Anda di halaman 1dari 6

3.

Menetapkan Harga Jual Produk


Menurut Machfoedz 2005, tujuan dari penetapan suatu harga adalah untuk mencapai target perusahaan,
mendapatkan laba dari penjualan, meningkatkan serta mengembangkan produksi produk, serta meluaskan
target pemasaran. Penetapan harga suatu produk atau jasa tergantung dari tujuan perusahaan atau penjual
yang memasarkan produk tersebut. Menurut Harini 2008 penetapan harga memiliki tujuan yaitu:
1. Mencapai Penghasilan atas Investasi
Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan persentasenya dan untuk
mencapainya diperlukan penetapan harga tertentu dari barang yang dihasilkannya.
2. Kestabilan Harga
Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga.
Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga,
khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.
3. Mempertahankan atau Meningkatkan Bagian dalam Pasar
Apabila perusahaan telah mendapatkan pangsa pasar yang luas, merkea harus berusaha
mempertahankannya atau justru mengembangkannya. Untuk itu kebijaksanaan dalam
penetapan harga jangan sampai merugikan bisnis.
4. Menghadapi atau Mencegah Persaingan.
Apabila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan mengetahui pada
harga berapa mereka akan menetapkan penjualan. Ini artinya, perusahaan belum memiliki
tujuan dalam menetapkan harga coba-coba tersebut.
5. Penetapan Harga untuk Memaksimalkan Laba
Tujuan ini biasanya menjadi acuan setiap bisnis untuk bertahan hidup, karena setiap bisnis
memerlukan laba.

Secara umum, terdapat 4 metode untuk menetapkan harga yaitu, metode penetapan harga
berbasis permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis persaingan. Berikut adalah
beberapa penjelasan mengenai metode penetapan harga.
Berbasis Permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi selera dan kesukaan
pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk membeli, manfaat yang
diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.
Berbasis Biaya
Faktor penetapan harga yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya, dan bukannya aspek
permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran produk yang
ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga
laba/rugi.

Berbasis Laba
Penetapan harga yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan. Metode ini
memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (penetapan harga berdasarkan target
keuntungan), target return on sales pricing (target harga berdasarkan penjualan), dan target
return on investment pricing sebuah perusahaan.

Berbasis persaingan
Penetapan harga yang dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini
memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik
konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih
tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki kualitas
lebih baik.

Untuk sebuah proses penetapan harga, suatu bisnis harus memiliki wawasan tentang kondisi
produk, keuangan, dan hasil akhir berupa profit atau keuntungan yang ingin dicapai. Untuk
mengetahui semua proses ini dengan baik, maka suatu bisnis membutuhkan perhitungan
akuntansi yang tidak hanya memuat angka-angka nominal pengeluaran dan pemasukan, namun
juga sistem akuntansi yang mampu menyajikan suatu prediksi berbentuk tabel maupun grafik
data untuk memudahkan penilaian secara cepat dan akurat.
4. Prakiraan volume dan omzet penjualan.

Tahap-tahap Prakiraan Volume Penjualan

Analisa penjualan

Analisa penjualan pada masa yang lalu, merupakan analisa bulanan, kuartalan, tahunan ataupun
triwulan dan panca tahunan, yang berhubungan dengan analisa produk, daerah pemasaran,
langganan maupun pesanan atas barang-barang. Analisa penjualan adalah suatu analisa tentang
penjualan yang berhubungan erat dengan daerah pemasaran, produk, langganan, pesanan dan
lain-lain.

Analisa pasar

Analisa pasar sangat penting sekali mengingat taksiran permintaan ataupun potensi penjualan,
dengan cara menentukan porsi pasar suatu barang tertentu. Analisa pasar jangka panjang dan
jangka pendek diadakan melalui peramalan penjualan dengan mempelajari potensi permintaan.
Selain itu beberapa segi yang perlu dianalisa dalam penelitian pemasaran antara lain adalah
peramalan penjualan, cara- cara pemasaran, peranan reklame dan promosi, penentuan lokasi
perusahaan, penelitian selera konsumen, analisa produk dan penentuan harga jual.

Analisa fungsi produksi

Analisa fungsi produksi merupakan kemampuan manajemen dalam pengalihan faktor-faktor


produksi yang tersedia menjadi produksi sehingga tersedianya kuantitas penjualan tergantung
kepada kuantitas produksi yang akan dihasilkan sesuai dengan faktor-faktor produksi yang
tersedia.
Menurut Chaniago (2002:45) memberikan pendapat tentang omzet penjualan adalah
keseluruhan jumlah pendapatan yang didapat dari hasil penjulan suatu barang atau jasa dalam
kurun waktu tertentu. Menurut Swastha (2005:34) memberikan pengertian omzet penjualan
adalah akumulasi dari kegiatan penjualan suatu produk barang-barang dan jasa yang dihitung
secara keseluruhan selama kurun waktu tertentu secara terus menerus atau dalam satu proses
akuntansi. Dari Definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa omzet penjualan adalah
keseluruhan jumlah penjualan barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu, yang dihitung
berdasarkan jumlah uang yang diperoleh dan berdasarkan volume. Seorang pengelola usaha
dituntut untuk selalu meningkatkan omzet penjualan dari hari kehari, dari minggu ke minggu,
dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun

5. Pemilihan bauran pemasaran yang tepat.


Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran
Penerapan Strategi Pemasaran melalui langkah-langkah sebagai berikut:
 Segmentasi Pasar (Market Segmentation), adalah tindakan membagi pasar menjadi
kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang
mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah ;
 Penetapan Target Pasar (Market Targeting), yaitu proses mengevaluasi daya tarik
masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani,
penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan
yang benar dengan pelanggan yang tepat, atau sebuah perusahaan besar mungkin
memutuskan untuk menawarkan ragam produk yang lengkap dalam melayani seluruh
segmen pasarnya, sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani
segmen tunggal, dan jika hal ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen ;
 Diferensiasi dan Posisi Pasar (Differentiation & Positioning), perusahaan harus
memutuskan bagaimana mendiferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen
sasaran dan posisi apa yang ingin ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk
adalah tempat yang diduduki produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen,
pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah
produk dianggap sama persis dengan produk lainnya di pasar, konsumen tidak
mempunyai alasan untuk membelinya.

Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi


Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan
merencanakan rincian bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran
taktis terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk
menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran.

Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi
permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu:
 Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar
sasaran meliputi : ragam, kualitas, desain. fitur, nama merek, dan kemasan ;
 Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk
memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran,
dan persyaratan kredit ;
 Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan
sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik ;
 Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan
membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
Program pemasaran yang efektif harus dapat memadukan semua elemen bauran pemasaran ke
dalam suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran
perusahaan dengan menghantarkan nilai bagi konsumen.

Sebelum membangun dan menerapkan 4 P diatas, pemasar sebaiknya memikirkan terlebih


dahulu “empat C” seperti yang diungkapkan oleh Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM, dalam bukunya
Marketing Plan yang terdiri dari:
 Solusi Pelanggan (Customer Solution), Produk dapat membantu dan mampu
memecahkan masalah konsumen ;
 Biaya Pelanggan (Customer Cost), Harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli
produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya ;
 Kenyamanan (Convenience), Produk tersebut mampu menyenangkan konsumen karena
mudah diperoleh di mana-mana ;
 Komunikasi (Communication), Produsen melakukan komunikasi produk kepada
konsumen secara benar dan tepat sasaran.
Philip Kotler & Gary Armstrong. 2008., Prinsip-prinsip Pemasaran” edisi 12. Penerbit
Erlangga Jakarta.

Ratnasari,Devita.2016. Upaya Meningkatkan Volume Penjualan Melalui Periklanan


(Advertising) (Studi Pada PT. Setio Budi Luhur Tours & Travel Surabaya).
http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1221.Diakses tanggal
23 Februari 2019