Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA TN J DENGAN

HIPERTENSI PADA TN.J DI RT.001 RW.003 DESA/KELURAHAN GUNUNG


PUYUH KECAMATAN GUNUNG PUYUH KOTA SUKABUMI

A. PENGKAJIAN\
1. Data Umum
a. Nama Kepala Keluarga : Tn. J
b. Umur : 50 tahun
c. Alamat : Jl. Karamat Anyar no 36
d. Pekerjaan Kepala Keluarga : Buruh
e. Pendidikan Kepala Keluarga : SMA
f. Agama : Islam
g. Suku Bangsa : Sunda/ Indonesia

No Nama JK Hub dgnUmur Pendidikan Agama Pekerjaan Ket


KK
1 Tn.J P Suami 50 th SD Islam Buruh Sakit
2 Ny.K L Istri 45 th SD Islam IRT Sehat
3 An.B P Anak 18 th SMK Islam Pelajar Sehat
4 An. A L Anak 14 th SMP Islam Pelajar Sehat

Genogram
h.
Tipe Keluarga
i. : Extended family
Status Sosial ekonomi keluarga
j. : Menengah ke bawah.
k.Aktifitas rekreasi keluarga : Aktivias hiburan keluarga Tn.
J adalah berkumpul bersama anggota keluarga.
2. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Penghasilan keluarga ± 2,3 juta itupun sudah mencakup biaya
keseluruhan selama sebulan. Tn.J adalah seorang buruh bangunan. Tn.J
dan Ny.K mengatakan penghasilan yang mereka dapatkan lebuh dari
cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap hari dan untuk membiayai kedua
anaknya yang masih sekolah.
3. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Anak-anak mereka biasanya menghabiskan waktu liburannya dengan
bermain dengan teman sebayanya dan menonton tv dirumah.
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia
sekolah.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Tidak ditemukan tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
Anak pertama berusia 18 tahun dan anak kedua berusia 14 tahun masih
bersekolah masing – masing SMK dan SMP. Tn.J dan Ny.K mengatakan
komunikasi dengan anak-anaknya bersifat terbuka dan masing-masing
anak tahu akan tegas dan kewajiban sebagai anak.
3. Riwayat Keluarga Inti
Tn.J menderita hipertensi yang diketahui sejak 5 tahun yang lalu.
September 2014 yang lalu tekanan darah klien sempat mencapai 200/110
mmHg sehingga klien tidak dapat beraktivitas. Riwayat pengobatan, klien
hanya dikunjungi tenaga kesehatan panti di lingkungan rumah. Saat ini
klien mendapatkan terapi reserpin, diazepam, dan hidrochlorotiazid.
Aktivitas klien sudah mampu berjalan keluar rumah. Ny.K kondisi
kesehatan baik dan tidak ada mengeluh tentang kesehatannya. An.B,
kondisi kesehatan baik dan tidak ada keluhan apa-apa. An.A, kondisi
kesehatan baik.
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Menurut pengakuan keluarga, tidak ada anggota keluarga yang
menderita penyakit hipertensi. Keluarga tidak mempunyai riwayat
penyakit keturunan lain atau penyakit menular. Anggota keluarga belum
ada yang pernah dirawat di rumah sakit.

C. Lingkungan
1. Karakteristik dan denah rumah
a. Denah rumah
Luas rumah 55 m2 dengan panjang 11 meter dan lebar 5 meter. Terdiri
dari kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 mushola, 1 kamar
mandi, 1 dapur. Rumah ini merupakan rumah permanen dan milik
sendiri.
b. Keadaan lingkungan dalam rumah
1) Penerangan : Siang hari penerangan memanfaatkan cahaya
matahari. Pencahayaan cukup bagus, namun pencahayaan terasa
kurang di dapur. Pada malam hari penerangan menggunakan
listrik.
2) Ventilasi: Ventilasi di ruang tamu cukup sedangkan ventilai di
ruang tidur dan dapur kurang. Di kamar tidur hanya mempunyai
satu jendela dan jarang dibuka sedangkan di dapur tidak ada
jendela.
3) Dapur: Penerangan dan ventilasi udara kurang sehingga asap dapur
saat memasak akan mengumpul.
4) Kebersihan: Kebersihan secara umum baik. Kamar Tn. K
yang berdekatan dengan jalan sering berdebu. Selain itu rumah
tidak memiliki loteng yang memungkinkan debu jatuh ke lantai.
c. Keadaan lingkungan di luar rumah
1) Pemanfaatan halaman : Halaman rumah dimanfaatkan untuk
menanam buah dan bunga, tempat jemuran pakaian.
2) Sumber air minum : Sumber air minum dan air bersih keluarga
diambil dari sumur.
3) Pembuangan air kotor : Keluarga tidak mempunyai saluran khusus
pembuangan air kotor. Air dibuang begitu saja sehingga meresap
ke tanah.
4) Pembuangan sampah : Sampah dibuang ke lubang tanah yang
tertutup. Jika sampah sudah penuh akan dibakar atau ditimbun.
5) Jamban : Keluarga mempunyai jamban. Septic tank berbentuk
leher angsa.
6) Sumber pencemaran : Sumber pencemaran adalah debu jalanan.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas
Kondisi lingkungan sekitar cukup bersih. Jarak antar rumah sekitar 4-5 m.
Komunitas mempunyai aturan-aturan tertentu yang disepakati dan
dilaksanakan oleh warga.
3. Mobilitas geografis keluarga : Tn. J mulai jam 07.00 sampai jam 16.00
bekerja sebagai buruh bangunan. Sedangkan Ny. K tidak ada aktivitas
keluar rumah. Sedangkan An. A dan An. B sehari-hari berangkat sekolah
jam 07.00 sampai jam 14.00.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : tidak ada
perkumpulan keluarga secara rutin. Perkumpulan keluarga hanya
dilakukan sewaktu-waktu, pada acara-acara tertentu.
5. Sistem pendukung keluarga: Rumah keluarga Tn. K berdekatan dengan
panti social dan setiap sebulan sekali dikunjungi tenaga kesehatan dari
panti.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Komunikasi keluarga sehari-hari menggunakan bahasa Sunda.
Komunikasi dilakukan secara terbuka. Setiap permasalahan selalu
diungkapkan dan dicari pemecahannya bersama.

2. Struktur kekuatan keluarga


Dukungan dan motivasi yang kuat dari anggota keluarga dan
ditanamkannya sikap saling menyayangi dan saling membantu sangat
menunjang keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan keluarga.
3. Struktur peran (formal dan informal)
Tn. J berperan sebagai kepala keluarga yang memimpin dan
melindungi anggota keluarganya. Tn. J sebelumnya juga aktif di
masyarakat.
4. Nilai dan norma keluarga
Sebagai keeturunan Sunda, keluarga menanamkan dan menjalankan
nilai dan norma budaya Sunda.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi biologis keluarga
a. Keadaan kesehatan
Saat ini yang sedang menderita sakit adalah Tn. J sedangkan anggota
keluarga yang lain dalam kondisi yang sehat.
b. Kebersihan perorangan
Keluarga biasa mandi sehari dua kali, gosok gigi sehari dua kali,
keramas seminggu tiga kali. Keluarga juga membiasakan cuci tangan
sebelum makan dan tidak memanjangkan kuku.
c. Penyakit sering diderita
Penyakit yang diderita keluarga adalah flu, tidak enak badan, dan
pusing.
d. Penyakit keturunan
Keluarga mengatakan tidak tahu apakah keluarganya terdahulu
mempunyai riwayat penyakit asma ataupun hipertensi.
e. Penyakit kronis/menular
Keluarga megatakan tidak mempunyai riwayat penyakit
kronis/menular.
f. Kecacatan keluarga
Tidak ditemukan kecacatan dalam anggota keluarga.
g. Pola makan
Keluarga biasa makan tiga kali sehari dengan menu yang selalu
berganti-ganti walaupun ala kadarnya.
h. Pola istirahat
Pola istirahat setiap anggota keluarga berbeda. Istirahat siang
dilakukan jika perlu. Istirahat malam selama kurang lebih 6-7 jam.
Namun Tn. J dan Ny. K kadang-kadang tidur hanya beberapa jam saja
di malam hari.
2. Fungsi psikologis keluarga
a. Keadaan emosi
Keadaan emosi keluarga dalam kondisi yang stabil. Keluarga selalu
menjaga perasaan masing-masing anggota keluarga sehingga tidak
terjadi pertengkaran.
b. Kebiasaan buruk
Pola makan pagi keluarga tidak teratur.
c. Pengambilan keputusan
Keputusan keluarga diambil oleh Tn. J dan Ny. K yang sebelumnya
dibicarakan bersama dengan anggota keluarga yang lain.
d. Ketergantungan obat/bahan
Tidak ada riwayat ketergantungan obat pada Tn. J
e. Mencari pelayanan kesehatan
Jika merasa pusing Tn. J hanya dikunjungi tenaga kesehatan panti di
lingkungan rumah. Saat ini klien mendapatkan terapi reserpin,
diazepam, dan hidrochlorotiazid.
3. Fungsi sosial keluarga
a. Hubungan antar keluarga
Hubungan antar keluarga baik karena keluarga menanamkan sikap
saling menyayangi, menghargai dan saling membantu.
b. Hubungan dengan orang lain
Hubungan keluarga dengan orang lain baik. Antara tetangga saling
bertegur sapa dan jika ada kesempatan mereka berkumpul dengan
tetangga untuk sekedar ngobrol.
c. Kegiatan organisasi sosial
Tn.J aktif mengikuti kegiatan sosial yang ada di desanya.
d. Keadaan ekonomi
Menengah ke atas, pendapatan keluarga didapatkan dari Tn. J.
4. Fungsi spiritual
a. Ketaatan beribadah
Keluarga mengatakan berusaha menjalankan ibadah secara rutin
namun kadang-kadang belum teratur menjalankan solat lima waktu.
b. Keyakinan kesehatan
Keluarga percaya bahwa penyakit yang diderita merupakan ujian dari
Tuhan yang harus dijalani dengan sabar dan setiap manusia pasti
mengalaminya. Keluarga percaya, di samping ujian yang diberikan
Tuhan pasti ada kenikmatan lain yang diperolehnya juga.
5. Fungsi kultural
a. Pengambilan keputusan
Keputusan diambil oleh Tn. J dan Ny. K dengan membicarakan
terlebih dahulu dengan anggota keluarga yang lain.
b. Adat yang mempengaruhi kesehatan
Menurut keluarga tidak ada adat yang mempengaruhi kesehatan
keluarga.

6. Fungsi reproduksi
Tn. J dan Ny. K masih aktif melakukan hubungan suami isteri. Ny. J tidak
menggunakan KB, walaupun aktif dalam hubungan badan.
7. Fungsi perawatan kesehatan
a. Menurut keluarga, masalah kesehatan apa yang sering dihadapi
keluarga (pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab, persepsi
keluarga terhadap masalah) : Keluarga mengatakan bahwa hipertensi
merupakan merasakan pusing yang terjadi karena keletihan. Keluarga
mengatakan tidak tahu lebih jauh tentang hipertensi walau pun sudah
lama menderita penyakit tersebut.
b. Yang dilakukan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan yang
sedang dialami yaitu hanya dikunjungi tenaga kesehatan panti di
lingkungan rumah.
c. Kemana keluarga meminta pertolongan apabila ada anggota keluarga
yang mengalami masalah kesehatan : Keluarga menangani sendiri
dulu masalah kesehatan tersebut, namun jika tidak tertangani baru ke
puskesmas.
d. Tindakan apa yang dilakukan keluarga untuk mencegah timbulnya
masalah kesehatan: Keluarga membiasakan diri makan teratur,
istirahat cukup, dan tidak terlalu lelah bekerja.