Anda di halaman 1dari 11

Sejarah Peminatan

MANUSIA PURBA YANG ADA DI DUNIA

Disusun Oleh :

NAMA : SYAMSUDDIN

KELAS :X IPS4

NIS : 1711876

SMA Negeri 5 Bone

Tahun Pelajaran 2017/2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
hidayahNya kepada kami dan tak lupa bershalawat pada Nabi Muhammad S.A.W sehingga kami
dapat menyelesaikan karya tulis ini sesuai dengan yang kami harapkan.

Makalah yang berjudul “JENIS-JENIS MANUSIA PURBA“ ini dibuat dengan tujuan
memenuhi tugas dalam pelajaran Sejarah Indonesia pada tahun ajaran 2017/2018. Kami berharap
agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya.

Kami menyadari bahwa penulisan ataupun pembahasan karya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi kami apabila mendapatkan
kritikan dan saran yang membangun sehingga selanjutnya akan lebih baik dan sempurna.

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1

B. Tujuan penulisan ................................................................................................... 1

C. Rumusan Masalah ................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 2

A. Manusia Purba dari Indonesia ............................................................................... 2

B. Manusia purba di dunia ......................................................................................... 5

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 7

B. Saran .................................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 8

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia yang hidup pada zaman Praaksara sekarang sudah berubah menjadi fosil. Fosil
manusia yang ditemukan dalam perkembangan terdiri dari beberapa jenis. Penemuan -
penemuan fosil sangat berguna bagi perkembangan ilmu sejarah sekarang ini. Baik dalam hal
menjelaskan kehidupan manusia kala itu. Hewan yang pernah hidup dan bagaimana evolusi
manusia hingga menjadi sekarang ini. Dengan begitu ilmu sejarah akan terus berkembang
sejalan dengan fosil-fosil yang ditemukan. Hal ini diketahui bahwa para ahli Eropa tertarik
untuk mengadakan penelitian tentang fosil manusia. Itu sebabnya makalah ini dibuat untuk
mengetahui lebih jelas dan terperinci mengenai pengertian manusia purba yang ditemukan di
wilayah di dunia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja jenis-jenis manusia purba di Indonesia?
2/ Apa saja jenis-jenis manusia purba di dunia?

C. Tujuan
1. Mengetahui jenis-jenis manusia purba di indonesia
2. Mengetahui jenis –jenis manusia purba di dunia

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. MANUSIA PURBA DARI INDONESIA

#1. Meganthropus Paleojavanicus (Manusia Raksasa dari Jawa)

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Meganthropus


paleojavanicus merupakan manusia purba terbesar dan
tertua. Unsur nama tersebut terdiri dari kata megan= besar,
anthropus= manusia, paleo= tua, dan javanicus= berasal
dari Jawa.

Fosil tersebut berasal dari lapisan Pleistosen Bawah.


Meganthropus berbadan tegap dan mempunyai rahang yang
besar serta kuat. Mereka bertahan hidup dengan cara
mengumpulkan makanan, makan tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang
mana makan tersebut dijadikan sebagai makanan utama.

Namun, banyak para ahli beranggapan bahwa sebenarnya Meganthropus adalah Pithecanthropus
dengan tubuh yang lebih besar saja, karena jika dilihat dari usianya yang berdekatan dan
bentuknya hampir sama.

Ciri-ciri Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus

 Tinggi sekitar 165 hingga 180 cm


 Berbadan tegap, namun tidak setegap Meganthropus
 Tonjolan pada kening tebal dan melintang sepanjang pelipis
 Otot kunyahnya tidak sekuat Meganthropus
 Volume Otak 900cc
 Tidak berdagu dan memiliki hidung lebar
 Memakan tumbuhan dan daging hewan buruan, namun tumbuhan menjadi makanan
utama
 Kening menonjol, tulang graham dan rahang sangat kuat
 Bentuk graham besar berahang kuat

#2. Pithecanthropus (Manusia Kera)

Fosil manusia purba paling banyak ditemukan di Indonesia


adalah jenis Pithecanthropus. Pithecanthropus sendiri
mempunyai arti ialah manusia yang berjalan tegak.

Terdapat tiga jenis Pithecanthropus paling terkenal


ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthrophus erectus,
Pithecanthropus mojokertensis, dan Pithecanthropus
soloensis.

Jika berdasarkan pengukuran terhadap umur lapisan tanah


dimana fosil Pithecanthrophus ditemukan di Indonesia, terdapat memiliki umur yang bervariasu,
yakni antara 30.000 hingga 1 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri Manusia Purba Pithecanthropus

2
 Pada tengkorak tonjolan keningnya tebal
 Berhidung lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
 Memiliki tinggi 165-180 cm
 Pemakan segalanya, baik daging maupun tumbuhan.
 Rahang bawah yang kuat
 Tulang pipi yang tebal
 Bertulang belakang tajam dan menonjol
 Bertubuh tegap dan memiliki tempat perlekatan otot tengukuk yang besar dan kuat.

Pithecanthropus Mojokertensis

Tahun 1936 telah ditemukan fosil tengkorak anak


manusia purba oleh seorang peneliti yaitu Widenreich
disebuah desa Mojokerto. Fosil manusia purba tersebut
diberikan nama dengan Pithecanthropus robustus.
Namun bagi Von Koenigswald menyebutnya dengan
nama Pithecanthropus mojokertensis.

Berikut dibawah ini ciri-ciri dari Pithecanthropus


Mojokertensis:

 Berbadan Tegak
 Tidak berdagu
 Kening menonjol
 Tinggi badan 165-180 cm
 Volume otak 750 – 1.300 cc
 Tulang geraham dan rahang lebih kuat
 Tulang tengkorak tebal
 Tengkoraknya berbentuk lonjong
 Hidup sekitar 2 hingga 2,5 juta tahun yang lalu

Pithecantropus Soloensis

Sekitar tahun 1931-1934 GHR Von Koenigswald, Oppernort dan


Ter Haar mengadakan penelitian di Lembah Sungai Bengawan Solo
dan pertama kalinya ditemukan fosil tersebut di Ngandong-Blora
ialah fosil manusia purba berjenis Pithecantropus soloensis.

Mengapa diberi nama Pithecantropus Soloensis? Hal tersebut yang


memiliki arti manusia kera dari Solo, lalu kemudian ditemukan juga
jenis Pithecantropus di Sangiran yang diperkirakan hidup di
900.000 hingga 200.000 tahun lalu terdapat di Sumatera,
Kalimantan dan Cina.

Pithecantropus Robustus

Fosil tersebut ditemukan oleh Widenreich dan Von Koenigswald pada


tahun 1939 di Trinil, lembah bengawan solo. Fosil ini berasal dari
lapisan pleistosen bawah. Von koenigswald menganggap fosil tersebut
sejenis dengan Pithecanhtropus mojokertensis.

Benda-benda Peninggalan Pithecanthropus:

3
 Kapak penetak
 Kapang genggam
 Kapak perimbas
 Pahat genggam
 Alat-alat tulang
 Alat serpih

#2. Homo Sapiens (Manusia)

Manusia purba berjenis Homo Sapiens bisa dianggap sebagai


manusia purba yang berumur paling muda. Dari semua fosil
jenis tersebut diperkirakan hidup antara 15.000 hingga
40.000 tahun SM.

Manusia purba Homo sapiens ialah satu-satunya manusia


purba yang dapat berpikir. Kecerdasan tersebut dapat terlihat
dari volume otak yang hampir mirip dengan manusia
modern.

Pada intinya manusia purba jenis tersebut adalah manusia


(Homo) dan bukan lagi kategori manusia kera
(pithecanthropus).

Terdapat tiga jenis Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia, Homo soloensis, Homo
wajakensis, Homo floresiensi. Diantara beberapa fosil tersebut melahirkan sebuah perdebatan
karena dianggap sebagai kerangka manusia modern dan bukan manusia purba.

Ciri-ciri Manusia Purba Homo Sapiens

 Tinggi tubuh 130 hingga 210 cm


 Memiliki otak yang lebih berkembang daripada Meganthropus dan Pithecanthropus
 Otot kunya, gigi, dan rahang sudah menyusut
 Tonjolan kening sudang berkurang dan berdagu
 Memiliki ciri seperti ras Mongoloid dan Austramelanosoid

Jenis-jenis Manusia Purba Homo

Homo Soloensis

Fosil manusia purba jenis homo soloensis tersebut


ditemukan Von Koenigswald dan Weidenrich diantara tahun
1933-1934 di lembah solo bengawan solo. Fosil tersebut
ditemukan sebuah tengkorak dengan volume otaknya bukan
lagi manusia kera.

Homo Wajakensis

4
Fosil manusi purba berjenis ini pertama kali ditemukan oleh Dubois di tahun 1889 di daerah
Wajak sekitaran Tulungagung. Manusia purba jenis ini telah ditemukan dapat membuat alat-alat
batu maupun tulang dan mereka juga mengerti cara memasak menjadi sebuah makanan.

B. MANUSIA PURBA YANG BERADA DIDUNIA

Walaupun di Indonesia manusia purba banyak ditemukan, namun tidak hanya di negeri tercinta
ini terdapat manusia purba. Manusia purba juga banyak ditemukan diluaran sana, seperti Cina,
Eropa dan Afrika. Beberapa fosil tersebut ialah sebagai berikut:

Manusia Purba Sinanthropus Pekinensis

Sinanthropus pekinensis adalah satu bagian dari jenis manusia purba Homo erectus yang terkenal
dengan sebutan manusia peking. Manusia purba tersebut pertama kali ditemukan di salah satu
Gua Choukoutien, Peking yang sekarang menjadi Kota Beijing di tahun 1927.

Kapasitas tulang tengkorak dari manusia Peking tersebut hampir mirip dengan manusia modern.
Tapi terdapat perbedaan dengan manusia modern ialah Peking mempunyai otot dan rahan yang
lebih kuat, tulang tengkorak lebih tebal dan juga rahangnya yang lebar tak mempunyai dagu.

Fosil Manusia Peking ada pada saat ini adalah fosil imitasi, karena di tahun 1941 fosilnya diduga
hilang pada saat akan dipindahkan ke Amerika Serikat ketika terjadi perang Tiongkok.

Manusia Purba Australopithecus Africanus

Fosil Manusia Purba Australopithecus africanus pertamaka kali


ditemukan oleh Raymond Dart di Afrika Selatan pada tahun
1942. Manusia purba ini diduga hidup 2 hingga 3 juta tahun lalu.

Jika dilihat dari warna kulitnya, Australopithecus africanus


memiliki warna kulit yang sama dengan manusia modern.

5
Manusia Purba Homo neanderthalensis

Rudolf Virchow adalah penemu pertama fosil Homo neanderthalensis yang ditemukan
disekitaran sungan Neander dengan Dusseldorf. Hampir semua bentuk tubuh dan fisiknya mirip
dengan dengan Homo wajakinensis.

Menurut dugaan para peniliti, manusia purba tersebut telah punah dari zaman Pleistoran. Karena
spesies ini pertama kali ditemukan di lemba Neander, Jerman oleh karena itu dinamai dengan
sebutan Nenaderthal.

Manusia Purba Homo rhodesiensis

Homo rhodesiensis pertama kalinya ditemukan oleh Raymond Dart dan Robert Brom. Fosilnya
telah ditemukan pada tahun 1924 di Gua Broken Hill, Zimbabwe.

Cara berpakaian dan peralatan manusia purba Homo rhodesiensis yang digunakan untuk berburu
dan bekerja dan mendapatkan makanan sudah lumayan maju.

Jika kita bayangkan, kehidupan mereka pada zaman itu sangat nyaman dan peduli untuk saling
membantu sesamanya. Tidak seperti era sekarang saling berebut dan menindas untuk menjadi
yang terbaik, apalagi sekarang telah membudayanya berbuat korupsi.

Oleh karena itu, seharusnya kita yang hidup harusnya lebih bersyukur bahwa di zaman sekarang
ini semuanya sudah maju apapun yang kita inginkan bisa didapatkan dengan mudah.

Manusia Purba Homo cro-magnon

Nama manusia purba ini diambil dari nama sebuah Goa ialah Cro-
Mangon yang terletak dekat dengan Lez-Eyzies. Fosil manusia
purba ini pertama kalinya ditemukan pada tahun 1968. Bentuk
manusia purba tersebut hampir mirip menyerupai dengan manusia
zaman modern seperti sekarang.

6
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

Manusia yang hidup pada zaman praaksara (prasejarah) disebut manusia purba. Manusia
purba adalah manusia penghuni bumi pada zaman prasejarah yaitu zaman ketika manusia belum
mengenal tulisan. Ditemukannya manusia purba karena adanya fosil dan artefak. Jenis-jenis
manusia purba dibedakan dari zamannya yaitu zaman palaeolitikum, zaman mezolitikum, zaman
neolitikum, zaman megalitikum, zaman logam dibagi menjadi 2 zaman yaitu zaman perunggu
dan zaman besi. Ada beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di wilayah
Indonesia MeganthropusPaleojavanicus yaitu manusia purba bertubuh besar tertua di Jawa
dan Pithecanthrophus adalah manusia kera yang berjalan tegak.

Corak kehidupan prasejarah indonesia dilihat dari segi hasil kebudayaan manusia
prasejarah menghasilkan dua bentuk budaya yaitu : bentuk budaya yang bersifat spiritual dan
bersifat material; segi kepercayaan ada dinamisme dan animisme; pola kehidupan manusia
prasejarah adalah bersifat nomaden (hidup berpindah-pindah dan bersifat permanen (menetap);
sistem bercocok tanam/pertanian; pelayaran; bahasa; food gathering dan menjadifood producing.

3.2 Saran

3.2.1 Diharapkan agar masyarakat dapat memahami maksud dari makalah ini dan bisa
menambah pengetahuan dan wawasan tentang kehidupan manusia purba pada zaman
dahulu.

3.2.2 Diharapkan bagi penulis lain untuk mencari referensi yang lebih relevan sebagai bahan
dalam pembuatan makalah guna menciptakan karya tulis yang lebih bermanfaat
mengenai kehidupan manusia homo sapiens pada zaman dahulu.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://www.plengdut.com/2013/03/Manusia-Purba-Indonesia-yang-Hidup-pada-Masa-
Praaksara.html

http://indonesiaindonesia.com/f/89905-manusia-purba-indonesia/

http://www.info-asik.com/2012/10/sejarah-manusia-purba.html

http://marhadinata.blogspot.com/2013/01/sejarah-manusia-purba-di-indonesia.html

http://smpn1sdk91bubun2013.blogspot.com/2013/03/sejarah-manusia-purba.html

http://yessicahistory.blogspot.com/2013/04/sejarah-manusia-purba-di-indonesia.html

http://zulfahmigo.blogspot.com/2013/01/manusia-purba-pithecanthropus-erectus.html

http://jagoips.wordpress.com/2012/12/28/kehidupan-manusia-pra-aksara