Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK


“APOTEK LAVENDER”
Jl. Terusan Dieng Malang

Disusun oleh :

Lely Febriyanti 201820471011058


Rahmat Hidayat 201820471011062
Aprilia Kartika Putri 201820471011064
Astriniar Nisrina Ulfa 201820471011070
Evy Dharmayati 201820471011097

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM PROFESI APOTEKER ANGKATAN IV
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat yang
telah diberikan-Nya, sehingga Proposal Studi Kelayakan Pendirian Apotek ini bisa
terselesaikan dengan baik.
Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya mempunyai
dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit bisnis
(profit oriented). Penyusunan proposal studi kelayakan pendirian apotek ini
bertujuan untuk dapat memberikan hasil kajian kelayakan atas rencana pendirian
Apotek Lavender dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah
Kota Malang serta pengembangan bisnis apotek dan kefarmasian.
Kami sangat berharap supaya proposal ini dapat bermanfaat, khususnya bagi
kami, dan teman-teman Apoteker yang menjadi gambaran pendirian Apotek yang
layak. Kami sangat menyadari bahwa proposal ini jauh dari kata sempurna. Untuk
itu, kami sangat terbuka atas kritik dan saran positif dari pembaca.

Malang, 14 Maret 2019


Penyusun,

Kelompok III (Tiga)

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
I. LATAR BELAKANG PENDIRIAN APOTEK ......................................... 1
I. VISI DAN MISI .......................................................................................... 2
II. TUJUAN PENDIRIAN APOTEK .............................................................. 2
III. STRATEGI.................................................................................................. 3
V. ASPEK-ASPEK APOTEK ......................................................................... 3
VI. PELUANG DAN PROSPEK PEMASARAN ............................................. 4
VII. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN ....................................................... 6
VIII. RENCANA STRATEGI PENGEMBANGAN ........................................... 6
IX. PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA ...................................... 7
X. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN ........... 7
XI. TENAGA KERJA ....................................................................................... 9
XII. STUDI KELAYAKAN APOTEK............................................................. 10
XIII. KESIMPULAN ......................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 16
Lampiran I ............................................................................................................. 17
Lampiran II............................................................................................................ 18
Lampiran III .......................................................................................................... 19
Lampiran IV .......................................................................................................... 20

iii
I. LATAR BELAKANG PENDIRIAN APOTEK
Salah satu sarana pelayanan kesehatan adalah apotek. Berdasarkan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 tahun 2016, maka definisi
apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian
oleh apoteker. Dalam peraturan ini seorang poteker bertanggungjawab atas
pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih
terjamin keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya mempunyai
dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit bisnis
(profit oriented). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotik
adalah menyediakan obat‐obatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai
derajat kesehatan yang optimal. Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis,
apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal ini dapat dimaklumi
mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya juga tidak
sedikit. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus
pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang berfokus pada
pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker
diharapkan dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi
kepentingan pasien.
Apotek merupakan tempat pengabdian seorang apoteker yang telah
mengucapkan sumpah jabatan apoteker dimana apoteker dapat mengaplikasikan
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam memberikan pelayanan
kefarmasian yang berorientasi kepada pasien dalam pengobatan yang rasional.
Sebagai salah satu tenaga kesehatan, seorang apoteker harus mampu menempatkan
profesinya diantaranya yaitu pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan,
pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pelayanan atas resep dokter,
pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat.
Dalam mendirikan sebuah apotek, keberadaan apotek sangat penting. Saat
ini jumlah apotek yang berdiri di tiap daerah masih terbatas sehingga masyarakat
sulit untuk mendapatkan obat, informasi obat serta pelayanan kesehatan yang lebih
baik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan didirikannya apotek
dapat memperluas akses obat murah dan terjamin kepada masyarakat serta

1
2

bertujuan juga untuk menertibkan peredaran obat-obat palsu dan ilegal, serta
memberikan kesempatan kepada apoteker untuk memberikan pelayanan
kefarmasian kepada masyarakat luas.

I. VISI DAN MISI


1. Visi
Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian yang
bermutu, berkualitas dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen dan
karyawan.
2. Misi
Misi dari apotek ini adalah :
a. Menyediakan obat, alat kesehatan serta perbekalan farmasi lainnya yang
berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat.
b. Melaksanakan Pharmaceutical Care secara profesional.
c. Mengevaluasi kinerja di apotek secara rutin dan menyeluruh serta
senantiasa melakukan perbaikan.
d. Mengutamakan keselamatan dan kepentingan pasien.
e. Melaksanakan sistem manajemen yang efektif dan efisien.

II. TUJUAN PENDIRIAN APOTEK


Tujuan :
1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dan informasi akan
perbekalan farmasi (obat, bahan obat dan alat kesehatan) termasuk
memberikan edukasi dan konsultasi kesehatan kepada pasien.
2. Menyediakan berbagai macam perbekalan farmasi dan alat kesehatan
3. Sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat khususnya bidang
farmasi
Manfaat:
Agar masyarakat mendapatkan pelayanan dan informasi akan perbekalan
farmasi (obat, bahan obat dan alat kesehatan) termasuk memberikan edukasi
dan konsultasi kesehatan kepada pasien.
3

III. STRATEGI
Strategi dari apotek antara lain :
1. Melayani kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta perbekalan farmasi
lainnya sesuai dengan pola kebutuhan masyarakat sehingga mampu
meningkatkan pendapatan dan mempercepat tercapainya keuntungan yang
besar.
2. Menjamin terapi obat yang diberikan kepada pasien tepat, efektif, nyaman
dan aman.
3. Membuka praktek Apoteker bagi masyarakat yang membutuhkan informasi
obat yang digunakan secara khusus.
4. Memberikan KIE kepada pasien.
5. Merancang standar operasi prosedur dan standar organisasi kerja.
6. Melakukan efisiensi biaya pengobatan.
7. Melakukan sosialisasi dan edukasi peranan apoteker kepada masyarakat serta
informasi obat.

V. ASPEK-ASPEK APOTEK
1. Nama dan Alamat Apotek
Apotek yang akan didirikan bernama “Apotek Lavender” terletak di Jl. Raya
Terusan Dieng, Malang, Jawa Timur, lokasi apotek yang strategis dan akan
mendukung keberhasilan apotek dan kaitannya dengan profit.
2. Denah ruangan apotek : terlampir
3. Data-data pendukung:
a. Kepadatan Penduduk
Apotek Lavender berada di daerah dengan kepadatan penduduk yang
lumayan tinggi, dekat dengan perumahan warga, universitas, ruko, hotel, pusat
perbelanjaan, serta menjadi salah satu jalan yang ramai dilewati para penduduk
untuk menuju keluar kota.
b. Tingkat sosial dan ekonomi
Apotek Lavender berada di lingkungan yang tingkat ekonomi
masyarakatnya mulai dari menengah hingga menengah atas, mengingat
penduduknya sebagian besar pegawai, pengusaha, siswa, mahasiswa dan
4

wiraswasta yang mana konsumsi penduduk secara umum sebagian besar


menengah. Tingkat kesadaran akan kesehatan masyarakat sedang.
c. Pelayanan kesehatan lain
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yaitu terdapat sebuah Apotek.
d. Jumlah Pesaing
Jumlah Apotek ada 1 jaraknya ± 1 km namun posisi Apotek berada dibelakang
Universitas Merdeka tidak di jalan utama. Dengan melihat lokasi tersebut maka
diharapkan apotek dapat berkembang.
e. Situasi dan Kondisi Apotek
Lingkungan Apotek “Apotek Lavender” relatif ramai karena berada di
daerah perumahan penduduk, universitas, dan pusat perbelanjaan. Serta mudah
dijangkau karena terletak di jalur ramai/jalan raya utama yang biasa dilewati
masyarakat untuk berangkat bekerja maupun ke kampus.

VI. PELUANG DAN PROSPEK PEMASARAN


Melihat lokasi apotek yang strategis dan memperhatikan pola pengobatan
mandiri masyarakat (Swamedikasi), maka pendirian Apotek “Apotek Lavender”
mempunyai prospek pemasaran yang cukup bagus karena:

1. Kepadatan penduduk yang tinggi sebab merupakan daerah pemukiman


penduduk, Universitas Merdeka Malang, pusat perbelanjaan (Malang City
Point, Cybermall )
2. Letak apotek yang strategis dekat dengan jalan raya dan jalan pusat
keramaian.
3. Lingkungan calon Apotek relatif aman.
4. Penerapan staretegi pemasaran yang mengedepankan citra apotek yang lebih
ekonomis, informatif, pelayanan ramah, lengkap dan memberikan
kenyamanan bagi konsumen yang didukung dengan sarana dan prasarana
yang ada di Apotek.
5. Menyediakan pelayanan kesehatan seperti : pelayanan dan konsultasi obat
dengan apoteker.
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap posisi
strategis daerah/peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat diterangkan beberapa
5

hal yang penting. Hal ini dapat dilihat dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman terhadap apotek “Apotek Lavender” yang akan didirikan (Swot Analisis).
1. Kekuatan/Strength
Yang menjadi kekuatan kompetitif apotek “Apotek Lavender” yang akan
didirikan adalah sebagai berikut:
a. Ketersediaan obat, bahan obat, alkes serta perbekalan farmasi lainnya di
Apotek Lavender relatif lengkap sesuai kebutuhan masyarakat yang mampu
mencapai kepuasan pelanggan sehingga akan meningkatkan omset apotek.
b. Harga ekonomis dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
c. Apotek dengan pelayanan berbasis Pharmaceutical Care dengan tepat,
cermat dan cepat.
d. Letak/lokasi apotek mudah dijangkau.
e. Memiliki Apoteker yang memiliki pengetahuan tentang obat-obatan dan
pengobatan, memberikan pelayanan yang ramah dan sopan.
2. Kelemahan/Weakness
a. Membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk
memperoleh pelanggan.
b. Terdapat apotek pesaing di sekitar calon lokasi apotek.
c. Tidak banyak klinik maupun praktek dokter umum maupun dokter spesialis,
sehingga untuk penebusan obat dengan resep dokter diperkirakan jumlahnya
sedikit.
3. Peluang/Opportunity
a. Potensi daerah
1. Kepadatan penduduk yang tinggi sebab merupakan daerah pemukiman
penduduk, dekat dengan Universitas merdeka malang, pusat perbelanjaan
(Malang City Point, Cybermall ) sehingga menjadi sumber pelanggan
apotek yang potensial.
b. Lokasi daerah
Calon lokasi Apotek Lavender strategis karena letak apotek yang strategis
dekat dengan jalan raya dan jalan pusat keramaian.
6

4. Ancaman/Threat
Ada 1 Apotek kompetitor di daerah tersebut, dimana jarak antara Apotek
berada ± 1 km.

VII. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


1. Potensi pasar
Kepadatan penduduk yang tinggi sebab merupakan daerah pemukiman
penduduk, dekat dengan Universitas Merdeka Malang, pusat perbelanjaan
(Malang City Point, Cybermall ) sehingga menjadi sumber pelanggan apotek
yang potensial.
Perkiraan konsumen:
a. Resep
b. Konsumen yang membeli OTC, alat kesehatan, dan OWA.
2. Market Share
a. Jumlah pesaing terdekat di sekitar apotek “Apotek Lavender” : 1 apotek
yang berjarak ± 1 km.
b. Jumlah perkiraan pasien di sekitar apotek “Apotek Lavender” setiap hari
sebanyak 5 pembelian resep, 50 pembelian OWA dan 150 obat bebas

VIII. RENCANA STRATEGI PENGEMBANGAN


1. Penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan apotek yang ada di
sekitar.
2. Sosialisasi ke warga di sekitar apotek melalui penyebaran brosur atau leaflet
kesehatan dan memberikan edukasi ke masyarakat langsung tentang obat dan
peran apoteker setiap dua minggu sekali di bulan awal apotek didirikan dan 1
bulan sekali di bulan-bulan berikutnya.
3. Memperbanyak produk yang ditawarkan dengan menyesuaikan pola
kebutuhan pasien.
4. Pada tahun pertama pendirian rutin melaksanakan penyuluhan tentang obat
dan penyakit kepada masyarakat.
7

IX. PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA


Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan Human Capital yang
memiliki komunikasi efektif dan elegan dalam menangani setiap kegiatan baik
yang berhubungan dengan administratif maupun pelayanan di Apotek sehingga
visi dan misi Apotek dapat terlaksana. Apotek Lavender merekrut 4 karyawan
dengan susunan sebagai berikut:
1. Apoteker Penanggung jawab Apotek : 1 orang
2. Apoteker Pendamping : 1 orang
3. Asisten Apoteker : 2 orang
Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah:
1. Jam kerja : 07.00-22.00, dibagi menjadi 2 shift yaitu jam 07.00-14.00 dan jam
14.00-22.00 (Hari minggu dan hari besar keagamaan libur). Shiff 1 : APJ +
AA (1 orang) masuk mulai 07.00-14.00 dan Shiff 2 : Aping + AA ( 1 orang)
jam 14.00-22.00.
2. Dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya dari APJ yang sekaligus
PSA serta investor).
3. Sumber daya manusia merupakan Human Capital, oleh karena itu SDM di
Apotek “Apotek Lavender” haruslah orang-orang yang memiliki kompetensi
dan etika yang baik sehingga mampu menciptakan keunggulan yang
kompetitif, menciptakan kepuasan customer dan meningkatnya profit apotek.

X. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN


1. Bangunan
a. Bangunan apotek terdiri dari ruang pelayanan resep, ruang peracikan,
kasir, ruang kerja apoteker dan konsultasi obat, ruang tunggu pasien, tempat
parkir, toilet, dan gudang.
b. Bangunan dilengkapi dengan AC (air conditioner), penerangan, sumber air
yang memenuhi persyaratan, ventilasi dan sanitasi yang mendukung dan
tempat sampah.
c. Papan nama berukuran panjang 100 cm dan lebar 60 cm dengan tulisan
hitam di atas dasar putih, tinggi huruf minimal 7 cm dengan tebal 7 mm,
8

dilengkapi dengan neon box. Papan nama terdiri dari papan nama apotek dan
papan nama apoteker dengan SIA terpasang jelas.

2. Perbekalan Farmasi
a. Obat Keras (Obat dengan Resep dan OWA) Rp. 14.000.000
b. Obat bebas (OTC) dan bebas terbatas Rp. 16.000.000
c. Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Rp. 5.000.000
d. Alat Kesehatan Rp. 5.000.000
e. Kosmetik, Produk herbal, suplemen, makanan dan minuman kesehatan
Rp. 10.000.000

3. Perlengkapan
a. Alat pembuatan, pengolahan, dan peracikan
- Timbangan
- Thermometer
- Mortir dan stamper
- Blender
b. Alat perbekalan farmasi
- Pot plastik berbagai - Lemari penyimpanan untuk
ukuran narkotika, psikotropika, dan
- Lemari pendingin bahan berbahaya lainnya
- Lemari dan rak
penyimpanan obat
c. Wadah pembungkus dan pengemas
- Etiket - Streples
- Kertas puyer - Wadah pengemas dan
- Kapsul pembungkus lainnya (tas
plastik)
d. Alat administrasi
- Blanko pesanan obat - Buku pencatatan narkotik dan
- Blanko kartu stok obat psikotropik
- Blanko copy resep
9

- Blanko faktur dan nota - Buku pesanan narkotik dan


penjualan psikotropik
- Blanko kuitansi - Buku laporan obat narkotik
- Buku standar dan psikotropik
- Buku pembelian - Buku pencatatan penyerahan
- Kartu stock resep
- Buku penerimaan - Alat-alat tulis dan kertas
- Buku pembukuan
keuangan
e. Perlengkapan lainnya
- Etalase - Komputer
- Rak - Printer scanner
- Meja - Telepon
- Kursi - Papan
- Kursi ruang tunggu - Lampu
- Alat pemadam - TV
kebakaran - Genset
- Mesin kasir 1 set - CCTV

XI. TENAGA KERJA


1. Struktur Organisasi

APJ (PSA)

APING

Asisten Apoteker Asisten Apoteker


(1) (2)
Keterangan =
Garis koordinasi =
Garis instruksi =
10

2. Jumlah tenaga kerja


a. Apoteker : 1 orang
b. Apoteker Pendamping : 1 orang
c. Asisten Apoteker : 2 orang

XII. STUDI KELAYAKAN APOTEK


Berikut adalah perkiraan modal dan gaji karyawan yang diperlukan untuk
apotek “Apotek Lavender”.

1. MODAL
Modal :
 Lely Febriyanti : Rp. 32.000.000
 Rahmat Hidayat : Rp. 32.000.000
 Aprilia Kartika P. : Rp. 32.000.000
 Astriniar Nisrina U : Rp. 32.000.000
 Evy Dharmayati : Rp. 32.000.000
Total : Rp. 160.000.000
1) Perlengkapan Apotek

Etalase kaca di depan uk 3x1 : 1x @ 1.200.000,- Rp. 1.200.000,-


Etalase kaca di depan uk 1,5x1 : 1x@600.000,- Rp. 600.000 ,-
Meja 3 x 125.000 Rp. 375.000,-
Kursi 3 x @ 100.000 Rp. 300.000,-
Kursi ruang tunggu (panjang) 3x200.000 Rp. 600.000,-
Komputer Rp. 4.000.000,-
Software Rp. 6.000.000,-
Mesin kasir 1 set Rp. 3.500.000,-
Printer scanner Rp. 2.000.000,-
Telepon Rp. 135.000,-
Timbangan digital Rp. 160.000,-
Timbangan badan Rp. 300.000,-
11

Lemari pendingin untuk minuman Rp. 3.700.000,-


Lemari pendingin untuk obat Rp. 3.500.000,-
Lemari narkotik dan psikotropik Rp. 450.000,-
Alat peracikan obat (Stemper, Mortir, blender) Rp. 550.000,-
Perlengkapan administrasi Rp. 500.000,-
Buku standard kefarmasian Rp. 2.000.000,-
Stempel apotek Rp. 150.000,-
Kalkulator Rp. 300.000,-
Dispenser+gallon Rp. 175.000,-
AC 2pk Rp. 6.000.000,-
AC ½ pk 2x3.225.000 Rp. 6.450.000,-
Papan nama apotek Rp. 500.000,-
Papan nama praktek apoteker Rp. 1.000.000,-
Lampu 13x80.000 Rp. 1.040.000,-
Jam dinding 2x100.000 Rp. 200.000,-
Alat Kebersihan Rp. 100.000,-
Alat Makan Rp. 50.000,-
TV 40 Inch Rp. 3.250.000,-
Alat Pemadam Kebakaran Fire Indo 2x200.000 Rp. 400.000,-
Genset Rp. 1.550.000
CCTV 7x200.000 Rp. 1.400.000,-
TOTAL Rp. 52.435.000,-

2) Biaya Perizinan
a. Biaya Perizinan Rp. 2.000.000,-
b. Modal Operasional (obat) Rp. 50.000.000,-
c. Sewa bangunan Rp. 25.000.000,-
d. Cadangan Modal Rp. 30.565.000,-
Total Modal Rp. 160.000.000,-
12

2. RENCANA ANGGARAN TAHUN KE 1

a. Biaya tetap perbulan tahun ke-1

1) Gaji Karyawan
APJ (1 orang) Rp. 2.500.000,-
Apoteker pendamping (1 orang) Rp. 2.000.000,-
Asisten Apoteker (2 orang) Rp. 3.600.000,-
Jumlah Rp. 8.100.000,-

2) Biaya lain-lain:
Beban Listrik, air, telepon, bensin,wifi dan Rp. 1.500.000,-
keamanan
Lain-lain Rp. 500.000,-
Jumlah Rp. 2.000.000,-
Biaya Keseluruhan Rp. 10.100.000,-
Biaya tetap tahun ke-1
Biaya tetap bulanan x 12 Rp. 121.200.000,-
THR Rp. 4.000.000,-
Total Rp. 125. 200.000,-

b) Perhitungan BEP tahun ke-1

a. Penjualan obat dari resep 1 tahun pada tahun pertama


diasumsikan resep yang masuk adalah 5 resep per hari
dengan harga rata-rata per resep adalah berkisar Rp 50.000,-
maka untuk per tahunnya dapat dihitung:
8 lembar x 26 hari x 12 bulan x Rp 50.000,- =
(Margin 30%) Rp. 124.800.000,-
b. Penjualan obat bebas
26 hari x 12 bulan x Rp 500.000,- = (Margin 10%) Rp. 156.000.000,-
c. Penjualan OWA
26 hari x 12 bulan x Rp1.200.000,- = (Margin 25%) Rp. 374.400.000,-
13

d. Penjualan Produk Farmasi Lain (suplemen, produk


herbal,alkes)
26 hari x 12 bulan x Rp500.000,- = (Margin 20%) Rp. 156.000.000,-
Total Pendapatan 1 Tahun Rp. 811.200.000,-

c) Pengeluaran rutin tahun ke-1


a. Pembelian obat resep ( 70% X Rp. 124.800.000,-) Rp. 87.360.000,-
b. Pembelian obat bebas (90% X Rp. 156.000.000,-) Rp. 140.400.000,-
c. Pembelian OWA (75% X Rp. 374.400.000,-) Rp. 280.800.000,-
d. Produk Farmasi Lain (80% X Rp. 156.000.000,-) Rp. 124. 800.000,-
e. Biaya tetap 1 tahun Rp. 125. 200.000,-
Total pengeluaran 1 tahun Rp. 758.560.000,-

d) Pengeluaran Laba Rugi tahun ke-1


1. Pemasukan tahun ke-1 Rp. 811.200.000,-
2. Pengeluaran tahun ke-1 Rp. 758.560.000,-
Laba kotor Rp. 52.640.000,-
4.056.000,-
Pajak final (0,5% x 920.400.000,-) Rp.
48.584.000,-
Laba bersih Rp.
e) Perhitungan BEP tahun ke-1
1. Pay Back Periode
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 (𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙)
Pay Back Periode = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
160.000.000,−
Pay Back Periode = 48.584.000,−

= 3,30 tahun

2. ROI (Return On Investment)


𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
ROI = 𝑥100%
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
48.584.000,−
ROI = 160.000.000,− 𝑥100% = 30,37%
14

3. Break Event Point (BEP)


1
BEP= biaya variabel x biaya tetap
1−
pendapatan

Biaya Variabel = Total pengeluaran 1 tahun – Biaya tetap 1 tahun

Biaya Variabel = Rp. 758.860.000,- - Rp. 125.200.000,-

= Rp. 633.360.000,-
1
BEP = 633.360.000,− x 125.200.000, −
1−
811.200.000,−

= Rp. 571.087.719-/ tahun = Rp. 47.590.643,- /bulan = Rp.


1.830.409/hari

4. Margin
Biaya tetap
Margin = x100%
BEP

125.200.000,−
= x100% = 21,92%
571.087.719,−

5. Presentase BEP
Biaya tetap
% BEP = (pendapatan−variabel) x100%

125.200.000,−
= (811.200.000,− −633.360.000,− x100% = 70,40%

6. Kapasitas BEP
%BEP = 70,40% x (8x26x12) = 1757,18/ tahun = 146,67/bulan =
6/hari.

3. RANCANGAN PENDAPATAN UNTUK 5 TAHUN KE DEPAN


Pendapatan tahun ke 1 Rp. 811.200.000,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 2 naik 10%= Rp. 892.320.000,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 3 naik 10%= Rp. 981.552.000,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 4 naik 10%= Rp. 1.079.707.200,-
Perkiraan pendapatan tahun ke 5 naik 10%= Rp. 1.187.677.920,-
Total Rp. 4.952.457.120,-
15

XIII. KESIMPULAN

Melihat dari banyak aspek studi kelayakan yang telah dilakukan seperti aspek
lokasi, aspek pasar, aspek ekonomi dan permodalan, aspek managerial dan aspek
teknis maka Apotek “Apotek Lavender” yang akan didirikan di Jl. Terusan Dieng,
Malang, Jawa Timur layak untuk didirikan.
DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 tahun 2016.

16
Lampiran I
DENAH GEDUNG APOTEK LAVENDER

17
Lampiran II
ETIKET APOTEK LAVENDER

18
Lampiran III

KARTU STOK APOTEK LAVENDER

19
Lampiran IV
Stempel Apotek

20