Anda di halaman 1dari 2

Soal 1

PT ABC berkedudukan di Jakarta pada tahun 2018 menerima dan memperoleh penghasilan neto
dari sumber luar negeri sbb:
a) Hasil usaha di Singapura dalam tahun pajak 2018 sebesar Rp 800.000.000.
b) Dividen atas pemilikan saham pada X Ltd. di Australia sebesar Rp 200.000.000, berasal
dari keuntungan tahun 2018 yang ditetapkan dalam rapat pemegang saham tahun 2017
dan baru dibayar tahun 2018.
c) Dividen penyertaan saham sebanyak 70% pada Y Corporation di Hongkong yang
sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek sebesar Rp 75.000.000, yaitu berasal dari
keuntungan saham 2017 yang berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan ditetapkan
diperoleh tahun 2018.
d) Bunga kwartal IV tahun 2018 sebesar Rp 100.000.000 dari “Z Sdn Bhd” di Kuala
Lumpur yang baru akan diterima bulan Pebruari 2019.

Hitunglah PPh Pasal 24 yang terhutang!

Soal 2
PT DEF berkedudukan di Jakarta pada tahun 2018 menerima dan memperoleh penghasilan neto
sbb:
a) Penghasilan dari usaha luar negeri Rp 1.000.000.000
b) Rugi usaha dalam negeri Rp (200.000.000)
c) Tarif pajak atas penghasilan luar negeri 40%

Hitunglah PPh Pasal 24 yang terhutang dengan asumsi penghasilan kena pajak sama dengan
penghasilan neto!

Soal 3
PT GHI berkedudukan di Jakarta pada tahun 2018 menerima dan memperoleh penghasilan neto
sbb:
a) Penghasilan neto dalam negeri Rp 2.000.000.000
b) Penghasilan dari Negara X (tarif pajak 40%) Rp 1.000.000.000
c) Penghasilan dari Negara Y (tarif pajak 30%) Rp 2.000.000.000

Hitunglah PPh Pasal 24 per country basic yang terhutang dengan asumsi penghasilan kena pajak
sama dengan penghasilan neto!
Soal 4
PT JKL berkedudukan di Jakarta pada tahun 2018 menerima dan memperoleh penghasilan sbb:
a) Penghasilan dari Negara Y (tarif pajak 30%) Rp 2.000.000.000
b) Penghasilan dalam negeri Ro 3.500.000.000

Hitunglah PPh Pasal 24 dengan asumsi penghasilan dalam negeri ini termasuk penghasilan yang
dikenai PPh Final sebesar Rp 500.000.000!

Soal 5
PT JKL berkedudukan di Jakarta pada tahun 2018 menerima dan memperoleh penghasilan neto
sbb:
a) Penghasilan neto usaha di dalam negeri Rp 4.000.000.000
b) Penghasilan (laba) dari Negara X (tarif pajak 40%) Rp 1.000.000.000
c) Penghasilan (laba) dari Negara Y (tarif pajak 25%) Rp 3.000.000.000
d) Penghasilan (rugi) dari Negara Z Rp (2.500.000.000)

Hitunglah PPh Pasal 24 yang terhutang dengan asumsi penghasilan kena pajak sama dengan
penghasilan neto!