Anda di halaman 1dari 8

PROFILE PERUSAHAAN

a. PT. YAHUUD adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan perabot
makan (garpu, sendok, piring, gelas dll) dengan merek usaha RALEX
b. Perusahaan ini telah terdaftar di KPP Pratama Jakarta Cakung dengan NPWP
01.802.534.6.051.000 serta telah dikukuhkan sebagai PKP sejak tanggal 1 Oktober 1995
c. PT YAHUUD berkedudukan dl Jln Kancil Nomor 55, Jakarta dengan nomor Telp. 021-
252-0208

DATA UMUM:
a. Kebijakan pembuatan Faktur Pajak mengacu kepada PER-159/PJ/2006 oleh karena
itu dalam hal terjadi penjualan kredit/belum ada pembayaran maka Faktur Pajak dibua
pada saat yang paling lambat. Kebijakan yang sama juga diterapkan oleh semua lawan
transaksi PT YAHUUD.
b. Terdapat Kelebihan Pembayaran pada SPT PPN Masa Desember 2009 terdapat Iebih
bayar Rp 10.900.000,yang diminta untuk dikompensasikan pada masa pajak berikut.
c. Dalam hat SPT Oktober 2010 ini menunjukan status Lebih Bayar agar
dikompensasikan pada masa pajak berikutnya tetapi apabila terdapat PPN kurang dibayar
agar dilunasi pada batas terakhir waktu penyetoran.
d. Nilai transaksi yang tercantum dalam soal belum termasuk PPN kecuali disebutkan lain.

A. DATA PENYERAHAN BKP/PENERIMAAN PEMBAYARAN:

1. 5 Oktober 2010
Diekspor gelas keramik ke CHE LENG Corp. yang berada di Negara Singapura dengan
nilai ekspor sebesar 20 Milyar.

Jawaban:
 Kegiatan ekspor BKP di dalam daerah pabean ke luar daerah pabean dikenakan PPN
dengan tarif 0%.
 Pasal 13 ayat 6 UU Nomor 8 Tahun 1983 s.t.d.d. UU Nomor 18 Tahun 2000 tentang
dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai faktur pajak standar.
 Berdasarkan KEP. Dirjen Pajak KEP-522/PJ./2000 s.t.d.d.KEP-312/PJ/2001, terdapat
dokumen yang dapat diperlakukan sebagai faktur pajak standar dalam kegiatan ekspor,
yaitu PEB yang telah diliat muat oleh pejabat yang berwenang dari DJBC dan dilampiri
dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PE.
 Dari peraturan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekspor PT Yahuud terutang
PPN 0% dan PT. Yahuud tidak perlu membuat faktur pajak baru lagi.

2. 8 Oktober 2010
Memberikan sumbangan sendok, gelas dun piring kepada Panti Asuhan CINTA KESSA.
Total Hana Pokok produk tersebut adalah sebesar Rp 12 Juta sedangkan total laba Rotor
apabila dijual kepada umum adalah sebesar 3 juta. Untuk kepentingan transaksi tersebut
PT. YAHUUD menerbitkan faktur pajak sederhana.
Jawaban:
 Kegiatan penyerahan BKP dalam rangka sumbangan dikenakan PPN sebesar 10%
dengan DPP adalah sebesar harga pokok BKP tersebut. Dari soal di atas, DPP PPN
adalah sebesar Rp 12 juta.
 PT Yahuud menerbitkan faktur pajak sederhana dimana faktur pajak sederhana berbeda
dengan faktur pajak standar, salah satunya tidak perlu mengisi kode dan nomor seri
faktur pajak.

3. 23 Oktober 2010
Manjual Tunai kepada NAIL LEE Ltd. (KPS Minyak dan Gas), NPWP
02.459.150.5.013.000 tempat minum dengan model khusus untuk karyawan pengeboran
minyak lepas pantai dengan harga jual sebesar Rp200 juta.

Jawaban:
 Kegiatan penyerahan BKP kepada KPS Minyak dan Gas terutang PPN sebesar 10%
dengan DPP PPN adalah sebesar harga jual, yaitu Rp 200juta.
 Pembuatan faktur pajak standar adalah pada tanggal 23 Oktober 2010, yaitu pada saat
penyerahan karena merupakan penjualan tunai.
 Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak: 030.000-10.00000001
Keterangan:
Kode Faktur Pajak:
Kode Transaksi kepada pemungut PPN lainnya (KPS Minyak dan Gas): 03
Kode Status normal: 0
Kode Cabana, pusat: 000
Nomor seri Faktur Pajak:
Tahun penerbitan 2010: 10
Nomor Urut: 00000001

4. 27 Oktober 2010
Dijual tunai kelebihan persediaan garam tidak beryodnum dengan nilai sebesar Rp50 juta
kepada PT.DEVIS, NPWP 01.104.707.3.421.000. (PT. YAHUUD menggunakan garam
untuk kepentingan proses pembuatan perabot yang terbuat dari kaca).
Jawaban:
 Asumsi: PT Devis telah dikukuhkan sebagai PKP sejak tanggal 1 Oktober 1995
 Kegiatan penyerahan garam tidak beryodium yang digunakan untuk kepentingan proses
pembuatan perabot dikenakan PPN sebesar 10% dengan DPP adalah sebesar harga jual
yaitu Rp 50 juta, dengan keterangan sebagai berikut:
o Berdasarkan huruf e Lampiran Keputusan Menteri Keuangan Nomor
653/KMK.03/2001 tentang Barang -barang Kebutuhan Pokok Yang Atas Impor dan
atau Penyerahannya Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai: diatur antara lain
bahwa garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium yang atas impor
dan atau penyerahannya tidak dikenakan PPN adalah garam (termasuk garam meja
dan garam didenaturasi) untuk konsumsi/kebutuhan pokok masyarakat.
o Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyerahan garam tidak beryodium tidak terutang
PPN jika untuk konsumsi masyarakat sedangkan yang digunakan untuk bahan baku
atau bahan pembantu tetap terutang PPN.
 Pembuatan faktur pajak standar adalah pada tanggal 27 Oktober 2010, yaitu pada saat
penyerahan karena merupakan penjualan tunai.
 Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak: 010.000-10.00000002
Keterangan:
Kode Faktur Pajak:
Kode Transaksi kepada selain pemungut PPN: 01
Kode Status normal: 0
Kode Cabang, pusat: 000
Nomor Seri Faktur Pajak:
Tahun penerbitan 2010: 10
Nomor Urut: 00000002

5. 28 Oktober 2010
Dijual tunai bahan baku melamin kepada PT. RAYAMANA, NPWP 01.071.105.9058000
yang berada di kawasan berikut pulau batam dengan harga 200 juta (mendapat fasilitas
PPN Tidak Dipungut).

Jawaban:

 Asumsi: PT Ramayana telah dikukuhkan sebagai PKP sejak tanggal 1 Oktober 1995
 Kegiatan penyerahan BKP kepada PT Ramayana yang berada di kawasan berikut pulau
batam terutang PPN sebesar 10% dengan DPP adalah sebesar harga jual, yaitu Rp
200juta.
 Dalam hal Fasilitas PPN tidak dipungut, PT Yahuud tetap menerbitkan faktur pajak
standar dengan ketentuan bahwa Faktur pajak standar tersebut haru dicap " PPN Tidak
Dipungut, berdasarkan peraturan...."
 Pembuatan faktur pajak standar adalah pada tanggal 28 Oktober 2010 yaitu pada saat
penyerahan karena merupakan penjualan tunai.
 Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak: 070.000-10.00000003
Keterangan:
Kode Faktur Pajak:
Kode Transaksi PPN tidak dipungut kepada selain pemungut PPN: 07
Kode Status normal: 0
Kode Cabang, pusat: 000
Nomor Seri Faktur Pajak:
Tahun penerbitan 2010:10
Nomer Urut: 00000003

6. 29 Oktober 2010
Menjual secara kredit kepada PT ABD, NPWP 01.104 801.4 423.000 tempat minum
model X2 dengan harga jual sebesar Rp 100 juta. Transaksi tersebut akan dibayar tanggal
1 Mei 2010.
Jawaban:
 Asumsi PT ABD teIah dikukuhkan sebagal PKP sejak tanggal 1 Oktober 1995
 Penyerahan BKP tersebut dikenakan PPN sebesar 10% dengan DPP adalah sebesar harga
jual, yaitu Rp 100 juta.
 Pembuatan faktur pajak dalam penjualan kredit adalah pada saat yang paling lambat di
antara kedua hal berikut:
o Pada akhir bulan berikutnya setelah bulan terjadinya penyerahan Barang Kena
Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dalam hal pembayaran diterima setelah akhir
bulan berikutnya setelah bulan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena
Pajak;
o Pada saat penerimaan pembayaran dalam hal pembayaran terjadi sebelum akhir
bulan berikutnya setelah bulan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau
penyerahan Jasa Kena Pajak;
 Karena pembayaran dilakukan pada tanggal 1 Februari 2011, maka faktur pajak dibuat
pada akhir bulan berikutnya setelah terjadi penyerahan BKP, yaitu pada tanggal 28
Februari 2011. Sehingga‘faktur pajak ini tidak dimasukkan dalam SPT Masa PPN
bulanJanuari.

7. 30 Oktober 2010
Dijual tunai 1 unit Mesin Produksi untuk mencetak mug dengan nilai sebesar 150 juta
kepada PT. KAMI, NPWP 01.455.717.7.423.000. Mesin tersebut dibeli pada bulan
Nopember 1995 dan pada saat perolehannya telah membayar PPN.

Jawaban:
 Asumsi: PT KAMI telah dikukuhkan sebagai PKP sejak tanggal 1 Oktober 1995
 Penyerahan mesin produksi adalah penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak
untuk diperjualbelikan.
 Berdasarkan pasal 16 D Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 s.t.d.d. Undang-undang
Nomor 18 Tahun 2000 menyatakan bahwa penyerahan aktiva yang menurut tujuan
semula tidak untuk diperjualbelikan dikenakan PPN sepanjang PPN pada saat perolehan
aktiva tersebut dapat dikreditkan.
 Dari soal di atas, dapat disimpulkan bahwa pada saat perolehan mesin, PT Yahuud dapat
mengkreditkan pajak masukan yang telah dibayarnya, sehingga penyerahan mesin
tersebut dikenakan PPN.
 Berdasarkan KMK 251/KMK.03/2002, pasal 2 menyatakan bahwa Nilai Lain sebagai
Dasar Pengenaan Pajak untuk aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk
diperjualbelikan sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva tersebut
menurut ketentuan dapat dikreditkan, adalah harga pasar wajar.
 Penyerahan mesin produksi tersebut memenuhi ketentuan pasal 16 D UU PPN, sehingga
terutang PPN dan DPP sebesar 150 juta rupiah.
 Faktur pajak dibuat pada tanggal 30 Januari 2010 yaitu pada saat penyerahan
karena penjualan tunal.
 Kode dan Nomor Seri Faktur Patak: 090.000-10.00000004
Keterangan:
Kode Faktur Pajak:
Kode Transaksi penyerahan aktiva ps 16D kepada selain pemungut PPM: 09
Kode Status normal: 0
Kode Cabana, pusat: 000
Nomor Seri Faktur Pajak:
Tahun penerbitan 2010: 10
Nomor Urut: 00000004

8. 31 Oktober 2010
Dimasukkan surat tagihan kepada Departemen Perindustrian (NPWP Bendaharawan
07.631.218.0.027.000) sejumlah Rp 100.000.000 atas penyerahan perangkat makanan
yang dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2010. Pembayaran akan dilakukan pada tanggal
10 Februari 2011

Jawaban:
 Penyerahan perangkat makanan kepada Bendaharawan terutang PPN sebesar
harga jual, yaitu Rp 100 juta.
 Dalam hal penyerahan BKP kepada bendaharawan pemerintah, maka Faktur
Pajak standar dibuat pada tanggal 31 Oktober 2010, maka PT Yahuud membuat
faktur pajak pada tanggal 31 Oktober 2010.
 Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak: 020.000-10.00000005
Keterangan:
Kode Faktur Pajak:
Kode Transaksi kepada bendaharawan pemerintah: 02
Kode Status normal: 0
Kode Cabang, pusat: 000
Nomor Seri Faktur Pajak:
Tahun penerbitan 2010:10
Nomor Urut: 00000005

B. DATA PEMBELIAN BKP/ PEROLEHAN JKP/ PEMBAYARAN:

1. 6 Oktober 2010
Dibayar PPN terutang dengan nilai 500 juta atas pemanfaatan jasa penelitian mutu
produk yang dilakukan oleh KINGS DAVID Ltd, yang berkedudukan di Australia.

Jawaban:
 Dalam hal pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean, maka pihak yang memanfaatkan
JKP tersebut memungut PPN yang terutang dari dirinya sendiri, sehingga PT Yahuud
memungut PPN terutang dari dirinya sendiri atas pemanfaatan jasa dari KINGS DAVIS,
Ltd.
 Pajak masukan dapat dikreditkan pada masa pajak yang sama
 Dimana dari soal di atas disebutkan bahwa PPN terutang telah dibayar sebesar Rp 500
juta pada tanggal 6 Oktober 2010 sehingga pajak masukan tersebut dapat dikreditkan
pada Masa Pajak Januari.

2. 7 Oktober 2010
Dibeli secara tudai 2 unit mobil Pick Up (bak terbuka) bekas dari Showroom “KAR”
dengan harga perolehan tiap mobil sebesar Rp160.000.000,00. Mobil terebut akan
digunakan untuk kegiatan distribusi pakaian. Atas transaksl tersebut Showroom ‘KAR"
menerbitkan Faktur Pajak Sederhana.
Jawaban:
 Ketentuan PPN atas Kendaraan bermotor bekas :
o Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor yang dilakukan oleh Pengusaha
Kendaraan Bermotor Bekas yang semata-mata merupakan barang dagangan
terutang Pajak Pertambahan Nilai.
o Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen) darn
Harga Jual.
o Pengusah Kena Pajak Kendaraan Bermotor Bekas wajib Menerbutkan Faktut
Pajak atas Penyerahan Barang Dagangan.
 Transaksi di atas terutang PPN 10% dengan DPP sebesar 1096 dari Rp 320 juta. yaitu Rp
32 juta.
 Akan tetapi PT Yahuud tidak dapat mengkreditkan pajak masukan yang telah dibayar,
karena berdasar pasal 9 UU PPN:
o Penjual menerbitkan faktur pajak sederhana, dimana seharusnya menertibkan faktur
pajak standar ( PT Yahuud adalah PKP ), sehingga faktur pajak dianggap cacat, dan
o Pembelian mobil bekas bukan untuk kegiatan utama perusahaan, sehingga pajak
masukan tidak dapat dikreditkan.

3. 17 Oktober 2010
Mengirim kembali dengan Nota Retur Nomor NS 17/10/10 tanggal 17 Oktober 2010,
sebagian bahan baku keramik dengan Nilai PPN sebesar Rp 20 juta yang dibeli tunai dari
PT. KERA MICK, NPWP 01.818.049.7.421.000, pada tanggal 10 Nopember 2009.

Jawaban:
 Nota retur mengurangi pajak masukan pada masa pajak dibuatnya nota retur.
 Nota retur dibuat pada tangga| 17 Januari 2010 sehingga nota retur di atas mengurangi
pajak masukan sebesar 20juta rupiah pada Masa Pajak Januari.

4. 22 Oktober 2010
Ditemukan dokumen PIB dan SSP tertanggal 25 Nop 2009 sebagai bukti setoran PPN
yang telah divalidasi oIeh Bank Mandiri atas impor bahan baku kaca dari MIROR corp
yang berada di Jepang dengan nilai impor sebesar 350juta.

Jawaban:

 Impor BKP dikenakan PPN sebesar 10% dengan DPP sebesar nilai impor, yaitu
Rp 350 juta.
 Berdasarkan KEP. Dirjen Pajak KEP 522/PJ./2000 s.t.d.d.KEP 312/PJ./2001,
terdapat dokumen yang dapat diperlakukan sebagai faktur pajak standar dalam
kegiatan impor, yaitu PIB yang dilampiri SSP/bukti pungutan pajak oleh DJBC
untuk impor BKP.
 Sehingga dokumen PIB dan SSP tertanggal 25 Nov 2009 merupakan FP Standar.
 Pajak masukan dapat dikreditkan pada masa pajak yang tidak sama selambat
lambatnya 3 bulan setelah berakhirnya masa pajak (pasal 9 ayat 9 UU PPN).
 Sehingga PT. Yahuud dapat mengkreditkan pajak masukannya pada SPT Masa
Januari, sebesar 35juta rupiah.
5. 23 Oktober 2010 Dibeli Tunai bahan baku pewarna keramik dari PT. NOCOLOUR,
NPWP 01.116532651124000, senilai Rp. 20 Juta. Atas transaksi tersebut dibuat Faktur
Pajak Standar dengan Nomor 010.000 10.00000012.

Jawaban:

 PT Vahuud melakukan pembelian BKP yang terutang PPN sebesar 10% dengan
DPP sebesar harga jual, yaitu Rp 20juta.
 Atas PPN yang telah dibayar, PT. Yahuud dapat mengkreditkan pajak
masukannya pada Masa Pajak Januari sebesar Zjuta rupiah.

C. KEGIATAN MEMBANUN SENDIRI

Pada bulan Oktober 2010 PT.YAHUUD telah memulai membangun sendiri Gedung baru yang
bersifat permanen dengan luas bangunan sebesar 650 m2, total biaya yang telah dikeluarkan
sampai dengan akhlr bulan ini adalah sebagai berikut:
a. Pembelian tanah 570 juta
b. Jasa notaris dalam rangka perolehan tanah 50Juta
c. Blaya Surat Ijln Mendirikan Bangunan 0MB) 50juta
d. Semen, Paslr dan Batu 50 juta
e. Kayu dan Baja 150 Juta

Total Biaya Yang Dikeluarkan 850 juta

Jawaban:

Kegiatan membangun sendiri terutang PPN dalam hal:


a. Membangun sendlrl tersebut dllakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh
orang prlbadl atau badan, yang hasilnya digunakan sendlrl atau dlgunakan oleh plhak
laln.
b. Bangunan yang dibangun sendiri diperuntukkan bagi tempat tlnggal atau tempat usaha.
Bangunan untuk tempat tinggal adalah bangunan atau konstruksi yang semata mata
diperuntukkan bagi tempat tinggal (tidak termasukfasilitas olah raga atau fasilitas lain).
Bangunan untuk tempat usaha adalah keseluruhan bangunan atau konstruksi yang
dlperuntukkan bagi tempat usaha termasukseluruh fasilltas yang ada.
c. Luas bangunan 200 m1 atau lebih dan bersifat permanen yang berlaku seJak tanggal 1
Jull 2002.

Tarif dan Pengenaan Pajak:

a. Kegiatan membangun sendiri dikenakan PPN sebesar 10 % (sepuluh persen) darl Dasar
Pengenaan Pajak.
b. Dasar Pengenaan Pajak atas keglatan membangun sendiri adalah 40% (empat puluh
persen) darl Jumlah blaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan, tidak termasuk harga
perolehan tanah.
c. Termasuk dalam pengertian jumlah biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan untuk
membangun sendiri adalah juga jumlah PPN yang dibayar atas perolehan bahan dan jasa
untuk kegiatan membangun sendiri tersebut.

Saat dan Tempat Pajak Terutang:

a. Saat yang menentukan PPN terutang adalah saat dlmulainya secara fisik kegiatan
membangun sendiri(menggali fondasi, memasang tiang pancang dan lainlain).
b. Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan secara bertahap dianggap merupakan satu
kesatuan keglatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan~tahapan tersebut tldak leblh
dari 2 [dua) tahun.
c. Tempat pajak terutang atas kegiatan membangun sendiri adalah di tempat bangunan
tersebut didirikan.

- Dari soal diatas, KMS PT Yahuud telah memenuhi persyaratan untuk dikenakan PPN,
dan saat terutang adalah pada masa pajak oktober.
- PPN dikenakan sebesar 10% dengan DPP sebesar 40% darl Rp 200 Juta ruplah, dengan
rincian sebagal berikut:
o Semen, pasir, dan batu Rp 50Juta
o Kayu dan baJa Rp150juta
- Berdasarkan KMK 320/KMK,03/2002, Pajak masukan yang telah dibayarkan oleh PT.
Vahuud tidak dapat dikreditkan.