Anda di halaman 1dari 6

Review Jurnal

Judul Jurnal Impact of business strategies of automobile


manufacturers in Thailand

Jurnal International Journal of Emerging Markets

Volume Volume: 6 Issue: 1 Page: 17-37

Tahun 2011

Penerbit Emerald Insight

Penulis 1. Vichak Phongpetra

Graduate School of Public Administration, Burapha


University, Bangkok, Thailand.

2. Lalit M. Johri

The Oxford Saı¨d Business School, University of Oxford,


Oxford, UK.

Latar Belakang

Di pasar global dan ekonomi dunia, industri menghadapi banyak tantangan dan
peluang yang meliputi globalisasi pasar dan produksi, kemajuan teknologi informasi,
persaingan, keragaman tenaga kerja, tata kelola perusahaan yang baik (Hitt et al., 2003; Dess
et al., 2007). Secara khusus, industri otomotif menghadapi tantangan baru pada skala global,
seperti dampak dari globalisasi, persyaratan keselamatan yang lebih terjamin, persaingan
yang meningkat, penggunaan teknologi informasi yang lebih maju, peningkatan tanggung
jawab terhadap lingkungan, dan peningkatan teknologi produksi (Linker, 2004; Gallasch et
al., 2004).

Prospek pertumbuhan ekonomi suatu Negara salah satunya sangat ditentukan oleh
perkembangan industri. Dalam beberapa dekade terakhir, industri otomotif diberbagai Negara
telah terbukti menjadi salah satu pendorong terkuat pada teknologi, pertumbuhan, dan
kesempatan kerja (Gottschalk dan Kalmbach, 2007). Lebih khusus lagi, banyak studi yang
sejenis dan dilakukan sebelumnya oleh peneliti lain dengan perspektif yang berbeda dari
berbagai variabel penelitian dan strategi fungsional yang berbeda dari produsen mobil. Studi-
studi sebelumnya telah meneliti secara empiris peningkatan kinerja perusahaan-perusahaan di
luar negeri termasuk studi tentang strategi fungsional antara lain Gallasch et al. ( 2004),
Stephens (2005), Tay (2003), Ban et al. ( 2005), Linker (2004), Welch (2003) dan Magee
(2003). Selain itu, banyak penelitian telah dilakukan dan telah divalidasi mengenai strategi
fungsional pada produsen mobil di Thailand yang mempengaruhi kinerja organisasi atau
perusahaan. Contohnya termasuk studi dari Shimokawa (2001), Johri (2000), Petison dan
Johri (2006), Thailand Automobile Institute (TAI) (2002), Fongsuwan (1999), Kertels dan
Porter (2003). Oleh karena itu, sangat menarik untuk mempelajari bagaimana strategi bisnis
yang berbeda yang memberikan pengaruh pada kinerja pemasaran dan keuangan sebuah
perusahaan produsen mobil di Thailand.

Penelitian Terdahulu

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang mendasari adanya sebuah penelitian ini,
antara lain:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Hitt et al. (2003) menjelaskan bahwa produksi mobil
merek Honda mampu mengurangi biaya produksi sebesar 30 persen dengan
mengadopsi sistem produksi yang fleksibel melalui operasi dalam volume kecil.
2. Penelitian yang dilakukan oleh MacMillan dan Mc grath pada tahun 1997 mengenai
produsen mobil BMW dan Mercedes-Benz yang memiliki prestise yang tinggi, teknik
yang unggul, dan kualitas tinggi.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Hill dan Jones pada tahun 2004 telah menemukan
bahwa produsen mobil dengan menerapkan pada strategi focus diferensiasi dapat
menawarkan produk yang memuaskan untuk pelanggan misalnya produsen mobil
merek Ford untuk pelanggan baru tingkat menengah.

Tujuan Penelitian`

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memeriksa strategi yang
berbeda yang digunakan oleh perusahaan produsen mobil pada kinerja organisasi di Negara
Thailand. Tujuan spesifik dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari strategi
bisnis dari produsen mobil di Thailand pada kinerja perusahaan mereka dan menilai strategi
bisnis yang berbeda dari produsen mobil di Thailand.
Kajian Teori

Dalam studi ini, kami telah meninjau teori di tiga bagian spesifik terkait dengan objek
penelitian produsen mobil: pertama adalah pandangan umum tentang teori manajemen
strategis; kedua adalah definisi strategi bisnis menurut Porter dan ketiga adalah makna dari
berbagai aspek dalam kinerja organisasi. Perkembangan terbaru dari teori Porter (1998)
menjelaskan bagaimana potensi sebuah perusahaan dalam industri tertentu tergantung pada
lima kekuatan pasar: daya tawar pembeli, daya tawar pemasok, ancaman pendatang baru,
ancaman pengganti produk, dan persaingan antara pesaing. Perusahaan dapat memperoleh
sebuah keuntungan dengan menawarkan produk atau jasa dengan biaya di bawah pesaing
mereka (dikenal sebagai strategi kepemimpinan biaya), atau dengan keberagaman produk dan
dibedakan dengan harga premium yang dikenal sebagai strategi diferensiasi. Perusahaan
dapat memilih berbagai jenis strategis termasuk kepemimpinan biaya, diferensiasi, fokus
biaya, fokus diferensiasi, biaya yang terintegrasi dengan diferensiasi untuk mengungguli
kekuatan-kekuatan pesaing (Porter, 1985; Dess et al., 2007).

Berbagai penulis memiliki pengertian strategi bisnis yang berbeda dalam dimensi
berikut strategi bisnis adalah terintegrasi dan satu set terkoordinasi komitmen dengan
tindakan melalui perusahaan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dengan
memanfaatkan kompetensi inti di spesifik pasar atau produk. Konsep utama dari strategi ini
adalah untuk memilih kegiatan atau melakukan kegiatan yang berbeda, dibandingkan dengan
para pesaing. Selain itu, tujuan dari strategi ini adalah untuk membangun kompetensi yang
unik dan kuat dalam satu atau lebih daerah untuk mendapatkan keuntungan kompetitif atas
saingan mereka (Slater dan Olsen, 2000; Porter, 1980, 1996, 1998,; Thompson dan
Strickland, 2003). Porter (1985, 1996, 2001) memiliki dimensi strategi bisnis berupa strategi
generik, kepemimpinan biaya keseluruhan, diferensiasi, dan fokus yang meliputi biaya dan
diferensiasi (Merriless, 2001). Dess dan Miller (1993) memperluas konsep strategi bisnis
yang disajikan oleh Porter dengan bentuk-bentuk penggabungan keunggulan kompetitif, yang
secara khusus mengintegrasikan diferensiasi dan biaya keseluruhan dalam strategi untuk
mencapai kinerja keuangan dan pemasaran yang tinggi bagi organisasi atau perusahaan
(Wright et al., 1991; KimandLim, 1988).
strategi bisnis Porter umumnya didefinisikan sebagai:

Secara keseluruhan strategi kepemimpinan biaya bertujuan untuk mencapai


kepemimpinan biaya keseluruhan dalam industri yang mengutamakan pada penggunaan aset,
produktivitas karyawan, dan biaya diskresioner. (Porter, 1985 biaya; Dess et al., 2007; Hitt et
al., 2003; Pamel, 2000). Diferensiasi terdiri dari menawarkan produk dan jasa dalam berbagai
bentuk, seperti prestise dan citra merek, kepemimpinan teknologi, desain rekayasa, inovasi
produk yang cepat, fitur, layanan pelanggan, dan jaringan dealer (Porter, 1985 unik; Dess et
al., 2007; Hill dan Jones, 2004). strategi fokus dapat dikategorikan ke dalam biaya dan
diferensiasi fokus. Hal ini untuk memilih lingkup persaingan sempit dalam suatu industri
dengan pemilihan kelompok pasar yang spesifik dalam rangka memberikan pelayanan yang
lebih baik. Biaya fokus adalah untuk menciptakan keunggulan biaya dalam pasar tertentu,
sementara fokus diferensiasi bertujuan untuk membedakan target pasar(Porter, 1985; Hill dan
Jones, 2004).

Dalam sebuah kinerja perusahaan terdapat dua indikator penilaian kinerja perusahaan
yaitu indikator keuangan dan indikator non keuangan (Kaplan dan Norton,1992; McAdam
dan Bailie, 2002). Beberapa indikator non keuangan dalam kinerja organisasi adalah
kepuasan pelanggan, pangsa pasar, pertumbuhan penjualan, volume penjualan, dan
pertumbuhan pangsa pasar (Sharma dan Fisher, 1997; Li, 2000). Kemudian indikator
keuangan meliputi (Moyer et al., 2002; Brigham dan Ehrhardt, 2005) Laba atas investasi
(ROI), Return on equity (ROE), Nilai tambah ekonomis (EVA) pendapatan operasional
setelah pajak dikurangi total biaya tahunan, nilai pasar atau perbedaan antara nilai pasar
saham perusahaan dan jumlah modal ekuitas pemegang saham.

Doyle (2000) dan Jearuzelski et al. ( 2005) menyatakan bahwa produsen mobil harus
fokus tidak hanya pada memaksimalkan keuntungan tetapi juga memaksimalkan pada nilai
pemegang saham.

Metode Penelitian

1. Objek penelitian
Meneliti tentang variabel strategi bisnis model Porter (kepemimpinan biaya,
diferensiasi produk, gabungan antara biaya dan diferensiasi) pada kinerja perusahaan
dalam aspek keuangan dan pemasaran dari produsen mobil di Negara Thailand.
2. Jenis penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan instrumen
survei (kuisioner) dan wawancara yang dibagikan kepada manajer eksekutif puncak
dan petinggi dari berbagai departemen di 12 tempat produsen mobil di Negara
Thailand.
3. jenis data
Jenis data penelitian ini adalah data primer atau data yang didapatkan secara langsung
dari responden berupa kuisioner dan mengumpulkan berbagai sumber dari artikel,
buku, studi kasus dan sumber internet yang ada.
4. teknik pengumpulan data
Menggunakan instrumen survei berupa kuisioner dan wawancara dengan hasil 254
kuisioner responden dapat diandalkan.

Hasil penelitian

Temuan-temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua strategi bisnis dan strategi
fungsional pada produsen mobil di Thailand berpengaruh secara positif pada kinerja
keuangan dan kinerja pemasaran pada sebuah perusahaan. Temuan-temuan dari studi ini
memberikan bukti jelas bahwa semua strategi bisnis yang berbeda dari produsen mobil di
Thailand memiliki dampak positif langsung pada kinerja pemasaran dan keuangan sebuah
perusahaan, sesuatu yang konsisten dengan penelitian sebelumnya (Porter, 1985, 1996, 2001;
Slater dan Olsen 2000; Mintzberg et al., 2003; Merriless, 2001; Hitt et al., 2003; Hill dan
Jones, 2004; Lowerdahl and Revang, 1998). Tiga strategi bisnis paling signifikan yang dipilih
sesuai dengan peringkat prioritas yang pertama strategi bisnis berupa biaya fokus, diikuti oleh
kepemimpinan biaya, dan yang ketiga penggabungan biaya dan diferensiasi sebagai untuk
produsen mobil di Thailand yang memiliki dampak langsung terbesar pada kinerja
perusahaan.

Kesimpulan

Penelitian ini berusaha untuk menganalisis bahwa dampak strategi bisnis pada produsen
mobil di Thailand terhadap kinerja perusahaan mereka. Temuan-temuan empiris penelitian
ini menyarankan bahwa semua strategi bisnis yang berbeda dan strategi fungsional yang
berbeda dari produsen mobil di Thailand memiliki dampak positif pada aspek kinerja
keuangan dan pemasaran dalam sebuah perusahaan. Tiga strategi bisnis yang paling
signifikan adalah: biaya fokus (prioritas pertama), kepemimpinan biaya (prioritas kedua), dan
gabungan antara biaya dan diferensiasi (prioritas ketiga). strategi bisnis ini telah diadopsi
oleh produsen mobil Jepang dan AS yang mencapai sekitar 90 persen dari total pangsa pasar
di Thailand. Mereka mewakili merek seperti Honda, Toyota, Ford, Nissan.