Anda di halaman 1dari 28

Dr. Sri Hidayati S.

, MS
DEPARTEMEN BIOKIMIA BIOMOLEKULER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• APAKAH VITAMIN ITU?

• VITAMIN LARUT LEMAK

• VITAMIN LARUT AIR

• ASPEK KLINIK KEKURANGAN DAN


KELEBIHAN VITAMIN
SEJARAH
•4000 tahun yang lalu di China : kaki tidak dapat digerakkan,
otot nyeri, kelelahan  kelumpuhan, sulit bernafas, bradicardi,
gagal jantung (tanda beriberi). Ribuan orang meninggal

•2500 tahun yang lalu : Para pelaut menderita sariawan

• > 2500 yg yang lalu HIPPOCRATES : menemukan hymeralophia

• Abad 17: ditemukan riketsia dan pelagra (dermatitis, diare,


dimentia kemudian meninggal)

• 1912 HOPKINS (CAMBRIDGE) : Menemukan suatu bahan yang


penting untuk pertumbuhan: suatu bahan tertentu di susu.
Beberapa tahun kemudian Few menduga bahwa bahan tersebut
adalah suatu amine, yang merupakan bahan yang penting dan
vital untuk kehidupan, sehingga disebut VITAL-AMIN = VITAMIN
MANFAAT VITAMIN DI BIDANG KEDOKTERAN
• Vitamin adalah nutrisi organik yang dibutuhkan dalam
jumlah sedikit untuk berlangsungnya berbagai proses
biokimia dan penting untuk kesinambungan metabolisme
yang normal.

•Kekurangan vitamin akan mengakibatkan penyakit


tertentu ( kebutaan, riketsia, pelagra, beri-beri, kelainan
neurologis, anemia dll) dan kekurangan vitamin, sebagai
contoh kekurangan vitamin A, merupakan masalah
kesehatan

• Toksisitas dapat disebabkan oleh kelebihan asupan


vitamin A dan D.

•Beberapa jenis vitamin ataupun antagonisnya dipakai


sebagai obat, termasuk obat untuk kanker.
KLASIFIKASI

A (buta senja) A
D
LARUT LEMAK : A
(faktor pertumbuhan) E
D (anti riketsia)
K

VITAMIN
Tidak tahan panas: B1

B (anti beriberi)
Riboflavin
LARUT AIR : B
Piridoksin
(Anti beriberi) Tahan panas: B2
(anti pellagra) Panthotenat
C (anti scurvy) Nicotin-
amide
Biotin
VITAMIN A
• Suatu grup b-IONON yang punya aktivitas fisiologis : all trans retinal, 3-
dehidro-retinol, retinoic acid. (ditemukan pada makanan yang berasal dari
binatang)
• α-, β-, γ-carotenes dan cryptoxanthin adalah karotenoid provitamin A
yang penting (ada di tanaman).
• Toksik bila kelebihan

Di usus
b-CAROTEN
CH3 CH3

H3C CH3
CH3

RETINALDEHYDE Normal RETINALDEHYDE

empedu simetris
O2

b-Caroten 15,15
dioxygenase
RETINALDEHYDE
RETINALDEHYDE
H H CH3
CH3 O=C
C=O

H3C CH3 CH3


NADPH+H+
Retinaldehyde
reductase oksidasi
NADP+

CH3 CH3
CH2-OH HOOC

H3C CH3
CH3

RETINOL RETINOIC ACID

Walaupun tampaknya satu molekul β-carotene menghasilkan dua retinol, tapi


tidak demikian sesungguhnya ; 6 μg β-carotene akan membentuk 1 μg
retinol. Kandungan vitamin A di makanan ditulis sesuai dengan micrograms
retinol yang dikandungnya.
SUMBER DAN TRANSPORTASI

• SUMBER : sayuran hijau dan oranye dalam bentuk b-caroten,


Hati dalam bentuk vit A
• ABSORBSI : diserap bersama lemak dalam bentuk RETINOIL-
PALMITIL ester
• SETELAH DIABSORBSI : 90% disimpan dalam hati dalam bentuk
retinil-ester (96%) sebagai lipoglycoprotein. Hanya 4% yang dalam
bentuk retinol bebas
• Saat dibutuhkan jaringan : PBR (Protein Binding Retinol) datang
ke lipocyte, menstimulasi retinil ester hydrolase menghidrolisa
retinil ester untuk melepaskan retinol, kemudian retinol berikatan
dengan PBR dan dikirim ke jaringan yang membutuhkannya. Di
organ tujuan, retinol berikatan dengan CPBR (Cellular Protein
Binding Retinol). 40%-70% dari CPBR berikatan dengan retinol-
ester. CPBRA (Cellular Protein Binding Retinoic Acid) adalah
retinoic acid yang spesifik dan banyak didapatkan di sel kanker.
CPBRA juga spesifik didapatkan di retina.
OTAK Fibroblas
ADIPOSE
RBC

EYE

HATI
LIPOCYTE

RETINIL-FA
RETINOL
GINJAL

CHYLOMICRON
PEMBULUH LIMFE
Retinol
Retinol
Retinol FA
b-Caroten
FA
FA
TG FL
USUS Apoprot
b-Caroten
dioxigenase MUSCLE
OTAK Fibroblas
ADIPOSE
RBC

CPBR
CPBRA
EYE

HATI
LIPOCYTE
PBR
Retinil-ester
RETINOL GINJAL
hidrolase

PEMBULUH LIMFE

USUS
MUSCLE
Vitamin A BERFUNGSI UNTUK PENGLIHATAN
Di retina, retinaldehyde berfungsi sebagai gugus
prosthetic protein opsin yang sensitif terhadap cahaya,
membentuk rhodopsin (di rods) dan iodopsin (di cones).
Setiap sel cone hanya mengandung satu jenis protein
opsin dan hanya sensitif terhadap satu macam warna. Di
lapisan epitel berpigmen dari retina, all-trans-retinol
berisomerisasi menjadi 11-cis-retinol dan dioksidasi
menjadi 11-cis-retinaldehyde, yang kemudian bereaksi
dengan residu lysine dari protein opsin, membentuk
holoprotein rhodopsin.
Sel ROD Densitas Rodopsin
105/mm2

discus
(1000/cells)
Segmen
luar RODOPSIN COOH

Na-kanal

Celium
Na-K-ATP-ase
NH2
Segmen Disc-Membran
Inti sel
dalam
Synap
(mengandung vesikel yang berisi
Neurotransmitter inhibitor post-synaps)

POST-SYNAP
MEKANISME KERJA VIT. A PADA PENGLIHATAN

TIDAK ADA CAHAYA


Retinal Na-K ATP-ase selalu memompa
Isomerase
RETINOL
dehidrogenase
11-CIS RETINAL Na+ keluar, Tetapi kanal Na+
Reductase RODOPSIN
tertutup  Na+ tidak dapat
RODOPSIN
masuk
6 pico sec.

BATORODOPSIN Na-K ATP-ase selalu memompa


Na+ keluar, tetapi Na+ bebas
few nano sec.
masuk,  tidak ada
LUMIRODOPSIN ALL TRANS hyperpolarisasi  tidak ada
RETINAL OPSIN impuls saraf

METARODOPSIN I Na+
few ml sec. Na+ HIPERPOLARISASI
Na+
METARODOPSIN II Na+

PERLEPASAN NEUROTRANSMITTER
TERHAMBAT,
POST-SYNAP TIDAK TERHAMBAT

ALIRAN IMPULS SYARAF


FUNGSI VIT. A
• Di retina, retinaldehyde berfungsi sebagai gugus prosthetic dari protein
opsins yang sensitif terhadap cahaya, membentuk rhodopsin (rods) dan
iodopsin (cones). Setiap sel cone hanya mengandung satu macam protein
opsin dan hanya sensitif terhadap satu macam warna.

• All-transretinoic acid dan 9-cis-retinoic acid mengatur pertumbuhan,


perkembangan, dan diferensiasi jaringan; fungsinya berbeda-beda di setiap
jaringan. Seperti hormon steroid dan vitamin D, retinoic acids berikatan
dengan receptor di inti sel yang kemudian berikatan dengan DNA dan
mengatur transkripsi gen-gen spesifik. Ada 2 reseptor inti dari retinoid:
retinoic acid receptors (RARs) yang berikatan dengan all-trans-retinoic acid
atau 9-cis-retinoirc acid, dan retinoid X receptors (RXRs) yang berikatan
dengan 9-cis-retinoic acid.
•retinoic acid membantu hydroksilasi pregnenolone menjadi progesterone
• Membantu diferensiasi sel mukous untuk meningkatkan produksi
mukopolisakarida.
•Menstimulasi konversi mevalonate menjadi squalene.
• Menstimulasi metabolisme karbohidrat.
• Membantu synthesis of glycoprotein membran (penting bagi sel untuk
mengenali lingkungan sekitarnya).
• Sebagai anti oksidan
DEFISIENSI VIT. A
• SEBAB UTAMA KEBUTAAN : dimulai dari hymeralophia,
xerophthalmia dan keratomalasia

• MENGHAMBAT PROSES HEMATOPOETIK

• INFERTILITAS

• KELAINAN KONGENITAL

INTOKSIKASI VIT. A

• BIASANYA KARENA KELEBIHAN ASUPAN ATAU DARI INJEKSI

• MENYEBABKAN MEMBRAN LISOSOM TIDAK STABIL, MUDAH PECAH,


SEHINGGA ENZIM ENZIM LISOSOM LEPAS DAN MERUSAK SEL.
METABOLISME VIT. A
FECES

RETINIL-FA RETINIL-P
HATI
(ester)
EMPEDU
ATP
Acyl-CoA RETINOL-GluC
Isomer Cis RETINOL Anhydro Retinol

DIET RET.ACID-GluC
NADH NAD
NAD/FAD
Isomer Cis RETINAL RETINOATACID 4-KETO-RET.ACID-GluC
NADPH O2
O2

b-CAROTEN 4-OH-RETINOIC ACID

NAD
O2
4-KETO-RETINOIC ACID
PRODUK OKSIDASI
19 C

16 C

14 C 11 C
VITAMIN D

• VITAMIN D BUKAN MUTLAK SUATU VITAMIN SEBAB DAPAT


DISINTESA DI KULIT. VITAMIN D SEBENARNYA ADALAH SUATU
HORMON.

• DISEBUT JUGA CHOLECALSIFEROL ATAU ANTI RICKETS

• 2 BENTUK VIT. D : VIT. D2 & VIT. D3

•DIBUAT DARI CHOLESTEROL DIMANA CINCIN B (ANTARA C9 DAN


C10) TERPUTUS.

• DAPAT DISINTESA OLEH TUBUH, MULA MULA DIKULIT DARI


CHOLESTEROL OLEH SINAR U.V , KEMUDIAN DILANJUTKAN DI HATI
DAN DI GINJAL  VIT. D3.

• FUNGSI UTAMANYA MEMBANTU ABSORBSI Ca++ DI USUS, (DENGAN


MENINGKATKAN KALSIUM TRANSPORTER), MINERALISASI TULANG,
HOMEOSTASIS Ca++ DARAH
STRUKTUR VIT. D

CH3 CH3 CH CH3 CH3 CH


3 3
HC-CH=CH-CH-CH HC-CH=CH-CH-CH
CH3 CH3

PHOTOLYSIS
Cincin terbuka
HO HO
7-DEHYDROCHOLESTEROL CHOLECALSIFEROL (D3)
Sintesa D3 UV

KULIT
7-Dehydro-Cholesterol
Previtamin D3

VITAMIN D
(AKTIF)

1,25-(OH)2- D3
aHYDROXYLASE
25-HYDROXYLASE
25-OH- D3

HATI
Ca++ HOMEOSTASISPTH
PTH CALSITONIN
CALSITONIN

tulang

ginjal
D3
Ca ++
Ca++

darah

Ca++
Ca++
Ca++
Ca ++
Ca++

usus
CBP
DEFISIENSI VITAMIN D
Pada defisiensi vitamin D yang disebut ricketsia, tulang
anak kekurangan mineral karena absorpsi kalsium
sedikit. Kondisi yang sama dapat pula terjadi pada orang
dewasa. Osteomalacia pada dewasa disebabkan
demeniralisasi pada wanita yang kekurangan sinar
matahari setelah mengalami beberapa kehamilan.
Walaupun vitamin D penting untuk pencegahan
osteomalasia pada dewasa, tetapi sedikit bukti yang
mendukung terapi vitamin D dalam penyembuhan
osteoporosis.

INTOKSIKASI VITAMIN D
Beberapa bayi sensitif terhadap asupan vitamin D, bila
lebih dari 50 μg/d akan mengakibatkan peningkatan
konsentrasi kalsium plasma. Hal ini akan menyebabkan
kontraksi pembuluh darah, naiknya tekanan darah
kalsinosis  kalsifikasi jaringan lunak.
VITAMIN E = TOCOFEROL

CH3 CH3

O CH3 CH3 O CH3 CH3


H3C (CH2)3-CH-(CH2)3-CH-CH3 (CH2)3-CH-(CH2)3-CH-CH3

HO HO

CH3 CH3

a-TOCOFEROL b-TOCOFEROL

CH3 CH3

O CH3 CH3 O CH3 CH3


H3C (CH2)3-CH-(CH2)3-CH-CH3 (CH2)3-CH-(CH2)3-CH-CH3

HO HO

t-TOCOFEROL s-TOCOFEROL

sumber
•MINYAK TUMBUHAN : minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak
seral, sayuran hijau, kecambah
•Susu, telor, daging
FUNGSI VITAMIN E

• Fungsi utama vitamin E adalah memotong reaksi radikal


bebas, yaitu sebagai antioksidan yang mengikat radikal
bebas di sel membran dan plasma lipoproteins. Umumnya
tocopheroxyl radikal direduksi kembali menjadi tocopherol
setelah beraksi dengan vitamin C di plasma
• Sebagai komponen enzim, terutama yang berfungsi dalam
sistem transport.
Mekanisme kerja VIT. E
• Dengan menggunakan ikatan rangkapnya vitamin E
mengikat ELECTRONE TIDAK BERPASANGAN dari radikal
bebas atau ROS, sehingga reaksi radikal bebas yang lebih
lanjut tidak terjadi, dan reaksi terhenti.
VITAMIN E menghambat kerusakan membran
Oleh radikal bebas
VITAMIN E
PHOSPHOLIPID
(UFA)
RADIKAL BEBAS

LIPID PEROXIDE

DISINTEGRASI
(ASAM LEMAK dari phospholipid)

kerusakan membran

RBC LYSOSOME RES

FRAGIL PERMEABILITAS DESINTEGRASI

LYSIS ENZ.PROTEOLYTIK
KELUAR ACTIVITAS ENZ.
ANEMIA
KERUSAKAN CELLS/TISSUES
DEFISIENSI VITAMIN E
• Defisiensi Vitamin E di manusia tidak terdeteksi, walaupun pada
pasien malabsorbsi lemak dan kistik fibrosis.

• Beberapa bentuk penyakit hati kronis menyebabkan defisiensi


vitamin E akibat hilangnya kemampuan absorbsi dan transport,
ditandai dengan kerusakan membran syaraf dan otot. Defisiensi vit E
juga menyebabkan kelahiran bayi prematur, dan fragilnya membran sel
darah merah akibat reaksi peroksidasi.

Pada binatang:

• Meningkatnya jumlah platelet


•Menghambat spermatogenesis, atrofi testes, pada wanita menurunkan
aliran placental  aborsi
• distorsi sistem otot  Paralysis
• Gagal jantung  kematian
• kerusakan otak  perdarahan
VITAMIN K
O O

CH3 CH3
CH3 CH3

CH2-CH=C-CH-(CH2-CH2-CH-CH2)3H

O O
VIT. K1 = PILOQUINON VIT. K3 = MENADION
=PITONADION = MEPION
O

CH3
CH3

(CH2-CH=C-CH2)nH

O
VIT. K2 = MENAQUINON

sumber : flora usus


FUNGSI VITAMIN K
KARBOKSILASI Glu DARI PREPROTROMBIN MENJADI CARBOXYLATED-
Glu., SEBAGAI TEMPAT PERLEKATAN Ca++

Glu RESIDU
CO2 CARBOXYLATED Glu RESIDU
(penting untuk perlekatan Ca++
pada proses pembekuan darah)
CARBOXYLASE
CO2 H2O2

EPOXYDE VIT. K VIT. K WARFARIN


Reduced
Reductase
Epoxydase
NADH/NADPH
O2 VIT. K
Reduced
Dipakai untuk
pencegahan
terbentuknya trombus