Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI I JATITUJUH
Jalan Rentang Baru No. 02 Jatitujuh Kab. Majalengka 45458

PROSEDUR PRAKTIKUM KIMIA

PENERAPAN KONSEP ASAM-BASA DAN REAKSI REDOK PADA PROSES IDENTIFIKASI ZAT
ADITIF PADA MAKANAN DAN PENENTUAN KUALITAS AIR

1. Perconaan 1 : Identifikasi Bahan Pewarna pada Tahu Kuning


A. Tujuan
Menguji adanya penggunaan pewarna sintetis pada tahu dan Mie Kuning

B. Teori Dasar
Indikator asam basa adalah zat-zat yang memiliki warna berbeda dalam larutan yang bersifat
asam dan larutan yang bersifat basa. Perubahan warna larutan indikator memiliki rentang tertentu
yang disebut trayek indikator. Indikator asam dan basa dapat diperoleh dari bahan-bahan alam di
sekitar kita. Ekstrak kunyit berwarna kuning, tetapi dalamlarutan asam warna kuning dari kunyit
akan menjadi lebih cerah. Jika bereaksi dengan larutan basa, maka akan berwarna jingga
kecokelatan.
Untuk mengetahui bahan pewarna alami atau sintesis yang digunakan pada tahu kuning kita
dapat berhipotesis: ”Jika pewarna kuning berasal dari kunyit, maka setelah dicelupkan ke dalam
air kapur akan berwarna kuning kemerahan dan sebaliknya jika pewarna kuning berasal dari
pewarna sintetik, maka setelah dicelupkan kedalam air kapur tidak akan mengubah warna

C. Alat dan Bahan


1) Gelas kimia / gelas aqua 1 buah
2) Spatula/ sendok plastik 1 buah
3) Cup agar-agar 7 buah
4) Tahu kuning dengan berbagai merek (A, B, C) 1 buah
5) Mie kuning dengan berbagai merek (A, B, C) 1 Sendok
6) Air 1 gelas
7) Gamping (Kapur) / Kapur sirih / Apu 1 sendok teh

D. Prosedur Kerja
1) Siapkan alat yang sudah dibersihkan dan bahan yang diperlukan.
2) Masukkan gamping ± 1 sendok teh ke dalam gelas kimia/ gelas aqua, tuangkan sedikit air
dan larutkan, jadilah air kapur.
3) Masukkan kira-kira satu sendok air kunyit ke dalam Cup agar-agar catat warnanya.
4) Tambahkan satu sendok air kapur pada air kunyit dalam Cup agar-agar catat warnanya.
5) Masukkan tahu A, B dan C ke dalam tiga buah Cup agar-agar secara terpisah.
6) Tuangkan air kapur pada tahu dan amati dan catat warna tahu setelah beberapa menit.
7) Masukkan Mie kuning merek A, B dan C ke dalam tiga buah Cup agar-agar secara
terpisah.
8) Tuangkan air kapur pada mie amati warna mie setelah beberapa menit.
9) Catat hasil pengamatanmu.

E. Hasil Pengamatan
Warna
No Bahan
Sebelum ditambah air kapur setelah ditambah Air kapur
1 Ekstra kunyit
2 Tahu A
3 Tahu B
4 Tahu C
5 Mie kuning A
6 Mie kuning C
7 Mie kuning C

F. Diskusi / Pertanyaan
1) Apakah terjadi perubahan warna kuning pada tahu ? Mengapa ?
2) Apakah terjadi perubahan warna pada Mie kuning ? Mengapa ?

1
2. Percobaan 2: Identifikasi Bahan Pengenyal pada Bakso
A. Tujuan
Menguji adanya penggunaan boraks sebagai bahan pengenyal pada bakso

B. Teori Dasar
Untuk mengetahui bahwa bakso yang kita konsumsi mengandung boraks atau tidak, kamu
dapat melakukan pengujian secara berkelompok pada bakso dengan menggunakan indikator
kunyit. Bila bakso mengandung boraks, maka setelah ditetesi indikator kunyit akan berwarna
merah, sebaliknya jika bakso tidak mengandung boraks maka setelah ditetesi indikator kunyit
tetap berwarna kuning.
Boraks adalah senyawa hidrat dengan rumus Na2B4O7.10H2O, atau sering disebut natrium
tetra borat ini digunakan pada industri gelas. Di dalam air Na 2B4O7 mengalami hidrolisis
sebagian: B4O72- (aq) + H2O (l)  H2B4O7 (aq) + OH- (aq) sehingga larutan bersifat basa.

C. Alat dan Bahan


1) Alu / sendok makan
2) Lumpang /
3) Bakso berbagai merek (A, B, C)
4) Sosis berbagai merek (A, B, C )
5) Air
6) Ekstrak kunyit

D. Prosedur Kerja
1) Siapkan alat yang sudah dibersihkan dan bahan yang diperlukan
2) Ambil ¼ bakso merek A, kemudian haluskan dengan mengunakan alu dan lumpang (bisa
menggunakan mangkuk dan sendok), setelah halus tambahkan sedikit air.
3) Ambil campuran 2 tadi dan tambahkan 3 tetes indikator atau ekstra kunyit.
4) Amati dan catat hasil pengamatanmu.
5) Ulangi percobaan dengan mengganti tahu oleh Sosis
6) Lakukan cara yang sama 1 sampai 3 dengan mengunakan bakso dengan merek yang
berbeda.

E. Hasil Pengamatan
Warna
No Bahan
Sebelum ditambah Air Kunyit Setelah ditambah Air kunyit
1 Bakso A
2 Bakso B
3 Bakso C
4 Sosis A
5 Sosis B
6 Sosis C

F. Diskusi / Pertanyaan
1) Adakah bakso yang diuji dengan ekstrak kunyit yang menghasilkan perubahan warna?
Sebutkan! Jelaskan !
2) Adakah Sosis yang diuji dengan ekstrak kunyit yang menghasilkan perubahan warna?
Sebutkan! Jelaskan !

3. Percobaan 3 : Identifikasi amilum pada baso


A. Tujuan
Mengidentifikasi adanya amilum pada bakso

B. Teori dasar
1. Amilum
Amilum merupakan polimer glukosa dalam bentuk ikatan alfa, yang terdiri atas kurang
lebih 500 unit. Amilum terdapat sebagai persediaan makanan tumbuh-tumbuhan.
Terbentuknya amilum dalam tumbuh-tumbuhan merupakan hasil reaksi fotosintesis.
CO2 + H2O  (C6H10O5)n + O2
Sifat-sifat amilum:
1) Dengan larutan iodium memberikan warna biru karena adanya amilosa.
2) Pada hidrolisis dengan asam encer mula-mula terbentuk dekstrin dan akhirnya glukosa.
(C6H10O5)n maltosa glukosa
3) Glukosa dengan enzim zimase merupakan peragian terbentuk alkohol (C2H5OH) dan
CO2.

2
2. Glikogen
Glikogen terdiri atas satuan-satuan D-glukosa, kurang lebih 1.000 unit, merupakan
makanan cadangan yang terdapat dalam hati, jaringan hewan menyusui, dan manusia.
Sifat-sifat glikogen:
1) Dengan iodium memberi warna merah.
2) Mereduksi larutan Fehling.
3) Larut dalam air.
4) Pada hidrolisis dengan asam terbentuk glukosa, sedang hidrolisis dengan enzim
diastase membentuk maltosa.
3. Selulosa
Selulosa merupakan penyusun utama dinding sel tumbuhan. Selulosa terdiri atas satuan
Dglukosa yang terdiri atas 1.000–3.000 unit sehingga sukar dicerna oleh enzim manusia.
Sifat-sifat selulosa:
1) Sukar larut dalam air, asam, atau basa encer, tetapi
2) Larut dalam larutan kupro amonium hidroksida (CuSO4 + NH4OH yang disebut
pereaksi Schweitzer).

C. Alat dan Bahan


1) Gelas
2) Sendok makan
3) Air
4) Tepung terigu
5) Bakso
6) Mie kuning
7) Sosis

D. Prosedur Kerja
1) Ambil setengah gelas air.
2) Tambahkan tepung sebanyak seperempat sendok makan, aduklah kemudian tuangkan pada
dua buah Cup agar-agar.
3) Tambahkan kira-kira 1 ml larutan iodium ( obat luka/ antiseptik) pada air tepung , lalu
amati perubahan yang terjadi.
4) Tambahkan satu tablet vitamin C pada air tepung dalam cup agar-agar yang lainnya,
aduklah, lalu amati perubahan yang terjadi.
5) Masukkan sepotong baso ke dalam cup agar-agar Ulangi percobaan dengan menggunakan
bahan dari baso
6) Ulangi percobaan untuk menguji Sosis dan Mie kuning secara bergantian.

E. Hasil Pengamatan
Warna
No Bahan
Awal / mula-mula ditambah iodium ditambah Vitamin C
1 Tepung terigu
2 Bakso
3 Sosis
4 Mie kuning

F. Hasil Pengamatan
1) Peristiwa apa yang menunjukkan terjadinya reaksi antara iodium dengan tepung?
2) Apakah vitamin C juga bereaksi dengan zat yang ada di dalam gelas?
3) Dari ketiga makanan olahan adakah yang tidak mengandung karbohidrat ?

4. Percobaan 4 : Memperkirakan pH Air Limbah dengan Menggunakan Beberapa Indikator


A. Tujuan
Menentukan kualitas air berdasarkan harga pH

B. Teori Dasar
Secara fisik air yang berkualitas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Air yang
berkualitas mempunyai pH antara 6,7 sampai 8,6. Artinya air yang mempunyai pH < 7 akan
menyebabkan rasa asam dan menyebabkan korosif, sedangkan jika pHnya > 7 menyebabkan
rasa air menjadi sepat.
Indikator adalah asam organik lemah atau basa organik lemah yang dapat berubah warna
pada rentang harga pH tertentu (James E. Brady, 1990). Harga pH suatu larutan dapat

3
diperkirakan dengan menggunakan trayek Ph indikator. Indikator memiliki trayek perubahan
warna yang berbeda-beda.
Dengan demikian dari uji larutan dengan beberapa indikator akan diperoleh daerah irisan
pH larutan.Dengan mengetahui trayek perubahan warna indikator kita dapat menentukan pH
suatu larutan dengan cara menguji larutan itu dengan indikator.

Trayek perubahan indikator


Indikator Warna pH
Metil jingga Merah - kuning 3,4–4,4
Metil merah Merah - kuning 4,4–6,2
Bromtimol biru Kuning - biru 6,0–7,6
Fenolftalein Tak berwarna - merah 8,3–10,0

C. Alat dan Bahan


1) Tabung reaksi dan rak 16/1
2) Pipet tetes 4
3) Air limbah A, B, dan C 20 ml
4) Kertas lakmus merah/biru 5/5 helai kecil
5) Indikator metil jingga
6) Indikator metil merah
7) Indikator fenolftalein
8) Indikator bromtimol biru

D. Prosedur Kerja
1) Jatuhkan setetes air limbah A pada:
a) sepotong kertas lakmus merah;
b) sepotong kertas lakmus biru.
2) Tuangkan 3 ml air limbah A ke dalam masing-masing 4 tabung reaksi dan tambahkan
masing-masing 3 tetes larutan indikator pada setiap tabung yaitu:
a) Metil jingga pada tabung 1
b) Metil merah pada tabung 2
c) Bromtimol biru pada tabung 3
d) Fenolftalein pada tabung 4
3) Catat pengamatanmu dan perkiraan pH larutan A.
4) Lakukan pemeriksaan yang sama terhadap air limbah B, dan C secara bergantian.

E. Hasil Pengamatan

Warna indikator Sifat asam-basa/


Air Limbah
Lakmus merah Lakmus biru Perkiraan pH
A
B
C

Air Warna air limbah setelah ditambah indikator Perkiraan


Limbah Metil merah Metil jingga Bromtimol biru Fenolftalein pH
A
B
C

F. Diskusi / Pertanyaan
1) Setelah larutan diperiksa dengan lakmus, indikator yang manakah sebetulnya tidak perlu
digunakan dalam pemeriksaan lebih lanjut terhadap:
a) Air limbah A
b) Air limbah B
c) Air limbah C
2) Jelaskan jawabanmu!

Catatan :
Bahan yang dibawa Peserta Ujian Per Kelompok
a. Bakso , minimal 3 merk
b. Tahu minimal 3 pabrik
c. Mie kuning (3 merek berbeda)
4
d. Air kunyit (satu botol)
e. Air kapur ( satu botol)
f. Detol cair untuk mandi / Betadin obat luka
g. Tablet Vitamin C
h. Air bersih 1 botol
1. Lap meja
2. Laporan dibuat pada kertas polio polos (HVS) atau polio bergaris
3. Laporan diklip menggunakan Map Snelhekter Plastik dikumpul per kelompok

Bahan yang dibawa Peserta Ujian Per Orangan


1. Air Susu 1 botol/ kotak isi 200ml
2. Coklat batangan 1 buah
Dimasukkan dalam plastik diberi nama peserta.