Anda di halaman 1dari 13

PERENCANAAN BISNIS USAHA KREATIF

“ RPS6-7: Perencanaan Produksi (Operasi) Barang/Jasa “

Disusun Oleh Kelompok 4 :

I Gusti Ayu Uthami Febriati (1607521018)

Ni Komang Sisi Sania Natalia (1607521019)

I Gede Rusdi Suryawan (1607521021)

Ni Kadek Cahyati (1607521022)

Ni Kadek Anggun Pramesthi Dewi Sujata (1607521024)

Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Udayana

Jimbaran

2019

i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dewasa ini sangat peting untuk memahami tingkah laku konsumen yang sangat
mempengaruhi sifat permintaan para pembeli dipasar. Memproduksi suatu barang harus
mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Berarti barang itu harus diproduksi untuk
memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk memproduksi barang mewah secara
berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia, karenanya tenagakerja yang
dikeluarkan untuk memproduksi barang tersebut dianggap tidak produktif.

Perlu memperhatikan, memahami, dan mempelajari kegiatan perusahaan dalam


menawarkan dan memproduksi barang yang diproduksinya. Salah satu faktor yang
mempengaruhi penawaran adalah biaya produksi. Dalam ekonomi yang sudah modern,
dimana peranan uang amat penting , maka ukuran efisiensi yang paling baik adalah uang.
Akhirnya bila konsumen berupaya mencapai kepuasan maksimum, maka produsen berupaya
mencapai tingkat produksi maksimum.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk memahami karakteristik produk dan bahan.
2. Untuk memahami prakiraan jumlah produksi dan persediaan (produk/bahan).
3. Untuk memahami pilihan mutu dan kemasan.
4. Untuk memahami pemilihan peralatan, mesin, dan kapasitas produksi.
5. Untuk memahami perencanaan lokasi dan tata letak.
6. Untuk memahami prakiraan waktu dan siklus produksi.
7. Untuk memahami perumusan standar mutu produk dan bahan.
8. Untuk memahami perumusan SOP dan fungsi kontrol produksi.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Karakteristik Produk dan Bahan

Menurut Kottler & Keller (2006), karakteristik produk adalah kondisi yang berbeda
dari suatu produk dibandingkan para pesaingnya yang dapat ditawarkan kepada konsumen
untuk memenuhi kebutuhan. Setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan
setiap produsen selalu berusaha menciptakan produk yang memiliki karakteristik tersendiri
sehingga konsumen memiliki persepsi khusus terhadap produk tersebut.Banyaknya variasi
produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan merupakan langkah untuk menghadapi
persaingan dalam merebut pangsa pasar.Contohnya, dalam industri otomotif yang semakin
berkembang ini, mobil sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
menawarkan berbagai macam variasi dan tipe, tentunya akan konsumen akan memiliki
banyak pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Produsen juga harus jeli dalam menangkap selera pasar lalu menuangkannya dalam produk
yang dihasilkan dengan karakteristik sesuai apa yang konsumen inginkan, sehingga bisa
disebut karakteristik produk merupakan salah satu faktor penting yang membuat produk
tersebut diterima oleh pasar

2.2 Prakiraan Jumlah Produksi dan Persediaan (Produk/Bahan)

Prakiraan jumlah produksi dan persediaan produk/bahan bisa dilakukan dengan cara
forecasting. Forecasting adalah peramalan (perkiraan) mengenai sesuatu yang belum terjadi
(Pangestu S, 1986:1). Peramalan adalah memperkirakan sesuatu pada waktu-waktu yang akan
datang berdasarkan data masa lampau yang dianalisa secara ilmiah, khususnya menggunakan
metode statistika (Supranto, 1984:80). Tidak ada satu perusahaan pun yang tidak ingin sukses
dan berkembang oleh karena itu, untuk mencapai sukses dan berkembangnya, suatu
perusahaan perlu adanya suatu cara yang tepat, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jadi peramalan adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam pengambilan keputusan.

Ramalan yang dilakukan umumnya berdasarkan data yang terdapat pada masa lampau
yang dianalisis dengan menggunakan cara-cara tertentu.Dalam hal ini sebelum melakukan

2
peramalan, perlu dilakukan mengumpulkan, menggunakan dan menganalisa data-data historis
serta menginterpretasikan peristiwa-peristiwa dimasa mendatang baru setelah itu peramalan
dapat dibuat.Didalam peramalan kita selalu bertujuan agar hasil peramalan yang kita buat
bisa meminimumkan pengaruh ketidakpastian terhadap perusahaan. Dengan kata lain
peramalan bertujuan mendapatkan hasil yang bisa meminimumkan kesalahan meramal
(forecast error) yang biasanya diukur dengan mean square error, mean absolute error dan
sebagainya (Pangestu S, 1986:3).

2.3 Pilihan Mutu dan Kemasan

Beberapa Faktor Penentu Mutu Produk

1. Mutu dan Bentuk Barang (Designing)

Dalam kehidupan ternyata terdapat berbagai jenis barang yang mutunya dipengaruhi oleh
bentuknya.Walaupun memang untuk barang-barang tertentu bentuknya tidak pernah berbeda
dan tidak pernah berubah serta tidak ada hubungannya dengan mutu barang tersebut.

Barang yang mutunya dipengaruhi oleh bentuk rancangannya, misalnya mobil.Mengapa


demikian? Konon bentuk “muka mobil” yang datar akan mendapat halangan yang besar dari
udara atau angin, sehingga lajunya kurang baik dan boros bensin. Akan tetapi, bila bentuk
body mobil tersebut lancip maka kurang mendapat hambatan udara atau angin, sehingga
lajunya pun lancar dan tidak boros bensin.Hal itu berarti bahwa mobil yang lancip
(streamline) lebih baik dibandingkan mobil yang tidak lancip.Hal serupa berlaku untuk
bentuk rancangan pesawat terbang.

2. Mutu dan Jenis Bahan Baku yang Digunakan

Mutu suatu barang banyak dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan untuk membuat
barang bersangkutan. Di duniabisnis, memang terdapat ragam bahan baku yang dibedakan
satu sama lain dari jenis dan mutunya, contohnya tempe yang baik bila 100% bahannya dari
kacang kedelai nomor satu. Artinya kacang kedelai yang merupakan bahan baku tempe
tersebut telah dipilih agar mutunya baik. Sedangkan tempe yang mutunya kurang baik, bila
bahan bakunya tidak semuanya kedelai tetapi dicampur kacang lain. di samping mutu kacang
kedelainya bukan kacang kedelai pilihan. Demikian pula produk-produk yang lain
dipengaruhi bahan bakunya.

3
3. Proses Pembuatan Mempengaruhi Mutu Barang yang Dihasilkan

Proses pengolahan dipengaruhi pula oleh teknologi yang digunakan, misalnya walaupun biji
kopi pilihan digunakan untuk membuat kopi serbuk, namun bila mesin penggilingnya kurang
baik (suhu tidak bisa diatur dan gilingannya tumpul), maka serbuk kopi yang dihasilkan pun
bukan kopi yang baik, tapi kopi dengan mutu yang kurang bagus.

Peran Kemasan Produk Dalam Strategi Penjualan

Persaingan bisnis yang semakin gencar membuat para pelaku bisnis harus benar-benar pintar
mencari jalan agar produknya terus dicari konsumen.Selain mutu produk, kemasan atau
packaging juga memiliki andil untuk menarik minat konsumen.

Peran Dari Kemasan Produk

Dalam mendesain sebuah kemasan, hendaklah dibuat dengan bentuk, warna, dan tulisan yang
menarik dan unik sehingga tampak berbeda dengan yang lainnya. Kemasan yang unik akan
mencuri perhatian konsumen untuk memperhatikan produk tersebut dan kemudian akan
mempertimbangkannya untuk membelinya.

Pada dasarnya desain kemasan mempengaruhi apa yang ada di dalamnya. Karena itu
pengaruh bentuk, warna, bahan, desain kemasan dapat mempengaruhi konsumen.Sebaiknya
dicari tenaga yang berpengalaman dalam hal mendesain kemasan produk yang menarik dan
tetap menonjolkan ciri khas produk.Perilaku konsumen yang semakin kritis terhadap
kemasan produk, terlebih untuk kemasan produk makanan harus mendapat perhatian khusus.
Menggunakan bahan yang ramah lingkungan, mudah dibawa, serta aman dan tidak
menimbulkan kontaminasi pada makanan, serta memberikan informasi produk yang memadai
akan menjadi pilihan konsumen.

Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Membuat Kemasan Produk

Berikut ini adalah beberapa poin yang harus anda pertimbangkan dalam membuat kemasan:

 Target market yang jelas.Jika ingin berencana membuat kemasan, diharuskan


menentukan siapa target pasar, apakah anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, atau
umum. Dengan mengetahui siapa yang menjadi pangsa pasar, maka penjualan akan
bisa berjalan maksimal. Selain itu penggunaan bahasa dalam kemasan juga ikut

4
memiliki pengaruh yang besar. Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti oleh
semua kalangan akan mempermudah konsumen untuk menggunakan produk.
 Kemasan eye catching.Kemasan hendaklah bisa langsung menarik perhatian
konsumen saat pertama kali melihat produk tersebut. Penggunaan warna-warna yang
cerah dan kemasan yang praktis seringkali menjadi pilihan pengusaha dalam
mendesain kemasan.Sesuaikan ukuran kemasan dengan isi atau produk.
 Kemasan yang berkarakter.Persaingan bisnis yang semakin keras memang tidak
dapat dihindari. Untuk itu buatlah kemasan yang memiliki ciri khas usaha atau
produk.Menggunakan logo dalam kemasan juga bisa menjadi pilihan agar konsumen
bisa langsung mengenali produk tersebut.
 Kemasan sebagai media promosi.Saat ini kemasan tidak hanya berfungsi sebagai
pembungkus produk saja, melainkan juga sebagai media promosi usaha/produk.
Untuk itu buatlah special packaging untuk acara tertentu seperti hari raya atau event
tertentu seperti piala dunia dan sebagainya.
 Kemasan yang praktis.Kemasan hendaklah mudah dibawa kemana-mana. Hal ini
untuk mempermudah pendistribusian produk dan menjaga kualitas produk dimana
anda tidak perlu memegang produk secara langsung sehingga memininalkan
kontaminasi.

2.4 Pemilihan Peralatan, Mesin, dan Kapasitas Produksi

Fasilitas produksi yang dominan di dalam pabrik adalah mesin dan peralatan.Untuk
melakukan pembelian mesin atau peralatan, harus dipertimbangkan secara ekonomis dan
disesuaikan dengan jumlah produksi atau jasa yang dihasilkan. Factor-faktor yang
mempengaruhi pemilihan mesin atau peralatan adalah:

 Kapalitas mesin
 Kecocokan (compatibility)
 Tersedianya peralatan pelengkap yang diperlukan
 Keterandalan dan purna jual
 Kemudahan persiapan dan instalasi, penggunaan dan pemeliharaan
 Keamanan
 Penyerahan
 Keadaan pengembangan

5
 Pengaruh terhadap organisasi yang ada.

Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan manajer operasi sehingga tidak terjadi


pembelian mesin yang kelebihan atau kekurangan beban atau terlalu mahal disbanding
dengan produksi yang dihasilkan. Selain factor pemilihan mesin, juga pertimbangkan
penentuan jumlah mesin karena terkait dengan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki,
khususnya operasi mesin, pertimbangan lain didasarkan pada teknis dan ekonomis.

Langkah-langkah Penetapan Kapasitas Produksi

1) Penetapan Kapasitas Produksi yang Diperlukan


2) Formulasi Alternatif-alternatif untuk Memenuhi Kapasitas yang Dibutuhkan
mendatang.
3) Analasisis dan Evaluasi Alternatif
4) Pilihan yang optimal dan implementasi rencana pengembangan kapasitas yang telah
dirumuskan.
2.5 Perencanaan Lokasi dan Tata Letak

Perencanaan Lokasi

Perencanaan lokasi merupakan investasi besar yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh
karena itu, ketika sebuah perusahaan sedang merencanakan lokasi, diperlukan perencanaan
jangka panjang untuk mengantisipasi kebutuhan perusahaan yang bisa saja muncul di masa
depan, yang antara lain adalah rencana dan kebijakan ekspansi perusahaan penammbahan
sumber bahan mentah, dan perubahan lingkungan pasar. Sebuah perusahaan biasanya
melakukan perencanaan lokasi pada 3 jenis situasi:

1. Ketika perusahaan baru dibangun


Perusahaan akan terlebih dahulu mengidentifikasi daerah lokasi yang mereka pilih,
baru kemudian menetapkan lokasi. Hal-hal yang perlu diidentifikasi antara lain adalah
lingkungan bisnis, hukum yang berlaku, dan sumber daya yang terdapat di daerah
tersebut.
2. Ketika perusahaan hendak memperluas jangkauan perusahaan
Perusahaan akan mempertimbangkan apakah cukup melakukan ekspansi terhadap
fasilitas yang sudah ada atau perlu menambahkan sebuah fasilitas di lokasi yang lain.
3. Ketika perusahaan hendak memasuki pasar global.

6
Perusahaan akan mempertimbangkan tentang adanya pangsa pasar di negara lain,
adanya peluang untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, dan mendapatkan sumber
daya manusia dari negara lain tersebut.

Tata Letak

Tata letak adalah suatu keputusan penting yang menentukan efisiensi operasi secara
jangka panjang.Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan
daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibelitas, biaya, kualitas lingkungan
kerja, kontak dengan pelanggan dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif akan dapat
menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi,
low cost atau respon yang cepat. Hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan desain
tata letak adalah :

 Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi


 Aliran informasi, barang atau orang yang lebih baik
 Modal karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman
 Interaksi dengan pelanggan/klien yang lebih baik
 Fleksibilitas
2.6 Prakiraan Waktu dan Siklus Produksi

Siklus Produksi

Siklus produksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa aktivitas-
aktivitas produksi dalam memproduksi suatu barang seperti Perancangan
Produk,Perencanaan dan Penjadwalan,Operasi Produksi,dan Akuntansi Biaya. Aktifitas-
aktifitas dalam siklus produksi

1. Design Produk
 Mendesain produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan,
fungsi, dan meminimalkan biaya produksi
 Aktivitas ini menciptakan dua dokumen utama:
 Daftar bahan baku (BOM)menyebutkan nomor bahan baku,deskripsi,serta
jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam unit
produk jadi.

7
 Daftar operasi (Routing). menyebutkan kebutuhan tenaga kerja dan mesin
yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut.daftar operasi kadang
kala disebutkan lembar pergerakan karena menunjukan bagaimana sebuah
produk bergerak disepanjang pabrik,menyebutkan apa yang dilakukan di
setiap langkah dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan oleh aktifitas
tersebut.
2. Perencanaan dan penjadwalan
Tujuan langkah ini yaitu menegembangkan rencana produksi yang cukup efisien
untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek
tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
3. Operasi produksi
Cara aktifitas ini dicapai sangat berbeda dengan di berbagai perusahan. Perbedaan
tersebut berdasarkan jenis produk yang diproduksi dan tingkat otomatisasi yang
digunakan digunakan dalam proses produksi.
4. Akuntasnsi Biaya
 Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian
kinerja dari operasi produksi
 Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam
menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
 Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung
persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan
perusahaan.
2.7 Perumusan Standar Mutu Produk dan Bahan

Standar adalah Spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan
metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait.Standardisasi adalah
proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar di bidang pertanian yang
dilaksanakan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pihak. Standar dalam arti lain
adalah Jaminan mutu. Sedangkan sistem mutu adalah segala yang memuat informasi yang
menyangkut proses pengumpulan, proses pencatatan, proses pengolahan, proses
penyimpanan dan proses dokumentasi tentang mutu. Tujuan dari sistem standarisasi mutu
adalah untuk mewujudkan jaminan mutu hasil pertanian yang dapat meningkatkan efisiensi
nasional dan menunjang program keterkaitan dengan sektor lain.Kegiatan pengendalian mutu
sebagai produk industri terdiri dari:

8
 Penelitian pasar
 Pengadaan bahan baku
 Pemantauan mutu bahan baku
 Produksi pakan
 Pengepakan (packaging)
 Distribusi
 Rencana Pengembangan Produksi, dan seterusnya
2.8 Perumusan SOP dan Fungsi Kontrol Produksi

Tahap-Tahap perumusan SOP adalah sebagai berikut:


1. Tahap Persiapan
Tahap ini ditujukan untuk memahami kebutuhan penyusunan atau pengembangan SOP dan
menentukan tindakan yang diperlukan oleh Unit Kerja
2. Tahap Pembentukan Organisasi Tim
Tahap ini ditujukan untuk menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertanggung jawab
dalam melaksanakan tindakan yang telah ditentukan dalam Tahap Persiapan.
3. Tahap Perencanaan
Tahap ini ditujukan untuk menyusun dan menetapkan strategi, rencana, metodologi dan
program kerja yang akan digunakan oleh tim pelaksana.
4. Tahap Penyusunan
Tahap ini ditujukan untuk menyusun SOP sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
5. Tahap Uji Coba
Tahap ini ditujukan untuk menguji coba draft pedoman SOP
6. Tahap Penyempurnaaan
Tahap ini ditujukan untuk menyempurnakan pedoman SOP berdasarkan laporan hasil uji
coba.
7. Tahap Implementasi
Tahap ini merupakan tahap implementasi pedoman SOP secara standar dalam organisasi.
8. Tahap Pemeliharaan dan Audit
Tahap ini adalah tahap akhir dari seluruh tahap teknis penyusunan SOP dan ditujukan untuk
pemeliharaan dan audit setelah implementasi SOP selama periode tertentu

9
Fungsi Kontrol Produksi
Kontrol/Pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan metode yang dignakan oleh
majemen perusahaan untuk mengelolah, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses
produksi (peralatan, bahan baku, mesin, tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran yang
memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang secepat
mungkin.Pengendalian produksi yang dilaksanakan pada perusahaan yang satu dengan yang
perusahaan yang lain akan berbeda-beda tergantung pada sistem kebijaksanaan perusahaan
yang digunakan. Pengendalian produksi dapat dilakaukan:
- Order Control: Perusahaaanyang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga
kegiatan operasionalnya juga tergantunmg pada pesanan tsb.
- Follow Control: Perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan produk standar sehingga
sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar.

Fungsi control/pengendalian produksi pada sebuah perusahaan adalah sebagai berikut ini:
 Perencanaan produksi.
 Penentuan urutan kerja.
 Penentuan waktu kerja.
 Pemberian perintah kerja.
 Tindak lanjut dalam pelaksanaan proses produksi.

10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan setiap produsen selalu
berusaha menciptakan produk yang memiliki karakteristik tersendiri sehingga konsumen
memiliki persepsi khusus terhadap produk tersebut.Banyaknya variasi produk yang
ditawarkan oleh suatu perusahaan merupakan langkah untuk menghadapi persaingan dalam
merebut pangsa pasar. Tidak ada satu perusahaan pun yang tidak ingin sukses dan
berkembang oleh karena itu, untuk mencapai sukses dan berkembangnya, suatu perusahaan
perlu adanya suatu cara yang tepat, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi
peramalan adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam pengambilan keputusan.
Barang yang berkualitas bagus merupakan barang yang bermutu, faktor yang menjadi
penentu mutu produk yaitu : bentuk barang, jenis bahan baku yang digunakan,proses
pembuatan dan kemasan produk yang bagus seta menarik. Selain itu kegiatan produksi juga
dipengaruhi oleh pemilihan peralatan mesin, kapasitas produksi, perencanaan lokasi, tata
letak. Siklus produksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa aktivitas-aktivitas
produksi dalam memproduksi suatu barang seperti Perancangan Produk,Perencanaan dan
Penjadwalan,Operasi Produksi,dan Akuntansi Biaya. Aktifitas-aktifitas dalam siklus produksi.
Tujuan dari sistem standarisasi mutu adalah untuk mewujudkan jaminan mutu hasil pertanian
yang dapat meningkatkan efisiensi nasional dan menunjang program keterkaitan dengan
sektor lain. Oleh karena itu standarisasi produk sangat penting untuk dilakukan.

3.2 Saran
Sebaiknya dalam kegiatan perencanaan produksi semua aspek dipertimbangkan mulai
dari karakteristik produk dan bahan, prakiraan jumlah produksi dan persediaan
(produk/bahan), pilihan mutu dan kemasan, pemilihan peralatan, mesin, dan kapasitas
produksi, perencanaan lokasi dan tata letak, prakiraan waktu dan siklus produksi, perumusan
standar mutu produk dan bahan sampai pada perumusan SOP dan fungsi kontrol produksi.
Agar perusahaan memiliki perencanaan produksi yang efesien dan efektif sehingga dapat
menghasilkan keuntungan yang maksimal.

11
DAFTAR PUSTAKA
Anggriawan, Hendry. (2017). Perencanaan Lokasi (Layout
Decision).https://www.dounkey.com/2017/12/perencanaan-lokasi.html. (Diakses
pada tanggal 2 Maret 2019)
Heizer, Jay & Render, Barry. 2009. “Manajemen Operasi Edisi 9, Buku 1”. Jakarta: Penerbit
Salemba Empat
Kristiana, Tyas. 2013. Penjelasan Siklus Produksi.
http://tkristyana.mhs.uksw.edu/2013/07/penjelasan-siklus-produksi.html. (Diakses 2
Maret 2019)
Halila,Rini. (2016) files.wordpress.comkuliah-8_tlp.pdf

Zahira,Accounting.(2015)peran kemasan produk dalam strategi penjualan

Ambiya, Nour Elradine.2010.Sisitem Standarisasi


Mutu.http://dhie91boy.blogspot.com/2010/06/sisitem-standarisasi-mutu.html. Diakses
tanggal 1 Maret 2019
Tahap-Tahap Penyusunan SOP.https://ccaccounting.wordpress.com/2014/01/18/tahap-tahap-
penyusunan-sop/. Diakses 1 Maret 2019

Pengendalian Produksi.http://d3manajemen.blogspot.com/2011/12/pengendalian-
produksi.html. Diakses 1 Maret 2019

Nasution,Arman Hakim.2003.Perencanaan Dan Produksi.Guna Widya.

12