Anda di halaman 1dari 9

42

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Analisa Univariat

a. Dukungan keluarga

Tabel 4.1. Distribusi frekuensi dukungan keluarga dalam


menghadapi sibling rivalry pada anak usia balita di Desa
Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Persentase
Dukungan keluarga Frekuensi
(%)
Baik 22 61.1
Kurang baik 14 38.9
Total 36 100.0

Berdasarkan tabel 4.1. di atas maka dapat diketahui bahwa anak

usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

sebagian besar mempunyai dukungan keluarga baik sebanyak 22

responden (61,1%) dan sebagian kecil mempunyai dukungan keluarga

kurang baik sebanyak 14 responden (38,9%).

b. Perilaku ibu dalam menghadapi sibling

Tabel 4.2. Distribusi frekuensi perilaku orang tua dalam menghadapi


sibling rivalry pada anak usia balita di Desa Kwasenrejo
Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Persentase
Perilaku Frekuensi
(%)
Baik 20 55.6
Kurang baik 16 44.4
Total 36 100.0
43

Berdasarkan tabel 4.2. di atas maka dapat diketahui bahwa anak

usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

sebagian besar mempunyai perilaku baik sebanyak 20 responden

(55,6%) dan sebagian kecil mempunyai perilaku kurang baik sebanyak

16 responden (44,4%).

2. Analisa Bivariat

Tabel 2.3. Tabel silang antara dukungan keluarga dengan perilaku orang
tua dalam menghadapi sibling rivalry pada anak usia balita di
Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Perilaku
Dukungan Jumlah p-value
Baik Kurang baik
keluarga
F % F % F %
Baik 18 81,8 4 18,2 22 100 0,000
Kurang baik 2 14,3 12 85,7 14 100
Jumlah 20 55,6 16 44,4 36 100

Berdasarkan tabel silang di atas maka dapat diketahui bahwa anak

usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

yang mempunyai dukungan keluarga baik sebagian besar mempunyai

perilaku baik sebanyak 18 responden (81,8%) dan yang mempunyai

dukungan keluarga kurang baik sebagian besar mempunyai perilaku

kurang baik sebanyak 12 responden (85,7%).

Dari hasil olah data dengan chi square, maka didapatkan hasil

terdapat 0 sel (0%) yang mempunyai nilai harapan kurang dari 5

didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05, maka berdasarkan kriteria

penolakan Ho dapat dinyatakan hipotesa (Ho) ditolak dan Hipotesa (Ha)

diterima berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku


44

orang tua dalam menghadapi sibling rivalry pada anak usia balita di Desa

Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

B. Pembahasan

1. Analisa Univariat

a. Dukungan keluarga

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa anak usia

balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

sebagian besar mempunyai dukungan keluarga baik sebanyak 22

responden (61,1%) dan sebagian kecil mempunyai dukungan keluarga

kurang baik sebanyak 14 responden (38,9%).

Dukungan baik orang tua yang diberikan kepada anak dengan

selalu memberikan pengertian kepada anak untuk tidak berkelahi

dengan memberikan dukungan kepada anak untuk selalu akur dalam

bermain dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan luar. Seiring

dengan perkembangan anak peran penting dari orang tua sangat

dibutuhkan (Sanjayamario, 2009). Orang tua adalah kunci bagi

munculnya sibling rivalry dan juga berperan memperkecil munculnya

hal tersebut. Beberapa peran yang dapat dilakukan adalah antara lain

memberikan kasih sayang dan cinta yang adil bagi anak ataupun

mempersiapkan anak yang lebih tua menyambut kehadiran adik

baru.(19)
45

b. Perilaku ibu dalam menghadapi sibling

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa anak usia

balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

sebagian besar mempunyai perilaku baik sebanyak 20 responden

(55,6%) dan sebagian kecil mempunyai perilaku kurang baik sebanyak

16 responden (44,4%).

Faktor terjadinya sibling rivalry antara kakak dan adik

terjadi karena dua factor yaitu factor intrernal dan factor

eksternal. Salah satu factor internal yang membuat anak merasa

ada persaingan adalah Temperament yang berbeda. Tiap anak

memiliki temperament yang berbeda yang dapat menyebabkan

permusuhan dan iri. Anak yang diam dan pemalu mungkin saja iri

terhadap saudara kandungnya yang selalu menjadi pusat

perhatian.(20)

Salah satu penyebab sibling rivalry adalah sikap orang tua,

hal ini disebabkan karena orang tua yang salah dalam mendidik

anaknya seperti sikap membanding-bandingkan, dan adanya anak

emas diantara anak yang lain. Disamping itu sikap orang tua yang

khas terdiri dari melindungi secara berlebihan, permisivitas,

memanjakan, penolakan, penerimaan, dominasi, tunduk pada anak,

favoritisme dan ambisi orang tua.(21)


46

2. Analisa Bivariat

Berdasarkan tabel silang di atas maka dapat diketahui bahwa anak

usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

yang mempunyai dukungan keluarga baik sebagian besar mempunyai

perilaku baik sebanyak 18 responden (81,8%) dan yang mempunyai

dukungan keluarga kurang baik sebagian besar mempunyai perilaku

kurang baik sebanyak 12 responden (85,7%). Dari hasil olah data dengan

chi square, didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05, ada hubungan

antara dukungan keluarga dengan perilaku orang tua dalam menghadapi

sibling rivalry pada anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan

Gunungpati Kota Semarang.

Orang tua adalah kunci bagi munculnya sibling rivalry dan

juga berperan memperkecil munculnya hal tersebut (Setiawati, 2008).

Setiawati (2008) juga menjelaskan beberapa peran yang dapat

dilakukan orang tua adalah: memberikan kasih sayang dan cinta

yang adil bagi anak, mempersiapkan anak yang lebih tua

menyambut kehadiran adik baru, memberikan hukuman sesuai dengan

kesalahan anak bukan karena adanya anak emas atau bukan, sharing

antar orang tua dan anak, serta memperhatikan protes anak terhadap

kesalahan orang tua.

Hasil penelitian tentang kejadian sibling rivalry yang dilakukan

oleh Zuhrotun Nisa (2010) di Desa Gendong Kulon Lamongan yang

signifikan. Penelitian di Kabupaten Purbalingga tepatnya di Kecamatan


47

Bukateja oleh Wasis Eko Kurniawan (2012) pada 30 ibu yang memiliki

anak dibawah 5 tahun tentang pencegahan sibling rivalry setengahnya

dalam kategori buruk sisanya dalam kategori cukup dan sebagian kecil

baik. Sedangkan hasil penelitian oleh Naning Septiani (2015) dalam jurnal

penelitian tentang Persiapan Kelahiran Adik Baru dengan Perilaku Sibling

rivalry di Gorontalo tepatnya di wilayah kerja kecamatan Limboto

menunjukkan bahwa dari 50 responden, hampir setengahnya mengalami

kejadian sibling rivalry. Hal tersebut menjelaskan bahwa tingginya angka

kejadian sibling rivalry di masyarakat dipengaruhi oleh orang tua dalam

hal ini ibu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi sibling rivalry antara lain

lingkungan, yakni hubungan antara anggota keluarga terutama seorang ibu

yang dituntut mampu berkomunikasi dengan anak di dalam suatu keluarga,

faktor psikis anak, pengetahuan ibu tentang reaksi sibling rivalry dan

peran ibu. Ciri-ciri terjadinya sibling rivalry pada anak diantaranya adalah

egois, suka berkelahi, memiliki kedekatan yang khusus dengan salah satu

orang tua, ketakutan neurotik, mengalami gangguan tidur, kebiasaan

menggigit kuku dan menuntut perhatian lebih banyak.(22)

Anak yang merasa selalu kalah dari saudaranya akan merasa

minder atau rendah diri, anak jadi benci terhadap saudara kandungnya

sendiri, reaksi yang sering dilakukan adalah memukul, membentak, dan

mendorong kakaknya. Dampak negatif sibling rivalry adalah anak menjadi


48

egois, minder, merasa tidak dihargai, pengunduran diri kearah bentuk

perilaku infantile atau regresi dan lain sebagainya.(23)


49

BAB V

PENUTUP

A. Keismpulan

1. Anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota

Semarang sebagian besar mempunyai dukungan keluarga baik sebanyak

22 responden (61,1%) dan sebagian kecil mempunyai dukungan keluarga

kurang baik sebanyak 14 responden (38,9%).

2. Anak usia balita di Desa Kwasenrejo Kecamatan Gunungpati Kota

Semarang sebagian besar mempunyai perilaku baik sebanyak 20

responden (55,6%) dan sebagian kecil mempunyai perilaku kurang baik

sebanyak 16 responden (44,4%).

3. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku orang tua dalam

menghadapi sibling rivalry pada anak usia balita di Desa Kwasenrejo

Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

B. Saran

1. Bagi Institusi

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan dan

dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya.


50

2. Bagi Masyarakat

Masyarakat khususnya orang tua untuk melakukan pendampingan yang

serius pada anaknya agar tidak terjadi perilaku sibling rivalry pada anak

balitanya.

3. Bagi peneliti

Untuk peneliti selanjutnya perlu mengadakan penelitian mengenai faktor

faktor lain yang mempengaruhi perilaku sibling rivalry pada anak.