Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KESEHATAN MENTAL

“PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR”

Oleh :

APOLINARIUS DARI SAKA 175000 036


MOH. DWI SURYA 175000 028
GEO SYAHFRI AL FIYANTA 175000 034

PROGRAM PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
2018
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan berkat, rahmat serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan dan
menyusun makalah ini dengan sebaik mungkin.
Kami ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu dalam
penyusunan makalah ini. Makalah ini berisi tentang “Permainan Tradisional Gobak
Sodor” beserta dengan pengertian/sejarah, alat yang diperlukan untuk bermain, cara
bermain, dan manfaat nya. Penyusunan makalah ini salah satunya bertujuan memberi
informasi kepada pembaca bagaimana teknik teknik dalam melakukan permainan
tersebut dengan baik dan benar.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khusunya para
remaja. Penyusun juga meminta maaf apabila banyak kesalahan dalam penyusunan
makalah ini. Namun ibarat pepatah mengatakan “tiada gading yang tak retak” begitu pun
makalah ini dibuat tentu saja masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyajian.
Untuk itu, kami sebagai penyusun makalah ini kami mohon maaf apabila dalam penyajian
terdapat kekurangan dan kesalahan.

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ i


DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......…………………....…………………………………………… 3
B. Rumusan Masalah .........……………………………………………………………..……….... 3
C. Tujuan Penulisan ..........………………………………………………………………………... 4
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Sejarah Gobak Sodor ....……………………............................……… 3
B. Alat-Alat dalam Permainan Gobak Sodor ……………………………......................... 3
C. Cara Bermain Gobak Sodor ...........……………………………………………................... 4
D. Manfaat Bermain Gobak Sodor ……………………………………………………............ 6
BAB 3 PENUTUP
A. Kesimpulan ...........………………………………………………………………...............…….. 7
B. Saran ...............……………………………………………………………………………............... 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pesatnya perkembangan teknologi dan Informasi (IT) hampir menggusur
permainan tradisional. Anak-anak sekarang lebih banyak permainan yang berbasis TI.
Play Station, game online, facebook, twitter, dan masih banyak lagi permainan yang
berbasis TI lainnya. Permainan tradisional pun kini perlahan tapi pasti mulai di
tinggalkan. Bahkan, anak-anak banyak yang tidak tahu beragam permainan tradisional
yang dulu diwariskan turun menurun. Walaupun tidak menutup kemungkinan, kadang-
kadang masih dijumpai di sekitar kita, tetapi biasanya dalam rangka perayaan tujuh
belasan atau festival dolanan anak.
Padahal dalam permainan tradisional banyak nilai-nilai yang terkandung
didalamnya (kerjasama, sportivitas, keberanian, toleransi, percaya diri dan sebagainya).
Secara tidak langsung anak-anak pun beraktivitas fisik yang terkadang di luar batas
kemampuannya. Permainan tradisional tidak membutuhkan biaya dan dapat dinikmati
semua kalangan. Di sekolah permainan tradisional dapat diperkenalkan melalui
pendidikan jasmani. Karena pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan melalui
penyediaan pengalaman belajar kepada peserta didik berupa aktivitas jasmani, bermain
dan berolahraga yang direncanakan secara sistematis guna merangsang pertumbuhan
dan perkembangan fisik, organik, keterampilan motorik, keterampilan berfikir,
emosional, social, dan moral. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk
membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.
Bagi anak-anak kegiatan bermain selalu menyenangkan. Melalui kegiatan bermain
ini, anak bisa mencapai perkembangan fisik, intelektual,emosi dan sosial. Perkembangan
secara fisik dapat dilihat saat bermain. Perkembangan intelektual bisa dilihat dari
kemampuannya menggunakan atau memanfaatkan lingkungannya. Perkembangan
emosi dapat dilihat ketika anak merasa senang, tidak senang, marah, menang dan kalah.
Perkembangan sosial bisa dilihat dari hubungannya dengan teman sebaya, menolong dan
memperhatikan kepentingan orang lain.

1
Bermain tidak lepas dari gerak sehingga gerak adalah kehidupan dan apabila gerak
tersebut berhenti maka kehidupannya pun akan berakhir.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah permainan tradisional gobak sodor?
2. Bagaimana cara bermain gobak sodor?
3. Apa saja manfaat dalam permainan gobak sodor?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian dan sejarah permainan gobak sodor
2. Mengetahui cara-cara bermain gobak sodor
3. Mengetahui manfaat dalam permainan gobak sodor

2
BAB 2
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DAN SEJARAH GOBAK SODOR


Permainan Gobak Sodor terkenal di wilayah Pulau Jawa. Banyak yang mengatakan
bahwa permainan ini berasal dari daerah Yogyakarta. Nama Gobak Sodor berasal dari
kata gobag dan sodor. Kata gobag artinya bergerak dengan bebas. Sedangkan sodor
artinya tombak. Dahulu para prajurit mempunyai permainan yang bernama sodoran
sebagai latihan keterampilan dalam berperang. Sodor ialah tombak dengan panjang kira-
kira 2 meter, tanpa mata tombak yang tajam pada ujungnya.
Ada juga yang mengartikan gobak sodor sebagai merupakan permainan maju
mundur melalui pintu-pintu. Dalam bahasa Belanda istilah gobak Sodor mungkin artinya
sama dengan kata dalam Bahasa Inggris “Go Back Through the Door”, sebagian
menyebutnya Galasin, bisa saja adaptasi bahasa dari bahasa Belanda yang kalau di
Bahasa Inggriskan menjadi “Go Last In”, sayangnya kata-kata tersebut hanya rekaan
rekayasa kutak-katik kata saja jadi jangan ditanya kebenarannya. Remaja sekarang
mungkin tidak familiar dengan jenis permainan ini, karena selain tidak ada pialanya
permainan ini perlu beberapa orang yang mengikutinya.
Gobak sodor adalah permainan yang menuntut ketangkasan menyentuh badan
lawan atau menghindar dari kejaran lawan. Garis-garis penjagaan dibuat dengan kapur
seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap. Gobak sodor terdiri
dari dua tim, satu tim terdiri dari tiga orang sampai lima orang. Kelompok pertama
sebagai penyerang dan kelompok kedua sebagai penjaga. Permainan galah asin atau
gobak sodor (kadang disebut galasin) ini biasa dilakukan di lapangan. Arena bermain
merupakan kotak persegi panjang dan diberi garis di dalamnya.

B. ALAT-ALAT DALAM PERMAINAN GOBAK SODOR


Permainan gobak sodor ini hanya membutuhkan sebuah kapur dan lapangan yang
berbentuk persegi panjang. Kemudian antar garis panjang ditarik garis melintang
sehingga terbentuk beberapa persegi panjang.
Setelah itu tarik garis tengah yang tegak lurus dengan garis melintang sehingga
akan terbentuk banyak petak yang sama besar. Garis ini disebut garis sodor.

3
C. CARA BERMAIN GOBAK SODOR
1. Persiapan
Jumlah pemain dalam permainan Gobak Sodor harus berjumlah genap antara 6-
10 anak. Kemudian dibagi menjadi dua tim, tim jaga dan tim serang. Jadi tiap tim
beranggotakan 3-5 anak. Pemain dalam Gobak Sodor biasanya anak laki-laki,
karena permainan ini menguras banyak tenaga. Tetapi kadang-kadang anak
perempuan juga bisa memainkannya asalkan kedua tim harus mempunyai
komposisi pemain yang seimbang baik jenis kelamin maupun umurnya. Hal ini
untuk menghindari timpang kekuatan yang sangat mencolok pada salah satu tim.

2. Aturan Permainan
Beberapa peraturan dalam permainan Gobag Sodor adalah sebagai berikut :
a. Masing-masing pemain dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis
melintang yang telah ditentukan. Jadi kakinya harus selalu menginjak garis
tersebut.
b. Yang boleh melalui garis sodor hanyalah penjaga garis melintang pertama
yang juga sebagai sodor.
c. Masing-masing pemain tim serang, dari pangkalan harus berusaha melewati
semua garis melintang. Dan jika salah satu pemain saja bisa kembali lagi ke
pangkalan tanpa tersentuh tim jaga maka tim serang menang.
d. Bila pemain tim jaga bisa menyentuh salah satu pemain tim serang, maka tim
jaga menang. Lalu tim jaga berganti menjadi tim serang. Begitu seterusnya.
e. Jika satu petak terisi 2 atau lebih pemain maka tim serang kalah, dan berganti
jadi tim jaga.
3. Jalannya Permainan

4
Pemain dibagi mana yang ikut menjadi tim jaga dan tim serang. Masing-masing tim
memilih salah satu anggotanya untuk menjadi ketua yang bertugas sebagai sodor.
Dari gambar di atas misalnya, yang menjadi sodor tim jaga adalah A-E dan dari sodor
tim serang adalah F-J. Tim serang berkumpul di pangkalan, sementara tim jaga berdiri
di garis-garis melintang yang telah ditentukan ketuanya.Dari gambar di atas, A
sebagai sodor akan menjaga garis ef di sebelah kiri. B menjaga garis gh di sebelah
kanan. C menjaga garis ij di sebelah kiri. D menjaga garis kl di sebelah kanan. Dan E
menjaga garis mn di sebelah kiri. Jadi jika dilihat dari depan akan terlihat posisi tim
jaga berbentuk zig-zag. A sebagai sodor selain bergerak di garis ef juga bisa bergerak
di garis xy.

Gambar 2. Tim Serang Berusaha Memasuki Lapangan.

Tim serang harus berusaha untuk masuk ke dalam petak-petak hingga dapat berada
di belakang garis mn. Kemudian berusaha kembali lagi ke pangkalan. Apabila seorang
pemain tim serang bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh oleh tim jaga, maka
tim serang menang dan mendapatkan poin, tetapi jika salah satu pemain tim serang
tersentuh oleh tim jaga sebelum sampai ke pangkalan lagi, maka tim serang
dinyatakan kalah. Setelah itu tim serang berganti menjadi tim jaga, dengan F sebagai
sodor. Jika 2 atau lebih pemain tim serang berada di satu petak, maka tim serang kalah
dan berganti menjadi tim jaga. Demikianlah tahapan permainan gobag sodor yang
bisa diserangkan berulang kali.

Gambar 3. Tim Serang Berusaha Kembali ke Pangkalan

5
D. MANFAAT BERMAIN GOBAK SODOR
1. Manfaat Fisik:
a. Melatih kelincahan gerak tubuh.
b. Melatih kecepatan.
c. Mengasah kemampuan dalam mencari strategi yang tepat.
d. Mengembangkan keterampilan gerak dasar berlari dan rekreasi.
e. Melatih kerja sama dalam sebuah tim.
f. Meningkatkan kekuatan dan ketangkasan.
g. Menanamkan sportivitas serta kesadaran hidup sehat.
2. Manfaat Mental:
a. Melatih kepemimpinan.
b. Mengasah kemampuan otak.
c. Mengembangkan sikap sosial yang dimiliki anak untuk menyelamatkan
temannya dari garis lawan.
d. Dapat melatih kecermatan anak dalam menyelesaikan suatu masalah.
e. kesempatan dapat menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap
lapang dada.
f. kesempatan untuk bergaul dengan teman-temannya.

6
BAB 3
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Permainan Gobak Sodor terkenal di wilayah Pulau Jawa. Banyak yang mengatakan
bahwa permainan ini berasal dari daerah Yogyakarta. Nama Gobak Sodor berasal dari
kata gobag dan sodor. Kata gobag artinya bergerak dengan bebas. Sedangkan sodor
artinya tombak.
Gobak sodor adalah permainan yang menuntut ketangkasan menyentuh badan
lawan atau menghindar dari kejaran lawan. Garis-garis penjagaan dibuat dengan kapur
seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap. Permainan galah
asin atau gobak sodor (kadang disebut galasin) ini biasa dilakukan di lapangan. Arena
bermain merupakan kotak persegi panjang dan diberi garis di dalamnya. Jumlah pemain
dalam permainan Gobak Sodor harus berjumlah genap antara 6-10 anak. Kemudian
dibagi menjadi dua tim, tim jaga dan tim serang. Inti permainannya adalah menghadang
lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk
meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-
balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Manfaat bermain gobak sodor dapat
dirasakan baik secara fisik maupun mental.

B. SARAN
Permainan tradisional seperti gobak sodor ini memiliki nilai positif, anak menjadi banyak
bergerak sehingga terhindar dari masalah obesitas anak. Dalam bermain ini mereka juga
harus menentukan strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim.
Kendalanya adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak
permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena
larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak
menjadi terbakar karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang
memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan ini cenderung
membuat anak sulit bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan
individualistis. Juga makin banyak anak menjadi obesitas karena kurang bergerak.

7
DAFTAR PUSTAKA

Prasetyo, Dwi Sunar., 2008. Biarkan Anakmu Bermain. Yogyakarta, Diva Press.
Sukintaka,. 1992. Teori Bermain untuk D2 PGSD Penjakesrek,. BPK.