Anda di halaman 1dari 5

PRA PLANNING

KEGIATAN PELAKSANAAN PENANAMAN TOGA (TANAMAN


OBAT KELUARGA) DI BANJAR KEDUI DESA TEMBUKU
KABUPATEN BANGLI
TANGGAL 21 JUNI 2018

OLEH:
MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIRA MEDIKA PPNI BALI
2018
A. Latar Belakang
Stase Peminatan merupakan salah satu mata kuliah yang diprogramkan bagi
mahasiswa STIKes Wira Medika Bali merupakan stase praktek lapangan yang
bertujuan untuk melatih dan membekali mahasiswa dalam menerapkan ilmu serta
belajar memecahkan berbagai persoalan nyata yang terjadi di masyarakat khususnya
lansia. Berdasarkan tujuan tersebut diharapkan mahasiswa mampu memiliki
kompetensi yang signifikan untuk kepentingan hidup di masyarakat setelah
menyelesaikan studinya di STIKes Wira Medika Bali. Mahasiswa diharapkan dapat
menyusun program-program yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat
berdasarkan potensi yang tersedia. Salah satu program yang dapat dilaksanakan untuk
meningkatkan pemberdayaan masyarakat adalah penanaman tanaman obat keluarga
(TOGA) di lingkungan Desa Kedui, Tembuku, Bangli.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan dalam upaya pelayanan kesehatan
yaitu Primary Health Care (PHC) sebagai strategi untuk mencapai kesehatan semua
pada tahun 2016. Salah satu unsur penting dalam PHC antara lain penerapan
teknologi tepat guna dan peran serta masyarakat. Upaya pengobatan tradisional
dengan obat-obat tradisional merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dan
sekaligus merupakan teknologi tepat guna yang potensial untuk menunjang
pembangunan kesehatan. Dalam rangka peningkatan dan pemerataan pelayanan
kesehatan masyarakat, obat tradisional perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Flora dan fauna serta mineral yang berkhasiat sebagai obat harus dikembangkan dan
disebar luaskan agar semaksimal mungkin dapat dimanfaatkan dalam upaya-upaya
kesehatan masyarakat. Khususnya untuk tanaman obat, penyebar luasannya dapat
dilakukan melalui TOGA (tanaman obat keluarga).
Tanaman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah baik di
halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan
tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga
akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat selanjutnya dapat disalurkan
kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sejak
terciptanya manusia di permukaan bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya mulai
dari baru itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya untuk
memenuhi keperluan alam kehidupannya, termasuk keperluan akan obat-obatan
dalam rangka mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Kenyataan
menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut,
masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini
menunjukkan bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman
telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan
masyarakat.
Hasil observasi yang telah dilakukan di Dusun Kedui, Tembuku, Bangli
didapatkan informasi bahwa pemberdayaan TOGA di Dusun Kedui sudah pernah
dilakukan, dan sudah berjalan namun penanaman TOGA tidak dilaksanakan secara
merata. Selain itu pengetahuan warga tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga
sangatlah rendah sehingga warga tidak dapat menggunakan TOGA sebagai bahan
obat alami dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi tersebut muncul pemikiran
untuk mengembangkan keberadaan pelestarian TOGA di Dusun Kedui dengan cara
mengadakan penanaman kembali tanaman obat yang mungkin ada di sekitar desa.
Dengan adanya penanaman tanaman obat keluarga ini diharapkan dapat dijadikan
sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anggota PKK mengenai
berbagai jenis tanaman obat yang ada di sekitar lingkungan desa dan kegunaan
tanaman obat sehingga bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai obat alami keluarga
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu diharapkan juga warga mengetahui cara
penanaman dan perawatan dari masing-masing tanaman obat keluarga sehingga
tanaman tersebut tetap lestari. Dan pada saat kami melakukan screening kesehatan
sebanyak 15 lansia mengidap Hipertensi dan 3 lansia mengidap Diabetes Melitus, dan
3 orang lansia mengalami HT+DM.
Berdasarkan uraian diatas, maka penanaman tanaman obat keluarga (TOGA)
di lingkungan Dusun Kedui Tembuku Bangli perlu dilakukan sebagai salah satu
alternatif upaya untuk meningkatkan pengetahuan anggota PKK tentang tanaman obat
keluarga (TOGA).

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Banjar Kedui Desa Tembuku.
2. Tujuan Khusus
a. Menyelenggarakan kegiatan penanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) di
sekitar lingkungan Banjar Kedui Desa Tembuku.
b. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat Toga (Tanaman
Obat Keluarga) di Banjar Kedui Desa Tembuku.
c. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengobatan keluarga dengan
memanfaatkan tanaman obat keluarga (Toga)
C. WAKTU DAN TEMPAT
1. Kegiatan penanaman Toga akan dilaksanakan pada
a. Hari/Tanggal : Kamis, 21 Juni 2018
b. Pukul : 16.00 Wita
2. Tempat
Kegiatan penanaman Toga akan dilaksanakan di Lingkungan Banjar Kedui Desa
Tembuku, Bangli.

D. SUSUNAN ACARA
a. Setting waktu
No Waktu Kegiatan

1 16.30 a. Masyarakat dan Mahasiswa berkumpul di Balai Banjar


Kedui, Desa Tembuku
16.45 b. Pengarahan Ketua Panitia
17.00- c. Penanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga)
selesai

b. Setting tempat

Keterangan:
: Lingkungan Br. Kedui
: Mahasiswa
: Masyarakat Br. Kedui
E. SASARAN
Masyarakat Banjar Kedui, Desa Tembuku, Bangli
F. ALAT DAN MEDIA
Alat dan media yang digunakan dalam kegiatan penanaman toga ini antara lain :
1. Toga (Tanaman Obat Keluarga)

G. RENCANA ANGGARAN
No Nama Barang Jumlah Harga (RP) Total (Rp)
1 Tanaman Obat 25 10.000 250.000
Jumlah 250.000

H. RENCANA EVALUASI
1. Struktur
a. Kepanitiaan dibentuk 7 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
b. Praplanning sudah disiapkan 7 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
c. Alat/media sudah disiapkan 2 hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
d. Surat-surat kepada undangan sudah dikirim 2 hari sebelum pelaksanaan
kegiatan
2. Proses
a. Penanaman Toga di lingkungan Banjar Kedui Desa Tembuku berjalan lancar
dan berlangsung tepat waktu.
b. Sasaran yang hadir 80% dari total peserta yang diharapkan hadir dan
mengikuti kegiatan sampai selesai.
3. Hambatan
a. Cuaca tidak mendukung dikarenakan hujan sejak pagi.
b. Sebagian besar masyarakat Desa Kedui masih berada di ladang
4. Hasil
a. Penanaman Toga sudah dilaksanakan dan diterima oleh masyarakat
b. Masyarakat sangat tertarik untuk menanam Toga
c. Penaman Toga dapat bermanfaat bagi masyarakat