Anda di halaman 1dari 2

SKENARIO 2

Aduh, terbakar rasa dadaku !!!

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada terasa
panas sejak 4 bulan yang lalu yang semakin memberat semenjak 1 minggu terakhir.
Keluhan disertai dengan makan cepat kenyang, nyeri ulu hati disertai perut kembung dan
sering sendawa setelah makan. Pasien mengeluh nyeri hilang timbul, mual, muntah terasa
asam di mulut. Pasien mengeluh sesekali terbangun dari tidur karena keluhan tersebut.
Pasien mengaku sering minum soft drink dan jamu.

Pemeriksaan Fisik:
Keadaan umum : tampak sakit ringan, kesadaran kompos mentis.
Tanda Vital : TD 110/70 mmHg, Nadi 80 x/menit, RR 20x/menit, suhu 36 C
BB: 65 kg, TB : 158 cm
Pemeriksaan Spesifik
Kepala dalam batas normal
Leher dan thoraks dalam batas normal
Abdomen :
inspeksi : datar
Palpasi : soefl, nyeri tekan epigastrium (+) , hepar lien tidak teraba
Perkusi : shifting dullness (-)
Ekstremitas : palmar eritema (-), akral pucat, edema perifer (-)

Dokter kemudian menyerahkan kuosioner yang harus diisi oleh pasien. Setelah
menyimpulkan hasil kuosioner, dokter memberikan terapi Lanzoprazole tablet 1x 30 mg.
Pasien juga diminta untuk mengurangi berat badannya sampai mencapai ideal serta
memberikan penjelasan mengenai adab makan sesuai Nabi untuk dapat dipraktekkan.
DAFTAR PUSTAKA

1. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. Revisi konsensus nasional penatalaksanaan penyakit


refluks gastroesofageal (gastroesophageal reflux disease/ GERD) di Indonesia. Jakarta:
Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia; 2013. 


2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Gastroesophageal reflux
(GER) and gastroesophageal reflux disease (GERD) in Adults. NIH Publication; 2013.

3. American College of Gastroenterology. Is it just a little heartburn or something more serious?


American College of Gastroenterology [Internet]. [cited 2017 March 14]. Available from:
http://s3.gi.org/patients/pdfs/UnderstandGERD.pdf 


4. Guarner, Lazaro, Gascon, Royo, Eximan, Herrero. Map of digestive disorders and diseases.
World Gastroenterology Organization [Internet]. 2008. Available from:
http://www.worldgastroenterology.org/UserFiles/file/wdhd-2008-map-of-digestive-
disorders.pdf 


5. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Setiadi S, Simbadibrata M. Buku ajar ilmu penyakit dalam
jilid 1. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009. 


6. Media Aesculapius. Kapita selekta kedokteran jilid II. 4th ed. Jakarta: Media Aesculapius;
2014. 


7. Sharma PK, Ahuja V, Madan K, Gupta S, Raizada A, Sharma MP. Prevalence, severity, and
risk factors of symptomatic gastroesophageal reflux disease among employees of a large
hospital in Northern India. Indian J Gastroenterol. 2010:30(3);128-34. 


8. Ndraha S. Penyakit refluks gastroesofageal. Medicinus. 2014;27(1):5-7. 


9. Katz PO, Gerson LB, Vela MF. Corrigendum: Guidelines for the diagnosis and management
of gastroesophageal reflux disease. Am J Gastroenterol. 2013;108:308-28. 


10. De Vault KR, Castell DO. Updated guidelines for the diagnosis and treatment of
gastroesophageal reflux disease. Am J Gastroenterol. 2005;100:190-200. 


11. The Indonesian Society of Gastroenterology. National consensus on the management of


gastroesophageal re ux disease in Indonesia. Acta Medica Indon. 2014;46(3):263-71.