Anda di halaman 1dari 12

Pengaruh pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan aroma lavender

untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah


Kerja Puskesmas Tayu
Ahmad Ulin Nuha* Boediarsih**
Program Studi S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Semarang

ABSTRAK

Latar Belakang : Relaksasi merupakan salah satu motode yang dapat mengatasi kecemasan. Aromaterapi
adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan menggunakan bau-bauan yang menggunakan minyak
esensial.[9] Salah satu jenis aromaterapi yang memiliki efek relaksasi dan aman diberikan untuk ibu hamil adalah
minyak esensial lavender. Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan
aroma lavender untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas
Tayu. Metode Penelitian : Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimental
design dengan pendekatan yang digunakan adalah case control (kasus kontrol). Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Tayu sebanyak 52 ibu hamil. Hasil penelitian : Tingkat kecemasan
pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam mempunyai rata-rata 34.04 dan
setelah rata-rata 21.52.Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi aroma
lavender mempunyai rata-rata 32.47 dan setelah rata-rata 19.04. Ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil
trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam dan aroma terapi lavender pada ibu
hamil trimester ketiga. Ada perbedaan Efektivitas Pemberian relaksasi nafas dalam dan aroma terapi lavender
terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu.
Kata Kunci : Kecemasan dan relaksasi nafas dalam, aroma terapi lavender

The effect of giving deep breath relaxation therapy and lavender aroma to reduce
anxiety in third trimester pregnant women in Tayu Health Center Work Area

ABSTRACT
Background: Relaxation is one method that can overcome anxiety. Aromatherapy is one of the techniques for
treating or using odors that use essential oils. [9] One type of aromatherapy that has a relaxing effect and is safe
for pregnant women is lavender essential oil. Objective: To determine the effect of giving deep breath relaxation
therapy and lavender aroma to reduce anxiety in third trimester pregnant women in Tayu Health Center Work
Area. Research Methods: The method used in this study is the quasi experimental design method with the
approach used is case control (case control). The population used in this study were 52 pregnant women at Tayu
Health Center. Results: The level of anxiety in third trimester pregnant women before given deep breath
relaxation therapy had an average of 34.04 and after an average of 21.52. The level of anxiety in third trimester
pregnant women before lavender aroma therapy had an average of 32.47 and after the average 19.04. There are
differences in the anxiety level of third trimester pregnant women before and after being given deep breath
relaxation therapy and lavender aromas in third trimester pregnant women. There is a difference in the
effectiveness of giving deep breath relaxation and the smell of lavender therapy to the anxiety level of third
trimester pregnant women in the Tayu Health Center Work Area.

Keywords: Anxiety and deep breathing relaxation, aroma of lavender therapy


PENDAHULUAN
Persalinan dan kelahiran adalah kejadian fisiologi yang normal yang mana kelahiran
seorang bayi merupakan peristiwa sosial yang dinantikan ibu dan keluarga selama 9 bulan.[1]
Ketika persalinan dimulai, peranan ibu adalah untuk melahirkan bayinya, sedangkan peran
petugas kesehatan adalah memantau persalinan dan mendeteksi dini adanya komplikasi
selama persalinan, disamping juga bersama kluarga memberikan bantuan dan dukungan pada
ibu bersalin (Asri Dwi, dkk, 2010)
Menurut World Health Organization (WHO) Angka Kematian Ibu masih tinggi yaitu
830 wanita meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Di negara berkembang
sekitar 99 persen terjadi kematian ibu. Di Indonesia Angka Kematian Ibu pada tahun 2015
turun menjadi 126 per 100.000 kelahiran hidup. Di berbagai daerah di Indonesia setiap tiga
menit satu anak balita meninggal dunia. Selain itu setiap jam, perempuan meninggal dunia
ketika melahirkan atau karena sebab – sebab yang berhubungan dengan kehamilan. (WHO,
2014)
Di Indonesia hasil penelitian tentang kecemasan yang dilakukan pada primigravida
trimester III sebanyak 33,93% mengalami kecemasan. (SDKI, 2012) Survai Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2009-2014 Angka Kematiam Ibu (AKI) sebesar
428/100.000 kelahiran hidup banyak faktor penyebab tingginya AKI salah satunya adalah
kondisi emosi ibu hamil selama kehamilan hingga kelahiran bayi. (Kusumawati, 2011)
Relaksasi merupakan salah satu motode yang dapat mengatasi kecemasan. Relaksasi
ini dapat diartikan oleh orang awam sebagai suatu partisipasi dalam suatu olah raga, melihat
televisi, rekreasi dan sebagainya. Sebaliknya ketegangan dapat menunjuk pada suasana yang
bermusuhan, perasaan perasaan negatif terhadap individu dan sebaliknya.[9] Relaksasi dapat
diartikan sebagai reaksi-reaksi jasmaniah dalam keadaan tenang dan emosional meditatif,
yang digunakan sebagai cara untuk mengatasi perubahan badaniah seperti rasa takut dan
marah serta situasi yang mengancam mereka. (Notoatmodjo, 2010)
Aromaterapi adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan menggunakan bau-
bauan yang menggunakan minyak esensial. (Bangun 2012) Salah satu jenis aromaterapi yang
memiliki efek relaksasi dan aman diberikan untuk ibu hamil adalah minyak esensial lavender.
(Dean, 2010)
Minyak esensial lavender merupakan minyak yang didapatkan dari bunga lavender
yang sudah mengalami proses penyulingan. Minyak lavender memiliki banyak potensi karena
terdiri dari beberapa kandungan utama antara lain linalyl asetat dan linalool. Linalool
memberikan hasil yang signifikan dalam memberikan efek anti cemas (relaksasi). Minyak
lavender dengan kandungan linalool-nya adalah salah satu minyak aromaterapi yang banyak
digunakan saat ini, bai secara inhalasi (dihirup), kompres, berendam ataupun dengan teknik
pemijatan pada kulit. (Teti, 2015)
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni dkk, 2012, didapatkan data bahwa
pemberian aroma terapi memberikan pengaruh yang bermakna terhapat tingkat kecemasan ibu
hamil trimester ketiga dijuwanti sidoharjo sragen yaitu tingkat kecemasan ibu hamil sebelum
diberikan aroma terapi sebagian besar pada kategori cemas berat 1 yaitu 14 (43,75%)
sedangkan tingat kecemasan pada ibu hamil sesudah diberikan aroma terapi kategori cemas
sedang banyak yaitu 15 (46,88%). Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberian terapi dapat
mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga.
Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
bulan Mei 2018 didapatkan data dari bulan Januari sampai bulan April ibu hamil yang
melakukan kontrol kehamilan trimester III sebanyak 52 ibu hamil dan dilakukan wawancara
pada 5 ibu hamil primigravida mengatakan cemas karena baru pertama kali dalam persiapan
melakukan persalinan dan belum mengetahui apa itu terapi relaksasi nafas dalam dan aroma
lavender untuk mengurangi kecemasan.
Berdasarkan fenomena data diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian
tentang “Efektifitas pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan aroma lavender untuk
mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu”.
Tujuan penelitian
Mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan aroma lavender untuk
mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
TINJAUAN PUSTAKA
1. Aromaterapi Lavender
Aromaterapi adalah terapi atau pengobatan dengan menggunakan bau-bauan yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan, bunga, pohon yang berbau harum dan enak. Minyak astiri
digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, sering
digabungkan untuk menenangkan sentuhan penyembuhan dengan sifat terapeutik dari
minyak astiri
2. Terapi Relaksasi Nafas Dalam
Relaksasi nafas dalam adalah suatu teknik merilekskan ketegangan otot yang dapat
membuat pasien merasa tenang dan bisa menghilangkan dampak psikologis stres pada
pasien. Relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan yang dalam
ini perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas
lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas
dalam secara perlahan. (Jaelani, 2009)
3. Konsep Kecemasan
Cemas adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Ketika
merasa cemas, individu merasa tidak nyaman atau takut atau mungkin memiliki
firasat akan ditimpa malapetaka padahal ia tidak mengerti mengapa emosi yang
mengancam tersebut terjadi. ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan
menyebar yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Tidak
ada objek yang dapat diidentifikasi sebagai stimulus cemas. (Prawirohardjo, 2008)
4. Kehamilan
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, Kehamilan didefinisikan sebagai
fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi
atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal
akan berlangsung dalam 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender
internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester ke satu berlangsung
dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester
ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40) (Funda, 2009)
METODE PENELITIAN

Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimental
design dengan menggunakan rancangan two group pretest-posttest with control group design
Rancangan penelitian ini adalah pre-post two treatment comparison. Populasi yang digunakan
dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Tayu sebanyak 52 ibu hamil.
Pengambilan sampel dengan cara nonprobability sampling, dengan metode yang digunakan
purposive sampling yaitu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara
populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti sehingga sampel tersebut dapat mewakili
karateristik populasi yang telah dikenal sebelumnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Analisa univariat
a. Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan
terapi relaksasi nafas dalam
Tabel 4.1. Rerata tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan
sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam
Relaksasi nafas dalam N Median + SD Min-max
Sebelum 23 35.00+5.571 23-41
Sesudah 23 22.00+4.230 14-27

Berdasarkan tabel 4.1. di atas maka dapat diketahui bahwa tingkat


kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi relaksasi
nafas dalam mempunyai median 35.00 std.deviasi 5.571, dan skor terendah 23
teringgi 41. Sedangkan setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam mempunyai
median 22.00, std.deviasi 4.230, dan skor terendah 14 teringgi 27.
b. Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan
aroma lavender
Tabel 4.2. Rerata tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan
sesudah diberikan terapi aroma lavender

Aroma terapi lavender N Median + SD Min-max


Sebelum 23 34.00+6.673 23-41
Sesudah 23 20.00+5.174 12-27

Berdasarkan tabel 4.2. di atas maka dapat diketahui bahwa tingkat


kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi aroma
lavender mempunyai median 34.00, std.deviasi 6.673, dan skor terendah 23
teringgi 41. Sedangkan setelah diberikan terapi aroma lavender mempunyai
median 20.00, std.deviasi 5.174, dan skor terendah 12 teringgi 27.

2. Analisa bivariat
a. Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah
diberikan terapi relaksasi nafas dalam pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah
Kerja Puskesmas Tayu
Sebelum dilakukan analisa bivariat terlebih dahulu dilakukan uji normalitas
untuk menentukan alat ukur yang akan digunakan dalam analisa bivariat. Hasil uji
normalitas menunjukkan sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam dengan
nilai p-value 0.009 dan sesudah 0,011 < 0,05 sehingga data disimpulkan
terdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji korelasi Wilcoxon Signed
Ranks Test dengan hasil sebagai berikut :
N Mean Ranks P Value
kecemasan sesudah sebelum diberikan
23 12.00
relaksasi nafas dalam - kecemasan sebelum 0,000
.00
sebelum diberikan relaksasi nafas dalam

Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Wilcoxon


Signed Ranks Test maka didapatkan hasil p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga
maka Ho ditolak atau Ha diterima, ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil
trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam pada
ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
b. Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah
diberikan aroma lavender pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja
Puskesmas Tayu
Sebelum dilakukan analisa bivariat terlebih dahulu dilakukan uji normalitas
untuk menentukan alat ukur yang akan digunakan dalam analisa bivariat. Hasil uji
normalitas menunjukkan sebelum aroma lavender nilai p-value 0.003 dan sesudah
0,016 < 0,05 sehingga data disimpulkan terdistribusi tidak normal sehingga
menggunakan uji korelasi Wilcoxon Signed Ranks Test dengan hasil sebagai
berikut :
N Mean Ranks P value
kecemasan sesudah sebelum diberikan
aroma terapi lavender - kecemasan 16 12.0
0,000
sebelum sebelum diberikan aroma terapi .00
lavender

Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Wilcoxon


Signed Ranks Test maka didapatkan hasil p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga
maka Ho ditolak atau Ha diterima, ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil
trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan aroma lavender pada ibu hamil
trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
c. Efektivitas Pemberian relaksasi nafas dalam dan aroma terapi lavender terhadap
tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
Sebelum dilakukan analisa bivariat terlebih dahulu dilakukan uji normalitas
untuk menentukan alat ukur yang akan digunakan dalam analisa bivariat. Hasil uji
normalitas perbedaan Pemberian relaksasi nafas dalam dan aroma terapi lavender
terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga didapatkan nilai p value
0,001 < 0,05 sehingga data disimpulkan terdistribusi tidak normal sehingga
menggunakan uji korelasi Mann-Whitney Test dengan hasil sebagai berikut :
Mean rank p_value
Relaksasi nafas dalam 27.91 0,025
Aroma terapi lavender 19.09

Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Mann-


Whitney Test maka didapatkan hasil p value sebesar 0,025 < 0,05 maka dapat
disimpulkan ada perbedaan Efektivitas Pemberian relaksasi nafas dalam dan
aroma terapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di
Wilayah Kerja Puskesmas Tayu

B. Pembahasan
1. Analisa univariat
a. Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan
terapi relaksasi nafas dalam
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat kecemasan
pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam
mempunyai rata-rata 34.04, std.deviasi 5.571, dan skor terendah 23 teringgi 41.
Sedangkan setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam mempunyai rata-rata
21.52, std.deviasi 4.230, dan skor terendah 14 tetinggi 27.
Teknik Latihan Relaksasi Progresif sebagai salah satu teknik relaksasi
otot yang terbukti atau terdapat hasil memuaskan dalam program terapi
terhadap ketegangan otot yang mampu mengatasi keluhan anxietas, insomnia,
kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah tinggi, phobia
ringan dan gagap. Selanjutnya, menurut jurnal penelitian dari Funda latihan
relaksasi progresif ditemukan untuk mengurangi kecemasan dalam studi yang
dilakukan pada pasien stoma, pasien yang kemoterapi dan pasien psikatri serta
pasien rehabilitasi jantung (Suprijati, 2014).
b. Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan
aroma lavender
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa tingkat
kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi aroma
lavender mempunyai rata-rata 32.47, std.deviasi 6.673, dan skor terendah 23
teringgi 41. Sedangkan setelah diberikan terapi aroma lavender mempunyai rata-
rata 19.04, std.deviasi 5.174, dan skor terendah 12 teringgi 27.
Penelitian Suprijati mengemukakan, pemberian aromaterapi terbukti
efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil TM III dalam
persiapan menghadapi persalinan. Hal ini sejalan dengan penelitian Wahyuni Sri
aromaterapi efektif menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III. Intervensi
relaksasi otot progresiff adalah suatu cara dari teknik relaksasi yang
mengkombinasi latihan nafas dalam dan serangkaian kontraksi dan relaksasi
otot (Wahyuni, 2012)
2. Analisa bivariat
a. Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah
diberikan terapi relaksasi nafas dalam pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah
Kerja Puskesmas Tayu
Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Wilcoxon
Signed Ranks Test maka didapatkan hasil p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga
maka Ho ditolak atau Ha diterima, ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil
trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam pada
ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
Kecemasan ibu hamil yang tinggi bisa mengakibatkan dampak yang
buruk pada ibu dan janinnya. Kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah),
kelahiran preterm, kromosomial abortus spontan salah satunya disebabkan
oleh kecemasan ibu selama kehamilan. Selain itu kecemasan juga
mengakibatkan hambatan pada persalinan dan komplikasi kehamilan. Tingginya
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia diakibatkan oleh
adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan yang salah satunya
disebabkan oleh kecemasan ibu hamil.
b. Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah
diberikan aroma lavender pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja
Puskesmas Tayu
Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Wilcoxon
Signed Ranks Test maka didapatkan hasil p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga
maka Ho ditolak atau Ha diterima, ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil
trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan aroma lavender pada ibu hamil
trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
Aroma terapi efektif menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil
trimester III. Kecemasan Sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan
pada hal penting dan mengesampingkan yang lain, sehingga seseorang mengalami
perhatian selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah (Domin,
2011) Aromaterapi merupakan sebuah metode penyembuhan dengan
menggunakan minyak esensial yang sangat pekat yang seringkali sangat wangi
dan diambil dari sari-sari tanaman. Unsur-unsur pokok minyak memberikan
aroma atau bau yang sangat khas yang diperoleh dari suatu tanaman
tertentu.13 Aromaterapi digunakan untuk mempengaruhi emosi seseorang dan
membantu meredakan gejala penyakit. Minyak esensial yang digunakan dalam
aromaterapi ini berkhasiat untuk mengurangi stress, melancarkan sirkulasi
darah, meredakan nyeri, mengurangi bengkak, menyingkirkan zat racun dari
tubuh, mengobati infeksi virus atau bakteri, luka bakar, tekanan darah tinggi,
gangguan pernafasan, insomnia (sukar tidur), gangguan pencernaan, dan
penyakit lainnya.
c. Efektivitas Pemberian relaksasi nafas dalam dan aroma terapi lavender terhadap
tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu
Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi Mann-
Whitney Test maka didapatkan p value sebesar 0,025 < 0,05 maka dapat
disimpulkan ada perbedaan Efektivitas Pemberian relaksasi nafas dalam dan
aroma terapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di
Wilayah Kerja Puskesmas Tayu. Perubahan tingkat kecemasan responden pada
masing-masing perlakuan tersebut terlihat yang paling berpengaruh untuk
menurunkan kecemasan adalah intervensi dengan kombinasi aromaterapi dan
relaksasi otot progresiff, hal ini terlihat pada hasil perubahan tingkat kecemasan
sebelum dan sesudah intervensi, intervensi kombinasi memperoleh hasil
perubahan tingkat kecemasan yang lebih besar dari 10 poiint adalah 100 %.
Menurut Domin dalam Wulandari, secara fisiologis, latihan relaksasi
akan membalikkan efek stres yang melibatkan bagian parasimpatetik dari
sistem saraf pusat. Relaksasi akan menghambat peningkatan saraf simpatetik,
sehingga hormon penyebab disregulasi tubuh dapat dikurangi jumlahnya.
Sistem saraf parasimpatetik, yang memiliki fungsi kerja yang berlawanan dengan
saraf simpatetik, akan memperlambat atau memperlemah kerja alat-alat internal
tubuh. Akibatnya, terjadi penurunan detak jantung, irama nafas, tekanan darah,
ketegangan otot tingkat metabolisme, dan produksi hormone penyebab stres.
Seiring dengan penurunan tingkat hormon penyebab stres, maka seluruh badan
mulai berfungsi pada tingkat lebih sehat dengan lebih banyak energy untuk
penyembuhan (healing), penguatan (restoration), dan peremajaan (rejuvenation).
(Smeltzer and Bare, 2009).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian NA. Triwijaya DKK (2014)
yang mengemukakan, ada pengaruh yang signifikan pemberian teknik relaksasi
otot progresif dengan penurunan tingkat kecemasan ibu intranatal kala 1 di
RSUD Salatiga. Demikian juga halnya dengang penelitian Praptini KD, dkk, yang
mengemukakan hasil, Pemberian relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap
tingkat kecemasan pasien yang menjalani kemoterapi yang efektif diberikan pada
kelompok perlakuan (Triwijaya, 2014)

PENUTUP
A. Simpulan
1. Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi relaksasi
nafas dalam mempunyai rata-rata 34.04. Sedangkan setelah diberikan terapi relaksasi
nafas dalam mempunyai rata-rata 21.52.
2. Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga sebelum diberikan terapi aroma
lavender mempunyai rata-rata 32.47. Sedangkan setelah diberikan terapi aroma
lavender mempunyai rata-rata 19.04.
3. Ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah
diberikan terapi relaksasi nafas dalam pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah
Kerja Puskesmas Tayu dengan p value 0,000
4. Ada Perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah
diberikan aroma lavender pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas
Tayu dengan p value 0,000
5. Ada perbedaan Efektivitas Pemberian relaksasi nafas dalam dan aroma terapi lavender
terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas
Tayu dengan p value 0,025
B. Saran
1. Bagi ibu hamil
Agar selalu berusaha untuk menambah ilmudan pengetahuan termasuk berbagai
upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan dan melaksanakan serta membagikan
ilmu dan keterampilan yang didapat kepada orang lain
2. Bagi Peneliti
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan responden lebih besar dari
penelitian ini, sehingga hasil yang didapat lebih akurat dan dapat dijadikan bahan
referensi yang baku.
3. Bagi tenaga kesehatan
Untuk merencanakan suatu kegiatan pertemuan ilmiah membahas tentang
upaya–upaya menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Terutama dengan upaya
relaksasi nafas dalam dan aromaterapi.

DAFTAR PUSTAKA
Asri dwi, dkk. 2010. Asuhan Persalinan Normal. Yogyakarta: Nuha Medika.
Bangun. (2012). Pengaruh aomaterapi lavender terhadap ntensitas nyeri pada pasien pasca
operasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Jurnal Keperawatan Soedirman (The
Soedirman Journal of Nursing), Volume 8, No.2, Juli
Dean. (2010). A Gaia Busy Person’s Guide: Aromatherapy. London: Gaia Books.
Domin, 2011. A Review of Laboratory Instruction Styles, Journal Chemical Education
Funda (2009) Solusi Problem Persalinan.Jakarta: Puspa Swara
Jaelani. 2009. “Aroma Terapi”. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Kusumawati, F., & Hartono, Y. 2011. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: Salemba
Medika.
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi Edisi Revisi 2010. Jakarta:
Rineka Cipta.
Prawirohardjo, S. (2008). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Smeltzer and Bare, 2009. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth
(Ed.8, Vol. 1,2), Alih bahasa oleh Agung Waluyo...(dkk), EGC, Jakarta.
Sri Wahyuni, (2012). Implementasi Kebijakan Pembangunan dan Penataan Sanitasi
Perkotaan Melalui Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di
Kabupaten Tulungagung. Abstrak tesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Undip.
Suprijati, 2014. Faktor-Faktor yang Menghambat Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di
Wilayah Puskesmas Pembantu Bagi Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun.
Jurnal Delima Harapan, 2(1), pp.66-76.
Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). 2012. Angka Kematian Ibu.
Dikutip dari www.bkkbn.co.id diakses pada tanggal 13 Maret 2016
Teti, 2015. Konsep dan Aplikasi Relaksasi Dalam Keperawatan Maternitas. Edisi 1. Refika
Aditama. Bandung
Triwijaya DKK (2014. Pengaruh relaksasi otot progresife terhadap kecemasan pasien
kemoterapi dirumah singgah kanker Denpasar.
WHO. (2014). The Global Burden of Disease-2004 Update. Geneva: World Health
Organization.