Anda di halaman 1dari 3

AMAL JARIAH YANG BANYAK ORANG TIDAK TAU

Bismillah…
Assala mualaikum wr, wb

alhamdulillah wassalatu wassala mualarasullilah wahaula wala kuata illa billah


amma ba’du.

Saudaraku banyak orang yang tidak paham bahwasannya memberi makan


dan minum itu dalam islam adalah salah satu cara untuk mendapatkan amal
jariah, jadi banyak orang memikirkan amal jariah itu hanya membangun
bangunan, hanya membagikan al-quran sehingga dihapal intinya dalam bentuk
fisik atau materi saja, lebih kemasjid, lebih ke bangunan, lebih ke jalan dan
lebih ke sumur.

Padahal sebenarnya ada hal-hal lain yang bisa jadi penyebab amal jariah
diantara makanan dan minuman jadi hadist nabi saw yang sahih riwayat imam
ahmad , dihadist ini kata nabi saw : mawaddi udha ‘a mun illaa wadha allahu
fihii baraqa. Tidak ada makanan dan minuman yang dihidangkan untuk orang
lain kecuali allah jadikan bagian dari makanan dan minuman itu berkah maksud
nya berkah apa, kata para ulama dia akan berada di tubuh orang yang
mengkonsumsinya selama ia masih hidup,

Jadi begini orang tua kita semua, orang tua saya misalnya pada saat saya
menyampaikan tausiah di masjid ini, saya mendapatkan pahala karena
menyampaikan agama allah ini, insya allah, bila di ikuti dengan keikhlasan,
orang tua saya panen pahala saya, kenapa bapak ibu sekalian ? karena saya
tumbuh dari asi ibu saya, dari nafkah yang diberikan bapak saya makanan,
minuman yang saya makan selama ini sehingga membantu pertumbuhan
badan saya menjadi besar dan akirnya saya bisa hidup maka itu menjadi amal
jariah, makanya dari hadist seorang imam muslim : seorang sahabat bertanya
ya rasullulah aiyul islami khaiil, perbuatan apa dalam islam yang khail ??, yang
khail ini yang baiik sekali pahalanya besar sekali, selain yang wajib dan yang
sunah suannah.

Nabi saw tidak mengatakan perbanyaklah solat sunnah tidak karna solat
sunnah itu individual, dzikir,ngaji, solawat, dll bukan, karna orang ini
mengatakan khair artinya banyak sekali pahala nya, banyak sekali mamfaatnya
dan ringan (sunnah) berarti orang lain bisa merasakan, apa jawaban nabi saw ?
namun nabi saw mengatakan engkau memberikan makan dan minum kpada
orang yang kau kenal maupun orang yang tidak kau kenal, dan engkau
menyebarkan salam kepada orang muslim yang engkau kenal maupun tidak
kau kenal, akan tetapi saksi bahasan kita potongan awal hadist ini, dimana nabi
saw menjadikan amal yang paling baik besar pahalanya dalam islam ternyata
memberi makan dan minum orang lain kok bisa ? bukankah dalam sejarah akal
kita kalau kita makan dan minum kan habis, bagian yang tidak dibutuhkan dari
sebuah makanan dan minuman itu akan habis jadi zat sisa tubuh kita,
sementara bagian yg dibutuhkan akan dimamfaatkan oleh tubuh kita untuk
tumbuh dan berkembang sehingga kita dapat hidup dan beraktifitas.

Memberikan makan dan minum dalam islam ini sangat besar pahalanya
sebagaimana saya jelaskan dan termasuk amal jariah,

Dalam islam ada beberapa kegiatan yang kita disuruh untuk memberi makan
dan minum orang, seperti misalnya:

1. membuka puasakan orang lain dengan minum dan makanan dan dijanjikan
pahala yang besar. Barang siapa yang memberi makan dan minum kpda orang
yang berpuasa maka niscaya allah swt akan memberikan semua pahala orang
yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikitpun juga.

Kalau tiba waktunya bulan ramdhan maka maksimalkan membuka


puasakan orang lain, apa susahnya membeli se dus air mineral, brapa
harganya ? Rp 30.000,. / Rp 20.000,. air mineral gelas yang isinya 40 sekian,
baik kalau kita bagi di masjid satu orang minum satu gelas kita dapat 48 pahala
orang yang berbuka puasa pada hari itu, itu luar biasa hanya dengan Rp
20.000,. tapi anehnya banyak orang yang tidak mau amalkan padahal itu
termasuk selain amal jariah dapat juga pahala buka puasakan orang lain.

Nabi muhammad saw dan juga merupakah ciri nabi2 mereka itu paling
senang mengikhram tamu - tamu nya, dan beliau menjadikan sebagai sebuah
prinsip dasar dari iman kepada allah dan hari akhir sebagai mana beliau
bersabda dalam hadist bukhori muslim : mankana yuqminuubillahhi walyaumill
akhir fallyuqrim daifahuu. Barang siapa yang beriman mengaku beriman
kepada allah dan hari akhir maka dia harus mengikhram itu melayanin
memberikan makan dan minum, mengucapkan tuturkata yang baik bagi
tamunya intinya memberikan makanan dan minuman itu dalam islam itu
ditekankan sekali karena itu juga termasuk amal ibadah amal jariah dan amal
ibadah yang akan mendapatkan pahala, jadi ada dua sisi pahala yang
didapatkan selain amal jariahnya selama dia makan dan minum kemudian itu
masih ada didalam tubuh nya maka itu akan terus menjadi amal jariahnya.
Diantaranya tadi saya bilang kita bisa mendapatkan pahala dengan
1. membuka puasakan orang yang berpuasa
2. Mengikhramkan orang / memberikan menyuguhkan sesuatu buat tamu
(termasuk yang dianjurkan adalah sering-sering mentraktir orang lain)

Apalagi yang dasarnya kita berikan makanan adalah orang-orang yang


bertaqwa, orang-orang yang soleh, luarbiasa makin kuat dia beribadah, ciri nabi
ibrohim as, nabi ibrohim itu malah luarbiasa ikhrom nya, dia suka dengan tamu
sampai-sampai kalau menghidangkan makanan ciri nya beliau nga pernah
makan sendiri, pasti abis dihidangkan makan dibuka pintu rumahnya siapapun
lewat depan rumahnya dipanggil olehnya untuk ikut makan sama dia.

Shekh bimbas, habillah allah rahimmah allah, beliau sudah meninggal,


salah satu muridnya menceritakan beliau itu punya rumah, di samping
rumahnya itu ada sebuah bangunan yang kosong pakai ac dilapangkan seperti
sebuah aula, setiap hari beliau menyiapkan makan siang dan makan malam
untuk 600 orang setiap hari, siang itu untuk 600 orang, malam untuk 600 orang
jadi 1200 orang yang makan setiap hari atau 1200 porsi, sampai-sampai beliau
bukan mengundang ya, nga diundang orang, jadi awal-awalnya saja di iklanin
jadi kalau sudah tiba waktu makan siang yang nyapu jalanan mampir, yang lagi
lewat mampir, yang muridnya mampir, yang kerabatnya mampir,siapa saja
sampai 600 orang siang malam, tiap hari sampai sebelum meninggal, itu bagai
mana mereka mengikhromnya ? kadang-kadang kita subbhanallah makanan
kita ditaruh dikulkas sampai rusak nga mau dibagi dengan orang pelitnya luar
biasa, kalau buahnya lagi berbuah dibungkus, ngamau dibagi keorang lain,
padahal sebenarnya rahasia untuk menambah berkah sesuatu benda / rezki
kita itu diinfakkan terlebih dahulu.

Kata nabi saw di dalam hadist bukhori : allah swt berfirman ya banni
adamma amfik amfiq alaihi, wahai anak adam, infak dulu baru saya infaq kan
kepadamu baru saya bukakan rezki itu untuk mu.

Akirnya, taqabbala Allahu Minna wa minkum minal aidin wal-Faizin. Semoga


ALLAH SWT menerima ibadah dan doa kita dan semoga kita kembali ke fitrah
kesucian dan meraih kemenangan abadi dengan hidup damai di dunia dan di
akhirat, minal aidin walfaizin, maaf lahir dan batin.

Wassalamualaikum wr. Wb.