Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Persalinan dan kelahiran adalah kejadian fisiologi yang normal yang

mana kelahiran seorang bayi merupakan peristiwa sosial yang dinantikan ibu

dan keluarga selama 9 bulan.[1] Ketika persalinan dimulai, peranan ibu adalah

untuk melahirkan bayinya, sedangkan peran petugas kesehatan adalah

memantau persalinan dan mendeteksi dini adanya komplikasi selama

persalinan, disamping juga bersama kluarga memberikan bantuan dan

dukungan pada ibu bersalin.[1]

Kelahiran dan persalinan merupakan suatu proses yang alami dan

menimbulkan rasa sakit, namun banyak wanita yang merasakan sakit tersebut

lebih parah dari seharusnya karena banyak dipengaruhi oleh rasa panik dan

stres. Hal ini disebut fear-tension-pain concept (takut-tegang-sakit), dimana

rasa takut menimbulkan tegang atau kepanikan yang menyebabkan otot

menjadi kaku dan akhirnya menyebabkan rasa sakit.[2]

Primigravida atau ibu hamil pertama kali hampir semuanya

mengalami kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan baik selama hamil, saat

menghadapi persalinan maupun setelah persalinan.[3] Peningkatan beban

psikologis ibu dapat menimbulkan permasalahan terhadap kualitas janin yang

dikandung dan komplikasi yang menyertai proses persalinan ibu. Respon

fisiologis terhadap stres adalah dengan mengaktifkan sistem saraf pusat untuk

1
2

mengaktivasi hipotalamuspituitary-adrenal aksis dan sistem syaraf simpatis

yang ditandai dengan peningkatan frekwensi nadi dan tekanan darah.[4]

Gangguan cemas menyeluruh merupakan salah satu diagnosis

gangguan cemas yang dialami ibu hamil. Gangguan cemas merupakan bentuk

gangguan cemas berat yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur bagi ibu

hamil.[5] Angka kematian maternal dan perinatal merupakan indikator

keberhasilan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan dan

perinatal. Sampai sekarang angka kematian maternal dan perinal di Indonesia

masih cukup tinggi.[5]

Menurut World Health Organization (WHO) Angka Kematian Ibu

masih tinggi yaitu 830 wanita meninggal karena komplikasi kehamilan dan

persalinan. Di negara berkembang sekitar 99 persen terjadi kematian ibu. Di

Indonesia Angka Kematian Ibu pada tahun 2015 turun menjadi 126 per

100.000 kelahiran hidup. Di berbagai daerah di Indonesia setiap tiga menit

satu anak balita meninggal dunia. Selain itu setiap jam, perempuan meninggal

dunia ketika melahirkan atau karena sebab – sebab yang berhubungan dengan

kehamilan.[6]

Di Indonesia hasil penelitian tentang kecemasan yang dilakukan

pada primigravida trimester III sebanyak 33,93% mengalami kecemasan.[7]

Survai Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2009-2014 Angka

Kematiam Ibu (AKI) sebesar 428/100.000 kelahiran hidup banyak faktor

penyebab tingginya AKI salah satunya adalah kondisi emosi ibu hamil selama

kehamilan hingga kelahiran bayi.[8]


3

Relaksasi merupakan salah satu motode yang dapat mengatasi

kecemasan. Relaksasi ini dapat diartikan oleh orang awam sebagai suatu

partisipasi dalam suatu olah raga, melihat televisi, rekreasi dan sebagainya.

Sebaliknya ketegangan dapat menunjuk pada suasana yang bermusuhan,

perasaan perasaan negatif terhadap individu dan sebaliknya.[9] Relaksasi dapat

diartikan sebagai reaksi-reaksi jasmaniah dalam keadaan tenang dan

emosional meditatif, yang digunakan sebagai cara untuk mengatasi perubahan

badaniah seperti rasa takut dan marah serta situasi yang mengancam

mereka.[10]

Aromaterapi adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan

menggunakan bau-bauan yang menggunakan minyak esensial.[9] Salah satu

jenis aromaterapi yang memiliki efek relaksasi dan aman diberikan untuk ibu

hamil adalah minyak esensial lavender.[11]

Minyak esensial lavender merupakan minyak yang didapatkan dari

bunga lavender yang sudah mengalami proses penyulingan. Minyak lavender

memiliki banyak potensi karena terdiri dari beberapa kandungan utama antara

lain linalyl asetat dan linalool. Linalool memberikan hasil yang signifikan

dalam memberikan efek anti cemas (relaksasi). Minyak lavender dengan

kandungan linalool-nya adalah salah satu minyak aromaterapi yang banyak

digunakan saat ini, bai secara inhalasi (dihirup), kompres, berendam ataupun

dengan teknik pemijatan pada kulit.[12]

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni dkk, 2012,

didapatkan data bahwa pemberian aroma terapi memberikan pengaruh yang


4

bermakna terhapat tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga dijuwanti

sidoharjo sragen yaitu tingkat kecemasan ibu hamil sebelum diberikan aroma

terapi sebagian besar pada kategori cemas berat 1 yaitu 14 (43,75%)

sedangkan tingat kecemasan pada ibu hamil sesudah diberikan aroma terapi

kategori cemas sedang banyak yaitu 15 (46,88%). Hal tersebut menunjukkan

bahwa pemberian terapi dapat mengurangi kecemasan pada ibu hamil

trimester ketiga.

Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil trimester ketiga merupakan

perasaan atau kondisi psikologis yang tidak menyenangkan dikarenakan

adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan ketidakstabilan kondisi

psikologis dan hampir semua ibu hamil.[12]. Trimester ketiga mengalami

tingkat kecemasan yang tinggi . Rasa cemas dapat mengakibatkan ketegangan

pada otot sehingga ibu dengan kondisi hamil tidak nyaman dengan kondisi

tersebut seperti Perasaan yang tidak menyenangkan tersebut umumnya

menimbulkan gejala-gejala fisiologis (seperti gemetar, berkeringat, detak

jantung meningkat, dan lain-lain) dangejala psikologis (seperti panik, tegang,

bingung, tak dapat berkonsentrasi, dan sebagainya).[12] Untuk menghilangkan

rasa cemas harus ditanamkan kerjasama antara pasien dengan tenaga

kesehatan dan diberikan informasi kepada ibu hamil selama kehamilan.

Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan di Wilayah Kerja

Puskesmas Tayu bulan Mei 2018 didapatkan data dari bulan Januari sampai

bulan April ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan trimester III

sebanyak 52 ibu hamil dan dilakukan wawancara pada 5 ibu hamil


5

primigravida mengatakan cemas karena baru pertama kali dalam persiapan

melakukan persalinan dan belum mengetahui apa itu terapi relaksasi nafas

dalam dan aroma lavender untuk mengurangi kecemasan.

Berdasarkan fenomena data diatas, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian tentang “Efektifitas pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan

aroma lavender untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester

ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Tayu”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan masalah

sebagai berikut: “apakah ada pengaruh pemberian terapi relaksasi aroma

lavender untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga di

Wilayah Kerja Puskesmas Tayu “

C. Tujuan penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan aroma

lavender untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga di

Wilayah Kerja Puskesmas Tayu

2. Tujuan Khusus

a. Mendeskripsikan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga

sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam dan aroma lavender

b. Mendiskripsikan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga

sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam dan aroma lavender


6

c. Menganalisa perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga

sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam aroma

lavender.

d. Menganalisa perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga

sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam

e. Menganalisa perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga

sesudah diberikan terapi aroma lavender

D. Manfaat Penulisan

1. Bagi Pendidikan

Sebagai bahan masukan dan tambahan kepustakaan dalam rangka

pengaruh pemberian terapi relaksasi aroma lavender pada ibu hamil

trimester ketiga.

2. Bagi Peneliti

Sebagai bahan pengembangan wawasan keilmuan dan untuk meneliti

lebih dalam pengaruh pemberian terapi relaksasi levender untuk

mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga.

3. Bagi Pengembangan Ilmu

Sebagai referensi bagi masyarakat dalam pengaruh pemberian terapi

relaksasi aroma lavender untuk mengurangi tingkat kecemasan pada ibu

hamil trimester ketiga.


7

E. Keaslian Penelitian

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian

Peneliti Judul Metode Hasil Perbedaan


Marliana dkk, Pengaruh Penelitian Hasil penelitian Perbedaannya
2016 Hypnobirthing eksperimen ini adalah penelitian
terhadap semu atau menunjukkan yang dilakukan
Penurunan quasy ada perbedaan oleh marliana dkk
Tingkat experiment bermakna rerata membahas
Kecemasan, dengan kecemasan pada tentang
Tekanan Darah, rancangan Non kelompok hypnobirthing
dan Denyut Nadi Equivalent intervensi terhadap
pada Ibu Hamil Control Group (p=,000), ada Penurunan
Primigravida perbedaan Tingkat
Trimester III bermakna rerata Kecemasan,
tekanan darah Tekanan Darah,
pada dan Denyut Nadi
kelompok pada Ibu Hamil
intervensi Primigravida
(p=,000) dan Trimester III
ada perbedaan sedangkan
bermakna rerata peneliti
denyut nadi membahas
pada kelompok tentang efektifitas
intervensi pemberian aroma
(p=,000) lavender pada ibu
trimester III.

Inka dkk, 2012 Pengaruh Penelitian ini Hasil penelitian Penelitian yang
keikutsertaan merupakan ini diperoleh dilakukan oleh
senam hamil penelitian data responden inka dkk
terhadap pravida observasional yang sering membahas
trimester ketiga (survai) dan mengikuti tentang
dalam menurut waktu senam hamil keikutsertaan
menghadapi penelitiannya (>5kali) senam hamil
persalinan merupakan seluruhnya tidak terhadap pravida
penelitian cross mengalami trimester ketiga
sectional. kecemasan dalam
(14,28%), menghadapi
jarang persalinan
mengikuti sedangkan
senam hamil (1- peneliti
5 kali) selama membahas
trimester ketiga tentang efektifitas
22, (39,29%) pemberian aroma
responden tidak lavender pada ibu
mengalami trimester III.
cemas,
7(12,5%)
responden
mengalami
cemas ringan
dalam
8

Peneliti Judul Metode Hasil Perbedaan


menghadapi
persalinan dan
19 responden
(33,93%) yang
tidak pernah
mengikuti
senam
mengalami
cemas ringan
dan berat.

sri wahyuni dkk, Efiktivitas Penelitian ini didapatkan data Perbedaan


2012 pemberian aroma mengunakan bahwa penelitian yang
terapi untuk metode quasy pemberian dilakukan oleh sri
menurunkan experimental aroma terapi wahyuni dkk
kecemasan ibu dengan pre and memberikan dengan penelitian
hamil trimester post test one pengaruh yang yang dilakukan
III dalam grup design bermakna oleh peneliti
persiapan terhapat tingkat adalah tempat
menghadapi kecemasan ibu penelitian.
persalinan hamil trimester
dirumah bersalin ketiga dijuwanti
juwanti sidoharjo sidoharjo sragen
sragen yaitu tingkat
kecemasan ibu
hamil sebelum
diberikan aroma
terapi sebagian
besar pada
kategori cemas
berat 1 yaitu 14
(43,75%)
sedangkan
tingat
kecemasan pada
ibu hamil
sesudah
diberikan aroma
terapi kategori
cemas sedang
banyak yaitu 15
(46,88%).