Anda di halaman 1dari 3

Komplikasi

1. Neuralgia paska herpetik


Neuralgia paska herpetik adalah rasa nyeri yang timbul pada daerah bekas penyembuhan.
Neuralgia ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan sampai beberapa tahun. Keadaan
ini cenderung timbul pada umur diatas 40 tahun, persentasenya 10 - 15 % dengan gradasi
nyeri yang bervariasi. Semakin tua umur penderita maka semakin tinggi persentasenya.

2. Herpes Zoster Oftalmikus


Pada herpes zoster oftatmikus, kelainan yang muncul dapat berupa: ptosis paralitik,
keratitis, skleritis, uveitis, korioratinitis dan neuritis optik.

3. Sindrom Ramsay Hunt


Sindrom Ramsay Hunt terjadi karena gangguan pada nervus fasialis dan otikus, sehingga
memberikan gejala paralisis otot muka (paralisis Bell), kelainan kulit yang sesuai dengan
tingkat persarafan, tinitus, vertigo, gangguan pendengaran, nistagmus, nausea, dan
gangguan pengecapan.

4. Herpes Zoster Diseminata

Penyakit herpes yang ditandai vesikel menyebar luas (menyebar luas pada dermatom
tubuh) Biasa ditemukan pada pasien-pasien dengan keadaan immunocompromised dan
dapat mengakibatkan keterlibatan dengan kelainan viseral

5. Infeksi Sekunder

– Dijumpai pada anak-anak (5-10%)

– Lesi pada kulit merupakan tempat masuk organisme virulen (Streptococcus grup
A & Staphylococcus aureus)

– Dapat terbentuk scar


6. Gangguan neurologik

– Acute post infectious cerebral ataxia

– Encephalitis

(Hartadi,2000)

PROGNOSIS

• Herpes zoster pada pasien dengan keadaan imunokompeten tanpa disertai komplikasi 
hasilnya baik

• Pada pasien dengan keadaan imunokompromis  hasilnya buruk,angka mortalitas


meningkat

( Handoko,2005)

1. Hartadi, Sumaryo S. Infeksi Virus. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta: Hipokrates, 2000; 92-4.
2. Handoko RP. Penyakit Virus. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Ke-4. Jakarta:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005; 110-2.