Anda di halaman 1dari 12

Nomor :

Lamp :
Hal : Rekomendasi kontruksi dan Renovasi gedung ( R. Nn nisa)

Kepada Yth :
Ketua panitia pembangunan gedung An nisa
Di Tempat

Assalamu'alaikum Wr Wb
Ba'da salam dan bahagia semoga rahmat dan hidayah Alloh SWT selalu tercurahkan kepada kita semua
dan mengiringi langkah kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.Amin
Berkaitan dengan pelaksanaan penyelesaian gedung annisa baru,dengan adanya pengkajian resiko
pengendalian infeksi ICRA (Infection control risk assesmen),penentuan tipe kontruksi,Identifikasi
kelompok resiko dan identifikasi level resiko dari panitia PPIRS tanggal 3 desember 2013 yang bertujuan
:
1. Mencegah terjadinya penularan infeksi baik langsung maupun tidak langsung kepada pasien
pengunjung maupun karyawan sebagai akibat proses kontruksi bangunan
2. Memastikan bahwa proses kontruksi di lakukan sesuai ketentuan dan prinsip-prinsip
pencegahan infeksi yang tepat untuk mengontrol resiko kontaminasi mikroba melalui udara
pada area yang di tempati oleh pasien dan bagian pelayanan kesehatan lainnya
3. Pengkajian dan rekomendasi ini dapat di jadikan sebagai acuan untuk pembangunan gedung ini
dengan tetap melindungi dan mengutamakan keselamatan pasien dan karyawan
Berdasarkan kunjungan lapangan yang di lakukan oleh tim PPIRS bersam tim ICRA terhadap proses
ketentuan pelaksanaan renovasi dan kontruksi gedung ruang annisa, maka PPIRS memberikan
ketentuan sebagai berikut terlampir.
Tindakan yang harus di lakukan oleh pelaksana proyek kontruksi/renovasi gedung annisa level IV

No Tindakan umum

1 Ada tanda penunjuk/peringatan yang jelas

2 Prosedur keluar masuk yang jelas bagi pekerja

3 Lift yang di gunakan dan waktu penggunaan harus jelas

4 Terdapat ante room

5 Jalur keluar / masuk bebas dari puing

6 Alat angkut puing harus tertutup

7 Prosedur dan waktu pembuangan puing di tentukan

8 Terdapat prosedur pembersihan (pembersihan,penghisapan,penyikatan,Mop)

9 Pintu keluar masuk selalu tertutup

No Tindakan khusus

1 Gunakan metode untuk meminimalisasi debu dari kegiatan kontruksi

2 Plafon / langit-langit segera ditutup kembali setelah inspeksi visual

3 Rute transportasi barang bersih tidak dekat denganmaterial yang terkontaminasi

4 Hindari perpindahan pasien melalui area proyek

5 Menjadwalkan pengerjaan pipa air yang berhubungan dengan pemutusan aliran sementara

6 Mempertahankan lingkungan pekerjaan tetap kering

7 Memastikan barang-barang yang mendukung pertumbuhan kuman leginella tidak di gunakan

8 Mengurangi debu di udara dengan membersihkan menggunakan pel basah

9 Menempatkan keset pada pintu keluar/ masuk


10 Material harus tertutup saat di angkut

11 Sebelum mulai,blok da tutup/segel lubang udara/ventilasi

12 Monitor filter selama kontruksi

13 Bagian kebersihan harus lebih sering membersihkan area yang berdekatan dengan kontruksi

14 Ketika sistem penanganan udara akan digunakan untuk membuang udara dari area kontruksi
dengan memperhatikan :

● system udara yang langsung keluar dari gedung

● Analisa tehnik di perlukan untyuk memastikan sistem pembuangan berfungsi sesuai yang di
harapkan dan sistem HVAC tidak membahayakan

● Penggunaan kipas pembuangan udara selalu di monitor

IPCN RS Islam Surakarta

(.....................................)

FORMAT PENENTUAN GROUP PASIEN KELOMPOK RESIKO


PPI RS ISLAM SURAKARTA

Instalasi : Gedung annisa


Beri tanda ( √ ) pada kolom YA dan TIDAK
Kelompok resiko Area YA TIDAK N/A

Rendah  Area perkantoran


 Koridor umum
Menengah  Cardiologi
 Echocardiography
 Endoscopy
 Nuclear medicine
 Physical therapi
 Radiologi/ MRI
 Respiratory therapy
Tinggi  ICCU
 IRD
 Laboratorium klinik,spesimen
 Medical units
 Ruang RR
 Farmasi
 Ruang anak
 Surgical units
 Ruang perawatan bayi
 Rawat jalan
highest  Tempat perawatan pasien imunosupresan
 Bank darah
 Klinik laboratorium mikrobiologi,
 ICU
 Ruang isolasi tekanan nagative
 Onkologi
 Ruang operasi

FORMAT IDENTIFIKASI LEVEL RESIKO


PPI RS ISLAM SURAKARTA

Instalasi :......

Matrik Pengkajian Level Resiko

Resiko Tipe A Tipe B Tipe C Tipe D


Rendah I II III III / IV

Sedang I II III IV

Tinggi I II III / IV IV

III III / IV III / IV IV

Sukoharjo,........................20.....

Auditor

(...................................)
AUDIT INFECTION CONTROL RISK ASSESMENT (ICRA ) DAMPAK RENOVASI
DAN KONTRUKSI BANGUNAN
PPI RS ISLAM SURAKARTA

Instalasi : ..............................

No Tindakan umum YA TIDAK N/A

1 Ada tanda penunjuk/peringatan yang jelas

2 Prosedur keluar masuk yang jelas bagi pekerja

3 Lift yang di gunakan dan waktu penggunaan harus jelas

4 Terdapat ante room

5 Jalur keluar / masuk bebas dari punig

6 Alat angkut puing harus terttutup

7 Prosedur dan waktu pembuangan punig di tentukan

8 Terdapat prosedur pembersihan


(pembersihan,penghisapan,penyikatan,Mop)

9 Pintu keluar masuk selalu tertutup

No Tindakan khusus YA TIDAK N/A

1 Gunakan metode untuk meminimalisasi debu dari kegiatan


kontruksi

2 Plafon / langit-langit segera ditutup kembali setelah inspeksi visual

3 Rute transportasi barang bersih tidak dekat denganmaterial yang


terkontaminasi

4 Hindari perpindahan pasien melalui area proyek

5 Menjadwalkan pengerjaan pipa air yang berhubungan dengan


pemutusan aliran sementara

6 Mempertahankan lingkungan pekerjaan tetap kering


7 Memastikan barang-barang yang mendukung pertumbuhan kuman
leginella tidak di gunakan

8 Mengurangi debu di udara dengan membersihkan menggunakan pel


basah

9 Menempatkan keset pada pintu keluar/ masuk

10 Material harus tertutup saat di angkut

11 Sebelum mulai,blok da tutup/segel lubang udara/ventilasi

12 Monitor filter selama kontruksi

13 Bagian kebersihan harus lebih sering membersihkan area yang


berdekatan dengan kontruksi

14 Ketika sistem penanganan udara akan digunakan untuk membuang


udara dari area kontruksi dengan memperhatikan :

● system udara yang langsung keluar dari gedung

● Analisa tehnik di perlukan untyuk memastikan sistem


pembuangan berfungsi sesuai yang di harapkan dan sistem HVAC
(heating,ventilation, and air condition) tidak membahayakan

● Penggunaan kipas pembuangan udara selalu di monitor

IPCN RS Islam Surakarta

(.....................................)

FORMAT PENENTUAN TIPE KONTRUKSI GEDUNG RUMAH SAKIT ISLAM SURAKARTA


PPI RS ISLAM SURAKARTA

Instalasi :.......................

TIPE DESKRIPSI YA TIDAK

A Proses inspeksi dan kegiatan non invasive,termasuk tetapi tidak terbatas:

 Memindahkan plafon untuk inspeksi visual batasan ( 5 m2 )


 Pengecatan bukan pengamplasan
 Pekerjaan bukan pipa air (memutus suplay air sementara air ≤ 15 menit
di area tertentu)
 Kegiatan yang tidak menghasilkan debu atau membutuhkan
pembongkaran dinding atau langit-langit selain dari untuk inspeksi
visual
B Proses dengan waktu yang kecil dan pendek yang mwengakibatkan debu
minimal,termasuk tetapi tidak terbatas :

 Pemassangan instalasi telepon dan kabel komputer,membongkar


dinding atau langit-langit dimana debu masih bisa di kontrol
 Pengamplasan atau memperbaiki area kecil dinding
 Pekerjaan pipa air / memutus 5 menit suplay air≤ 30 menit lebih dari 1
area ruang perawatan
 Akses ke ruang terbuka
C Pekerjaan yang menghasilkan debu yang banyak,termasuk tetapi tidak terbatas
:

 Pengamplasan dinding kering, untuk pengecatan atau menutup dinding


 Pembongkaran dinding, merobohkan dinding kering atau
menyelesaikan bangunan, di mana pekerjaan selesai satu kamar
 Pembongkaran dinding atau pembangunan tembok baru
 Pekerjaan kecil saluran pipa, listrimk dilangit-langit ( tidak termasuk
pembongkaran atau instalasi )
 Renovasi ruangan terbuka
 Menarik kabel utama dari beberapa kamar ke jalur akses yang di
butuhkan
 Kegiatan apapun yang tidak bisa di selesaikan dala shift kerja tunggal
 Setiap aktivitas yang tidak memerlukan penutup/ barier yang tidak
memenuhi syarat tipe D
D Pembongkaran besar dan proyek-proyek kontruksi utama namun tidak terbatas
pada :

 Kegiatan yang memerlukan penutupan unit / relokasi pasien


 Pembongkaran instalasi kabel lengkap,HVAC (heating,ventilation, and
air condition),pipa,perlengkapan gas atau sistem listrik
 Pembongkaran gedung utama
 Kontruksi baru yang terletak dekat gedung Rumah Sakit ( sebagaimana
di tentukan TIM ICRA )
 Kontruksi beru yang terletak di dekat jalur keluar pasien area
perawatan ( yang telah dfi tetapkan oleh TIM ICRA primer )
 Kegiatan penggalian yang jaraknya dekat dengan bangunan Rumah
Sakit ( sebagaimana telah di tetapkan oleh TIM ICRA primer )

Sukoharjo,........................20.....
Auditor
(......................................)

FORM PDSA
Tool : Audit Hand Hygiene Step : Observasi Skill Hand Hygiene Cycle : Siklus 2

Plan Kami berencana Mengetahui skill hand hygiene petugas,petugas di minta


mempraktekkan langkah-langkah cuci tangan setelah
melakukan absen di tempat absensi

Saya berharp Dalam minggu ini semua petugas yang melakukan absen
sudah mahir dalam melakukan cuci tangan

Tindakan 1. 15 menit sebelum jam masuk,PPI,SKP,PMKP dan


keperawatan sudah datang di tempat absen
2. Kamim meminta p[etugas yang melakukan absensi
untuk mempraktekkan langkah-langkah cuci
tangan
3. Dalam 1 minggu kami akan melihat berapa banyak
petugas yang sudah mahir melakukan langkah-
langkah cuci tangan
Do Hasil pengamatan kami 1. Petugas-petugas yang melakukan absensi sudah
banyak yang hafal langkah-langkah mencuci tangan
2. Petugas mengatakan masih grogi karena di lihat
orang banyak sehingga mereka jadi lupa
Study Hasil pengamatan di sesuaikan Kamim masih menemukan 5,1% petugas yang belum mahir
dengan tujuan melakukan cuci tangan dan masih ada petugas yang sudah
bisa tapi lupa

Action Kesimpulan dalam siklus ini 1. Petugas sudah banyak yang tahu langkah-
langkahnya mencuci tangan
2. Masih ada beberapa petugas yang belum hafal
langkah-langkah cuci tangan dengan alasan grogi
Sosialisasi akan di lakukan terus menerus oleh kepala/
manager masing-masing dan akan dilakukan audit
kepatuhan cuci tangan oleh TIM PPI
FISHBONE TINGGINYA ANGKA PLEBHITIS

Manusia Sistem
Perawat tidak cuci tangan Tidak semua paham tanda –tanda plebhitis Kebijakan pemakaian CVC untuk
pasien dng osmolaritas tinggi SPO hand hygiene.
Perawat jarang monitoring infus Tehnik aseptik tidak diperhatikan Algoritma plebhitis ada
Pelatihan tindakan a
aseptik ada
Pasien geriatri banyak Pasien banyak Sosialisasi algoritma
SPO pasang infus
Memakai dng obat cairan osmolaritas tinggi banyak pasien pediatrik banyak
SPO perawatan infus belum ada

Tingginya
angka plebhitis
Penyediaan handrub sudah ada tiap bed Alat-alat disposible ada Pasien banyak
Sering menggunakan obat konsetrat tinggi Dresing transparan masih sedikit
Tool Lingkungan
EVALUASI AKAR MASALAH

Manusia Akar masalah adalah di kepatuhan petugas Rekomendasi di lakukan audit


kepatuhan

Sistem ● Kebijakan pemasangan CVC untuk pasien dengan Rekomendasi :


osmolaritas tinggi belum ada
● Pembuatan kebijakan
● SPO perawatan infus belum ada pemasangan CVC

● Sosialisasi tanda tanda plebhitis kurang ● Pembuatan SPO perawatan


infus

● Sosialisasi tanda tanda


plebhitis ke ruang perawatan

Alat Semua sarana dan prasarana alat sudah di penuhi Rekomendasi : Dilakukan audit
oleh Rumah Sakit kepatuhan terhadap
penggunaan alat-alat tersebut

Lingkungan Pasien banyak tidak bisa di jadikan alasan Rekomendasi : Dilakukan audit
kepatuhan cuci tangan