Anda di halaman 1dari 31

AKUNTANSI DAN KODE AKUN

PERSAMAAN AKUNTANSI DAN KARAKTERISTIK KODE AKUN

KELOMPOK 5:

1. NI KADEK DWI VIDYAMAHARANI 1607532035


2. I G. A. P. NADYA AUNDRIA PARAMITA 1707532119
3. NI KADEK JUNIARTINI 1707532121
4. KADEK ERMA DAMAYANTI 1707532135
5. KADEK KARYA DWI JAYANTI 1707532136
6. MADE EVELYN NADHEA KEZIA 1707532140

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
DENPASAR
2019/2020
BAB I
PEMBAHASAN MATERI

A. Persamaan Akuntansi
Persamaan dalam akuntansi merupakan gambaran antara elemen-elemen
dalam sebuah laporan keuangan yang saling berhubungan. Terdapat 5 (lima)
elemen pokok dalam laporan keuangan Desa, yaitu Aset, Kewajiban,
Pendapatan, Belanja, dan Kekayaan Bersih.
Akan mudah melakukan pencatatan transaksi jika kita memahami persamaan
akuntansi yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Persamaan dasar akuntansi


Persamaan akuntansi dasar ini sangat sederhana dengan mengambil
3 (tiga) elemen pokok dalam laporan keuangan, yaitu aset, kewajiban, dan
kekayaan bersih, maka didapat rumusan persamaan akuntansinya sebagai
berikut :
Aset = Kewajiban + Kekayaan Bersih

2. Persamaan akuntansi yang diperluas


Persamaan akuntansi yang diperluas dari persamaan akuntansi dasar ini
memiliki 2 (dua) rumus yaitu :

Aset + Belanja = Kewajiban + Kekayaan Bersih + Pendapatan +/-


Pembiayaan Netto

Atau

Aset = Kewajiban + Kekayaan Bersih + (Pendapatan – Belanja) +/-


Pembiayaan Netto

Unsur-unsur yang ada pada laporan keuangan desa dapat dijelaskan


sebagai berikut :

a. Aset
Merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi
dan/atau sosial dimasa depan dapat diperoleh serta dapat diukur dengan
satuan uang. Aset dapat dikelompokkan dalam :
1.) Aset Lancar, yaitu aset yang dalam periode waktu tertentu (tidak lebih
dari satu tahun) dapat dicairkan menjadi uang kas atau menjadi
bentuk aset lainnya.Misalnya Kas, Piutang, Persediaan.

2.) Aset Tidak Lancar, yaitu aset yang mempunyai nilai ekonomis lebih
dari satu tahun. Misalnya Investasi Permanen, Aset Tetap, Dana
Cadangan, Aset Tidak Lancar Lainnya.

b. Kewajiban
Merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaian-nya mengakibatkan aliran keluar sumber dayaekonomi
yang dimiliki. Kewajiban ini bisa berupa Kewajiban Jangka Pendek dan
Kewajiban Jangka Panjang. Misalnya Utang Kepada Pihak Ketiga, Utang
Pemotongan Pajak, Utang Cicilan Pinjaman, Pinjaman Jangka Panjang,

c. Kekayaan Bersih
Merupakan selisih antara aset yang dimiliki desa dengan kewajiban.yang
harus dipenuhi desa sampai dengan tanggal 31 Desember suatu tahun.

d. Pendapatan
Merupakan penerimaaan yang akan menambah Saldo Anggaran Lebih
dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak
pemerintah Desa, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah Desa.

e. Belanja
Merupakan semua pengeluaran oleh Bendahara yang mengurangi Saldo
Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang
tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah Desa.

f. Pembiayaan
Merupakan setiap penerimaan/pengeluaran yang tidak berpengaruh
pada kekayaan bersih entitas yang perlu dibayar kembali dan/atau akan
diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun
tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran terutama
dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran.
B. Kode Akun
Kode akun adalah suatu penamaan/penomoran yang dipergunakan untuk
mengklasifikasikan pos atau rekening transaksi. Setiap jenis pos dalam satu
sistem akuntansi harus memiliki kode atau nomor yang dapat dibedakan sesuai
dengan kelompoknya.
Kodefikasi Aset Desa adalah pemberian kode jenis barang milik Desa sesuai dengan
penggolongan dari masing-masing barang milik Desa

Kode akun mempunyai karakteristik sebagai berikut :


 Luwes, mudah disisipkan jika terdapat penambahan akun baru.
 Sederhana, sesuai dengan tujuan akun, namun mudah dimengerti
 Unik, setiap akun mempunyai kode masing-masing dan unik
 Sistematik, penempatan atau urutan akun sesuai dengan akun utama

Kode akun yang akan digunakan dalam pencatatan keuangan pemerintahan


desa sebaiknya ditetapkan seragam, sehingga laporan keuangan Desa bisa
saling diperbandingkan. Bahkan seandainya diperlukan, akan memudahkan
dalam melakukan kompilasi laporan keuangan seluruh Desa yang ada pada
suatu Kabupaten/Desa.

Penggolongan Aset Desa Dalam rangka Pengelolaan Aset Desa yang berdaya guna,
berhasil guna dan seragam maka salah satu rangkaian kegiatan dalam pengelolaan
aset Desa adalah Penatausahaan yang meliputi kegiatan pembukuan, inventarisasi
dan pelaporan. Aset Desa atau Barang Milik Desa digolongkan ke dalam 8 (delapan)
kelompok yaitu:
1) Persediaan
a) Barang Pakai Habis Bahan, Suku Cadang, Alat/Bahan untuk kegiatan Kantor,
Obat-obatan, Persediaan untuk dijual/diserahkan, Persediaan untuk tujuan
strategis/berjaga-jaga, Natura dan Pakan, Persediaan Penelitian Biologi
b) Barang Tak Habis Pakai Komponen, Pipa, Rambu-Rambu
c) Barang Bekas Pakai Komponen Bekas dan Pipa Bekas

2) Tanah Tanah Kas Desa, Tanah Perkampungan, Tanah Pertanian, Tanah


Perkebunan, Tanah Hutan, Tanah Kebun Campuran, Tanah Kolam Ikan, Tanah
Danau/Rawa, Tanah Tandus/Rusak, Tanah Alang-Alang dan Padang Rumput,
Tanah Pertambangan, Tanah Untuk Bangunan Gedung, Tanah Untuk Bangunan
Bukan Gedung, Tanah Penggunaan Lain, Tanah Badan Jalan dan lain-lain
sejenisnya.
3) Peralatan dan Mesin
a) Alat Besar Alat Besar Darat, Alat Besar Apung. Alat Bantu dan lain-lain
sejenisnya.
b) Alat Angkutan Alat Angkutan Darat Bermotor, Alat Angkutan Darat Tak
Bermotor, Alat Angkut Apung Bermotor, Alat Angkut Apung tak Bermotor dan
lain-lainnya sejenisnya.
c) Alat-Alat Bengkel dan Alat Ukur Alat Bengkel Bermesin, Alat Bengkel Tak
Bermesin, Alat Ukur dan lain-lain sejenisnya.
d) Alat-Alat Pertanian Alat Pengolahan Tanah dan Tanaman, Alat Pemeliharaan
Tanaman /Pasca Penyimpanan dan lain-lain sejenisnya.
e) Alat-Alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Kantor, Alat Rumah Tangga, dan
lain-lain sejenisnya.
f) Alat Studio dan Alat Komunikasi Alat Studio, Alat Komunikasi, Peralatan
Pemancar, Peralatan Komunikasi Navigasi dan lain-lain sejenisnya.
g) Komputer Komputer Unit, Peralatan Komputer dan lain-lain sejenisnya.
h) Alat Pengeboran Alat Pengeboran Mesin, Alat Pengeboran Non Mesin dan
lain-lain sejenisnya.
i) Alat Produksi, Pengolahan dan Pemurnian Sumur, Produksi dan lain-lain
sejenisnya.
j) Peralatan Olahraga
4) Gedung dan Bangunan
a) Bangunan Gedung Bangunan Gedung Tempat Kerja dan gedung lainnya
yang sejenis.
b) Bangunan Monumen Candi, Monumen Alam, Monumen Sejarah, Tugu
Peringatan dan lain-lain sejenisnya.
5) Jalan, Irigasi dan Jaringan
a) Jalan dan Jembatan Jalan, Jembatan, terowongan dan lain-lain jenisnya.
b) Bangunan Air/Irigasi Bangunan air irigasi, Bangunan Pengairan Pasang
Surut, Bangunan Pengembangan Rawa dan Polder, Bangunan Pengaman
Sungai/Pantai dan Penanggulangan Bencana Alam, Bangunan
Pengembangan Sumber Air dan Air Tanah, Bangunan Air Bersih/Air Baku,
Bangunan Air Kotor dan Bangunan Air lain yang sejenisnya.
c) Instalasi Instalasi Air Bersih/Air Baku, Instalasi Air Kotor, Instalasi
Pengolahan Sampah, Instalasi Pengolahan Bahan Bangunan, Instalasi
Pembangkit Listrik, Instalasi Gardu Listrik dan lain-lain sejenisnya.
d) Jaringan Jaringan Air Minum, Jaringan Listrik, Jaringan Telepon, Jaringan
Gas dan lain-lain sejenisnya.
6) Aset tetap lainnya
a) Bahan Perpustakaan Bahan Perpustakaan Tercetak, Bahan Perpustakaan
Terekam dan Bentuk Mikro, Kartografi, Naskah dan Lukisan dan lain-lain
sejenisnya.
b) Barang bercorak kesenian/kebudayaan/olahraga Barang Bercorak Kesenian,
Barang Bercorak Kebudayan seperti Pahatan, Lukisan Alat-alat Kesenian,
Tanda Penghargaan bidang Olaraga, dan lain-lain sejenisnya.
c) Hewan Hewan Piaraan, Ternak dan lain-lain sejenisnya.
d) Ikan
e) Tanaman
f) Aset Tetap dalam Renovasi
7) Kontruksi dalam pengerjaan
8) Aset Tak Berwujud Hak Cipta dan Patent Penggolongan aset Desa tersebut
di atas terbagi atas Golongan, Bidang, Kelompok dan Sub Kelompok.

Kodefikasi Aset Desa Penatausahaan merupakan pentahapan dalam siklus


Pengelolaan Aset Desa adalah rangkaian kegiatan pembukuan, inventarisasi dan
pelaporan kekayaan milik Desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pencatatan
Aset Desa tersebut harus berdasarkan penggolongan dan kodefikasi barang agar
tertibnya administrasi penatausahaan barang dalam rangka penyusunan Laporan
Kekayaan Milik Desa. Kodefikasi adalah pemberian nama atau kode barang pada
setiap barang inventaris milik Pemerintah Desa yang dinyatakan dalam bentuk angka
(numeric) sebagai suatu entitas dengan tujuan adalah untuk mengamankan dan
memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada
masing-masing pengguna. Kodefikasi Aset Desa terdiri dari:

a. Kode Barang Kode Barang terdiri dari 10 (sepuluh) angka/digit yang terbagi dalam
5 (lima) level dengan susunan sebagai berikut:
Keterangan :
Satu angka/level pertama : menunjukkan kode Golongan Barang
Dua angka/level kedua : menunjukkan kode Bidang Barang
Dua angka/level ketiga : menunjukkan kode Kelompok Barang
Dua angka/level keempat : menunjukkan kode Sub Kelompok Barang
Bagan Akun Standar (BAS) (bahasa Inggris: Chart of Accounts, CoA) adalah daftar akun
buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan
perencanaan, pelaporan anggaran, pembukuan, dan pelaporan keuangan pemerintah. BAS
diperkenalkan pada tahun 2007 dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
91/PMK.05/2007. Sebelum BAS, namanya adalah Badan Perkiraan Standar (BPS).

BAS meliputi:

 kode dan uraian fungsi


 kode dan uraian subfungsi
 kode dan uraian program
 kode dan uraian kegiatan
 kode dan uraian subkegiatan
 kode dan uraian bagian anggaran
 kode dan uraian unit eselon I
 kode dan uraian satuan kerja

 kode akun (perkiraan)


BAS digunakan sebagai pedoman yang dilaksanakan oleh setiap Kementerian
Negara/Lembaga untuk penyusunan dan penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran
Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL), Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), dan
Pelaporan Keuangan dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat,
mulai Tahun Anggaran 2008.

BAGAN AKUN STANDAR UNTUK PEMERINTAH DAERAH

1. Akun Neraca

a. Akun Aset

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah
daerah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau
sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah daerah maupun
masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan
yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber sumber daya
yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

b. Akun Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah.
c. Akun Ekuitas Ekuitas merupakan kekayaan bersih Pemerintah Daerah yang
merupakan selisih antara aset dan kewajiban Pemerintah Daerah pada tanggal laporan.

2. Akun Laporan Realisasi Anggaran

a. Akun Pendapatan-LRA

Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang


menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan
yang menjadi hak pemerintah daerah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah
daerah.

b. Akun Belanja Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah
yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang
bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah
daerah.

c. Akun Transfer-LRA Transfer adalah pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan
kepada entitas pelaporan lain.

d. Surplus/Defisit Surplus/Defisit adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan-LRA dan


belanja selama satu periode. Penghitungan Surplus/Defisit tidak diberikan kode akun
tersendiri. Angka ini merupakan selisih lebih/kurang antara Total Pendapatan dikurangi
dengan total belanja plus transfer [S/D = ∑Pendapatan – (∑Belanja + ∑Transfer)].

e. Akun Pembiayaan Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah


daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima
kembali, yang dalam penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk
menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus anggaran.

a) Akun Penerimaan Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan adalah semua


penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang dimaksudkan untuk menutup defisit.

b) Akun Pengeluaran Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan adalah semua


pengeluaran Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang dimaksudkan untuk
memanfaatkan surplus anggaran.

f. SILPA/SIKPA Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) adalah selisih


lebih/kurang antara realisasi pendapatan-LRA dan belanja, serta penerimaan dan
pengeluaran pembiayaan dalam APBD selama satu periode pelaporan.
3. Akun Laporan Operasional (LO)

a. Akun Pendapatan-LO

Pendapatan-LO adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah ekuitas
dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.

b. Akun Beban Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam
periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau
konsumsi aset atau timbulnya kewajiban. Menurut SAP, Beban diklasifikasikan menurut
klasifikasi ekonomi. Klasifikasi ekonomi pada prinsipnya mengelompokkan berdasarkan
jenis beban.

c. Akun Beban Transfer-LO Beban Transfer adalah beban berupa pengeluaran uang atau
kewajiban untuk mengeluarkan uang dari entitas pelaporan kepada suatu entitas
pelaporan lain yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

d. Akun Beban Non Operasional Beban Non Operasional merupakan beban yang
sifatnya tidak rutin.

e. Akun Beban Luar Biasa Beban Luar Biasa adalah beban yang terjadi dari kejadian luar
biasa.

Contoh penerapan Bagan Akun Standar (BAS) dapat dilihat pada Lampiran 1 :

Bagan Akun Standar pada Pemerintahan Desa.


CONTOH LEMBAR KERJA BUKU ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA
BAB II
KASUS
DAFTAR PUSTAKA

http://www.keuangandesa.com/wp-content/uploads/2016/08/Pedoman-Asistensi-Akuntansi-
Keuangan-Desa-IAI-KASP-2015.pdf diakses pada tanggal 8/3/2019
https://www.slideshare.net/deddinordiawan/modul-akuntansi-akrual-untuk-pemerintah-
daerah diakses pada tanggal 8/3/2019
https://bagianpemerintahan.wonosobokab.go.id/wp-content/uploads/2018/08/PEDUM-
KODEFIKASI-ASET-DESA.pdf diakses pada tanggal 8/3/2019
https://jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2011/238~PMK.05~2011PerLamp.pdf
http://lm-
upa.com/libs/downlot.php?id=31&file=Permendagri%20No.%2047%20Tahun%202016.pdf
diakses pada tanggal 8/3/2019
https://www.academia.edu/12803883/modul_Akuntansi_sektor_publik_keuangan_pemerinta
han_2014 diakses pada tanggal 9/3/2019
DAFTAR SINGKATAN

Anda mungkin juga menyukai