Anda di halaman 1dari 22

Makalah Geografi Parawisata

SUMBER DAYA GEOGRAFIS DALAM PARAWSATA

DISUSUN OLEH
Kelompok 4
Ahmad Sabar (3161131003)
Wahyu Novi Sridaryanti (3161131051)
Hadizah Rambe (3163131012)

KELAS : C REGULER 2016

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas rutin pada mata kuliah Geografi
Parawisata

Penulis berterima kasih kepada Bapak dosen yang bersangkutan yang sudah
memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan makalah ini.penulis juga
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, September 2018

penyusun
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 1

C. Tujuan Penulisan................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 3

A. Pengertian sumberdaya Menurut Para Ahli .......................................................... 3

B. Peranan Sumberdaya Iklim ................................................................................... 4

C. Peranan Sumber daya Pantai dan Laut ................................................................. 5

D. Contoh Sumberdaya Pariwisata di Indonesia ....................................................... 6

BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 18

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 18

B. Saran ..................................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 19


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Sumberdaya adalah segala sesuatu yang bernilai apabila diproduksi, diolah dan
digunakan. Salah satu pemanfaatan sumberdaya dalam geografi adalah sebagai objek wisata.
Objek wisata dari sudut pandang geografi dipelajari dalam konsep geografi pariwisata.
Objek kajian geografi yang umumnya menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah dari segi
iklim, flora dan fauna, keindahan alam, adat istiadat, budaya penduduk, transportasi baik itu
darat, laut atau udara, dan sebagainya.
Pariwisata meupakan sektor usaha yang penting bagi beberapa negara di dunia. Hal
itu dikarenakan karakteristik sumber daya alam yang unik dan diolah dengan sumber daya
manusia yang memadai. Kondisi alam yang diberikan secara cuma-cuma oleh Allah SWT
membantu manusia untuk mengembangkannya menjadi lebih baik, jadi manusia tidak perlu
lagi memunculkan potensi alam tetapi tinggal mengembangkan dan melestarikannya.
Salah satu negara yang memiliki potensi pariwisata yang beragam adalah Indonesia.
Tidak hanya keragaman flora dan fauna saja, Indonesia juga memiliki keragaman budaya
serta peninggalan buda dan sejarah yang menjadi kekayaan yang sangat berharga. Semua
potensi pariwisata yang dimiliki Indonesia itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan
untuk melakukan perjalanan dalam rangka mengunjungi daerah wisata tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja sumber daya pariwisata yang ada di Indonesia ?
2. Apa saja faktor pendukung dan pendorong bekembangnya sumber daya pariwisata di
Indonesia?
3. Apa saja dampak positif yang diperoleh dari sumber daya alam pariwisata yang ada di
Indonesia?
4. Apa saja dampak negative yang ditimbulkan dari sumber daya alam pariwisata di
Indonesia ?
5. Bagaimana altenatif dan penyelamatan masalah yang dilakukan oleh pemerintah dan
masyarakat?

1
C. Tujuan
1. Untuk memberikan informasi tentang SDA pariwisata di Indonesia
2. Untuk memberikan informasi tentang dampak positif dan negative dari SDA pariwisata
yang ada di Indonesia
3. Memberikan informasi tentang faktor pendukung SDA pariwisata di Indonesia
4. Memberikan altenatif dan penyelamatan masalah SDA pariwisata di Indonesia

D. Manfaat
Memberikan wawasan dan pengetahuan tentang sumber daya yang ada di Indonesia
yang mampu di jadikan sumber potensi pariwisata

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sumber Daya Pariwisata Menurut Para Ahli


Sumber daya alam merupakan istilah yang berhubungan dengan materi-materi dan
potensi alam yang terdapat di planet bumi yang memberikan manfaat bagi kehidupan
manusia. Materi alam tersebut dapat berupa benda hidup (unsur-unsur hayati), yaitu hewan
dan tumbuhan. Terdapat pula benda mati (nonhayati), seperti tanah, udara, air, bahan galian
atau barang tambang. Selain itu terdapat pula kekuatan-kekuatan alam menghasilkan tenaga
atau energi. Misalnya, panas bumi (geothermal), energi matahari, kekuatan air, dan tenaga
angin. Segala sesuatu yang berada di alam (di luar manusia) yang dinilai memiliki daya guna
untuk memenuhi kebutuhan sehingga tercipta kesejahteraan hidup manusia tersebut
dinamakan sumber daya alam (natural resources). Dalam pengertian lain sumber daya alam
adalah semua kekayaan alam yang terdapat di lingkungan sekitar manusia yang dapat
dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan manusia.Ada beberapa pengertian sumber daya
dari beberapa para ahli, diantaranya adalah :
Sumber Daya Alam Menurut Suryanegara (1977) mengatakan bahwa secara definisi
sumber daya alam adalah unsur – unsur lingkungan alam, baik fisik maupun hayati yang
diperlukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna meningkatkan kesejahteraan
hidup. Menurut Katili (1983) mengemukakan bahwa sumber daya alam adalah semua unsur
tatalingkungan biofisik yang nyata atau potensial dapat memenuhi kebutuhan manusia.
Secara etimologis pariwisata berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku
kata Pari yang berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Dan kata wisata yang
berarti perjalanan, bepergian yang bersinonim dengan kata travel dalam bahasa Inggris, maka
dapat di artikan bahwa pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau
berputar-putar dari satu tempat ke tempat lain (Yoeti 1996:112)
1. Menurut James J. Spillance
Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang bersifat sementara,
dilakukan perorangan atau kelompok sebagai usaha mencari keseimbangan, keserasian dalam
dimensi sosial budaya dan ilmu.
2. Menurut Mc. Intosh dan Goelder
Pariwisata adalah ilmu atau seni dan bisnis yang dapat menarik dan menghimpun
pengunjung, termasuk didalamnya bebagai akomoditasi dan catering yang dibutuhkan dan
diminati oleh pengunjung.

3
Peranan Iklim untuk Pariwisata

Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca
cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya
sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut. Dengan
kondisi seperti yang telah disebutkan, maka pelaksanaan wisata akan semakin dinikmati.

Iklim adalah salah satu penggerak utama dalam pariwisata internasional, sebagaimana
sebagian besar wisatawan mencari kesempatan untuk berelaksasi di bawah matahari atau salju
Aguiló et al. 2005, 219). Iklim merupakan faktor penarik bagi wisatawan yang ingin
berelaksasi pada tempat yang memiliki iklim yang lebih nyaman daripada tempat tinggalnya.
Mereka yang tinggal di daerah yang dingin dan jarang mendapatkan sinar matahari akan memiliki
kecenderungan untuk berwisata ke tempat-tempat yang memiliki iklim tropis yang kaya akan sinar
matahari. Sebaliknya, mereka yang tinggal di iklim yang cenderung panas, akan mencari tempat-tempat
yang sejuk untuk tujuan berwisata. Fenomena ini terjadi di destinasi-destinasi pariwisata
utama di Indonesia. Meningkatnya temperatur permukaan global yang terjadi hampir di
seluruh belahan dunia pada beberapa dekade terakhir ini (Brohan et al, 2006) berdampak pada
kenaikan temperatur, perubahan pola cuaca, kenaikan muka air laut, dan terjadinya berbagai
peristiwa ekstrim yang juga akan berdampak besar terhadap destinasi-destinasi pariwisata
yang mengandalkan iklim serta sumber daya alam dan budaya sebagai daya tarik wisata utamanya,
contohnya pada sektor pariwisata di Indonesia. Perubahan iklim akan memberikan pengaruh yang
besar terhadap dunia kepariwisataan, baik itu terhadap preferensi wisatawan akan daerah tujuan
wisatanya, maupun berubahnya daya tarik wisata yang dimiliki destinasi yang berakibat juga pada
perubahan pengelolaan destinasi pariwisata (Hamilton et al. 2005, 253). Dengan kata lain,
perubahan iklim global diperkirakan akan memengaruhi penawaran parawisata .Adaptasi terhadap
perubahan iklim merupakan aspek kunci yang harus menjadi agenda pembangunan nasional
dalam rangka mengembangkan pola pembangunan yang tahan terhadap dampak perubahan
iklim dan gangguan anomali cuaca yang terjadi saat ini dan antisipasi dampaknya ke depan.
Tujuan jangka panjang dari agenda adaptasi perubahan iklim di Indonesia adalah
terintegrasinya adaptasi perubahan iklim ke dalam perencanaan pembangunan nasional. Saat
ini, Indonesia yang sudah rentan terhadap resiko bencana alam, seperti banjir, longsor, erosi,
badai tropis, dan kekeringan, akan menghadapi resiko yang lebih besar lagi ke depan akibat
perubahan iklim. Apabila langkah-langkah penanganan yang konkret tidak segera
dilaksanakan, maka target-target Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals)

4
untuk bidang-bidang yang berkaitan dengan kemiskinan, kelaparan, dan kesehatan akan sulit
dicapai. Bahkan, ada kemungkinan, target-target pembangunan yang telah tercapai selama
puluhan tahun ini, juga terancam Oleh karena itu, agenda adaptasi perubahan iklim harus
diimplementasikan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan
aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Pembangunan yang hanya mementingkan pencapaian
tujuan ekonomi semata tanpa memperhatikan kelestarian alam akan menambah kerentanan
Indonesia terhadap perubahan iklim.

Sumberdaya Pantai dan Laut

Jenis- Jenis Wisata Pantai


Secara umum, pantai terbagi menjadi 3 macam, yaitu Pantai berpasir, pantai berlumpur, dan
pantai berbatu.

1. Pantai berpasir
Pantai berpasir sering dijadikan tempat wisata. Biasanya tempatnya landai dan indah. Pantai
berpasir indah biasanya memiliki pasir pantai yang lembut dan berwarna putih. Tetapi, tidak
semua pasir pantai berwarna putih. Keindahan akan semakin lengkap jika pantainya bersih
dan tidak berserakan sampah. Tempat yang bersih dan indah membuat orang- orang nyaman
untuk bermain di pantai itu.
Di pantai ini terdapat hewan air seperti ketam- ketaman yang biasanya menguburkan diri
kedalam pasir atau lubang. Saat kita bermain di pantai, kita dapat mencari ketam dengan cara
mengusap pasir dengan air. Pantai seperti ini banyak terdapat di Sumatera, Sulawesi, Bali.
Selain dijadikan tempat wisata, pantai berpasir juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya
tanaman kelapa.
3. Pantai Berlumpur
Pantai berlumpur sebagian besar wilayahnya merupakan daerah berlumpur dan tergenang saat
air pasang. Bentuk pantai ini tidak menarik, sehingga tidak begitu dijadikan sebagai objek
wisata. Pantai berlumpur sebagian besar tersebar di Pantai utara Jawa, timur Sumatera,
Kalimantan, dan Selatan Papua. Pantai ini biasanya banyak dimanfaatkan untuk areal tambak
budidaya ikan atau udang. Adapun di Jawa timur, pantai berlumpur dimanfaatkan untuk
penambangan garam.Pantai berlumpur merupakan rangkaian kesatuan dengan pantai
berpasir, lebih terlindung dari gerakan ombak, berbutiran sedimen lebih halus dan

5
mengakumulasi lebih banyak bahan organik.Pantai berlumpur adalah tipe pantai yang khas
yang memiliki ciri-ciri fisik berbeda dibandingkan dengan ciri-ciri.
fisik pantai berpasir dan pantai berbatu. Pantai berlumpur banyak dijumpai di muara sungai
yang ditumbuhi oleh hutan mangrove, dimana energi gelombang terdisipasi oleh hutan
mangrove dan lumpur. Pantai tipe ini relatif mudah berubah bentuk, mengalami
deformasi, dan tererosi. Daerah ini sangat subur bagi tumbuhan pantai seperti pohon bakau
(mangrove).
Mangrove adalah tumbuhan berwujud semak dan pohon dengan akar tunjang, yaitu akar yang
banyak tumbuh dari batang menjadi penopang tumbuhan tersebut. Guguran daun dan ranting
menjadi serasa organik sehingga mempersubur perairan pantai, sehingga banyak mengundang
hewan antara lain beberapa jenis ikan dan udang. Hutan bakau ini dapat berfungsi sebagai
peredam energi gelombang, sehingga pantai dapat terlindung dari erosi.

4. Pantai Berbatu

Pantai berbatu merupakan pantai yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas.batuan. Pantai
ini memiliki berbagai macam jenis makhluk hidup paling banyak dan kisaran pasang surutnya
paling besar. Pantai berbatu ini tidak cocok untuk dijadikan tempat berenang. Dasar
pantainya terdiri atas batuan atau karang. Sangat berbahaya jika memaksakan berenang di
pantai berbatu ini. Ombaknya dapat membenturkan kita ke batu karang.

Pantai berbatu merupakan satu dari lingkungan pesisir dan laut yang subur. Kombinasi
substrat keras untuk penempelan, seringnya aksi gelombang, dan perairan yang jernih
menciptakan suatu habitat yang menguntungkan bagi biota laut. Habitat ini berperan sebagi
substrat, tempat mencari makan, tempat persembunyian serta tempat berinteraksinya berbagai
macam organisme khususnya yang memiliki hubungan rantai makanan. Daerah pantai
berbatu ini juga dapat menyediakan pemandangan indah, bagus untuk rekreasi dan kegiatan
ekonomi. Selain itu, daerah berbatu memiliki peranan yaitu sebagai pemecah gelombang atau
ombak sebelum sampai pada daratan.

B. Atraksi Wisata Pantai Berpasir


Atraksi wisata yang dapat dilakukan di daerah Pantai Berpasir biasanya adalah :
Menyaksikan Sunset dan Sunrise

6
Jangan lewatkan untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang
sangat indah disaksikan dari pinggir pantai. Dan jangan lupa untuk mengabadikan momen
berharga ini.
Berenang dan berselancar
Atraksi wisata berenang ini dilakukan dengan melihat kondisi ombak dan gelombang pantai.
Jika ombak pantai tidak terlalu kuat, maka diperbolehkan berenang dengan tidak melewati
batas- batas yang telah ditentukan, dan jika ombak terlalu kuat, maka lebih baik jangan
berenang.
Bermain Volley Pantai
Kegiatan ini asyik dilakukan di pinggir pantai bersama teman- teman. Atraksi yang dapat
dilakukan untuk menambah keceriaaan suasana adalah melakukan lomba bermain volley
pantai antar kelompok pengunjung.
Bermain Pasir
Hal ini sudah menjadi kebiasaan wisatawan dan pengunjung yang mengunjungi Pantai
berpasir. Anak kecil, remaja, dewasa bahkan orang tua pun ikut dalam bermain pasir.
Biasanya mereka menimbun atau menutupi sebagian tubuhnya dengan pasir, atau membuat
istana pasir, dan lain-lain. Dan dapat juga dibuat kompetensi membuat istana pasir sebagus,
sebesar dan semewah mungkin.
Berkemah
Merupakan atraksi yang dapat dilakukan oleh para wisatawan dan pengunjung yang ingin
merasakan sensasi malam dipinggir pantai. Selain bisa dekat langsung dengan alam,
berkemah di pinggir pantai pun memiliki tantangan sendiri yang bisa mengasah kemampuan
bertahan hidup kita. Hal ini lebih seru dan asyik dilakukan dibandingkan dengn menyewa
penginapan atau akomodasi.
Berjemur dan bersantai
Kegiatan yang paling sering dilakukan apabila mengunjungi pantai. Bersantai bersama teman,
keluarga sambil menikmati pemandangan pantai dari pinggir pantai.
Menikmati Kelapa Muda di pinggir pantai
Menikmati Kelapa muda di pinggir pantai sangat asyik dilakukan sambil bersantai. Kelapa
muda diambil dari pohon kelapa yang tumbuh di pinggir pantai. Atraksi yang unik yang bisa
dilakukan dengan memanfaatkan Pohon kelapa ini adalah mengadakan lomba memanjat
pohon kelapa untuk mengambil buah kelapa muda.
C. Atraksi Wisata Pantai Berlumpur
Atraksi yang dapat dilakukan di Kawasan Pantai berlumpur adalah
7
Menggali kerang di laut lumpur
Menggali kerang bisa dijadikan atraksi wisata yang dapat dilakukan di pantai berlumpur.
Dengan berbekal alat yang menyerupai cangkul tapi kecil, menggali lumpur di pinggir pantai
yang sedang surut untuk mencari kerang.
Menyaksikan Pemandangan Kunang- kunang
Menikmati panorama hutan mangrove
Wisata mangrove merupakan wisata yang mnampilkan panorama keindahan mangrove
bersama biota- biota yang hidup di hutan tersebut. Wisata ini menawarkan keindahan berupa
lingkungan alami. Pohon mangrove yang bentuknya melengkung kesana- kemari, batang
dengan tekstur yang tidak merata dan kuat, dedaunan lebat, rindang, bungadan buah yang
khas mangrove.
Mencari ikan
Ikan- ikan yang khas yang dapat diitemukan adalah bandeng, ikan gelodok yang tingkahhnya
lompat- lompat, kepiting bakau dengan tekstur badan keras dan hitam, kepiting- kepiting
kecil, dan lain- lain.
Menyaksikan hewan darat yang berada di sekitar Mangrove
Hewan- hewan darat yang dapat dinikmati seperti monyet yang memanjat di pohon- pohon
mangrove dengan tingkahnya yang menggemaskan, burung- burung dengan warna- warni
dan berkicau seperti bernyanyi yang selah- olah memberikan sapaan kepada wisatawan dan
pengunjung. Atraksi yang mungkin dapat dilakukan untuk dapat menarik pengunjung adalah
memberi makan monyet- monyet tersebut.
Atraksi mandi lumpur
Kegiatan ini mungkin dapat dilakukan ketika air sedang surut. Mandi lumpur merupakan
suatu kegiatan yang harus dicoba karena untuk menguji nyali para pesertanya. Tetapi, harus
dilihat terlebih dahulu kondisi dan keadaan disekitar pantai.
D. Atraksi Wisata Pantai Berbatu
Atraksi atau kegiatan yang dapat dilakukan oleh pengunjung dan juga wisatawan di
Pantai berbatu ini adalah :
Melakukan Photo Pra-Wedding
Ini merupakan kegiatan yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin membuat photo pra
wedding.Membuat Video Clip, model, syuting film dan sinetron
Banyak produser- produser yang akan menciptakan sebuah video klip atau syuting film &
sinetron dengan mengambil tempat di pantai berbatu ini karena lokasinya yang bagus.
Bersantai

8
Duduk bersantai bersama teman- teman dan juga pasangan sangat asyik dilakukan di pantai
ini. Bercerita dan tidak lupa berfoto- foto ceria dan juga selfie.
Wisata edukasi (pembelajaran)
Kegiatan edukasi atau pembelajaran dapat dilakukan di kawasan ini. Mengamati organisme-
organisme yang tumbuh di sekitar bebatuan. Kegiatan ini sangat cocok dilakukan oleh para
pelajar yang ingin mengetahui banyak tentang kehidupan laut

Objek Wisata Alam Di Jambi


1. Air Terjun Tegan Kiri
Air terjun tegan kiri adalah salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Bungo
Provinsi Jambi. Air terjun ini memiliki panorama alam yang sangat indah dan masih asri
dengan ketinggian 10 meter. Sumber air terjun tegan kiri dari perbukitan dengan ketinggian
26 meter. Untuk menuju ke lokasi kita harus menempuh jarak kurang lebih 30 km dari
Ibukota Kabupaten Bungo dengan perjalanan darat.

2. Geopark Merangin
Bagi Anda yang memiliki kegemaran arum jeram jangan lewatkan salah satu objek wisata
yang terdapat di Kabupaten Merangin ini. Geopark merangin tidak hanya menawarkan arum
jeram saja tetapi keunikan fosil flora berusia hampir 350 tahun juga menjadi daya tarik
tersendiri. Kawasan ini masih diselimuti hutan lebat dengan beragam jenis tanamannya.
Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan waktu sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari
Jambi, Ibukota provisi Jambi.
Objek Wisata Alam Di Daerah Sumatera Selatan

1. Hutan Wisata Punti Kayu


Hutan Wisata Punti Kayu terletak lebih kurang 7 km dari pusat kota dan ditetapkan sebagai
hutan lindung sejak tahun 1998, dan dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera
Selatan. Hutan Wisata dengan luas 50 ini juga terdapat sebuah area rekreasi keluarga serta
menjadi tempat hunian monyet lokal. Tempat ini sangat cocok untuk Anda yang ingin
menyegarkan pikiran pada akhir pekan. Di sini anak-anak juga bisa bermain menaiki gajah,
melihat kebun binatang mini, mandi di kolam renang, atau sekedar duduk bersantai di antara
pepohonan pinus. Yang lebih mengasyikkan, acapkali diadakan hiburan yang dimeriahkan
oleh artis lokal maupun luar kota.
2. Gunung Dompo

9
Gunung Dempo adalah sebuah gunung yang mempunyai ketinggian hingga 3,195 meter, dan
memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit hutan Montane serta Hutan Ericaceous atau yang
disebut hutan gunung. Gunung ini terletak pada perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan
Bengkulu. Untuk bisa mencapai desa terdekat, Anda harus terlebih dahulu mencapai kota
Pagar Alam, lebih kurang 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari Palembang tersedia
banyak bus yang menuju arah Pagar Alam, salah satunya bus Dharma Karya.

Objek Wisata Alam Di Daerah Jawa Tengah

1. Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng

Berlokasi sekitar 30 KM dari Wonosobo, Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan gunung api
raksasa yang mempunyai beberapa kawah dan candi-candi Hindu kuno. Karena berada pada
ketinggian 2,000 meter, Dataran Tinggi Dieng mempunyai suhu yang sangat dingin. Pada
siang hari, suhu udara dapat mencapai 15 derajat Celsius dan 10 derajat Celsius pada malam
hari. Dataran Tinggi Dieng dikelola sebagai tempat wisata di Jawa Tengah secara bersama
oleh Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.

2. Taman Wisata Air Panas Guci

Taman Wisata Air Panas Guci berlokasi di Tegal, Jawa Tengah. Untuk dapat mencapai lokasi
Taman Wisata Air Panas Guci, Anda harus berkendara ke arah selatan dalam jarak tempuh
sektiar 40 KM dari kota Tegal, atau sekitar 30 KM dari Slawi. Seperti halnya tempat wisata
air panas alami yang lain, air panas di Taman Wisata Air Panas Guci yang berlokasi di kaki
Gunung Slamet ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Fasilitas
wisata yang terdapat di kawasan wisata seluas 210 hektar ini yaitu kolam renang air panas,
wisata hutan, penginapan, perkemahan, sampai dengan lapangan tenis dan lapangan sepak
bola.

3. Kepulauan Karimunjawa

Kepulauan Karimunjawa

Kepulauan Karimunjawa berlokasi di utara kota Jepara dan Semarang. Kepulauan ini terdiri
dari 27 pulau, yang mana hanya 5 pulau saja yang berpenghuni. Kepulauan Karimunjawa
adalah salah satu tempat wisata di Jawa Tengah yang paling terkenal karena keindahan laut

10
dan pantai yang ditawarkannya. Selain wisata pantai, Anda juga dapat bermain dengan penyu
dan hiu di Kepulauan Karimunjawa. Untuk dapat berkunjung ke kawasan wisata ini,

OBJEK WISATA DI DAERAH KALIMANTAN SELATAN

1. Air Terjun Panayar

Tempat wisata di Kalimantan Selatan ada air terjun panayar, lokasinya berada di Desa Artain
Kecamatan Aranio, jaraknya kurang lebih 30 km dari kota Martapura, Kalimantan Selatan.
Untuk menuju air terjun ini anda menggunakan kendaraan bermotor kemudian dilanjutkan
menggunakan kelotok.

2. Waduk Riam Kanan dan Pulau Pinus II

Danau atau Waduk Riam Kanan berlokasi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio, Kabupaten
Banjar. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Waduk Riam Kanan juga mengunjungi
Pulau Pinus 2 yang berada di tengah waduk riam kanan. Disebut pulau pinus karena banyak
pohon yang tumbuh di pulau tersebut.
3. Pulau Kaget

Pulau Kaget merupakan salah satu objek wisata di Kalimantan Selatan yang berada di
wilayah Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Pulau Kaget merupakan
sebuah delta yang terletak di tengah sungai Barito, pulau ini juga merupakan habitat bagi
Bekantan.

B. Faktor Pendukung Sumber Daya Alam Pariwisata Di Indonesia


Faktor-faktor pendorong pengembangan pariwisata di Indonesia menurut Spilane (1987:57),
adalah :

1. Berkurangnya peranan minyak bumi sebagai sumber devisa negara jika dibanding
dengan waktu lalu;
2. Merosotnya nilai eksport pada sektro nonmigas;
3. Adanya kecenderungan peningkatan pariwisata secara konsisten;
4. Besarnya potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bagi pengembangan pariwisata.

Faktor Pendukung Pariwisata Perkembangan objek pariwisata di Indonesia sangat pesat


karena faktor-faktor pendukung berikut
1. Objek wisata menarik dan ciri khas objek wisata disesuaikan dengan motivasi dan
tujuan wisata.

11
2. Adanya kemudahan mencapai objek dan sarana telekomunikasi, seperti telepon dan
jasa pos tersedia di lokasi wisata sehingga wisatawan mudah mendapatkan jasa
komunikasi serta jasa perbankan (ATM).
3. Tersedia sarana objek wisata, misalnya penginapan, rumah makan, angkutan, tempat
pertemuan, dan tempat membeli cinderamata.
4. Informasi tentang objek wisata sangat jelas dan mudah didapat.
5. Adanya pemandu wisata dan penyelenggara wisata yang siap membantu para
wisatawan.
C. Dampak Positif Sumber Daya Alam Pariwisata Di Indonesia
Terhadap ekonomi

1. Membuka lapangan kerja bagi penduduk lokal di bidang pariwisata seperti : tour
guide, waiter, bell boy, dan lain-lain.
2. Dibangunnya fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik demi kenyamanan para
wisatawan yang juga secara langsung dan tidak langsung bisa dipergunakan oleh
penduduk lokal pula. Seperti : tempat rekreasi, mall, dan lain-lain.
3. Mendapatkan devisa (national balance payment) melalui pertukaran mata uang asing
(foreign exchange).
4. Mendorong seseorang untuk berwiraswasta / wirausaha, contoh : pedagang kerajinan,
penyewaan papan selancar, pemasok bahan makanan dan bunga ke hotel,dan lain-lain.
5. Meningkatkan pendapatan masyarakat dan juga pendapatan pemerintah.
6. Memberikan keuntungan ekonomi kepada hotel dan restaurant. Contohnya, wisatawan
yang pergi berwisata bersama keluarganya memerlukan kamar yang besar dan
makanan yang lebih banyak. Dampak ekonomi tidak langsung dapat dirasakan oleh
pedagang-pedagang di pasar karena permintaan terhadap barang/bahan makanan akan
bertambah.
Terhadap sosial budaya

1. Berkembangnya kebudayaan nasional Indonesia


2. Sebagai media pengembangan wawasan
3. Adanya akulturasi budaya

Terhadap politik

1. Terjalinnya hubungan baik dengan negara-negara lain.


2. Saling berkunjung dan saling mengenal antar penduduk sehingga dapat memper erat
kesatuan dan persatuan

12
3. Lebih banyak mengenal keindahan dan kekayaan tanah air , melalui kunjungan wisata
sehingga memunculkan keinginan untuk memelihara, menjaga dan rasa cinta terhadap
tanah air
4. Terjaganya hubungan baik internasional dalam hal pengembangan pariwisata
mancanegara, sehingga terjadi saling kunjung antar bangsa sebagai wisatawan .
sebagaimana halnya dalam pariwisata pada poin pertama
5. Terjadi kontak kontak langsung yang akan menumbuhkan rasa saling pengertian terhadap
perbedaan
6. Akan menimbulkan inspirasi untuk selalu mengadakan pendekatan dan rasa saling
menghormati.
7. Pemerintah mendapat defisa tambahan non migas
8. Adanya pemberlakuan kebijakanbebas visa terhadap Negara tertentu, untuk menarik
wisatawan untuk berkunjung

Terhadap lingkungan

1. Terlestarinya lingkungan agar para wisatawan semakin berminat mengunjungi tempat


tersebut
2. Terjaganya sumber daya alam yang dijadikan sebagai objek wisata

3. Berkembangnya lingkungan di daerah tempat pariwisata


D. Dampak Negative Sumber Daya Alam Pariwisata Di Indonesia
Terhadap ekonomi

1. Bahaya ketergantungan yang sangat mendalam terhadap pariwisata.


2. Meningkatkan inflasi dan harga jual tanah menjadi mahal.
3. Meningkatkan impor barang dari luar negri, terutama alat-alat teknologi modern yang
digunakan untuk memberikan pelayanan bermutu pada wisatawan dan juga biaya-
biaya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang ada.
4. Produksi yang bersifat musiman menyebabkan rendahnya tingkat pengembalian
modal awal.
5. Terjadi ketimpangan daerah dan memburuknya kesenjangan pendapatan antara
beberapa kelompok masyarakat.
6. Hilangnya kontrol masyarakat lokal terhadap sumber daya ekonomi.
Terhadap sosial budaya
1. Hilangnya identitas dan nilai-nilai budaya
2. Komersialisasi budaya

13
3. Pergesekan budaya
4. Konflik penggunaan Sumber daya alam
5. Meningkatnya angka kriminalitas

Terhadap politik

1. Kebijakan dari pemerintah sangat mempengaruhi kondisi pariwisata , seperti kenaikan


pajak usaha pariwisata . dan lain lain
2. Banyak terjadi kasus kkn pada pemerintahan di tempat daerah wisata itu .
3. Adanya ketimpangan pembangunan fasilitas umum antara desa dan kota(daerah
wisata)
4. Adanya perebutan kekuasaan
Contoh: bali merupakan destinasi yang aman dan terkenal di dunia , karena budaya , alam
,dan keramah tamahan penduduknya sehingga bali sering menjadi tuan rumah dari kegiatan
politik nasional dan internasional seperti: konfrensi apec , ktt asean, munas partai golkar dan
lain-lain .

Terhadap lingkungan
1. Air
Air mendapatkan polusi dari pembuangan limbah cair (detergen pencucian linen
hotel) dan limbah padat(sisa makanan tamu). Limbah-limbah itu mencemari laut, danau dan
sungai. Air juga mendapatkan polusidari buangan bahan bakar minyak alat transportasi air
seperti dari kapal pesiar.Akibat dari pembuangan limbah, maka lingkungan terkontaminasi,
kesehatan masyarakat terganggu, perubahan dan kerusakan vegetasi air, nilai estetika perairan
berkurang (seperti warna laut berubah dari warnabiru menjadi warna hitam) dan badan air
beracun sehingga makanan laut (seafood) menjadi berbahaya.Wisatawan menjadi tidak dapat
mandi dan berenang karena air di laut, danau dan sungai tercemar.Masyarakat dan wisatawan
saling menjaga kebersihan perairan.Guna mengurangi polusi air, alat transportasi air yang
digunakan, yakni angkutan yang ramah lingkungan, seperti : perahu dayung, kayak, dan
kano.
2. Atmosfir
Perjalanan menggunakan alat transportasi udadra sangat nyaman dan cepat. Namun,
angkutan udara berpotensi merusak atmosfir bumi. Hasil buangan emisinya dilepas di udara
yang menyebabkan atmosfir tercemar dan gemuruh mesin pesawat menyebabkan polusi

14
suara. Selain itu, udara tercemar kibat emisi kendaraan darat (mobil, bus) dan bunyi deru
mesin kendaraan menyebabkan kebisingan. Akibat polusi udara dan polisi suara, maka nilai
wisata berkurang, pengalaman menjadi tidak menyenangkan dan memberikandampak negatif
bagi vegetasi dan hewan.Inovasi kendaraan ramah lingkungan dan angkutan udara
berpenumpang massal (seperti pesawat Airbus380 dengan kapasitas 500 penumpang)
dilakukan guna menekan polusi udara dan suara. Anjuran untukmengurangi kendaraan
bermotor juga dilakukan dan kampanye berwisata sepeda ditingkatkan.
3. Pantai dan pulau
Pantai dan pulau menjadi pilihan destinasi wisata bagi wisatawan. Namun, pantai dan
pulau sering menjaditempat yang mendapatkan dampak negatif dari pariwisata.
Pembangunan fasilitas wisata di pantai dan pulau, pendirian prasarana (jalan, listrik, air),
pembangunan infrastruktur (bandara, pelabuhan) mempengaruhi kapasitas pantai dan
pulau.Lingkungan tepian pantai rusak (contoh pembabatan hutan bakau untuk pendirian
akomodasi tepi pantai),kerusakan karang laut, hilangnya peruntukan lahan pantai tradisional
dan erosi pantai menjadi beberapaakibat pembangunan pariwisata.Preservasi dan konservasi
pantai dan laut menjadi pilihan untuk memperpanjang usia pantai dan laut. Pencanangan
taman laut dan kawasan konservasi menjadi pilihan. Wisatawan juga ditawarkan kegiatan
ekowisata yang bersifat ramah lingkungan. Beberapa pengelola pulau (contoh pengelola
Taman NasionalKepulauan Seribu) menawarkan paket perjalanan yang ramah lingkungan
yang menawarkan aktivitas menanam lamun dan menanam bakau di laut.
4. Pegunungan dan area liar
Wisatawan asal daerah bermusim panas memilih berwisata ke pegunungan untuk
berganti suasana. Aktivitas di pegunungan berpotensi merusak gunung dan area liarnya.
Pembukaan jalur pendakian, pendirian hotel di kaki bukit, pembangunan gondola (cable car),
dan pembangunan fasilitas lainnya merupakanbeberapa contoh pembangunan yang berpotensi
merusak gunung dan area liar. Akibatnya terjadi tanahlongsor, erosi tanah, menipisnya
vegetasi pegunungan (yang bisa menjadi paru-paru masyarakat) ,potensi polusi visual dan
banjir yang berlebihan karena gunung tidak mampu menyerap air hujan. Reboisasi
(penanaman kembali pepohonan di pegunungan) dan peremajaan pegunungan dilakukan
sebagai upaya pencegahan kerusakan pegunungan dan area liar.
5. Vegetasi
Pembalakan liar, pembabatan pepohonan, bahaya kebakaran hutan (akibat api unggun
di perkemahan),koleksi bunga, tumbuhan dan jamur untuk kebutuhan wisatawan merupakan
beberapa kegiatan yang merusak vegetasi. Akibatnya, terjadi degradasi hutan (berpotensi

15
erosi lahan), perubahan struktur tanaman(misalnya pohon yang seharusnya berbuah setiap
tiga bulan berubah menjadi setiap enam bulan, bahkanmenjadi tidak berbuah), hilangnya
spesies tanaman langka dan kerusakan habitat tumbuhan. Ekosistemvegetasi menjadi
terganggu dan tidak seimbang.
6. Kehidupan satwa liar
Kehidupan satwa liar menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Wisatawan terpesona
dengan pola hiduphewan. namun, kegiatan wisata mengganggu kehidupan satwa-satwa
tersebut. Komposisi fauna berubahakibat:pemburuan hewan sebagai cinderamata, pelecehan
satwa liar untuk fotografi, eksploitasi hewan untuk pertunjukan, gangguan reproduksi hewan
(berkembang biak), perubahan insting hewan (contohhewan komodo yang dahulunya hewan
ganas menjadi hewan jinak yang dilindungi), migrasi hewan (ketempat yang lebih baik).
Jumlah hewan liar berkurang, akibatnya ketika wisatawan mengunjungi daerah wisata, ia
tidak lagi mudah menemukan satwa-satwa tersebut
7. Situs sejarah, budaya, dan keagamaan
Penggunaan yang berlebihan untuk kunjungan wisata menyebabkan situs sejarah,
budaya dan keagamaanmudah rusak. Kepadatan di daerah wisata, alterasi fungsi awal situs,
komersialisasi daerah wisasta menjadi beberapa contoh dampak negatif kegiatan wisata
terhadap lingkungan fisik. Situs keagamaan didatangi oleh banyak wisatawan sehingga
mengganggu fungsi utama sebagai tempat ibadah yang suci. Situs budaya digunakan secara
komersial sehingga dieksploitasi secara berlebihan (contoh Candi menampung jumlah
wisatawan yang melebihi kapasitas). Kapasitas daya tampung situs sejarah, budaya dan
keagamaan dpat diperkirakan dan dikendalikan melalui manajemen pengunjung sebagai
upaya mengurangi kerusakan pada situs sejarah, budaya dan keagamaan. Upaya konservasi
dan preservasi serta renovasi dapat dilakukan untuk memperpanjang usia situs-situs tersebut.
8. Wilayah perkotaan dan pedesaan

Pendirian hotel, restoran, fasilitas wisata, toko cinderamata dan bangunan lain
dibutuhkan di daerah tujuanwisata. Seiring dengan pembangunan itu, jumlah kunjungan
wisatawan, jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas jadi meningkat. Hal ini bukan hanya
menyebabkan tekanan terhadap lahan, melainkan juga perubahan fungsi lahan tempat tinggal
menjadi lahan komersil, kemacetan lalu lintas, polusi udara dan polusi estetika (terutama
ketika bangunan didirikan tanpa aturan penataan yang benar). Dampak buruk itu dapatdiatasi
dengan melakukan manajemen pengunjung dan penataan wilayah kota atau desa serta
membedayakan masyarakat untuk mengambil andil yang besar dalam pembangunan.

16
E. Altenatif Dan Penyelamatan Masalah

1. Perlu ditetapkan beberapa peraturan yang berpihak pada peningkatan mutu pelayanan
pariwisata dan kelestarian lingkungan wisata, bukan berpihak pada kepentingan
pihak-pihak tertentu.
2. Pengelola pariwisata harus melibatkan masyarakat setempat. Hal ini merupakan hal
penting karena sebagai hal pengalaman pada beberapa daerah tujuan wisata, apabila
tidak melibatkan masyarakat setempat, akibatnya tidak ada sumbangsih ekonomi yang
diperoleh masyarakat sekitar.
3. Kegiatan promosi harus beraneka ragam, selain dengan mencanangkan cara
kampanye dan program Visit Indonesia Year seperti yang sudah dilakukan
sebelumnya. Kegiatan promosi juga perlu dilakukan dengan membentuk system
informasi yang handal dan membangun kerjasama yang baik dengan pusat informasi
pada Negara – Negara lain terutama pada Negara yang berpotensi.
4. Perlu menentukan daerah tujuan wisata yang memiliki keunikan disbanding dengan
daerah tujuan wisata lain, terutama yang bersifat tradisional dan alama. Karena era
kekinian lah objek wisata yang alami dan tradisional yang menjadi sasaran wisatawan
asing. Daerah ini masih banyak ditemukan didaerah luar jawa seperti daerah
pedaleman papua atau Kalimantan.
5. Pemerintah pusat membangun kerjasama dengan kalangan swasta dan pemerintah
daerah setempat, dengan system terbuka, jujur dan adil. Kerja sama ini penting karena
untuk mempelancar pengelolah secara professional dengan mutu pelayanan yang
memadai.
6. Perlu dilakukan pemerataan arus wisatawan bagi semua daerah tujuan wisata yang
ada diseluruh Indonesia.
7. Mengajak masyarakat sekitar daerah tujuan wisata agar menyadari peran, fungsi dan
manfaat pariwisata serta merangsang mereka untuk memanfaatkan peluang - peluang
yang tercipta bagi berbagai kegiatan yang dapat menguntungkan secara ekonomi.
8. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan perlu dipersiapkan secara baik untuk
menunjang kelancaran pariwisata. misalnya dengan pengadaan perbaikan jalan,
telepon, internet dan pusat pembelanjaan disekitar lokasi daerah wisata

17
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekagaraman hayati yang
sangat tinggi yang berupa sumber daya alam yang berlimpah, baik di daratan, udara maupun
di perairan. Semua potensi tersebut mempunyai peranan yang sangat pentingbagi
pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam.
Sasaran tersebut di atas dapat tercapai melalui pengelolaan dan pengusahaan yang
benar dan terkoordinasi, baik lintas sektoral maupun swasta yang berkaitan dengan
pengembangan kegiatan pariwisata berkelanjutan, misalnya kepariwisataan, pemerintah
daerah, lingkungan hidup, dan lembaga swadaya masyarakat. Dalam pengembangan kegiatan
pariwisata berkelanjutan terdapat dampak positif dan dampak negatif, baik dalam masalah
ekonomi, sosial, dan lingkungan alami.Oleh karena itu dalam pembangunan sektor
kepariwisataan harus memperhatian kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan hidup mengingat
salah satu unsur wisata adalah sumber daya alam yang merupakan bagian dari lingkungan
hidup. Pengembangan sektor pariwisata yang tidak memperhatikan aspek lingkungan hidup
dapat berdampak negatif pada perkembangan pariwisata itu sendiri pada masa yang akan
datang.

B. SARAN
Dengan semua isi dari pada makalah ini maka penulis tak lupa menyarankan bahwa
isi dari pada makalah ini sangat jauh dari penyempurnaan. oleh karena itu penulis minta agar
para saudara pembaca tidak tersingung pada makalah ini. Dan penulis pun selalu menanti
saran dari para saudara agar memperbaiki tulisan makalah yang sempurna di masa yang akan
datang

18
DFTAR PUSTAKA

https://younggeomorphologys.wordpress.com/2010/04/07/peranan-iklim-untuk-
pariwisata/

http://www.mail-archive.com/dharmajala@yahoogroups.com/msg00391.html

http://ustadzklimat.blogspot.com/

http://ejournal.unud.ac.id/?module=editor&idf=7&idj=48&idv=180&idi=44

http://www.globalcollab.org/pelangi/adaptnet2008/adaptnet-3-juni-2008/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

19