Anda di halaman 1dari 4

Kontribusi Berbagai Disiplin Ilmu

Ilmu akuntansi keperilakuan dibangun berdasarkan kontribusi dari sejumlah disiplin


ilmu keperilakuan. Seperti psikologi,sosiologi,psikologi social. Sebagian besar kontribusi
psikologi berada pada tataran analisis tingkat individu atau tingkat mikro. Sementara
itu,disiplin lainnya seperti sosiologi dan psikologi social membantu memahami konsep makro
seperti proses kelompok dan organisasi.

Psikologi
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur,menjelaskan,dan terkadang
mengubah perilaku manusia. Para psikolog memperhatikan, mempelajari,dan berupaya
memahami perilaku individual.

Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat,dan
perkembangan masyarakat. Sosiologi merupakan cabang ilmu social yang mempelajari
masyarakat dan pengaruh terhadap kehidupan manusia.

Psikologi social
Dunia psikologi merupakan dunia yang berkaitan dengan persoalan
perasaan,motivasi,kepribadian,dan sejenisnya yang berkaitan dengan individu. Sementara,
sosiologi secara umum cenderung berkaitan dengan persoalan masyarakat.

Antropologi
Antropologi berasal dari kata yunani “anthropus” yang berarti “manusia” atau “orang”,dan
“logos” yang berarti “ilmu”. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis
sekaligus makhluk sosial. Antropologi memiliki dua sisi holistik yang meneliti manusia pada
tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiaan.

Ilmu Politik

ilmu politik adalah cabang ilmu social yang membahas teori dan praktik politik serta
deksripsi dan analisis terhadap system politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi
akademis, teori dan riset. Ilmuwan politik mempelajari alokasi dan transfer kekuasaan dalam
pengambilan keputusan, peran dan system pemerintahan termasuk pemerintah dan organisasi
internasional, serta perilaku politik dan kebijakan publik.

Pengantar Akuntansi Keperilakuan

Ilmu akuntansi merupakan ilmu yang selalu berkembang. Perkembangan ilmu


akuntansi seiring dengan perkembangan dunia bisnis saat ini. Pada perkembangannya,
akuntansi berperan dalam menghasilkan informasi keungan maupun non-keuangan yang
digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Tujuan
informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang terbaik guna
mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. Namun,
pemilihan dan penetapan suatu keputusan bisnis juga melibatkan aspek-aspek keperilakuan
dari para pengambilan keputusan. Dengan demikian, akuntansi tidak dapat dilepaskan dari
aspek perlikau manusia serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dapat dihasilkan oleh
akuntansi. Jadi, akuntansi bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan sesuatu yang akan
selalu berkembang sepanjang waktu seiring dengan perkembangan lingkungannya agar dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya. Oleh karena itu, akuntansi
keperilakuan dapat didefinisikan sebagai: “subdisiplin ilmu akuntansi yang melibatkan aspek-
aspek keperilakuan manusia terkait dengan proses pengambilan keputusan ekonomi.”.
penjelasan di atas menunjukkan adanya aspek keperilakuan pada akuntansi, baik dari pihak
pelaksana/penyusun informasi maupun pihak pemakai informasi akuntansi.

Perkembangan Sejarah Akuntansi Keperilakuan

Binberg dan Shields (1989) mengklasifikasikan riset akuntansi keperilakuan dalam


lima aliran (school), yaitu pengendalian manajemen (management control), pemrosesan
informasi akuntansi (accounting information processing), desain sistem informasi
(information system design), riset audit (audit research), dan sosiologi organisasional
(organizational sociology).
Pada awal perkembangannya, riset akuntansi keperilakuan menekankan pada aspek
akuntasi manajemen, khususnya budgeting. Namun, cakupannya terus berkembang dan
bergeser kearah akuntansi keuangan , system informasi akuntansi, dan audit. Riset akuntansi
keperilakuan telah berkembang sedemikian rupa sehingga tinjauan literatur telah menjadi
terspesialisasi dengan lebih memfokuskan diri pada atribut keperilakuan yang spesifik seperti
porses kognitif, atau riset keperilakuan pada satu topik khusus seperti audit sebagai tinjauan
analitis (analytical review).

Perkembangan yang pesat dalam akuntansi keperilakuan lebih disebabkan akuntansi


secara stimulant dihadapkan dengan ilmu-ilmu sosial yang lain secara menyeluruh. Pada
gilirannya akuntansi keperilakuan diyakini dapat menjadi suatu terobosan yang baik dalam
pengukuran bisnis dan informasi yang memungkinkan para direktur (Chief Executive Officer-
CEO), direktur keuangan (Chief Financisl Officer-CFO) dan penyusun rencana strategis
lainnya untuk mengoptimalkan keputusan yang diambil. Akuntansi keperilakuan menyediakan
suatu kerangka yang disusun berdasarkan teknik berikut :

1) Untuk memahami dan mengukur dampak proses bisnis terhadap orang-


orang dan kinerja perusahaan
2) Untuk mengukur dan melaporkan perilaku serta prndapat yang relevan
terhadap perencanaan strategis
3) Untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku guna memastikan keberhasilan
implementasi kebijakan perusahaan.

Peran Riset Terhadap Akuntansi Keperilakuan

Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas
berhubungan dengan perilaku individu, kelompok, dan organisasi bisnis, terutama yang
berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. Studi terhadap perilaku akuntan
atau perilaku dari non akuntan telah banyak dipengaruhi oleh fungsi akuntan dan laporan. Riset
akuntansi keperilakuan meliputi masalah yang berhubungan dengan:

1) Pembuatan keputusan dan pertimbangan oleh akuntan dan auditor.


2) Pengaruh dari fungsi akuntansi seperti partisipasi dalam penyusunan
anggaran, karakteristik sistem informasi, dan fungsi audit terhadap perilaku
baik karyawan, manajer, investor, maupun Wajib Pajak.
3) Pengaruh dari hasil fungsi tersebut, seperti informasi akuntansi dan
pengunaan pertimbangan dalam pembuatan keputusan.

Mengapa Mempertimbangkan Aspek Keperilakuan pada Akuntansi

Peningkatan ekonomi pada suatu organisasi dapat digunakan sebagai dasar memilih
informasi yang relevan terhadap pengambilan keputusan.kesempurnaan teknis tidak pernah
mampu mencegah orang untuk menyadari bahwa tujuan akhir jasa akuntansi organisasi bukan
sekedar teknik yang didasarkan pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi tetapi juga
bergantung pada bagaimana perilaku orang-orang di dalam perusahaan, naik sebagai pemakai
maupun pelaksana, dipengaruhi oleh informasi yang dihasilkannya.

Akuntansi Adalah Tentang Manusia

Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan factor sosial secara jelas didesain dalam
aspek-aspek oprasional utama dari seluruh system akuntansi. Dari pengalaman dan praktik
banyak manajer dan akuntan telah memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar aspek
manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi
masih dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan
dan penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan.
Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil
laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas
organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak di
inginkan terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika
semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas.

Akuntansi Adalah Tindakan

Dalam organisasi, semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan dalam
mencapai tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung
jawab dan rasa tanggung jawab anggota terhadap. Rasa tanggung jawab tersebut pada sebagian
organisasi dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu. Dalam organisasi, masing-masing
mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
Kesadaran dapat terwujud manakala mematuhi ketetapan dalam anggaran. Pencapaian tujuan
dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota organisasi
dlaam memenuhi keinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Dimensi Akuntansi Keprilakuan

Para akuntan dan manajer professional menyadari kebutuhan akan tambahan informasi
ekonomi yang dihasilkan sistem akuntansi. Oleh karena itu informasi ditambah tidak hanya
melaporkan data-data keuangan tetapi data-data non keuangan yang terkait dalam proses
pengambilan keputusan. Berdasarkan kondisi ini, wajar jika akuntansi sebaiknya memasukkan
dimensi-dimensi keperilakuan dari berbagai pihak yang terkait dengan informasi yang
dihasilkan oleh sistem.

Lingkup Akuntansi Keperilakuan

Akuntansi keprilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang mencakup


pengumpulan, pencatatan, dan pelaporan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi
akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta
penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keprilakuan, dengan
mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, menceminkan
dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Ruang lingkup akuntansi
keprilakuan sangat luas yang meliputi antara lain :

1) Aplikasi dari konsep ilmu keprilakuan terhadap disain kontruksi system


akuntansi.
2) Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi
3) Dengan cara mana informasi diproses untuk membantu pengambilan
keputusan.
4) Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-
perilaku para pemakai data.
5) Pengembangan strategi untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-
cita serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian
data.

Lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang besar :

1) Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan


system akuntansi.
2) Pengaruh sistem akunatnsi terhadap perilaku manusia.
3) Metode untuk memprediksi dan strategi unuk mengubah perilaku manusia.

Anda mungkin juga menyukai