipertensi, diabetes, gagal jantung kongestif serta infeksi.
 Beberapa pasien perlu menjalani dialisis ginjal bia pengobatan tidak berhasil. Dialisis
membantu membersihkan ginjal dari zat-zat sisa metabolisme dalam darah ketika ginjal
tak mampu menjalankan tugasnya. Dialisis ginjal ini dapat bersifat sementara ataupun
permanen.

Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat
dilakukan untuk mengatasi gagal ginjal kronis?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda
mengatasi gagal ginjal kronis adalah:

 Ikuti petunjuk diet yang disarankan oleh ahli kesehatan Anda, termasuk menyeleksi
cairan yang masuk ke dalam tubuh.
 Gunakan obat sesuai dengan arahan dokter. Jangan melewatkan pengobatan atau
penggunaan dosisi obat.
 Catat berat bedan harian Anda. Catat jumlah cairan yang Anda minum dan jumlah urin
yang Anda keluarkan apabila dokter memintanya.
 Perhatikan asupan makanan. Konsumsi makanan bernutrisi seimbang, hindari garam
berlebih, serta makanan berlemak.
 Olahraga secara teratur namun hindari aktivitas berat.
 Hubungi dokter segera jika Anda mengalami demam, menggigil, sakit kepala, otot terasa
sakit, napas pendek, mual, muntah dan dada terasa sakit.

TEKNOLOGI HEMODIALIS
Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya pemisahan zat-zat
terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses
penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.
Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah

Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser.
Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada
dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai
pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan.[3]

Aliran darah masuk ke salah satu kompartemen dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan
dialisat, yaitu suatu cairan yang memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal.
Kedua kompartemen dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir
secara berlawanan arah. Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat berpindah
melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama penyaringan darah, terjadi
peristiwa difusi dan ultrafiltrasi. Ukuran molekul sel-sel dan protein darah lebih besar dari zat
sampah dan racun, sehingga tidak ikut menembus selaput semipermeabel. Darah yang telah
tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialisat yang menjadi
kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu dialirkan keluar ke penampungan dialisat.
Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai
dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.
Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-
batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap
memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus,
atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan
orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka
otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut
menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas
makin sulit dilakukan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah datangnya masalah asma.

1. Menjaga lingkungan dari potensi alergi

Misalnya, jika debu dapat menjadi pemicu, segeralah singkirkan debu dari tempat di mana kita
banyak berada.Jika hewan piaraan menjadi pemicu gejala asma, maka tempatkanlah binatang
peliharaan jauh dari jangkauan kita, atau lebih sering memandikan hewan peliharaan.

2. Beri perhatian pada udara

Jika kita telah mengetahui polusi udara dapat memicu asma, maka segera ambil tindakan atas
polusi yang ada di sekitar kita. Bersihkan ruang, atau pindah ke tempat berbeda. Mungkin pula
kita dapat pindah dari ruangan tertutup, dan mengurangi aktivitas di dalam ruangan.

3. Hindari rokok

Jika kita bukan seorang perokok, maka kita harus menghidari polusi asap berbahaya
ini.Sebaliknya, jika kita adalah perokok maka sebaiknya kebiasaan buruk itu segera dihentikan.
Merokok merupakan tindakan paling buruk bagi paru-paru, terutama bagi para penderita asma.

4. Berolahraga
Langkah ini merupakan tips terbaik untuk menjaga tubuh dan pikiran yang sehat.Jadi, jika kita
rentan terhadap aktivitas olahraga, segeralah berkonsultasi dengan dokter, untuk mengetahui cara
mengelola gejala asma.Jika kita kambuh selama permainan atau olahraga, hentikan apa yang kita
lakukan sampai benar-benar tenang. Atau, minum/gunakan obat sesegera mungkin.

Pengobatan asma

Asma diobati dengan dua jenis obat-obatan: kontrol jangka panjang dan obat pereda instan:

 Obat kontrol jangka panjang: Kebanyakan orang yang menderita asma harus minum obat
kontrol jangka panjang setiap hari untuk membantu mencegah gejala. Obat-obatan jangka
panjang adalah yang paling efektif mengurangi peradangan saluran napas, dan membantu
mencegah gejala. Obat-obatan ini termasuk: kortikosteroid inhalasi, Cromolyn, Omalizumab
(anti-IgE). Jika Anda memiliki asma yang parah, Anda mungkin harus menggunakan pil
kortikosteroid atau cair untuk jangka pendek agar asma Anda tetap terkontrol.
 Obat pereda instan: Semua orang yang memiliki asma memerlukan obat-obatan ini untuk
membantu meringankan gejala asma yang mungkin kambuh. Inhalasi short-acting beta2-agonis
(Albuterol, pirbuterol, levalbuterol atau bitolterol) adalah pilihan pertama untuk bantuan cepat.
Obat-obatan lain adalah Ipratropium (antikolinergik), Prednisone, prednisolon (steroid
oral). Anda harus menggunakan obat pereda cepat ketika Anda gejala asma baru mulai
muncul. Jika Anda menggunakan obat ini lebih dari 2 hari seminggu, bicarakan dengan dokter
Anda tentang kontrol asma Anda. Anda mungkin perlu untuk membuat perubahan rencana
tindakan asma Anda.

Penyebab dan Faktor Risiko


Apa penyebab asma?
Penyebab pasti dari penyakit asma belum diketahui. Para peneliti berpikir beberapa interaksi
faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma, paling sering terjadi pada awal
kehidupan. Faktor-faktor ini meliputi:

 Kecenderungan untuk mengembangkan alergi, yang disebut atopi (AT-o-pe)


 Orangtua yang memiliki asma
 Infeksi saluran pernapasan tertentu selama masa kanak-kanak (ISPA)
 Kontak dengan beberapa alergen udara atau paparan ke beberapa infeksi virus pada masa
bayi atau pada anak-anak usia dini ketika sistem kekebalan tubuh berkembang

Jika asma atau atopi terdapat dalam keluarga Anda, paparan iritan (misalnya, asap rokok) dapat
membuat saluran pernapasan Anda lebih reaktif terhadap zat di udara. Serangan asma dapat
terjadi ketika Anda terpapar “pemicu asma.” Pemicu Anda bisa berbeda dengan penderita asma
lainnya. Pemicu mungkin termasuk:

 Alergen dari debu, bulu binatang, kecoa, jamur, dan serbuk sari dari pohon, rumput, dan
bunga
 Iritan seperti asap rokok, polusi udara, bahan kimia atau debu di tempat kerja, senyawa
dalam produk dekorasi rumah, dan semprotan (seperti hairspray)
 Obat-obatan seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid lain dan nonselektif beta-
blocker
 Sulfit dalam makanan dan minuman
 Infeksi virus pernapasan bagian atas, seperti pilek
 Aktivitas fisik, termasuk olahraga
TEKNOLOGI INHALER

Obat semprot atau inhaler bagi penderita asma bisa menjadi barang yang sangat penting dalam
pertolongan pertamanya. Tapi peneliti mengungkapkan, terlalu sering menggunakan inhaler bisa
membuat penyakit asma semakin parah.
Perawatan yang paling umum dilakukan oleh penderita asma adalah menggunakan obat semprot
yang mengandung senyawa salbutamol. Tapi penelitian terbaru mengungkapkan, jika
penggunaannya terlalu sering, senyawa salbutamol bisa menyebabkan paru-paru melepaskan
bahan kimia yang berbahaya serta memicu lebih banyak serangan penyakit.
Inhaler yang digunakan sebenarnya berguna untuk mengurangi gejala dengan merelaksasikan
otot-otot dalam saluran udara yang menyempit, sehingga penderita dapat bernapas lebih mudah.