Anda di halaman 1dari 3

RSIA Permata Hati PENANGANAN LIMBAH B3

Jl. Tamalanrea Raya Blok


10M No. 9-10 MAKASSAR

No. Dokumen no.revisi 00 Halaman1 dan 2


Ditetapkan
Standar Prosedur Direktur RSIA Permata Hati
Operasional Tanggal Terbit
(SPO)
Dr. Andi Alamsyah
Pengertian Kegiatan perubahan pasien rawat inap dari status umum berubah ke
BPJS dalam masa perawatan
pengertian Penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis
adalah semua limbah rumah sakit yang dihasilkan dari kegiatan di
Rumah Sakit baik cair atau padat yang mengandung bahan
berbahaya dan beracun (B3) medis.
Tujuan Sebagai acuan penerapan agar limbah rumah sakit tertangani dan
tidak menjadi sumber penyakit, bagi pekerja, lingkungan dan
masyarakat di sekitarnya.
kebijakan 1. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
2.
Undang-undang No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3.
Undang-undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
4.
Undang-undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup
5.
Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah
B3
6.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan
Rumah Sakit;
7.
Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah
B3
prosedur 1. Petugas wajib menggunakan alat pelindung diri seperti : sarung
tangan,
masker dan sepatu kerja setiap akan memulai pekerjaan.
2.
Pemilahan dan pewadahan
bahan berbahaya dan beracun
medis
dilakukan
bila ada penghasil B3 medis
.
3.
Pemilahan Limbah medis padat dilakukan berdasarkan jenis sumber
yang
terdiri dari :
a.
Limbah medis padat non tajam, yaitu:

Limbah infeksius /limbah medis (botol infuse, alat suntik (spuit),
kassa, kapas, perban, kateter, sarung tangan, masker, jaringan
tubuh, kantong darah, botol obat, pisau bedah, pot urine/faeses, pot
sputum, reagent, dll)

Limbah patologi (sisa jaringan tubuh)

Limbah farmasi (obat kadaluarsa, sisa obat, botol obat plastic/kaca,
DOS, bungkus plastik)

Limbah sitotoksis

Limbah kimiawi ( bahan kimia, reagent kadaluwarsa)

Limbah radioaktif (larutan fixer, catridge film, film, sarung tangan,
kertas dan plastic yang terkontaminasi radioaktif)

Limbah kontener bertekanan ( tabung atau silinder yang bertekanan
tinggi)

Limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi (Mercury yang

erdapat di tensimeter dan thermometer manual)


b.
Limbah medis padat tajam
4.
Limbah benda tajam (jarum suntik, pisau bedah)
5.
Khusus untuk Limbah medis tajam (jarum suntik/neddle) di masukkan
ke
dalam
safety box.
6.
Khusus Limbah patologi (sisa jaringan tubuh) dimasukkan tersendiri ke
dalam wadah yang dilapisi kantong plastik warna kuning yang berlabel
limbah infeksius (tidak di campur dengan limbah padat medis lainnya)
7.
Semua limbah padat medis non tajam dimasukkan ke dalam wadah yang
dilapisi kantong plastik warna kuning yang berlabel limbah infeksius
8.
Setelah 2/3 kantong plastic terisi, maka langsung di ikat (pengemasan),
proses selanjutnya yaitu pewadahan di tempat sampah yang mempunyai
label limbah infeksius
9.
Hanya limbah berbentuk padat yang di masukkan ke dalam wadah
limbah
padat medis
10.
Pastikan wadah limbah padat medis selalu dalam keadaan tertutup

Unit terkait 1. Unit pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan Sanitasi


2.Semua unit yang
menghasilkan bahan berbahaya dan beracun (B3) medis
yang a
da di RSIA Permata Hati