Anda di halaman 1dari 16

KEBPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II

COOLER BLANKET DAN WARMER BLANKET

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 7

..

1. AYU NANDA ELISKI (P07120117007)


2. FITRIA SEPTIANA (P07120117015)
3. HAMZAN WADI (P07120117018)
4. LALE DWI KARTIKA. P (P07120117026)
5. MUHAMMAD AZMI (P07120117034)
6. ZULKARNAEN (P07120117047)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES MATARAM
DIII KEPERAWATAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat yang dicurahkan-
Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat waktu yang
berjudul “PEMBERIAL COLLER BLANKET DAN WARMER BLANKET ”. Terima
kasih kepada dosen pembimbing, teman-teman, dan juga orang tua, atas dorongan yang
telah diberikan kepada penyusun sehingga makalah ini dapat terbentuk.

Makalah ini juga tidak luput dari kekurangan dan kekeliruan yang disebabkan oleh
keterbatasan kemampuan dan literatur yang sangat kurang yang ada pada penyusun,
kepada dosen penyusun mohon maaf. Kami menyadari sepenuhnya askep ini masih
jauh dari sempurna, segala sumbang saran, gagasan, pemikiran dan koreksi dari semua
pihak yang dapat memperkaya, menambah kelengkapan tulisan ini sangat kami
harapkan.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi penulis
sendiri, dan dapat berguna dimasa yang akan datang.

Mataram, 18 Maret 2019

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul

2
Kata Pengantar ………………………………………………………………………. 1

Daftar Isi ………………………………………………………………………………2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang …………………………………………………………….……… 3

B. Tujuan …………………………………………………………………………….. 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi fisiologi sistem pencernaan ……………………………………………..4

B. Defenisi Gastroenteritis ………………….……………………………….………8

C. Klasifikasi …………………………………………………………………….…..9

D. Etiologi ………………………………..………………………………………….9

E. Patofisiologi …………….………………………………………………..……… 10

F. Manifestasi Klinis ……………..……………………………..…………………..11

G. Tanda dan gejala………………………………………………………………….12

H. Pemeriksaan Fisik dan diagnostik………………………………………….……. 12

I. Penatalaksanaan Medis & Keperawatan ……………………………….………,..1

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan …………………………………………………………………….23

B. Saran
…………………………………………………………………………….23

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………...
….24

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

4
BAB II

PEMBAHASAN

1. PEMBERIAN COOLER BLANKET


1. Definisi
Pemberian tindakan keperawatan cooler blanket Sering kali digunakan untuk
meredakan perdarahan dengan cara mengkonstriksi pembuluh darah,
meredakan inflamasi dengan vasokontriksi, dan meredakan nyeri dengan
memperlambat kecepatan konduksi saraf, menyebabkan mati rasa, dan bekerja
sebagai counterirritant.
2. Tujuan
1) Membantu menurunkan suhu tubuh
2) Mengurangi rasa sakit atau nyeri
3) Membantu mengurangi perdarahan
4) Membatasi peradangan
3. Indikasi
1) Pasien yang suhunya tinggi
2) Pasien perdarahan hebat
3) Pasien yang kesakitan
4. Kontraindikasi
1) Luka bakar dengan meningkatkan kerusakan jaringan karena mengurangi
aliran keluka terbuka
2) Gangguan sirkulasi dingin dapat menggangggu nutrisi jaringan lebih lanjut
dan menyebabkan kerusakan jaringan
3) Alergi atau hipersensivitas terhadap dingin, beberapa klien memiliki alergi
terhadap dingin yang dimanifestasikan dengan repon inflamasi (misalnya :
eritema, bengkak, nyeri sendi, dan kadang – kadang spasme otot), yang
dapat membahayakan jika orang tersebut hipersensitif.
5. Persiapan alat
1) Alat
a) Bengkok

5
b) Kantong es
c) Sarung pelindung
2) Bahan
a) Potongan es secukupnya dalam wadah
b) Kassa gulung
c) Plester
d) Larutan klorin 0,5 %
3) Perlengkapan
a) Baki dan alas
b) Perlak kecil atau handuk kecil dan alas
c) Tempat cuci tangan
d) Sarung tangan
e) Alat tulis dan buku catatan
f) Tempat sampah basah tempat sampah kering baskom
6. Persiapan pasien
1) Menjelasakan prosedur yang akan dilakukan
2) Menjaga privasi klien
7. Prosedur kerja cooler blanket

No. Tindakan Skor

A Tahap Prainteraksi 0 1 2
Kaji :
a) Kemampuan klien untuk mengenali kapan
rasa dapat menyebabkan cedera.
b) Kaji apakah klien menyadari rasa dingin untuk
jaringan tubuh.
c) Tingkat kesadaran dan kondisi fisik umum
klien. Klien yang sangat muda, sangat tua,
tidak sadar, atau yang lemah dapat menoleransi
dingin dengan baik.

6
d) Area yang di berikan selimut dingin dengan
adanya udema, memar, kemerahan , lesi
terbuka, adanya rabas, dan perdarahan. Status
sirkulasi (warna,suhu,dan sensasi). Jaringan
yang terasa dingin, berwarna pucat atau
kebiruan, dan kurangnya sensasi atau mati rasa
mengidentifikasikan kerusakan sirkulasi.
e) Tingkat ke tidak nyamanan dan rentang
pergerakan sendi jika spasme otot atau nyeri
sedang di berikan selimut dingin.
f) Denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah.
Faktor ini penting di kaji sebelum kompres di
berikan pada area tubuh yang luas.
B Tahap Orientasi
a) Mengucapakan salam, memperkenalkan diri
dan menjelaskan prosedur yang akan di
lakukan.
b) Berikan kesempatan pasien untuk bertanya.
c) Ajak pasien berdoa bersama sebelum
melakukan tindakan dengan membaca do’a
sesuai keyakinan dan agama klien masing-
masing.

C Tahap kerja
a) Meyiapkan alat dan bahan
1) Sebelum di masukkan kedalam kantong es,
potongan es di celupkan dulu ke dalam air
untuk menghilangkan ujung – ujungnya
yang runcing.
2) Kemudian isi alat dengan keping es

7
sebanyak stengah hingga dua pertiga
kantong.
3) Keluarkan udara yang berlebihan dengan
menekuk atau memelintir alat.
4) Pasang tutup kantong atau kolar es dengan
kuat, atau buat sebuah simpul pada sarung
tangan di bagian ujung yang terbuka. Hal ini
dilakukan untuk mencegah kebocoran
cairan jika es meleleh.
5) Pertahankan alat tersebut pada tempatnya
dengan menggunakan kasa gulung,
pengikat, atau handuk, fiksasi dengan
plester sesuai kebutuhan.
b) Mencuci tangan dibawah air mengalir
c) Memasang perlak dan alasnya
d) Mendekatkan alat dan bahan
e) Memakai sarung tangan
f) Memasang kompres pada bagian tubuh yang
memerlukan dan hanya pada jangka waktu
yang telah ditentukan guna menghindari efek
uang membahayakan daro kompres dingin
yang berkepanjangan
g) Membereskan alat – alat.
h) Merendam sarung tangan dalam larutan klorin
i) Mencuci tangan
D Tahap Terminasi
a) Evaluasi :
1) Mengevaluasi respon klien terhadap
tindakan yang telah dilakukan
2) Mengevaluasi kenyamanan pasien setelah
dilakuka tindakan selimut dingin / cooler

8
blanket
b) Dokumentasi :
1) Mencatat respon klien terhadap pemindahan
yang telah dilakukan
2) Mencatat kenyamanan posisi pasiensetelah
dilakukan pemberian selimut pendingin /
cooler blanket.

2. PEMBERIAN WARMER BLANKET


1. Definisi warmer blanket
warmer blanket / selimut penghangat adalah sistem sekaligus tahan lama dan
terjangkau dirancang untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan bagi
mereka yang sakit, memulihkan, atau terluka. Hal ini sering dipergunakan oleh
para profesional dalam perawatan jangka panjang. Selimut ini portable, tahan
lama, dipasanag ke sop kontak 110 V , tidak menimbulkan bahaya listrik.

2. Manfaat
Ketika pasien tidak dapat menghasilkan cukup panas metabolik untuk
menghangatkan diri maka selimut mungkin hanya apa yang mereka butuhkan.
Pasien dingin akan lebih hangat dengan selimut bahkan meskipun efek termal
sebenarnya warmed blanket berlangsung tidak lebih dari 10 menit. Jelas, selimut
tidak mengalihkan signifikan-panas kepada pasien. Manusia sensitive untuk

9
perpindahan panas melalui kulit, serta suhu, yang dapat menjelaskan com-
forting efek selimut hangat. Dan selimut hangat menghindari ketidaknyamanan
kehilangan panas yang disebabkan ketika seorang pasien dibungkus dengan
selimut dingin dari kulit mereka. Warmer blanket juga bermanfaat dalam
mengelola trauma klien, Northern Territory konteks remote Kesehatan umumnya
tidak menunjukkan bahwa kehangatan tambahan akan menjadi pertimbangan
penting dalam manajemen klinis.

3. Tujuan
1) Membantu mngembalikan suhu tubuh normal
2) Menghangatkan pasien
4. Indikasi
1) Pada pasien yang mengalami penurunan suhu tubuh tubuh inti 28º c.
2) Kerentangan jantung untuk mengalami fibrilasi pada suhu
5. Kontaindikasi
1. Pasien < 18 tahun

2. Digunakan dalam operasi aeromedical (evakuasi di udara dalam dunia


penerbangan)

6. Persiapan pasien

1) Menjelasakan prosedur yang akan dilakukan


2) Menjaga privasi klien

7. Prosedur active warming blanket

1. Buka kemasan dengan merobek pre-cut yang terletak di pojok kiri atas
kemasan

10
2. Pindahkan selimut dari kemasan yang lama dan yang tidak tahan air.

3. Buka dan
lengkapi kembali selimut yang sudah terbuka atau yang sudah terbuka
segelnya.

4. Pakaikan selimut pada pasien dengan alasnya.

11
5. Yang harus di pertimbangkan adalah buka penghalang selimut yang
berbahan katun yang tertulis “ penghangat ringan “ untuk tambahan.

6. Kontrol tanda-tanda merah pada pasien sampai pembukaan.

Cara Manual

a. persiapan alat
1) selimut 2 lembar
2) termometer
3) tempat tidur
4) tempat cuci tangan
5) sarung tangan
b. Persiapan Pasien
3) Menjelasakan prosedur yang akan dilakukan
4) Menjaga privasi klien

12
c. Prosedur Kerja warmer blanket

No. Tindakan Skor

A Tahap Prainteraksi 0 1 2

Kaji :
a. Kemampuan klien untuk mengenali kapan rasa
dapat menyebabkan cedera. Kaji apakah klien
menyadari rasa panas untuk jaringan tubuh.
b. Tingkat kesadaran dan kondisi fisik umum
klien. Klien yang sangat muda, sangat tua,
tidak sadar, atau yang lemah dapat menoleransi
dingin dengan baik.
c. Tingkat ke tidak nyamanan dan rentang
pergerakan sendi jika spasme otot atau nyeri
d. Denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah.
Faktor ini penting di kaji sebelum tindakan di
berikan pada area tubuh yang luas.
B Tahap Orientasi
a) Mengucapakan salam,
memperkenalkan diri dan menjelaskan
prosedur yang akan di lakukan.
b) Berikan kesempatan pasien untuk bertanya.
c) Ajak pasien berdoa bersama sebelum
melakukan tindakan dengan membaca do’a
sesuai keyakinan dan agama klien masing-
masing.
C Tahap kerja
a) Cuci tangan
b) Menganjurkan pasien untuk berbaring
c) Memeriksa tanda- tanda vital
d) Kemudian Balik pasien kearah perawat

13
e) Kemudian letakkan selimut ditempat tidur lalu
balik kembali pasien dan ratakan selimut di
tempat tidur.
f) Kemudian letakkan selimut diatas pasien.
g) Pantau asupan cairan untuk melihat perubahan
pada kulit dan bibir
h) Merubah posisi pasien setiap 30 menit
i) Pantau tanda-tanda vital dan aktivitas
neurologis setiap 5 menit sampai suhu tubuh
yang di stabil / normal.
D Tahap Terminasi
a) Evaluasi :
1) Mengevaluasi respon klien terhadap
tindakan yang telah dilakukan
2) Mengevaluasi kenyamanan pasien setelah
dilakukan tindakan selimut hangat /
warmer blanket
b) Dokumentasi :
3) Mencatat respon klien terhadap
pemindahan yang telah dilakukan
4) Mencatat kenyamanan posisi pasien
setelah dilakukan pemberian selimut
hangat/ warmer blanket.

BAB III

PENUTUP

14
A. Kesimpulan
Cooler blanket adalah salah satu tindakan yang bertujuan untuk menurunkan
suhu tubuh bapa pasin dengan menggunakan es batu , sedangkan warmer blanket
adalah salah satu selimut yang digunakan untuk menghangatkan tubuh pasien
ketika mengalami hipotermi. Cara kerja slimut listrik ini adalah dengan
menggunakan kawat terisolasi /pemanas elemen yg dimasukkan kedalam kain
yg akan menjadi hangat.
Perlu diperhatikan, selimut panas dapat menyebabkan kasus kebakaran ,dan luka
bakar pada pasien yang tidak dapat merasakan panas. Penggunaan jangka
panjang dapat mengurangi kesuburan.

DAFTAR PUSTAKA

Cristopher kingfrod M. Hesinettig,2010 Textbook & pediactric emergency procedures. .


philadelphia, baltimore, new york, london, buenos aries, hongkong, sidney,
tokyo: A wolters kluwer.

15
Lippincoot & William Willkins, 2001. Nurse’s 5 minute clinical consult procedures.
philadelphia, baltimore, new york, london, buenos aries, hongkong, sidney,
tokyo: A wolters kluwer.

Ladyrose:MEMASANG COOLER BLANKEThttp://oktavianarofikoh.blogspot.co.id/20


16/08/memasang-coolerlanket.html?m=1

http://www.scribd.com/doc/225397413/blanket-warmer.

http://documents.tips/documents/blanket-warmer.html

16