Anda di halaman 1dari 26

PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA

KELAS XI
KD 3.11 HIDROLISIS GARAM

Oleh

Nama Peserta : 1. Syamsinar


2. Titi Dewi Jayati Telaumbanua

PPG UNIMED
TAHUN 2019
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 1 BLANGPEGAYON


Mata pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/ 2
Materi Pokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial : Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya
sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta
didik.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural padabidang kajianyang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektifdan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAM


3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam
larutan garam dan menghubungkanpH- basa berbagai larutan garam
nya
IPK pengetahuan IPK Keterampilan
3.11.1 Menjelaskan Pengertian Hidrolisis
KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAM
3.11.2 Mendeskrifsikan Hidrolisis Garam dari 4.11.1 Merancang dan melakukan percobaan
Asam lemah dan Basa Kuat untuk memprediksi pH larutan garam
3.11.3 Mendeskrifsikan Hidrolisis Garam dari dengan menggunakan kertas
Asam Kuat dan Basa Lemah lakmus/indikator universal/pH meter dan
3.11.4 Mendeskrifsikan Hidrolisis Garam dari melaporkan hasilnya.
Asam Lemah dan Basa Lemah 4.11.2 Menuliskan reaksi kesetimbangan ion
3.11.5 Menjelaskan Reaksi pelarutan garam dalam larutan garam
3.11.6 Menjelaskan Garam yang bersifat netral 4.11.3 Menentukan pH larutan garam
3.11.7 Menjelaskan Garam yang bersifat asam
3.11.8 Menjelaskan Garam yang bersifat basa

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran inquiry dengan menggali informasi dari berbagai sumber belajar,
penyelidikan sederhana tentang sifat asam basa berbagai larutan garam dan mengolah
informasi, diharapkan peserta didik terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung,
memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggung jawab dalam
menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat
menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan menghubungkan pH-nya

D. Materi Pembelajaran
Hidrolisis Garam
FAKTA
 Adanya garam-garam yang bersifat asam-basa dan netral
KONSEP
 Hidrolisis garam adalah perisriwa penguraian air oleh ion-ion garam
 Garam yang dapat mengalami hidrolisis adalah garam yang berasal dari asam kuat-
basa lemah, asam lemah-basa kuat dan asam lemah –basa lemah
 Garam dari asam kuat-basa lemah dan asam lemah basa kuat mengalami hidrolisi
sebagian sementara garam dari asam lemah basa lemah mengalami hidrolisi total
Contoh reaksi hidrolisi garam CH3COONa
CH3COOH + H2O CH3COOH + OH-
PRINSIP

1. Pengertian hidrolisis garam


Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Hidrolisis
adalah reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air. Garam adalah
senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai
elektrolit, garam akan terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion. Kation
yang dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki oleh
garam adalah anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah yang nantinya
akan menentukan sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.
Reaksi hidrolisis merupakan reaksi—–kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari
garam itu mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan. Tetapan
kesetimbangan dan reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan dinyatakan dengan
lambang Kh.

1. Garam dari asam kuat dan basa kuat

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga
larutannya bersifat netral (pH = 7 ).

2. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu
hidrolisis anion.

atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Ka = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

3. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis
sebagian karena salah satu komponen garam (kation basa lemah) mengalami hidrolisis
menghasilkan ion H+ maka pH < 7 sehingga larutan garam bersifat asam.
Rumus:
Atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Kb = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

4. Garam dari asam lemah dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis total.
Karena kedua komponen garam (anion asam lemah dan kation basa lemah) terhidrolisis
menghasilkan ion H+ dan ion OH– sehingga harga pH larutan ini tergantung harga Ka dan
Kb.
Rumus:

Berdasarkan rumus di atas maka harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah
dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan, tetapi
tergantung pada harga Ka dan Kb dari asam dan basa pembentuknya.
􀁸 Jika Ka = Kb maka larutan akan bersifat netral (pH = 7)
􀁸 Jika Ka > Kb maka larutan akan bersifat asam (pH < 7)
􀁸 Jika Ka <Kb maka larutan akan bersifat basa (pH > 7)

2. Jenis garam
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak akan bereaksi
dengan air karena ion-ion yang dilepaskan akan segera terionisasi kembali secara sempurna.
Contoh: NaCl,
Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl– menurut reaksi berikut:
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl– (aq)
Pelarutan garam ini sama sekali tidak akan mengubah jumlah [H +] dan [OH–] dalam air,
sehingga larutannya bersifat netral (pH=7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air.

b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah


Garam jenis ini jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa
lemah. Kation tersebut akan bereaksi dengan air dan mengasilkan ion H+.
Contoh:
NH4Cl (aq)  NH4+ (aq) + Cl– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Adanya ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan konsentrasi
ion H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH –, sehingga larutan akan bersifat
asam (pH < 7). Dengan demikian, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat asam.

c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat jika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air inilah
menghasilkan ion OH–.
Contoh:
CH3COONa (aq)  CH3COO– (aq) + Na+ (aq)

Ion CH3COO– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:


CH3COO– (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH– (aq)
Adanya ion OH- mengakibatkan konsentrasi ion OH- lebih banyak daripada ion H+ sehingga
larutan bersifat basa (pH > 7). Jadi, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat basa.

d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah jika dilarutkan ke dalam air akan
terionisasi, dan kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air.
Contoh: NH4CN
NH4CN (aq)  NH4+ (aq) + CN– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Ion CN– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
CN– (aq) + H2O (l) ↔ HCN (aq) + OH– (aq)
Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H + dan ion OH-, maka sifat
larutannya ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi tersebut. Hidrolisis
pada garam ini disebut dengan hidrolisi total karena kedua ion garam mengalami reaksi
hidrolisis. Sifat larutan ditentukan oleh harga Ka dan Kb. Jika Ka > Kb, maka larutan bersifat
asam, jika Ka < Kb, maka larutan bersifat basa.

PROSEDUR

E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : saintifik
Metode : eksperimen, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan
Model : inquiry

F. Media Pembelajaran
Media/Alat : Papan Tulis/White Board, gelas kimia.
Bahan : Kertas lakmus merah, lakmus biru, garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3),
obat maag (MgCO3), (NH4)2SO4, CH3COONa.

G. SumberBelajar
1. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Penerbit Erlangga, Tahun 2013.
2. Buku Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, A.Haris Watoni, Yrama Widya, Tahun 2016
3. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
4. https://materi78.files.wordpress.com/2013/06/hdrli_kim3_3.pdf

H. Kegiatan Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Waktu
Pendahuluan  Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai (PPK 5 menit
religius)
 Cek kehadiran peserta didik
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan
memperlihatkan garam dapur, obat maag, soda kue dan
menanyakan apakah garam tersebut bersifat asam, basa atau
netral.
 Guru menyampaikan manfaat mempelajari hidrolisis garam
 Apersepsi tentang jenis-jenis asam, basa, reaksi pembentukan
garam
 Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
 Guru menyampaikan garis besar kegiatan yang akan dilakukan
 Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
(PPK: rasa ingin tahu, komunikatif, sopan santun)
Inti Stimulation (memberi stimulus) 75 menit
 Peserta didik duduk dalam enam kelompok, tiap-tiap kelompok
terdiri dari lima orang
 Setiap peserta didik di dalam setiap kelompok mendapat nomor
dari 1-5.
 Masing-masing kelompok diberikan larutan garam yang akan
ditentukan sifatnya melalui percobaan.
 Peserta didik mendengarkan penjelasan pelajaran secara garis
besar
 Setiap kelompok dibagikan LKPD tentang cara menentukan sifat
larutan garam
 Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang eksperimen
yang akan dilakukan dan cara pengisian LKPD
(PPK: rasa ingin tahu)

Problem Statement (mengidentifikasi masalah)


Peserta didik menentukan cara untuk mengidentifikasi sifat larutan
garam yang diberikan guru, apakah garam-garam tersebut bersifat
asam, basa, atau netral.
(critical thinking, hots,memprediksi, mengidentifikasi)

Data Collecting (mengumpulkan data);


 Peserta didik merancang percobaan penentuan sifat garam. (ppk
bekerjasama) (critical thinking, hots)
 Peserta didik melakukan percobaan penentuan sifat garam sesuai
dengan prosedur yang telah dirancang. Collaboration, Critical
Thinking, Creativity, HOTS dan Literasi (mengidentifikasi,
membuat informasi dan membuat keterkaitan)

 Peserta didik secara berkelompok melakukan percobaan


penentuan sifat garam sesuai dengan lembar kerja. (secara
cermat, teliti, sebagai ungkapan rasa ingin tahu)
Data Processing (mengolah data);
 Peserta didik secara berkelompok menganalisis data hasil
percobaan dan membaca buku untuk menjawab pertanyaan yang
tersedia dalam LKPD. (Mengidentifikasi, membuat informasi
dan membuat keterkaitan)
 Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD
(mengkomunikasi)
 Peserta didik mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dan
guru memantau jalannya diskusi dan membimbing peserta didik
dalam menyelesaikan LKPD nya. Critical Thinking, HOTS, dan
literasi (identifikasi informasi, konfirmasi dan merevisi)

 Masing-masing kelompok menuliskan hasil kerja kelompoknya


pada kertas karton yang telah disediakan guru.

Verification (memverifikasi);
 Peserta didik yang dipanggil nomornya oleh guru pada masing-
masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
 Anggota kelompok lain memperhatikan hasil pemaparan
kelompok yang mempresentasikan hasil kerjanya dan
membandingkan dengan hasil kerja kelompoknya.
 Anggota kelompok lain yang nomornya dipanggil oleh guru
diminta untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap
hasil pemaparan kelompok.
 Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan kelompok)
dalam kelas saat berdiskusi, merancang/melakukan penyelidikan
sederhana maupun presentasi berlangsung.

Generalization (menyimpulkan);
 Secara klasikal peserta didik menyepakati hasil pengembangan
materi dari kelompok untuk menjadi kesimpulan utuh (secara
demokratis).
 Peserta didik mendapat tambahan informasi dari guru sebagai
penguatan atas kesimpulannya.
Penutup  Peserta didik mendapat bimbingan dari guru untuk 10 menit
menyimpulkan tentang penentuan jenis garam yang mengalami
hidrolisis.
 Peserta didik melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan
dari guru berkaitan dengan penentuan jenis garam yang
mengalami hidrolisis.
 Peserta didik diberi tugas kelompok untuk membuat laporan
percobaan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis.
 Peserta didik mendengarkan penjelasan dari guru tentang
rencana pembelajaran selanjutnya: menghitung pH larutan garam

I. Penilaian

1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : TesTertulis, penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik, Portofolio

2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir)

4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau
tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis
kembali.
5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan
sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n (ketuntasan)  n  n (maksimum) diberikan materi masih dalam
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siswa yang mencapai nilai n  n(maksimum ) diberikan materi melebihi cakupan KD
dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

URAIAN MATERI
HIDROLISIS GARAM
1. Pengertian hidrolisis garam
Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Hidrolisis
adalah reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air. Garam adalah
senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai
elektrolit, garam akan terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion. Kation yang
dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki oleh garam adalah
anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah yang nantinya akan menentukan
sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.

2. Jenis garam
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak akan bereaksi
dengan air karena ion-ion yang dilepaskan akan segera terionisasi kembali secara sempurna.
Contoh: NaCl,
Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl– menurut reaksi berikut:
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl– (aq)
Pelarutan garam ini sama sekali tidak akan mengubah jumlah [H +] dan [OH–] dalam air, sehingga
larutannya bersifat netral (pH=7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa garam yang berasal
dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air.

b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah


Garam jenis ini jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah.
Kation tersebut akan bereaksi dengan air dan mengasilkan ion H+.
Contoh:
NH4Cl (aq)  NH4+ (aq) + Cl– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Adanya ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan konsentrasi ion
H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH –, sehingga larutan akan bersifat asam
(pH < 7). Dengan demikian, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami
hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat asam.

c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan
anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air inilah menghasilkan ion
OH–.
Contoh:
CH3COONa (aq)  CH3COO– (aq) + Na+ (aq)

Ion CH3COO– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:


CH3COO– (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH– (aq)
Adanya ion OH- mengakibatkan konsentrasi ion OH- lebih banyak daripada ion H+ sehingga
larutan bersifat basa (pH > 7). Jadi, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami
hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat basa.

d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah


Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah jika dilarutkan ke dalam air akan terionisasi,
dan kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air.
Contoh: NH4CN
NH4CN (aq)  NH4+ (aq) + CN– (aq)
Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq)
Ion CN– bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:
CN– (aq) + H2O (l) ↔ HCN (aq) + OH– (aq)
Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H+ dan ion OH-, maka sifat larutannya
ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan dari kedua reaksi tersebut. Hidrolisis pada garam ini
disebut dengan hidrolisi total karena kedua ion garam mengalami reaksi hidrolisis. Sifat larutan
ditentukan oleh harga Ka dan Kb. Jika Ka > Kb, maka larutan bersifat asam, jika Ka < Kb, maka
larutan bersifat basa.

3.Tetapan Hidrolisis ( Kh)


Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sebagian kecil dari garam itu
mengalami hidrolisis, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan. Tetapan kesetimbangan dan reaksi
hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan dinyatakan dengan lambang Kh.

3. Garam dari asam kuat dan basa kuat

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga
larutannya bersifat netral (pH = 7 ).

4. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis parsial, yaitu
hidrolisis anion.

atau

Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Ka = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

3. Garam dari asam kuat dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis sebagian
karena salah satu komponen garam (kation basa lemah) mengalami hidrolisis menghasilkan
ion H+ maka pH < 7 sehingga larutan garam bersifat asam.
Rumus:

Atau
Keterangan:
Kh = konstanta hidrolisis
Kw = konstanta air
Kb = konstanta asam
[G] = konsentrasi garam

4. Garam dari asam lemah dan basa lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis total.
Karena kedua komponen garam (anion asam lemah dan kation basa lemah) terhidrolisis
menghasilkan ion H+ dan ion OH– sehingga harga pH larutan ini tergantung harga Ka dan Kb.
Rumus:

Berdasarkan rumus di atas maka harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan
basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan, tetapi tergantung
pada harga Ka dan Kb dari asam dan basa pembentuknya.
􀁸 Jika Ka = Kb maka larutan akan bersifat netral (pH = 7)
􀁸 Jika Ka > Kb maka larutan akan bersifat asam (pH < 7)
􀁸 Jika Ka <Kb maka larutan akan bersifat basa (pH > 7)
Penilaian

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP (JURNAL)

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : X1 / Semester 2
Mata Pelajaran : Kimia

N KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK


WAKTU NAMA
O PERILAKU SIKAP NEG LANJUT

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
N KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK
WAKTU NAMA
O PERILAKU SIKAP NEG LANJUT

14
15
16
17
18
19
20

INSTRUMEN PENUGASAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Mata Pelajaran : Kimia

Kelas : XI

Kompetensi dasar : 4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan
garam.
Buatlah tugas dalam bentuk laporan kelompok yang memuat tentang:
Materi : Hidrolisis Garam
1. Judul dan tanggal percobaan
2. Tinjauan pustaka
3. Alat dan bahan percobaan
4. Prosedur kerja percobaan
Tugas:
5. Hasil pengamatan
a. Sebelum percobaan
b. Sesudah percobaan
6. Pembahasan
7. Kesimpulan
8. Daftar pustaka
Rubrik Penilaian

Nama peserta didik/kelompok : …………………………………………………


Kelas : ………………………………………………….
Tanggal Pengumpulan : .............................................................................
No Kategori Skor Alasan
1. 1. Apakah tugas dikerjakan lengkap dan
sesuai dengan tanggal pengumpulan
yang telah disepakati?
2. 3. Apakah terdapat daftar pustaka
sumber infomasi dalam penyelesaian
tugas yang dikerjakan?
3. Apakah terdapat gambar / tabel dibuat
yang menarik sesuai dengan konsep?
4. Apakah bahasa yang digunakan untuk
menginterpretasikan
5. Apakah laporan yang dikerjakan
sesuai dengan konsep yang telah
dipelajari?
6. Apakah dibuat kesimpulan?
Jumlah

Kriteria:
5 = sangatbaik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangatkurang
INSTRUMEN TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XI
Kompetensi dasar : 3.11 Menganalisis kesetimbangan ion dalam larutan garam dan
menghubungkan pH-nya
4.11 Melaporkan percobaan tentang sifat asam basa berbagai larutan garam.
Materi : Hidrolisis Garam

Soal:

1. Tentukan asam dan basa pembentuk dari garam


berikut:
a. Na3PO4
b. MgCl2

2. Tuliskan reaksi hidrolisis larutan garam berikut:


a. CuSO4
b. CH3COONa

3. Suatu larutan garam dapat bersifat asam, basa, atau netral. Jelaskan dengan reaksi yang
menunjukkan sifat larutan garam berikut, apakah bersifat asam, basa, atau netral
a. Pb(NO3)2
b. (NH4)2CO3
c. KCN
d. MgSO4
Pedoman pensekoran :

Alternatif Penyelesaian skor


1. a. Na3PO4 berasal dari basa kuat NaOH 1
dan asam lemah H3PO4 1
b. MgCl2 berasal dari basa kuat Mg(OH)2 dan asam kuat HCl

2. a. Reaksi hidrolisis larutan garam CuSO4


CuSO4 (aq) Cu2+ (aq) + SO42- (aq) 2
Cu (aq) + H2O (l) ↔ Cu(OH)2 (aq) + H+ (aq)
2+

b. Reaksi hidrolisis garam CH3COONa


CH3COONa (aq) CH3COO- (aq) + Na+ (aq)
CH3COO- (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH- (aq)
2

3. a. Pb(NO3)2 (aq) Pb2+ (aq) + NO3- (aq)

Pb2+ (aq) + H2O (l) ↔ Pb(OH)2 (aq) + H+ (aq)


2
Larutan garam ini bersifat asam karena adanya ion H+ yang dihasilkan dari
reaksi mengakibatkan konsentrasi ion H+ bertambah sehingga larutan bersifat
asam
b. (NH4)2CO3 (aq) NH4+ (aq) + CO32- (aq)

NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH4OH (aq) + H+ (aq) 2

CO32- (aq) + H2O (l) ↔ H2CO3 (aq) + OH- (aq)


Karena dari kedua reaksi diatas masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion
OH-, maka sifat larutan garam ditentukan oleh nilai Ka dan Kb

c. KCN (aq) K+ (aq) + CN- (aq)


CN (aq) + H2O (l) ↔ HCN (aq) + OH- (aq)
-
2
-
Larutan garam ini bersifat basa karena adanya ion OH yang dihasilkan dari
reaksi mengakibatkan konsentrasi ion OH- bertambah sehingga larutan bersifat
basa

d.MgSO4 (aq) Mg2+ (aq) + SO42- (aq)

Ion Mg2+ dan ion SO42- di dalam larutan tidak mengalami reaksi dengan air, jika 2
dianggap bereaksi dengan air, maka ion Mg2+ akan menghasilkan Mg(OH)2 yang
akan segera terionisasi menjadi ion Mg2+. Demikian pula jika ion SO42- dianggap
bereaksi dengan air maka ion SO42- akan menghasilkan H2SO4 yang akan segera
terionisasi menjadi ion SO42-. Oleh karena itu, konsentrasi ion H+ dan OH- tidak
terganggu sehingga larutan garam ini bersifat netral

Total skor 14

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri1 Blangpegayon


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : XI / Semester II
Mata Pelajaran : Kimia

Kelengkapan Penulisan Kemampuan


No Nama Siswa Total Nilai
Materi Materi Presentasi
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor Akhir

1
2

10

11

12

PEDOMAN PENSKORAN:

SKOR
NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI
MAKS
 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan
Daftar Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi 4
 Menuliskan rumusan masalah
 Dilengkapi gambar / hal yang menarik
1 Kelengkapan Materi
yang sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Materi dibuat dalam bentuk laporan
 Tulisan terbaca dengan jelas
 Isi materi ringkas dan berbobot 4
 Bahasa yang digunakan sesuai dengan
2 Penulisan Materi materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Percaya diri, antusias dan bahasa yang
lugas
 Seluruh anggota berperan serta aktif 4
 Dapat mengemukanan ide dan

3 Kemampuan presentasi berargumentasi dengan baik


 Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1

SKOR MAKSIMAL 12

Rubrik Penilaian Percobaan


Nama peserta didik/kelompok : …………………………………………………
Kelas : ………………………………………………….
Tanggal Percobaan : ………………………………………………….

ASPEK SKOR
NO KRITERIA YANG DINILAI
MAKS

 Tidak membuat rancangan percobaan (skor 1)


 Membuat rancangan percobaan, tetapi salah (skor 2)
 Membuat rancangan percobaan tetapi masih belum
1. Rancangan Percobaan 4
tepat (skor 3)
 Membuat rancangan percobaan dengan baik dan benar
sesuai dengan tujuan percobaan (skor 4)
Kelengkapan alat dan  Tidak membawa alat dan bahan (skor 1)
2  Alat dan bahan yang dibawa kurang lengkap (skor 2) 3
bahan  Alat dan bahan yang dibawa lengkap (skor 3)
 Mengambil zat dan bahan tidak rapi dan tidak sesuai
kebutuhan (skor 1)
Penggunaan zat dan  Mengambil zat dan bahan kurang rapi tapi sesuai 3
3
bahan kebutuhan (skor 2)
 Mengambil zat dan bahan dengan rapi dan sesuai
kebutuhan (skor 3)
 Tidak fokus dan pasif (skor 1)
 Kurang memfokuskan perhatian pada praktikum dan
Pengamatan selama
4 pasif (skor 2) 3
praktikum  Memfokuskan perhatian pada praktikum dan aktif (skor
3)
 Kesimpulan sesuai dengan tujuan, singkat, dan logis
(skor 5).
 Kesimpulan sesuai dengan tujuan, singkat, namun

Menyimpulkan hasil terdapat penjelasan yang tidak logis (skor 4).


5  Kesimpulan sesuai dengan tujuan, singkat, dan logis 5
percobaan
(skor 3).
 Terdapat kesimpulan yang tidak sesuai dengan tujuan
dan terlalu panjang (skor 2).
 Kesimpulan tidak sesuai dengan tujuan (skor 1).
SKOR MAKSIMAL 18